Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Ahad, 19 Nopember 2017 09:40
Respon Putusan Bawaslu, KPU Terima Pendaftaran 9 Parpol

Ahad, 19 Nopember 2017 09:24
2.400 Pelari Ramaikan Foam Run Telkomsel Di Kota Pekanbaru

Ahad, 19 Nopember 2017 05:17
HGN 2017, Bupati Inhil Tegaskan Peran Guru Mencerdaskan Anak Bangsa

Sabtu, 18 Nopember 2017 17:38
MUI Kuansing Lakukan Pemetaan Aliran Sesat

Sabtu, 18 Nopember 2017 16:52
Dishub Dumai Segera Tertibkan Travel Ilegal

Sabtu, 18 Nopember 2017 15:03
Diduga Frustasi dengan Penyakitnya,
Seorang Bapak di Gunung Toar Nekad Gantung Diri


Sabtu, 18 Nopember 2017 13:32
1x24 Jam Napi Bandar Narkoba Malaysia Kabur,
Tiga Petugas Kemenkum HAM Lakukan Pemeriksaan 4 Petugas Lapas Bengkalis


Sabtu, 18 Nopember 2017 12:39
Kapolres Kampar Pimpin Apel Gelar Pasukan Pengamanan Pilkades Serentak

Sabtu, 18 Nopember 2017 11:41
Asah Kemampuan, Personel Inhil Taja Latihan Bongkar Pasang Senjata SS1

Sabtu, 18 Nopember 2017 11:38
Duta Rohul, Desa Bangun Jaya Juara Pertama Desa Per PHBS Riau 2017

loading...



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.


Jum’at, 22 Maret 2013 20:57
Ayah Korban Lapor Polisi.
Pengusaha Gaek di Rohul Nikahi Murid SD


Seorang pengusaha tua asal Tambusai Timur dilaporkan ke Polres Rohul. Ia telah menikahi murid kelas IV SD dan kini membawa pergi berbulan madu.

Riauterkini-PASIRPANGARAIAN- Kisah Syekh Puji nikahi anak di bawah umur juga terjadi di Kabupaten Rokan Hulu. H Pengadilan (47), seorang pengusaha di Desa Tambusai Timur Kecamatan Tambusai diketahui telah menikahi LN boru Zebua (12), bocah yang masih duduk di Kelas VI sekolah dasar.

Pengadilan, pria beristri, diketahui masyarakat telah menikah sirih dengan LN yang seharusnya jadi cucunya di pondok kebun kelapa sawit miliknya di Dusun Bukit Senyum Tambusai Timur, 9 Desember 2011 lalu sekitar pukul 22.00 Wib.

Murid di salah satu SD di Kota Padang Sidempuan Mandailing Natal, Sumatera utara (Sumut) tersebut, dinikahi Pengadilan secara paksa dan tanpa seizin kedua orang tuanya yang tinggal di pondok kebun kelapa sawit milik Pengadilan di Tambusai Timur.

Ayah LN, Paigizosoki alias Muhammad Soleh baru memeluk agama Islam (muallaf.red) mengaku dipaksa Pengadilan agar menikahkan dengan putrinya. Karena merasa berhutang budi terhadap pengusaha itu, kedua orang tuanya tidak bisa berbuat banyak.

Keluarga asal Nias itu pindah dari Padang Sidempuan ke Rohul, 2 Desember 2011 lalu. Bersama empat anaknya, M Soleh tinggal di Tambusai Timur bekerja di kebun Pengadilan. Mereka diizinkan menempati pondok di kebun pengusaha yang telah beruban tersebut.

M Soleh mengaku sempat diancam Pengadilan. Jika tidak menikahkan anaknya yang masih di bawah umur dengan dirinya, mereka sekeluarga akan diusir dari pondok kebun.

"Saya sempat bertanya dimana bisa dapat ongkos pulang, tapi Pak Haji (Panggilan Pengadilan.red) katakan kami jalan kaki ke Padang Sidempuan," jelas M Soleh saat mengadu ke Pokja Pengaduan Pelayanan dan Fasilitas KPAID Rohul, Engki Prima Putra, disaksikan Wakil Ketua KPAID Rokan Hulu Yurnalis, di kantornya di Pasirpangaraian, Jumat (22/3/13).

Ayah LN mengaku telah sampaikan ke Pengadilan jika anaknya masih di bawah umur, tapi tetap memaksa. "Katanya biar di rumahnya anak saya dibesarkan. Anak saat sempat menangis dan berteriak, tapi dia dipaksa keluar Pak Haji yang telah membawa Penghulu," kata M Soleh.

"Dengan mahar 50 ribu, malam ituu juga anak saya dinikahinya dan kemudian dibawa lari entah kemana. Sampai hari ini belum pulang," tambahnya lagi.

M Soleh, pria yang baru saja ditinggalkan istrinya dua tahun lalu itu mengaku 3 bulan anaknya hilang, ia sempat mencari ke rumah Pengadilan di Pasar DK IV Desa Suka Maju Kecamatan Tambusai. Disana terungkap, jika penghulu yang menikahkan anaknya hanya seorang tukang pangkas.

"Surat nikahnya juga tidak ada saya tandatangani. Di dalam surat nikah itu, anak saya ditulis sudah berusia 18 tahun. Ini namanya penipuan," ujarnya.

