Untitled Document
Ahad, 16 Syawwal 1436 H |
Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Ahad, 2 Agustus 2015 14:31
‎Besok Kasiaruddin Dilantik Jadi Pj Bupati Inhu

Ahad, 2 Agustus 2015 14:27
Agus Widayat-Maman Supriadi Optimis Menang Pilkada Dumai

Ahad, 2 Agustus 2015 14:22
Usung Kontrak Rakyat, BEM Se-Riau Siap Kawal Pilkada Serentak di 9 Daerah

Ahad, 2 Agustus 2015 14:20
Wawako Dumai Imbau Perusahaan Taat Perda Naker

Ahad, 2 Agustus 2015 14:16
Bupati Bengkalis Lepas 238 JCH Mandau-Pinggir 2015 di Duri

Ahad, 2 Agustus 2015 14:09
Balon Peserta Pilkada Dumai,
Abdul Kasim-Nuraini Terkesan Ikut Tes Kesehatan


Ahad, 2 Agustus 2015 09:51
5 Penjudi Remi Diamankan Polsek Mandau



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Senin, 4 Maret 2013 13:27
Razia Warung Mesum Arengka II,
Satpol PP Amankan Pasangan Sedang 'Bergaul'


Sejumlah warung remang-remang di Arengka II dirazia Satpol PP. Petugas mendapat sepasang pria dan wanita sedang 'bergaul' di siang bolong.

Riauterkini-PEKANBARU- Sinyalemen warung darurat di kawasan Arengka II atau Jalan MS Amin menjadi lokasi pelacuran mendapat bukti. Senin (4/3/13) razia Satpol Pamong Praja (PP) Kota Pekanbaru yang sedang melakukan razia penertiban mendapat wanita penghibur di salah satu warung yang populer disebut 'Tenda Biru' sedang melayani birahi pelanggannya.

"Wanita itu Lia namanya, sedang melayani Fadri. Mereka sedang gituan (bersetubuh.red) di siang bolong saat kami razia," papar Komandan Satpol PP Kota Pekanbaru Baharuddin kepada wartawan di markasnya.

Kepada petugas, Fadri mengakui kalau sedang menyalurkan birahi saat dirazia. Ia dikenakan biaya Rp 200 ribu untuk sekali kencan dengan Lia.

Selain mengamankan Lia dan Fadri yang tertangkap basah sedang 'bergaul' di siang bolong, Satpol PP juga mengamankan 6 wanita diduga pelacur bersama 3 pria yang diduga pelanggannya.

Petugas tidak hanya mengamankan 7 wanita dan 4 pria, tetapi juga memboyong sejumlah properti dari lokasi, seperti kursi plastik dan pengeras suara yang digunakan memutar musik.

Namun sebagaimana razia pada umumnya, mereka yang terjaring hanya dibawa ke markas Satpol PP untuk keperluan pendataan. Setelah menekan pernyataan tidak akan mengulangi perbuatan, mereka akan dilepas bebas.***(dok)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
psikiatris
Jonga munafik do.kalo ado gratis psti ko mau jugo kan bg..manusiawi itu do,,


Berita Hukum lainnya..........
- 5 Penjudi Remi Diamankan Polsek Mandau
- Transaksi Jutaan Rupiah, Seorang Pengedar Sabu di Duri Ditangkap Polisi
- Bukan Karena Menampar,
Zulkifli Laporkan Perbuatan tak Menyenangkan Bupati Inhu ke Polda

- Tujuh Kios di Simpang Jalan Fajar Pekanbaru Terbakar
- Rp18,5 M, Pekerjaan Jalan Teluk Kuantan-Cerenti Diduga Tak Sesuai Spek
- Didatangi Bupati Inhu, Zulkifli Bantah Dirinya Ditampar Tiga Kali
- Polres Rohil Bekuk Perampok Mobil Truk


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.159.11.9
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com