Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Kamis, 11 Pebruari 2016 21:42
Peduli Korban Bencana Banjir Kampar, RAPP Salurkan Bantuan 6,9 Ton Beras

Kamis, 11 Pebruari 2016 21:42
Peduli Korban Bencana Banjir Kampar, RAPP Bantu 6,9 Ton Beras

Kamis, 11 Pebruari 2016 20:22
Walikota Pekanbaru Beri Bantuan Korban Banjir Kampar

Kamis, 11 Pebruari 2016 20:16
Kemenag Rohul Usulkan Kantor Imigrasi Dibuka di Pasirpangaraian

Kamis, 11 Pebruari 2016 20:09
Penyataan Dianggap Melukai Orang Melayu,
Anggota DPR-RI Edi Simbolon Diminta Minta Maaf kepada Masyarakat Riau


Kamis, 11 Pebruari 2016 19:38
Curigai Proyek MY Bermuatan Pidana,
DPRD Bengkalis "Ancam" Seret ke Ranah Hukum


Kamis, 11 Pebruari 2016 19:25
Sebelum Adanya Intruksi Presiden
RAPP Mengaku Sudah Bangun Embung dan 'Canal Blocing'




Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Senin, 4 Maret 2013 13:27
Razia Warung Mesum Arengka II,
Satpol PP Amankan Pasangan Sedang 'Bergaul'


Sejumlah warung remang-remang di Arengka II dirazia Satpol PP. Petugas mendapat sepasang pria dan wanita sedang 'bergaul' di siang bolong.

Riauterkini-PEKANBARU- Sinyalemen warung darurat di kawasan Arengka II atau Jalan MS Amin menjadi lokasi pelacuran mendapat bukti. Senin (4/3/13) razia Satpol Pamong Praja (PP) Kota Pekanbaru yang sedang melakukan razia penertiban mendapat wanita penghibur di salah satu warung yang populer disebut 'Tenda Biru' sedang melayani birahi pelanggannya.

"Wanita itu Lia namanya, sedang melayani Fadri. Mereka sedang gituan (bersetubuh.red) di siang bolong saat kami razia," papar Komandan Satpol PP Kota Pekanbaru Baharuddin kepada wartawan di markasnya.

Kepada petugas, Fadri mengakui kalau sedang menyalurkan birahi saat dirazia. Ia dikenakan biaya Rp 200 ribu untuk sekali kencan dengan Lia.

Selain mengamankan Lia dan Fadri yang tertangkap basah sedang 'bergaul' di siang bolong, Satpol PP juga mengamankan 6 wanita diduga pelacur bersama 3 pria yang diduga pelanggannya.

Petugas tidak hanya mengamankan 7 wanita dan 4 pria, tetapi juga memboyong sejumlah properti dari lokasi, seperti kursi plastik dan pengeras suara yang digunakan memutar musik.

Namun sebagaimana razia pada umumnya, mereka yang terjaring hanya dibawa ke markas Satpol PP untuk keperluan pendataan. Setelah menekan pernyataan tidak akan mengulangi perbuatan, mereka akan dilepas bebas.***(dok)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
psikiatris
Jonga munafik do.kalo ado gratis psti ko mau jugo kan bg..manusiawi itu do,,


Berita Hukum lainnya..........
- Ngaku Dinas di Kejati Riau,
Pegawai Gadungan Tipu Pemilik 20 Panti di Pekanbaru

- Mucikari Prostitusi Online Dituntut Jaksa Setahun Penjara
- Lapor BPK, AIMK Dukung Upaya Wabup Zulkifli Ungkap Penyalahgunaan APBD
- Plt Sekda Penuhi Undangan, KPK Bakal Beri Pendampingan Riau Susun Anggaran
- Divonis Hanya 8 Tahun, Mantan Ketua DPRD Bengkalis Tetap tak Terima
- Tolak Melayani, Seorang IRT di Pekanbaru Dianiaya dan Diusir Suami Sendiri
- Ini Laporan Wabup Kuansing ke BPK yang Buat Bupati Meradang


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 184.72.138.255
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com