Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Jum’at, 15 Desember 2017 20:14
Kades Sudah tidak Beraktivitas,
Plt Bupati Rohul Janji Selesaikan Sengketa Lima Desa


Jum’at, 15 Desember 2017 18:41
Gubri dan Kasad Hadiri Puncak Peringatan HJK TNI AD ke-72

Jum’at, 15 Desember 2017 16:58
Ahad, Ayo Makan Ikan di Lapangan Tugu Bengkalis

Jum’at, 15 Desember 2017 16:54
BC Bengkalis Naik Tingkat dari Pratama ke Madya

Jum’at, 15 Desember 2017 16:16
Idana, Penyandang Disabilitas Asal Rohul Terima Kaki Palsu di Hari Juang Kartika

Jum’at, 15 Desember 2017 16:09
Daftar XL Prioritas di Penghujung 2017, Nikmati Diskon 50 Persen SEpanjang 2018

Jum’at, 15 Desember 2017 15:55
Lakukan Perampokan dan Pencabulan, Pengangguran di Duri Ini Dicokok Polisi

Jum’at, 15 Desember 2017 15:49
Tanoto Foundation dan RAPP Gelar Kampanye Membaca di Dua Kabupaten

Jum’at, 15 Desember 2017 15:14
Legislator DPRD Riau Ini Mediasi Warga Tapung Pencela Ustadz Abdul Somad

Jum’at, 15 Desember 2017 13:56
Terdakwa Korupsi Dana Anggaran Bappeda Rohil Minta Keringanan Hukuman, JPU Tetap Pada Dakwaan

loading...



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.


Kamis, 21 Maret 2013 18:20
Terkait Sengketa Tanah,
Warga Rohul Siap Bela Diri dari Preman PT MAN


Warga Sukadamai, Rohul mengharapkan desanya kondusif, namun jika terus diprovokasi preman PT MAN, mereka harus membela diri.

Riauterkini-PASIRPANGARAIAN- Insiden kerusuhan di Desa Suka Damai Kecamatan Tambusai Utara Kabupaten Rokan Hulu sudah kondusif, tapi begitu masyarakat setempat berharap suasana desa selamanya aman.

Sejumlah masyarakat Suka Damai mengungkapkan insiden Rabu sore kemarin (20/3/13) sekitar pukul 15.00 Wib, merupakan insiden kesekian kalinya terjadi, dimana karyawan PT Merangkai Artha Nusantara (MAN) masuk ke pemukiman penduduk, sengaja memancing emosi masyarakat setempat.

Kepala Desa Suka Damai, Gunarin, mengungkapkan, awal pemicu aksi nyaris bentrok antara 40 PAM Swakarsa PT MAN yang diduga oknum preman sewaan dari Sumatera Utara (Sumut) seperti Binjai, Tanah Karo, dan Medan, dengan sekitar 300 masyarakat setempat, Rabu sore kemarin, dipicu konflik berkepanjangan lahan KKPA yang belum selesai sampai hari ini.

Awalnya, puluhan PAM Swakarsa PT MAN lengkap dengan senjata tajam, panah, dan senjata beracun, masuk ke pemukiman penduduk. Tidak tahu alasannya, mereka berada mengumpul di depan salah satu rumah masyarakat setempat.

Sambil kumpul-kumpul, ternyata puluhan oknum diduga preman itu sengaja memancing emosi masyarakat. Selain seret-seret senjata tajam, oknum juga teriak-teriak.

Bukan itu saja, sedikitnya 5 kursi plastik di rumah Kepala desa turut dirusak para oknum perusahaan. Akibat aksi tersebut, emosi masyarakat memuncak dan sempat terjadi aksi lempar batu.

”Perusahaan sengaja membuat schock therapy atau menakut-nakuti masyarakat. Tentu di belakang layar ada akktor intelektualnya yang memang ahli hukum. Tapi saya sudah minta masyarakat tetap tenang,” ungkap Kades Suka Damai Gunarin di ujung telepon, Kamis sore (21/3/13).

Puluhan preman PT MAN sempat dibawa Gunarin ke kantor desa. Saat ditanya, mereka inginkan agar areal konflik diserahkan ke perusahaan. Para oknum diminta meninggalkan perkampungan, tapi saat akan pergi, sempat terjadi salah paham. Para oknum itu dikejar masyarakat sampai areal perkebunan.

