Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Ahad, 11 Desember 2016 17:45
Hadirkan Pangdam I BB, Besok Menwa UR Tuan Rumah YUdha Manunggal Chakti

Ahad, 11 Desember 2016 16:27
Disoraki Usai Pelantikan Pj Bupati, Jefry Noer Hardik Anggot DPRD Kampar Kampungan

Ahad, 11 Desember 2016 16:19
Pencemaran Nama Baik di Facebook,
Agung Minta Polisi Selidiki Penyuruh Rendy


Ahad, 11 Desember 2016 15:07
Dilantik Gubri, Syahrial Abdi Resmi jadi Pj Bupati Kampar

Ahad, 11 Desember 2016 14:05
16 DPC PAN di Rohul Ditargetkan Sudah Terbentuk Hingga Akhir 2016

Ahad, 11 Desember 2016 09:49
Festival Benteng Tuanku Tambusai di Rohul Digelar Dua Malam

Ahad, 11 Desember 2016 09:47
HAKI Ditutup, Gubri Minta Semua Pihak Konsistem Melawan Korupsi

Sabtu, 10 Desember 2016 21:48
Pelantikan Muslimat NU Riau,
Panitia Pastikan Persiapan Sudah Rampung


Sabtu, 10 Desember 2016 15:35
Masyarakat Tolak Said Aqil Siradj Hadiri Acara di Islamic Center Rohul

Sabtu, 10 Desember 2016 14:19
Indonesia Good Corporate Governance Award 2016,
Bank Riau Kepri Raih Peringkat 2 GCG untuk BUMD Nasional




Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Kamis, 21 Maret 2013 11:16
Diperas, Kontraktor Laporkan Oknum Polda Riau ke Kapolri

Seorang perwira Polda Riau dilaporkan ke Kapolri. Seorang kontraktor merasa menjadi korban pemerasannya.

Riauterkini-PEKANBARU-Direktur CV Rhaka Pratama, Syakirman melaporkan tindakan pemerasan yang dilakukan oknum anggota Polda Riau ke Kapolri, Selasa lalu (19/3/13).

Syakirman yang ditemui sejumlah wartawan di salah restoran, Kamis (21/3/13), menceritakan kronologis tindakan pemerasan yang dilakukan oleh oknum anggota Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Riau.

Awalnya, Syakirman memenuhi panggilan penyidik Ditreskrimum atas pengaduan rekan bisnisnya, Andri Putra. Ketua DPN Asosiasi Kontraktor Kontruksi Indonesia (AKSI) ini dilaporkan Andri dengan tuduhan menggelap uang proyek.

"Sebenarnya antara saya dengan Andri Putra terlibat urusan bisnis. Andri memakai perusahaan saya CV Rhaka Pratama untuk sebuah proyek. Tetapi di tangah jalan proyek itu tidak selesai. Tindakan Andri ini jelas akan merusak nama baik perusahaan saya, makanya saya ambil alih proyek tersebut," tuturnya.

Andri yang dibeking oknum penyidik Ditreskrimum terus menekan saya untuk membayarkan uang yang ia keluarkan untuk proyek tersebut. Disaksikan penyidik Ditreskrimum Aipda CA dan stafnya D, akhirnya Syakirman menyetujui membayarkan uang sebesar Rp500 juta melalui transfer Bank Mandiri, 15 Januari 2013.

"Saya pikir setelah membayarkan uang Rp500 juta kepada Andri Putra, masalah sudah selesai. Tetapi nyata tidak, saya kembali dipanggil Dirreskrimum melalui Kasubdit I Syamsul Anwar. Kasusnya tetap sama, saya dituduh menggelapkan uang proyek," tuturnya.

Andri Putra, kata Syakirman, kembali membawa oknum penyidik Polda Riau itu untuk menagih uang Rp100 juta lagi. Padahal, sesuai kontrak kerja yang ditandatangani di akte notaris, Andri Putra telah melakukan wanprestasi karena tak menyelesaikan pekerjaannya. Syakirman berpendapat kasus ini sebenarnya menjadi ranah perdata bukan pidana lagi.

Namun karena terus ditekan Andri Putra, Syakirman menyetujui permintaan itu. Tetapi anehnya, kendati sudah menyerahkan uang Rp100 juta, namun dalam kwitansi hanya ditulis Rp65 juta.

"Saat saya tanya mengapa bisa begini. Saudara Andri Putra bilang yang Rp35 juta lagi untuk oknum Polda Riau," terangnya.

Direktur Reskrimum Polda Riau Kombes Pol Diat Chardy yang dikonfirmasikan soal laporan Syakirman ini, Rabu kemarin tidak ada di kantornya. Menurut stafnya, Diat sedang sakit.

"Bapak tak masuk kantor karena sedang sakit," kata stafnya.***(son)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
josima
Tidak smua aparat polisi itu jahat..dri sekian bnyak pasti masih ad aparat yg baik

Kadul
Kama kamangadu lai...mangadu kanai kunyah....ndak mangadu ati sakik...plisi %@!*k

INSPEKTUR VIJAY
INILAH HASIL DIDIKAN DJOKO SUSILO..

mafia
seharusnya perwira2 pemeras ini dimutasi saja dari riau, makanya polisi kaya raya krn memeras krn memperjual belikan hukum, kadang kita rakyat ini senang melihat polisi diserang dan diserbu oleh TNI, krn memang kerja polisi ini hanya menyusahkan raky

rakyat jelata
kalau aparat polisi di negara ni memeras bukan rahasia umum lg. bandingkan seorang kapolres aja diriau ni bs punya mobil lebih dari satu dan rumah mewah diatas 1 M. darimana mereka2 itu dpt uang kalau tdk lg memeras setiap ada kasus. berapalah gaji s

Hafis syukri
waktu saya kadis dahulu, saya di peras Kompol Timbul RK Siregar sampai 700 juta rupiah dan ujungnya juga minta proyek baru surat pemberhentian penyidikan


Berita Hukum lainnya..........
- Pencemaran Nama Baik di Facebook,
Agung Minta Polisi Selidiki Penyuruh Rendy

- HAKI Ditutup, Gubri Minta Semua Pihak Konsistem Melawan Korupsi
- Seorang Bocah 9 Tahun di Inhu Hilang Sejak 2 Hari Lalu
- Ditikam Teman Sendiri,
Karyawan PT Indofood Pekanbaru Tewas dengan 8 Luka Tusukan

- Karyawan PT Indofood Pekanbaru Tewas Ditikam Teman Sendiri
- Pengendara Motor di Bengkalis Tewas Tertabrak Mobil Dinas Pemkab Siak
- Tindak Pidana Curas,
DPO Polres Rohil Berhasil Ditangkap



Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda : 54.158.119.60
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com