Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Kamis, 23 Nopember 2017 12:33
Hanya Penghubung dan Bukan Pemilik, PH Kebaratan Kuror 40 Kg Sabu Dituntut Hukiman Mati

Kamis, 23 Nopember 2017 12:00
Resmikan BPPSI, Gubri Berharap Segera Beroperasi Industri Turunan Sawit di Riau

Kamis, 23 Nopember 2017 11:57
KPA Inhil Belajar Penanggulangan AIDS di Bali

Kamis, 23 Nopember 2017 09:35
UNRI EXPO 2017, Cara Lahirkan Mahasiswa Kreatif dan Cinta Lingkungan

Kamis, 23 Nopember 2017 08:44
BPPSI Diresmikan Hari ini, Riau Miliki Balai Pengembangan Produk Turunan Sawit

Kamis, 23 Nopember 2017 07:24
34 Panwascam di Bengkalis Digembleng Bimtek Pengawasan Pilgubri 2018

Kamis, 23 Nopember 2017 07:17
5 Desember 2017, PWI Dumai Gelar Konferkot

Kamis, 23 Nopember 2017 07:03
Berbiaya Rp3,2 Miliar,
Rute Tour de Siak 5 Dipangkas Akibat Jalan Provinsi Rusak


Rabu, 22 Nopember 2017 21:46
Kabur dari Lapas Pekanbaru, Satriandi Dijemput oleh Dua Orang

Rabu, 22 Nopember 2017 20:53
Lawan Pungli di Sekolah, Repdem Riau Siapkan Konsolidasi dengan Masyarakat

loading...



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.


Senin, 25 Pebruari 2013 11:50
Chevron Nilai Salah Alamat,
'Anak Buah' Hercules GRIB Dumai Protes Lelang Besi Tua


Puluhan anggota GRIB, organisasi yang dipimpin Hercules memblokir pintu masuk PT CPI di Dumai, memprotes lelang besi tua. CPI menilai aksi tersebut salah alamat.

Riauterkini-DUMAI- Ratusan masyarakat yang mengatasnamakan Gerakan Rakyat Indonesia Baru (GRIB) memblokir pintu masuk kantor perusahaan PT Chevron Pacific Indonesia (CPI) wilayah operasional Dumai, Senin (25/2/13) pagi.

Maksud dan tujuan pemblokiran pintu masuk kantor Chevron, bentuk aksi protes tidak transparannya mengingat pengusaha Dumai tidak ada yang dilibatkan dalam lelang besi tua yang berada di Bukit Batrem Kecamatan Dumai Timur.

Ketua GRIB Dumai, Kimlan Antoni dalam aksinya memberikan penegasan kepada managemen PT Chevron Pacific Indonesia untuk memberikan pejelasan terkait lelang besi tua yang tidak transparan itu dan juga pengusaha lokal tidak dilibatkan untuk lelang tersebut.

"Kami merasa kecewa atas lelang proyek besi tua tidak transparan dan melibatkan pengusaha lokal. Kami juga tidak mau jadi penonton dalam lelang besi tua ini. Kami akan terus menunggu kejelasan dari pihak perusahaan soal lelang besi tua tidak melibatkan pengusaha lokal," cetus Kimlan Antoni di ujung alat pengeras suara.

Masa dari GRIB juga menyerukan yel-yel tidak mau menjadi penonton saja dalam lelang besi tua milik PT Chevron Pacific Indonesia di Dumai. Maka dari itu pihak Managem Chevron bisa menemui aksi dan memberikan penjelasan terhadap lelang besi tua tidak melibatkan pengusaha lokal.

Ditegaskan Kimlan Antoni, bahwa GRIB merupakan organisasi di bawah komando Prabowo Sugiantoro dan Herculles. Masa yang dibawa menduduki pintu masuk Chevron merupakan anak tempatan dan pengamen tempatan untuk menyemarakkan aksi pemblokiran pintu masuk operasional perusahaan minyak tersebut.

Aksi pemblokiran pintu masuk PT Chevron Pacific Indonesia juga mendapat pengawalan ketat dari aparat kepolisian Dumai dengan membentuk pagar betis. Masa terus menyerukan tidak mau menjadi penonton dalam lelang besi tua yang dilakukan pihak perusahaan pantungan antara Indonesia dan Amerika Serikat itu.