”Polisi pun tahu kok mereka bawa senjata tajam dan senjata berbahaya lainnya. Tapi kita tidak tahu kenapa mereka tidak ditangkap,” ujar Gunarin.

”Kita berharap Polisi memberikan kenyaman kepada masyarakat, sehingga hal seperti kemarin tidak terulang, apalagi Polisi dengan oknum preman itu sudah saling kenal,” harap Gunarin lagi.

Lebih lanjut Gunarin mengatakan, warganya siap membela diri dan membertahankan tahan jatah transmigrasi jika dari rongrongan PT MAN. "Ini tahan resmi warga. Jatah dari program transmigrasi. Karena itu, warga akan mempertahankannya," tegasnya.

Di tempat terpisah, Kepala Polres Rohul AKBP Yudi Kurniawan mengaku tugas Polisi sebatas pengaman. Menurutnya, konflik baru selesai jika seluruh pihak terkait seperti perusahaan, masyarakat, Tata Pemerintahan, Badan Pertanahan Nasional, Dinas Kehutanan dan Perkebunan, serta instansi lain duduk satu meja selesaikan masalah.

Untuk menjaga situasi di Desa Suka Damai tetap kondusif, Kapolres Yudi mengaku telah intruksikan personilnya di Polsek Tambusai Utara untuk tetap patroli rutin ke perkampungan. Dan jika masyarakat terasa terancam dengan ulah oknum preman itu bisa melaporkan ke Polisi, tapi sejauh ini belum satu pun masyarakat melapor.

Sebenarnya, konflik KKPA bukan saja antara PT MAN dengan masyarakat Suka Damai, tapi turut melibatkan masyarakt Payung Sekaki dan Pagar Mayang karena areal perkebunan ada di beberapa desa. Kasusnya sendiri telah sampai ranah pengadilan dan Mahkamah Agung, tapi hasilnya belum diketahui.

Walau masyarakat tiga desa sempat demo besar-besaran di Kantor Bupati Rohul dan Kantor Kejaksaan Negeri Pasirpangaraian sampai berakhir anarkhis, dimana seorang jaksa bernama Ardiansyah jadi sasaran amukan massa sebab ditunding berpihak ke perusahaan, tapi perkara agraria itu belum terselesaikan.***(zal)



Berita Hukum lainnya..........
- Lakukan Perampokan dan Pencabulan, Pengangguran di Duri Ini Dicokok Polisi
- Terdakwa Korupsi Dana Anggaran Bappeda Rohil Minta Keringanan Hukuman, JPU Tetap Pada Dakwaan
- Polsek Kateman Tangkap Terduga Pelaku Perampokan
- Mayat Dalam.Sumur Ditemukan Warga Hendak Wudhu di Duri
-
- Kalap Temannya Kehilangan Anjing, Simatupang Menusuk 8 Orang di Kandis
- Hakim PN Bengkalis Vonis Mati Bandar Sabu 40 Kg
- Korupsi Dermaga Sungai Tohor Barat,
Kejari Kepulauan Meranti Tetapkan 4 Tersangka

- Belum Siap, Jaksa Batal Tuntut Pegawai Rutan Terjerat Pungli
- Korupsi ADD, Seorang Mantan Kades di Rohil Divonis 4 Tahun Penjara
- Buntut Pemanggilan Kejari,
Rekanan Sebut Oknum PPK Disdik Pelalawan Minta 'Setoran'

- Polda Riau Musnahkan 17 Kg Sabu dari 7 Tersangka
- Nistakan Islam di Facebook, P Hutahean Dilaporkan ke Polsek Minas
- Anggota DPRD Pelalawan Dukung Kejari Tangkap Petinggi PT Adei
- Keluarga Histeris,  Hakim PN Siak Vonis Mati Dua terdakwa Narkotika Lintas Negara
- Tersangka Terima Upah Rp4 Juta,
Polisi Tangkap Dua Kurir Sabu 10 Kg di Siakkecil, Bengkalis

- Korupsi RTH, Pendemo Desak Kejati Periksa Gubernur Riau
- Dua Terdakwa Narkotika Divonis Mati Hakim PN Siak
- Dugaan Pungli Proyek, Seorang Kasi di Disdik Pelalawan Diperiksa Kejari
- Setahun Berlalu, Eksekusi Petinggi PT Adei Plantation Tak Kunjung Terlaksana


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda : 54.147.40.153
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com