Untitled Document
Jumat, 26 Safar 1436 H |
Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Jum’at, 19 Desember 2014 12:55
Pemkab Rohil Peringati Hari Bela Negara 2014

Jum’at, 19 Desember 2014 12:33
Rusak Parah, Bebek Berendam di Jalan Pesisir Sinaboi, Rohil

Jum’at, 19 Desember 2014 12:21
SPBU Mini, Termasuk Usulan Pemkab Rohil Kepada Menkanla

Jum’at, 19 Desember 2014 11:02
Maling Genset dan Motor di Pekanbaru Divonis 20 Bulan Penjara

Jum’at, 19 Desember 2014 10:59
Sekolah Tetapkan Tarif Ambil Rapor Bakal Dikenakan Sanksi Disdik Inhil

Jum’at, 19 Desember 2014 09:01
Tahanan Curanmor Polsek Sukajadi Pekanbaru Kabur

Jum’at, 19 Desember 2014 06:44
Menyongsong Era Gas Bumi



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 16 Agustus 2005 08:55
Delapan Perusahaan Malaysia Terbukti Terlibat Karhutla

Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) tak sepenuhnya disebabkan aktifitas warga, tetapi terbukti ada delapan perusahaan Malaysia yang turut menjadi sebab.

Riauterkini-JAKARTA-Ada temuan mengejutkan terkait kebakaran hutan di Kalimantan Barat, Riau, dan Sumatera Utara sehingga menimbulkan kabut asap tebal sampai ke negara tetangga. Delapan perusahaan Malaysia diduga jadi penyebab kebakaran.

Saat ini pemerintah menyidik perusahaan-perusahaan itu. Pemiliknya terancam hukuman 15 tahun penjara.

Hal ini diungkapkan Menteri Kehutanan M.S. Ka'ban kepada wartawan seusai bertemu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Kantor Presiden kemarin. ''Setelah diinventarisasi, dari 10 perusahaan (yang diduga membakar hutan), delapan di antaranya dari Malaysia,'' katanya. Kedelapan perusahaan itu adalah PT Tunggal Mitra Plantation, PT Langkat Inti Hibrida, PT Budaya Loh Jinawi, PT Agri Plantation, PT Jaya Perkasa, PT Multi Gambut Industri, PT Bumi Reksa Nusa Sejati, dan PT Mustika Agro Sari.

''Mereka sudah disidik Kementerian LH (Lingkungan Hidup, Red) karena membuka lahan dengan pembakaran,'' ujarnya. ''Pemiliknya akan dikenai sanksi setimpal.''

Dia menyesalkan perluasan lahan dengan cara seperti itu. Kebanyakan menggunakan cara tradisional dengan membakar hutan. ''Seharusnya dengan zero burning. Jika menggunakan cara-cara tradisional, mereka akan dikenai law enforcement,'' tegasnya.

Lebih lanjut dia menjelaskan, berdasar data Departemen Kehutanan sejak 14 Agustus hingga pukul 14.30 kemarin, jumlah titik api menurun drastis. ''Jumlah hot spot (titik api, Red) turun karena ada hujan di Kalbar,'' katanya.

Ka'ban mengatakan, beberapa titik api berasal dari wilayah Malaysia. Antara lain, Semenanjung Malaya (9 titik api), serta Sabah dan Sarawak (24 titik api). ''Kami ingin jelaskan bahwa sumber titik api tidak hanya dari dalam negeri,'' ujarnya.

Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) tersebut juga menerangkan, pemerintah Malaysia telah bersedia memberi bantuan. Misalnya, mengirimkan 128 tim bomba (pemadam kebakaran) dan tim teknis. ''Tim teknis akan membantu para petani mengolah perkebunan,'' katanya

Secara terpisah, jubir Kepresidenan Dino Pati Djalal menjelaskan, pemerintah Malaysia telah mengetahui delapan perusahaannya yang nakal tersebut. Karena itulah, pemerintah Malaysia mau membantu. ''Saat menelepon Presiden SBY beberapa waktu lalu, PM Abdullah Ahmad Badawi menangkui adanya perusahaan Malaysia yang nakal,'' tuturnya.

Ia menyebutkan pemerintah dalam waktu dekat akan membuat hujan buatan. Pembuatan hujan ini beker jasama dengan TNI AU, BPPT, dan PT Dirgantara Indonesia. Asisten Operasi KSAU Marsekal Muda I Gusti Made Oka di Kantor Presiden kemarin. Lebih lanjut dia menjelaskan bahwa pihaknya juga telah menyiapkan dua pesawat hercules, 2 casa, dan satu super puma. Sedangkan, BPPT menyiapkan 2 casa."Dua hercules kami sedang dimodifikasi di Bandung. Membutuhkan, waktu empat hari," katanya.***(rpo)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Hukum lainnya..........
- Maling Genset dan Motor di Pekanbaru Divonis 20 Bulan Penjara
- Tahanan Curanmor Polsek Sukajadi Pekanbaru Kabur
- Miliki Lahan di Cagar Biosfer,
Kompol Suparno Jalani Sidang Perdana di PN Siak

- Telusuri Harta Gubri Nonaktif Annas, KPK Belum Terapkan TPPU
- Tukar Guling Tak Kunjung Tuntas,
14 Kamar Tahanan Lapas Bengkalis Tak Difungsikan

- Kasus Pembunuhan Bayi Jeanette Gracia,
Terdakwa Mengaku Sakit, Sidang Ditunda Hingga Pekan Depan

- Minta Kedepankan Rasa Keadilan, BEM se Riau akan Kawal Kasus Pungkat


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.166.105.24
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com