Untitled Document
Kamis, 26 Ramadhan 1435 H |
Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Kamis, 24 Juli 2014 21:00
Puluhan Pasangan Haram Terjaring Razia Yustisi di Duri

Kamis, 24 Juli 2014 20:16
Jelang Lebaran, Gubri Tarik Ratusan Mobnas

Kamis, 24 Juli 2014 19:48
Usai Sidang di PN Pekanbaru, Tahanan Narkoba Kejari Melarikan Diri

Kamis, 24 Juli 2014 19:37
Perda LH Riau Pertama di Sumatera

Kamis, 24 Juli 2014 18:03
PWI Rohul Berbagi dengan Anak Yatim dan Kurang Mampu

Kamis, 24 Juli 2014 17:52
Capella Honda Bantu Al Qur'An ke Ponpes, Masjid dan Lembaga Pendidikan Islam di Riau

Kamis, 24 Juli 2014 17:39
THR Belum Dibayar, 12 Buruh PT WI Datangi Disnakertranduk Riau



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 5 Maret 2013 20:25
Mantan Kacab BPD Riau di Batam Saksi Mahkota Sidang Dugaan Kredit Macet

Sidang perkara dugaan kredit macet Bank Riau Kepri berlanjut. Mantan Kacab BPD Riau Batam dihadirkan sebagai saksi mahkota.

Riauterkini-PEKANBARU-Mantan Kepala Cabang (Kacab) Bank Pembangunan Daerah (BPD) Riau cabang Batam, Yumadris menjadi saksi kasus kredit macet senilai Rp35,2 miliar, pada sidang lanjutan di Pengadilan Tipikor, Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru, Selasa (5/3/13).

Keterangan Yumadris ini meringankan terdakwa Buchari Arahim, mantan Direktur Pemasaran BPD Riau. Karena Yumadris dihadirkan jaksa penuntut umum (JPU) Oka Regina SH sebagai saksi mahkota.

Dalam kesaksiannya Yumadris mengatakan, dirinya menjadi Kepala Cabang BPD Batam yang telah berganti nama jadi Bank Riau Kepri pada tahun 2002-2006. Menurutnya, bila kredit di atas batas wewenang cabang maka harus dilaporkan ke kantor pusat di Pekanbaru.

Dihadapan majelis hakim yang diketuai Krosbin Lumban Gaol SH. Yumadris menjelaskan awal mula terjadinya kredit macet ini, dirinya dikenalkan dengan Direktur PT Saras Perkasa, Arya Wijaya, pada Maret 2003 oleh Direktur Utama, Zulkifli Thalib. Saat itu, Arya menyatakan akan mentake over pembangunan mal dan toko di Batam.

" Take over itu untuk menyelamatkan kredit sebelumnya dari PT Karya Wika. Saat dikenalnya, perusahaan milik Arya baru berdiri dan dia mengajukan kredit Rp35,2 miliar," ucapnya.

Untuk melancarkan kredit, kata Yumadris, harus ada notice keuangan dari PT Saras. Namun notice tidak bisa dilakukan karena belum ada sebagian data keuangan karena PT Saras baru berdiri. Hal itu dilaporkan ke Direktur Utama dan Yumadris diperintahkan datang ke Pekanbaru.

" Saya pergi bersama Muswanto pada tanggal 4 Juli 2003 ke Pekanbaru. Dirut lalu memerintahkan Syahrul buat notice, padahal itu sebenarnya kewajiban cabang. Notice itu ditandatangani Muswanto dengan sepengetahuan saya," ungkapnya lagi.

Selanjutnya, Yumadris menyatakan, syarat yang diajukan PT Saras untuk memperoleh kredit belum terpenuhi. Di antaranya neraca keuangan.

" Padahal itu adalah syarat mutlak. Minimal sudah dua tahun," ucapnya.

