Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Rabu, 13 Desember 2017 17:46
Dugaan Pencemaran Limbah di Blok Rokan dan Minas,
Dewan Minta PPNS LHK Riau Cek Lapangan


Rabu, 13 Desember 2017 17:22
Honda Arista Pekanbaru Raih 3 Kategori Juara di Ajang 3S+BP+CCO Contest 2017

Rabu, 13 Desember 2017 17:18
Korupsi RTH, Pendemo Desak Kejati Periksa Gubernur Riau

Rabu, 13 Desember 2017 17:07
Para Ahli Sebut Pembatalan RKU PT. RAPP Hambat Investasi

Rabu, 13 Desember 2017 17:05
2 Pekan Jelang Natal, Harga Barang Kebutuhan Merangkak Naik

Rabu, 13 Desember 2017 17:04
Walikota Pekanbaru Optimis Pambangunan Pasar Induk Selesai Tepat Waktu

Rabu, 13 Desember 2017 16:53
Beasiswa CD PT RAPP,
Sempat Putus Asa Tidak Ada Biaya, Pemuda Kampar Ini Akhirnya Bisa Kuliah


Rabu, 13 Desember 2017 16:48
Tingkatkan PAD, Bapenda Pekanbaru Revisi Empat Perda Pajak

Rabu, 13 Desember 2017 16:39
Majelis Tinggi Partai Demokrat Belum Putuskan Paslon Gubernur Riau

Rabu, 13 Desember 2017 16:32
Dukung Dakwah Fitrah Madani,
PKK dan BKMT Meranti Serahkan Bantuan untuk Kaum Du'afa dan Mu'alaf


loading...



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.


Selasa, 9 April 2013 17:42
Menelisik Keberadaan 'Ayam Kampus' di Pekanbaru

Prostitusi atau pelacuran di Pekanbaru adalah fakta yang tak terbantahkan keberadaannya. Termasuk aktivitas 'ayam kampus'. Pasti adanya!

Riauterkini- Menelusuri dunia malam dan kehidupan remang-remang Kota Pekanbaru selalu tak lepas dari bisnis esek-esek. Prostitusi atau bahasa kasarnya pelacuran! Baik yang terselubung maupun yang terang-terangan, meskipun tetap saja diklamufasekan dengan berbagai dalih.

Lokalisasi pelacuran Teleju memang sudah tinggal sejarah. Tetapi lembar nista Kota Bertuah tidak otomatis tertutup rapat. Justru halaman-halaman buram baru terbuka merata. Tersebar di hampir semua kawasan kota. Menjamurnya tempat hiburan malam dan panti pijat menjadi indikasi bisnis lendir di kota ini tak pernah ada matinya.

Mencari perempuan bisa pakai atau Bispak bukan perkara susah di Pekanbaru. Asal mau, banyak jalan menuju lembah dosa. Sebutlah Komplek Perumahan Jondul atau mampirlah ke beberapa panti pijat. Mudah saja mendapatkan pelayanan plus pemuas birahi.

Prostitusi awam untuk konsumsi kelas menengah ke bawah memang meriah di Pekanbaru. Mudah dan banyak yang murah. Bisa terjadi kapan saja. Tak harus menunggu malam. Siang bolong pun sering Satpol PP menangkap pasangan mesum.

Desakan arus bawah (baca syahwat) faktanya tak hanya monopoli kaum menengah ke bawah, tetapi juga menjadi hasrat kaum eksekutif, seperti pengusaha, pejabat dan wakil rakyat. Mereka juga menginginkan penyaluran. Kelompok inilah yang menjadi incaran pemain bisnis seks kelas atas.

Hukum ekonomi pasar berbicara. Ada harga ada kualitas. Bagi kelompok penikmat seks high class harga tak menjadi masalah. Yang penting 'barang' jaminan mutu. Muda, cantik, seksi dan berkelas.

Wanita muda, canti dan seksi mungkin banyak yang terjun ke dunia prostitusi, namun tidak banyak yang kemudian masuk kategori berkelas, karena bukan mahasiswi yang sedang menuntut ilmu di perguruan tinggi.

Sebagaimana di kota-kota besar di Indonesia, kelompok wanita Bispak berkelas karena statusnya mahasiswi atau lebih lazim disebut 'Ayam Kampus' juga banyak terdapat di Pekanbaru. Jumlahnya tak terhitung dan tersebar di hampir seluruh kawasan Kota Bertuah.

"Sebanyak mahasiswi baik, banyak juga yang seperti saya ini, Bang," ujar Melati (23), seorang mahasiswi sebuah perguruan tinggi ternama di Pekanbaru yang 'nyambi' menjajakan diri kepada riauterkinicom di sebuah tempat kost belum lama ini.

Menurut Melati yang dipastikan merupakan salah seorang 'ayam kampus' di Pekanbaru, karena menunjukkan Kartu Tanda Mahasiswa (KTM)-nya, asal teman seprofesinya tak dimonopoli satu kampus, melainkan hampir semua kampus perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta, baik umum maupun berlebel agama, 'melahirkan' wanita 'sumbu pendek'. Tak pikir panjang demi mendapatkan uang dan kepuasan hidup sesaat.

Untuk menelisik keidupan 'ayam kampus' di Pekanbaru, redaksi riauterkinicom telah melakukan penelusuran. Hasilnya, disajikan dalam bentuk tulisan bersambung. Dimulai dari berita ini.***(red/bersambung)



Berita Hukum lainnya..........
- Korupsi RTH, Pendemo Desak Kejati Periksa Gubernur Riau
- Dua Terdakwa Narkotika Divonis Mati Hakim PN Siak
- Dugaan Pungli Proyek, Seorang Kasi di Disdik Pelalawan Diperiksa Kejari
- Setahun Berlalu, Eksekusi Petinggi PT Adei Plantation Tak Kunjung Terlaksana
- Polisi Amankan Diduga Sabu 10 Kg di Siakkecil, Bengkalis
- Mencuri di Duri, Sopir Tertangkap di Bukit Kapur, Dumai
- Sidang TTD Bupati Bengkalis,
Saksi Sebut Perjanjian dengan Terdakwa Rp1 M Urus Dokumen

- Demi Kenyamanan, Satlantas Polres Bengkalis Lembur di Malam Weekend
- Diduga Berijazah Palsu, Kades Sitiang Terpilih Tetap Akan Dilantik
- Cipkon Jelang Natal dan Tahun Baru,
Kapolres Inhil Perintahkan Jajaran Razia Miras

- Bawa Sabu ke Rohul, Warga Sumut Ditangkap Polisi Tambusai
- Terdakwa Korupsi Dana Koperasi, Hakim Tolak Esepsi Mantan Anggota DPRD Kuansing
- Pimpil Apel Perdana, Kapolres Inhil yang Baru Ingatkan Personil Jauhi Narkoba
- Tim Harat Polres Inhil Tangkap Resedivis Pelaku Rampok
- Sidang Gugatan RAPP, Pemerintah Dianggap tak Terapkan Azas Umum yang Baik
- Cabuli Sejumlah Murid, Seorang Kakek di Duri Ditangkap Polisi
- Sengketa Lahan dengan NWR, Jaksa Sampaikan Tiga Tuntutan Kepada PT PSJ
- Kurangi Over Kapasitas, 25 Napi Lapas Bengkalis Dipindahkan ke Bangkinang
- Densus 88- Polda Riau Amankan 4 Teroris,
Seorang Diduga Pelaku Pembakar Mapolres Dhamasraya, Sumbar

- Lima Terdakwa Korupsi Lampu PJU Pekanbaru Diadili


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda : 54.82.79.109
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com