Untitled Document
Selasa, 20 Ramadhan 1436 H |
Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Selasa, 7 Juli 2015 19:53
Peringatan Hari Jadi ke-503 Bengkalis Akan Digelar Meriah

Selasa, 7 Juli 2015 19:41
Pansus I DPRD Rohil Minta Pemilihan 69 Kepala Kepenghuluan Serentak Dilakanakan Akhir September 2015

Selasa, 7 Juli 2015 19:27
Bupati dan Wakil Bupati Rohil Buka Bersama Warga Binaan Rutan Bagansiapiapi dan Anak Yatim

Selasa, 7 Juli 2015 19:07
‎Buka Bareng Wakil Walikota Pekanbaru, Lazizmu Santuni Anak Yatim dan Fakir Miskin

Selasa, 7 Juli 2015 19:03
DPRD Pelalawan Gelar Buka Bersama dan Silahturahmi dengan Staf Sekwan

Selasa, 7 Juli 2015 18:21
Minamas Plantation Gelar Tour dan Buka Bersama dengan Media

Selasa, 7 Juli 2015 18:18
‎Walikota: PNS Pemko Pekanbaru Dilarang Terima Parsel



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 20 Pebruari 2013 15:29
Ada Kades di Bengkalis Dituding Selewengkan ADD 2012

Penggunaan alokasi dana desa atau ADD kerap bermasalah. Seperti di sebuah desa di Bengkalis. Kepala desanya dituding melakukan penyelewengan.

Riauterkini-BUKITBATU- Kepala Desa Apiapi, Kecamatan Bukitbatu, Kabupaten Bengkalis dituding warganya menyelewengkan Alokasi Dana Desa (ADD) tahun anggaran 2012 lalu mencapai ratusan juta rupiah.

Mulyadi, warga setempat menyebutkan, munculnya tudingan itu dipicu sejumlah kegiatan yang seharusnya sesuai dengan Rencana Kegiatan dan Anggaran (RKA) melalui ADD, ternyata tidak pernah direalisasikan. Akan tetapi, dalam laporan pertanggungjawaban yang disampaikan, ADD telah diserap 100 persen.

“Padahal dalam RKA itu tidak keseluruhan direalisasikan di lapangan. Tetapi kenapa anggaran senilai Rp 1 milyar dilaporkan atau sudah terlaksana 100 persen. Bukankah itu aneh,” cetusnya saat ditemui wartawan, Rabu (20/2/12).

Menurut Mulyadi lagi, kegiatan-kegiatan yang urung dilaksanakan, namun dilaporkan telah 100 persen sebagaimana tertuang dalam RKA 2012 lalu. Ia menyebutkan, rencana penyelenggaraan gotong royong senilai Rp 15 juta, pembangunan pos penjagaan di halaman Kantor Desa Parit Apiapi I tidak rampung dikerjakan menelan anggaran Rp 30 juta.

“Ada juga beberapa kegiatan lainnya, yang tidak pernah dilaksanakan menghabiskan anggaran Rp 500 juta,” katanya.

Ditambahkan Mulyadi, oleh karena itu sejumlah warga setempat berharap, agar pihak terkait yang mengawasi pemanfaatan dana ADD ini segera melakukan audit.

“Kepada pihak yang terkait kami berharap segera dilakukan audit. Tudingan ini tentu membuat resah masyarakat Desa Apiapi dan tentunya kepada pejabat aparatur desa tidak seenaknya menggunakan ADD tersebut,” harapnya.

Terpisah, Kepala Desa Apiapi Mismon, ketika berhasil dihubungi wartawan belum bersedia memberikan penjelasan, adanya tudingan penyelewengan ADD oleh dirinya ini.

“Maaf pak, saya sedang mengikuti rapat di kantor Camat Bukitbatu. Soal masalah itu (penyelewengan ADD, red) no comment dululah,” kata Mismon singkat.***(dik)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
masyarakat juga
Maaf riauterkini, kalau tak salah saya mismon itu kades parit 1 api-api. Mohon diperbaiki ya...

Komite Aspirasi Masyarakat Indonesia (KAMI)
Kepada Bapak Kapolres Bengkalis dan Bapak KAJARI Bengkalis. Segera ditindaklanjuti informasi masyarakat tersebut diatas. Selaku penegak hukum Bapak mesti pro aktif menindaklanjuti informasi masyarakat. Jika keduluan pihak BPMD Kab.Bengkalis dan In

Komite Aspirasi Masyarakat Indonesia (KAMI)
Kepada Bapak Kapolres Bengkalis dan Bapak KAJARI Bengkalis. Segera ditindaklanjuti informasi masyarakat tersebut diatas. Selaku penegak hukum Bapak mesti pro aktif menindaklanjuti informasi masyarakat. Jika keduluan pihak BPMD Kab.Bengkalis dan In

Komite Aspirasi Masyarakat Indonesia (KAMI)
Kepada Bapak Kapolres Bengkalis dan Bapak KAJARI Bengkalis. Segera ditindaklanjuti informasi masyarakat tersebut diatas. Selaku penegak hukum Bapak mesti pro aktif menindaklanjuti informasi masyarakat. Jika Bapak keduluan pihak BPMD Kab.Bengkalis


Berita Hukum lainnya..........
- Polsek Lima Puluh, Pekanbaru Ringkus Seorang Penjual Togel
- 'ABG' Pelaku Curanmor di 33 TKP,
Aksi Pelaku Didorong Faktor Ekonomi

- Pelaku Masih 'ABG',
Polsek Pangkalan Kuras, Pelalawan Bongkar 33 Kasus Curanmor

- Suap Pengesahan APBD 2015,
Seorang Mantan dan Dua Anggota DPRD Riau Usai Diperiksa KPK

- Wako Firdaus Sebut Kebakaran Pasar Cik Puan Akibat Kelalaian Manusia
- Pendemo Kembali Desak Usut Keterlibatan Bupati Bengkalis di Korupsi BLJ
- Kajari Pasirpangaraian Minta FOSWAR Jadi "Mata Telinga" Kejaksaan


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.166.191.159
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com