Untitled Document
Jumat, 7 Muharram 1436 H |
Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Jum’at, 31 Oktober 2014 22:07
111

Jum’at, 31 Oktober 2014 22:02
Kepada Dewan, Kapolresta Pekanbaru Keluhkan Anggaran Minim

Jum’at, 31 Oktober 2014 21:58
Bantahan DJKD Kemendagri Terkait Berita Dugaan Gubri Annas Palsukan APBD 2015

Jum’at, 31 Oktober 2014 21:54
Ditemukan Mayat Bersimbah Darah di Sinaboi, Rohil

Jum’at, 31 Oktober 2014 21:45
UR Nonaktifkan Sementara Gulat Manurung

Jum’at, 31 Oktober 2014 21:41
PP 71 Tahun 2014.
3 Dosen IPB Riset ke Riau


Jum’at, 31 Oktober 2014 21:24
Tuntut Tuntaskan Kasus Bupati Jefry Noer,
Satu Mahasiswa Aksi Jahit Mulut di KPK Dilarikan Ke Rumah Sakit




Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Ahad, 31 Maret 2013 12:17
Waspada! Penipu Berkedok Barang Antik Marak di Rohil

Sejumlah warga Rokan Hilir menjadi korban penipuan. Para pelaku melakukan aksi dengan berkedok perdagangan barang antik dan keramat.

Riauterkini-BAGANSIAPIAPI-Penipuan berkedok barang antik marak di Rohil. Modusnya penukaran tanah dengan barang antik tersebut.

Kondisi itu dikatakan Zakia Hada, S.Sn, M.Hum, Kasi Sejarah Kepurbakalaan dan Museum Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga Rohil, Minggu (30/3/13) di Bagansiapiapi.

Pihaknya menurut Zakia sering mendapatkan informasi kalau masyarakat di Rohil banyak yang telah membeli benda antik dari sindikat dengan menukarkan tanahnya, dan barang antik itu diiming-imingi bisa dihargai mencapai Rp 4,5 miliar.

Ternyata, setelah didatangkan tim dari Museum Sang Nila Utama Pekanbaru, barang antik tersebut hanya berupa kerajinan asal Yogyakarta dan tidak berharga sama sekali.

Sementara korban telah habis harta bendanya tergiur bujuk rayu sindikat tersebut, bahkan mereka tidak segan-segan memperlihatkan harga barang antik itu dari internet sebagai salah satu cara untuk meyakinkan.

Atas kejadian tersebut, pihaknya mengingatkan masyarakat Rohil agar tidak tergiur rayuan sindikat penjualan barang antik yang menyatakan kalau barang itu bisa dijual dengan harga miliaran rupiah.

Dijelaskan, untuk bisa dilakukan pembelian barang antik atau koleksi untuk museum oleh pemerintah, harus dilakukan terlebih dahulu identifikasi dan pengujian barang antik tersebut, sampai mendatangkan tim ahli yang sudah memiliki sertifikasi pengujiannya dari Museum Nasional Jakarta. “Setelah dinyatakan oleh tim dari Museum Nasional barang tersebut memang berharga, baru bisa pemerintah daerah membelinya, kalau tidak, kami bisa masuk penjara,” katanya sama-sama mengingatkan.

Korban penipuan sindikat barang antik ini katanya tidak hanya masyarakat yang tidak berpendidikan, mereka yang sudah S2 saja bisa ditipu rayuan sindikat ini.***(nop)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Hukum lainnya..........
- Kepada Dewan, Kapolresta Pekanbaru Keluhkan Anggaran Minim
- Ditemukan Mayat Bersimbah Darah di Sinaboi, Rohil
- Tuntut Tuntaskan Kasus Bupati Jefry Noer,
Satu Mahasiswa Aksi Jahit Mulut di KPK Dilarikan Ke Rumah Sakit

- Gubri Annas Maamun Diduga Palsukan APBD Riau tahun 2015
- Dugaan Korupsi Islamic Center Rohul,
Kejati Riau Dalami Keterangan Sejumlah Pihak

- Polres Bengkalis Musnahkan Sabu Rp1,5 Miliar
- Pro Kapolsek Kampar Kiri, Para Ninik Mamak Surati Kapolda Riau


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.167.185.110
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com