Untitled Document
Sabtu, 8 Muharram 1436 H |
Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Jum’at, 31 Oktober 2014 22:07
111

Jum’at, 31 Oktober 2014 22:02
Kepada Dewan, Kapolresta Pekanbaru Keluhkan Anggaran Minim

Jum’at, 31 Oktober 2014 21:58
Bantahan DJKD Kemendagri Terkait Berita Dugaan Gubri Annas Palsukan APBD 2015

Jum’at, 31 Oktober 2014 21:54
Ditemukan Mayat Bersimbah Darah di Sinaboi, Rohil

Jum’at, 31 Oktober 2014 21:45
UR Nonaktifkan Sementara Gulat Manurung

Jum’at, 31 Oktober 2014 21:41
PP 71 Tahun 2014.
3 Dosen IPB Riset ke Riau


Jum’at, 31 Oktober 2014 21:24
Tuntut Tuntaskan Kasus Bupati Jefry Noer,
Satu Mahasiswa Aksi Jahit Mulut di KPK Dilarikan Ke Rumah Sakit




Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 9 April 2013 15:58
Eksepsi Terdakwa Korupsi Dana Vaksin Jamaah Umroh Ditolak Hakim

Terdakwa kasus korupsi dana vaksin meningitis bagi jamaah umroh di KKP Pekanbaru ajukan eksepsi. Pengajuanya ditolak karena tidak masuk materi dakwaan.

Riauterkini-PEKANBARU-Esepsi (keberatan atas dakwaan jaksa) yang diajukan mantan Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Pekanbaru, Iskandari MKes, yang menjadi terdakwa kasus korupsi dana vaksin meningitis bagi jamaah umroh di KKP Pekanbaru. Ditolak oleh Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Pekanbaru. Penolakan tersebut, karena tidak termasuk pada pokok materi dakwaan.

Penolakan esepsi terdakwa itu, disampaikan Isnurul SH selaku ketua mejelis hakim, Pengadilan Tipikor di Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru. Pada persidangan dengan agenda putusan sela.

" Kami selaku majelis, menolak eksepsi yang diajukan terdakwa,"ujar Isnurul.

Selanjutnya, majelis hakim meminta jaksa untuk melanjutkan sidang dengan mendengarkan keterangan saksi.

Sebelumnya dalam dakwaan jaksa penuntut umum (JPU) Oka Regina SH menyebutkan, bahwa perbuatan terdakwa itu dilakukannya antara Bulan Januari 2011 sampai Desember 2011 dan Januari 2012 sampai Juli 2012.

Dimana KKP Pekanbaru diberi kewenangan untuk memberikan vaksin meningitis bagi setiap calon jamaah umroh. Untuk mendapatkan vaksin itu, oleh terdakwa jamaah diminta membayarkan uang dengan harga yang melebihi ketentuan.

Terdakwa melalui Kasi Upaya Kesehatan Lintas Wilayah drg Mariane Donse dan pejabat fungsional dr Suwignyo (keduanya dituntut dalam berkas terpisah), memaksa jamaah umroh untuk membayar dana vaksin antara Rp200 ribu hingga Rp550 ribu.

Terdakwa beralasan, dengan diminta uang vaksin itu sebagai upaya anggaran subsidi silang, jika vaksin meningitis itu kosong, tidak lagi diberikan oleh pemerintah pusat melalui Kementerian Kesehatan.

Namun kenyataannnya, hal itu hanya upaya terdakwa untuk mendapatkan keuntungan dari sana vaksin yang dibayarkan ribuan jamaah. Berdasarkan hasil audit, negara dirugikan Rp759.300.000.

Atas perbuatannya itu, terdakwa dijerat jaksa dengan pasal berlapis yakni, Pasal 12 huruf e Undang-Undang nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan Undang-Undang nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan korupsi, junto pasal 55 ayat 1 ke KUHP, junto Pasal 64 ayat 1 ke 1 KUHP.***(har)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
joko tak'uuk
Itu iskandarnya kq tdk dipenjara? Koruptor masih bebas berkeliaran piye toh??? Yg namanya sdh tersangka ya hrs ditahan/dipenjara, biar tersangka2 atau pelaku koruptor lain juga jera. Ini malah isterinya pasang badan utk suaminya, bikin malu saja... S


Berita Hukum lainnya..........
- Kepada Dewan, Kapolresta Pekanbaru Keluhkan Anggaran Minim
- Ditemukan Mayat Bersimbah Darah di Sinaboi, Rohil
- Tuntut Tuntaskan Kasus Bupati Jefry Noer,
Satu Mahasiswa Aksi Jahit Mulut di KPK Dilarikan Ke Rumah Sakit

- Gubri Annas Maamun Diduga Palsukan APBD Riau tahun 2015
- Dugaan Korupsi Islamic Center Rohul,
Kejati Riau Dalami Keterangan Sejumlah Pihak

- Polres Bengkalis Musnahkan Sabu Rp1,5 Miliar
- Pro Kapolsek Kampar Kiri, Para Ninik Mamak Surati Kapolda Riau


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.167.171.186
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com