Untitled Document
Selasa, 11 Syawwal 1436 H |
Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Selasa, 28 Juli 2015 10:16
Mendaftar, Dua Parpol Pengusung IKO Ditolak KPU Kuansing

Selasa, 28 Juli 2015 07:43
Gencar Mensosialisasikan, Bupati Kampar Ajak Percepat Realisasi RTMPE

Senin, 27 Juli 2015 22:55
Hari Anak Nasional,
Bupati Achmad Ajak Orangtua Jauhkan Anak dari Bahaya Teknologi


Senin, 27 Juli 2015 22:47
350 CPNS Bengkalis Terima SK

Senin, 27 Juli 2015 22:43
Pilkada Meranti 2015,
PPP Masih Setia Dukung Irwan Nasir


Senin, 27 Juli 2015 22:29
Pilkada Rohil 2015,
3 Pasangan Balon Akan Mendaftar di Hari Terakhir


Senin, 27 Juli 2015 22:24
Pilkada Bengkalis 2015,
Pasangan Herliyan-Amril Mendaftar ke KPU




Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Ahad, 31 Maret 2013 12:17
Waspada! Penipu Berkedok Barang Antik Marak di Rohil

Sejumlah warga Rokan Hilir menjadi korban penipuan. Para pelaku melakukan aksi dengan berkedok perdagangan barang antik dan keramat.

Riauterkini-BAGANSIAPIAPI-Penipuan berkedok barang antik marak di Rohil. Modusnya penukaran tanah dengan barang antik tersebut.

Kondisi itu dikatakan Zakia Hada, S.Sn, M.Hum, Kasi Sejarah Kepurbakalaan dan Museum Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga Rohil, Minggu (30/3/13) di Bagansiapiapi.

Pihaknya menurut Zakia sering mendapatkan informasi kalau masyarakat di Rohil banyak yang telah membeli benda antik dari sindikat dengan menukarkan tanahnya, dan barang antik itu diiming-imingi bisa dihargai mencapai Rp 4,5 miliar.

Ternyata, setelah didatangkan tim dari Museum Sang Nila Utama Pekanbaru, barang antik tersebut hanya berupa kerajinan asal Yogyakarta dan tidak berharga sama sekali.

Sementara korban telah habis harta bendanya tergiur bujuk rayu sindikat tersebut, bahkan mereka tidak segan-segan memperlihatkan harga barang antik itu dari internet sebagai salah satu cara untuk meyakinkan.

Atas kejadian tersebut, pihaknya mengingatkan masyarakat Rohil agar tidak tergiur rayuan sindikat penjualan barang antik yang menyatakan kalau barang itu bisa dijual dengan harga miliaran rupiah.

Dijelaskan, untuk bisa dilakukan pembelian barang antik atau koleksi untuk museum oleh pemerintah, harus dilakukan terlebih dahulu identifikasi dan pengujian barang antik tersebut, sampai mendatangkan tim ahli yang sudah memiliki sertifikasi pengujiannya dari Museum Nasional Jakarta. “Setelah dinyatakan oleh tim dari Museum Nasional barang tersebut memang berharga, baru bisa pemerintah daerah membelinya, kalau tidak, kami bisa masuk penjara,” katanya sama-sama mengingatkan.

Korban penipuan sindikat barang antik ini katanya tidak hanya masyarakat yang tidak berpendidikan, mereka yang sudah S2 saja bisa ditipu rayuan sindikat ini.***(nop)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Hukum lainnya..........
- Tingkatkan Kinerja, Kejati Riau Gelar Rapat Paripurna
- Peras Supir Truk,
Polantas Gadungan di Pekanbaru Dibekuk Polisi

- Seorang Pria Mabuk di Dumai Dihajar Massa Hingga Tewas
- Curi Uang Rp70 Juta di Showroom Alfa Mobil,
Pengangguran di Pahlawan Kerja, Marpoyan Damai Dikerangkeng

- Lengkapi Penyidikan Dugaan TPPU PT BLJ, Kejari Bengkalis Tunggu Analisis OJK
- Antisipasi Pelanggaran Lalu Lintas,
Satlantas Polres Bengkalis Hunting di Jalan Utama di Duri

- Polres Kampar Sertijab Kasat Reskrim dan Kapolsek Kampar Kiri Hilir


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.83.86.77
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com