Untitled Document
Selasa, 6 Rabiul Akhir 1436 H |
Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Selasa, 27 Januari 2015 11:31
Suap Pembahasan RAPBD Riau 2015, KPK Periksa Said Haqlul Amri

Selasa, 27 Januari 2015 11:28
Istri Gubri Besuk Suami Annas Maamun di Rutan Guntur

Selasa, 27 Januari 2015 10:27
18-22 Februari 2015, Pekanbaru Tuan Rumah Rapimnas KAMMI

Selasa, 27 Januari 2015 10:25
Eka Hospital Siapkan 70 Tempat Tidur Pasien untuk Pasien BPJS

Selasa, 27 Januari 2015 10:16
PT RAPP Siap Alokasi Lahan untuk Dukung Budaya Pacu Jalur

Senin, 26 Januari 2015 09:14
Tiga Tahun Kepemimpinan Firdaus-Ayat,
Pemkabunan Kota Pekanbaru Jauh Lebih Maju


Selasa, 27 Januari 2015 08:39
Besok, DPD APJI Provinsi Riau Dilantik



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Senin, 4 Maret 2013 13:27
Razia Warung Mesum Arengka II,
Satpol PP Amankan Pasangan Sedang 'Bergaul'


Sejumlah warung remang-remang di Arengka II dirazia Satpol PP. Petugas mendapat sepasang pria dan wanita sedang 'bergaul' di siang bolong.

Riauterkini-PEKANBARU- Sinyalemen warung darurat di kawasan Arengka II atau Jalan MS Amin menjadi lokasi pelacuran mendapat bukti. Senin (4/3/13) razia Satpol Pamong Praja (PP) Kota Pekanbaru yang sedang melakukan razia penertiban mendapat wanita penghibur di salah satu warung yang populer disebut 'Tenda Biru' sedang melayani birahi pelanggannya.

"Wanita itu Lia namanya, sedang melayani Fadri. Mereka sedang gituan (bersetubuh.red) di siang bolong saat kami razia," papar Komandan Satpol PP Kota Pekanbaru Baharuddin kepada wartawan di markasnya.

Kepada petugas, Fadri mengakui kalau sedang menyalurkan birahi saat dirazia. Ia dikenakan biaya Rp 200 ribu untuk sekali kencan dengan Lia.

Selain mengamankan Lia dan Fadri yang tertangkap basah sedang 'bergaul' di siang bolong, Satpol PP juga mengamankan 6 wanita diduga pelacur bersama 3 pria yang diduga pelanggannya.

Petugas tidak hanya mengamankan 7 wanita dan 4 pria, tetapi juga memboyong sejumlah properti dari lokasi, seperti kursi plastik dan pengeras suara yang digunakan memutar musik.

Namun sebagaimana razia pada umumnya, mereka yang terjaring hanya dibawa ke markas Satpol PP untuk keperluan pendataan. Setelah menekan pernyataan tidak akan mengulangi perbuatan, mereka akan dilepas bebas.***(dok)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
psikiatris
Jonga munafik do.kalo ado gratis psti ko mau jugo kan bg..manusiawi itu do,,


Berita Hukum lainnya..........
- Suap Pembahasan RAPBD Riau 2015, KPK Periksa Said Haqlul Amri
- Istri Gubri Besuk Suami Annas Maamun di Rutan Guntur
- Eka Hospital Siapkan 70 Tempat Tidur Pasien untuk Pasien BPJS
- Annas Maamun Bakal Terjerat Tiga Kasus Korupsi di KPK?
- Polsek Mandau Amankan Tiga Anggota Sindikat Spesialis Curat Pupuk
- Habis Tabrakan, Ban Mobil Lepas Saat Bawa Korban ke Rumah Sakit di Duri
- Dilempar Petasan oleh OTK,
Warga Jalan Jendral Pekanbaru Dikejutkan Ledakan



Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.92.242.86
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com