Untitled Document
Kamis, 7 Zulhijjah 1435 H |
Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Kamis, 2 Oktober 2014 20:18
HIPMI Riau Akui Ada Proyek Pemprov Riau Diijonkan

Kamis, 2 Oktober 2014 20:12
Rombongan BNPP RI Kagumi Konsep Pelathan Pemkab Kampar di P4S

Kamis, 2 Oktober 2014 20:09
Keberatan, Empat Terpidana Korupsi Lahan Bhakti Praja Pelalawan Ajukan PK

Kamis, 2 Oktober 2014 19:31
Tim Sepkabola Porprov Kampar gelar Uji Coba

Kamis, 2 Oktober 2014 19:08
Anggota DPRD Riau Mengeluh Belum Dapat Safari dan Mobdin

Kamis, 2 Oktober 2014 17:28
Dinkes Rohul Larang Puskesmas Asal Rujuk Pasien

Kamis, 2 Oktober 2014 17:01
Korban Tabrak Lari, Staf TU SMPN 6 Mandau Tewas Mengenaskan



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Ahad, 31 Maret 2013 12:17
Waspada! Penipu Berkedok Barang Antik Marak di Rohil

Sejumlah warga Rokan Hilir menjadi korban penipuan. Para pelaku melakukan aksi dengan berkedok perdagangan barang antik dan keramat.

Riauterkini-BAGANSIAPIAPI-Penipuan berkedok barang antik marak di Rohil. Modusnya penukaran tanah dengan barang antik tersebut.

Kondisi itu dikatakan Zakia Hada, S.Sn, M.Hum, Kasi Sejarah Kepurbakalaan dan Museum Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga Rohil, Minggu (30/3/13) di Bagansiapiapi.

Pihaknya menurut Zakia sering mendapatkan informasi kalau masyarakat di Rohil banyak yang telah membeli benda antik dari sindikat dengan menukarkan tanahnya, dan barang antik itu diiming-imingi bisa dihargai mencapai Rp 4,5 miliar.

Ternyata, setelah didatangkan tim dari Museum Sang Nila Utama Pekanbaru, barang antik tersebut hanya berupa kerajinan asal Yogyakarta dan tidak berharga sama sekali.

Sementara korban telah habis harta bendanya tergiur bujuk rayu sindikat tersebut, bahkan mereka tidak segan-segan memperlihatkan harga barang antik itu dari internet sebagai salah satu cara untuk meyakinkan.

Atas kejadian tersebut, pihaknya mengingatkan masyarakat Rohil agar tidak tergiur rayuan sindikat penjualan barang antik yang menyatakan kalau barang itu bisa dijual dengan harga miliaran rupiah.

Dijelaskan, untuk bisa dilakukan pembelian barang antik atau koleksi untuk museum oleh pemerintah, harus dilakukan terlebih dahulu identifikasi dan pengujian barang antik tersebut, sampai mendatangkan tim ahli yang sudah memiliki sertifikasi pengujiannya dari Museum Nasional Jakarta. “Setelah dinyatakan oleh tim dari Museum Nasional barang tersebut memang berharga, baru bisa pemerintah daerah membelinya, kalau tidak, kami bisa masuk penjara,” katanya sama-sama mengingatkan.

Korban penipuan sindikat barang antik ini katanya tidak hanya masyarakat yang tidak berpendidikan, mereka yang sudah S2 saja bisa ditipu rayuan sindikat ini.***(nop)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Hukum lainnya..........
- HIPMI Riau Akui Ada Proyek Pemprov Riau Diijonkan
- Keberatan, Empat Terpidana Korupsi Lahan Bhakti Praja Pelalawan Ajukan PK
- Korban Tabrak Lari, Staf TU SMPN 6 Mandau Tewas Mengenaskan
- Dosennya Tersandung Kasus Korupsi,
UR Menunggu Perkembangan Hukumnya

- AKBP Pitoyo Komit Berantas Korupsi di Kabupten Rohul
- Masyarakat Desak Poda Riau Tuntaskan Dugaan Korupsi Bansos di Bengkalis
- Bukti Tindak Kejahatan, Polres Kampar Musnahkan Sabu


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.196.88.85
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com