Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Selasa, 16 Januari 2018 21:39
KPU Tegaskan Anggota TNI/Polri tak Bisa Kembali Aktif Setelah Pilkada

Selasa, 16 Januari 2018 21:18
RPK Bulog Bengkalis Atasi Masalah Mahalnya Beras

Selasa, 16 Januari 2018 20:48
DPRD Riau Upayakan Masyarakat Penghasilan di Bawah Rp3 Juta Punya Rumah

Selasa, 16 Januari 2018 19:34
Puluhan Rumah Pekerja PT RSUP Pulau Burung, Inhil Ludes Terbakar

Selasa, 16 Januari 2018 19:09
Legislator Riau Sayed Abubakar Ajak Masyarakat Tidak Beli Beras Impor

Selasa, 16 Januari 2018 19:01
Pelajar SMKN I Minas Acungkan Jempol untuk Mendapat Tumpangan ke Sekolah

Selasa, 16 Januari 2018 18:53
Korupsi Pembangunan Triange dan Wifi di Inhu
Hakim Vonis Terdakwa 4 Tahun Penjara


Selasa, 16 Januari 2018 18:35
Golkar Pelalawan Bertekad Menangkan Pasangan Andi-Suyatno

Selasa, 16 Januari 2018 18:22
Dewan Desak Kementrian LHK Segera Setujui KLHS RTRW Riau

Selasa, 16 Januari 2018 18:02
Hering DPRD Pelalawan dengan PT Arara Abadi Hanya Berjalan 10 Menitan

loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Jum’at, 22 Maret 2013 20:57
Ayah Korban Lapor Polisi.
Pengusaha Gaek di Rohul Nikahi Murid SD


Seorang pengusaha tua asal Tambusai Timur dilaporkan ke Polres Rohul. Ia telah menikahi murid kelas IV SD dan kini membawa pergi berbulan madu.

Riauterkini-PASIRPANGARAIAN- Kisah Syekh Puji nikahi anak di bawah umur juga terjadi di Kabupaten Rokan Hulu. H Pengadilan (47), seorang pengusaha di Desa Tambusai Timur Kecamatan Tambusai diketahui telah menikahi LN boru Zebua (12), bocah yang masih duduk di Kelas VI sekolah dasar.

Pengadilan, pria beristri, diketahui masyarakat telah menikah sirih dengan LN yang seharusnya jadi cucunya di pondok kebun kelapa sawit miliknya di Dusun Bukit Senyum Tambusai Timur, 9 Desember 2011 lalu sekitar pukul 22.00 Wib.

Murid di salah satu SD di Kota Padang Sidempuan Mandailing Natal, Sumatera utara (Sumut) tersebut, dinikahi Pengadilan secara paksa dan tanpa seizin kedua orang tuanya yang tinggal di pondok kebun kelapa sawit milik Pengadilan di Tambusai Timur.

Ayah LN, Paigizosoki alias Muhammad Soleh baru memeluk agama Islam (muallaf.red) mengaku dipaksa Pengadilan agar menikahkan dengan putrinya. Karena merasa berhutang budi terhadap pengusaha itu, kedua orang tuanya tidak bisa berbuat banyak.

Keluarga asal Nias itu pindah dari Padang Sidempuan ke Rohul, 2 Desember 2011 lalu. Bersama empat anaknya, M Soleh tinggal di Tambusai Timur bekerja di kebun Pengadilan. Mereka diizinkan menempati pondok di kebun pengusaha yang telah beruban tersebut.

M Soleh mengaku sempat diancam Pengadilan. Jika tidak menikahkan anaknya yang masih di bawah umur dengan dirinya, mereka sekeluarga akan diusir dari pondok kebun.

"Saya sempat bertanya dimana bisa dapat ongkos pulang, tapi Pak Haji (Panggilan Pengadilan.red) katakan kami jalan kaki ke Padang Sidempuan," jelas M Soleh saat mengadu ke Pokja Pengaduan Pelayanan dan Fasilitas KPAID Rohul, Engki Prima Putra, disaksikan Wakil Ketua KPAID Rokan Hulu Yurnalis, di kantornya di Pasirpangaraian, Jumat (22/3/13).

Ayah LN mengaku telah sampaikan ke Pengadilan jika anaknya masih di bawah umur, tapi tetap memaksa. "Katanya biar di rumahnya anak saya dibesarkan. Anak saat sempat menangis dan berteriak, tapi dia dipaksa keluar Pak Haji yang telah membawa Penghulu," kata M Soleh.

"Dengan mahar 50 ribu, malam ituu juga anak saya dinikahinya dan kemudian dibawa lari entah kemana. Sampai hari ini belum pulang," tambahnya lagi.

M Soleh, pria yang baru saja ditinggalkan istrinya dua tahun lalu itu mengaku 3 bulan anaknya hilang, ia sempat mencari ke rumah Pengadilan di Pasar DK IV Desa Suka Maju Kecamatan Tambusai. Disana terungkap, jika penghulu yang menikahkan anaknya hanya seorang tukang pangkas.

