Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Selasa, 31 Mei 2016 14:44
Razia Penumbar di Bengkalis, Petugas Tilang 7 Kendaraan Angkutan

Selasa, 31 Mei 2016 14:33
Sambut Ramadhan, 41 Mustahiq di Bengkalis Terima Zakat dari BLH

Selasa, 31 Mei 2016 14:29
Sepanjang 2016,
23 Kasus Pelecehan Seksual Terhadap Anak Terjadi di Mandau, Bengkalis


Selasa, 31 Mei 2016 14:13
BPDK-KS dan Apkasindo Dumai Buka Beasiswa D1 Anak Petani Sawit

Selasa, 31 Mei 2016 14:11
Tim Birocana Kejagung Kunjungi Kejari Dumai

Selasa, 31 Mei 2016 14:08
Kemelut FSPTI - KSPSI Bengkalis,
P. Siringo-ringo Minta Disnakertrans Bijaksana


Selasa, 31 Mei 2016 13:43
Jambore Se-Asean di Bandung,
BPD Hipmi PT Riau Jadi Kontingen Terbaik




Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Ahad, 31 Maret 2013 12:17
Waspada! Penipu Berkedok Barang Antik Marak di Rohil

Sejumlah warga Rokan Hilir menjadi korban penipuan. Para pelaku melakukan aksi dengan berkedok perdagangan barang antik dan keramat.

Riauterkini-BAGANSIAPIAPI-Penipuan berkedok barang antik marak di Rohil. Modusnya penukaran tanah dengan barang antik tersebut.

Kondisi itu dikatakan Zakia Hada, S.Sn, M.Hum, Kasi Sejarah Kepurbakalaan dan Museum Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga Rohil, Minggu (30/3/13) di Bagansiapiapi.

Pihaknya menurut Zakia sering mendapatkan informasi kalau masyarakat di Rohil banyak yang telah membeli benda antik dari sindikat dengan menukarkan tanahnya, dan barang antik itu diiming-imingi bisa dihargai mencapai Rp 4,5 miliar.

Ternyata, setelah didatangkan tim dari Museum Sang Nila Utama Pekanbaru, barang antik tersebut hanya berupa kerajinan asal Yogyakarta dan tidak berharga sama sekali.

Sementara korban telah habis harta bendanya tergiur bujuk rayu sindikat tersebut, bahkan mereka tidak segan-segan memperlihatkan harga barang antik itu dari internet sebagai salah satu cara untuk meyakinkan.

Atas kejadian tersebut, pihaknya mengingatkan masyarakat Rohil agar tidak tergiur rayuan sindikat penjualan barang antik yang menyatakan kalau barang itu bisa dijual dengan harga miliaran rupiah.

Dijelaskan, untuk bisa dilakukan pembelian barang antik atau koleksi untuk museum oleh pemerintah, harus dilakukan terlebih dahulu identifikasi dan pengujian barang antik tersebut, sampai mendatangkan tim ahli yang sudah memiliki sertifikasi pengujiannya dari Museum Nasional Jakarta. “Setelah dinyatakan oleh tim dari Museum Nasional barang tersebut memang berharga, baru bisa pemerintah daerah membelinya, kalau tidak, kami bisa masuk penjara,” katanya sama-sama mengingatkan.

Korban penipuan sindikat barang antik ini katanya tidak hanya masyarakat yang tidak berpendidikan, mereka yang sudah S2 saja bisa ditipu rayuan sindikat ini.***(nop)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Hukum lainnya..........
- Razia Penumbar di Bengkalis, Petugas Tilang 7 Kendaraan Angkutan
- Sepanjang 2016,
23 Kasus Pelecehan Seksual Terhadap Anak Terjadi di Mandau, Bengkalis

- Tim Birocana Kejagung Kunjungi Kejari Dumai
- Pembobolan Kas BRI Sei Kijang, Pelalawan,
Terdakwa Dituntut Hukuman 5 Tahun 6 Bulan Penjara

- Operasi Patuh Siak 2016,
Polres Pelawan Keluarkan 812 Tilang

- Dikeroyok Oran tak Dikenal, Warga Pasirpangaraian Tewas di Tengah Jalan Dusun Pawan
- Hanyut Kemarin, Bocah di Kuansing Ditemukan Tewas


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.81.164.142
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com