Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Senin, 30 Mei 2016 15:45
Sekda Pekanbaru Buka Diklat Prajabatan PNS dari Honorer K1 dan K2

Senin, 30 Mei 2016 15:31
Sengketa Lima Desa Rohul-Kampar,
DPRD Rohul Bersama Dua Kades Datangi DPRD Riau


Senin, 30 Mei 2016 15:26
Lusa, Gubri Lantik Mursini-Halim Jadi Bupati dan Wabup Kuansing

Senin, 30 Mei 2016 15:18
Grobak Vs Sepeda Motor,
Pelaku Diduga Mengangkut Kayu Illog dari Wilayah TTB


Senin, 30 Mei 2016 15:09
Wabup Meranti: Bulan Puasa Tidak Ada Alasan Pegawai Bermalas-malasan

Senin, 30 Mei 2016 14:28
Otak Pelaku Pengedar Uang Palsu di Rohul Mantan Karyawan Bank Agro

Senin, 30 Mei 2016 13:58
Bengkalis Terbaik I Invesda Expo 2016 di Yogyakarta



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Senin, 4 Maret 2013 13:27
Razia Warung Mesum Arengka II,
Satpol PP Amankan Pasangan Sedang 'Bergaul'


Sejumlah warung remang-remang di Arengka II dirazia Satpol PP. Petugas mendapat sepasang pria dan wanita sedang 'bergaul' di siang bolong.

Riauterkini-PEKANBARU- Sinyalemen warung darurat di kawasan Arengka II atau Jalan MS Amin menjadi lokasi pelacuran mendapat bukti. Senin (4/3/13) razia Satpol Pamong Praja (PP) Kota Pekanbaru yang sedang melakukan razia penertiban mendapat wanita penghibur di salah satu warung yang populer disebut 'Tenda Biru' sedang melayani birahi pelanggannya.

"Wanita itu Lia namanya, sedang melayani Fadri. Mereka sedang gituan (bersetubuh.red) di siang bolong saat kami razia," papar Komandan Satpol PP Kota Pekanbaru Baharuddin kepada wartawan di markasnya.

Kepada petugas, Fadri mengakui kalau sedang menyalurkan birahi saat dirazia. Ia dikenakan biaya Rp 200 ribu untuk sekali kencan dengan Lia.

Selain mengamankan Lia dan Fadri yang tertangkap basah sedang 'bergaul' di siang bolong, Satpol PP juga mengamankan 6 wanita diduga pelacur bersama 3 pria yang diduga pelanggannya.

Petugas tidak hanya mengamankan 7 wanita dan 4 pria, tetapi juga memboyong sejumlah properti dari lokasi, seperti kursi plastik dan pengeras suara yang digunakan memutar musik.

Namun sebagaimana razia pada umumnya, mereka yang terjaring hanya dibawa ke markas Satpol PP untuk keperluan pendataan. Setelah menekan pernyataan tidak akan mengulangi perbuatan, mereka akan dilepas bebas.***(dok)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
psikiatris
Jonga munafik do.kalo ado gratis psti ko mau jugo kan bg..manusiawi itu do,,


Berita Hukum lainnya..........
- Grobak Vs Sepeda Motor,
Pelaku Diduga Mengangkut Kayu Illog dari Wilayah TTB

- Otak Pelaku Pengedar Uang Palsu di Rohul Mantan Karyawan Bank Agro
- Bengkalis Terbaik I Invesda Expo 2016 di Yogyakarta
- Ops Patuh 2016, Tingkat Laka Lantas di Pekanbaru Menurun
- ‎Tanpa Tersangka, Polres Bengkalis Kembali Sita Bawang Merah Ilegal
- Polres Pelalawan Tangkap 6 Pejudi, Termasuk Bandar Togel
- Picu Kerusakan Jalan, Pemkab Inhil Diminta Larang Truk Besar Masuk Kota Tembilahan


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.80.66.170
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com