Untitled Document
Rabu, 25 Ramadhan 1435 H |
Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Rabu, 23 Juli 2014 19:55
Safari Ramadhan 1435 H,
RAPP Berikan Bantuan dan Santunan di 165 Desa


Rabu, 23 Juli 2014 18:53
Shalat Idul Fitri di Rohul Tersebar di 416 Titik

Rabu, 23 Juli 2014 18:50
Alfamart Buka Bareng Anak Yatim dan Pengusaha Lokal di Duri

Rabu, 23 Juli 2014 17:49
Pekan Ini, Harga TBS Sawit di Riau Turun Rp70,9 per Kg

Rabu, 23 Juli 2014 17:44
Buka Puasa Bersama,
Masjid Agung Madani Bantu Kaum Dhuafa dan Anak Yatim Berprestasi


Rabu, 23 Juli 2014 17:38
Disdukcapil Pelalawan Kantongi Perusahaan Pekerjakan Warga Asing Ilegal

Rabu, 23 Juli 2014 17:35
Avanza-Suzuki Laga Kambing di Tambang, 1 Tewas dan 1 Kritis



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Ahad, 31 Maret 2013 12:17
Waspada! Penipu Berkedok Barang Antik Marak di Rohil

Sejumlah warga Rokan Hilir menjadi korban penipuan. Para pelaku melakukan aksi dengan berkedok perdagangan barang antik dan keramat.

Riauterkini-BAGANSIAPIAPI-Penipuan berkedok barang antik marak di Rohil. Modusnya penukaran tanah dengan barang antik tersebut.

Kondisi itu dikatakan Zakia Hada, S.Sn, M.Hum, Kasi Sejarah Kepurbakalaan dan Museum Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga Rohil, Minggu (30/3/13) di Bagansiapiapi.

Pihaknya menurut Zakia sering mendapatkan informasi kalau masyarakat di Rohil banyak yang telah membeli benda antik dari sindikat dengan menukarkan tanahnya, dan barang antik itu diiming-imingi bisa dihargai mencapai Rp 4,5 miliar.

Ternyata, setelah didatangkan tim dari Museum Sang Nila Utama Pekanbaru, barang antik tersebut hanya berupa kerajinan asal Yogyakarta dan tidak berharga sama sekali.

Sementara korban telah habis harta bendanya tergiur bujuk rayu sindikat tersebut, bahkan mereka tidak segan-segan memperlihatkan harga barang antik itu dari internet sebagai salah satu cara untuk meyakinkan.

Atas kejadian tersebut, pihaknya mengingatkan masyarakat Rohil agar tidak tergiur rayuan sindikat penjualan barang antik yang menyatakan kalau barang itu bisa dijual dengan harga miliaran rupiah.

Dijelaskan, untuk bisa dilakukan pembelian barang antik atau koleksi untuk museum oleh pemerintah, harus dilakukan terlebih dahulu identifikasi dan pengujian barang antik tersebut, sampai mendatangkan tim ahli yang sudah memiliki sertifikasi pengujiannya dari Museum Nasional Jakarta. “Setelah dinyatakan oleh tim dari Museum Nasional barang tersebut memang berharga, baru bisa pemerintah daerah membelinya, kalau tidak, kami bisa masuk penjara,” katanya sama-sama mengingatkan.

Korban penipuan sindikat barang antik ini katanya tidak hanya masyarakat yang tidak berpendidikan, mereka yang sudah S2 saja bisa ditipu rayuan sindikat ini.***(nop)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Hukum lainnya..........
- Avanza-Suzuki Laga Kambing di Tambang, 1 Tewas dan 1 Kritis
- Kasus Sodomi Bocah Disertai Pembunuhan dan Mutilasi,
4 Pria Diperiksa Intensif di Polres Siak

- Korupsi Pengadaan Lahan BLK Siak,
Mantan Camat Siak Divonis 1,4 Tahun

- BNPB : Perlu Penegakan Hukun yang Keras Atasi Karhutla
- Masyarakat Ingatkan Kejari Tuntaskan Kasus Arena Road Race di Duri
- Korupsi Pembangunan Drainase Pekanbaru,
Pejabat Kementrian PU Divonis Hakim 16 Bulan

- Diduga Angkut Sapi Curian,
Tiga Pria Diamankan di Polsek Tambusai



Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.197.218.127
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com