Untitled Document
Selasa, 14 Sya'ban 1436 H |
Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Selasa, 2 Juni 2015 13:57
Diduga Masuk Hutan Lindung,
Pembangunan Kebun Sawit Berlanjut di Desa Air Buluh, Kuansing


Selasa, 2 Juni 2015 13:47
Empat Polisi Terlibat Jaringan Pengedar Sabu di Pekanbaru
Kombes Pol Aries: "Akan Kami Libas, Apapun Pangkatnya"


Selasa, 2 Juni 2015 12:53
Berharap Terus Terjaga, Wabup Rohul Lepas Tradisi Khatam Quran Jelang Ramadhan

Selasa, 2 Juni 2015 12:51
Maling Motor dari Dalam Rumah Kembali Resahkan Warga Rohul

Selasa, 2 Juni 2015 11:58
Tak Tuntas, LSM Laporkan Tiga Proyek Dinas CKTR Kuansing ke KPK

Selasa, 2 Juni 2015 11:56
Dilantik Bupati Inhil, 67 Pj Kades Ditugaskan Sukseskan Pilkades Serentak

Selasa, 2 Juni 2015 11:53
Diparkir di Tepi Jalan, Dump Truk Warga Kuansing Digondol Maling



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Ahad, 31 Maret 2013 12:17
Waspada! Penipu Berkedok Barang Antik Marak di Rohil

Sejumlah warga Rokan Hilir menjadi korban penipuan. Para pelaku melakukan aksi dengan berkedok perdagangan barang antik dan keramat.

Riauterkini-BAGANSIAPIAPI-Penipuan berkedok barang antik marak di Rohil. Modusnya penukaran tanah dengan barang antik tersebut.

Kondisi itu dikatakan Zakia Hada, S.Sn, M.Hum, Kasi Sejarah Kepurbakalaan dan Museum Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga Rohil, Minggu (30/3/13) di Bagansiapiapi.

Pihaknya menurut Zakia sering mendapatkan informasi kalau masyarakat di Rohil banyak yang telah membeli benda antik dari sindikat dengan menukarkan tanahnya, dan barang antik itu diiming-imingi bisa dihargai mencapai Rp 4,5 miliar.

Ternyata, setelah didatangkan tim dari Museum Sang Nila Utama Pekanbaru, barang antik tersebut hanya berupa kerajinan asal Yogyakarta dan tidak berharga sama sekali.

Sementara korban telah habis harta bendanya tergiur bujuk rayu sindikat tersebut, bahkan mereka tidak segan-segan memperlihatkan harga barang antik itu dari internet sebagai salah satu cara untuk meyakinkan.

Atas kejadian tersebut, pihaknya mengingatkan masyarakat Rohil agar tidak tergiur rayuan sindikat penjualan barang antik yang menyatakan kalau barang itu bisa dijual dengan harga miliaran rupiah.

Dijelaskan, untuk bisa dilakukan pembelian barang antik atau koleksi untuk museum oleh pemerintah, harus dilakukan terlebih dahulu identifikasi dan pengujian barang antik tersebut, sampai mendatangkan tim ahli yang sudah memiliki sertifikasi pengujiannya dari Museum Nasional Jakarta. “Setelah dinyatakan oleh tim dari Museum Nasional barang tersebut memang berharga, baru bisa pemerintah daerah membelinya, kalau tidak, kami bisa masuk penjara,” katanya sama-sama mengingatkan.

Korban penipuan sindikat barang antik ini katanya tidak hanya masyarakat yang tidak berpendidikan, mereka yang sudah S2 saja bisa ditipu rayuan sindikat ini.***(nop)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Hukum lainnya..........
- Empat Polisi Terlibat Jaringan Pengedar Sabu di Pekanbaru
Kombes Pol Aries: "Akan Kami Libas, Apapun Pangkatnya"

- Maling Motor dari Dalam Rumah Kembali Resahkan Warga Rohul
- Tak Tuntas, LSM Laporkan Tiga Proyek Dinas CKTR Kuansing ke KPK
- Diparkir di Tepi Jalan, Dump Truk Warga Kuansing Digondol Maling
- Divonis Bebas, JPU Kasus Aseng Pikir-pikir Dulu
- Divonis Bebas, Aseng Merasa Dapat Berkah Waisak 2559
- Empat Oknum Polisi Terlibat,
Polresta Pekanbaru Bongkar Kawanan Pengedar Sabu



Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.227.231.144
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com