Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Senin, 29 Agustus 2016 21:47
1,62 Juta Ton Produksi CPO Riau Raib Akibat Praktek "Kencing" di Jalan

Senin, 29 Agustus 2016 21:44
Diperlakukan Tak Adil,
Tersangka Sales Serum Palsu Ancam Pra Peradilan Polresta Pekanbaru


Senin, 29 Agustus 2016 20:18
Terkait Izin Alfamart,
Diskoperindag Tak Akan Keluarkan Bila Warga Rohul Menolak


Senin, 29 Agustus 2016 20:15
Cabuli Anak Dibawah Umur, Seorang Warga Tembilahan, Inhil Ditangkap Polisi

Senin, 29 Agustus 2016 20:11
Revitalisasi Ekosistem Tesso Nilo,
Ratusan Cukong di eks HPH HSL-SRT Bakal 'Dihabisi'


Senin, 29 Agustus 2016 20:10
Shaga SKA Pekanbaru,
BH Fitnes G6414 U F1, Mampu Terkoneksi Dengan Smartphone


Senin, 29 Agustus 2016 19:51
Dampak Karlahut Sampai ke Negara Tetangga,
Menteri Siti Sebut Pihak Luar Jangan Asal Komentar




Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 16 Agustus 2005 08:55
Delapan Perusahaan Malaysia Terbukti Terlibat Karhutla

Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) tak sepenuhnya disebabkan aktifitas warga, tetapi terbukti ada delapan perusahaan Malaysia yang turut menjadi sebab.

Riauterkini-JAKARTA-Ada temuan mengejutkan terkait kebakaran hutan di Kalimantan Barat, Riau, dan Sumatera Utara sehingga menimbulkan kabut asap tebal sampai ke negara tetangga. Delapan perusahaan Malaysia diduga jadi penyebab kebakaran.

Saat ini pemerintah menyidik perusahaan-perusahaan itu. Pemiliknya terancam hukuman 15 tahun penjara.

Hal ini diungkapkan Menteri Kehutanan M.S. Ka'ban kepada wartawan seusai bertemu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Kantor Presiden kemarin. ''Setelah diinventarisasi, dari 10 perusahaan (yang diduga membakar hutan), delapan di antaranya dari Malaysia,'' katanya. Kedelapan perusahaan itu adalah PT Tunggal Mitra Plantation, PT Langkat Inti Hibrida, PT Budaya Loh Jinawi, PT Agri Plantation, PT Jaya Perkasa, PT Multi Gambut Industri, PT Bumi Reksa Nusa Sejati, dan PT Mustika Agro Sari.

''Mereka sudah disidik Kementerian LH (Lingkungan Hidup, Red) karena membuka lahan dengan pembakaran,'' ujarnya. ''Pemiliknya akan dikenai sanksi setimpal.''

Dia menyesalkan perluasan lahan dengan cara seperti itu. Kebanyakan menggunakan cara tradisional dengan membakar hutan. ''Seharusnya dengan zero burning. Jika menggunakan cara-cara tradisional, mereka akan dikenai law enforcement,'' tegasnya.

Lebih lanjut dia menjelaskan, berdasar data Departemen Kehutanan sejak 14 Agustus hingga pukul 14.30 kemarin, jumlah titik api menurun drastis. ''Jumlah hot spot (titik api, Red) turun karena ada hujan di Kalbar,'' katanya.

Ka'ban mengatakan, beberapa titik api berasal dari wilayah Malaysia. Antara lain, Semenanjung Malaya (9 titik api), serta Sabah dan Sarawak (24 titik api). ''Kami ingin jelaskan bahwa sumber titik api tidak hanya dari dalam negeri,'' ujarnya.

Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) tersebut juga menerangkan, pemerintah Malaysia telah bersedia memberi bantuan. Misalnya, mengirimkan 128 tim bomba (pemadam kebakaran) dan tim teknis. ''Tim teknis akan membantu para petani mengolah perkebunan,'' katanya

Secara terpisah, jubir Kepresidenan Dino Pati Djalal menjelaskan, pemerintah Malaysia telah mengetahui delapan perusahaannya yang nakal tersebut. Karena itulah, pemerintah Malaysia mau membantu. ''Saat menelepon Presiden SBY beberapa waktu lalu, PM Abdullah Ahmad Badawi menangkui adanya perusahaan Malaysia yang nakal,'' tuturnya.

Ia menyebutkan pemerintah dalam waktu dekat akan membuat hujan buatan. Pembuatan hujan ini beker jasama dengan TNI AU, BPPT, dan PT Dirgantara Indonesia. Asisten Operasi KSAU Marsekal Muda I Gusti Made Oka di Kantor Presiden kemarin. Lebih lanjut dia menjelaskan bahwa pihaknya juga telah menyiapkan dua pesawat hercules, 2 casa, dan satu super puma. Sedangkan, BPPT menyiapkan 2 casa."Dua hercules kami sedang dimodifikasi di Bandung. Membutuhkan, waktu empat hari," katanya.***(rpo)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Hukum lainnya..........
- 1,62 Juta Ton Produksi CPO Riau Raib Akibat Praktek "Kencing" di Jalan
- Cabuli Anak Dibawah Umur, Seorang Warga Tembilahan, Inhil Ditangkap Polisi
- Kapolri : Proses Hukum Korporasi Pembakar Lahan
- Lanal dan Polair Dumai Tangkap 22 Ton Bawang Merah Ilegal
- Hendak Sidang, Tahanan Kasus Narkotika Jaksa Kabur di Dumai
-
- Banding Ditolak, Dua Terdakwa Pemalsuan AJB Tanah Ajukan Kasasi


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.224.158.218
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com