Untitled Document
Sabtu, 25 Zulqaidah 1435 H |
Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Sabtu, 20 September 2014 20:13
Philips Buka Home Lighting Store Pertama di Pekanbaru

Sabtu, 20 September 2014 17:34
RAPP Gelar Donor Darah ke-40,
Targetkan 2 juta cc Darah Tahun 2014,


Sabtu, 20 September 2014 17:30
Bahas Gambut, APFP-SEApeat Beraudiensi dengan Gubri

Sabtu, 20 September 2014 16:13
Sudah Banyak Kubangan,
Kerusakan Jalinprov Riau di Bangunpurba Rohul Makin Parah


Sabtu, 20 September 2014 13:08
Korban Kebakaran Pujasera Alang Meninggal di RSUD Selatpanjang

Sabtu, 20 September 2014 13:03
Hari Ini Kuansing Buka Pendaftaran CPNS

Sabtu, 20 September 2014 12:58
Malam ini, Kemas Meranti dan Makyong Bintan Beradu Rentak di Kota Sagu



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Jum’at, 22 Pebruari 2013 15:03
6 Tv Kabel Diusut Polresta Pekanbaru,
3 Sudah Kantongi RK dari KPID Riau


KPID Riau menyatakan tidak semua dari 6 Tv kabel yang diusut Polresta Pekanbaru ilegal. Tiga di antaranya sudah kantongi rekomendasi kelayakan atau RK.

Riauterkini-PEKANBARU- Dari Enam Tv Kabel (Harapan Multimedia Vision, Asia Vision, Satelit Vision, Mekar Vision, Panam Vision, Angkasa Vision) yang ditahan pihak Polresta Pekanbaru beberapa hari yang lalu, Tiga di antaranya belum memiliki Rekomendasi Kelayakan (RK) penyiaran dari KPID Riau.

“Dari enam itu, ada tiga yang belum memiliki RKnya yakni Tv Mekar Vision, Satelit Vision dan Angkasa Vision. Sementara yang tiganya lagi sudah ada RK dan menunggu Izin Penggunaan Penyiaran (IPP),” kata Alnofrizal, Koordinator Bidang Perizinan KPID Riau kepada riauterkinicom di Gedung DPRD Riau, Jum'at (22/02/13).

Kemudian, dari tiga Tv Kabel yang belum memiliki RK tersebut, hanya dua yang sudah mendaftarkan diri untuk mengikuti Evaluasi Dengar Pendapat (EDP) yang akan dilaksanakan KPID Riau, yakni Tv Satelit Vision dan Mekar Vision.

“EDP itukan salah satu bagian untuk mendapatkan RK dari KPID dan setelah EDP dilaksanakan maka kita akan kirim surat rekomendasi ke Kementriaan Komunikasi dan Informatika agar kedua Tv Kabel itu dikeluarkan IPPnya. EDP itu akan kita laksanakan pada hari Selesa besok,” terangnya.

Selain itu, Alnofrizal pun mengatakan, bagi semua Tv Kabel yang ada di Riau, jika belum memiliki IPP maka tidak boleh melakukan penyiaran, meskipun Tv Kabel tersebut sudah mendapatkan RK penyiaran dari KPID Riau.

“Wajar saja kalau mereka kemarin tu ditangkap pihak kepolisian. KPID hanya mempunyai kewenangan sebatas himbauan saja dan tidak memiliki kewenangan untuk melakukan penyegelan kepada seluruh Tv Kabel yang ada,” tutupnya. ***(ary)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
Kapitalis
Artinya " Duit yg ngatur, negara off "........wkwkwkwkwk

mafia
hepeng atur negara on.


Berita Hukum lainnya..........
- Korban Kebakaran Pujasera Alang Meninggal di RSUD Selatpanjang
- Tembak Tiga Warga Rohil Hingga Tewas, Pensiunan TNI Ditangkap
- Menhut Dukung Upaya Mabes Polri Selidiki Peristiwa Karhutla
- Sengketa Lahan, Tiga Warga Rohil Tewas Ditembak Pensiunan TNI
- Sekwan DPRD Pekanbaru Tak Tahu Pengadaan Laptop Rp787 Juta
- Vonis Tinggi, Pejabat BNI 46 Pekanbaru Banding
- Mau Cek Titik Api, Polsek Pinggir Malah Temukan Warga Asik Berjudi


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.234.59.94
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com