Untitled Document
Selasa, 20 Ramadhan 1436 H |
Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Senin, 6 Juli 2015 23:28
Kasus Moral, Anggota DPRD Riau Dukung Pencopotan Direktur IPDN Rizka Utama

Senin, 6 Juli 2015 23:24
BPJS Naker Dumai Bagikan 300 Takjil Berbuka

Senin, 6 Juli 2015 23:20
Aktivis Lingkungan Wujudkan Wisata Bandar Bakau Dumai

Senin, 6 Juli 2015 23:16
Titik Rawan Jalur Mudik Didominasi Lobang dan Perbaikan Jalan

Senin, 6 Juli 2015 23:10
Pemerintah-DPR Sepakat Putusan Sengketa Pilkada 60 Hari Kerja

Senin, 6 Juli 2015 23:07
Stop Penjualan Bensin Pakai Jerigen, Polisi Akan Awasi Seluruh SPBU di Kuansing

Senin, 6 Juli 2015 23:03
Penyebab Masih Diselidiki,
Kapolresta Pekanbaru Prihatin Atas Kebakaran di Pasar Cik Puan




Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Kamis, 21 Maret 2013 11:16
Diperas, Kontraktor Laporkan Oknum Polda Riau ke Kapolri

Seorang perwira Polda Riau dilaporkan ke Kapolri. Seorang kontraktor merasa menjadi korban pemerasannya.

Riauterkini-PEKANBARU-Direktur CV Rhaka Pratama, Syakirman melaporkan tindakan pemerasan yang dilakukan oknum anggota Polda Riau ke Kapolri, Selasa lalu (19/3/13).

Syakirman yang ditemui sejumlah wartawan di salah restoran, Kamis (21/3/13), menceritakan kronologis tindakan pemerasan yang dilakukan oleh oknum anggota Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Riau.

Awalnya, Syakirman memenuhi panggilan penyidik Ditreskrimum atas pengaduan rekan bisnisnya, Andri Putra. Ketua DPN Asosiasi Kontraktor Kontruksi Indonesia (AKSI) ini dilaporkan Andri dengan tuduhan menggelap uang proyek.

"Sebenarnya antara saya dengan Andri Putra terlibat urusan bisnis. Andri memakai perusahaan saya CV Rhaka Pratama untuk sebuah proyek. Tetapi di tangah jalan proyek itu tidak selesai. Tindakan Andri ini jelas akan merusak nama baik perusahaan saya, makanya saya ambil alih proyek tersebut," tuturnya.

Andri yang dibeking oknum penyidik Ditreskrimum terus menekan saya untuk membayarkan uang yang ia keluarkan untuk proyek tersebut. Disaksikan penyidik Ditreskrimum Aipda CA dan stafnya D, akhirnya Syakirman menyetujui membayarkan uang sebesar Rp500 juta melalui transfer Bank Mandiri, 15 Januari 2013.

"Saya pikir setelah membayarkan uang Rp500 juta kepada Andri Putra, masalah sudah selesai. Tetapi nyata tidak, saya kembali dipanggil Dirreskrimum melalui Kasubdit I Syamsul Anwar. Kasusnya tetap sama, saya dituduh menggelapkan uang proyek," tuturnya.

Andri Putra, kata Syakirman, kembali membawa oknum penyidik Polda Riau itu untuk menagih uang Rp100 juta lagi. Padahal, sesuai kontrak kerja yang ditandatangani di akte notaris, Andri Putra telah melakukan wanprestasi karena tak menyelesaikan pekerjaannya. Syakirman berpendapat kasus ini sebenarnya menjadi ranah perdata bukan pidana lagi.

Namun karena terus ditekan Andri Putra, Syakirman menyetujui permintaan itu. Tetapi anehnya, kendati sudah menyerahkan uang Rp100 juta, namun dalam kwitansi hanya ditulis Rp65 juta.

"Saat saya tanya mengapa bisa begini. Saudara Andri Putra bilang yang Rp35 juta lagi untuk oknum Polda Riau," terangnya.

Direktur Reskrimum Polda Riau Kombes Pol Diat Chardy yang dikonfirmasikan soal laporan Syakirman ini, Rabu kemarin tidak ada di kantornya. Menurut stafnya, Diat sedang sakit.

"Bapak tak masuk kantor karena sedang sakit," kata stafnya.***(son)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
josima
Tidak smua aparat polisi itu jahat..dri sekian bnyak pasti masih ad aparat yg baik

Kadul
Kama kamangadu lai...mangadu kanai kunyah....ndak mangadu ati sakik...plisi %@!*k

INSPEKTUR VIJAY
INILAH HASIL DIDIKAN DJOKO SUSILO..

mafia
seharusnya perwira2 pemeras ini dimutasi saja dari riau, makanya polisi kaya raya krn memeras krn memperjual belikan hukum, kadang kita rakyat ini senang melihat polisi diserang dan diserbu oleh TNI, krn memang kerja polisi ini hanya menyusahkan raky

rakyat jelata
kalau aparat polisi di negara ni memeras bukan rahasia umum lg. bandingkan seorang kapolres aja diriau ni bs punya mobil lebih dari satu dan rumah mewah diatas 1 M. darimana mereka2 itu dpt uang kalau tdk lg memeras setiap ada kasus. berapalah gaji s

Hafis syukri
waktu saya kadis dahulu, saya di peras Kompol Timbul RK Siregar sampai 700 juta rupiah dan ujungnya juga minta proyek baru surat pemberhentian penyidikan


Berita Hukum lainnya..........
- Kasus Moral, Anggota DPRD Riau Dukung Pencopotan Direktur IPDN Rizka Utama
- Penyebab Masih Diselidiki,
Kapolresta Pekanbaru Prihatin Atas Kebakaran di Pasar Cik Puan

- Polres Dumai Tangkap Pengedar Sabu Pasar Kelakap
- Jika Terbukti Pengurus Partai, Indra Muchlis Bakal Dicoret dari Capim KPK
- Kronologis Perampokan Rp221 Juta Uang SPBU Pangean, Kuansing
- 6 Praja Asusila, Rizka Mengaku Siap Dicopot sebagai Dirut IPDN
- Pecah Kaca Mobil, Maling Gondol Rp132 Juta Uang Warga Perum Arengka Mas


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.162.3.64
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com