Untitled Document
Rabu, 7 Rabiul Akhir 1436 H |
Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Rabu, 28 Januari 2015 16:02
Diperingati Berulang Kali Tak Digubris,
Satpol PP Angkat Gerobak PKL di Bagansiapiapi


Rabu, 28 Januari 2015 15:59
‎Sekdakab Bengkalis Lantik 4 Pejabat Eselon II

Rabu, 28 Januari 2015 15:49
Meski Ada dari Internal PPP,
Dedi Putra Pastikan Tak Masuk Bursa Balonbup Meranti


Rabu, 28 Januari 2015 15:38
Komisi B DPRD Riau Dapat Oleh-oleh Batu Akik Solar dari Bupati Rohul

Rabu, 28 Januari 2015 15:33
Bakti Sosial Wujud Kepedulian Pemkab Kampar terhadap Warganya

Rabu, 28 Januari 2015 15:25
Dua Pegawai Disdikpora Rohul Tersandung Korupsi, Bupati Achmad Enggan Komentari

Rabu, 28 Januari 2015 14:24
8 Spesies Kantong Semar Mahal Ditemukan di Rohul



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Ahad, 31 Maret 2013 12:17
Waspada! Penipu Berkedok Barang Antik Marak di Rohil

Sejumlah warga Rokan Hilir menjadi korban penipuan. Para pelaku melakukan aksi dengan berkedok perdagangan barang antik dan keramat.

Riauterkini-BAGANSIAPIAPI-Penipuan berkedok barang antik marak di Rohil. Modusnya penukaran tanah dengan barang antik tersebut.

Kondisi itu dikatakan Zakia Hada, S.Sn, M.Hum, Kasi Sejarah Kepurbakalaan dan Museum Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga Rohil, Minggu (30/3/13) di Bagansiapiapi.

Pihaknya menurut Zakia sering mendapatkan informasi kalau masyarakat di Rohil banyak yang telah membeli benda antik dari sindikat dengan menukarkan tanahnya, dan barang antik itu diiming-imingi bisa dihargai mencapai Rp 4,5 miliar.

Ternyata, setelah didatangkan tim dari Museum Sang Nila Utama Pekanbaru, barang antik tersebut hanya berupa kerajinan asal Yogyakarta dan tidak berharga sama sekali.

Sementara korban telah habis harta bendanya tergiur bujuk rayu sindikat tersebut, bahkan mereka tidak segan-segan memperlihatkan harga barang antik itu dari internet sebagai salah satu cara untuk meyakinkan.

Atas kejadian tersebut, pihaknya mengingatkan masyarakat Rohil agar tidak tergiur rayuan sindikat penjualan barang antik yang menyatakan kalau barang itu bisa dijual dengan harga miliaran rupiah.

Dijelaskan, untuk bisa dilakukan pembelian barang antik atau koleksi untuk museum oleh pemerintah, harus dilakukan terlebih dahulu identifikasi dan pengujian barang antik tersebut, sampai mendatangkan tim ahli yang sudah memiliki sertifikasi pengujiannya dari Museum Nasional Jakarta. “Setelah dinyatakan oleh tim dari Museum Nasional barang tersebut memang berharga, baru bisa pemerintah daerah membelinya, kalau tidak, kami bisa masuk penjara,” katanya sama-sama mengingatkan.

Korban penipuan sindikat barang antik ini katanya tidak hanya masyarakat yang tidak berpendidikan, mereka yang sudah S2 saja bisa ditipu rayuan sindikat ini.***(nop)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Hukum lainnya..........
- Dua Pegawai Disdikpora Rohul Tersandung Korupsi, Bupati Achmad Enggan Komentari
- Dugaan Korupsi Lahan Bhakti Praja,
Wabup Pelalawan Nonaktif Dituntut 9 Tahun Penjara

- Selewengkan Dana Bantuan Masyarakat, Ketua UPK di Rohul Segera Diadili
- Tubuh Dicat Merah,
Aktivis FSM Desak PT IKS Kembalikan Lahan Warga yang Diserobot

- Suap Pembahasan RAPBD Riau Tahun 2015,
Sekdaprov Riau Diperiksa Untuk Tersangka Gubri Nonaktif Annas Maamun

- Rebut Uang Rp100 Juta, Perampok Tembak Warga Pelalawan
- Belasan Gerobak Kayu Keluar dari Hutan Kundur, Meranti Setiap Hari


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.167.130.74
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com