Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Sabtu, 26 Mei 2018 01:24
Genangi Lahan dan Perkebunan Warga,
Kembali, Pipa Minyak Chevron di Duri Meledak


Jum’at, 25 Mei 2018 22:58
Dinkes Pastikan Seluruh Apotek di Bengkalis Dibina Berkala

Jum’at, 25 Mei 2018 22:54
Lanal Dumai Amankan Kapal Angkut 700 Ballpres Ilegal Asal Malaysia

Jum’at, 25 Mei 2018 22:49
Dua Nama Toke Besar di Sei Pakning Disebut-sebut pada Sidang Kasus Trenggiling

Jum’at, 25 Mei 2018 22:44
Hasil UN SMP Pelalawan Duduki Peringkat 8 Riau

Jum’at, 25 Mei 2018 21:42
Pertama di Sumatera, DIRE Ciptadana Wadahi Masyarakat Berinvestasi Aset Mal SKA

Jum’at, 25 Mei 2018 21:35
Kampanye Dialogis di Kecamatan Kempas,
Wardan: Program DMIJ Plus Bagi Akselerasi Pembangunan di Kelurahan


Jum’at, 25 Mei 2018 21:04
Cagubri Syamsuar Kunjungi Kuansing,
Warga Sungai Soriak Berharap Keberhasilan Siak Bisa Ditularkan ke Kampung Mereka


Jum’at, 25 Mei 2018 20:45
Ikut Berpartisipasi Semarakkan Ramadhan, PSMTI Bagikan 500 Takjil Gratis kepada Masyarakat

Jum’at, 25 Mei 2018 20:26
Berkeliaran di Bulan Ramadan, Komisi I DPRD Riau Minta Satpol PPTertibkan Gepeng

loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 5 Maret 2013 19:40
2013, Kejahatan Seksual pada Anak di Inhu Meningkat

Awal tahun 2013 ditandai dengan peningkatan tindak asusila di Inhu. Korbannya kebanyakan anak di bawah umur.

Riauterkini - RENGAT-Pada 2013 tindak kejahatan seksual terhadap anak di bawah umur di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) cenderung terjadi peningkatan.

Pada medio Januari hingga Februari 2013 kasus pencabulan yang terjadi di Inhu telah menelan korban 11 orang anak. Dengan asumsi setiap pekan selama dua bulan ini terjadi pencabulan terhadap anak di bawah umur. Di Kabupaten yang dipimpin Bupati termuda kedua di Indonesia.

Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Inhu Karmiatun Harman didampingi Sekretaris P2TP2A Bachtiar AB kepada wartawan Selasa (5/3/13) di Rengat menegaskan, korban pencabulan dilakukan mulai dari orang dewasa, ayah tiri hingga ayah kandung, bahkan pelakunya juga ada anak-anak. " Untuk itu sesuai tugas pokok, P2TP2A Inhu selalu mendampingi anak sebagai korban maupun sebagai pelaku," ujarnya.

Dari 11 kasus pencabulan yang tersebar disejumlah kecamatan dalam wilayah Inhu. Penanganan dan pendampingan terhadap setiap anak juga berbeda dari satu kasus dengan kasus lainnya. Karena selain anak normal, diantaranya juga ada korban pemerkosaan yang keterbelakangan mental.

Seperti yang terjadi di Jalan Makam Kusuma Kelurahan Peranap Kecamatan Peranap pada Senin (18/2/13) lalu dengan korban berinisial Yo (16) yang mengalami keterbelakangan mental. Dimana Untuk mengungkap motif cabul yang dialami korban, P2TP2A Inhu mendatangkan guru Sekolah Luar Biasa (SLB) Inhu hingga penyidikan di Kepolisian.

Pelaku pencabulan ini merupakan pelajar SMP kelas VII yang dipengaruhi seusai nonton film porno di HP orang tuanya. “Pendampingan terhadap korban bekerja sama dengan SLB sedangkan pelaku didampingi oleh tim P2TP2A Inhu," tandasnya.

