Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Jum’at, 28 April 2017 21:50
Baznas Kuansing Gelar Tablik Akbar Sosialisasi Zakat

Jum’at, 28 April 2017 21:41
Kawasan Restorasi Gambut,
Dewan Minta Penentuan Lahan Diserahkan ke Pemerintah Setempat


Jum’at, 28 April 2017 21:19
APBD 2017 Kuansing Disahkan Pekan Depan

Jum’at, 28 April 2017 20:31
Stand Utama Bocor, EO Dumai Expo 2017 Disebut Lepas Tangan

Jum’at, 28 April 2017 19:27
Wabup Meranti Ikuti Diklatpim di Jakarta

Jum’at, 28 April 2017 18:55
KPU Meranti Launching Rumah Pintar Pemilu

Jum’at, 28 April 2017 18:50
Terus Meningkat, Jumlah Penderita DBD di Pekanbaru Kini 260 Orang

Jum’at, 28 April 2017 17:03
Laka Maut, Kabag Hukum Setda Bengkalis Diperiksa Intensif

Jum’at, 28 April 2017 16:59
Dihadiri Mantan Bupati,
Staf Ahli Bupati Rohul Resmikan Masjid Nurul Huda Desa Menaming


Jum’at, 28 April 2017 16:52
Miliki Sabu dan Ekstasi, Sepasang Warga Tionghoa di Duri Ditangkap



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Kamis, 14 Maret 2013 14:15
Sidang Korupsi Islamic Center Pelalawan,
6 Saksi Sebut Proyek Bermasalah Sejak Perencanaan


Perkara dugaan korupsi proyek Islamic Center Pelalawan kembali disidang. Para saksi menyebutkan, bahwa proyek tersebut sudah bermasalah sejak perencanaan.

Riauterkini-PEKANBARU-Sidang dugaan korupsi pembangunan Gedung Islamic Center Kabupaten Pelalawan, dengan terdakwa Amrasul Abdullah sebagai pejabat pembuat komitmen (PPK), Ir Syahril, selaku Pengguna Anggaran, Tengku Azman, pelaksana tugas (Plt) Kepala Sub Dinas Cipta Karya, Fahran Ridwan. H Zakri, Direktur PT Langgam Sentosa (kontraktor) dan Rahman Saragih, supervisor engineer PT Wisatama Arsitek. Kembali digelar di Pengadilan Tipikor Pekanbaru, Kamis (14/3/13).

Sidang dengan agenda mendengar keterangan saksi ini, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Rully Affandi SH, menghadirkan enam saksi kepersidangan yang dipimpin Krosbin Lumban Gaol SH, selaku ketua majelis hakim.

Enam saksi yang dihadirkan, Syafrial BE (ketua lelang proyek), Mailisar Amd (pegawai Inspektorat Pelalawan), Drs Isman Effendi (PNS di Pelalawan) Nipar Sagita ST (PNS Pelalawan), Ir Hari Hariribahar (Konsultan PT Rima Siaga) dan Joni Eka Putra ST, PNS Bagian Kesejahteraan Umum Pelalawan.

Kepada majelis hakim, saksi Syafrial BE, selaku ketua panitia lelang, mengatakan, awal mula perencanaan proyek rumah ibadah ini sudah bermasalah sejak awal perencanaannya. Dimana, PT Tresing Enginering Konsultan sebagai pemenang tender perencanaan tidak melaksanakan tugas. Malahan, tugas konsultan tersebut akhirnya dilakukan oleh PT Prima Siaga.

Dijelaskan saksi, Pengguna Anggaran (PA) Proyek yaitu Syahril dan Amrasul sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pernah mengarahkan dirinya untuk memenangkan PT Prima Siaga. Namun hal itu tidak jadi menang yang mulia. Yang menang PT Tresing Enginering.

" Pada akhirnya, saya sendiri juga tidak tahu, Kenapa PT Prima yang mengerjakan proyek tersebut," ujarnya.

Dikatakan saksi, PT Prima Siaga pernah diundang Tengku Azmun Ja'far, Mantan Bupati Pelalawan ke rumahnya untuk membicarakan proyek ini. Disana, ditampilkan gambar fisik Islamic Center berbentuk Tahap perencanaan dalam masa Tengku Azmun Ja'far.

" Hanya gambar saja yang mulia. Sedangkan gambar dikertas tidak ada. Perencanaan anggarannya juga tidak ada. Saya heran juga, kenapa PT Prima yang mengerjakan. Padahal PT Tresing Enginering yang menang," tukasnya.

Menurut saksi, proyek ini berada di bawah Dinas Pemukiman dan Prasartana Wilayah (Kimpraswil) Pelalawan. Berapa anggaran proyek dan apakah proyek ini dalam bentuk multi years, saksi juga tidak mengetahuinya.

Mendengar jawaban saksi ini, majelis hakimpun bertanya, Seharusnya, sebagai ketua lelang anda mengetahui anggarannya dan berapa lama pengerjaannya," cetus hakim.

Saksi tetap dengan jawabannya, bahwa dirinya tidak tahu. Kenapa pengerjaan bukan dilakukan oleh perusahaan pemenang tender.

Usai mendengarkan keterangan Syahrial. JPU kemudian menghadirkan saksi lainnya.

Seperti diketahui, dalam dakwaan JPU, enam terdakwa yakni, Amrasul Abdullah sebagai pejabat pembuat komitmen (PPK), Ir Syahril, selaku Pengguna Anggaran, Tengku Azman, pelaksana tugas (Plt) Kepala Sub Dinas Cipta Karya, Fahran Ridwan. H Zakri, Direktur PT Langgam Sentosa (kontraktor) dan Rahman Saragih, supervisor engineer PT Wisatama Arsitek. Dihadirkan kepersidangan, atas kasus korupsi yang telah merugikan negara sebesar Rp 7,7 miliar.

Atas perbuatannya, JPU menjeratnya dengan Pasal 2 ayat 1 junto Pasal 18 UU no 31 tahun 1999, jo Pasal 3 junto pasal 55, tentang tindak pidana korupsi dan turut serta secara bersama sama melakukan tindak pidana korupsi.***(har)





Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
Thamsir Rachman
kalian semua memalukan

bogel
segera selesai kan semua kasus dengan seadil adil nya....supaya lurus jln roda pembangunan yg lebih baik

GEMPAR
TIPIKOR Masih banyak di kab/kota Provinsi Riau kasus Proyek bermasalah (koruptor besar). jgn hanya di Kab. Pelalawan saja.

GEMAPAL
Ungakap terus kasus anak Bupati Pelalawan H. M. Haris

IPMPB
Usut Tuntas Koruptor Di Pelalawan-Riau


Berita Hukum lainnya..........
- Laka Maut, Kabag Hukum Setda Bengkalis Diperiksa Intensif
- Miliki Sabu dan Ekstasi, Sepasang Warga Tionghoa di Duri Ditangkap
- Kapolres Kampar Pimpin Sertijab Kasat Binmas dan Empat Kapolsek
- Hakim Gugurkan Praperadilan Terdakwa Kasus Bimtek Aparat Desa se-Rohul
- Empat Komplotan Pencuri Ternak Diciduk Tim Opsnal Polres Rohul
- SatNarkoba Polres Meranti Tangkap Pasutri di Kos Pegawai
- Laka Maut Mobdis Vs Sepeda Motor di Siakkecil, 1 Korban Meninggal


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda : 54.92.190.158
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com