Untitled Document
Kamis, 15 Ramadhan 1436 H |
Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Kamis, 2 Juli 2015 14:50
2015, Masjid Agung Madani Rohul Masjid Terbaik di Riau

Kamis, 2 Juli 2015 14:46


Kamis, 2 Juli 2015 14:38
Pilkada Pelalawan 2015,
Lima Calon Berebut Dampingi Zukri Misran


Kamis, 2 Juli 2015 14:33
Korupsi Pengadaan Unit Chiller Genset Hall A Sport Center Rumbai,
Hakim Vonis PNS Dispora Pardamean Setahun Penjara


Kamis, 2 Juli 2015 14:30
Potensi Pemilih di Pilkada Rohul 400.191 Jiwa

Kamis, 2 Juli 2015 14:26
Fauzar Ditunjuk Sebagai Plt Sekda Kabupaten Inhil

Kamis, 2 Juli 2015 14:23




Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Ahad, 31 Maret 2013 12:17
Waspada! Penipu Berkedok Barang Antik Marak di Rohil

Sejumlah warga Rokan Hilir menjadi korban penipuan. Para pelaku melakukan aksi dengan berkedok perdagangan barang antik dan keramat.

Riauterkini-BAGANSIAPIAPI-Penipuan berkedok barang antik marak di Rohil. Modusnya penukaran tanah dengan barang antik tersebut.

Kondisi itu dikatakan Zakia Hada, S.Sn, M.Hum, Kasi Sejarah Kepurbakalaan dan Museum Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga Rohil, Minggu (30/3/13) di Bagansiapiapi.

Pihaknya menurut Zakia sering mendapatkan informasi kalau masyarakat di Rohil banyak yang telah membeli benda antik dari sindikat dengan menukarkan tanahnya, dan barang antik itu diiming-imingi bisa dihargai mencapai Rp 4,5 miliar.

Ternyata, setelah didatangkan tim dari Museum Sang Nila Utama Pekanbaru, barang antik tersebut hanya berupa kerajinan asal Yogyakarta dan tidak berharga sama sekali.

Sementara korban telah habis harta bendanya tergiur bujuk rayu sindikat tersebut, bahkan mereka tidak segan-segan memperlihatkan harga barang antik itu dari internet sebagai salah satu cara untuk meyakinkan.

Atas kejadian tersebut, pihaknya mengingatkan masyarakat Rohil agar tidak tergiur rayuan sindikat penjualan barang antik yang menyatakan kalau barang itu bisa dijual dengan harga miliaran rupiah.

Dijelaskan, untuk bisa dilakukan pembelian barang antik atau koleksi untuk museum oleh pemerintah, harus dilakukan terlebih dahulu identifikasi dan pengujian barang antik tersebut, sampai mendatangkan tim ahli yang sudah memiliki sertifikasi pengujiannya dari Museum Nasional Jakarta. “Setelah dinyatakan oleh tim dari Museum Nasional barang tersebut memang berharga, baru bisa pemerintah daerah membelinya, kalau tidak, kami bisa masuk penjara,” katanya sama-sama mengingatkan.

Korban penipuan sindikat barang antik ini katanya tidak hanya masyarakat yang tidak berpendidikan, mereka yang sudah S2 saja bisa ditipu rayuan sindikat ini.***(nop)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Hukum lainnya..........
- Korupsi Pengadaan Unit Chiller Genset Hall A Sport Center Rumbai,
Hakim Vonis PNS Dispora Pardamean Setahun Penjara

- Kasus Korupsi Program K2I,
Mantan Kadisbun Riau Jalani Sidang Perdana

- ‎Yusuf Luqita Jabat Kasi Pidsus Baru Kejari Bengkalis
- Menganggu dan Bahaya, Petasan Besar Bebas Dipasarkan di Siak
- Razia Lagi, Satpol PP dan Dinsos Pekanbaru Jaring Tujuh Gepeng
- Ratusan Petasan Disita Polisi Rohul dari Tiga Pedagang di Desa Dayo
- Jadi Pecandu Sabu-sabu, Bocah SD di Pekanbaru Ditangkap Polisi


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.166.167.206
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com