Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Kamis, 25 Agustus 2016 21:09
Selatpanjang Mulai Kondusif, Akses ke Polres Ditutup Polisi

Kamis, 25 Agustus 2016 20:18
Bupati Bengkalis Tinjau Karlahut di Dua Desa di Pinggir

Kamis, 25 Agustus 2016 20:01
Modus Motor Rusak, Motor Pelajar di Tambusai Utara, Rohul Dibawa Kabur

Kamis, 25 Agustus 2016 19:35
Kepsek se-Kecamatan Tambang Kunjungi RTMPE dan P4S

Kamis, 25 Agustus 2016 19:28
Jenazah Brigadir Adil S Tambunan Bakal Dimakamkan di Sumut

Kamis, 25 Agustus 2016 19:19
KKKS Kampar Bantu Lansia dan Anak Berprestasi

Kamis, 25 Agustus 2016 19:07
Penemuan Tengkorak Manusia Bikin Geger Warga Dumai



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Kamis, 7 Maret 2013 11:51
Bobol Dinding Lewat Kuburan,
Maling Gondol Rp 180 Juta dari BPR ABS


Bank Perkreditan Rakyat ABS di Jalan Jendral Sudirman Pekabaru dibobol. Maling yang masuk lewat kuburan menggondol Rp 180 juta.

Riauterkini-PEKANBARU- Kasus pembobolan brankas kembali terjadi di Pekanbaru. Setelah tujuh brankas Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Riau di Jalan Terubuk Pekanbaru, giliran Bank Perkreditan Rakyat (BPR) ABS di Jalan Jendral Sudirman, samping RS Awalbros jadi sasaran.

Pembobolan brankas di lembaga keuangan mikro tersebut baru diketahui pagi tadi, Kamis (7/3/13). Sekitar pukul 7.30 WIB Hendrianto, petugas kemananan BRP ABS tiba di kantor dan mendapati pintu bagian belakang sudah terbuka.

Merasa curiga, Herianto lantas memeriksa ruang tempat menyimpan brankas. Ternyata benda penyimpan uang dan barang berharga tersebut sudah bolong, bekas dilobangi pakai mesin las.

Temuan tersebut lantas dilaporkan Hendrianto kepada Direktur BPR ABS Hendri. Tidak lama kemudian Hendri tiba di lokasi dan lantas melaporkannya kepada aparat berwajib.

Dari pantauan di lapangan dan keterangan aparat diketaui, bahwa kawanan maling masuk dengan cara membobol dindin pembatas perkarangan kantor dengan kuburan yang berada di belakangan kantor.

Di tembok tersebut terdapat lobang berdiameter sekitar 50 centimeter. Setelah itu, para maling membuka paksa pintu dan kemudian beraksi melobangi dinding brankas dengan mesin las portabel. Aksi tersebut dilakukan dengan bebas karena kamera CCTV mereka tutup dengan lakban dan server BPR ABS dimatikan.

Ada dua brankas yang coba dibuka, namun hanya satu yang isinya digondol, yakni uang sekitar Rp 180 juta.

Menurut Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru AKP Arief Fajar, para pelaku tergolong profesional dan rapi dalam melakukan aksi kejahatan.

"Mereka prefesional. Caranya kerjanya rapi," ujarnya memberi kesimpulan awal.

Untuk mengungkap kasus tersebut, Arief Fajar mengatakan, pihaknya melakukan olah tempat kejadian perkara dan memeriksa sejumlah saksi.***(mad)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Hukum lainnya..........
- Selatpanjang Mulai Kondusif, Akses ke Polres Ditutup Polisi
- Modus Motor Rusak, Motor Pelajar di Tambusai Utara, Rohul Dibawa Kabur
- Jenazah Brigadir Adil S Tambunan Bakal Dimakamkan di Sumut
- Kasus Karlahut,
Kabareskim: 15 Korporasi di SP3 Karena Tidak Cukup Bukti

- Mengulang Tragedi 2001 di Meranti,
Ribuan Massa Sempat Membakar Asrama Polisi

- Bentrok Massa Vs Polisi di Meranti Terus Berlanjut
- Pemenggal Kepala Nenek di Rohul Dituntut 20 Tahun Penjara


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.80.192.30
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com