Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Sabtu, 24 Pebruari 2018 21:45
Orasi Ilmiah, Wisuda Angkatan Kedua STAILe Pekanbaru akan Diisi Menteri Hanif Dhakhiri

Sabtu, 24 Pebruari 2018 21:32
Firdaus-Rusli Janjikan Pekanbaru, Kampar, Pelalawan dan Siak Sama Maju

Sabtu, 24 Pebruari 2018 20:55
Dugaan Anak Bunuh Ayahnya di Siak,
Hasil Autopsi Korban Meninggal Karena Sakit Komplikasi


Sabtu, 24 Pebruari 2018 18:59
Keunikan Kampung Wisata Koto Ranah,
Mulai Puncak Suligi 900 MDPL Hingga Naskah Kuno


Sabtu, 24 Pebruari 2018 18:26
Muhaimin Iskandar Beri Kuliah Umum di UR

Sabtu, 24 Pebruari 2018 17:19
Warga Kampung Baru Temukan Tengkorak Manusia Dalam Parit

Sabtu, 24 Pebruari 2018 17:17
Penyu Seberat 50 Kg Terdampar di Pantai Muntai, Bengkalis

Sabtu, 24 Pebruari 2018 17:07
Miliki 68 Paket Sabu, Warga Duri Ditangkap Polisi

Sabtu, 24 Pebruari 2018 15:47
Hadir di Sri Palas, Rusli Effendi Berasa Pulang ke Rumah

Sabtu, 24 Pebruari 2018 15:42
Kembangkan Pariwisata dan Pendidikan, Pemkab Kuansing Bekerjasama dengan UGM

loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 20 Maret 2013 20:00
Lima Kasus Korupsi di Rohil Mulai Dibidik Kejaksaan

Diduga telah terjadi sejumlah tindak korupsi di lingkungan Pemkab Rohil. Setidaknya kejaksaan membidik lima kasus.

Riauterkini-BAGANSIAPIAPI-Lima kasus korupsi di Rokan Hilir menjadi bidikan kejaksaan setempat. Dua kasus dalam tahap penyelidikan dan dua kasus sudah masuk penyidikan, ditambah satu kasus lama

Demikian dikatakan Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejaksaan Negeri Bagansiapiapi Wayan Riana, Rabu (20/3/13) dijumpai dikediamannya. “Berarti penyelidikan kami sekarang ada dua, penyidikan ada dua. Mudah-mudahan akan meningkat segera kan, penyelidikannya nambah banyak,” katanya.

Satu kasus lama yang sudah penyidikan katanya, atas tersangka Julianto, kasus rumah layak huni. “Kalok penyidikan, yang lama kan Julianto, itu sebentar lagi mungkin berkasnya rampung, hampir 90 persenlah berkasnya, kasus rumah layak huni, stressing dari perkara yang dulu Ahmad Abdal dan Jakifri,” tambahnya..

Perkara tersebut sudah disidangkan. “Itu sudah saya sidangkan, sudah putus ingkrah, jadi diputus bersalah dua orang tu kan, sekarang PPTKnya saya naikkan, ini dari tahun 2012 bulan apa ya saya mulai sprint penyidikan, ini udah mau rampung, tinggal minta izin penyitaan dari Pengadilan Tipikor, sebentar lagi rampung berkasnya,” katanya.

Perkara kedua dari Polda Riau, dengan tersangka Kepala Dinas Perikanan Rohil Amrizal dan PPTKnya Trijon. “Kalau perkara dari polda, kita kan sudah terima tahap II, dari polda udah terima tahap II, kan dari kejati dulu, dari kejati diserahterimakan ke kekita, kan lokusnya disini. Perkara Pak Amrizal, mungkin minggu ini atau ngak minggu depan kita limpahkan ke pengadilan, Pengadilan Tipikor Pekanbaru,” katanya menyebut lokasi sidang.

Semua dakwaan katanya sudah lengkap. “Sudah lengkap, dakwaan sudah kita susun, terus administrasi pelimpahannya sudah kita siapkan juga. Saksi banyak dari sini, salah satu saksinya Haslin, Trijon salah satunya saksi mahkota, Haslin, ketua panitia lelang dulukan, banyaklah saksinya,” katanya menyebut satu persatu saksi.

Dalam kasus ini yang baru ditahan Amrizal dan Trijon. “Pak Amrizal, sama Trijon tadi, Trijon itu PPTKnya, informasi yang saya dapat dari kajati yang Trijonnya itu,” tambahnya.

