Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Selasa, 17 Oktober 2017 07:28
Pendataran Ditutup, KPU Beri Waktu 1x24 Parpol Lengkapi Berkas

Selasa, 17 Oktober 2017 07:20
Daftarkan Partai ke KPU, Pengurus PAN Rohul Kompak Pakai Tanjak Biru

Selasa, 17 Oktober 2017 07:15
Bupati Inhil Adakan Pertemuan Bisnis Dengan Investor Asal Malaysia

Selasa, 17 Oktober 2017 07:12
‎DPC Partai Demokrat Mendaftar ke KPU 1 Jam Sebelum Injury Time

Senin, 16 Oktober 2017 22:13
4 Hektar Kebun Sawit di Desa Pauh Rohul Hangus Terbakar

Senin, 16 Oktober 2017 22:08
DPRD dan Pemkab Bengkalis Teken MoU KUPA PPAS APBD Perubahan 2017

Senin, 16 Oktober 2017 21:37
Bupati Rohil Minta Pemprov dan Pusat Bantu Kembangkan Pulau Jemur

Senin, 16 Oktober 2017 21:32
KPU Inhu Terima Pendaftaran Partai Demokrat

Senin, 16 Oktober 2017 21:09
Diduga Akan Menjual Sabu-sabu,
Polres Siak Tangkap Seorang Pemuda Warga Dayun


Senin, 16 Oktober 2017 20:17
43 Orang Terjaring Operasi Bina Kesuma Siak 2017

loading...



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.


Rabu, 20 Maret 2013 20:00
Lima Kasus Korupsi di Rohil Mulai Dibidik Kejaksaan

Diduga telah terjadi sejumlah tindak korupsi di lingkungan Pemkab Rohil. Setidaknya kejaksaan membidik lima kasus.

Riauterkini-BAGANSIAPIAPI-Lima kasus korupsi di Rokan Hilir menjadi bidikan kejaksaan setempat. Dua kasus dalam tahap penyelidikan dan dua kasus sudah masuk penyidikan, ditambah satu kasus lama

Demikian dikatakan Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejaksaan Negeri Bagansiapiapi Wayan Riana, Rabu (20/3/13) dijumpai dikediamannya. “Berarti penyelidikan kami sekarang ada dua, penyidikan ada dua. Mudah-mudahan akan meningkat segera kan, penyelidikannya nambah banyak,” katanya.

Satu kasus lama yang sudah penyidikan katanya, atas tersangka Julianto, kasus rumah layak huni. “Kalok penyidikan, yang lama kan Julianto, itu sebentar lagi mungkin berkasnya rampung, hampir 90 persenlah berkasnya, kasus rumah layak huni, stressing dari perkara yang dulu Ahmad Abdal dan Jakifri,” tambahnya..

Perkara tersebut sudah disidangkan. “Itu sudah saya sidangkan, sudah putus ingkrah, jadi diputus bersalah dua orang tu kan, sekarang PPTKnya saya naikkan, ini dari tahun 2012 bulan apa ya saya mulai sprint penyidikan, ini udah mau rampung, tinggal minta izin penyitaan dari Pengadilan Tipikor, sebentar lagi rampung berkasnya,” katanya.

Perkara kedua dari Polda Riau, dengan tersangka Kepala Dinas Perikanan Rohil Amrizal dan PPTKnya Trijon. “Kalau perkara dari polda, kita kan sudah terima tahap II, dari polda udah terima tahap II, kan dari kejati dulu, dari kejati diserahterimakan ke kekita, kan lokusnya disini. Perkara Pak Amrizal, mungkin minggu ini atau ngak minggu depan kita limpahkan ke pengadilan, Pengadilan Tipikor Pekanbaru,” katanya menyebut lokasi sidang.

