Untitled Document
Sabtu, 5 Syawwal 1435 H |
Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Jum’at, 1 Agustus 2014 20:32
Balita 2,5 Tahun di Pekanbaru Diduga Diculik dan Dibunuh Pembantu

Jum’at, 1 Agustus 2014 20:23
Pelayanan Air Bersih Dikeluhkan, PDAM Tirta Dharma Duri Segera Pasang Valve

Jum’at, 1 Agustus 2014 16:06
Bupati Inhil Serahkan Bantuan buat Gaza dan Palestina Rp64 Juta

Jum’at, 1 Agustus 2014 13:37
97 Titik Panas Terdeteksi, Lagi-Lagi Rohil Tertinggi

Jum’at, 1 Agustus 2014 13:32
H-2 Hingga H+2 Lebaran, Empat Mayat Hebohkan Pekanbaru

Jum’at, 1 Agustus 2014 10:14
Lebaran, Pantai Beting Ramai Dikunjungi Masyarakat Meranti

Jum’at, 1 Agustus 2014 10:12
Bupati Inhil Gelar Silaturrahmi Bersama Alumni APDN Angkatan IX



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Senin, 4 Maret 2013 13:27
Razia Warung Mesum Arengka II,
Satpol PP Amankan Pasangan Sedang 'Bergaul'


Sejumlah warung remang-remang di Arengka II dirazia Satpol PP. Petugas mendapat sepasang pria dan wanita sedang 'bergaul' di siang bolong.

Riauterkini-PEKANBARU- Sinyalemen warung darurat di kawasan Arengka II atau Jalan MS Amin menjadi lokasi pelacuran mendapat bukti. Senin (4/3/13) razia Satpol Pamong Praja (PP) Kota Pekanbaru yang sedang melakukan razia penertiban mendapat wanita penghibur di salah satu warung yang populer disebut 'Tenda Biru' sedang melayani birahi pelanggannya.

"Wanita itu Lia namanya, sedang melayani Fadri. Mereka sedang gituan (bersetubuh.red) di siang bolong saat kami razia," papar Komandan Satpol PP Kota Pekanbaru Baharuddin kepada wartawan di markasnya.

Kepada petugas, Fadri mengakui kalau sedang menyalurkan birahi saat dirazia. Ia dikenakan biaya Rp 200 ribu untuk sekali kencan dengan Lia.

Selain mengamankan Lia dan Fadri yang tertangkap basah sedang 'bergaul' di siang bolong, Satpol PP juga mengamankan 6 wanita diduga pelacur bersama 3 pria yang diduga pelanggannya.

Petugas tidak hanya mengamankan 7 wanita dan 4 pria, tetapi juga memboyong sejumlah properti dari lokasi, seperti kursi plastik dan pengeras suara yang digunakan memutar musik.

Namun sebagaimana razia pada umumnya, mereka yang terjaring hanya dibawa ke markas Satpol PP untuk keperluan pendataan. Setelah menekan pernyataan tidak akan mengulangi perbuatan, mereka akan dilepas bebas.***(dok)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
psikiatris
Jonga munafik do.kalo ado gratis psti ko mau jugo kan bg..manusiawi itu do,,


Berita Hukum lainnya..........
- Balita 2,5 Tahun di Pekanbaru Diduga Diculik dan Dibunuh Pembantu
- H-2 Hingga H+2 Lebaran, Empat Mayat Hebohkan Pekanbaru
- Mushola dan 15 Rumah Karyawan PT Pulau Sambu di Inhil Ludes Terbakar
- Empat Rumah Warga Bagansiapiapi Ludes Terbakar
- Pemudik Tertib Berkontribusi pada Nihilnya Lakalantas di Bengkalis
- Puluhan Lapak PKL di Jalan Agus Salim Dibongkar Eksavator
- Bank Mandiri Duri Himbau Nasabah Kebobolan Rekening Segera Melapor


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.87.93.200
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com