Untitled Document
Kamis, 14 Jumadil Awwal 1436 H |
Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Rabu, 4 Maret 2015 21:09
Kebakaran Hebat Landa SMPN 2 Tembilahan, Inhil

Rabu, 4 Maret 2015 20:54
Cocokkan DNA, Kuburan Mayat yang Dibakar di Rumbai Akan Dibongkar

Rabu, 4 Maret 2015 20:48
Pilkada Rohul 2015,
DPC PPP Tetapkan Sudirman sebagai Balon Bupati/Wabup


Rabu, 4 Maret 2015 20:43
PAN Segera Tinjau SK Herliyan Saleh Maju Pilkada Bengkalis

Rabu, 4 Maret 2015 20:02
Noer Azisi, Peringkat II DCR 2015 dari Kuansing,
Saya Ingin Jadi Guru yang Keren


Rabu, 4 Maret 2015 19:45
Peningkatan Kasus Amoral Jadi Perhatian Forkominda Inhu

Rabu, 4 Maret 2015 19:38
Hingga Pertengahan Tahun, Disperindag Pastikan Pasokan Beras di Pekanbaru Aman



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Senin, 4 Maret 2013 13:27
Razia Warung Mesum Arengka II,
Satpol PP Amankan Pasangan Sedang 'Bergaul'


Sejumlah warung remang-remang di Arengka II dirazia Satpol PP. Petugas mendapat sepasang pria dan wanita sedang 'bergaul' di siang bolong.

Riauterkini-PEKANBARU- Sinyalemen warung darurat di kawasan Arengka II atau Jalan MS Amin menjadi lokasi pelacuran mendapat bukti. Senin (4/3/13) razia Satpol Pamong Praja (PP) Kota Pekanbaru yang sedang melakukan razia penertiban mendapat wanita penghibur di salah satu warung yang populer disebut 'Tenda Biru' sedang melayani birahi pelanggannya.

"Wanita itu Lia namanya, sedang melayani Fadri. Mereka sedang gituan (bersetubuh.red) di siang bolong saat kami razia," papar Komandan Satpol PP Kota Pekanbaru Baharuddin kepada wartawan di markasnya.

Kepada petugas, Fadri mengakui kalau sedang menyalurkan birahi saat dirazia. Ia dikenakan biaya Rp 200 ribu untuk sekali kencan dengan Lia.

Selain mengamankan Lia dan Fadri yang tertangkap basah sedang 'bergaul' di siang bolong, Satpol PP juga mengamankan 6 wanita diduga pelacur bersama 3 pria yang diduga pelanggannya.

Petugas tidak hanya mengamankan 7 wanita dan 4 pria, tetapi juga memboyong sejumlah properti dari lokasi, seperti kursi plastik dan pengeras suara yang digunakan memutar musik.

Namun sebagaimana razia pada umumnya, mereka yang terjaring hanya dibawa ke markas Satpol PP untuk keperluan pendataan. Setelah menekan pernyataan tidak akan mengulangi perbuatan, mereka akan dilepas bebas.***(dok)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
psikiatris
Jonga munafik do.kalo ado gratis psti ko mau jugo kan bg..manusiawi itu do,,


Berita Hukum lainnya..........
- Kebakaran Hebat Landa SMPN 2 Tembilahan, Inhil
- Cocokkan DNA, Kuburan Mayat yang Dibakar di Rumbai Akan Dibongkar
- BPKP Serahkan Permasalahan ke Pemprov,
Direksi PT SPR Belum Izinkan Serahkan Laporan Keuangan

- Kredibilitas Atep Sopandi Dipertanyakan,
Kuasa Hukum Warga Kepenuhan Akan Melapor ke KY dan Propam

- Ciri-ciri Pelaku Pembunuhan di RM Khas Karo Pekanbaru Diketahui
- Rekaman CCTV Turut Ditampilkan Saat Sidang Annas Maamun
- Menang Sidang Praperadilan,
Polda Riau Nilai Majelis Hakim Sudah Profesional



Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 50.16.75.46
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com