Sementara itu kasus pencabulan juga dialami Ap (17) siswi salah satu SMA di Rengat. Karena selain korbannya masih tergolong anak-anak, pelaku pencabulan itu mencapai tiga orang yang juga masih di bawah umur. Menangani kasus ini P2TP2A Inhu harus mendatangi pihak sekolah. Sebab, salah seorang pelakunya merupakan siswa SMA kelas XII yang dalam waktu dekat akan menghadapi Ujian Nasional (UN). “Pihak sekolah belum memberikan jawaban tentang pelaku untuk dapat mengikuti UN. Karena pihak sekolah menilai, pelaku telah melanggar peraturan sekolah. Untuk itu P2TP2A akan mencoba mendatangi Disdik," ungkapnya.

P2TP2A Inhu menghimbau kepada orang tua agar tidak lengah terhadap anaknya. Karena pencabulan itu dapat terjadi kapan saja. Sehingga sangat diharapkan peran orang tua untuk mencegah terjadinya pencabulan tersebut.

Kasus kejahatan seksual terhadap anak dibawah umur ini, pada 2013 jauh meningkat dibanding tahun sebelumnya yang hanya lima kasus. Dimana sepuluh kasus pencabulan itu terjadi diantaranya, dua kasus di Kecamatan Peranap, dua kasus di Kecamatan Batang Gansal, dua kasus di Kecamatan Pasir Penyu dan empat kasus di Kecamatan Rengat. “Diluar kasus cabul, P2TP2A juga menangani 7 kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT)," jelasnya. *** (guh)

Loading...


Berita Hukum lainnya..........
- Lanal Dumai Amankan Kapal Angkut 700 Ballpres Ilegal Asal Malaysia
- Dua Nama Toke Besar di Sei Pakning Disebut-sebut pada Sidang Kasus Trenggiling
- Polsek Kepenuhan Turut Ciduk Juru Tulis Judi Togel
- Bawa Sabu, 2 Warga Rambah Diciduk Satres Narkoba Polres Rohul dari 2 Lokasi
- ‎Judi Domino, Seorang Warga Kepenuhan Baru Ditangkap Polisi Rohul dan 3 Lainnya Kabur
- Korban Tenggelam di Sungai Rokan Desa Muara Dilam Mengalami Gangguan Jiwa
- Kamis Depan, Perkara Korupsi Proyek RTH Jilid II Disidangkan
- Miliki Sabu-sabu dalam LP,
Baru Bebas, Napi LP Bangkinang Ini Kembali Ditangkap

- Tahanan Kejari Pekanbaru Kabur Usai Sidang
- Polda Riau Ungkap Dua Kasus Narkoba 41 Kilogram Sabu 44000 Butir Ekstasi
- Ikut Edar Sabu, Oknum Satpol PP Rohul dan Tetangganya Ditangkap
- Razia, Satpol PP Pekanbaru Dapti Tempat Hiburan Buka di Malam Ramadhan
- 3 Penjudi Diciduk Polsek Tambusai, Seorang Tersangka Ketahuan Bawa Sabu
- Kredit Motor Pakai KTP Palsu, Seorang Warga Tapung Ditangkap Polisi
- TPPU Penyertaan Modal Pemkab Bengkalis, Mantan Bupati Terancam Jadi Tersangka
- Rampok Toke 2 Kg Emas di Langgam, Salah Seorang Pelaku Hanya Kebagian Rp3 Juta
- Safari ke Bengkalis,
Danrem 031/Wirabima Imbau Masyarakat Aktifkan Siskamling untuk Cegah Teroris

- Sebuah Rumah di Sebauk, Bengkalis Ludes Terbakar
- Klarifikasi LBH PAHAM Cabang Riau, Oknum Pengacaranya Tilap Uang Terpidana Kasus Narkoba
- 5 Kilogram Asal Malaysia Dikendalikan Dari Lapas Kelas II A Pekanbaru


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com