Untitled Document
Jumat, 5 Safar 1436 H |
Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Kamis, 27 Nopember 2014 20:26
Menunggu Diperbaiki Pemerintah,
Masyarakat Tanjung Medan Rohil Perbaiki Jalan Amblas


Kamis, 27 Nopember 2014 20:22
Pemodal Ilog Rohil Masih Dicari Polisi

Kamis, 27 Nopember 2014 19:52
Wawako Dumai Buka Peringatan HPS Ke-34

Kamis, 27 Nopember 2014 19:49
IBI Ranting Baganbatu, Rohil Gelar Seminar Sehari

Kamis, 27 Nopember 2014 19:25
Ekowisata Siak "Mati",
Disparpora Akan Menggantinya dengan Wisata Air dan Kampung Adat


Kamis, 27 Nopember 2014 19:11
Wawako Dumai Pimpin Upacara HUT PGRI dan HGN 2014

Kamis, 27 Nopember 2014 19:02
Februari Puncak Hujan,
BNPB Ingatkan Daerah Rawan Banjir dan Longsor untuk Waspada




Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Senin, 25 Pebruari 2013 11:50
Chevron Nilai Salah Alamat,
'Anak Buah' Hercules GRIB Dumai Protes Lelang Besi Tua


Puluhan anggota GRIB, organisasi yang dipimpin Hercules memblokir pintu masuk PT CPI di Dumai, memprotes lelang besi tua. CPI menilai aksi tersebut salah alamat.

Riauterkini-DUMAI- Ratusan masyarakat yang mengatasnamakan Gerakan Rakyat Indonesia Baru (GRIB) memblokir pintu masuk kantor perusahaan PT Chevron Pacific Indonesia (CPI) wilayah operasional Dumai, Senin (25/2/13) pagi.

Maksud dan tujuan pemblokiran pintu masuk kantor Chevron, bentuk aksi protes tidak transparannya mengingat pengusaha Dumai tidak ada yang dilibatkan dalam lelang besi tua yang berada di Bukit Batrem Kecamatan Dumai Timur.

Ketua GRIB Dumai, Kimlan Antoni dalam aksinya memberikan penegasan kepada managemen PT Chevron Pacific Indonesia untuk memberikan pejelasan terkait lelang besi tua yang tidak transparan itu dan juga pengusaha lokal tidak dilibatkan untuk lelang tersebut.

"Kami merasa kecewa atas lelang proyek besi tua tidak transparan dan melibatkan pengusaha lokal. Kami juga tidak mau jadi penonton dalam lelang besi tua ini. Kami akan terus menunggu kejelasan dari pihak perusahaan soal lelang besi tua tidak melibatkan pengusaha lokal," cetus Kimlan Antoni di ujung alat pengeras suara.

Masa dari GRIB juga menyerukan yel-yel tidak mau menjadi penonton saja dalam lelang besi tua milik PT Chevron Pacific Indonesia di Dumai. Maka dari itu pihak Managem Chevron bisa menemui aksi dan memberikan penjelasan terhadap lelang besi tua tidak melibatkan pengusaha lokal.

Ditegaskan Kimlan Antoni, bahwa GRIB merupakan organisasi di bawah komando Prabowo Sugiantoro dan Herculles. Masa yang dibawa menduduki pintu masuk Chevron merupakan anak tempatan dan pengamen tempatan untuk menyemarakkan aksi pemblokiran pintu masuk operasional perusahaan minyak tersebut.

Aksi pemblokiran pintu masuk PT Chevron Pacific Indonesia juga mendapat pengawalan ketat dari aparat kepolisian Dumai dengan membentuk pagar betis. Masa terus menyerukan tidak mau menjadi penonton dalam lelang besi tua yang dilakukan pihak perusahaan pantungan antara Indonesia dan Amerika Serikat itu.

Lelang Besi Tua Bukan Wewenang PT CPI

Berikut ini tanggapan lengkap PT CPI terkait aksi GRIB di Dumai:

PT Chevron Pacific Indonesia (PT CPI) menegaskan kembali bahwa pihaknya tidak memiliki wewenang maupun peran dalam proses pelelangan aset-aset berupa besi tua eks barang operasional perusahaan. Seluruh aset tersebut merupakan barang milik negara (BMN) di mana seluruh rangkaian proses lelangnya dilaksanakan oleh instansi pemerintah yang berwenang. PT CPI, sebagai Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) dari Pemerintah Indonesia, hanya berkewajiban menjaga seluruh aset itu hingga pemenang lelang diumumkan.

