Untitled Document
Rabu, 25 Ramadhan 1435 H |
Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Rabu, 23 Juli 2014 06:18
2014, Biaya Transportasi Lokal CJH Inhil Gratis

Rabu, 23 Juli 2014 06:12
Mobil Tagana Diskessos Pelalawan Alami Kecelakaan Tunggal

Rabu, 23 Juli 2014 06:04
Empat Pejabat Esselon IV Pemkab Rohul Dilantik

Selasa, 22 Juli 2014 22:03
IKMR-KP Yogyakarta Gelar Buka Puasa Bersama Alumni

Selasa, 22 Juli 2014 21:49
169 CPNS di Siak Terima SK Pegawai

Selasa, 22 Juli 2014 21:45
Bertepatan HBA 54, Kejari Siak Tetapkan 9 Tersangka Korupsi

Selasa, 22 Juli 2014 21:24
Mendadak Sesak Nafas, Gembala Kerbau Hanyut di Sungai Kampar



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Senin, 4 Maret 2013 13:27
Razia Warung Mesum Arengka II,
Satpol PP Amankan Pasangan Sedang 'Bergaul'


Sejumlah warung remang-remang di Arengka II dirazia Satpol PP. Petugas mendapat sepasang pria dan wanita sedang 'bergaul' di siang bolong.

Riauterkini-PEKANBARU- Sinyalemen warung darurat di kawasan Arengka II atau Jalan MS Amin menjadi lokasi pelacuran mendapat bukti. Senin (4/3/13) razia Satpol Pamong Praja (PP) Kota Pekanbaru yang sedang melakukan razia penertiban mendapat wanita penghibur di salah satu warung yang populer disebut 'Tenda Biru' sedang melayani birahi pelanggannya.

"Wanita itu Lia namanya, sedang melayani Fadri. Mereka sedang gituan (bersetubuh.red) di siang bolong saat kami razia," papar Komandan Satpol PP Kota Pekanbaru Baharuddin kepada wartawan di markasnya.

Kepada petugas, Fadri mengakui kalau sedang menyalurkan birahi saat dirazia. Ia dikenakan biaya Rp 200 ribu untuk sekali kencan dengan Lia.

Selain mengamankan Lia dan Fadri yang tertangkap basah sedang 'bergaul' di siang bolong, Satpol PP juga mengamankan 6 wanita diduga pelacur bersama 3 pria yang diduga pelanggannya.

Petugas tidak hanya mengamankan 7 wanita dan 4 pria, tetapi juga memboyong sejumlah properti dari lokasi, seperti kursi plastik dan pengeras suara yang digunakan memutar musik.

Namun sebagaimana razia pada umumnya, mereka yang terjaring hanya dibawa ke markas Satpol PP untuk keperluan pendataan. Setelah menekan pernyataan tidak akan mengulangi perbuatan, mereka akan dilepas bebas.***(dok)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
psikiatris
Jonga munafik do.kalo ado gratis psti ko mau jugo kan bg..manusiawi itu do,,


Berita Hukum lainnya..........
- Mobil Tagana Diskessos Pelalawan Alami Kecelakaan Tunggal
- Bertepatan HBA 54, Kejari Siak Tetapkan 9 Tersangka Korupsi
- Mendadak Sesak Nafas, Gembala Kerbau Hanyut di Sungai Kampar
- Kejari Pasirpangaraian Musnahkan Barang Bukti Ganja dan Sabu
- Spesialis Penadah Sepeda Motor Curian di Pekanbaru Dibekuk Polisi
- Oknum Perwira Polda Tersangka Kasus Perambahan Hutan
- Bentrok Maut di Kabun, Polres Rohul Tetapkan Tiga Tersangka


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.196.196.108
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com