Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Kamis, 26 April 2018 22:00
Kompol Willy Jabat Wakapolres Rohul, Iptu Rusmi Zahelpi Jabat Kapolsek Rokan IV Koto

Kamis, 26 April 2018 21:25
M Fitri Adhy Jabat Kasi Pidum Kejari Kuansing,
Tiga Pejabat Kejari Rohul Jalani Sertijab


Kamis, 26 April 2018 21:21
Persiapan Debat Kandidat,
Andi Rachman Diskusi dengan Dua Mantan Menteri


Kamis, 26 April 2018 21:02
Diduga Dikelola Tanpa Izin, KLHK Amankan Ribuan Ton Limbah B3 di Dumai

Kamis, 26 April 2018 20:41
Reses di Bengkalis, Rita Zahara Gelar Sosialisasi 4 Pilar

Kamis, 26 April 2018 20:35
Lantik 610 Kepala SD dan SMP, Bupati Kampar Akui Mutu Pendidikan Memprihatinkan

Kamis, 26 April 2018 20:18
Putusan Inkrah,
Tak Serahkan Diri, 54 Koruptor Ini Diburu Jaksa


Kamis, 26 April 2018 20:12
Tokoh Masyarakat Bugis Riau Ini Ajak Keluarga Besar KKSS Coblos Nomor 1, Syamsuar-Edy Nasution

Kamis, 26 April 2018 19:25
Kampanye di Desa Paling Ujung Utara Inhil,
Tokoh Masyarakat Nilai Wardan Pemimpin Yang Menepati Janji


Kamis, 26 April 2018 19:14
Menangkan Syam Edy, PKS Riau Maksimalkan Peran BCAD

loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Jum’at, 12 April 2013 05:58
Dianggap Menyalahi Aturan,
Kemendagri Minta Gubri Tinjau Ulang Pengangkatan Megawati


Mutasi massal pejabat di lingkungan Pemprov Riau salahi aturan. Kemendagri minta Rusli Zaenal lakukan peninjauan kembali, karena telah melantik terpidana korupsi.

Riauterkini-JAKARTA- Kementerian Dalam Negeri minta Gubernur Riau meninjau ulang pengangkatan Megawati Rosdiana sebagai Kepala Sub Bidang Pembinaan Masyarakat Daerah di Badan Penghubung Pemprov Riau. Pasalnya pengangkatan Megawati yang pernah dipidana akibat korupsi dipastikan menyalahi aturan dan tidak sejalan dengan ketentuan Menteri Dalam Negeri melalui Surat Edaran No. 800/4329/SJ.

Dimana ketentuan Menteri Dalam Negeri lewat Surat Edaran (SE) menyatakan, bahwa PNS yang pernah dipidana akibat terlibat korupsi, dilarang menduduki jabatan struktural apa pun di pemerintahan.

Kepastian ini disampaikan Staf Ahli Mendagri Bidang Hukum dan Hubungan Antar Lembaga yang juga Juru Bicara Kemendagri Reydonnyzar Moenek di Jakarta, Kamis (11/4/13), menyikapi pengangkatan Megawati Rosdiana sebagai Kepala Sub Bidang Pembinaan Masyarakat Daerah di Badan Penghubung Pemprov Riau di Jakarta yang pernah dipidana akibat terlibat korupsi.

"Saya rasa Pak Gubernur Riau harus legowo untuk meninjau ulang keputusannya, mengangkat PNS yang pernah dipindana kasus korupsi tidak dibenarkan," kata Dony.

Megawati Rosdiana merupakan salah satu dari delapan pejabat eselon IV dilingkungan Badan Penghubung Pemprov Riau yang dilantik oleh Kepala Badan Penghubung Provinsi Riau di Jakarta Tarmizi Natar Nasution pada Selasa (8/4/13) yang dihadiri Kepala BKD Riau Zaini Ismail.

Donny menyebutkan, walaupun sifatnya Surat Edaran, namun para kepala daerah harus memberikan perhatian dan menjadikannya sebagai pertimbangan dalam pengangkatan seorang PNS yang pernah terpidana menjadi seorang pejabat struktural. "Surat Edaran itu mempertegas UU Nomor 8 Tahun 1974 dan UU No 43/Tahun 1999 dan PP No 100/Tahun 2000 dan PP No 53/tahun 2010," terangnya.

