Untitled Document
Rabu, 25 Ramadhan 1435 H |
Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Rabu, 23 Juli 2014 14:07
Dewan Meminta PLN Tak Matikan Listrik Menjelang Lebaran

Rabu, 23 Juli 2014 14:03
Korupsi Pembangunan Drainase Pekanbaru,
Pejabat Kementrian PU Divonis Hakim 16 Bulan


Rabu, 23 Juli 2014 14:01
a

Rabu, 23 Juli 2014 14:00
20.000 Blangko Akte Kelahiran Pekanbaru Siap Cetak

Rabu, 23 Juli 2014 13:56
Pemkab Kuansing Ajukan RAPBD-P 2014 ke Dewan Bulan Depan

Rabu, 23 Juli 2014 13:53
Terra-Aqua Pantau 160 Titik Panas di Riau

Rabu, 23 Juli 2014 13:44
Lima Desa Pangean, Kuansing Dipimpin Pejabat Sementara



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 5 Maret 2013 19:40
2013, Kejahatan Seksual pada Anak di Inhu Meningkat

Awal tahun 2013 ditandai dengan peningkatan tindak asusila di Inhu. Korbannya kebanyakan anak di bawah umur.

Riauterkini - RENGAT-Pada 2013 tindak kejahatan seksual terhadap anak di bawah umur di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) cenderung terjadi peningkatan.

Pada medio Januari hingga Februari 2013 kasus pencabulan yang terjadi di Inhu telah menelan korban 11 orang anak. Dengan asumsi setiap pekan selama dua bulan ini terjadi pencabulan terhadap anak di bawah umur. Di Kabupaten yang dipimpin Bupati termuda kedua di Indonesia.

Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Inhu Karmiatun Harman didampingi Sekretaris P2TP2A Bachtiar AB kepada wartawan Selasa (5/3/13) di Rengat menegaskan, korban pencabulan dilakukan mulai dari orang dewasa, ayah tiri hingga ayah kandung, bahkan pelakunya juga ada anak-anak. " Untuk itu sesuai tugas pokok, P2TP2A Inhu selalu mendampingi anak sebagai korban maupun sebagai pelaku," ujarnya.

Dari 11 kasus pencabulan yang tersebar disejumlah kecamatan dalam wilayah Inhu. Penanganan dan pendampingan terhadap setiap anak juga berbeda dari satu kasus dengan kasus lainnya. Karena selain anak normal, diantaranya juga ada korban pemerkosaan yang keterbelakangan mental.

Seperti yang terjadi di Jalan Makam Kusuma Kelurahan Peranap Kecamatan Peranap pada Senin (18/2/13) lalu dengan korban berinisial Yo (16) yang mengalami keterbelakangan mental. Dimana Untuk mengungkap motif cabul yang dialami korban, P2TP2A Inhu mendatangkan guru Sekolah Luar Biasa (SLB) Inhu hingga penyidikan di Kepolisian.

Pelaku pencabulan ini merupakan pelajar SMP kelas VII yang dipengaruhi seusai nonton film porno di HP orang tuanya. “Pendampingan terhadap korban bekerja sama dengan SLB sedangkan pelaku didampingi oleh tim P2TP2A Inhu," tandasnya.

Sementara itu kasus pencabulan juga dialami Ap (17) siswi salah satu SMA di Rengat. Karena selain korbannya masih tergolong anak-anak, pelaku pencabulan itu mencapai tiga orang yang juga masih di bawah umur. Menangani kasus ini P2TP2A Inhu harus mendatangi pihak sekolah. Sebab, salah seorang pelakunya merupakan siswa SMA kelas XII yang dalam waktu dekat akan menghadapi Ujian Nasional (UN). “Pihak sekolah belum memberikan jawaban tentang pelaku untuk dapat mengikuti UN. Karena pihak sekolah menilai, pelaku telah melanggar peraturan sekolah. Untuk itu P2TP2A akan mencoba mendatangi Disdik," ungkapnya.

P2TP2A Inhu menghimbau kepada orang tua agar tidak lengah terhadap anaknya. Karena pencabulan itu dapat terjadi kapan saja. Sehingga sangat diharapkan peran orang tua untuk mencegah terjadinya pencabulan tersebut.

Kasus kejahatan seksual terhadap anak dibawah umur ini, pada 2013 jauh meningkat dibanding tahun sebelumnya yang hanya lima kasus. Dimana sepuluh kasus pencabulan itu terjadi diantaranya, dua kasus di Kecamatan Peranap, dua kasus di Kecamatan Batang Gansal, dua kasus di Kecamatan Pasir Penyu dan empat kasus di Kecamatan Rengat. “Diluar kasus cabul, P2TP2A juga menangani 7 kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT)," jelasnya. *** (guh)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Hukum lainnya..........
- Korupsi Pembangunan Drainase Pekanbaru,
Pejabat Kementrian PU Divonis Hakim 16 Bulan

- Diduga Angkut Sapi Curian,
Tiga Pria Diamankan di Polsek Tambusai

- Dugaan Korupsi Program K2i, Tim Ahli Kejaksaan Diturunkan Usai Lebaran
- Pelaku Sodomi Culik dan Mutilasi Tiga Bocah di Perawang
- Kejati Pelajari Penghentian Kasus Korupsi Dana Bansos Pemko Pekanbaru
- Mobil Tagana Diskessos Pelalawan Alami Kecelakaan Tunggal
- Bertepatan HBA 54, Kejari Siak Tetapkan 9 Tersangka Korupsi


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.83.236.56
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com