Namun setelah melalui rapat komite, pengajuan kredit Rp35,2 miliar tetap dikabulkan. Itu didasarkan adanya notice dan surat dari kantor cabang. "Surat itu harus ada persetujuan dari Direktur Pemasaran yang saat itu dijabat terdakwa," tuturnya.

Pada 26 Mei, Wrya Wijaya berikan jaminan berupa deposito sebesar Rp100 miliar pada Direktur Utama. "Deposito semacam sertifikat. Pake logo bank BNI. Deposito 4 lembar masing- senilai 25 miliar," tukasnya.***(har)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
mustafa
Tangkap syahrul analis kredit PT. Saras Perkasa, tangkap arya yang sewaktu BAP dapat hadir, sewaktu ditetapkan jadi tersangka Malay kabur, bebaskan zulkifli thalib krn ybs. Hanya korban rekayasa kredit yang dilakukan syahrul SE. MM.. tangkap sarjono

tengku
Seharusnya bapak bapak hakim dan jaksa melihat dengan bijak jika saat ini trend dark saksi setelah bapak zul dituntut hukuman 6 tahun penjara adalah seluruh saksi Dan tersangka adalah memojokkan bapak zulkifli thalib, Karena sudah ada komitmen dari b

tengku
Seharusnya bapak bapak hakim dan jaksa melihat dengan bijak jika saat ini trend dark saksi setelah bapak zul dituntut hukuman 6 tahun penjara adalah seluruh saksi Dan tersangka adalah memojokkan bapak zulkifli thalib, Karena sudah ada komitmen dari b

tengku
Seharusnya bapak bapak hakim dan jaksa melihat dengan bijak jika saat ini trend dark saksi setelah bapak zul dituntut hukuman 6 tahun penjara adalah seluruh saksi Dan tersangka adalah memojokkan bapak zulkifli thalib, Karena sudah ada komitmen dari b

fadli
Bank Indonesia juga bagian dari komplotan pembobolan ini, krn mengetahui Dan disetujui bank Indonesia pekanbaru, dimana oknum bank Indonesia pekanbaru menutup mata akan Hal ini. Karena selama ini bank Indonesia tidak menganggap ini kebobolan dgn tot

Gorden
Pak tirai kok datanya basi gitu sih...??? Kan sampai hari ini pak makruf masih bayar kok apa yang dipermasalahkan ya? Terkadang isue2 saja sudah anda jadikan ladang buat meras lembaga, coba kalian LSM diaudit juga dari mana dana kalian ha?? Dapat idu

GUSMANSYAH(TIRAI INVESTIGATIF)
diharapkan pihak penegak hukum agar memproses kredit macet atas nama maqruf m, ini juga terjadi dibatam, dimana pemberian kredit tersebut diindikasi sa4rat dengan penyimpanggan dan kospirasi karna angunan surat tanah sampai saat ini tidak bisa disert

Pemerhati
Loh klo ada jaminan kan sdh selesai. sita jaminan saja jd negara tdk dirugikan. Nah pertanyaannya apa itu permasalahannya sampai kasus ini menjadi pidana ..... Klo ngasi informasi yg benar saja .... masyarakat kita tdk %@!*.


Berita Hukum lainnya..........
- Puluhan Pasangan Haram Terjaring Razia Yustisi di Duri
- Usai Sidang di PN Pekanbaru, Tahanan Narkoba Kejari Melarikan Diri
- Tilap Dana Bantuan Pendidikan SD-SMP,
Mantan Kabid Disidik Inhu Divonis 5 Tahun Penjara

- Jaksa Tetapkan Tiga Tersangka Korupsi Terminal Barang Dishub Dumai
- Dua Terdakwa Korupsi Stadiun Mini Pelalawan Jalani Sidang Perdana
- Korban Dibuang di HTI, Tersangka Sodomi dan Mutilasi di Siak jadi Lima
- Mata Kiri Buta, Karyawan Panen Gugat PTPN V


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.227.12.219
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com