Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Jum’at, 4 September 2015 21:32
Hari Pelanggan Nasional,
Honda CDN Berikan Beragam Souvenir dan Hadiah Untuk Konsumen


Jum’at, 4 September 2015 21:27


Jum’at, 4 September 2015 20:42
Danramil Kecamatan Pangkalan Kuras, Pelalawan Pimpin Padamkan Karhutlah

Jum’at, 4 September 2015 19:04
Dewan Sebut Karhutlah di Riau Banyak Dilakukan Orang Luar

Jum’at, 4 September 2015 18:48
Pilkada Rohul, Panwas Mulai Menertibkan APK Tiga Paslon

Jum’at, 4 September 2015 18:44
RAPP Bagikan 2.000 Masker di Pulau Padang

Jum’at, 4 September 2015 18:19
Cabuli IRT, Karyawan PT. KUS Rohul Dilaporkan ke Polisi



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Ahad, 31 Maret 2013 12:17
Waspada! Penipu Berkedok Barang Antik Marak di Rohil

Sejumlah warga Rokan Hilir menjadi korban penipuan. Para pelaku melakukan aksi dengan berkedok perdagangan barang antik dan keramat.

Riauterkini-BAGANSIAPIAPI-Penipuan berkedok barang antik marak di Rohil. Modusnya penukaran tanah dengan barang antik tersebut.

Kondisi itu dikatakan Zakia Hada, S.Sn, M.Hum, Kasi Sejarah Kepurbakalaan dan Museum Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga Rohil, Minggu (30/3/13) di Bagansiapiapi.

Pihaknya menurut Zakia sering mendapatkan informasi kalau masyarakat di Rohil banyak yang telah membeli benda antik dari sindikat dengan menukarkan tanahnya, dan barang antik itu diiming-imingi bisa dihargai mencapai Rp 4,5 miliar.

Ternyata, setelah didatangkan tim dari Museum Sang Nila Utama Pekanbaru, barang antik tersebut hanya berupa kerajinan asal Yogyakarta dan tidak berharga sama sekali.

Sementara korban telah habis harta bendanya tergiur bujuk rayu sindikat tersebut, bahkan mereka tidak segan-segan memperlihatkan harga barang antik itu dari internet sebagai salah satu cara untuk meyakinkan.

Atas kejadian tersebut, pihaknya mengingatkan masyarakat Rohil agar tidak tergiur rayuan sindikat penjualan barang antik yang menyatakan kalau barang itu bisa dijual dengan harga miliaran rupiah.

Dijelaskan, untuk bisa dilakukan pembelian barang antik atau koleksi untuk museum oleh pemerintah, harus dilakukan terlebih dahulu identifikasi dan pengujian barang antik tersebut, sampai mendatangkan tim ahli yang sudah memiliki sertifikasi pengujiannya dari Museum Nasional Jakarta. “Setelah dinyatakan oleh tim dari Museum Nasional barang tersebut memang berharga, baru bisa pemerintah daerah membelinya, kalau tidak, kami bisa masuk penjara,” katanya sama-sama mengingatkan.

Korban penipuan sindikat barang antik ini katanya tidak hanya masyarakat yang tidak berpendidikan, mereka yang sudah S2 saja bisa ditipu rayuan sindikat ini.***(nop)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Hukum lainnya..........
- Cabuli IRT, Karyawan PT. KUS Rohul Dilaporkan ke Polisi
- Diancam Celurit, Uang Rp92 Juta Milik Pedagang Tembilahan Dirampok
- Polres Kampar Amankan Pelaku Judi Togel
- Satu Tersangka Ditembak Bagian Paha,
Dua Perampok Ditangkap Satreskrim Polres Rohul

- Ditikam 8 Liang, Warga Mandau, Bengkalis Tewas Bersimbah Darah
- Layanan Operator Seluler di Bagansiapiapi Amburadul
- Pemerintah Sita Kebun PT Torganda Rohul, Puluhan Ribu Karyawan Menganggur


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.167.0.111
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com