’’Pelelangan barang milik negara bukan wewenang kami dan tidak tepat jika ditanyakan kepada kami sebagai pihak yang tidak memilik wewenang atas hal tersebut,’’ papar Tiva Permata selaku Manajer Komunikasi PT CPI. . Proses pelepasan aset itu, lanjut dia, bukan hanya berlaku di lingkungan PT CPI tapi sudah merupakan aturan baku di industri migas nasional. Penjelesan tersebut disampaikan menyusul pengerahan massa yang dilakukan DPC Gerakan Rakyat Indonesia Baru di depan Kompleks PT CPI Dumai pada hari Senin, 25 Februari.

Industri migas nasional menggunakan Kontrak Bagi Hasil (production sharing contract) dan seluruh fasilitas yang dikelola KKKS merupakan barang milik negara, di antaranya termasuk tanah, bangunan, jaringan pipa dan listrik. Karena itu, pelepasan aset-aset tersebut juga harus mengacu pada peraturan-peraturan pemerintah mengenai barang milik negara. ’’Proses serah terima barang milik negara di lingkungan KKKS, termasuk di PT CPI, juga disaksikan oleh aparat pemerintah yang berwenang. KKKS hanya akan menyerahkan aset tersebut sesuai yang diperintahkan negara,’’ jelas Tiva. ***(had)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
besi loak orangnyo pun loak
preman2 ndak jelas asal usul nya. sejak kapan pulak di dumai ado sumur minyak? udah jelas2 itu aset negara ya kalian protes lah ke negara. dasar ndak punya otak. loak semua kalian.

pengusaha lokal
Bagus2..Lanjutkan

Hercules
Good job

Budak %@!*
Mano ni sikit betul. Tambah lagi masa nya ,Biar seru.. Biar masuk TV. Haha...

x-factor Indonesia
Mantap. Demo ajo trs pak bio kapok Chevron tu minyak awak dah diambik semuo, hbs dah. rakyat dumai cuma melongo ajo. Respon sikit napo..bengal

Pengusaha
Biasalah hal begini udh can nya pengusaha, yg penting jgn anarkis. Udh bosan yg beginian, yg lain byk bacot. Salam pengusaha.

Grib Kita
Cuma Grib yg pro rakyat yg lain bs nya korup doang, semoga Pak Prabowo trs maju. Cayyooo..

Agus warto
Betul juga kelompok masa tu. Dumai harus perhatikan hal2 kecil seperti ini. Kalau Pemerintah turun tangan bisa2 korupsi lagi.haha maju lah org Dumai

Indra
Sudah perusahaan milik luar hasil pun mau di kasi org luar pula?duh kasian bgt. Pemerintah harus pro rakyat lah.

budak %@!*
hercules nak jd pereman pulak didumai.cukup lah dijakarta tu. Mentang2 dibawah komando prabowo

Pak Cik
ngaku nya anak dumai, tapi peserta demo nya kok gak ada orang %@!*nya, macam mano nih?

budak %@!*
apelah demo kau neh.. bikin malu aje.. baca UU Migas dulu baru demo.. barang2 tu milik negara bukan milik chevron... bebal betul kau jadi manusia.. bikin malu orang %@!* aje kau...

preman
siapo tu kimlan antoni ? orang mano ?

anti-anarkis
yg gini2 tak boleh kita tolerir. dalam negara kita tak boleh ada kekuasaan (lain) yg boleh mendikte keinginannya secara anarkis. Hayo pak polisi, jangan peduli..


Berita Hukum lainnya..........
- Pemodal Ilog Rohil Masih Dicari Polisi
- Korupsi KUR Rp 3 Miliar,
Kejari Rengat Tahan Mantan Karyawan BRI Inhu

- Polres Dumai Musnahkan Sabu Senilai Rp1,5 Miliar
- Kasus Penyertaan Modal ke PT BLJ Rp300 M
Kejari Bengkalis Temukan 165 Aliran Dana Bermasalah

- Tiga Perwira Menengah di Polres Rohul Jalani Sertijab
- Tersangka Karhutla, UKP4 Minta Tiga Petinggi PT NSP Dihukum Berat
- Berkas Perkara Korupsi Semenisasi TPA Pelalawan Dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Pekanbaru


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.80.43.90
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com