Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Sabtu, 10 Desember 2016 21:48
Pelantikan Muslimat NU Riau,
Panitia Pastikan Persiapan Sudah Rampung


Sabtu, 10 Desember 2016 15:35
Masyarakat Tolak Said Aqil Siradj Hadiri Acara di Islamic Center Rohul

Sabtu, 10 Desember 2016 14:19
Indonesia Good Corporate Governance Award 2016,
Bank Riau Kepri Raih Peringkat 2 GCG untuk BUMD Nasional


Sabtu, 10 Desember 2016 13:38
Bupati Kampar Puji Ninik Mamak sebagai Pemersatu Negeri‬

Sabtu, 10 Desember 2016 13:32
Sis and Bro Koffieshop, Suguhkan Konsep One Stop Entertaint

Sabtu, 10 Desember 2016 13:13
Donor Darah, Eka Hospital Kumpulkan 219 Kantong Darah

Sabtu, 10 Desember 2016 13:07
Seorang Bocah 9 Tahun di Inhu Hilang Sejak 2 Hari Lalu

Sabtu, 10 Desember 2016 13:04
Disaksikan Bupati, Jon Hendrizal Nahkodai Partai Hanura Bengkalis

Sabtu, 10 Desember 2016 09:47
Asal Tepat Sasaran, Bupati Kampar Yakin CSR Mampu Menekan Angka Kemiskinan

Sabtu, 10 Desember 2016 09:44
Riau Orkestra Tampil Penuh Pesona di Anjung Seni Idrus Tintin



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Ahad, 31 Maret 2013 12:17
Waspada! Penipu Berkedok Barang Antik Marak di Rohil

Sejumlah warga Rokan Hilir menjadi korban penipuan. Para pelaku melakukan aksi dengan berkedok perdagangan barang antik dan keramat.

Riauterkini-BAGANSIAPIAPI-Penipuan berkedok barang antik marak di Rohil. Modusnya penukaran tanah dengan barang antik tersebut.

Kondisi itu dikatakan Zakia Hada, S.Sn, M.Hum, Kasi Sejarah Kepurbakalaan dan Museum Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga Rohil, Minggu (30/3/13) di Bagansiapiapi.

Pihaknya menurut Zakia sering mendapatkan informasi kalau masyarakat di Rohil banyak yang telah membeli benda antik dari sindikat dengan menukarkan tanahnya, dan barang antik itu diiming-imingi bisa dihargai mencapai Rp 4,5 miliar.

Ternyata, setelah didatangkan tim dari Museum Sang Nila Utama Pekanbaru, barang antik tersebut hanya berupa kerajinan asal Yogyakarta dan tidak berharga sama sekali.

Sementara korban telah habis harta bendanya tergiur bujuk rayu sindikat tersebut, bahkan mereka tidak segan-segan memperlihatkan harga barang antik itu dari internet sebagai salah satu cara untuk meyakinkan.

Atas kejadian tersebut, pihaknya mengingatkan masyarakat Rohil agar tidak tergiur rayuan sindikat penjualan barang antik yang menyatakan kalau barang itu bisa dijual dengan harga miliaran rupiah.

Dijelaskan, untuk bisa dilakukan pembelian barang antik atau koleksi untuk museum oleh pemerintah, harus dilakukan terlebih dahulu identifikasi dan pengujian barang antik tersebut, sampai mendatangkan tim ahli yang sudah memiliki sertifikasi pengujiannya dari Museum Nasional Jakarta. “Setelah dinyatakan oleh tim dari Museum Nasional barang tersebut memang berharga, baru bisa pemerintah daerah membelinya, kalau tidak, kami bisa masuk penjara,” katanya sama-sama mengingatkan.

Korban penipuan sindikat barang antik ini katanya tidak hanya masyarakat yang tidak berpendidikan, mereka yang sudah S2 saja bisa ditipu rayuan sindikat ini.***(nop)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Hukum lainnya..........
- Seorang Bocah 9 Tahun di Inhu Hilang Sejak 2 Hari Lalu
- Ditikam Teman Sendiri,
Karyawan PT Indofood Pekanbaru Tewas dengan 8 Luka Tusukan

- Karyawan PT Indofood Pekanbaru Tewas Ditikam Teman Sendiri
- Pengendara Motor di Bengkalis Tewas Tertabrak Mobil Dinas Pemkab Siak
- Tindak Pidana Curas,
DPO Polres Rohil Berhasil Ditangkap

- Sepuluh Rumah di Asrama Pancasila Pekanbaru Terbakar
- Selama 2016, Kejari Dumai Penjarakan 12 Pelaku Tindak Pidana Korupsi


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda : 54.161.168.87
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com