Untitled Document
Sabtu, 8 Muharram 1436 H |
Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Sabtu, 1 Nopember 2014 14:25
Sekitar Rp10,5 Miliar Uang Sertifikasi Guru se-Kuansing Belum Dibayarkan

Sabtu, 1 Nopember 2014 10:41
Suparman Bersama Petinggi Golkar Riau Ketemu Ical, Ada Apa?

Sabtu, 1 Nopember 2014 10:39
Malam ini ,Tim Kesenian Rohil Tampil Pada Festival Tabot Bengkulu

Sabtu, 1 Nopember 2014 07:27
Kebakaran Ludeskan Gudang Batako di Jalan Inpres, Pekanbaru

Sabtu, 1 Nopember 2014 07:23
Polres Bengkalis Ringkus Maling 26 Ton Minyak PT Chevron

Sabtu, 1 Nopember 2014 07:12
Ribuan Ikan Ditemukan Mati Mengapung di Sungai Muara Kuku, Rohul

Jum’at, 31 Oktober 2014 22:07
111



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Senin, 4 Maret 2013 13:27
Razia Warung Mesum Arengka II,
Satpol PP Amankan Pasangan Sedang 'Bergaul'


Sejumlah warung remang-remang di Arengka II dirazia Satpol PP. Petugas mendapat sepasang pria dan wanita sedang 'bergaul' di siang bolong.

Riauterkini-PEKANBARU- Sinyalemen warung darurat di kawasan Arengka II atau Jalan MS Amin menjadi lokasi pelacuran mendapat bukti. Senin (4/3/13) razia Satpol Pamong Praja (PP) Kota Pekanbaru yang sedang melakukan razia penertiban mendapat wanita penghibur di salah satu warung yang populer disebut 'Tenda Biru' sedang melayani birahi pelanggannya.

"Wanita itu Lia namanya, sedang melayani Fadri. Mereka sedang gituan (bersetubuh.red) di siang bolong saat kami razia," papar Komandan Satpol PP Kota Pekanbaru Baharuddin kepada wartawan di markasnya.

Kepada petugas, Fadri mengakui kalau sedang menyalurkan birahi saat dirazia. Ia dikenakan biaya Rp 200 ribu untuk sekali kencan dengan Lia.

Selain mengamankan Lia dan Fadri yang tertangkap basah sedang 'bergaul' di siang bolong, Satpol PP juga mengamankan 6 wanita diduga pelacur bersama 3 pria yang diduga pelanggannya.

Petugas tidak hanya mengamankan 7 wanita dan 4 pria, tetapi juga memboyong sejumlah properti dari lokasi, seperti kursi plastik dan pengeras suara yang digunakan memutar musik.

Namun sebagaimana razia pada umumnya, mereka yang terjaring hanya dibawa ke markas Satpol PP untuk keperluan pendataan. Setelah menekan pernyataan tidak akan mengulangi perbuatan, mereka akan dilepas bebas.***(dok)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
psikiatris
Jonga munafik do.kalo ado gratis psti ko mau jugo kan bg..manusiawi itu do,,


Berita Hukum lainnya..........
- Kebakaran Ludeskan Gudang Batako di Jalan Inpres, Pekanbaru
- Polres Bengkalis Ringkus Maling 26 Ton Minyak PT Chevron
- Kepada Dewan, Kapolresta Pekanbaru Keluhkan Anggaran Minim
- Ditemukan Mayat Bersimbah Darah di Sinaboi, Rohil
- Tuntut Tuntaskan Kasus Bupati Jefry Noer,
Satu Mahasiswa Aksi Jahit Mulut di KPK Dilarikan Ke Rumah Sakit

- Gubri Annas Maamun Diduga Palsukan APBD Riau tahun 2015
- Dugaan Korupsi Islamic Center Rohul,
Kejati Riau Dalami Keterangan Sejumlah Pihak



Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.81.124.198
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com