Untitled Document
Rabu, 3 Safar 1436 H |
Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Rabu, 26 Nopember 2014 21:20
Dewan Mengecam,
FPI Ingatkan Polisi Insiden Musholla RRI Sangat Serius


Rabu, 26 Nopember 2014 21:17
Cukong Perambah Hutan Cagar Biosfer Diamankan Polsek Pinggir

Rabu, 26 Nopember 2014 21:15
Kembali Byarpet, PLN Duri Bikin Jengkel Ratusan Ribu Pelanggannya

Rabu, 26 Nopember 2014 21:06
Operasi Zebra 2014, Polres Rohil Kerahkan 55 Personil

Rabu, 26 Nopember 2014 20:23
Disergap di Jambi, Rampok Penembak Mati Polisi Berhasil Kabur

Rabu, 26 Nopember 2014 20:18
Banyak Dikecam, Polisi Serbu Mahasiswa di Musholla Bakal Ditindak

Rabu, 26 Nopember 2014 20:01
PLTA Buka Pintu Air,
Sejumlah Desa Disepanjang Sungai Kampar Terendam Banjir




Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Jum’at, 22 Maret 2013 20:57
Ayah Korban Lapor Polisi.
Pengusaha Gaek di Rohul Nikahi Murid SD


Seorang pengusaha tua asal Tambusai Timur dilaporkan ke Polres Rohul. Ia telah menikahi murid kelas IV SD dan kini membawa pergi berbulan madu.

Riauterkini-PASIRPANGARAIAN- Kisah Syekh Puji nikahi anak di bawah umur juga terjadi di Kabupaten Rokan Hulu. H Pengadilan (47), seorang pengusaha di Desa Tambusai Timur Kecamatan Tambusai diketahui telah menikahi LN boru Zebua (12), bocah yang masih duduk di Kelas VI sekolah dasar.

Pengadilan, pria beristri, diketahui masyarakat telah menikah sirih dengan LN yang seharusnya jadi cucunya di pondok kebun kelapa sawit miliknya di Dusun Bukit Senyum Tambusai Timur, 9 Desember 2011 lalu sekitar pukul 22.00 Wib.

Murid di salah satu SD di Kota Padang Sidempuan Mandailing Natal, Sumatera utara (Sumut) tersebut, dinikahi Pengadilan secara paksa dan tanpa seizin kedua orang tuanya yang tinggal di pondok kebun kelapa sawit milik Pengadilan di Tambusai Timur.

Ayah LN, Paigizosoki alias Muhammad Soleh baru memeluk agama Islam (muallaf.red) mengaku dipaksa Pengadilan agar menikahkan dengan putrinya. Karena merasa berhutang budi terhadap pengusaha itu, kedua orang tuanya tidak bisa berbuat banyak.

Keluarga asal Nias itu pindah dari Padang Sidempuan ke Rohul, 2 Desember 2011 lalu. Bersama empat anaknya, M Soleh tinggal di Tambusai Timur bekerja di kebun Pengadilan. Mereka diizinkan menempati pondok di kebun pengusaha yang telah beruban tersebut.

M Soleh mengaku sempat diancam Pengadilan. Jika tidak menikahkan anaknya yang masih di bawah umur dengan dirinya, mereka sekeluarga akan diusir dari pondok kebun.

"Saya sempat bertanya dimana bisa dapat ongkos pulang, tapi Pak Haji (Panggilan Pengadilan.red) katakan kami jalan kaki ke Padang Sidempuan," jelas M Soleh saat mengadu ke Pokja Pengaduan Pelayanan dan Fasilitas KPAID Rohul, Engki Prima Putra, disaksikan Wakil Ketua KPAID Rokan Hulu Yurnalis, di kantornya di Pasirpangaraian, Jumat (22/3/13).

Ayah LN mengaku telah sampaikan ke Pengadilan jika anaknya masih di bawah umur, tapi tetap memaksa. "Katanya biar di rumahnya anak saya dibesarkan. Anak saat sempat menangis dan berteriak, tapi dia dipaksa keluar Pak Haji yang telah membawa Penghulu," kata M Soleh.

"Dengan mahar 50 ribu, malam ituu juga anak saya dinikahinya dan kemudian dibawa lari entah kemana. Sampai hari ini belum pulang," tambahnya lagi.

M Soleh, pria yang baru saja ditinggalkan istrinya dua tahun lalu itu mengaku 3 bulan anaknya hilang, ia sempat mencari ke rumah Pengadilan di Pasar DK IV Desa Suka Maju Kecamatan Tambusai. Disana terungkap, jika penghulu yang menikahkan anaknya hanya seorang tukang pangkas.

"Surat nikahnya juga tidak ada saya tandatangani. Di dalam surat nikah itu, anak saya ditulis sudah berusia 18 tahun. Ini namanya penipuan," ujarnya.

