Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Kamis, 18 Januari 2018 23:24
Senin, Perindo Disidang Bawaslu Riau

Kamis, 18 Januari 2018 23:19
‎Terbaik, Polda Riau Sabet Juara I Lomba Polmas Kapolri Cup 2017-2018

Kamis, 18 Januari 2018 20:47
Terjerat Pungli Pengurusan Izin Usaha, Kadis PUPR Pekanbaru dan Tiga Bawahan Dituntut Jaksa 1,5 Tahun

Kamis, 18 Januari 2018 19:37
Jualan Sabu dan Miliki Senpi,
Honorer Kominfo Pelalawan Terancam Hukuman Berlapis


Kamis, 18 Januari 2018 19:04
Bupati Ikut Shalat Jenazah dan Pemakaman Tokoh Agama dan Pendidikan di Kecamatan GAS

Kamis, 18 Januari 2018 18:11
Sebagian Dikomersialkan, RSUD Selasi Mampu Produksi Oksigen

Kamis, 18 Januari 2018 18:06
Ketum Gapensi Riau Meradang Disebut Pendemo Ngerjakan Proyek SPAM

Kamis, 18 Januari 2018 17:11
Jaksa Nyatakan Banding Atas Vonis Ringan Kepala BPMPD Siak

Kamis, 18 Januari 2018 17:07
Penyertaan Modal Rp121 M,
Bengkalis Terima PAD Rp30 M Pertahun dari Bank Riau Kepri


Kamis, 18 Januari 2018 17:01
‎Rekontruksi Pembunuhan Pekerja PT Torusganda Tambusai, Kejari Rohul Temukan Fakta Baru

loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 16 Agustus 2005 08:55
Delapan Perusahaan Malaysia Terbukti Terlibat Karhutla

Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) tak sepenuhnya disebabkan aktifitas warga, tetapi terbukti ada delapan perusahaan Malaysia yang turut menjadi sebab.

Riauterkini-JAKARTA-Ada temuan mengejutkan terkait kebakaran hutan di Kalimantan Barat, Riau, dan Sumatera Utara sehingga menimbulkan kabut asap tebal sampai ke negara tetangga. Delapan perusahaan Malaysia diduga jadi penyebab kebakaran.

Saat ini pemerintah menyidik perusahaan-perusahaan itu. Pemiliknya terancam hukuman 15 tahun penjara.

Hal ini diungkapkan Menteri Kehutanan M.S. Ka'ban kepada wartawan seusai bertemu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Kantor Presiden kemarin. ''Setelah diinventarisasi, dari 10 perusahaan (yang diduga membakar hutan), delapan di antaranya dari Malaysia,'' katanya. Kedelapan perusahaan itu adalah PT Tunggal Mitra Plantation, PT Langkat Inti Hibrida, PT Budaya Loh Jinawi, PT Agri Plantation, PT Jaya Perkasa, PT Multi Gambut Industri, PT Bumi Reksa Nusa Sejati, dan PT Mustika Agro Sari.

''Mereka sudah disidik Kementerian LH (Lingkungan Hidup, Red) karena membuka lahan dengan pembakaran,'' ujarnya. ''Pemiliknya akan dikenai sanksi setimpal.''

Dia menyesalkan perluasan lahan dengan cara seperti itu. Kebanyakan menggunakan cara tradisional dengan membakar hutan. ''Seharusnya dengan zero burning. Jika menggunakan cara-cara tradisional, mereka akan dikenai law enforcement,'' tegasnya.

Lebih lanjut dia menjelaskan, berdasar data Departemen Kehutanan sejak 14 Agustus hingga pukul 14.30 kemarin, jumlah titik api menurun drastis. ''Jumlah hot spot (titik api, Red) turun karena ada hujan di Kalbar,'' katanya.

Ka'ban mengatakan, beberapa titik api berasal dari wilayah Malaysia. Antara lain, Semenanjung Malaya (9 titik api), serta Sabah dan Sarawak (24 titik api). ''Kami ingin jelaskan bahwa sumber titik api tidak hanya dari dalam negeri,'' ujarnya.

Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) tersebut juga menerangkan, pemerintah Malaysia telah bersedia memberi bantuan. Misalnya, mengirimkan 128 tim bomba (pemadam kebakaran) dan tim teknis. ''Tim teknis akan membantu para petani mengolah perkebunan,'' katanya

Secara terpisah, jubir Kepresidenan Dino Pati Djalal menjelaskan, pemerintah Malaysia telah mengetahui delapan perusahaannya yang nakal tersebut. Karena itulah, pemerintah Malaysia mau membantu. ''Saat menelepon Presiden SBY beberapa waktu lalu, PM Abdullah Ahmad Badawi menangkui adanya perusahaan Malaysia yang nakal,'' tuturnya.

Ia menyebutkan pemerintah dalam waktu dekat akan membuat hujan buatan. Pembuatan hujan ini beker jasama dengan TNI AU, BPPT, dan PT Dirgantara Indonesia. Asisten Operasi KSAU Marsekal Muda I Gusti Made Oka di Kantor Presiden kemarin. Lebih lanjut dia menjelaskan bahwa pihaknya juga telah menyiapkan dua pesawat hercules, 2 casa, dan satu super puma. Sedangkan, BPPT menyiapkan 2 casa."Dua hercules kami sedang dimodifikasi di Bandung. Membutuhkan, waktu empat hari," katanya.***(rpo)

Loading...


Berita Hukum lainnya..........
- Terjerat Pungli Pengurusan Izin Usaha, Kadis PUPR Pekanbaru dan Tiga Bawahan Dituntut Jaksa 1,5 Tahun
- Jualan Sabu dan Miliki Senpi,
Honorer Kominfo Pelalawan Terancam Hukuman Berlapis

- Jaksa Nyatakan Banding Atas Vonis Ringan Kepala BPMPD Siak
- Pengembangan Kasus PTT Diskes, Kajari Akui Kantongi Calon Tersangka
- Jaksa 'Closing' Kasus Saber Pungli Disdik Pelalawan
- Satpol PP Mengendur, Lapak PKL Pasar Arengka Kembali Marak
- Teken Kebocoran PAD, Bapenda Pekanbaru Tertibkan Ratusan Reklame Bodong
- Cabuli Balita, Mbah Jinggok Ditangkap Polres Rohul
- Polres Kuansing Amankan Pelaku dan Mesin PETI
- Membantu Istri Mencuci Pakaian, Karyawan PT STI di Inhil Tewas Tersengat Listrik
- Korupsi Dana Anggaran, Mantan Kepala Bappeda Rohil Dihukum 2 Tahun
- Terduga Bandar Sabu di Pelalawan Diketahui Oknum Pegawai Diskominfo
- Satu Diantaranya PNS Kesehatan Mandau,
Polres Dumai Tangkap Terduga Empat Anggota Jaringan Narkoba Asal Bengkalis

- BC Dumai Gagalkan Penyelundupan Narkotika Lewat Pelabuhan Pelindo
- Polda Riau Musnahkan 49,28 Gram Sabu
- Miliki Ganja, Dedi Dores dan 2 Rekannya Terciduk Saat Razia Cipkon Polres Bengkalis
- Kasatpol PP Pekanbaru Janji Akan Tertibkan Perda Setiap Hari
- Jaksa Belum Siap, Dua Sidang Tuntutan Tipikor PN Pekanbaru Ditunda
- Pengamanan Pilkada, Polda Gelar Lat Pra Ops Mantap Praja Muara Takus 2018
- Tiga Petugas LP Bengkalis Tersangka Kaburnya Bandar Narkoba Asal Malaysia


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda : 54.83.81.52
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com