Sedangkan terkait barang bukti berupa kapal, dia menyatakan belum jelas. “Informasi yang saya dapat, kita belum jelas, karena barang bukti yang ada dipenyidikan itu baru dokumen, dokumen kontrak, segala macam dokumen untuk pencairan uang muka itukan, karena diduga yang bermasalahkan pencairan uang muka, senilai Rp 1,3 miliar itu, itulah kerugian negaranya kan,,” katanya.

Satu lagi kasus korupsi yang sudah memasuki tahap penyidikan katanya kasus bea siswa dan kasus bantuan hibah. “Satu lagi ni ada yang beasiswa sama bantuan hibah. Ini dik udah rampung, penyidikan, sudah keluar sprindiknya, penyidikan tu,” tambahnya.

Sementara itu, dua kasus yang baru tahap penyelidikan, proyek fiktif di Bina Marga dan pembuatan, dan pemasangan bola wisata di Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga

“Yang lid, penyelidikan ada dua juga, satu yang di Bina Marga, dugaan fiktif, satu lagi baru keluar sprinlidnya, baru penyelidikan, pembuatan dan pemasangan bola wisata di Dinas Pariwisata tahun anggaran 2012, di jalan Pulau Pedamaran itu, nyebrang, kan bola-bola wisata itu kan, itu anggaranya Rp 1,3 miliar, itu baru yang kita selidiki,” terangnya.

Wayan juga mengatakan tidak tertutup kemungkinan kasus ini akan melebar ke pengadaan dan pemasangan bola wisata di Kubu.

“Kemungkinan akan dilebarkan yang di Kubu, pengadaan bola wisata juga, itu sama anggarannya Rp 1,3 miliar, tapi yang di Kubu belum kita buat telaahannya, belum keluar sprinlidnya baru di jalan Pedamaran,” tambahnya.

Siapa yang bakal menjadi targetnya, dia belum bisa mengatakan, karena baru tahap penyelidikan. “Kan dugaan ini, kita selidiki, selidiki ini kan penyelidikan, belum penyidikan, kalau penyidikan itu udah ada tersangkanya. Dugaan ini kita selidiki, ada ngak kitanya disitu perbuatan menyimpang yang melawan hukum dan merugikan keuangan negara kan,” katanya.

Namun untuk pasal yang dikenakan terkait tindak pidana korupsi tetap pasal 2, pasal 3. “Tetap itu kemungkinan pasalnya kalau sudah bisa tingkatkan ke penyidikan tetap nantinya ke pasal 2 pasal 3 nantinya, kalau itu memang ada indikasi kesana,” prediksinya.***(nop)

Loading...


Berita Hukum lainnya..........
- Dugaan Anak Bunuh Ayahnya di Siak,
Hasil Autopsi Korban Meninggal Karena Sakit Komplikasi

- Warga Kampung Baru Temukan Tengkorak Manusia Dalam Parit
- Miliki 68 Paket Sabu, Warga Duri Ditangkap Polisi
- Polda Riau Tetapkan Empat Tersangka Karhutla
- Minta Makan Enak tak Dituruti, Anak Sakit Jiwa di Siak Bunuh Bapaknya
- Egrek Sawit Nyangkut Kabel Listrik, Buruh PT Indosawit Tewas Kesetrum
-
- Bobol Showroom di Pekanbaru, Kawanan Maling Gondol 5 Unit Mobil Bekas
- Ikat 2 Penjaga, Kawanan Rampok Gasak Komponen Alat Berat di Bonai Darussalam
- Kalah dari PT Hutahaean di Sidang Prapid,
Tentukan Langkah Selanjutnya, Polda Riau akan Berkoordinasi dengan Kejati

- Kepergok Satpam di Stadion Utama Riau,
Seorang Juru Parkir Diciduk usai Mencuri Tiang Lampu Taman

- Kawanan Rampok Gasak Uang Rp700 Juta di Gudang Distributor PT. Perintis Ujungbatu
- Pencuri HP Ditangkap Polsek Tambusai Saat Sedang Service di Toko Ponsel
- Utamakan Keselamatan Masyarakat,
Sat Lantas Polres Pelalawan Sebar Spanduk Imbauan di Berbagai Titik

- Kantongi 8 Paket Sabu,,  Sat Narkoba Polres Siak Tangkap Terduga Pengedar
- Dishub Dumai Razia Mobil Angkut Cangkang Sawit di Terminal Barang
- Satres Narkoba Polres Kampar Ringkus Buron Bandar Sabu
- Menangkan PT PSJ Warga Pangkalan Gondai Dukung Putusan Hakim PN Pelalawan
- Sidang Pemalsuan Surat Tanah,
Saksi Ngaku Pernah Diminta Batalkan Jual Beli Lahan

- Gabungan Polda Riau dan Mabes Polri Tangkap Pelaku Hate Speech Medsos


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda : 54.227.104.53
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com