Soleh mengaku telah melaporkan Pengadilan ke Polres Rohul sejak 28 Februari 2013 lalu, tapi sampai hari ini belum diketahui tindak lanjut kasusnya. Pada 13 Maret lalu, surat perkembangan hasil penyelidikan (SP2HP) bernomor B/09.a/III/2013/Reskrim telah keluar, anehnya pada poin dua penyidik nyatakan tidak temukan ada tindak pidana.

Karena ada desakan dari masyarakat untuk mengungkap kasusnya, lantas Kamis kemarin (21/3/13), M Soleh mengaku dipanggil penyidik Polres Rohul.

"Saya dipanggil penyidik untuk kelanjutan laporan. Kita sekeluarga berharap Polisi memproses Pak Haji sebab telah melarikan anak saya yang masih di bawah umur," sampainya.

"Anak saya masih punya hak untuk hidup, tumbuh, dan berkembang. Kami juga minta KPAID bisa mendampingi dan mengawasi jalannya proses hukum," harap M Soleh lagi.

KPAID desak Polisi Ungkap Kasus

Masih di tempat sama, Wakil Ketua KPAID Rohul Yurnalis mengaku prihatin. Menurutnya, atas tindakannya, Pengadilan telah melanggar Undang-Undang (UU) nomor 1 tahun 1974 tentang Perkawinan, dan UU nomor 23 tahun 2004 tentang perlindungan anak.

Yurnalis desa Kepolisian panggil penghulu yang menikahkan Pengadilan dengan anaknya, apalagi telah mengaku dari Kantor Urusan Agama (KUA) setempat.

"KPAID minta polisi segera proses kasusnya. Ada unsur pidana disini, seperti bentuk tipu muslihat dan merayu anak di bawah umur untuk diajak nikah. Di surat nikah, usia LN juga ubah menjadi 18 tahun, serta tanpa ada izin dari orang tuanya," harap Yurnalis.

Di lain tempat, Kapolres Rohul AKBP Yudi Kurniawan, dikonfirmasi melalui Kasat Reskrim Polres AKP Syahruddin Tanjung mengatakan anak itu bukan dilarikan, tapi dinikahi secara siri oleh Pengadilan di depan ayahnya.

Kepada Polisi, Pengadilan yang statusnya baru sebatas saksi mengaku sebulan pasca menikah dengannya, LN melarikan diri dari rumahnya. Sampai sekarang belum diketahui keberadaannya.

"Kendalanya, kita belum tau keberadaan LN sampai sekarang. Kita mau tau, apakah surat nikah yang ditekennya dalam keadaan tertekan atau dipaksa," ungkap Kasat Reskrim, AKP Syahruddin.***(zal)



loading...

Berita Hukum lainnya..........
- Diduga Frustasi dengan Penyakitnya,
Seorang Bapak di Gunung Toar Nekad Gantung Diri

- 1x24 Jam Napi Bandar Narkoba Malaysia Kabur,
Tiga Petugas Kemenkum HAM Lakukan Pemeriksaan 4 Petugas Lapas Bengkalis

- Asah Kemampuan, Personel Inhil Taja Latihan Bongkar Pasang Senjata SS1
- Jatuh ke Sungai Saat Merawai,
Penderita Epilepsi di Concong, Inhil Tewas Tenggelam

- Kisah Novia, Nyaris Jadi Tersangka Penyelundupan Sabu ke Lapas Bengkalis
- Bertabrakan dengan Mobil Terano, Warga Kuansing Ini Meninggal Dunia
- Razia di Jalan Raya,
Polres Siak Amankan 260 Hp Diduga Ilegal dan 3 Pria

- Tidak Cukup Bukti,
Wanita Cantk Terduga Pembawa Sabu ke Lapas Bengkalis Ini Dibebaskan Polisi

- Ayah Bejat di Rohul Ini Cabuli Anak Tirinya Berulang Kali
- Edarkan Ganja, 2 Pria di Duri, Bengkalis Ditangkap Polisi
- Polsek Tapung, Kampar Ringkus Seorang Pengedar Shabu
- Modus Gunakan Jasa Travel, Pengiriman Paket Sabu-sabu dan Ekstasi di Pekanbaru Dibongkar Polisi
- Ekspos 2,95 Kilogram Sabu, Kapolres Bengkalis Akui Kurir Dikendalikan dari Lapas Banjarmasin
- Napi Narkoba WN Malaysia Kabur Dari Lapas Bengkalis
- Korban Dicekoki Miras, Oknum Ketua RT di Pelalawan Dua Kali Gagahi Gadis 15 Tahun
- Seorang Nenek Ditemukan Tewas Terapung di Tanah Merah, Inhil
- Ratusan Buruh dari Desa Pekan Tua Demo Kantor Bea Cukai Tembilahan
- Dikabarkan Kuasa Dicabut,
Pengacara Tersangka Korupsi RTH Tetap Ajukan Prapid

- Korupsi Dana Diksar Satpol PP Bengkalis,
Kasatpol PP dan Kasi Ops Dihukum 1 Tahun 4 Bulan Penjara

- Setahun DPO, Pelaku Curas Ditangkap Polsek Tembilahan, Inhil


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda : 54.198.134.32
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com