Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Selasa, 26 Juli 2016 16:27
DJP Riau Kepri Sosialisasikan Tax Amnesti

Selasa, 26 Juli 2016 16:22
Jalan Diperbaiki, Masyarakat Dapat Tonton Pacu Jalur di Kuantan Hilir Seberang

Selasa, 26 Juli 2016 16:17
Dewan Kritisi Pemindahan dan Alih Fungsi Kampus IPDN di Rohil

Selasa, 26 Juli 2016 16:07
Kebakaran 12 Rumah, Rohil,
Harta Benda Korban Tak Bisa Diselamatkan


Selasa, 26 Juli 2016 15:59
Pansus Sengketa Lahan DPRD Bengkalis Targetkan Tuntaskan Laporan Bulan Ini

Selasa, 26 Juli 2016 15:55
Maju Himarohu 2016-2018,
Ade Permana Siap Bawa Organisasi ke Arah Lebih Baik


Selasa, 26 Juli 2016 15:52
Tak Kunjung Restui Septina Ketua DPRD Riau,
DPP Partai Golkar Kirimi Andi Peringatan Ketiga




Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Senin, 4 Maret 2013 13:27
Razia Warung Mesum Arengka II,
Satpol PP Amankan Pasangan Sedang 'Bergaul'


Sejumlah warung remang-remang di Arengka II dirazia Satpol PP. Petugas mendapat sepasang pria dan wanita sedang 'bergaul' di siang bolong.

Riauterkini-PEKANBARU- Sinyalemen warung darurat di kawasan Arengka II atau Jalan MS Amin menjadi lokasi pelacuran mendapat bukti. Senin (4/3/13) razia Satpol Pamong Praja (PP) Kota Pekanbaru yang sedang melakukan razia penertiban mendapat wanita penghibur di salah satu warung yang populer disebut 'Tenda Biru' sedang melayani birahi pelanggannya.

"Wanita itu Lia namanya, sedang melayani Fadri. Mereka sedang gituan (bersetubuh.red) di siang bolong saat kami razia," papar Komandan Satpol PP Kota Pekanbaru Baharuddin kepada wartawan di markasnya.

Kepada petugas, Fadri mengakui kalau sedang menyalurkan birahi saat dirazia. Ia dikenakan biaya Rp 200 ribu untuk sekali kencan dengan Lia.

Selain mengamankan Lia dan Fadri yang tertangkap basah sedang 'bergaul' di siang bolong, Satpol PP juga mengamankan 6 wanita diduga pelacur bersama 3 pria yang diduga pelanggannya.

Petugas tidak hanya mengamankan 7 wanita dan 4 pria, tetapi juga memboyong sejumlah properti dari lokasi, seperti kursi plastik dan pengeras suara yang digunakan memutar musik.

Namun sebagaimana razia pada umumnya, mereka yang terjaring hanya dibawa ke markas Satpol PP untuk keperluan pendataan. Setelah menekan pernyataan tidak akan mengulangi perbuatan, mereka akan dilepas bebas.***(dok)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
psikiatris
Jonga munafik do.kalo ado gratis psti ko mau jugo kan bg..manusiawi itu do,,


Berita Hukum lainnya..........
- Kebakaran 12 Rumah, Rohil,
Harta Benda Korban Tak Bisa Diselamatkan

- Razia, Dishub Pekanbaru Jaring Lima Angkutan Umum tak Layak Jalan
- Dua Personil Brimob Dihajar Puluhan Preman di Pasar Palapa Pekanbaru
- Polres Meranti Periksa Sejumlah Saksi Kasus Makanan Selundupan
- Satpol PP Pekanbaru Preteli Seumlah Reklame Salahi Aturan
- Dua Kabur, Polisi Tangkap Satu Pelaku Pembobolan Kartu ATM di Tembilahan
- Polsek Bukit Kapur, Dumai Tangkap Dua Pengedar Ganja


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.158.248.233
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com