Untitled Document
Selasa, 7 Zulqaidah 1435 H |
Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Selasa, 2 September 2014 16:07
Dinas Pasar Pekanbaru Lebih Intens Tertibkan PKL di Pasar Agus Salim

Selasa, 2 September 2014 15:58
Kunker ke Disdik Riau,
Guruh Soekarnoputra Minta Muatan Lokal PAUD Ditingkatkan


Selasa, 2 September 2014 15:49
Sampai 2013, Nilai Aset Bergerak Pemkab Rohul Rp2,9 Triliun

Selasa, 2 September 2014 15:14
Tolak Banding,
Hukuman Dua Terdakwa Korupsi Kredit Fiktif BRK Rohil, Naik Jadi 5 Tahun


Selasa, 2 September 2014 14:53
Langgar Perda, Pemko Pekanbaru Segel 9 Gerai Ritel

Selasa, 2 September 2014 14:48
Wawako Sosialisasi Peningkatan Kebersihan ke Masyarakat

Selasa, 2 September 2014 14:39
Hari Ini, Pekanbaru Terima Formasi Seleksi CPNS



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Ahad, 31 Maret 2013 12:17
Waspada! Penipu Berkedok Barang Antik Marak di Rohil

Sejumlah warga Rokan Hilir menjadi korban penipuan. Para pelaku melakukan aksi dengan berkedok perdagangan barang antik dan keramat.

Riauterkini-BAGANSIAPIAPI-Penipuan berkedok barang antik marak di Rohil. Modusnya penukaran tanah dengan barang antik tersebut.

Kondisi itu dikatakan Zakia Hada, S.Sn, M.Hum, Kasi Sejarah Kepurbakalaan dan Museum Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga Rohil, Minggu (30/3/13) di Bagansiapiapi.

Pihaknya menurut Zakia sering mendapatkan informasi kalau masyarakat di Rohil banyak yang telah membeli benda antik dari sindikat dengan menukarkan tanahnya, dan barang antik itu diiming-imingi bisa dihargai mencapai Rp 4,5 miliar.

Ternyata, setelah didatangkan tim dari Museum Sang Nila Utama Pekanbaru, barang antik tersebut hanya berupa kerajinan asal Yogyakarta dan tidak berharga sama sekali.

Sementara korban telah habis harta bendanya tergiur bujuk rayu sindikat tersebut, bahkan mereka tidak segan-segan memperlihatkan harga barang antik itu dari internet sebagai salah satu cara untuk meyakinkan.

Atas kejadian tersebut, pihaknya mengingatkan masyarakat Rohil agar tidak tergiur rayuan sindikat penjualan barang antik yang menyatakan kalau barang itu bisa dijual dengan harga miliaran rupiah.

Dijelaskan, untuk bisa dilakukan pembelian barang antik atau koleksi untuk museum oleh pemerintah, harus dilakukan terlebih dahulu identifikasi dan pengujian barang antik tersebut, sampai mendatangkan tim ahli yang sudah memiliki sertifikasi pengujiannya dari Museum Nasional Jakarta. “Setelah dinyatakan oleh tim dari Museum Nasional barang tersebut memang berharga, baru bisa pemerintah daerah membelinya, kalau tidak, kami bisa masuk penjara,” katanya sama-sama mengingatkan.

Korban penipuan sindikat barang antik ini katanya tidak hanya masyarakat yang tidak berpendidikan, mereka yang sudah S2 saja bisa ditipu rayuan sindikat ini.***(nop)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Hukum lainnya..........
- Tolak Banding,
Hukuman Dua Terdakwa Korupsi Kredit Fiktif BRK Rohil, Naik Jadi 5 Tahun

- Langgar Perda, Pemko Pekanbaru Segel 9 Gerai Ritel
- Dipolisikan dalam Kasus Pencabulan,
Kemendagri Janji tak Persulit Izin Pemeriksaan Gubri

- Mayat Mr. X Tergelatak Dipinggiran Sungai Siak Pekanbaru
- Pasutri di Pekanbaru Kedapatan Simpan Sabu 25 Gram
- Curi Perhiasan di Vihara, Tiga Sekawan Diringkus
- Membantah, Wide Tantang Gubri Bersumpah dengan Al Qur’an di Masjid


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.166.137.42
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com