Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Kamis, 22 Juni 2017 18:38
Sekda Rohul Lantik Sekretaris Disdikpora dan Serahkan Dua SK Pejabat Plt

Kamis, 22 Juni 2017 17:23
Amankan Lebaran, Tim Harat Polres Inhil Patroli Keliling Pasar di Tembilahan

Kamis, 22 Juni 2017 16:56
Capella Honda dan Dealer Honda Gelar Buka Puasa Bersama Konsumen

Kamis, 22 Juni 2017 16:17
Curi Sepeda Motor di Kebun Sawit, Tiga Warga Rohul Ditangkap

Kamis, 22 Juni 2017 16:11
ABK Asal Gaung Tikam Dua Warga Mandah Hingga Luka Parah

Kamis, 22 Juni 2017 14:51
Simpan Tiga Paket Sabu di Bungkus Roti,
Ibu dan Balitanya Diamankan Petugas Lapas Bengkalis


Kamis, 22 Juni 2017 13:57
Gubri Tinjau Arus Mudik di Pelabuhan Sungai Duku

Kamis, 22 Juni 2017 13:20
PN Pekanbaru Gelar Sidang Perdana Korupsi Kredit Fiktif BNI 46 Rengat

Kamis, 22 Juni 2017 13:16
Armada Rusak, Arus Mudik Lebaran Dilayani 4 Kapal Roro di Bengkalis

Kamis, 22 Juni 2017 13:13
Jelang Idul Fitri, Bupati Inhil Serahkan Tali Asih kepada Yatim-Piatu di Gaung



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.


Kamis, 14 Maret 2013 14:15
Sidang Korupsi Islamic Center Pelalawan,
6 Saksi Sebut Proyek Bermasalah Sejak Perencanaan


Perkara dugaan korupsi proyek Islamic Center Pelalawan kembali disidang. Para saksi menyebutkan, bahwa proyek tersebut sudah bermasalah sejak perencanaan.

Riauterkini-PEKANBARU-Sidang dugaan korupsi pembangunan Gedung Islamic Center Kabupaten Pelalawan, dengan terdakwa Amrasul Abdullah sebagai pejabat pembuat komitmen (PPK), Ir Syahril, selaku Pengguna Anggaran, Tengku Azman, pelaksana tugas (Plt) Kepala Sub Dinas Cipta Karya, Fahran Ridwan. H Zakri, Direktur PT Langgam Sentosa (kontraktor) dan Rahman Saragih, supervisor engineer PT Wisatama Arsitek. Kembali digelar di Pengadilan Tipikor Pekanbaru, Kamis (14/3/13).

Sidang dengan agenda mendengar keterangan saksi ini, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Rully Affandi SH, menghadirkan enam saksi kepersidangan yang dipimpin Krosbin Lumban Gaol SH, selaku ketua majelis hakim.

Enam saksi yang dihadirkan, Syafrial BE (ketua lelang proyek), Mailisar Amd (pegawai Inspektorat Pelalawan), Drs Isman Effendi (PNS di Pelalawan) Nipar Sagita ST (PNS Pelalawan), Ir Hari Hariribahar (Konsultan PT Rima Siaga) dan Joni Eka Putra ST, PNS Bagian Kesejahteraan Umum Pelalawan.

Kepada majelis hakim, saksi Syafrial BE, selaku ketua panitia lelang, mengatakan, awal mula perencanaan proyek rumah ibadah ini sudah bermasalah sejak awal perencanaannya. Dimana, PT Tresing Enginering Konsultan sebagai pemenang tender perencanaan tidak melaksanakan tugas. Malahan, tugas konsultan tersebut akhirnya dilakukan oleh PT Prima Siaga.

Dijelaskan saksi, Pengguna Anggaran (PA) Proyek yaitu Syahril dan Amrasul sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pernah mengarahkan dirinya untuk memenangkan PT Prima Siaga. Namun hal itu tidak jadi menang yang mulia. Yang menang PT Tresing Enginering.

