Untitled Document
Sabtu, 1 Muharram 1436 H |
Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Jum’at, 24 Oktober 2014 21:27
Bupati Kampar Kumpulkan SKPD Evaluasi Beberapa Program

Jum’at, 24 Oktober 2014 21:16
Tahun Baru 1436 Hijriah,
TP-PKK Kampar Taja Tabligh Akbar dari Siang hingga Malam


Jum’at, 24 Oktober 2014 21:08
Ucapkan Selamat riauterkini.com ke-11 Datang dari Dumai

Jum’at, 24 Oktober 2014 21:03
Tabligh Akbar dan Wisuda Hafiz,
Pemkab Rohul Sambut 1 Muharram di Masjid Agung Madani


Jum’at, 24 Oktober 2014 20:54
Gelar Rapat Evaluasi
PKK Inhil Diminta Dukung dan Sukseskan Program Pemkab


Jum’at, 24 Oktober 2014 20:47
Lepas Pawai Muharram 1436 H,
Bupati Inhil Harapkan Jadi Wahana Memperbaiki Diri


Jum’at, 24 Oktober 2014 20:18
Porprov VIII Riau,
Karate Sumbang 1 Emas untuk Rohul




Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 5 Maret 2013 20:25
Mantan Kacab BPD Riau di Batam Saksi Mahkota Sidang Dugaan Kredit Macet

Sidang perkara dugaan kredit macet Bank Riau Kepri berlanjut. Mantan Kacab BPD Riau Batam dihadirkan sebagai saksi mahkota.

Riauterkini-PEKANBARU-Mantan Kepala Cabang (Kacab) Bank Pembangunan Daerah (BPD) Riau cabang Batam, Yumadris menjadi saksi kasus kredit macet senilai Rp35,2 miliar, pada sidang lanjutan di Pengadilan Tipikor, Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru, Selasa (5/3/13).

Keterangan Yumadris ini meringankan terdakwa Buchari Arahim, mantan Direktur Pemasaran BPD Riau. Karena Yumadris dihadirkan jaksa penuntut umum (JPU) Oka Regina SH sebagai saksi mahkota.

Dalam kesaksiannya Yumadris mengatakan, dirinya menjadi Kepala Cabang BPD Batam yang telah berganti nama jadi Bank Riau Kepri pada tahun 2002-2006. Menurutnya, bila kredit di atas batas wewenang cabang maka harus dilaporkan ke kantor pusat di Pekanbaru.

Dihadapan majelis hakim yang diketuai Krosbin Lumban Gaol SH. Yumadris menjelaskan awal mula terjadinya kredit macet ini, dirinya dikenalkan dengan Direktur PT Saras Perkasa, Arya Wijaya, pada Maret 2003 oleh Direktur Utama, Zulkifli Thalib. Saat itu, Arya menyatakan akan mentake over pembangunan mal dan toko di Batam.

" Take over itu untuk menyelamatkan kredit sebelumnya dari PT Karya Wika. Saat dikenalnya, perusahaan milik Arya baru berdiri dan dia mengajukan kredit Rp35,2 miliar," ucapnya.

Untuk melancarkan kredit, kata Yumadris, harus ada notice keuangan dari PT Saras. Namun notice tidak bisa dilakukan karena belum ada sebagian data keuangan karena PT Saras baru berdiri. Hal itu dilaporkan ke Direktur Utama dan Yumadris diperintahkan datang ke Pekanbaru.

" Saya pergi bersama Muswanto pada tanggal 4 Juli 2003 ke Pekanbaru. Dirut lalu memerintahkan Syahrul buat notice, padahal itu sebenarnya kewajiban cabang. Notice itu ditandatangani Muswanto dengan sepengetahuan saya," ungkapnya lagi.

Selanjutnya, Yumadris menyatakan, syarat yang diajukan PT Saras untuk memperoleh kredit belum terpenuhi. Di antaranya neraca keuangan.

" Padahal itu adalah syarat mutlak. Minimal sudah dua tahun," ucapnya.

