Untitled Document
Kamis, 24 Syawwal 1435 H |
Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Kamis, 21 Agustus 2014 13:13
Tapung Aspirasi Masyarakat,
PWI Inhil Dirikan 'Rumah Aspirasi dan Perjuangan'


Kamis, 21 Agustus 2014 13:11
Ikuti Panen Raya, Bupati Inhil Serahkan Bantuan 25 Unit Alsintan

Kamis, 21 Agustus 2014 13:07
Banding, Direktur PT KITB Bantah Melawan Hukum

Kamis, 21 Agustus 2014 13:05
CV Istana Motor Besiap Gelar "Yamaha GT Fiesta" di Selatpanjang

Kamis, 21 Agustus 2014 11:45
Alfamart Dirikan “Jembatan Masa Depan” di Desa Tarai Bangun

Kamis, 21 Agustus 2014 11:42
Pemko Dumai Menunggu Keputusan Pusat untuk CPNS 2014

Kamis, 21 Agustus 2014 11:39
40 Remaja Rohul Ikuti Penyuluhan Agama



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Ahad, 31 Maret 2013 12:17
Waspada! Penipu Berkedok Barang Antik Marak di Rohil

Sejumlah warga Rokan Hilir menjadi korban penipuan. Para pelaku melakukan aksi dengan berkedok perdagangan barang antik dan keramat.

Riauterkini-BAGANSIAPIAPI-Penipuan berkedok barang antik marak di Rohil. Modusnya penukaran tanah dengan barang antik tersebut.

Kondisi itu dikatakan Zakia Hada, S.Sn, M.Hum, Kasi Sejarah Kepurbakalaan dan Museum Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga Rohil, Minggu (30/3/13) di Bagansiapiapi.

Pihaknya menurut Zakia sering mendapatkan informasi kalau masyarakat di Rohil banyak yang telah membeli benda antik dari sindikat dengan menukarkan tanahnya, dan barang antik itu diiming-imingi bisa dihargai mencapai Rp 4,5 miliar.

Ternyata, setelah didatangkan tim dari Museum Sang Nila Utama Pekanbaru, barang antik tersebut hanya berupa kerajinan asal Yogyakarta dan tidak berharga sama sekali.

Sementara korban telah habis harta bendanya tergiur bujuk rayu sindikat tersebut, bahkan mereka tidak segan-segan memperlihatkan harga barang antik itu dari internet sebagai salah satu cara untuk meyakinkan.

Atas kejadian tersebut, pihaknya mengingatkan masyarakat Rohil agar tidak tergiur rayuan sindikat penjualan barang antik yang menyatakan kalau barang itu bisa dijual dengan harga miliaran rupiah.

Dijelaskan, untuk bisa dilakukan pembelian barang antik atau koleksi untuk museum oleh pemerintah, harus dilakukan terlebih dahulu identifikasi dan pengujian barang antik tersebut, sampai mendatangkan tim ahli yang sudah memiliki sertifikasi pengujiannya dari Museum Nasional Jakarta. “Setelah dinyatakan oleh tim dari Museum Nasional barang tersebut memang berharga, baru bisa pemerintah daerah membelinya, kalau tidak, kami bisa masuk penjara,” katanya sama-sama mengingatkan.

Korban penipuan sindikat barang antik ini katanya tidak hanya masyarakat yang tidak berpendidikan, mereka yang sudah S2 saja bisa ditipu rayuan sindikat ini.***(nop)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Hukum lainnya..........
- Banding, Direktur PT KITB Bantah Melawan Hukum
- Dugaan Pencabulan HAM,
Komnas PP Beri Pendampingi WW dan Janji Menuntaskan Laporannya

- Mantan Bendahara KPU Rohul Kembali jadi Terdakwa Perkara Korupsi
- Dugaan Korupsi Bansos, Polda Riau Periksa Dua Anggota DPRD Bengkalis
- Asik Main Judi,
Enam Orang Karyawan PT Nagasakti Ditangkap Polisi

- Usai Panen, Petani Sawit di Kampar Tenggelam di Sungai
- Korupsi Drainase Kemen PU, Jaksa akan Periksa Kakak Tersangka


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.196.199.101
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com