Untitled Document
Senin, 1 Safar 1436 H |
Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Senin, 24 Nopember 2014 12:48
Petisi A Manan Membuat Jokowi 'Terpanggil' Blusukan ke Meranti

Senin, 24 Nopember 2014 12:44
Dinas Bina Marga Belum Bisa Pastikan Jadwal Uji Beban Jembatan Siak III

Senin, 24 Nopember 2014 12:42
Demo, Aliansi Mahasiswa Indragiri Hilir Protes Naikan Harga BBM

Senin, 24 Nopember 2014 12:40
Naikan Harga BBM, HMI Rohul Desak Jokowi-JK Diturunkan

Senin, 24 Nopember 2014 12:35
Dituntut 6 Tahun, Mantan Kepala SMKN 1 Kuala Cenaku Minta Keringanan Hukuman

Senin, 24 Nopember 2014 11:47
Paman Bejat, Cabuli Keponakan Berumur 6 Tahun di Pekanbaru

Senin, 24 Nopember 2014 11:41
Masih Proses Penyidikan,
Kasus Korupsi Setwan DPRD Riau Tak Mungkin Diendapkan




Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Ahad, 31 Maret 2013 12:17
Waspada! Penipu Berkedok Barang Antik Marak di Rohil

Sejumlah warga Rokan Hilir menjadi korban penipuan. Para pelaku melakukan aksi dengan berkedok perdagangan barang antik dan keramat.

Riauterkini-BAGANSIAPIAPI-Penipuan berkedok barang antik marak di Rohil. Modusnya penukaran tanah dengan barang antik tersebut.

Kondisi itu dikatakan Zakia Hada, S.Sn, M.Hum, Kasi Sejarah Kepurbakalaan dan Museum Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga Rohil, Minggu (30/3/13) di Bagansiapiapi.

Pihaknya menurut Zakia sering mendapatkan informasi kalau masyarakat di Rohil banyak yang telah membeli benda antik dari sindikat dengan menukarkan tanahnya, dan barang antik itu diiming-imingi bisa dihargai mencapai Rp 4,5 miliar.

Ternyata, setelah didatangkan tim dari Museum Sang Nila Utama Pekanbaru, barang antik tersebut hanya berupa kerajinan asal Yogyakarta dan tidak berharga sama sekali.

Sementara korban telah habis harta bendanya tergiur bujuk rayu sindikat tersebut, bahkan mereka tidak segan-segan memperlihatkan harga barang antik itu dari internet sebagai salah satu cara untuk meyakinkan.

Atas kejadian tersebut, pihaknya mengingatkan masyarakat Rohil agar tidak tergiur rayuan sindikat penjualan barang antik yang menyatakan kalau barang itu bisa dijual dengan harga miliaran rupiah.

Dijelaskan, untuk bisa dilakukan pembelian barang antik atau koleksi untuk museum oleh pemerintah, harus dilakukan terlebih dahulu identifikasi dan pengujian barang antik tersebut, sampai mendatangkan tim ahli yang sudah memiliki sertifikasi pengujiannya dari Museum Nasional Jakarta. “Setelah dinyatakan oleh tim dari Museum Nasional barang tersebut memang berharga, baru bisa pemerintah daerah membelinya, kalau tidak, kami bisa masuk penjara,” katanya sama-sama mengingatkan.

Korban penipuan sindikat barang antik ini katanya tidak hanya masyarakat yang tidak berpendidikan, mereka yang sudah S2 saja bisa ditipu rayuan sindikat ini.***(nop)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Hukum lainnya..........
- Demo, Aliansi Mahasiswa Indragiri Hilir Protes Naikan Harga BBM
- Dituntut 6 Tahun, Mantan Kepala SMKN 1 Kuala Cenaku Minta Keringanan Hukuman
- Paman Bejat, Cabuli Keponakan Berumur 6 Tahun di Pekanbaru
- Masih Proses Penyidikan,
Kasus Korupsi Setwan DPRD Riau Tak Mungkin Diendapkan

- Tim Koordinasi Tinjau Kesiapan Lokasi Penyambutan Presiden di Meranti
- Lagi, Pelaku Curanmor di Pekanbaru Babak Belur Dimassa
- Terindikasi Korupsi, Tim Kejagung Periksa Kapal Pelindo Dumai


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.163.84.123
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com