Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Ahad, 17 Desember 2017 18:04
Hindari Macet, Andi Jemput SK DPP PDIP Naik Ojek

Ahad, 17 Desember 2017 18:01
Puluhan Tim Pemadam Kebakaran RAPP Tambah Kompetensi di Situgal

Ahad, 17 Desember 2017 16:51
Kerancuan Regulasi Gambut Ancaman Serius Iklim Investasi Indonesia

Ahad, 17 Desember 2017 16:34
Andi-Suyatno Dapat Dukungan Resmi PDIP di Pilgubri 2018, Yopi Langsung 'Merapat'

Ahad, 17 Desember 2017 15:34
Gelorakan Ajaran Bung Karno, Repdem Rekrut Kader Muda di Siak

Ahad, 17 Desember 2017 15:28
4 Sepeda Motor Jadi Doorprize Gerak Jalan HUT ke-9 Kabupaten Kepulauan Meranti

Ahad, 17 Desember 2017 15:15
Kecam Pernyataan Trump, Ratusan Muslim di Duri Gelar Aksi Damai

Ahad, 17 Desember 2017 14:48
Resmi Diusung PDIP, Suyatno Ajak Kader Partainya dan Masyarakat Menangkan Pilgubri 2018

Ahad, 17 Desember 2017 14:24
Ditutup Wagubri, Pekanbaru Juara Umum MTQ ke-36 Riau di Dumai

Ahad, 17 Desember 2017 14:03
Dewan Bengkalis Tekankan RT dan Dinsos Tak Persulit Masyarakat Kurang Mampu

loading...



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.


Selasa, 5 Maret 2013 19:40
2013, Kejahatan Seksual pada Anak di Inhu Meningkat

Awal tahun 2013 ditandai dengan peningkatan tindak asusila di Inhu. Korbannya kebanyakan anak di bawah umur.

Riauterkini - RENGAT-Pada 2013 tindak kejahatan seksual terhadap anak di bawah umur di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) cenderung terjadi peningkatan.

Pada medio Januari hingga Februari 2013 kasus pencabulan yang terjadi di Inhu telah menelan korban 11 orang anak. Dengan asumsi setiap pekan selama dua bulan ini terjadi pencabulan terhadap anak di bawah umur. Di Kabupaten yang dipimpin Bupati termuda kedua di Indonesia.

Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Inhu Karmiatun Harman didampingi Sekretaris P2TP2A Bachtiar AB kepada wartawan Selasa (5/3/13) di Rengat menegaskan, korban pencabulan dilakukan mulai dari orang dewasa, ayah tiri hingga ayah kandung, bahkan pelakunya juga ada anak-anak. " Untuk itu sesuai tugas pokok, P2TP2A Inhu selalu mendampingi anak sebagai korban maupun sebagai pelaku," ujarnya.

Dari 11 kasus pencabulan yang tersebar disejumlah kecamatan dalam wilayah Inhu. Penanganan dan pendampingan terhadap setiap anak juga berbeda dari satu kasus dengan kasus lainnya. Karena selain anak normal, diantaranya juga ada korban pemerkosaan yang keterbelakangan mental.

Seperti yang terjadi di Jalan Makam Kusuma Kelurahan Peranap Kecamatan Peranap pada Senin (18/2/13) lalu dengan korban berinisial Yo (16) yang mengalami keterbelakangan mental. Dimana Untuk mengungkap motif cabul yang dialami korban, P2TP2A Inhu mendatangkan guru Sekolah Luar Biasa (SLB) Inhu hingga penyidikan di Kepolisian.

Pelaku pencabulan ini merupakan pelajar SMP kelas VII yang dipengaruhi seusai nonton film porno di HP orang tuanya. “Pendampingan terhadap korban bekerja sama dengan SLB sedangkan pelaku didampingi oleh tim P2TP2A Inhu," tandasnya.

Sementara itu kasus pencabulan juga dialami Ap (17) siswi salah satu SMA di Rengat. Karena selain korbannya masih tergolong anak-anak, pelaku pencabulan itu mencapai tiga orang yang juga masih di bawah umur. Menangani kasus ini P2TP2A Inhu harus mendatangi pihak sekolah. Sebab, salah seorang pelakunya merupakan siswa SMA kelas XII yang dalam waktu dekat akan menghadapi Ujian Nasional (UN). “Pihak sekolah belum memberikan jawaban tentang pelaku untuk dapat mengikuti UN. Karena pihak sekolah menilai, pelaku telah melanggar peraturan sekolah. Untuk itu P2TP2A akan mencoba mendatangi Disdik," ungkapnya.

P2TP2A Inhu menghimbau kepada orang tua agar tidak lengah terhadap anaknya. Karena pencabulan itu dapat terjadi kapan saja. Sehingga sangat diharapkan peran orang tua untuk mencegah terjadinya pencabulan tersebut.

Kasus kejahatan seksual terhadap anak dibawah umur ini, pada 2013 jauh meningkat dibanding tahun sebelumnya yang hanya lima kasus. Dimana sepuluh kasus pencabulan itu terjadi diantaranya, dua kasus di Kecamatan Peranap, dua kasus di Kecamatan Batang Gansal, dua kasus di Kecamatan Pasir Penyu dan empat kasus di Kecamatan Rengat. “Diluar kasus cabul, P2TP2A juga menangani 7 kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT)," jelasnya. *** (guh)



Berita Hukum lainnya..........
- Kerancuan Regulasi Gambut Ancaman Serius Iklim Investasi Indonesia
- Diduga Hendak Membegal, Pemuda Asal Bangkinang Tewas Dihajar Warga Tambang
- Dibujuk Beli Baju, Seorang Bocah Diculik Bekas Ayah Tirinya
- Sempat Jadi DPO, Seorang Jambret di Duri Dibekuk Polisi
- Warga Desa Teluk Merbau, Inhil Dihebohkan Penemuan Bayi Perempuan yang Sudah Membusuk
- Konsleting Listrik, Rumah Seorang Wartawan di Pekanbaru Terbakar
- Lakukan Perampokan dan Pencabulan, Pengangguran di Duri Ini Dicokok Polisi
- Terdakwa Korupsi Dana Anggaran Bappeda Rohil Minta Keringanan Hukuman, JPU Tetap Pada Dakwaan
- Polsek Kateman Tangkap Terduga Pelaku Perampokan
- Mayat Dalam.Sumur Ditemukan Warga Hendak Wudhu di Duri
-
- Kalap Temannya Kehilangan Anjing, Simatupang Menusuk 8 Orang di Kandis
- Hakim PN Bengkalis Vonis Mati Bandar Sabu 40 Kg
- Korupsi Dermaga Sungai Tohor Barat,
Kejari Kepulauan Meranti Tetapkan 4 Tersangka

- Belum Siap, Jaksa Batal Tuntut Pegawai Rutan Terjerat Pungli
- Korupsi ADD, Seorang Mantan Kades di Rohil Divonis 4 Tahun Penjara
- Buntut Pemanggilan Kejari,
Rekanan Sebut Oknum PPK Disdik Pelalawan Minta 'Setoran'

- Polda Riau Musnahkan 17 Kg Sabu dari 7 Tersangka
- Nistakan Islam di Facebook, P Hutahean Dilaporkan ke Polsek Minas
- Anggota DPRD Pelalawan Dukung Kejari Tangkap Petinggi PT Adei


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda : 54.90.159.192
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com