Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Sabtu, 6 Pebruari 2016 20:13
Simpan Sabu-sabu dalam Tas, Warga Rohil Tak Berkutik

Sabtu, 6 Pebruari 2016 20:08
Kodim 0313 KPR Giat Tanamkan Semangat Wasbang dan Bela Negara Sejak Dini di Rohul

Sabtu, 6 Pebruari 2016 19:37
Simpan Sabu di Bawah Jendela Kamar, Warga Bagansiapiapi Ditangkap Polisi

Sabtu, 6 Pebruari 2016 17:58
Bupati Terpilih Dilantik 17 Februari, Pj. Bupati Bengkalis Pamitan

Sabtu, 6 Pebruari 2016 17:54
Gelar Musrenbangdes, Koto Kombu Fokus Ingin Bangun Infrastruktur dan Ekonomi

Sabtu, 6 Pebruari 2016 16:51
Alat Berat Tangkapan dari TKP Karlahut Dibawa ke Mapolsek Kubu, Rohil

Sabtu, 6 Pebruari 2016 16:29
Kabut Lewat Jembatan Rusak, Pelaku Curas di Panipahan Ditembak Polisi



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Ahad, 31 Maret 2013 12:17
Waspada! Penipu Berkedok Barang Antik Marak di Rohil

Sejumlah warga Rokan Hilir menjadi korban penipuan. Para pelaku melakukan aksi dengan berkedok perdagangan barang antik dan keramat.

Riauterkini-BAGANSIAPIAPI-Penipuan berkedok barang antik marak di Rohil. Modusnya penukaran tanah dengan barang antik tersebut.

Kondisi itu dikatakan Zakia Hada, S.Sn, M.Hum, Kasi Sejarah Kepurbakalaan dan Museum Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga Rohil, Minggu (30/3/13) di Bagansiapiapi.

Pihaknya menurut Zakia sering mendapatkan informasi kalau masyarakat di Rohil banyak yang telah membeli benda antik dari sindikat dengan menukarkan tanahnya, dan barang antik itu diiming-imingi bisa dihargai mencapai Rp 4,5 miliar.

Ternyata, setelah didatangkan tim dari Museum Sang Nila Utama Pekanbaru, barang antik tersebut hanya berupa kerajinan asal Yogyakarta dan tidak berharga sama sekali.

Sementara korban telah habis harta bendanya tergiur bujuk rayu sindikat tersebut, bahkan mereka tidak segan-segan memperlihatkan harga barang antik itu dari internet sebagai salah satu cara untuk meyakinkan.

Atas kejadian tersebut, pihaknya mengingatkan masyarakat Rohil agar tidak tergiur rayuan sindikat penjualan barang antik yang menyatakan kalau barang itu bisa dijual dengan harga miliaran rupiah.

Dijelaskan, untuk bisa dilakukan pembelian barang antik atau koleksi untuk museum oleh pemerintah, harus dilakukan terlebih dahulu identifikasi dan pengujian barang antik tersebut, sampai mendatangkan tim ahli yang sudah memiliki sertifikasi pengujiannya dari Museum Nasional Jakarta. “Setelah dinyatakan oleh tim dari Museum Nasional barang tersebut memang berharga, baru bisa pemerintah daerah membelinya, kalau tidak, kami bisa masuk penjara,” katanya sama-sama mengingatkan.

Korban penipuan sindikat barang antik ini katanya tidak hanya masyarakat yang tidak berpendidikan, mereka yang sudah S2 saja bisa ditipu rayuan sindikat ini.***(nop)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Hukum lainnya..........
- Simpan Sabu-sabu dalam Tas, Warga Rohil Tak Berkutik
- Simpan Sabu di Bawah Jendela Kamar, Warga Bagansiapiapi Ditangkap Polisi
- Alat Berat Tangkapan dari TKP Karlahut Dibawa ke Mapolsek Kubu, Rohil
- Kabut Lewat Jembatan Rusak, Pelaku Curas di Panipahan Ditembak Polisi
- Tinjau Lahan Terbakar, Kapolres Rohil Amankan Tiga Pekerja dan Satu Unit Alat Berat
- Kembali ke TKP Pencurian,
Pelaku Curanmor Ditangkap Tim Opsnal Polsek Bangko Rohil

- Polsek Tapung Hilir, Kampar Ringkus Pengedar Narkoba di Desa Kota Bangun


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.163.208.249
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com