Soleh mengaku telah melaporkan Pengadilan ke Polres Rohul sejak 28 Februari 2013 lalu, tapi sampai hari ini belum diketahui tindak lanjut kasusnya. Pada 13 Maret lalu, surat perkembangan hasil penyelidikan (SP2HP) bernomor B/09.a/III/2013/Reskrim telah keluar, anehnya pada poin dua penyidik nyatakan tidak temukan ada tindak pidana.

Karena ada desakan dari masyarakat untuk mengungkap kasusnya, lantas Kamis kemarin (21/3/13), M Soleh mengaku dipanggil penyidik Polres Rohul.

"Saya dipanggil penyidik untuk kelanjutan laporan. Kita sekeluarga berharap Polisi memproses Pak Haji sebab telah melarikan anak saya yang masih di bawah umur," sampainya.

"Anak saya masih punya hak untuk hidup, tumbuh, dan berkembang. Kami juga minta KPAID bisa mendampingi dan mengawasi jalannya proses hukum," harap M Soleh lagi.

KPAID desak Polisi Ungkap Kasus

Masih di tempat sama, Wakil Ketua KPAID Rohul Yurnalis mengaku prihatin. Menurutnya, atas tindakannya, Pengadilan telah melanggar Undang-Undang (UU) nomor 1 tahun 1974 tentang Perkawinan, dan UU nomor 23 tahun 2004 tentang perlindungan anak.

Yurnalis desa Kepolisian panggil penghulu yang menikahkan Pengadilan dengan anaknya, apalagi telah mengaku dari Kantor Urusan Agama (KUA) setempat.

"KPAID minta polisi segera proses kasusnya. Ada unsur pidana disini, seperti bentuk tipu muslihat dan merayu anak di bawah umur untuk diajak nikah. Di surat nikah, usia LN juga ubah menjadi 18 tahun, serta tanpa ada izin dari orang tuanya," harap Yurnalis.

Di lain tempat, Kapolres Rohul AKBP Yudi Kurniawan, dikonfirmasi melalui Kasat Reskrim Polres AKP Syahruddin Tanjung mengatakan anak itu bukan dilarikan, tapi dinikahi secara siri oleh Pengadilan di depan ayahnya.

Kepada Polisi, Pengadilan yang statusnya baru sebatas saksi mengaku sebulan pasca menikah dengannya, LN melarikan diri dari rumahnya. Sampai sekarang belum diketahui keberadaannya.

"Kendalanya, kita belum tau keberadaan LN sampai sekarang. Kita mau tau, apakah surat nikah yang ditekennya dalam keadaan tertekan atau dipaksa," ungkap Kasat Reskrim, AKP Syahruddin.***(zal)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
KIAN SANTANG PUTRA PRABU SILIWANGI
inilah contoh murid Syech Puji dan kawan seperguruan aceng fikri.

ahai...
yg komen makin beceloteh makin asyikkkkkkkkkkkkkk.....

ujang kiok
pak aji dunia udah mau kimat. Umur udah sekarat. Cepat2 lah tobat, balek kan lah anak orang itu. Sambil jalani hukuman.

urang ganteng
pak aji ada anak gadis tak buat aku nikahi.......

imam samudra
jangan lupa ajari dia sholat pak haji.

pak haji
jangan iri dong,saya haji.tontulah awak mana yang baik dan buruk.

bujang
pelan2 pak haji,awas robek.

bukan kawan ujang
hai jang,kau nih macam tukang sapu aja di polres,komen %@!*,andai kau yg ngalami seprti itu,baru tau,semoga aja,menimpamu

geboy
YANG JELAS POLISINYA UDAH DISOGOK..BUKTINYA PELAKUNYA MASIH SEBAGAI SAKSI,,PADAHAL KLO PELAKUNYA ORANG BIASA SUDAH PASTI DIJERAT DENGAN PASAL MENIKAH DENGAN ANAK DIBAWAH UMUR,,TAPI KARENA UANGNYA MENGALIR YAAAAAAAAAAAA POLISINYA IKUT BELA DAN MALAH B

Raja Zolim RZ
Dasar riauterkini ngurusin orang kawin saja beritamu memangnya orang kawin salah???? Istriku yang buaaaanyaaaaak saja tidak ada yang keberatan belum lagi simpananku yang bertaburan! Kau amek jadilah kau pengikutku si Rajo Zalim RZ penjahat kelamin ke

imron
Disini terlihat bahwa tak ada bedanya kasus di atas dengan pemerkosaan. Hanya dalam kasus ini pemerkosaan dibawah emebel-embel agama. Pun, saya lihat polisi seperti malas2an untuk mengusut kasus ini karena lazimnya polisi tunduk pada UANG bukan HUKUM

Polisi Bongak bin %@!*
Makin jijik liat aparat kepolisian niy....anak SD dinikahi dilibas aja org yg nikahi tuh

