Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Kamis, 30 Juni 2016 22:35
2 Bulan Jadi Member SKA Family Card, Anes Bawa Pulang Hadiah Emas 25 Gram

Kamis, 30 Juni 2016 22:30
Pemko Bayar Tagihan Rp1,1 Miliar,
Besok, Gaji 350 Karyawan PT MIG Cair


Kamis, 30 Juni 2016 21:45
Tak Lupakan Tradisi, Hutahaean Group Berbagi dengan Sesama Jelang Lebaran

Kamis, 30 Juni 2016 21:04
66 Personel Polres Kampar Dapat Kenaikan Pangkat ‪

Kamis, 30 Juni 2016 20:58
Perencanaan Jaringan Fiber Optik Dukung Kampar Menunju Smart Regency

Kamis, 30 Juni 2016 19:08
Kaban Penghubung Lepas Balik Basamo Mahasiswa Riau Se Jabodetabek

Kamis, 30 Juni 2016 19:04
Pererat Silaturrahmi, KNPI Inhil Taja Buka Bersama



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Senin, 4 Maret 2013 13:27
Razia Warung Mesum Arengka II,
Satpol PP Amankan Pasangan Sedang 'Bergaul'


Sejumlah warung remang-remang di Arengka II dirazia Satpol PP. Petugas mendapat sepasang pria dan wanita sedang 'bergaul' di siang bolong.

Riauterkini-PEKANBARU- Sinyalemen warung darurat di kawasan Arengka II atau Jalan MS Amin menjadi lokasi pelacuran mendapat bukti. Senin (4/3/13) razia Satpol Pamong Praja (PP) Kota Pekanbaru yang sedang melakukan razia penertiban mendapat wanita penghibur di salah satu warung yang populer disebut 'Tenda Biru' sedang melayani birahi pelanggannya.

"Wanita itu Lia namanya, sedang melayani Fadri. Mereka sedang gituan (bersetubuh.red) di siang bolong saat kami razia," papar Komandan Satpol PP Kota Pekanbaru Baharuddin kepada wartawan di markasnya.

Kepada petugas, Fadri mengakui kalau sedang menyalurkan birahi saat dirazia. Ia dikenakan biaya Rp 200 ribu untuk sekali kencan dengan Lia.

Selain mengamankan Lia dan Fadri yang tertangkap basah sedang 'bergaul' di siang bolong, Satpol PP juga mengamankan 6 wanita diduga pelacur bersama 3 pria yang diduga pelanggannya.

Petugas tidak hanya mengamankan 7 wanita dan 4 pria, tetapi juga memboyong sejumlah properti dari lokasi, seperti kursi plastik dan pengeras suara yang digunakan memutar musik.

Namun sebagaimana razia pada umumnya, mereka yang terjaring hanya dibawa ke markas Satpol PP untuk keperluan pendataan. Setelah menekan pernyataan tidak akan mengulangi perbuatan, mereka akan dilepas bebas.***(dok)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
psikiatris
Jonga munafik do.kalo ado gratis psti ko mau jugo kan bg..manusiawi itu do,,


Berita Hukum lainnya..........
- 66 Personel Polres Kampar Dapat Kenaikan Pangkat ‪
- Polres Dumai Musnahkan 2,6 Kilogram Sabu
- OTK Teror Rumah Ketua Pokja II LPSE Dumai
- Pemasok Masuk DPO, Polres Siak Bekuk Seorang Pengedar Dengan BB 6,5 Kg Ganja
- Bupati Pelalawan Pimpin Apel Ramadniya Siak 2016
- Belum Ada Tersangka, Polisi Mulai Kuak Sebab Dua Kapal Pemkab Bengkalis Terbakar
- Porles Bengkalis Kerahkan 300 Personil Amankan Idul Fitri 1437 H


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.198.255.72
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com