Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Jum’at, 15 Desember 2017 13:00
Demi Kepastian Hukum,
RAPP Ajukan Permohonan Pembatalan SK 5322 ke PTUN


Jum’at, 15 Desember 2017 12:14
Mayat Dalam.Sumur Ditemukan Warga Hendak Wudhu di Duri

Jum’at, 15 Desember 2017 11:02
6 Kades di Gauang Dikantik, Bupati Inhil Pesan Memimpin Sesuai Ketentuan

Jum’at, 15 Desember 2017 08:33
Innalillahi Wainnalillahi Rojiun, Ayah Bupati Rohul Suparman Wafat

Jum’at, 15 Desember 2017 06:18
Gubri Yakin Sagu Bisa Dijadikan Alternatif Pangan, Solusi Alih Fungsi Lahan

Jum’at, 15 Desember 2017 06:07
Kebut Kerja Akhir Tahun, DPRD Riau Sahkan 4 Perda

Kamis, 14 Desember 2017 21:20
Expo Karya Pendidikan Tahun 2017, Bupati Inhil Sesalkan Minim Peran Serta SMA Negeri

Kamis, 14 Desember 2017 21:14
Reses di Mandau, Syaiful Ardi Beri Bantuan dan Janjikan Sejumlah Insfrastruktur

Kamis, 14 Desember 2017 21:07
Dugaan Korupsi Dermaga Sungai Tohor Barat,
Mangkir, Kejari Bakal Ajukan Surat Pencekalan Mantan Kadishub Meranti


Kamis, 14 Desember 2017 20:58
Tak Kunjung Disahkan, Dewan Sebut Menteri Siti Nurbaya Sengaja Memperlambat RTRW Riau

loading...



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.


Selasa, 5 Maret 2013 20:25
Mantan Kacab BPD Riau di Batam Saksi Mahkota Sidang Dugaan Kredit Macet

Sidang perkara dugaan kredit macet Bank Riau Kepri berlanjut. Mantan Kacab BPD Riau Batam dihadirkan sebagai saksi mahkota.

Riauterkini-PEKANBARU-Mantan Kepala Cabang (Kacab) Bank Pembangunan Daerah (BPD) Riau cabang Batam, Yumadris menjadi saksi kasus kredit macet senilai Rp35,2 miliar, pada sidang lanjutan di Pengadilan Tipikor, Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru, Selasa (5/3/13).

Keterangan Yumadris ini meringankan terdakwa Buchari Arahim, mantan Direktur Pemasaran BPD Riau. Karena Yumadris dihadirkan jaksa penuntut umum (JPU) Oka Regina SH sebagai saksi mahkota.

Dalam kesaksiannya Yumadris mengatakan, dirinya menjadi Kepala Cabang BPD Batam yang telah berganti nama jadi Bank Riau Kepri pada tahun 2002-2006. Menurutnya, bila kredit di atas batas wewenang cabang maka harus dilaporkan ke kantor pusat di Pekanbaru.

Dihadapan majelis hakim yang diketuai Krosbin Lumban Gaol SH. Yumadris menjelaskan awal mula terjadinya kredit macet ini, dirinya dikenalkan dengan Direktur PT Saras Perkasa, Arya Wijaya, pada Maret 2003 oleh Direktur Utama, Zulkifli Thalib. Saat itu, Arya menyatakan akan mentake over pembangunan mal dan toko di Batam.

" Take over itu untuk menyelamatkan kredit sebelumnya dari PT Karya Wika. Saat dikenalnya, perusahaan milik Arya baru berdiri dan dia mengajukan kredit Rp35,2 miliar," ucapnya.

Untuk melancarkan kredit, kata Yumadris, harus ada notice keuangan dari PT Saras. Namun notice tidak bisa dilakukan karena belum ada sebagian data keuangan karena PT Saras baru berdiri. Hal itu dilaporkan ke Direktur Utama dan Yumadris diperintahkan datang ke Pekanbaru.

" Saya pergi bersama Muswanto pada tanggal 4 Juli 2003 ke Pekanbaru. Dirut lalu memerintahkan Syahrul buat notice, padahal itu sebenarnya kewajiban cabang. Notice itu ditandatangani Muswanto dengan sepengetahuan saya," ungkapnya lagi.

Selanjutnya, Yumadris menyatakan, syarat yang diajukan PT Saras untuk memperoleh kredit belum terpenuhi. Di antaranya neraca keuangan.

" Padahal itu adalah syarat mutlak. Minimal sudah dua tahun," ucapnya.

Namun setelah melalui rapat komite, pengajuan kredit Rp35,2 miliar tetap dikabulkan. Itu didasarkan adanya notice dan surat dari kantor cabang. "Surat itu harus ada persetujuan dari Direktur Pemasaran yang saat itu dijabat terdakwa," tuturnya.

Pada 26 Mei, Wrya Wijaya berikan jaminan berupa deposito sebesar Rp100 miliar pada Direktur Utama. "Deposito semacam sertifikat. Pake logo bank BNI. Deposito 4 lembar masing- senilai 25 miliar," tukasnya.***(har)



Berita Hukum lainnya..........
- Mayat Dalam.Sumur Ditemukan Warga Hendak Wudhu di Duri
-
- Kalap Temannya Kehilangan Anjing, Simatupang Menusuk 8 Orang di Kandis
- Hakim PN Bengkalis Vonis Mati Bandar Sabu 40 Kg
- Korupsi Dermaga Sungai Tohor Barat,
Kejari Kepulauan Meranti Tetapkan 4 Tersangka

- Belum Siap, Jaksa Batal Tuntut Pegawai Rutan Terjerat Pungli
- Korupsi ADD, Seorang Mantan Kades di Rohil Divonis 4 Tahun Penjara
- Buntut Pemanggilan Kejari,
Rekanan Sebut Oknum PPK Disdik Pelalawan Minta 'Setoran'

- Polda Riau Musnahkan 17 Kg Sabu dari 7 Tersangka
- Nistakan Islam di Facebook, P Hutahean Dilaporkan ke Polsek Minas
- Anggota DPRD Pelalawan Dukung Kejari Tangkap Petinggi PT Adei
- Keluarga Histeris,  Hakim PN Siak Vonis Mati Dua terdakwa Narkotika Lintas Negara
- Tersangka Terima Upah Rp4 Juta,
Polisi Tangkap Dua Kurir Sabu 10 Kg di Siakkecil, Bengkalis

- Korupsi RTH, Pendemo Desak Kejati Periksa Gubernur Riau
- Dua Terdakwa Narkotika Divonis Mati Hakim PN Siak
- Dugaan Pungli Proyek, Seorang Kasi di Disdik Pelalawan Diperiksa Kejari
- Setahun Berlalu, Eksekusi Petinggi PT Adei Plantation Tak Kunjung Terlaksana
- Polisi Amankan Diduga Sabu 10 Kg di Siakkecil, Bengkalis
- Mencuri di Duri, Sopir Tertangkap di Bukit Kapur, Dumai
- Sidang TTD Bupati Bengkalis,
Saksi Sebut Perjanjian dengan Terdakwa Rp1 M Urus Dokumen



Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda : 54.82.79.109
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com