Untitled Document
Senin, 8 Rajab 1436 H |
Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Senin, 27 April 2015 22:31
Dewan Rohul Minta Polisi Usut Kerusuhan di PTPN V Batu Langkah

Senin, 27 April 2015 22:00
Sekda Hadiri Pelantikan Ketua Pemuda Panca Marga Inhil

Senin, 27 April 2015 21:56


Senin, 27 April 2015 21:54
Reses di Mandah, Masyarakat Minta Perbaikan Infrastruktur ke Asmadi

Senin, 27 April 2015 21:10
Pengacara PT BMPJ Puji Langkah Polda Tetapkan Bupati Rohul jadi Tersangka

Senin, 27 April 2015 20:52
Pelantikan Pejabat Hasil Assesment Pekanbaru Minggu Ini

Senin, 27 April 2015 20:45
Sekko Atur Peserta Upacara HUT XVI Kota Dumai



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Ahad, 31 Maret 2013 12:17
Waspada! Penipu Berkedok Barang Antik Marak di Rohil

Sejumlah warga Rokan Hilir menjadi korban penipuan. Para pelaku melakukan aksi dengan berkedok perdagangan barang antik dan keramat.

Riauterkini-BAGANSIAPIAPI-Penipuan berkedok barang antik marak di Rohil. Modusnya penukaran tanah dengan barang antik tersebut.

Kondisi itu dikatakan Zakia Hada, S.Sn, M.Hum, Kasi Sejarah Kepurbakalaan dan Museum Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga Rohil, Minggu (30/3/13) di Bagansiapiapi.

Pihaknya menurut Zakia sering mendapatkan informasi kalau masyarakat di Rohil banyak yang telah membeli benda antik dari sindikat dengan menukarkan tanahnya, dan barang antik itu diiming-imingi bisa dihargai mencapai Rp 4,5 miliar.

Ternyata, setelah didatangkan tim dari Museum Sang Nila Utama Pekanbaru, barang antik tersebut hanya berupa kerajinan asal Yogyakarta dan tidak berharga sama sekali.

Sementara korban telah habis harta bendanya tergiur bujuk rayu sindikat tersebut, bahkan mereka tidak segan-segan memperlihatkan harga barang antik itu dari internet sebagai salah satu cara untuk meyakinkan.

Atas kejadian tersebut, pihaknya mengingatkan masyarakat Rohil agar tidak tergiur rayuan sindikat penjualan barang antik yang menyatakan kalau barang itu bisa dijual dengan harga miliaran rupiah.

Dijelaskan, untuk bisa dilakukan pembelian barang antik atau koleksi untuk museum oleh pemerintah, harus dilakukan terlebih dahulu identifikasi dan pengujian barang antik tersebut, sampai mendatangkan tim ahli yang sudah memiliki sertifikasi pengujiannya dari Museum Nasional Jakarta. “Setelah dinyatakan oleh tim dari Museum Nasional barang tersebut memang berharga, baru bisa pemerintah daerah membelinya, kalau tidak, kami bisa masuk penjara,” katanya sama-sama mengingatkan.

Korban penipuan sindikat barang antik ini katanya tidak hanya masyarakat yang tidak berpendidikan, mereka yang sudah S2 saja bisa ditipu rayuan sindikat ini.***(nop)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Hukum lainnya..........
- Pengacara PT BMPJ Puji Langkah Polda Tetapkan Bupati Rohul jadi Tersangka
- Buron Selama 7 Tahun,
Tahanan Polsek Tampan Berhasil Ditangkap

- Kerusuhan di PTPN V Batu Langkah,
Perusahaan Laporkan Warga Kampar ke Polsek Kabun

- 22 Muda-mudi Diduga Pasangan Mesum Diamankan Satpol PP dari Jondul
- Seorang IRT di Duri Jadi Korban Jambret
- Polresta Pekanbaru Tangkap Kaki Tangan Bandar Narkoba Asal Aceh
- Sepeda Motor Sempat Dibawa Kabur,
Empat OTK Hadang IRT di Jalan Saat Belanja ke Pasar



Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.204.165.156
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com