Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Kamis, 23 Nopember 2017 12:00
Resmikan BPPSI, Gubri Berharap Segera Beroperasi Industri Turunan Sawit di Riau

Kamis, 23 Nopember 2017 11:57
KPA Inhil Belajar Penanggulangan AIDS di Bali

Kamis, 23 Nopember 2017 09:35
UNRI EXPO 2017, Cara Lahirkan Mahasiswa Kreatif dan Cinta Lingkungan

Kamis, 23 Nopember 2017 08:44
BPPSI Diresmikan Hari ini, Riau Miliki Balai Pengembangan Produk Turunan Sawit

Kamis, 23 Nopember 2017 07:24
34 Panwascam di Bengkalis Digembleng Bimtek Pengawasan Pilgubri 2018

Kamis, 23 Nopember 2017 07:17
5 Desember 2017, PWI Dumai Gelar Konferkot

Kamis, 23 Nopember 2017 07:03
Berbiaya Rp3,2 Miliar,
Rute Tour de Siak 5 Dipangkas Akibat Jalan Provinsi Rusak


Rabu, 22 Nopember 2017 21:46
Kabur dari Lapas Pekanbaru, Satriandi Dijemput oleh Dua Orang

Rabu, 22 Nopember 2017 20:53
Lawan Pungli di Sekolah, Repdem Riau Siapkan Konsolidasi dengan Masyarakat

Rabu, 22 Nopember 2017 20:17
Polres Dumai Amankan Tiga Pelaku Pungli Sopir Tangki

loading...



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.


Selasa, 9 April 2013 15:58
Eksepsi Terdakwa Korupsi Dana Vaksin Jamaah Umroh Ditolak Hakim

Terdakwa kasus korupsi dana vaksin meningitis bagi jamaah umroh di KKP Pekanbaru ajukan eksepsi. Pengajuanya ditolak karena tidak masuk materi dakwaan.

Riauterkini-PEKANBARU-Esepsi (keberatan atas dakwaan jaksa) yang diajukan mantan Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Pekanbaru, Iskandari MKes, yang menjadi terdakwa kasus korupsi dana vaksin meningitis bagi jamaah umroh di KKP Pekanbaru. Ditolak oleh Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Pekanbaru. Penolakan tersebut, karena tidak termasuk pada pokok materi dakwaan.

Penolakan esepsi terdakwa itu, disampaikan Isnurul SH selaku ketua mejelis hakim, Pengadilan Tipikor di Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru. Pada persidangan dengan agenda putusan sela.

" Kami selaku majelis, menolak eksepsi yang diajukan terdakwa,"ujar Isnurul.

Selanjutnya, majelis hakim meminta jaksa untuk melanjutkan sidang dengan mendengarkan keterangan saksi.

Sebelumnya dalam dakwaan jaksa penuntut umum (JPU) Oka Regina SH menyebutkan, bahwa perbuatan terdakwa itu dilakukannya antara Bulan Januari 2011 sampai Desember 2011 dan Januari 2012 sampai Juli 2012.

Dimana KKP Pekanbaru diberi kewenangan untuk memberikan vaksin meningitis bagi setiap calon jamaah umroh. Untuk mendapatkan vaksin itu, oleh terdakwa jamaah diminta membayarkan uang dengan harga yang melebihi ketentuan.

Terdakwa melalui Kasi Upaya Kesehatan Lintas Wilayah drg Mariane Donse dan pejabat fungsional dr Suwignyo (keduanya dituntut dalam berkas terpisah), memaksa jamaah umroh untuk membayar dana vaksin antara Rp200 ribu hingga Rp550 ribu.

Terdakwa beralasan, dengan diminta uang vaksin itu sebagai upaya anggaran subsidi silang, jika vaksin meningitis itu kosong, tidak lagi diberikan oleh pemerintah pusat melalui Kementerian Kesehatan.

Namun kenyataannnya, hal itu hanya upaya terdakwa untuk mendapatkan keuntungan dari sana vaksin yang dibayarkan ribuan jamaah. Berdasarkan hasil audit, negara dirugikan Rp759.300.000.

Atas perbuatannya itu, terdakwa dijerat jaksa dengan pasal berlapis yakni, Pasal 12 huruf e Undang-Undang nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan Undang-Undang nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan korupsi, junto pasal 55 ayat 1 ke KUHP, junto Pasal 64 ayat 1 ke 1 KUHP.***(har)



Berita Hukum lainnya..........
- Kabur dari Lapas Pekanbaru, Satriandi Dijemput oleh Dua Orang
- Polres Dumai Amankan Tiga Pelaku Pungli Sopir Tangki
- Todongkan Senpi, Satriandi si Penjahat Kakap Kasus Pembunuhan Kabur dari Lapas Pekanbaru
- Perkosa Nenek 61 Tahun, Pria di Bengkalis Dituntut 6 Tahun Penjara
- Supir Mengantuk, Mobil Avanza Seruduk Tugu Songket Pekanbaru
- Pelaku Utama Prmbunuhan Disertai Mutilasi di Rupat Divonis Hukuman Mati
- Kotban Rugi Rp117 Juta, Polresta Pekanbaru Tangkap Dua Penipu Modus Merah Delima
- Petikan Putusan MA, Johar dan Suparman Divonis 6 Tahun Penjara
- Tabrak Bocah Hingga Tewas,
Berkas Anggota DPRD Bengkalis Dilimpahkan ke Kejari

- Wabup Meranti Rela Berpanas-panas Teirma Mahasiswa Pendemo
- Pendemo Diterima DPRD Meranti, Mahasiswa Sampaikan 6 Tuntutan
- Sidang Korupsi Dana Kasda, Dua Pejabat Inhu Dituntut 1,5 Tahun Penjara
- Berdemo, Ratusan Mahasiswa Desak Bupati Meranti Cairkan Beasiswa
- Berprestasi, Sejumlah Personil Polres Inhil Diberi Penghargaan
- Kedapatan Bawa Ekstasi, Oknum ASN Kampar Diamankan di KTV Permata Pekanbaru
- Sigap Gunakan Racun Api, Toko Andalas Baja Duri Lolos dari Kebakaran
- Napi WN Malaysia Kabur, Diduga Ada Kesalahan Prosedur Petugas Lapas Bengkalis
- Hindari Penyalahgunaan Narkoba, 43 Staf PN Bengkalis di Tes Urine Mendadak
- Napi WN Malaysia Kabur, Lapas Bengkalis Koordinasi dengan Imigrasi
- Korupsi BTT Pelalawan,
Dua Putra Bupati HM Harris Bersaksi di PN Tipikor Pekanbaru



Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda : 54.196.2.131
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com