Untitled Document
Jumat, 3 Zulqaidah 1435 H |
Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Jum’at, 29 Agustus 2014 21:14
JCH Rohul Diminta Waspadai Virus Ebola

Jum’at, 29 Agustus 2014 20:08
Pemprov Riau Baru Verifikasi 4 APBD-P Daerah

Jum’at, 29 Agustus 2014 19:31
Brigjen Condro Kirono Berterimakasih pada Riau

Jum’at, 29 Agustus 2014 19:17
Duri Sport Club Ajak Warga Ramaikan Lomba Duri Funtastic Run 2014

Jum’at, 29 Agustus 2014 19:15
Ditinggal Suami Kerja, Istri Diperkosa Tetangga

Jum’at, 29 Agustus 2014 19:11
Independensi Pers Terbelenggu Pemilik Modal

Jum’at, 29 Agustus 2014 19:09
Stop Mobil Tahanan,
Aiptu Ir diperiksa Propam Polda Riau




Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 16 Agustus 2005 08:55
Delapan Perusahaan Malaysia Terbukti Terlibat Karhutla

Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) tak sepenuhnya disebabkan aktifitas warga, tetapi terbukti ada delapan perusahaan Malaysia yang turut menjadi sebab.

Riauterkini-JAKARTA-Ada temuan mengejutkan terkait kebakaran hutan di Kalimantan Barat, Riau, dan Sumatera Utara sehingga menimbulkan kabut asap tebal sampai ke negara tetangga. Delapan perusahaan Malaysia diduga jadi penyebab kebakaran.

Saat ini pemerintah menyidik perusahaan-perusahaan itu. Pemiliknya terancam hukuman 15 tahun penjara.

Hal ini diungkapkan Menteri Kehutanan M.S. Ka'ban kepada wartawan seusai bertemu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Kantor Presiden kemarin. ''Setelah diinventarisasi, dari 10 perusahaan (yang diduga membakar hutan), delapan di antaranya dari Malaysia,'' katanya. Kedelapan perusahaan itu adalah PT Tunggal Mitra Plantation, PT Langkat Inti Hibrida, PT Budaya Loh Jinawi, PT Agri Plantation, PT Jaya Perkasa, PT Multi Gambut Industri, PT Bumi Reksa Nusa Sejati, dan PT Mustika Agro Sari.

''Mereka sudah disidik Kementerian LH (Lingkungan Hidup, Red) karena membuka lahan dengan pembakaran,'' ujarnya. ''Pemiliknya akan dikenai sanksi setimpal.''

Dia menyesalkan perluasan lahan dengan cara seperti itu. Kebanyakan menggunakan cara tradisional dengan membakar hutan. ''Seharusnya dengan zero burning. Jika menggunakan cara-cara tradisional, mereka akan dikenai law enforcement,'' tegasnya.

Lebih lanjut dia menjelaskan, berdasar data Departemen Kehutanan sejak 14 Agustus hingga pukul 14.30 kemarin, jumlah titik api menurun drastis. ''Jumlah hot spot (titik api, Red) turun karena ada hujan di Kalbar,'' katanya.

Ka'ban mengatakan, beberapa titik api berasal dari wilayah Malaysia. Antara lain, Semenanjung Malaya (9 titik api), serta Sabah dan Sarawak (24 titik api). ''Kami ingin jelaskan bahwa sumber titik api tidak hanya dari dalam negeri,'' ujarnya.

Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) tersebut juga menerangkan, pemerintah Malaysia telah bersedia memberi bantuan. Misalnya, mengirimkan 128 tim bomba (pemadam kebakaran) dan tim teknis. ''Tim teknis akan membantu para petani mengolah perkebunan,'' katanya

Secara terpisah, jubir Kepresidenan Dino Pati Djalal menjelaskan, pemerintah Malaysia telah mengetahui delapan perusahaannya yang nakal tersebut. Karena itulah, pemerintah Malaysia mau membantu. ''Saat menelepon Presiden SBY beberapa waktu lalu, PM Abdullah Ahmad Badawi menangkui adanya perusahaan Malaysia yang nakal,'' tuturnya.

Ia menyebutkan pemerintah dalam waktu dekat akan membuat hujan buatan. Pembuatan hujan ini beker jasama dengan TNI AU, BPPT, dan PT Dirgantara Indonesia. Asisten Operasi KSAU Marsekal Muda I Gusti Made Oka di Kantor Presiden kemarin. Lebih lanjut dia menjelaskan bahwa pihaknya juga telah menyiapkan dua pesawat hercules, 2 casa, dan satu super puma. Sedangkan, BPPT menyiapkan 2 casa."Dua hercules kami sedang dimodifikasi di Bandung. Membutuhkan, waktu empat hari," katanya.***(rpo)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Hukum lainnya..........
- Brigjen Condro Kirono Berterimakasih pada Riau
- Stop Mobil Tahanan,
Aiptu Ir diperiksa Propam Polda Riau

- Korupsi Pembangunan Parit Beton Jalan Desa di Bengkalis,
Saksi Sebut Beton Tidak Sesuai Spek Kontrak

- Temui Kapolri, Elza Syarief Minta Dugaan Pencabulan HAM Dituntaskan
- Berdalih Pinjam, Pasutri di Kampar Larikan Pick Up L 300 Tetangga
- Isu Penculikan Anak Resahkan Warga Bengkalis dan Rupat
- Terjun ke Laut Tanjung Jati, Bengkalis,
Tiga Awak Kapal Ternyata Angkut Bawang Ilegal



Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.167.238.60
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com