POL-ISI
MAKANYA JANGAN MACAM MACAM SAMA INSTITUSI KAMI. LIHAT APA ADA KASUS KORUPSI YG KAMI AJUKAN KE PN. TAPI KALAU ADA KASUS LAPORAN KORUPSI DARI LSM PASTI KAMI CEPAT TANGGAP UNTUK 86. KALAU ADA YG TANYA SUDAH BAGAIMANA PERKEMBANGAN, JAWAB KAMI SUDAH PASTI

ITU ANU
itu yang namanya ujang,,kamu antekj polisi yaaa makanya selalu bialang praduga tak bersalah,,,ATAU KAMU SALAH SATU YG BUAT SALAH DAN DIBELA KARENA UANG JUGA YAAA,,COBA DONG BERPIKIR SEDIKIT TENTANG PENANGANAN KASUS DAN BACA JUGA KASUS DAN KOMENTAR YG

gondrong
KLO YANG NAMANYA HUKUM DIROHUL GAK USAH HERAN,,SEMUA TERGANTUNG UANGNYA,,,LIAT AJ KASUS ANAK SMP YG NABRAK ORANG BERMOTOR DIPERKANTORAN PEMDA DULU,,UDAH JELAS ANAK TERSEBUT SENDIRIAN,,MASIH ENTENG KASATRESKRIM ROHUL BILANG DIDAMPINGI AYAHNYA,,JADI SA

pendukung ahmad
Rohuk negeri seribu suluk...cafe2 yg menyediakan %@!* dan pelacur tersebar di setiap sudut kabupaten,di jln lingkar berdiri karoke mesum.... Mari kita dukung ahmad jd gubernur riau, biar beliau cepat keluar dr negeri rohul...munafik,bupati bersorba

PNS ROHUL / M. ZEN RAKUS
KARENA BUPATINYA SHOW TRS DAN MEGATAKAN PEMIMPIN ROHUL RELIGIUS

PNS ROHUL / M. ZEN RAKUS
KARENA BUPATINYA SHOW TRS DAN MEGATAKAN PEMIMPIN ROHUL RELIGIUS

PARMALIM
Para Komentator ngga perlu saling bertengkar dan saling menyalahkan bagaimana Proses di Polisi,,, yang palin utama Pak Haji ini yg perlu dimusnahkan....Yg heran kok ada Manusia seperti Haji Pengadilan ini hidup di Rokan Hulu, padahal Perbuatan Pak Ha

Mr Koplak
Ini masalah kok sepeertinya dianggap main2 saja oleh Pihak Pihak yg Berwewenang... Perlu adanya kekuatan masyarakat unuk menekan supaya dilanjutkan proses hukumnya. Kalau setiap masalah selalu harus ada tekanan di masyarakat.... lha ngapain mereka di

Ujang
Itu yg ngaku malaikat, kalau sekolahmu cuma tamat kelas 3 SD nggak usah buat komentar, buat malu warga aja. Biarkan aja Polisi memproses perkara itu, kan ada azaz Praduga tak bersalah, kalau memang nggak selesai baru ditanya apa kendalanya.

ungkal
nafsu kuda tu atuk

Kadul
Gaek jahanam...KIAMAT MAKIN DAKEK..

Malaikat
Pak Kapolda Riau, tolong evaluasi kinerja Kapolres Rohul. Sebab, selama beliau menjabat, banyak kasus yang ditangani raib begitu saja.

Malaikat
Pak Kapolres ? Berapa banyak uang yang dikasih si Pengadilan ke bapak, sehingga kasus ini terkesan dipetieskan? Sepertinya jika orang berduit yang melapor bapak tanggap. Sebaliknya jika orang miskin yang melapor ke bapak, apalagi yang orang yang dila

Kasep
Polisi harus bekerja dan profesional menuntaskan masalah ini

polisi bongak
jelas jelas bapak nya gak setuju anaknya di kawini karena masih dibawah umur.. eh pulisinya bilang ada tekanan atau dipaksa tidak??? anak kecil mana tau ditekan atau di paksa... dasar polisi bongak... yg iya cari dulu anaknya..masih hidup atau gimana

polisi bongak
jelas jelas bapak nya gak setuju anaknya di kawini karena masih dibawah umur.. eh pulisinya bilang ada tekanan atau dipaksa tidak??? anak kecil mana tau ditekan atau di paksa... dasar polisi bongak... yg iya cari dulu anaknya..masih hidup atau gimana


Berita Hukum lainnya..........
- Dewan Mengecam,
FPI Ingatkan Polisi Insiden Musholla RRI Sangat Serius

- Cukong Perambah Hutan Cagar Biosfer Diamankan Polsek Pinggir
- Operasi Zebra 2014, Polres Rohil Kerahkan 55 Personil
- Disergap di Jambi, Rampok Penembak Mati Polisi Berhasil Kabur
- Banyak Dikecam, Polisi Serbu Mahasiswa di Musholla Bakal Ditindak
- Korupsi Pengerjaan Parit Beton Jalan Desa di Bengkalis,
Empat Terdakwa Divonis 14 Bulan Hingga 18 Bulan

- Seorang Bandar Togel Dibekuk Polres Kampar


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.167.173.217
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com