Untitled Document
Jumat, 24 Jumadil Akhir 1435 H |
Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Jum’at, 25 April 2014 15:45
Jelang Pelantikan,
Pengurus PB HIPPMIH Silaturrahim dengan Bupati Inhil


Jum’at, 25 April 2014 15:31
MA Tambah Hukuman Seorang Terpidana Korupsi Islamic Center Pelalawan

Jum’at, 25 April 2014 15:28
Bupati Kampar Bentuk Panitia Pelaksana MTQ Ke-45

Jum’at, 25 April 2014 15:11
Catatan Kepala Bapemasbangdes Riau,
Menangkap Peluang dan Mengatasi Masalah Otonomi Daerah


Jum’at, 25 April 2014 14:36
PKS Sebut Salah Strategi Pemicu Dukungan Surut

Jum’at, 25 April 2014 14:19
Dilengkapi Fitur Canggih,
Vario FI dan Blade 125 FI Penyempurnaan Produk Injeksi Honda


Jum’at, 25 April 2014 14:14
Cabuli ABG, Dukun Kampung di Bengkalis Divoni 11 Tahun Penjara



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Ahad, 31 Maret 2013 12:17
Waspada! Penipu Berkedok Barang Antik Marak di Rohil

Sejumlah warga Rokan Hilir menjadi korban penipuan. Para pelaku melakukan aksi dengan berkedok perdagangan barang antik dan keramat.

Riauterkini-BAGANSIAPIAPI-Penipuan berkedok barang antik marak di Rohil. Modusnya penukaran tanah dengan barang antik tersebut.

Kondisi itu dikatakan Zakia Hada, S.Sn, M.Hum, Kasi Sejarah Kepurbakalaan dan Museum Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga Rohil, Minggu (30/3/13) di Bagansiapiapi.

Pihaknya menurut Zakia sering mendapatkan informasi kalau masyarakat di Rohil banyak yang telah membeli benda antik dari sindikat dengan menukarkan tanahnya, dan barang antik itu diiming-imingi bisa dihargai mencapai Rp 4,5 miliar.

Ternyata, setelah didatangkan tim dari Museum Sang Nila Utama Pekanbaru, barang antik tersebut hanya berupa kerajinan asal Yogyakarta dan tidak berharga sama sekali.

Sementara korban telah habis harta bendanya tergiur bujuk rayu sindikat tersebut, bahkan mereka tidak segan-segan memperlihatkan harga barang antik itu dari internet sebagai salah satu cara untuk meyakinkan.

Atas kejadian tersebut, pihaknya mengingatkan masyarakat Rohil agar tidak tergiur rayuan sindikat penjualan barang antik yang menyatakan kalau barang itu bisa dijual dengan harga miliaran rupiah.

Dijelaskan, untuk bisa dilakukan pembelian barang antik atau koleksi untuk museum oleh pemerintah, harus dilakukan terlebih dahulu identifikasi dan pengujian barang antik tersebut, sampai mendatangkan tim ahli yang sudah memiliki sertifikasi pengujiannya dari Museum Nasional Jakarta. “Setelah dinyatakan oleh tim dari Museum Nasional barang tersebut memang berharga, baru bisa pemerintah daerah membelinya, kalau tidak, kami bisa masuk penjara,” katanya sama-sama mengingatkan.

Korban penipuan sindikat barang antik ini katanya tidak hanya masyarakat yang tidak berpendidikan, mereka yang sudah S2 saja bisa ditipu rayuan sindikat ini.***(nop)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Hukum lainnya..........
- MA Tambah Hukuman Seorang Terpidana Korupsi Islamic Center Pelalawan
- Cabuli ABG, Dukun Kampung di Bengkalis Divoni 11 Tahun Penjara
- Kabur dari LP Bangkinang 3 Jam,
Napi Ditemukan Sembunyi di Semak

- Polres Kampar Tangkap Pelaku Cabul Pemilik Senjata Api
- Seorang Lukan, Kebakaran Ludeskan Rumah Pimpinan Gereja di Rohul
- Polhut Kuansing Dihadang Perambah di Hutan Margasatwa Rimbang Baling
- 70 Hektar Kebun Sawit Pemkab Kuansing Diserobot Warga Sumbar


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.196.206.80
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com