Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Kamis, 29 September 2016 11:39
Jelang Jatuh Tempo, Kantor Dispenda Pekanbaru Dipadati Wajib Pajak

Kamis, 29 September 2016 11:32
Gandeng Dishub dan Pelrsata Pekanbaru, Satpol PP Sosialisasikan Larangan Bongkar Muat Barang

Kamis, 29 September 2016 11:30
ASN Dilarang Belanja pada PKL di Kawasan Terlarang

Kamis, 29 September 2016 10:57
Serah-terima P2D,Gubri Pimpin Rakor Bersama Bupati Walikota

Kamis, 29 September 2016 10:53
Satpol PP Bakal Segel JPO Kropos jika tak Diperbaiki

Kamis, 29 September 2016 09:31
Mesin Keripik Antar Pemuda Rohul jadi Nominator Lomba Inovasi TTG 2016

Kamis, 29 September 2016 09:28
Simulasi PKD/AEE, Pesawat Gagal Mendarat dan Pembajakan di Bandara SSK II Pekabaru



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Ahad, 31 Maret 2013 12:17
Waspada! Penipu Berkedok Barang Antik Marak di Rohil

Sejumlah warga Rokan Hilir menjadi korban penipuan. Para pelaku melakukan aksi dengan berkedok perdagangan barang antik dan keramat.

Riauterkini-BAGANSIAPIAPI-Penipuan berkedok barang antik marak di Rohil. Modusnya penukaran tanah dengan barang antik tersebut.

Kondisi itu dikatakan Zakia Hada, S.Sn, M.Hum, Kasi Sejarah Kepurbakalaan dan Museum Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga Rohil, Minggu (30/3/13) di Bagansiapiapi.

Pihaknya menurut Zakia sering mendapatkan informasi kalau masyarakat di Rohil banyak yang telah membeli benda antik dari sindikat dengan menukarkan tanahnya, dan barang antik itu diiming-imingi bisa dihargai mencapai Rp 4,5 miliar.

Ternyata, setelah didatangkan tim dari Museum Sang Nila Utama Pekanbaru, barang antik tersebut hanya berupa kerajinan asal Yogyakarta dan tidak berharga sama sekali.

Sementara korban telah habis harta bendanya tergiur bujuk rayu sindikat tersebut, bahkan mereka tidak segan-segan memperlihatkan harga barang antik itu dari internet sebagai salah satu cara untuk meyakinkan.

Atas kejadian tersebut, pihaknya mengingatkan masyarakat Rohil agar tidak tergiur rayuan sindikat penjualan barang antik yang menyatakan kalau barang itu bisa dijual dengan harga miliaran rupiah.

Dijelaskan, untuk bisa dilakukan pembelian barang antik atau koleksi untuk museum oleh pemerintah, harus dilakukan terlebih dahulu identifikasi dan pengujian barang antik tersebut, sampai mendatangkan tim ahli yang sudah memiliki sertifikasi pengujiannya dari Museum Nasional Jakarta. “Setelah dinyatakan oleh tim dari Museum Nasional barang tersebut memang berharga, baru bisa pemerintah daerah membelinya, kalau tidak, kami bisa masuk penjara,” katanya sama-sama mengingatkan.

Korban penipuan sindikat barang antik ini katanya tidak hanya masyarakat yang tidak berpendidikan, mereka yang sudah S2 saja bisa ditipu rayuan sindikat ini.***(nop)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Hukum lainnya..........
- Gandeng Dishub dan Pelrsata Pekanbaru, Satpol PP Sosialisasikan Larangan Bongkar Muat Barang
- Satpol PP Bakal Segel JPO Kropos jika tak Diperbaiki
- Simulasi PKD/AEE, Pesawat Gagal Mendarat dan Pembajakan di Bandara SSK II Pekabaru
- Rampok Perampas Truk Fuso di Tapung, Kampar Tertangkap di Sumut
- Pekerja PT. MAS Ditemukan Tewas di Kamar Perumahan Karyawan
- Polres Dumai Berhasil Padamkan Kebakaran Lahan Sawi
- Tewas Disambar Taksi,
Polisi Sebut Kecelakaan Maut di KH Nasution Akibat Korban Tidak Hati-hati



Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 23.22.146.139
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com