Untitled Document
Kamis, 16 Jumadil Akhir 1435 H |
Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Kamis, 17 April 2014 13:05
Sidang Korupsi Perjalanan ke Inggris,
Bupati Kampar Sebut Diundang dan Biaya Ditanggung BPR Sari Madu


Kamis, 17 April 2014 12:53
Demo Tuntut Pembebasan Kades Rusuh, Dua Warga Siak Tertembak

Kamis, 17 April 2014 12:50
Sekda Tengku Mukhlis Kukuhkan Pengurus Forikan Pelalawan

Kamis, 17 April 2014 12:45
Belum Ajukan Formasi, Rohul Sudah Dua Tahun tak Terima CPNS

Kamis, 17 April 2014 11:39
Keluarga Gubernur dan Bupati di Riau 'Berparade' Menuju Gedung Wakil Rakyat

Kamis, 17 April 2014 11:33
Sidang Korupsi Perjalanan ke Inggris,
Bupati Kampar dan Keluarga Hadir sebagai Saksi


Kamis, 17 April 2014 11:30
Pekan Penghijauan XXVI, Prodi Biologi FKIM UR Siap Hijaukan Pesisir Riau



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Senin, 4 Maret 2013 13:27
Razia Warung Mesum Arengka II,
Satpol PP Amankan Pasangan Sedang 'Bergaul'


Sejumlah warung remang-remang di Arengka II dirazia Satpol PP. Petugas mendapat sepasang pria dan wanita sedang 'bergaul' di siang bolong.

Riauterkini-PEKANBARU- Sinyalemen warung darurat di kawasan Arengka II atau Jalan MS Amin menjadi lokasi pelacuran mendapat bukti. Senin (4/3/13) razia Satpol Pamong Praja (PP) Kota Pekanbaru yang sedang melakukan razia penertiban mendapat wanita penghibur di salah satu warung yang populer disebut 'Tenda Biru' sedang melayani birahi pelanggannya.

"Wanita itu Lia namanya, sedang melayani Fadri. Mereka sedang gituan (bersetubuh.red) di siang bolong saat kami razia," papar Komandan Satpol PP Kota Pekanbaru Baharuddin kepada wartawan di markasnya.

Kepada petugas, Fadri mengakui kalau sedang menyalurkan birahi saat dirazia. Ia dikenakan biaya Rp 200 ribu untuk sekali kencan dengan Lia.

Selain mengamankan Lia dan Fadri yang tertangkap basah sedang 'bergaul' di siang bolong, Satpol PP juga mengamankan 6 wanita diduga pelacur bersama 3 pria yang diduga pelanggannya.

Petugas tidak hanya mengamankan 7 wanita dan 4 pria, tetapi juga memboyong sejumlah properti dari lokasi, seperti kursi plastik dan pengeras suara yang digunakan memutar musik.

Namun sebagaimana razia pada umumnya, mereka yang terjaring hanya dibawa ke markas Satpol PP untuk keperluan pendataan. Setelah menekan pernyataan tidak akan mengulangi perbuatan, mereka akan dilepas bebas.***(dok)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
psikiatris
Jonga munafik do.kalo ado gratis psti ko mau jugo kan bg..manusiawi itu do,,


Berita Hukum lainnya..........
- Sidang Korupsi Perjalanan ke Inggris,
Bupati Kampar Sebut Diundang dan Biaya Ditanggung BPR Sari Madu

- Demo Tuntut Pembebasan Kades Rusuh, Dua Warga Siak Tertembak
- Sidang Korupsi Perjalanan ke Inggris,
Bupati Kampar dan Keluarga Hadir sebagai Saksi

- Polsek Mandau, Bengkalis Kehabisan Formulis SKCK
- Miliki Ganja Sekilo, Honorer Dishub Siak dan Rekannya Ditangkap
- Kapolda Kunjungan Kerja ke Inhil
- Tersangka Pidana Pemilu,
Maimanah Umar dan Putrinya Terancam Dianulir KPU



Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 23.20.33.176
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com