Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Kamis, 25 Agustus 2016 21:09
Selatpanjang Mulai Kondusif, Akses ke Polres Ditutup Polisi

Kamis, 25 Agustus 2016 20:18
Bupati Bengkalis Tinjau Karlahut di Dua Desa di Pinggir

Kamis, 25 Agustus 2016 20:01
Modus Motor Rusak, Motor Pelajar di Tambusai Utara, Rohul Dibawa Kabur

Kamis, 25 Agustus 2016 19:35
Kepsek se-Kecamatan Tambang Kunjungi RTMPE dan P4S

Kamis, 25 Agustus 2016 19:28
Jenazah Brigadir Adil S Tambunan Bakal Dimakamkan di Sumut

Kamis, 25 Agustus 2016 19:19
KKKS Kampar Bantu Lansia dan Anak Berprestasi

Kamis, 25 Agustus 2016 19:07
Penemuan Tengkorak Manusia Bikin Geger Warga Dumai



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Ahad, 31 Maret 2013 12:17
Waspada! Penipu Berkedok Barang Antik Marak di Rohil

Sejumlah warga Rokan Hilir menjadi korban penipuan. Para pelaku melakukan aksi dengan berkedok perdagangan barang antik dan keramat.

Riauterkini-BAGANSIAPIAPI-Penipuan berkedok barang antik marak di Rohil. Modusnya penukaran tanah dengan barang antik tersebut.

Kondisi itu dikatakan Zakia Hada, S.Sn, M.Hum, Kasi Sejarah Kepurbakalaan dan Museum Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga Rohil, Minggu (30/3/13) di Bagansiapiapi.

Pihaknya menurut Zakia sering mendapatkan informasi kalau masyarakat di Rohil banyak yang telah membeli benda antik dari sindikat dengan menukarkan tanahnya, dan barang antik itu diiming-imingi bisa dihargai mencapai Rp 4,5 miliar.

Ternyata, setelah didatangkan tim dari Museum Sang Nila Utama Pekanbaru, barang antik tersebut hanya berupa kerajinan asal Yogyakarta dan tidak berharga sama sekali.

Sementara korban telah habis harta bendanya tergiur bujuk rayu sindikat tersebut, bahkan mereka tidak segan-segan memperlihatkan harga barang antik itu dari internet sebagai salah satu cara untuk meyakinkan.

Atas kejadian tersebut, pihaknya mengingatkan masyarakat Rohil agar tidak tergiur rayuan sindikat penjualan barang antik yang menyatakan kalau barang itu bisa dijual dengan harga miliaran rupiah.

Dijelaskan, untuk bisa dilakukan pembelian barang antik atau koleksi untuk museum oleh pemerintah, harus dilakukan terlebih dahulu identifikasi dan pengujian barang antik tersebut, sampai mendatangkan tim ahli yang sudah memiliki sertifikasi pengujiannya dari Museum Nasional Jakarta. “Setelah dinyatakan oleh tim dari Museum Nasional barang tersebut memang berharga, baru bisa pemerintah daerah membelinya, kalau tidak, kami bisa masuk penjara,” katanya sama-sama mengingatkan.

Korban penipuan sindikat barang antik ini katanya tidak hanya masyarakat yang tidak berpendidikan, mereka yang sudah S2 saja bisa ditipu rayuan sindikat ini.***(nop)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Hukum lainnya..........
- Selatpanjang Mulai Kondusif, Akses ke Polres Ditutup Polisi
- Modus Motor Rusak, Motor Pelajar di Tambusai Utara, Rohul Dibawa Kabur
- Jenazah Brigadir Adil S Tambunan Bakal Dimakamkan di Sumut
- Kasus Karlahut,
Kabareskim: 15 Korporasi di SP3 Karena Tidak Cukup Bukti

- Mengulang Tragedi 2001 di Meranti,
Ribuan Massa Sempat Membakar Asrama Polisi

- Bentrok Massa Vs Polisi di Meranti Terus Berlanjut
- Pemenggal Kepala Nenek di Rohul Dituntut 20 Tahun Penjara


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 107.22.86.42
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com