Tambah Dony, sesuai ketentuan UU No 43 Tahun 1999 tentang Pokok-pokok Kepegawaian, Pasal 23 ayat (4a) yang menyatakan, PNS dapat diberhentikan dengan hormat atau tidak atas permintaan sendiri atau tidak dengan hormat, karena dihukum penjara berdasarkan putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap karena melakukan tindak pidana kejahatan yang ancaman hukumannya 4 tahun atau lebih.

Diakui Donny, berdasarkan Undang-undang tersebut, seorang PNS yang terlibat korupsi dengan ancaman hukuman di bawah lima tahun, tidak kehilangan hak sebagai PNS. "Tapi sebaliknya, PNS yang mendapat ancaman hukuman di atas lima tahun, langsung kehilangan hak menjadi PNS. Tetapi, dengan adanya Surat Edaran Mendagri, yang bersangkutan tidak dibolehkan menduduki jabatan struktural hingga pensiun," tegas Dony.

‬ Sebagaimana diketahui, majelis hakim Pengadilan Tipikor Pekanbaru pada 12 September 2012 lalu menjatuhkan Megawati divonis 2 tahun penjara dan denda Rp 50 juta atau lebih ringan dari tuntutan Jaksa yang meminta Megawati dihukum 5 tahun penjara karena terbukti bersalah.

Megawati sebagai Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) merupakan terpidana korupsi pengadaan 100 kerbau penjantan untuk Kelompok Tani di Rokan Hulu, proyek Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Riau pada 2008. Seperti diketahui, pada tahun 2008 Dinas Peternakan Riau yang saat itu di Pimpin Kepala Dinasnya Raja Erisman, melakukan pengadaan 100 ekor kerbau untuk Kelompok Tani di Kabupaten Rokan Hulu, senilai Rp 990 juta.***(jor)

Keterangan Foto:
Megawati Rosdiana (paling kiri berkacamata) saat mengikuti prosesi serah-terima jabatan di Kantor Badan Penghubung Pemprov Riau di Jakarta.


Loading...


Berita Hukum lainnya..........
- Kompol Willy Jabat Wakapolres Rohul, Iptu Rusmi Zahelpi Jabat Kapolsek Rokan IV Koto
- M Fitri Adhy Jabat Kasi Pidum Kejari Kuansing,
Tiga Pejabat Kejari Rohul Jalani Sertijab

- Putusan Inkrah,
Tak Serahkan Diri, 54 Koruptor Ini Diburu Jaksa

- Terseret Aspal, Seorang Wanita di Tenayan Raya Pekanbaru Tewas Dijambret
- Korupsi Anggaran Bappeda Rohil, PPTK Divonis 16 Bulan Penjara
- Gelap Dana Kampung Rp562 Jt, Mantan Penghulu Sungai Selodang Ditangkap Polres Siak
- Polres dan Bea Cukai Inhil Ungkap Penangkapan Kapal Bermuatan Elektronik Ilegal
- Sebuah Rumah di Pematang Duku, Bengkalis Ludes Terbakar
- Antisipasi Pungli, Dishub Pekanbaru Fokus Awasi Jukir Nakal
- Polda Riau Gelar Operasi Patuh 2018
- Paulus Dibunuh karena Pergoki Pelaku Mencuri di Rumahnya
- Tertangkap di Sumut, Pembunuh Paulus Lawalata Dipicu Ucapan Kasar Korban
- Aparat Gabungan di Bengkalis Mulai Gelar Operasi Patuh
- Jual Sie Jie, Dua Warga Tembilahan Ditangkap Polisi
- Diduga Curi Uang Infaq Masjid, 2 Remaja di Rohul Ditangkap Warga
- Wako Firdaus Mangkir, Sidang Gugatan Pedagang Plaza Sukaramai Pekanbaru Ditunda
- Edarkan Sabu, Pasutri di Pelalawan Ditangkap Polisi
- Sempat Berteriak, Seorang Pria di Tuah Karya Pekanbaru Tewas Mendadak
- KPK Cari Bukti Korupsi, Jembatan Water Front City Bangkinang Ditutup Sementara
- Korupsi Proyek RTH, Mantan Kadis PU Riau dan Dua Kontraktor Mulai Diadili


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda : 54.224.99.70
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com