Lelang Besi Tua Bukan Wewenang PT CPI

Berikut ini tanggapan lengkap PT CPI terkait aksi GRIB di Dumai:

PT Chevron Pacific Indonesia (PT CPI) menegaskan kembali bahwa pihaknya tidak memiliki wewenang maupun peran dalam proses pelelangan aset-aset berupa besi tua eks barang operasional perusahaan. Seluruh aset tersebut merupakan barang milik negara (BMN) di mana seluruh rangkaian proses lelangnya dilaksanakan oleh instansi pemerintah yang berwenang. PT CPI, sebagai Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) dari Pemerintah Indonesia, hanya berkewajiban menjaga seluruh aset itu hingga pemenang lelang diumumkan.

’’Pelelangan barang milik negara bukan wewenang kami dan tidak tepat jika ditanyakan kepada kami sebagai pihak yang tidak memilik wewenang atas hal tersebut,’’ papar Tiva Permata selaku Manajer Komunikasi PT CPI. . Proses pelepasan aset itu, lanjut dia, bukan hanya berlaku di lingkungan PT CPI tapi sudah merupakan aturan baku di industri migas nasional. Penjelesan tersebut disampaikan menyusul pengerahan massa yang dilakukan DPC Gerakan Rakyat Indonesia Baru di depan Kompleks PT CPI Dumai pada hari Senin, 25 Februari.

Industri migas nasional menggunakan Kontrak Bagi Hasil (production sharing contract) dan seluruh fasilitas yang dikelola KKKS merupakan barang milik negara, di antaranya termasuk tanah, bangunan, jaringan pipa dan listrik. Karena itu, pelepasan aset-aset tersebut juga harus mengacu pada peraturan-peraturan pemerintah mengenai barang milik negara. ’’Proses serah terima barang milik negara di lingkungan KKKS, termasuk di PT CPI, juga disaksikan oleh aparat pemerintah yang berwenang. KKKS hanya akan menyerahkan aset tersebut sesuai yang diperintahkan negara,’’ jelas Tiva. ***(had)



Berita Hukum lainnya..........
- Hanya Penghubung dan Bukan Pemilik, PH Kebaratan Kuror 40 Kg Sabu Dituntut Hukiman Mati
- Kabur dari Lapas Pekanbaru, Satriandi Dijemput oleh Dua Orang
- Polres Dumai Amankan Tiga Pelaku Pungli Sopir Tangki
- Todongkan Senpi, Satriandi si Penjahat Kakap Kasus Pembunuhan Kabur dari Lapas Pekanbaru
- Perkosa Nenek 61 Tahun, Pria di Bengkalis Dituntut 6 Tahun Penjara
- Supir Mengantuk, Mobil Avanza Seruduk Tugu Songket Pekanbaru
- Pelaku Utama Prmbunuhan Disertai Mutilasi di Rupat Divonis Hukuman Mati
- Kotban Rugi Rp117 Juta, Polresta Pekanbaru Tangkap Dua Penipu Modus Merah Delima
- Petikan Putusan MA, Johar dan Suparman Divonis 6 Tahun Penjara
- Tabrak Bocah Hingga Tewas,
Berkas Anggota DPRD Bengkalis Dilimpahkan ke Kejari

- Wabup Meranti Rela Berpanas-panas Teirma Mahasiswa Pendemo
- Pendemo Diterima DPRD Meranti, Mahasiswa Sampaikan 6 Tuntutan
- Sidang Korupsi Dana Kasda, Dua Pejabat Inhu Dituntut 1,5 Tahun Penjara
- Berdemo, Ratusan Mahasiswa Desak Bupati Meranti Cairkan Beasiswa
- Berprestasi, Sejumlah Personil Polres Inhil Diberi Penghargaan
- Kedapatan Bawa Ekstasi, Oknum ASN Kampar Diamankan di KTV Permata Pekanbaru
- Sigap Gunakan Racun Api, Toko Andalas Baja Duri Lolos dari Kebakaran
- Napi WN Malaysia Kabur, Diduga Ada Kesalahan Prosedur Petugas Lapas Bengkalis
- Hindari Penyalahgunaan Narkoba, 43 Staf PN Bengkalis di Tes Urine Mendadak
- Napi WN Malaysia Kabur, Lapas Bengkalis Koordinasi dengan Imigrasi


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda : 54.196.2.131
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com