Untitled Document
Selasa, 12 Jumadil Awwal 1436 H |
Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Selasa, 3 Maret 2015 14:08
Maret Ini, Pemko Pekanbaru Gelar Akik Expo 2015

Selasa, 3 Maret 2015 14:00
Pasca Kecelakaan Maut, Disdikpora Rohul Segera Surati Pimpinan PT PISP II

Selasa, 3 Maret 2015 13:53
Pasca Kecelakaan Maut, Wartawan Dilarang Masuk Areal PT PISP II Rohul

Selasa, 3 Maret 2015 13:39
Terus Bertambah,Sepanjan 2015 Kasus DBD di Pekanbaru Capai 285 Penderita

Selasa, 3 Maret 2015 13:33


Selasa, 3 Maret 2015 13:24
Pemeliharaan Jaringan, Sebagian Pekanbaru Bakal Mati Listrik 6 Jam

Selasa, 3 Maret 2015 13:14
Tanam 1.000 Pohon, Walikota Pekanbaru Ajak Pelajar Cinta Lingkungan



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Ahad, 31 Maret 2013 12:17
Waspada! Penipu Berkedok Barang Antik Marak di Rohil

Sejumlah warga Rokan Hilir menjadi korban penipuan. Para pelaku melakukan aksi dengan berkedok perdagangan barang antik dan keramat.

Riauterkini-BAGANSIAPIAPI-Penipuan berkedok barang antik marak di Rohil. Modusnya penukaran tanah dengan barang antik tersebut.

Kondisi itu dikatakan Zakia Hada, S.Sn, M.Hum, Kasi Sejarah Kepurbakalaan dan Museum Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga Rohil, Minggu (30/3/13) di Bagansiapiapi.

Pihaknya menurut Zakia sering mendapatkan informasi kalau masyarakat di Rohil banyak yang telah membeli benda antik dari sindikat dengan menukarkan tanahnya, dan barang antik itu diiming-imingi bisa dihargai mencapai Rp 4,5 miliar.

Ternyata, setelah didatangkan tim dari Museum Sang Nila Utama Pekanbaru, barang antik tersebut hanya berupa kerajinan asal Yogyakarta dan tidak berharga sama sekali.

Sementara korban telah habis harta bendanya tergiur bujuk rayu sindikat tersebut, bahkan mereka tidak segan-segan memperlihatkan harga barang antik itu dari internet sebagai salah satu cara untuk meyakinkan.

Atas kejadian tersebut, pihaknya mengingatkan masyarakat Rohil agar tidak tergiur rayuan sindikat penjualan barang antik yang menyatakan kalau barang itu bisa dijual dengan harga miliaran rupiah.

Dijelaskan, untuk bisa dilakukan pembelian barang antik atau koleksi untuk museum oleh pemerintah, harus dilakukan terlebih dahulu identifikasi dan pengujian barang antik tersebut, sampai mendatangkan tim ahli yang sudah memiliki sertifikasi pengujiannya dari Museum Nasional Jakarta. “Setelah dinyatakan oleh tim dari Museum Nasional barang tersebut memang berharga, baru bisa pemerintah daerah membelinya, kalau tidak, kami bisa masuk penjara,” katanya sama-sama mengingatkan.

Korban penipuan sindikat barang antik ini katanya tidak hanya masyarakat yang tidak berpendidikan, mereka yang sudah S2 saja bisa ditipu rayuan sindikat ini.***(nop)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Hukum lainnya..........
- Sejumlah Korban Dump Truck Maut Rohul Masih Dirawat
- Korupsi Pengadaan Baju Koko, Kepala BKD Kampar dan Kontraktor Diadili
- Meski Shock, Supir Dump Truck Tewaskan 6 Murid SD Ditahan Polres Rohul
- Dicabuli Guru, 6 Siswi SD di Inhu Takut Sekolah
- Diadili di PN Ujung Tanjung, Rohil,
Satu Menit Pensiunan TNI Habisi Nyawa Empat Warga

- 6 Murid Tewas di PT PISP II,
Dewan Minta Polres Rohul Usut Kelalaian Perusahaan

- Stroke Ringan, Sidang Anggota DPRD Riau Siswaja Muliadi Ditunda Pekan Depan


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 50.16.49.108
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com