Untitled Document
Ahad, 5 Zulqaidah 1435 H |
Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Ahad, 31 Agustus 2014 06:12
Pengembangan Pariwisata Meranti Perlu Dukungan Transportasi Laut

Ahad, 31 Agustus 2014 06:10
Paskibra Meranti Hadiri Malam Grand Final Abang None Jakarta

Sabtu, 30 Agustus 2014 20:22
Wagubri Hadiri Reuni Akbar Alumni FNGT Universitas Riau

Sabtu, 30 Agustus 2014 19:51
Chevron Tampilkan Hasil Karya Warga Binaan di Pekanbaru Expo 2014

Sabtu, 30 Agustus 2014 19:05
DPRD Rohul Terpilih Diharapkan Bisa Bersinergi

Sabtu, 30 Agustus 2014 18:27
Sempena HUT ke-69 RI,
CPI Taja Berbagai Lomba dan Serahkan Bantuan ke Suku Sakai di Duri


Sabtu, 30 Agustus 2014 17:22
Pemkab Rohul Diminta Perhatikan Potensi Budaya



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 10 April 2013 14:48
Jaksa Kasasi, Nilai Aneh Vonis Bebas Terdakwa Nakoba

Majelis Hakim PN Pekanbaru menvonis bebas terdakwa narkoba. Karena menganggap putusan tersebut aneh, jaksa nyatakan kasasi.

Riauterkini-PEKANBARU-Sabar G Simatupang SH, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Pekanbaru. Merasa kecewa dan langsung menyatakan Kasasi ke Mahkamah Agung. Usai Dodi Irawan alias Dodi (37) terdakwa kasus narkotika yang dituntutnya selama 7 tahun penjara. Dijatuhi vonis bebas oleh majelis hakim.

Padahal, Riri Winaldi, terdakwa dengan berkas terpisah (split) yang disebut sebut oleh Dodi sebagai pemilik barang haram jenis sabu sabu. Divonis bersalah oleh majelis hakim yang berbeda.

" Putusan vonis bebas terhadap Dodi Irawan, pelaku narkoba di Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru, Selasa (9/4/13) sore kemarin itu, kita JPU langsung kasasi," ujarnya kepada Riauterkini dengan nada kecewa, Rabu (10/4/13) siang.

Dimana persidangan yang dipimpin majelis hakim, Masrizal SH didampingi dua hakim anggotanya, Krosbin L Gaol SH dan Isnurul SH menyatakan, terdakwa Dodi Irawan, tidak terbukti secara sah bersalah melakukan tindak pidana tanpa hak melawan hukum memiliki, menyimpan, menguasai, atau menyediakan narkotika golongan I bukan tanaman, sebagaimana diatur dalam pasal 112 Undang-Undang RI No 35 Tahun 2009.

Hal itu menurut hakim berdasarkan keterangan saksi-saksi dan alat bukti yang diajukan dalam persidangan, terdakwa tidak terbukti sah sehingga terdakwa harus dibebaskan dari segala tuntutannya,'' kata Sabar lagi.

Sementara itu pada persidangan dengan terdakwa Riri Winaldi, rekan terdakwa Dodi yang disidangkan secara split dengan majelis hakim yang dipimpin JPL Tobing. Dinyatakan hakim bersalah.

" Riri Winaldi yang disebut Dodi sebagai pemilik barang, dan juga dituntut sama yaitu 7 tahun penjara. Divonis bersalah oleh hakim. Riri divonis 5 tahun penjara. Sedangkan Dodi yang terbukti memiliki barang bukti (BB) sebanyak 7 paket seberat 18 gram, justru dibebaskan hakim," terang Sabar SH.

Diungkapkan Sabar SH, bahwa kedua terdakwa terbukti melakukan tindak pidana tanpa hak melawan hukum memiliki, menyimpan, menguasai, atau menyediakan narkotika golongan I bukan tanaman, sebagaimana diatur dalam pasal 112 Undang-Undang RI No 35 Tahun 2009. Untuk itu keduanya dituntut hukuman selama 7 tahun penjara, dan denda sebesar Rp 1 miliar," tutur Sabar.

Seperti dalam dakwaan, terdakwa Dodi Irawan ditangkap oleh Satres Narkoba Polresta Pekanbaru, di rumahnya Jalan Kurnia, Kelurahan Limbungan, Rumbai, Sabtu tanggal 1 September 2012, sekitar pukul 16.00 WIB.

Dalam pengkapan tersebut, anggota mengamankan barang bukti tujuh paket sabu-sabu seberat 18 gram yang berada di dalam dompet. Bahkan anggota juga mengamankan satu timbangan digital dan pelastik bening diduga sebagai pembungkus sabu-sabu yang disimpan dalam laci meja tulis.

Saat dilakukan introgasi, kepada polisi terdakwa mengaku bahwa sabu tersebut dibelinya dari Riri Winaldi dengan cara memalui handphone.

Sementara itu, Humas PN Pekanbaru, Krosbin L Gaol SH yang juga salah satu hakim anggota yang menyidangkan perkara terdakwa Dodi Irawan, kepada sejumlah wartawan mengatan, putusan vonis bebas itu, sudah berdasarkan segala pertimbangan pertimbangan majelis.

Dimana dalam perkara ini, kita melihat bahwa Dodi ini tidak terbukti terlibat narkoba. Karea menurut pengakuan terdakwa dan saksi saksi. Pada penangkapan Dodi dirumahnya Jalan Kurnia, Kelurahan Limbungan, Rumbai, Sabtu tanggal 1 September 2012 itu. Barang bukti ditemukan bukanlah dikamar Dodi dilantai II. Melainkan dikamar saksi Agus (anak kost) di lantai bawah.

" Sewaktu Dodi ditangkap dikamarnya, polisi tidak ada menemukan bukti bukti kepemilikan narkoba. Kemudian polisi membawa Dodi kekamar Agus di lantai bawah. Disaat Dodi disuruh menghadap kediding dan membelakangi petugas. Polisi menemukan BB sebanyak 7 paket seberat 18 gram dilaci milik Agus," terang Krosbin.

Selanjutnya, Dodi dipaksa mengakui kalau BB itu miliknya," ungkap Krosbin.***(har)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
nalan simorangkir
tentu iya, barang tidak kepunyaan dia

NARKOBA
hakim telah menerima uang dari terdakwa narkoba sebesar 100 Jt makanya vonis bebas dijatuhkan kepada terdakwa, kalau memang polisi memaksa terdakwa untk mengaku kepada terdakwa ,kenapa hakim tidak menjatuhkan vonis bersalah kepada Polisi,,,,??? sebai


Berita Hukum lainnya..........
- Opnas 2014, BPOM Amankan Prodak TIE dan Kadaluarsa
- Brigjen Condro Kirono Berterimakasih pada Riau
- Stop Mobil Tahanan,
Aiptu Ir diperiksa Propam Polda Riau

- Korupsi Pembangunan Parit Beton Jalan Desa di Bengkalis,
Saksi Sebut Beton Tidak Sesuai Spek Kontrak

- Temui Kapolri, Elza Syarief Minta Dugaan Pencabulan HAM Dituntaskan
- Berdalih Pinjam, Pasutri di Kampar Larikan Pick Up L 300 Tetangga
- Isu Penculikan Anak Resahkan Warga Bengkalis dan Rupat


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 184.72.141.31
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com