Untitled Document
Rabu, 6 Zulhijjah 1435 H |
Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Rabu, 1 Oktober 2014 13:42
Kisruh STIE Syari’ah Bengkalis,
Pemkab Siapkan Opsi Cabut Bantuan Operasional


Rabu, 1 Oktober 2014 13:34
Terkait Laporan PT BMPJ,
Kepala Satpol PP Rohul Siap Dipanggil Polda Riau


Rabu, 1 Oktober 2014 13:27
Dalami Dugaan Korupsi Pembangunan Islamic Center Rohul, Jaksa Periksa PPTK

Rabu, 1 Oktober 2014 13:21
Hipmi Riau Latih 40 Pelatih Pebisnis

Rabu, 1 Oktober 2014 13:12
Promosikan Sirkuit, Dispora Pekanbaru Gelar Event Skala Nasional

Rabu, 1 Oktober 2014 13:02
Bupati Bengkalis Pimpin Hari Kesaktian Pancasila 2014

Rabu, 1 Oktober 2014 12:45
Masih Fokus Kecamatan Rambah,
Satpol PP Rohul Gelar Operasi Pekat Hingga 30 Oktober




Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Senin, 4 Maret 2013 13:27
Razia Warung Mesum Arengka II,
Satpol PP Amankan Pasangan Sedang 'Bergaul'


Sejumlah warung remang-remang di Arengka II dirazia Satpol PP. Petugas mendapat sepasang pria dan wanita sedang 'bergaul' di siang bolong.

Riauterkini-PEKANBARU- Sinyalemen warung darurat di kawasan Arengka II atau Jalan MS Amin menjadi lokasi pelacuran mendapat bukti. Senin (4/3/13) razia Satpol Pamong Praja (PP) Kota Pekanbaru yang sedang melakukan razia penertiban mendapat wanita penghibur di salah satu warung yang populer disebut 'Tenda Biru' sedang melayani birahi pelanggannya.

"Wanita itu Lia namanya, sedang melayani Fadri. Mereka sedang gituan (bersetubuh.red) di siang bolong saat kami razia," papar Komandan Satpol PP Kota Pekanbaru Baharuddin kepada wartawan di markasnya.

Kepada petugas, Fadri mengakui kalau sedang menyalurkan birahi saat dirazia. Ia dikenakan biaya Rp 200 ribu untuk sekali kencan dengan Lia.

Selain mengamankan Lia dan Fadri yang tertangkap basah sedang 'bergaul' di siang bolong, Satpol PP juga mengamankan 6 wanita diduga pelacur bersama 3 pria yang diduga pelanggannya.

Petugas tidak hanya mengamankan 7 wanita dan 4 pria, tetapi juga memboyong sejumlah properti dari lokasi, seperti kursi plastik dan pengeras suara yang digunakan memutar musik.

Namun sebagaimana razia pada umumnya, mereka yang terjaring hanya dibawa ke markas Satpol PP untuk keperluan pendataan. Setelah menekan pernyataan tidak akan mengulangi perbuatan, mereka akan dilepas bebas.***(dok)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
psikiatris
Jonga munafik do.kalo ado gratis psti ko mau jugo kan bg..manusiawi itu do,,


Berita Hukum lainnya..........
- Terkait Laporan PT BMPJ,
Kepala Satpol PP Rohul Siap Dipanggil Polda Riau

- Dalami Dugaan Korupsi Pembangunan Islamic Center Rohul, Jaksa Periksa PPTK
- Masih Fokus Kecamatan Rambah,
Satpol PP Rohul Gelar Operasi Pekat Hingga 30 Oktober

- Jaksa Temukan Data Baru Dugaan Korupsi Pembangunan Jembatan Pedamaran I dan II Rohil
- Dugaan Suap Alih Fungsi Hutan,
Eva Nora Enggan Komentari Uang 30.000 Dollar Milik Gubri Saat OTT

- Diduga Diijonkan Gubri, KPK Diminta Selidiki Proyek Jalan Rp416 M
- Suap Alih Fungsi Hutan Kepada Gubri,
KPK Sebut Terbuka Peluang Tersangka Baru



Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.80.36.69
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com