Untitled Document
Selasa, 9 Rajab 1436 H |
Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Selasa, 28 April 2015 22:17
Dugaan Korupsi Jembatan Pedamaran I dan II,
Kejati Riau Periksa Tim Leader Perusahaan Kontraktor


Selasa, 28 April 2015 22:10
Plt Gubri Sebut Tak Buru-buru Tutup Dua BUMD Rekomendasi Dewan

Selasa, 28 April 2015 21:21
Perjalanan Lima Jam,
Murid PAUD Tanjung Medan Semangat Kunjungi Museum Sejarah Rohil


Selasa, 28 April 2015 21:14


Selasa, 28 April 2015 21:13
PT PLN Rohul Pasang Kapasitor 180 Volt di Desa BIM

Selasa, 28 April 2015 20:54
Enam Pejabat Non Job Pemprov Riau Masuk Bursa Calon Assesor

Selasa, 28 April 2015 20:44
KNPI Dumai Minta Pemerintah Perhatikan Organisasi Kepemudaan



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Senin, 4 Maret 2013 13:27
Razia Warung Mesum Arengka II,
Satpol PP Amankan Pasangan Sedang 'Bergaul'


Sejumlah warung remang-remang di Arengka II dirazia Satpol PP. Petugas mendapat sepasang pria dan wanita sedang 'bergaul' di siang bolong.

Riauterkini-PEKANBARU- Sinyalemen warung darurat di kawasan Arengka II atau Jalan MS Amin menjadi lokasi pelacuran mendapat bukti. Senin (4/3/13) razia Satpol Pamong Praja (PP) Kota Pekanbaru yang sedang melakukan razia penertiban mendapat wanita penghibur di salah satu warung yang populer disebut 'Tenda Biru' sedang melayani birahi pelanggannya.

"Wanita itu Lia namanya, sedang melayani Fadri. Mereka sedang gituan (bersetubuh.red) di siang bolong saat kami razia," papar Komandan Satpol PP Kota Pekanbaru Baharuddin kepada wartawan di markasnya.

Kepada petugas, Fadri mengakui kalau sedang menyalurkan birahi saat dirazia. Ia dikenakan biaya Rp 200 ribu untuk sekali kencan dengan Lia.

Selain mengamankan Lia dan Fadri yang tertangkap basah sedang 'bergaul' di siang bolong, Satpol PP juga mengamankan 6 wanita diduga pelacur bersama 3 pria yang diduga pelanggannya.

Petugas tidak hanya mengamankan 7 wanita dan 4 pria, tetapi juga memboyong sejumlah properti dari lokasi, seperti kursi plastik dan pengeras suara yang digunakan memutar musik.

Namun sebagaimana razia pada umumnya, mereka yang terjaring hanya dibawa ke markas Satpol PP untuk keperluan pendataan. Setelah menekan pernyataan tidak akan mengulangi perbuatan, mereka akan dilepas bebas.***(dok)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
psikiatris
Jonga munafik do.kalo ado gratis psti ko mau jugo kan bg..manusiawi itu do,,


Berita Hukum lainnya..........
- Dugaan Korupsi Jembatan Pedamaran I dan II,
Kejati Riau Periksa Tim Leader Perusahaan Kontraktor

- Dugaan Suap Pembahasan RAPBD Riau,
KPK Belum Berniat Naikan Status Gubri Nonaktif Annas Maamun

- Puluhan Pekerja Panti Pijat Diamankan Satpol PP Pekanbaru
- Tersangka Korupsi Dana Hibah, Mantan Ketua DPRD Bengkalis Ditahan Polda
- Satlantas Polresta Pekanbaru Hunting Motor Bodong
- Jaksa Perpanjang Penahanan Dua Tersangka Korupsi Danah Hibar UIR
- Hendak Curi Motor, Seorang Buruh di Kampar Dihajar Massa


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.89.91.165
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com