Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Ahad, 22 Oktober 2017 22:36
Palsukan SIM, Lima Warga Inhu Ditangkap Polisi

Ahad, 22 Oktober 2017 22:31
Serahkan 30 Ribu Bibit Ikan,
Gubri Hadiri Apel Akbar Acara Santri Nasional


Ahad, 22 Oktober 2017 21:21
Soal Hoax Wahana Riau,
Kapolda Riau Serahkan Bidkum untuk Tindaklanjuti Proses Hukumnya


Ahad, 22 Oktober 2017 19:57
Kapolda Riau Minta Maaf Soal Hoax Satu Media Online

Ahad, 22 Oktober 2017 19:13
Marak Pencabulan Anak,
Kemenag Rohul Intruksikan Penyuluh Agama Gencar Sosialisasi


Ahad, 22 Oktober 2017 19:09
Setelah Disindir, PT EMA Baru Bantu Rp 300 Juta untuk Korban Dampak Limbah di Rohul

Ahad, 22 Oktober 2017 17:26
Fikri Wahyudi Hamdani Pimpin Ketua IKA SMA Negeri 10 Pekanbaru

Ahad, 22 Oktober 2017 17:11
Sukses Konsolidasi, Keanggotaan dan Program, MPC PP Bengkalis Juara III Riau

Ahad, 22 Oktober 2017 17:03
Peserta Seminar Edukasi Uang Digital Bitconnect Coin Membludak

Ahad, 22 Oktober 2017 16:15
Hari Santri Nasional,
Bank Indonesia Gelar Sarasehan Pesantren se-Riau


loading...



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.


Rabu, 27 Pebruari 2013 17:46
Belum Ada Penyitaan Rumah,
KPK Masih Menelusuri Aset Gubri Hasil Indikasi Korupsi


KPK masih menyelusuri aset Gubri hasil indikasi korupsi. Hingga kini belum ada penyitaan rumah milik tersangka korupsi PON dan izin kehutanan ini.

Riauterkini-JAKARTA- Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Johan Budi S.P mengungkapkan sampai saat ini pihaknya belum melakukan penyitaan apa pun terhadap aset Gubernur Riau (Gubri) M Rusli Zainal, termasuk rumah-rumah yang terindikasi hasil tindak pidana korupsi.

KPK masih melakukan penelusuran aset, kalau nantinya terbukti hasil tindak pidana korupsi akan langsung disita.

"Kita belum ada penyitaan terhadap aset Gubernur Riau Rusli Zainal, sampai saat ini kita masih menelurusuri aset yang terindikasi tindak pidana korupsi," kata Johan Budi kepada riauterkini.com, Rabu (27/2/13) di Gedung KPK, Jakarta.

Dia mengatakan, kalau hasil penelusuran aset tersebut, nantinya ditemukan ada indikasi hasil tindak pidana korupsi tentunya akan disita. "Apakah dia berbentuk rumah maupun aset lainnya, pasti kita sita," sebutnya.

Ditambahkan Johan Budi, penelusuran aset HM Rusli Zainal yang saat ini telah menjadi tersangka kasus suap PON dan korupsi kehutanan ini. Sampai saat ini KPK dan PPAT terus melakukan koordinasi guna melacah harta kekayaan Gubri, apakah itu di Indonesia maupun di luar negeri.

"Koordinasi kita dengan PPAT tetap diintensifkan, guna menelusuri harta kekayaan Rusli Zainal yang terindikasi tindak pidana korupsi dan pencucian uang," ujarnya.

Lebih jauh Johan Budi mengungkapkan, saat ini KPK belum memanggil Gubernur Riau M Rusli Zainal dalam pemeriksaan sebagai tersangka. Karena penyidik KPK masih terus mengumpulkan kelengkapan alat bukti dan saksi-saksi dalam kedua kasus tersebut.

"Memang pemanggilan RZ belum dilakukan, karena saat ini kita masih mengumpulkan alat bukti yang kuat," ungkapnya.

Saat ditanya, berdasarkan hasil penyidik KPK di Pekanbaru. Bahwa ada sebuah rumah RZ yang indikasinya hasil dari tindak pidana korupsi. "Terkait ada sebuh rumah RZ diindikasikan hasil tindak pidana korupsi, sampai sore ini belum ada laporan ke saya," sebutnya.***(jor)



loading...

Berita Hukum lainnya..........
- Palsukan SIM, Lima Warga Inhu Ditangkap Polisi
- Soal Hoax Wahana Riau,
Kapolda Riau Serahkan Bidkum untuk Tindaklanjuti Proses Hukumnya

- Meja Belajar dan Plafon Rusak, SDN 056 Bengkalis Harus Segera Diperbaiki
- Leher Terlilit Lakban,
Mayat Pria di Parkiran Bandara SSK II Dipastikan Dibunuh

- Warga Kopah, Kuansing Nyaris Tewas Ditembak Maling Kerbau
- Simpan Sabu di Botol Permen, Warga Bathin Solapan, Bengkalis Ditangkap Polisi
- Leher Terlilit Lakban,
Mayat Pria di Parkiran Bandara SSK II Pekanbaru Gegerkan Warga



Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda : 54.224.50.28
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com