Untitled Document
Jumat, 10 Sya'ban 1436 H |
Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Jum’at, 29 Mei 2015 13:03
Lagi Nginap di Kos Teman,
Tersangka Curanmor Digerebek Buser Polresta Pekanbaru


Jum’at, 29 Mei 2015 12:57
Sambut Ramadhan, Disperindag- ‎Pasar Modern Saling Kerja Sama

Jum’at, 29 Mei 2015 12:53
Tak Ada 3 Syarat ini, PPP dan Golkar Gagal Ikut Pilkada Serentak

Jum’at, 29 Mei 2015 12:51
Kombes Pol Joko Hartanto, Waka Polda Riau yang Baru

Jum’at, 29 Mei 2015 12:38
Dewan Minta Pemkab Inhil Kedepankan Program Pro Rakyat

Jum’at, 29 Mei 2015 12:17
Sopir dan Kenek Belum Ditemukan,
Diduga Rem Blong, Truk Fuso Terjun kewaduk PLTA Koto Panjang, Kampar


Jum’at, 29 Mei 2015 12:11
‎Pasca Penetapan Tersangka, Guntur Belum Ada Masuk Kerja



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Senin, 4 Maret 2013 13:27
Razia Warung Mesum Arengka II,
Satpol PP Amankan Pasangan Sedang 'Bergaul'


Sejumlah warung remang-remang di Arengka II dirazia Satpol PP. Petugas mendapat sepasang pria dan wanita sedang 'bergaul' di siang bolong.

Riauterkini-PEKANBARU- Sinyalemen warung darurat di kawasan Arengka II atau Jalan MS Amin menjadi lokasi pelacuran mendapat bukti. Senin (4/3/13) razia Satpol Pamong Praja (PP) Kota Pekanbaru yang sedang melakukan razia penertiban mendapat wanita penghibur di salah satu warung yang populer disebut 'Tenda Biru' sedang melayani birahi pelanggannya.

"Wanita itu Lia namanya, sedang melayani Fadri. Mereka sedang gituan (bersetubuh.red) di siang bolong saat kami razia," papar Komandan Satpol PP Kota Pekanbaru Baharuddin kepada wartawan di markasnya.

Kepada petugas, Fadri mengakui kalau sedang menyalurkan birahi saat dirazia. Ia dikenakan biaya Rp 200 ribu untuk sekali kencan dengan Lia.

Selain mengamankan Lia dan Fadri yang tertangkap basah sedang 'bergaul' di siang bolong, Satpol PP juga mengamankan 6 wanita diduga pelacur bersama 3 pria yang diduga pelanggannya.

Petugas tidak hanya mengamankan 7 wanita dan 4 pria, tetapi juga memboyong sejumlah properti dari lokasi, seperti kursi plastik dan pengeras suara yang digunakan memutar musik.

Namun sebagaimana razia pada umumnya, mereka yang terjaring hanya dibawa ke markas Satpol PP untuk keperluan pendataan. Setelah menekan pernyataan tidak akan mengulangi perbuatan, mereka akan dilepas bebas.***(dok)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
psikiatris
Jonga munafik do.kalo ado gratis psti ko mau jugo kan bg..manusiawi itu do,,


Berita Hukum lainnya..........
- Lagi Nginap di Kos Teman,
Tersangka Curanmor Digerebek Buser Polresta Pekanbaru

- Kombes Pol Joko Hartanto, Waka Polda Riau yang Baru
- Sopir dan Kenek Belum Ditemukan,
Diduga Rem Blong, Truk Fuso Terjun kewaduk PLTA Koto Panjang, Kampar

- ‎Pasca Penetapan Tersangka, Guntur Belum Ada Masuk Kerja
- Plt Gubri Prihatin Penetapan Tersangka Guntur
- ‎IRT Diperkosa dan Kepalanya Dipenggal, Dua Tersangka Ditangkap Polres Siak
- Kasus Pemenggalan IRT di Tualang,
Sebelum Dibunuh Korban Diperkosa Dua Tersangka



Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.89.6.219
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com