" Pada akhirnya, saya sendiri juga tidak tahu, Kenapa PT Prima yang mengerjakan proyek tersebut," ujarnya.

Dikatakan saksi, PT Prima Siaga pernah diundang Tengku Azmun Ja'far, Mantan Bupati Pelalawan ke rumahnya untuk membicarakan proyek ini. Disana, ditampilkan gambar fisik Islamic Center berbentuk Tahap perencanaan dalam masa Tengku Azmun Ja'far.

" Hanya gambar saja yang mulia. Sedangkan gambar dikertas tidak ada. Perencanaan anggarannya juga tidak ada. Saya heran juga, kenapa PT Prima yang mengerjakan. Padahal PT Tresing Enginering yang menang," tukasnya.

Menurut saksi, proyek ini berada di bawah Dinas Pemukiman dan Prasartana Wilayah (Kimpraswil) Pelalawan. Berapa anggaran proyek dan apakah proyek ini dalam bentuk multi years, saksi juga tidak mengetahuinya.

Mendengar jawaban saksi ini, majelis hakimpun bertanya, Seharusnya, sebagai ketua lelang anda mengetahui anggarannya dan berapa lama pengerjaannya," cetus hakim.

Saksi tetap dengan jawabannya, bahwa dirinya tidak tahu. Kenapa pengerjaan bukan dilakukan oleh perusahaan pemenang tender.

Usai mendengarkan keterangan Syahrial. JPU kemudian menghadirkan saksi lainnya.

Seperti diketahui, dalam dakwaan JPU, enam terdakwa yakni, Amrasul Abdullah sebagai pejabat pembuat komitmen (PPK), Ir Syahril, selaku Pengguna Anggaran, Tengku Azman, pelaksana tugas (Plt) Kepala Sub Dinas Cipta Karya, Fahran Ridwan. H Zakri, Direktur PT Langgam Sentosa (kontraktor) dan Rahman Saragih, supervisor engineer PT Wisatama Arsitek. Dihadirkan kepersidangan, atas kasus korupsi yang telah merugikan negara sebesar Rp 7,7 miliar.

Atas perbuatannya, JPU menjeratnya dengan Pasal 2 ayat 1 junto Pasal 18 UU no 31 tahun 1999, jo Pasal 3 junto pasal 55, tentang tindak pidana korupsi dan turut serta secara bersama sama melakukan tindak pidana korupsi.***(har)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
Thamsir Rachman
kalian semua memalukan

bogel
segera selesai kan semua kasus dengan seadil adil nya....supaya lurus jln roda pembangunan yg lebih baik

GEMPAR
TIPIKOR Masih banyak di kab/kota Provinsi Riau kasus Proyek bermasalah (koruptor besar). jgn hanya di Kab. Pelalawan saja.

GEMAPAL
Ungakap terus kasus anak Bupati Pelalawan H. M. Haris

IPMPB
Usut Tuntas Koruptor Di Pelalawan-Riau


loading...

Berita Hukum lainnya..........
- Amankan Lebaran, Tim Harat Polres Inhil Patroli Keliling Pasar di Tembilahan
- Curi Sepeda Motor di Kebun Sawit, Tiga Warga Rohul Ditangkap
- ABK Asal Gaung Tikam Dua Warga Mandah Hingga Luka Parah
- Simpan Tiga Paket Sabu di Bungkus Roti,
Ibu dan Balitanya Diamankan Petugas Lapas Bengkalis

- PN Pekanbaru Gelar Sidang Perdana Korupsi Kredit Fiktif BNI 46 Rengat
- Lulus Seleksi Tingkat Polda, 12 Calon Tamtama Ikuti Pusdik Brimob
- Korupsi ADD,
Kades dan Bendahara Desa Tanjung Punak, Bengkalis Dihukum 16 Bulan Penjara



Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda : 54.161.106.81
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com