Untitled Document
Selasa, 7 Sya'ban 1436 H |
Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Senin, 25 Mei 2015 22:28
Galeri Foto Bupati Inhu Sampaikan LKPj 2014dan LKPj Akhir Masa Jabatan

Senin, 25 Mei 2015 22:21
Bupati Inhu Tinjau Siswa STPI Bandara Japura dan Terima Bantuan BRK

Senin, 25 Mei 2015 21:52
Kunjungi Kawasan P4S,
Danrem 031/WB: Kampar Cetak Insinyur Hanya Dua Pekan


Senin, 25 Mei 2015 21:45
Sembilan Bulan Tak Digaji ,
Karyawan PD Aneka Karya Datangi DPRD Kampar


Senin, 25 Mei 2015 21:40


Senin, 25 Mei 2015 21:35
Sebuah Rumah di Kampar Kiri Hilir, Kampar Habis Terbakar

Senin, 25 Mei 2015 21:26
Setahun Tak Digaji,
Ratusan Tenaga Bantuan Kesehatan Kampar Datangi Dewan




Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 16 Agustus 2005 08:55
Delapan Perusahaan Malaysia Terbukti Terlibat Karhutla

Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) tak sepenuhnya disebabkan aktifitas warga, tetapi terbukti ada delapan perusahaan Malaysia yang turut menjadi sebab.

Riauterkini-JAKARTA-Ada temuan mengejutkan terkait kebakaran hutan di Kalimantan Barat, Riau, dan Sumatera Utara sehingga menimbulkan kabut asap tebal sampai ke negara tetangga. Delapan perusahaan Malaysia diduga jadi penyebab kebakaran.

Saat ini pemerintah menyidik perusahaan-perusahaan itu. Pemiliknya terancam hukuman 15 tahun penjara.

Hal ini diungkapkan Menteri Kehutanan M.S. Ka'ban kepada wartawan seusai bertemu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Kantor Presiden kemarin. ''Setelah diinventarisasi, dari 10 perusahaan (yang diduga membakar hutan), delapan di antaranya dari Malaysia,'' katanya. Kedelapan perusahaan itu adalah PT Tunggal Mitra Plantation, PT Langkat Inti Hibrida, PT Budaya Loh Jinawi, PT Agri Plantation, PT Jaya Perkasa, PT Multi Gambut Industri, PT Bumi Reksa Nusa Sejati, dan PT Mustika Agro Sari.

''Mereka sudah disidik Kementerian LH (Lingkungan Hidup, Red) karena membuka lahan dengan pembakaran,'' ujarnya. ''Pemiliknya akan dikenai sanksi setimpal.''

Dia menyesalkan perluasan lahan dengan cara seperti itu. Kebanyakan menggunakan cara tradisional dengan membakar hutan. ''Seharusnya dengan zero burning. Jika menggunakan cara-cara tradisional, mereka akan dikenai law enforcement,'' tegasnya.

Lebih lanjut dia menjelaskan, berdasar data Departemen Kehutanan sejak 14 Agustus hingga pukul 14.30 kemarin, jumlah titik api menurun drastis. ''Jumlah hot spot (titik api, Red) turun karena ada hujan di Kalbar,'' katanya.

Ka'ban mengatakan, beberapa titik api berasal dari wilayah Malaysia. Antara lain, Semenanjung Malaya (9 titik api), serta Sabah dan Sarawak (24 titik api). ''Kami ingin jelaskan bahwa sumber titik api tidak hanya dari dalam negeri,'' ujarnya.

Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) tersebut juga menerangkan, pemerintah Malaysia telah bersedia memberi bantuan. Misalnya, mengirimkan 128 tim bomba (pemadam kebakaran) dan tim teknis. ''Tim teknis akan membantu para petani mengolah perkebunan,'' katanya

Secara terpisah, jubir Kepresidenan Dino Pati Djalal menjelaskan, pemerintah Malaysia telah mengetahui delapan perusahaannya yang nakal tersebut. Karena itulah, pemerintah Malaysia mau membantu. ''Saat menelepon Presiden SBY beberapa waktu lalu, PM Abdullah Ahmad Badawi menangkui adanya perusahaan Malaysia yang nakal,'' tuturnya.

Ia menyebutkan pemerintah dalam waktu dekat akan membuat hujan buatan. Pembuatan hujan ini beker jasama dengan TNI AU, BPPT, dan PT Dirgantara Indonesia. Asisten Operasi KSAU Marsekal Muda I Gusti Made Oka di Kantor Presiden kemarin. Lebih lanjut dia menjelaskan bahwa pihaknya juga telah menyiapkan dua pesawat hercules, 2 casa, dan satu super puma. Sedangkan, BPPT menyiapkan 2 casa."Dua hercules kami sedang dimodifikasi di Bandung. Membutuhkan, waktu empat hari," katanya.***(rpo)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Hukum lainnya..........
- Sebuah Rumah di Kampar Kiri Hilir, Kampar Habis Terbakar
- Polda Riau Bekuk 4 Pelaku Begal Lintas Provinsi
- Kamarnya Dijadikan Tempat Nyabu,
Anggota Polsek Bangko Rohil Diperiksa Propam

- Diserahkan ke Polresta Pekanbaru,
Seorang Pengunjung Rutan Sialang Bungkuk, Pekanbaru Bawa Narkoba

- Skandal Korupsi Terminal Barang Dishub,
Jaksa Tahan Dua Pejabat Pemko Dumai

- Jenguk Pacar di Rutan Bawa Sabu, Rosma Dewi Ditangkap Aparat
- 3 Kapolres di Riau Diganti


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.163.90.41
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com