"Surat nikahnya juga tidak ada saya tandatangani. Di dalam surat nikah itu, anak saya ditulis sudah berusia 18 tahun. Ini namanya penipuan," ujarnya.

Soleh mengaku telah melaporkan Pengadilan ke Polres Rohul sejak 28 Februari 2013 lalu, tapi sampai hari ini belum diketahui tindak lanjut kasusnya. Pada 13 Maret lalu, surat perkembangan hasil penyelidikan (SP2HP) bernomor B/09.a/III/2013/Reskrim telah keluar, anehnya pada poin dua penyidik nyatakan tidak temukan ada tindak pidana.

Karena ada desakan dari masyarakat untuk mengungkap kasusnya, lantas Kamis kemarin (21/3/13), M Soleh mengaku dipanggil penyidik Polres Rohul.

"Saya dipanggil penyidik untuk kelanjutan laporan. Kita sekeluarga berharap Polisi memproses Pak Haji sebab telah melarikan anak saya yang masih di bawah umur," sampainya.

"Anak saya masih punya hak untuk hidup, tumbuh, dan berkembang. Kami juga minta KPAID bisa mendampingi dan mengawasi jalannya proses hukum," harap M Soleh lagi.

KPAID desak Polisi Ungkap Kasus

Masih di tempat sama, Wakil Ketua KPAID Rohul Yurnalis mengaku prihatin. Menurutnya, atas tindakannya, Pengadilan telah melanggar Undang-Undang (UU) nomor 1 tahun 1974 tentang Perkawinan, dan UU nomor 23 tahun 2004 tentang perlindungan anak.

Yurnalis desa Kepolisian panggil penghulu yang menikahkan Pengadilan dengan anaknya, apalagi telah mengaku dari Kantor Urusan Agama (KUA) setempat.

"KPAID minta polisi segera proses kasusnya. Ada unsur pidana disini, seperti bentuk tipu muslihat dan merayu anak di bawah umur untuk diajak nikah. Di surat nikah, usia LN juga ubah menjadi 18 tahun, serta tanpa ada izin dari orang tuanya," harap Yurnalis.

Di lain tempat, Kapolres Rohul AKBP Yudi Kurniawan, dikonfirmasi melalui Kasat Reskrim Polres AKP Syahruddin Tanjung mengatakan anak itu bukan dilarikan, tapi dinikahi secara siri oleh Pengadilan di depan ayahnya.

Kepada Polisi, Pengadilan yang statusnya baru sebatas saksi mengaku sebulan pasca menikah dengannya, LN melarikan diri dari rumahnya. Sampai sekarang belum diketahui keberadaannya.

"Kendalanya, kita belum tau keberadaan LN sampai sekarang. Kita mau tau, apakah surat nikah yang ditekennya dalam keadaan tertekan atau dipaksa," ungkap Kasat Reskrim, AKP Syahruddin.***(zal)

Loading...


Berita Hukum lainnya..........
- Puluhan Rumah Pekerja PT RSUP Pulau Burung, Inhil Ludes Terbakar
- Korupsi Pembangunan Triange dan Wifi di Inhu
Hakim Vonis Terdakwa 4 Tahun Penjara

- Kejati Tahan Tersangka Baru Korupsi Bappeda Rohil
- Menyamar Jadi Pembeli, Personel Polsek Payung Sekaki Ciduk Seorang Pengedar Sabu
- Mahasiswa dan Pemuda Pekanbaru Kembali Desak Kejati Riau Usut Dalang Kasus Korupsi RTH
- Pembunuhan Disertai Mutilasi di Rupat,
PT Pekanbaru Batalkan Pidana Mati Heriyanto

- Termasuk Kapolsek Kateman,
Jabatan Kasat Reskrim dan Kasat Lantas Polres Inhil Disertijabkan

- Pajero Sport Seruduk Rumah Milik Orangtua Anggota DPRD Pelalawan
- Seorang Ibu di Tambut, Rohul Temukan Dua Balitanya Tewas dalam Parit
- Maling di Duri Tewas Setelah Berduel dengan Pemilik Ayam
- Korupsi Simkudes, Kepala BPMPD Siak Divonis 1 Tahun
- Perkara Pemalusan Surat Jual Beli Tanah,
Kuasa Hukum Bersikukuh Status Terdakwa Poniman Tidak Sah

- Hakim Tunda Vonis Terdakwa Korupsi Dana Anggaran Bappeda Rohil
- Kasat Lantas dan Kasat Narkoba Polres Bengkalis Dimutasi
- Warga Panipahan, Rohil Lehernya Digorok Pria tak Dikenal dalam Rumahnya
-
- Tabrak Bocah Hingga Tewas, Motor Suzuki FU dan Pengemudi Diamankan Polisi di I nhil
- Kepergok Berzina, Pria Berusia 62 Tahun Tewas Dikeroyok Istri dan 5 Anaknya
- Sudah Terciduk,
Identitas Pelaku Pengrusakan Baliho Gubri Masih Dirahasiakan Polisi

- Jual Ganja, 3 Warga Tembilahan, Inhil Ditangkap Polisi


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda : 54.226.179.247
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com