Untitled Document
Ahad, 30 Muharram 1436 H |
Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Ahad, 23 Nopember 2014 06:38
Warga Bagansiapiapi Tewas tak Wajar di PanipahanS

Ahad, 23 Nopember 2014 06:34
Puluhan Anak Bengkalis Bermasalah Dibekali Penyuluhan Bahaya HIV/AIDS

Sabtu, 22 Nopember 2014 19:31
Presiden Jokowi akan Blusukan ke Pasar Bawah Pekan Depan

Sabtu, 22 Nopember 2014 17:45
Pemkab Rohul Bakal Relokasi Korban Langganan Banjir di Bonai

Sabtu, 22 Nopember 2014 17:42
Interfood Indonesia 2014 di Jakarta, Meranti Sabet Unique Stand Award

Sabtu, 22 Nopember 2014 17:31
Ada Rencana Presiden Jokowi ke Meranti Pekan Depan

Sabtu, 22 Nopember 2014 17:29
5.120 Murid PAUD Rohul Cetak Rekor MURI Sholat Dhuha Usia Dini



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 10 April 2013 14:48
Jaksa Kasasi, Nilai Aneh Vonis Bebas Terdakwa Nakoba

Majelis Hakim PN Pekanbaru menvonis bebas terdakwa narkoba. Karena menganggap putusan tersebut aneh, jaksa nyatakan kasasi.

Riauterkini-PEKANBARU-Sabar G Simatupang SH, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Pekanbaru. Merasa kecewa dan langsung menyatakan Kasasi ke Mahkamah Agung. Usai Dodi Irawan alias Dodi (37) terdakwa kasus narkotika yang dituntutnya selama 7 tahun penjara. Dijatuhi vonis bebas oleh majelis hakim.

Padahal, Riri Winaldi, terdakwa dengan berkas terpisah (split) yang disebut sebut oleh Dodi sebagai pemilik barang haram jenis sabu sabu. Divonis bersalah oleh majelis hakim yang berbeda.

" Putusan vonis bebas terhadap Dodi Irawan, pelaku narkoba di Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru, Selasa (9/4/13) sore kemarin itu, kita JPU langsung kasasi," ujarnya kepada Riauterkini dengan nada kecewa, Rabu (10/4/13) siang.

Dimana persidangan yang dipimpin majelis hakim, Masrizal SH didampingi dua hakim anggotanya, Krosbin L Gaol SH dan Isnurul SH menyatakan, terdakwa Dodi Irawan, tidak terbukti secara sah bersalah melakukan tindak pidana tanpa hak melawan hukum memiliki, menyimpan, menguasai, atau menyediakan narkotika golongan I bukan tanaman, sebagaimana diatur dalam pasal 112 Undang-Undang RI No 35 Tahun 2009.

Hal itu menurut hakim berdasarkan keterangan saksi-saksi dan alat bukti yang diajukan dalam persidangan, terdakwa tidak terbukti sah sehingga terdakwa harus dibebaskan dari segala tuntutannya,'' kata Sabar lagi.

Sementara itu pada persidangan dengan terdakwa Riri Winaldi, rekan terdakwa Dodi yang disidangkan secara split dengan majelis hakim yang dipimpin JPL Tobing. Dinyatakan hakim bersalah.

" Riri Winaldi yang disebut Dodi sebagai pemilik barang, dan juga dituntut sama yaitu 7 tahun penjara. Divonis bersalah oleh hakim. Riri divonis 5 tahun penjara. Sedangkan Dodi yang terbukti memiliki barang bukti (BB) sebanyak 7 paket seberat 18 gram, justru dibebaskan hakim," terang Sabar SH.

Diungkapkan Sabar SH, bahwa kedua terdakwa terbukti melakukan tindak pidana tanpa hak melawan hukum memiliki, menyimpan, menguasai, atau menyediakan narkotika golongan I bukan tanaman, sebagaimana diatur dalam pasal 112 Undang-Undang RI No 35 Tahun 2009. Untuk itu keduanya dituntut hukuman selama 7 tahun penjara, dan denda sebesar Rp 1 miliar," tutur Sabar.

Seperti dalam dakwaan, terdakwa Dodi Irawan ditangkap oleh Satres Narkoba Polresta Pekanbaru, di rumahnya Jalan Kurnia, Kelurahan Limbungan, Rumbai, Sabtu tanggal 1 September 2012, sekitar pukul 16.00 WIB.

Dalam pengkapan tersebut, anggota mengamankan barang bukti tujuh paket sabu-sabu seberat 18 gram yang berada di dalam dompet. Bahkan anggota juga mengamankan satu timbangan digital dan pelastik bening diduga sebagai pembungkus sabu-sabu yang disimpan dalam laci meja tulis.

Saat dilakukan introgasi, kepada polisi terdakwa mengaku bahwa sabu tersebut dibelinya dari Riri Winaldi dengan cara memalui handphone.

Sementara itu, Humas PN Pekanbaru, Krosbin L Gaol SH yang juga salah satu hakim anggota yang menyidangkan perkara terdakwa Dodi Irawan, kepada sejumlah wartawan mengatan, putusan vonis bebas itu, sudah berdasarkan segala pertimbangan pertimbangan majelis.

Dimana dalam perkara ini, kita melihat bahwa Dodi ini tidak terbukti terlibat narkoba. Karea menurut pengakuan terdakwa dan saksi saksi. Pada penangkapan Dodi dirumahnya Jalan Kurnia, Kelurahan Limbungan, Rumbai, Sabtu tanggal 1 September 2012 itu. Barang bukti ditemukan bukanlah dikamar Dodi dilantai II. Melainkan dikamar saksi Agus (anak kost) di lantai bawah.

" Sewaktu Dodi ditangkap dikamarnya, polisi tidak ada menemukan bukti bukti kepemilikan narkoba. Kemudian polisi membawa Dodi kekamar Agus di lantai bawah. Disaat Dodi disuruh menghadap kediding dan membelakangi petugas. Polisi menemukan BB sebanyak 7 paket seberat 18 gram dilaci milik Agus," terang Krosbin.

Selanjutnya, Dodi dipaksa mengakui kalau BB itu miliknya," ungkap Krosbin.***(har)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
nalan simorangkir
tentu iya, barang tidak kepunyaan dia

NARKOBA
hakim telah menerima uang dari terdakwa narkoba sebesar 100 Jt makanya vonis bebas dijatuhkan kepada terdakwa, kalau memang polisi memaksa terdakwa untk mengaku kepada terdakwa ,kenapa hakim tidak menjatuhkan vonis bersalah kepada Polisi,,,,??? sebai


Berita Hukum lainnya..........
- Warga Bagansiapiapi Tewas tak Wajar di PanipahanS
- Kalah di Praperadilan,
Polda Riau Harus Batalkan SP3 Kasus Penganiayaan Istri Bupati Kampar

- Gugatan Pembongkaran Pasar Tanah Merah,
Hakim Haruskan Bupati dan Pemkab Kampar Bayar Rp19 Miliar

- Nyopet, Residivis di Pekanbaru Tertangkap Lagi
- Polda Riau Jadwalkan Operasi Zebra Serentak Seluruh Kabupaten/Kota
- Curi Sepeda Motor, Seorang Pemuda Babak Belur Dihajar Massa di Pekanbaru
- Tikam Korban Hingga Tewas di Kedai Tuak,
Anton Karok Ternyata Residivis Pembunuhan



Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.242.190.171
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com