Semua dakwaan katanya sudah lengkap. “Sudah lengkap, dakwaan sudah kita susun, terus administrasi pelimpahannya sudah kita siapkan juga. Saksi banyak dari sini, salah satu saksinya Haslin, Trijon salah satunya saksi mahkota, Haslin, ketua panitia lelang dulukan, banyaklah saksinya,” katanya menyebut satu persatu saksi.

Dalam kasus ini yang baru ditahan Amrizal dan Trijon. “Pak Amrizal, sama Trijon tadi, Trijon itu PPTKnya, informasi yang saya dapat dari kajati yang Trijonnya itu,” tambahnya.

Sedangkan terkait barang bukti berupa kapal, dia menyatakan belum jelas. “Informasi yang saya dapat, kita belum jelas, karena barang bukti yang ada dipenyidikan itu baru dokumen, dokumen kontrak, segala macam dokumen untuk pencairan uang muka itukan, karena diduga yang bermasalahkan pencairan uang muka, senilai Rp 1,3 miliar itu, itulah kerugian negaranya kan,,” katanya.

Satu lagi kasus korupsi yang sudah memasuki tahap penyidikan katanya kasus bea siswa dan kasus bantuan hibah. “Satu lagi ni ada yang beasiswa sama bantuan hibah. Ini dik udah rampung, penyidikan, sudah keluar sprindiknya, penyidikan tu,” tambahnya.

Sementara itu, dua kasus yang baru tahap penyelidikan, proyek fiktif di Bina Marga dan pembuatan, dan pemasangan bola wisata di Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga

“Yang lid, penyelidikan ada dua juga, satu yang di Bina Marga, dugaan fiktif, satu lagi baru keluar sprinlidnya, baru penyelidikan, pembuatan dan pemasangan bola wisata di Dinas Pariwisata tahun anggaran 2012, di jalan Pulau Pedamaran itu, nyebrang, kan bola-bola wisata itu kan, itu anggaranya Rp 1,3 miliar, itu baru yang kita selidiki,” terangnya.

Wayan juga mengatakan tidak tertutup kemungkinan kasus ini akan melebar ke pengadaan dan pemasangan bola wisata di Kubu.

“Kemungkinan akan dilebarkan yang di Kubu, pengadaan bola wisata juga, itu sama anggarannya Rp 1,3 miliar, tapi yang di Kubu belum kita buat telaahannya, belum keluar sprinlidnya baru di jalan Pedamaran,” tambahnya.

Siapa yang bakal menjadi targetnya, dia belum bisa mengatakan, karena baru tahap penyelidikan. “Kan dugaan ini, kita selidiki, selidiki ini kan penyelidikan, belum penyidikan, kalau penyidikan itu udah ada tersangkanya. Dugaan ini kita selidiki, ada ngak kitanya disitu perbuatan menyimpang yang melawan hukum dan merugikan keuangan negara kan,” katanya.

Namun untuk pasal yang dikenakan terkait tindak pidana korupsi tetap pasal 2, pasal 3. “Tetap itu kemungkinan pasalnya kalau sudah bisa tingkatkan ke penyidikan tetap nantinya ke pasal 2 pasal 3 nantinya, kalau itu memang ada indikasi kesana,” prediksinya.***(nop)



loading...

Berita Hukum lainnya..........
- Diduga Akan Menjual Sabu-sabu,
Polres Siak Tangkap Seorang Pemuda Warga Dayun

- 43 Orang Terjaring Operasi Bina Kesuma Siak 2017
- Terjerat Korupsi ADD, Seorang Kades Asal Rohil.Segera Diadili
- Kapolres Inhil Cek Kelaikan Senjata Api Personil
- Ayah Bejad di Bangun Purba, Rohul 3 Tahun Jadikan Putrinya Budak Seks
- Selundupkan Sabu Dibungkus Wafer, Seorang Pengunjung Lapas Bengkalis Ditangkap
- Pemilik Usaha Judi Jackpot di Tandun Barat Diringkus Polisi Rohul, Dua Mesin Disita


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda : 54.196.33.246
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com