Untitled Document
Kamis, 2 Zulqaidah 1435 H |
Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Kamis, 28 Agustus 2014 14:04
Besok, FDP Gelar Diskusi Media

Kamis, 28 Agustus 2014 13:53
Dua Pengedar Uang Palsu Ditangkap di Baganbatu Rohil

Kamis, 28 Agustus 2014 13:53
Dua Pengedar Uang Palsu Ditangkap di Baganbatu Rohil

Kamis, 28 Agustus 2014 13:48
Derita Warga Bagansiapiapi,
Hujan, Listrik Sering Mati, Maling Mengganas, Meteran Listrikpun Dicuri


Kamis, 28 Agustus 2014 13:46
Polda Riau Didesak Usut Tuntas Penganiayaan oleh Istri Bupati Kampar

Kamis, 28 Agustus 2014 13:16
Polda Riau Periksa Saksi Dugaan Perampasan Anak Mantan Menantu Gubri

Kamis, 28 Agustus 2014 13:14
Kepala BPAD Riau Terima Aplikasi Sistem Kearsipan Dinamis dari ANRI



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Senin, 4 Maret 2013 13:27
Razia Warung Mesum Arengka II,
Satpol PP Amankan Pasangan Sedang 'Bergaul'


Sejumlah warung remang-remang di Arengka II dirazia Satpol PP. Petugas mendapat sepasang pria dan wanita sedang 'bergaul' di siang bolong.

Riauterkini-PEKANBARU- Sinyalemen warung darurat di kawasan Arengka II atau Jalan MS Amin menjadi lokasi pelacuran mendapat bukti. Senin (4/3/13) razia Satpol Pamong Praja (PP) Kota Pekanbaru yang sedang melakukan razia penertiban mendapat wanita penghibur di salah satu warung yang populer disebut 'Tenda Biru' sedang melayani birahi pelanggannya.

"Wanita itu Lia namanya, sedang melayani Fadri. Mereka sedang gituan (bersetubuh.red) di siang bolong saat kami razia," papar Komandan Satpol PP Kota Pekanbaru Baharuddin kepada wartawan di markasnya.

Kepada petugas, Fadri mengakui kalau sedang menyalurkan birahi saat dirazia. Ia dikenakan biaya Rp 200 ribu untuk sekali kencan dengan Lia.

Selain mengamankan Lia dan Fadri yang tertangkap basah sedang 'bergaul' di siang bolong, Satpol PP juga mengamankan 6 wanita diduga pelacur bersama 3 pria yang diduga pelanggannya.

Petugas tidak hanya mengamankan 7 wanita dan 4 pria, tetapi juga memboyong sejumlah properti dari lokasi, seperti kursi plastik dan pengeras suara yang digunakan memutar musik.

Namun sebagaimana razia pada umumnya, mereka yang terjaring hanya dibawa ke markas Satpol PP untuk keperluan pendataan. Setelah menekan pernyataan tidak akan mengulangi perbuatan, mereka akan dilepas bebas.***(dok)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
psikiatris
Jonga munafik do.kalo ado gratis psti ko mau jugo kan bg..manusiawi itu do,,


Berita Hukum lainnya..........
- Dua Pengedar Uang Palsu Ditangkap di Baganbatu Rohil
- Dua Pengedar Uang Palsu Ditangkap di Baganbatu Rohil
- Polda Riau Didesak Usut Tuntas Penganiayaan oleh Istri Bupati Kampar
- Polda Riau Periksa Saksi Dugaan Perampasan Anak Mantan Menantu Gubri
- Jadwal Sidang di PN Pasirpangaraian takTerganggu Kebakaran
- Tersangka Korupsi Lahan Bhakti Praja, Jaksa Tahan Wabup Pelalawan
- Tim Gabungan PWI Inhil Laporkan Temuan Kasus Pungkat ke Ombusdman RI


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.80.10.18
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com