Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Jum’at, 6 Mei 2016 22:04
PKB Pelalawan Gelar Nusantara Mengaji

Jum’at, 6 Mei 2016 19:46
An Nur Agro Wisata Expo Turut Kembangkan Pariwisata Ekonomi Kreatif

Jum’at, 6 Mei 2016 19:34
Lima Kabur,
Seorang Pelaku Pencurian Kayu di Areal PT RAPP Ditangkap


Jum’at, 6 Mei 2016 19:24
Kasus Pemukulan oleh Anggota DPRD Kuansing,
Edrizal Tersangka, Musliadi Lolos dari Jerat Hukum


Jum’at, 6 Mei 2016 19:18
Pelalawan Kembali Raih Peringkat Kedua di Kejurda Futsal Pelajar se-Riau 2016

Jum’at, 6 Mei 2016 17:18
Berat Badan Bayi Penderita Tumor Otak di Rohul Terus Menurun

Jum’at, 6 Mei 2016 17:09
Dishutbun Rohul Ungkap Tiga Modus Perusahaan Kuasai Hutan Lindung Sei Mahato



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 20 Pebruari 2013 15:29
Ada Kades di Bengkalis Dituding Selewengkan ADD 2012

Penggunaan alokasi dana desa atau ADD kerap bermasalah. Seperti di sebuah desa di Bengkalis. Kepala desanya dituding melakukan penyelewengan.

Riauterkini-BUKITBATU- Kepala Desa Apiapi, Kecamatan Bukitbatu, Kabupaten Bengkalis dituding warganya menyelewengkan Alokasi Dana Desa (ADD) tahun anggaran 2012 lalu mencapai ratusan juta rupiah.

Mulyadi, warga setempat menyebutkan, munculnya tudingan itu dipicu sejumlah kegiatan yang seharusnya sesuai dengan Rencana Kegiatan dan Anggaran (RKA) melalui ADD, ternyata tidak pernah direalisasikan. Akan tetapi, dalam laporan pertanggungjawaban yang disampaikan, ADD telah diserap 100 persen.

“Padahal dalam RKA itu tidak keseluruhan direalisasikan di lapangan. Tetapi kenapa anggaran senilai Rp 1 milyar dilaporkan atau sudah terlaksana 100 persen. Bukankah itu aneh,” cetusnya saat ditemui wartawan, Rabu (20/2/12).

Menurut Mulyadi lagi, kegiatan-kegiatan yang urung dilaksanakan, namun dilaporkan telah 100 persen sebagaimana tertuang dalam RKA 2012 lalu. Ia menyebutkan, rencana penyelenggaraan gotong royong senilai Rp 15 juta, pembangunan pos penjagaan di halaman Kantor Desa Parit Apiapi I tidak rampung dikerjakan menelan anggaran Rp 30 juta.

“Ada juga beberapa kegiatan lainnya, yang tidak pernah dilaksanakan menghabiskan anggaran Rp 500 juta,” katanya.

Ditambahkan Mulyadi, oleh karena itu sejumlah warga setempat berharap, agar pihak terkait yang mengawasi pemanfaatan dana ADD ini segera melakukan audit.

“Kepada pihak yang terkait kami berharap segera dilakukan audit. Tudingan ini tentu membuat resah masyarakat Desa Apiapi dan tentunya kepada pejabat aparatur desa tidak seenaknya menggunakan ADD tersebut,” harapnya.

Terpisah, Kepala Desa Apiapi Mismon, ketika berhasil dihubungi wartawan belum bersedia memberikan penjelasan, adanya tudingan penyelewengan ADD oleh dirinya ini.

“Maaf pak, saya sedang mengikuti rapat di kantor Camat Bukitbatu. Soal masalah itu (penyelewengan ADD, red) no comment dululah,” kata Mismon singkat.***(dik)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
masyarakat juga
Maaf riauterkini, kalau tak salah saya mismon itu kades parit 1 api-api. Mohon diperbaiki ya...

Komite Aspirasi Masyarakat Indonesia (KAMI)
Kepada Bapak Kapolres Bengkalis dan Bapak KAJARI Bengkalis. Segera ditindaklanjuti informasi masyarakat tersebut diatas. Selaku penegak hukum Bapak mesti pro aktif menindaklanjuti informasi masyarakat. Jika keduluan pihak BPMD Kab.Bengkalis dan In

Komite Aspirasi Masyarakat Indonesia (KAMI)
Kepada Bapak Kapolres Bengkalis dan Bapak KAJARI Bengkalis. Segera ditindaklanjuti informasi masyarakat tersebut diatas. Selaku penegak hukum Bapak mesti pro aktif menindaklanjuti informasi masyarakat. Jika keduluan pihak BPMD Kab.Bengkalis dan In

Komite Aspirasi Masyarakat Indonesia (KAMI)
Kepada Bapak Kapolres Bengkalis dan Bapak KAJARI Bengkalis. Segera ditindaklanjuti informasi masyarakat tersebut diatas. Selaku penegak hukum Bapak mesti pro aktif menindaklanjuti informasi masyarakat. Jika Bapak keduluan pihak BPMD Kab.Bengkalis


Berita Hukum lainnya..........
- Lima Kabur,
Seorang Pelaku Pencurian Kayu di Areal PT RAPP Ditangkap

- Kasus Pemukulan oleh Anggota DPRD Kuansing,
Edrizal Tersangka, Musliadi Lolos dari Jerat Hukum

- Seorang Adik Mantan Bendahara Parpol Dikabarkan "Nyabu" di Tembilahan
- Pemenggal Leher Nenek di Rohul Terancam Pasal Hukuman Mati
- Paha Kaki Pelaku Dihadiahi Timah Panas,
Pemenggal Kepala Nenek Intan di Rohul Ditangkap di Hutan

- Tim Opsnal Polres Kampar Tangkap 2 Pelaku Jambret di Air Tiris
- Sabu Tak Bertuan di Kampung Dalam Bernilai Rp1,3 Miliar


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.159.6.72
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com