Namun setelah melalui rapat komite, pengajuan kredit Rp35,2 miliar tetap dikabulkan. Itu didasarkan adanya notice dan surat dari kantor cabang. "Surat itu harus ada persetujuan dari Direktur Pemasaran yang saat itu dijabat terdakwa," tuturnya.

Pada 26 Mei, Wrya Wijaya berikan jaminan berupa deposito sebesar Rp100 miliar pada Direktur Utama. "Deposito semacam sertifikat. Pake logo bank BNI. Deposito 4 lembar masing- senilai 25 miliar," tukasnya.***(har)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
mustafa
Tangkap syahrul analis kredit PT. Saras Perkasa, tangkap arya yang sewaktu BAP dapat hadir, sewaktu ditetapkan jadi tersangka Malay kabur, bebaskan zulkifli thalib krn ybs. Hanya korban rekayasa kredit yang dilakukan syahrul SE. MM.. tangkap sarjono

tengku
Seharusnya bapak bapak hakim dan jaksa melihat dengan bijak jika saat ini trend dark saksi setelah bapak zul dituntut hukuman 6 tahun penjara adalah seluruh saksi Dan tersangka adalah memojokkan bapak zulkifli thalib, Karena sudah ada komitmen dari b

tengku
Seharusnya bapak bapak hakim dan jaksa melihat dengan bijak jika saat ini trend dark saksi setelah bapak zul dituntut hukuman 6 tahun penjara adalah seluruh saksi Dan tersangka adalah memojokkan bapak zulkifli thalib, Karena sudah ada komitmen dari b

tengku
Seharusnya bapak bapak hakim dan jaksa melihat dengan bijak jika saat ini trend dark saksi setelah bapak zul dituntut hukuman 6 tahun penjara adalah seluruh saksi Dan tersangka adalah memojokkan bapak zulkifli thalib, Karena sudah ada komitmen dari b

fadli
Bank Indonesia juga bagian dari komplotan pembobolan ini, krn mengetahui Dan disetujui bank Indonesia pekanbaru, dimana oknum bank Indonesia pekanbaru menutup mata akan Hal ini. Karena selama ini bank Indonesia tidak menganggap ini kebobolan dgn tot

Gorden
Pak tirai kok datanya basi gitu sih...??? Kan sampai hari ini pak makruf masih bayar kok apa yang dipermasalahkan ya? Terkadang isue2 saja sudah anda jadikan ladang buat meras lembaga, coba kalian LSM diaudit juga dari mana dana kalian ha?? Dapat idu

GUSMANSYAH(TIRAI INVESTIGATIF)
diharapkan pihak penegak hukum agar memproses kredit macet atas nama maqruf m, ini juga terjadi dibatam, dimana pemberian kredit tersebut diindikasi sa4rat dengan penyimpanggan dan kospirasi karna angunan surat tanah sampai saat ini tidak bisa disert

Pemerhati
Loh klo ada jaminan kan sdh selesai. sita jaminan saja jd negara tdk dirugikan. Nah pertanyaannya apa itu permasalahannya sampai kasus ini menjadi pidana ..... Klo ngasi informasi yg benar saja .... masyarakat kita tdk %@!*.


Berita Hukum lainnya..........
- Korupsi Alkes RSUD Teluk Kuantan,
Perkara Dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Pekanbaru

- Porprov VIII Riau di Inhu,
Lokasi Pertandingan Dipindah, Kontingen Sepakbola Kecewa

- Miliki 1 Paket Sabu-sabu,
Polsek Kandis Bekuk Seorang Tersangka

- Seorang Pemuda di Rohul Gantung Diri di Ruang Tamu
- Pelaku Judi Togel Diciduk Polres Kampar
- Ditinggal Shalat Jumat,
Maling Sikat Sepeda Motor Wartawan Riau Pos di Kantor Gubernur

- Diperiksa KPK di SPN Pekanbaru,
Zulkifli Yusuf Ngaku Cuma Ngantar Berkas, Zulher Pucat, Pimpinan Duta Palma Terbirit-Birit



Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.90.243.204
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com