Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Senin, 26 September 2016 19:34
Pembacok Pengendara Ranmor di Inhil Berhasil Ditangkap Polisi

Senin, 26 September 2016 19:32
Bupati Inhil Teken MoU Nusantara Sehat dengan Kemenkes RI

Senin, 26 September 2016 18:08
‪Bupati Kampar Sambut Kedatangan Jemaah Haji Kloter 9‬

Senin, 26 September 2016 18:07
SK 393 Kemen LHK,
Pansus RTRW DPRD Riau Jadikan Sebagai Refrensi Utama


Senin, 26 September 2016 18:06


Senin, 26 September 2016 18:05
Bakar Rumdis Komandan, Oknum Brimob Divonis 3,5 Tahun Penjara

Senin, 26 September 2016 18:02




Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Jum’at, 22 Maret 2013 16:20
Untuk Tersangka Kasus Suap PON Gubri,
Kabang Sekretaris dan Staf Ahli Anggota DPR Diperksa KPK


Penyidik KPK kembali memeriksa dua saksi dai lingkungan DPR RI untuk kasus suap PON. Keterangan keduanya untuk melengkapi berkas tersangka Gubri M Rusli Zainal.

Riauterkini-JAKARTA- Sepertinya kasus suap PON ke XVIII Riau terus mengalami berkembang dan meluas ke sejumlah instansi baik pemerintah maupun politisi. Bukan hanya daerah, tapi sudah merambah secara nasional, mulai dari politisi Senayan sampai ke sejumlah Kementerian Negara. Sejumlah saksi telah dihadirkan untuk tersangka Gubernur Riau HM Rusli Zainal atas kasus suap PON Riau.

Hari ini, Jum'at (22/3/13) Penyidik KPK memeriksa tiga saksi untuk tersangka Gubri. Yakni, Agus Salim Kabag Sekretaris Komisi X DPR, Wihaji Staf Ahli Anggota DPR dan Musa PNS di Kementerian Dalam Negeri.

Sampai saat ini ketiga saksi yang dijadwalkan hadir di Gedung KPK Jakarta Pukul 10.00 WIB, belum bisa dipastikan apakah hadir atau tidak. Karena saat dikonfirmasi ke Juru Bicara KPK Johan Budi, dia mengaku belum mendapat informasi.

Sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Kamis (21/3/13) kemarin memeriksa dua saksi terkait PON Riau. Kedua saksi yang dipanggil KPK adalah Ogan Sailendra Kabag Keuangan Kerja Sama Operasi (KSO) Kontraktor dari tiga perusahaan, yakni PT WIKA, PT PP dan PT Adhi Karya dan Hariyadi sebagai pengemudi Wayan Korioka Direktur Pemasaran PT PP.

Sebelumnya juga, KPK memanggil petinggi Di Kementerian Pemuda dan Olahraga sebagai saksi untuk tersangka Gubernur Riau HM Rusli Zainal terkait pencairan anggaran APBN untuk PON ke XVIII di Riau, yakni Sekretaris Menteri Pemuda dan Olahraga (Sesmempora) Yuli Mumpuni Widarso.

Selain Sesmempora Yuli Mumpuni Widarso, KPK juga memeriksa Deputi V Menko Kesra Sugihatatmo, namun keduanya tidak hadir. Tidak hanya itu, Deputi Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora Djoko Pekik Irianto juga tak luput dari pemeriksaan Penyidik KPK.***(jor)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Hukum lainnya..........
- Pembacok Pengendara Ranmor di Inhil Berhasil Ditangkap Polisi
- Bakar Rumdis Komandan, Oknum Brimob Divonis 3,5 Tahun Penjara
- Polres Dumai Tangkap Dua Maling Barang Elektronik
- Laka Maut di Jalan Pramuka, Bengkalis Satu Orang Tewas di Tempat
- Kodim 0320 Dumai Tangkap 5 Ton Bawang Merah Impor Ilegal
- Satu Unit Pondok Dibakar,
Tolak Aktivitas Penambang Galian C Warga Desa Kualu Demo

- Gara-gara Status di Media Sosial, Seorang Honorer Disdikbud Meranti Dipecat


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 23.22.206.103
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com