Untitled Document
Sabtu, 6 Safar 1436 H |
Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Sabtu, 29 Nopember 2014 04:35
Sertijab, AKBP. Ari Wibowo Resmi Jabat Kapolres Inhu

Sabtu, 29 Nopember 2014 05:23


Sabtu, 29 Nopember 2014 04:22
Ribuan Pramuka Penggalang Rohul Ikuti Kemah Jambore di Kota Lama

Jum’at, 28 Nopember 2014 20:50
Pekan Budaya PT. RAPP 2014,
Jadikan Budaya Sebagai Perekat Persatuan dan Harta Karun Bangsa


Jum’at, 28 Nopember 2014 19:53
DPRD Rohil Tetapkan Alat Kelengkapan Dewan

Jum’at, 28 Nopember 2014 19:50
Kompol DM akan Diperiksa,
Propam Periksa Lima Polisi yang Pukul Mahasiswa


Jum’at, 28 Nopember 2014 19:25
37 Mahasiswa Korban Pemukulan Melapor ke Mapolda Riau



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 9 April 2013 15:58
Eksepsi Terdakwa Korupsi Dana Vaksin Jamaah Umroh Ditolak Hakim

Terdakwa kasus korupsi dana vaksin meningitis bagi jamaah umroh di KKP Pekanbaru ajukan eksepsi. Pengajuanya ditolak karena tidak masuk materi dakwaan.

Riauterkini-PEKANBARU-Esepsi (keberatan atas dakwaan jaksa) yang diajukan mantan Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Pekanbaru, Iskandari MKes, yang menjadi terdakwa kasus korupsi dana vaksin meningitis bagi jamaah umroh di KKP Pekanbaru. Ditolak oleh Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Pekanbaru. Penolakan tersebut, karena tidak termasuk pada pokok materi dakwaan.

Penolakan esepsi terdakwa itu, disampaikan Isnurul SH selaku ketua mejelis hakim, Pengadilan Tipikor di Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru. Pada persidangan dengan agenda putusan sela.

" Kami selaku majelis, menolak eksepsi yang diajukan terdakwa,"ujar Isnurul.

Selanjutnya, majelis hakim meminta jaksa untuk melanjutkan sidang dengan mendengarkan keterangan saksi.

Sebelumnya dalam dakwaan jaksa penuntut umum (JPU) Oka Regina SH menyebutkan, bahwa perbuatan terdakwa itu dilakukannya antara Bulan Januari 2011 sampai Desember 2011 dan Januari 2012 sampai Juli 2012.

Dimana KKP Pekanbaru diberi kewenangan untuk memberikan vaksin meningitis bagi setiap calon jamaah umroh. Untuk mendapatkan vaksin itu, oleh terdakwa jamaah diminta membayarkan uang dengan harga yang melebihi ketentuan.

Terdakwa melalui Kasi Upaya Kesehatan Lintas Wilayah drg Mariane Donse dan pejabat fungsional dr Suwignyo (keduanya dituntut dalam berkas terpisah), memaksa jamaah umroh untuk membayar dana vaksin antara Rp200 ribu hingga Rp550 ribu.

Terdakwa beralasan, dengan diminta uang vaksin itu sebagai upaya anggaran subsidi silang, jika vaksin meningitis itu kosong, tidak lagi diberikan oleh pemerintah pusat melalui Kementerian Kesehatan.

Namun kenyataannnya, hal itu hanya upaya terdakwa untuk mendapatkan keuntungan dari sana vaksin yang dibayarkan ribuan jamaah. Berdasarkan hasil audit, negara dirugikan Rp759.300.000.

Atas perbuatannya itu, terdakwa dijerat jaksa dengan pasal berlapis yakni, Pasal 12 huruf e Undang-Undang nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan Undang-Undang nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan korupsi, junto pasal 55 ayat 1 ke KUHP, junto Pasal 64 ayat 1 ke 1 KUHP.***(har)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
joko tak'uuk
Itu iskandarnya kq tdk dipenjara? Koruptor masih bebas berkeliaran piye toh??? Yg namanya sdh tersangka ya hrs ditahan/dipenjara, biar tersangka2 atau pelaku koruptor lain juga jera. Ini malah isterinya pasang badan utk suaminya, bikin malu saja... S


Berita Hukum lainnya..........
- Sertijab, AKBP. Ari Wibowo Resmi Jabat Kapolres Inhu
- Kompol DM akan Diperiksa,
Propam Periksa Lima Polisi yang Pukul Mahasiswa

- 37 Mahasiswa Korban Pemukulan Melapor ke Mapolda Riau
- Kapolda Enggan Disalahkan,
Presiden Nilai Penegakan Hukum Karhutla Setengah-setengah

- Warga Heboh, Mayat di Kebun Sawit di Rumbai, Pekanbaru, Tinggal Tengkorak
- Polisi Serang Mahasiswa Dalam Musholla,
Kapolda Riau Janji Para Pelaku Ditindak Tegas

- Saksi Annas dan Gulat Manurung,
Romi 'Ketum' PPP Merasa tak Dapat Panggilan KPK



Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.82.190.130
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com