Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Kamis, 21 Juni 2018 16:26
Paripurna Milad Inhil Ke-53, Ketua DPRD Harapkan Warga Gunakan Hak Pilih Pada Tanggal 27 Juni Mendatang

Kamis, 21 Juni 2018 16:21
Sidak Hari Pertama Ngantor, Harris: Absensi Menjadi Bahan Evaluasi Promosi

Kamis, 21 Juni 2018 16:16
Kampanye Akbar, Syamsuar-Edy Nasution Siap Jadikan Anak Riau Sebagai Tuan di Negeri Sendiri

Kamis, 21 Juni 2018 15:43
Layaknya Pesta Rakyat, Kampanye Syamsuar-Edi Dimeriahkan Berbagai Hiburan

Kamis, 21 Juni 2018 15:41
Bersama BRI dan ATIOS, Pemko Pembahasan Finalisasi Percepatan Smart City

Kamis, 21 Juni 2018 15:22
Pasca Lebaran, Pekanbaru Diserbu Gepeng Datang dari Luar Kota

Kamis, 21 Juni 2018 15:10
Wan Abu Bakar: Jangan Ada Lagi yang Ragu dengan Syamsuar-Edy Nasution

Kamis, 21 Juni 2018 15:00
Pjs Bupati Inhil Pimpin Apel Hari Pertama Pasca Cuti Lebaran

Kamis, 21 Juni 2018 14:31
Riau Kompleks Sukseskan Pilkada Gubernur 2018

Kamis, 21 Juni 2018 14:20
Hari Pertama 'Ngantor', Bupati Harris Sidak di Sejumlah OPD

loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Kamis, 21 Maret 2013 11:16
Diperas, Kontraktor Laporkan Oknum Polda Riau ke Kapolri

Seorang perwira Polda Riau dilaporkan ke Kapolri. Seorang kontraktor merasa menjadi korban pemerasannya.

Riauterkini-PEKANBARU-Direktur CV Rhaka Pratama, Syakirman melaporkan tindakan pemerasan yang dilakukan oknum anggota Polda Riau ke Kapolri, Selasa lalu (19/3/13).

Syakirman yang ditemui sejumlah wartawan di salah restoran, Kamis (21/3/13), menceritakan kronologis tindakan pemerasan yang dilakukan oleh oknum anggota Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Riau.

Awalnya, Syakirman memenuhi panggilan penyidik Ditreskrimum atas pengaduan rekan bisnisnya, Andri Putra. Ketua DPN Asosiasi Kontraktor Kontruksi Indonesia (AKSI) ini dilaporkan Andri dengan tuduhan menggelap uang proyek.

"Sebenarnya antara saya dengan Andri Putra terlibat urusan bisnis. Andri memakai perusahaan saya CV Rhaka Pratama untuk sebuah proyek. Tetapi di tangah jalan proyek itu tidak selesai. Tindakan Andri ini jelas akan merusak nama baik perusahaan saya, makanya saya ambil alih proyek tersebut," tuturnya.

Andri yang dibeking oknum penyidik Ditreskrimum terus menekan saya untuk membayarkan uang yang ia keluarkan untuk proyek tersebut. Disaksikan penyidik Ditreskrimum Aipda CA dan stafnya D, akhirnya Syakirman menyetujui membayarkan uang sebesar Rp500 juta melalui transfer Bank Mandiri, 15 Januari 2013.

"Saya pikir setelah membayarkan uang Rp500 juta kepada Andri Putra, masalah sudah selesai. Tetapi nyata tidak, saya kembali dipanggil Dirreskrimum melalui Kasubdit I Syamsul Anwar. Kasusnya tetap sama, saya dituduh menggelapkan uang proyek," tuturnya.

Andri Putra, kata Syakirman, kembali membawa oknum penyidik Polda Riau itu untuk menagih uang Rp100 juta lagi. Padahal, sesuai kontrak kerja yang ditandatangani di akte notaris, Andri Putra telah melakukan wanprestasi karena tak menyelesaikan pekerjaannya. Syakirman berpendapat kasus ini sebenarnya menjadi ranah perdata bukan pidana lagi.

Namun karena terus ditekan Andri Putra, Syakirman menyetujui permintaan itu. Tetapi anehnya, kendati sudah menyerahkan uang Rp100 juta, namun dalam kwitansi hanya ditulis Rp65 juta.

"Saat saya tanya mengapa bisa begini. Saudara Andri Putra bilang yang Rp35 juta lagi untuk oknum Polda Riau," terangnya.

Direktur Reskrimum Polda Riau Kombes Pol Diat Chardy yang dikonfirmasikan soal laporan Syakirman ini, Rabu kemarin tidak ada di kantornya. Menurut stafnya, Diat sedang sakit.

"Bapak tak masuk kantor karena sedang sakit," kata stafnya.***(son)

Loading...


Berita Hukum lainnya..........
- Cegah Narkoba Masuk, TNI dan Polri Bantu Pengamanan di Lapas Pasirpangaraian Selama Lebaran
- Patroli Polisi Gagalkan Perampokan Mesin ATM di Pekanbaru
- Geger, Sesosok Mayat Ditemukan di Pelabuhan Nelayan di Bengkalis
- Kapal Pompong Terbalik, Satu Keluarga Nyaris Tenggelam di Selat Bengkalis
- Diduga Konsleting Listrik, Satu Rumah di Bengkalis Terbakar
- Kebakaran di Kotabaru, Inhil Ludeskan 57 Toko dan Rumah
- Kebakaran Saat Idul Fitri Ludeskan Puluhan Rumah di Kotabaru, Inhil
- Lebaran Aman, Polisi di Bengkalis Sambangi Rumah Ditinggal Mudik
- Diduga Sarang Pungli, Pos TLLK di Lintas Riau-Sumbar Dibongkar Polres Kampar
- Curi Komponen Alat Berat, Pria Ini Diringkus Polsek Tapung Hulu
- Yamaha V-Ixion Pemudik Terjun ke Sungai di Tambusai, 2 Korban Luka
- Belasan Kios di Pasar Logar, Kuansing Ludes Terbakar
- Gara-gara Marah Pacar Digoda, Pemuda Tembilahan Hulu Ini Dibacok
- Pedoman bagi Pengguna Jalan Saat Mudik,
Polres Kampar Terbitkan Buku Panduan Jalur Lintas Barat

- Sepekan sebelum dan Sesudah Pilgubri, Seluruh Tempat Hiburan di BS, Bengkalis Wajib Tutup
- Bea Cukai Dumai Amankan 5 Kilogram Sabu Tak Bertuan
- Waktu Kadaluarsa, PN Bengkalis Vonis Bebas Legislator dan Ajudannya dari Dugaan Politik Uang
- Pengadilan Tinggi Riau Kuatkan Putusan PN,
Palsukan Surat Tanah, Poniman Tetap Dihukum 1,5 Tahun Penjara

- Dugaan Politik Uang Legislator Bengkalis,
Sampaikan Replik Pembelaan, JPU Tetap pada Tuntutan

- Berbelit Berikan Keterangan,
Mantan Ketua DPRD Terancam Tersangka Keterangan Palsu dan TPPU



Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com