Untitled Document
Senin, 20 Jumadil Akhir 1435 H |
Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Senin, 21 April 2014 16:53
Sempena Hari Kartini, XL West Gelar Donor Darah di Toga Kota

Senin, 21 April 2014 16:51
Dijaga Ketat, KPU Meranti Mulai Pleno Hitung Hasil Pemilu 2014

Senin, 21 April 2014 16:50
Tinjau RSUD, Gubri 'Cuekin' Wartawan

Senin, 21 April 2014 16:40
Wawako Pekanbaru Resmikan Biogas Terpadu di Ponpes Dar Rel Hikmah

Senin, 21 April 2014 16:38
Asisten I Minta Kos-kosan 70 Pintu di Jalan Puyuh Segera Dibongkar

Senin, 21 April 2014 16:36
Dijaga 268 Polisi, KPU Inhu Mulai Pleno Rekapitulasi Hasil Pemilu

Senin, 21 April 2014 16:35
Kelanjutan Pleno KPU Pekanbaru Molor Hampir Tiga Jam



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 20 Pebruari 2013 15:29
Ada Kades di Bengkalis Dituding Selewengkan ADD 2012

Penggunaan alokasi dana desa atau ADD kerap bermasalah. Seperti di sebuah desa di Bengkalis. Kepala desanya dituding melakukan penyelewengan.

Riauterkini-BUKITBATU- Kepala Desa Apiapi, Kecamatan Bukitbatu, Kabupaten Bengkalis dituding warganya menyelewengkan Alokasi Dana Desa (ADD) tahun anggaran 2012 lalu mencapai ratusan juta rupiah.

Mulyadi, warga setempat menyebutkan, munculnya tudingan itu dipicu sejumlah kegiatan yang seharusnya sesuai dengan Rencana Kegiatan dan Anggaran (RKA) melalui ADD, ternyata tidak pernah direalisasikan. Akan tetapi, dalam laporan pertanggungjawaban yang disampaikan, ADD telah diserap 100 persen.

“Padahal dalam RKA itu tidak keseluruhan direalisasikan di lapangan. Tetapi kenapa anggaran senilai Rp 1 milyar dilaporkan atau sudah terlaksana 100 persen. Bukankah itu aneh,” cetusnya saat ditemui wartawan, Rabu (20/2/12).

Menurut Mulyadi lagi, kegiatan-kegiatan yang urung dilaksanakan, namun dilaporkan telah 100 persen sebagaimana tertuang dalam RKA 2012 lalu. Ia menyebutkan, rencana penyelenggaraan gotong royong senilai Rp 15 juta, pembangunan pos penjagaan di halaman Kantor Desa Parit Apiapi I tidak rampung dikerjakan menelan anggaran Rp 30 juta.

“Ada juga beberapa kegiatan lainnya, yang tidak pernah dilaksanakan menghabiskan anggaran Rp 500 juta,” katanya.

Ditambahkan Mulyadi, oleh karena itu sejumlah warga setempat berharap, agar pihak terkait yang mengawasi pemanfaatan dana ADD ini segera melakukan audit.

“Kepada pihak yang terkait kami berharap segera dilakukan audit. Tudingan ini tentu membuat resah masyarakat Desa Apiapi dan tentunya kepada pejabat aparatur desa tidak seenaknya menggunakan ADD tersebut,” harapnya.

Terpisah, Kepala Desa Apiapi Mismon, ketika berhasil dihubungi wartawan belum bersedia memberikan penjelasan, adanya tudingan penyelewengan ADD oleh dirinya ini.

“Maaf pak, saya sedang mengikuti rapat di kantor Camat Bukitbatu. Soal masalah itu (penyelewengan ADD, red) no comment dululah,” kata Mismon singkat.***(dik)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
masyarakat juga
Maaf riauterkini, kalau tak salah saya mismon itu kades parit 1 api-api. Mohon diperbaiki ya...

Komite Aspirasi Masyarakat Indonesia (KAMI)
Kepada Bapak Kapolres Bengkalis dan Bapak KAJARI Bengkalis. Segera ditindaklanjuti informasi masyarakat tersebut diatas. Selaku penegak hukum Bapak mesti pro aktif menindaklanjuti informasi masyarakat. Jika keduluan pihak BPMD Kab.Bengkalis dan In

Komite Aspirasi Masyarakat Indonesia (KAMI)
Kepada Bapak Kapolres Bengkalis dan Bapak KAJARI Bengkalis. Segera ditindaklanjuti informasi masyarakat tersebut diatas. Selaku penegak hukum Bapak mesti pro aktif menindaklanjuti informasi masyarakat. Jika keduluan pihak BPMD Kab.Bengkalis dan In

Komite Aspirasi Masyarakat Indonesia (KAMI)
Kepada Bapak Kapolres Bengkalis dan Bapak KAJARI Bengkalis. Segera ditindaklanjuti informasi masyarakat tersebut diatas. Selaku penegak hukum Bapak mesti pro aktif menindaklanjuti informasi masyarakat. Jika Bapak keduluan pihak BPMD Kab.Bengkalis


Berita Hukum lainnya..........
- Asisten I Minta Kos-kosan 70 Pintu di Jalan Puyuh Segera Dibongkar
- Palsukan Cek Perjalanan Dinas,
Staf Setwan DPRD Kampar Dituntut 6,5 Tahun Penjara

- Gondol Rp259 Juta,
Dua ATM BRI di Dua Lokasi Berbeda Digasak Maling

- Kapolres Meranti Ajak Pemuda Persiakan Diri Menjadi Tarana Akpol
- Penyebab Kebakaran Kantor Bupati Inhil Tunggu Hasil Uji Puslabfor Polri
- Lili tak Terselamatkan, Korban Carry Maut di Kampar jadi Empat
- Modus Kejahatan Baru di Pinggir, Bengkalis Kian Resahkan Warga


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.205.160.82
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com