Berita Terhangat.. |
Sabtu, 25 Mei 2013 19:35 Kerjuda FORKI Riau ke-7 di Rohul Ditargetkan Tuntas Malam ini
Sabtu, 25 Mei 2013 19:32 Puluhan Ayam dan Pelaku Judi Diamankan Polsek Mandau
Sabtu, 25 Mei 2013 17:48 Pilkada, Ribuan Massa Antar CERDAS Mendaftar ke KPU Inhil
Sabtu, 25 Mei 2013 17:45 Mazda VX-1, Cara Mudah dan Nyaman Berkendaraan
Sabtu, 25 Mei 2013 17:43 Usai Daftar, Herman Abdullah Bertemu Warga Simpang Baru
Sabtu, 25 Mei 2013 17:35 Gagal Rebut Demokrat, tak Membuat Zainal Abidin Surut Ikut Pilkada Inhil
Sabtu, 25 Mei 2013 17:33 Pilkada, Pasangan SUMBAWA Pertama Daftar ke KPU Inhil
|
|
|
|
Rabu, 13 Pebruari 2013 18:01 Biarkan Jalan Rusak, Pemerintah Bisa Dipidana
Kerusakan jalan hampir terjadi di seluruh wilayah di Riau. Berdasarkan UU Lalu-lintas, pemerintah bisa dipidana jika kerusakan jalan dibiarkan dan memicu kecelakaan.
Riauterkini-DAYUN- Kerusakan jalan khususnya di Kabupaten Siak baik jalan kabupaten
atau provinsi, cukup banyak, diantaranya Jalan Lintas Perawang-Kotogasib, tepatnya
di Kilometer (Km) 11. Kerusakan jalan yang nyaris putus karena boxcover yang rusak
dan mengakibatkan rawan kecelakaan.
Dan kerusakan jalan tersebut terkesan dibiar-biarkan, hingga saat ini kerusakan
jalannya hingga ketengah badan jalan. Dengan adanya hal ini, tentunya ada
pihak-pihak yang bisa ditindak dan masuk dalam ketentuan pidana sesuai dengan
Undang-undang (UU) RI tentang lalulintas dan angkutan jalan. Selain itu dapat
dipenjara dan didenda.
Dalam UU RI nomor 22 tahun 2009 tersebut dibunyikan bahwa setiap penyelenggara jalan
yang tidak segera memperbaiki jalan yang rusak yang dapat mengakibatkan koban luka
ringan,luka berat,dan meninggal dunia, dapat dihukum penjara dan denda.
Dalam Ayat (1) luka ringan, (2) luka berat, (3) meninggal dunia, dan ayat (4).
Didalam masing ayat terdapat hukuman kurungan penjara yang terberat yakni yang
mengakibatkan korban meninggal dunia dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara denda.
Di ayat (4) pengelenggara tidak memberikan rambu-rambu pada jalan yang rusak dapat
dipenjara 6 bulan atau denda 1,5 juta.
Rabu (14/2/13), keterangan Kasat Lantas AKP Nurhadi Ismanto Sh Sik kepada
riauterkini.com bahwa, kerusakan jalan yang tidak kunjung diperbaiki penyelenggara
dapat dipidana sesuai ketentuan pidana dalam UU RI nomor 22 tahun 2009.
"Kerusakan jalan yang telah dianggarkan dan tidak segera dikerjakan, maka dapat
dipidana, apalagi proyek yang sudah ada surat perintah kerjanya dan tidak segera
dikerjakan, maka pihak kontraktor dapat dipidana apabila kerusakan jalan tersebut
mengakibatkan kecelakaan," terang AKP Nurhadi Ismanto.
Untuk itu Kasat Lantas Polres Siak, meminta agar kerusakan jalan-jalan yang ada di
Kabupaten Siak tanpa terkecuali dapat diperbaiki secepat mungkin agar tidak terjadi
kecelakaan lalulintas yang mengakibatkan korban meninggal dunia.
"Kita berharap baik Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten Siak, segera
memperbaiki jalan-jalan yang rusak sesuai prosedur, sehingga masyarakat tidak
menjadi korban kecelakaan akibat jalan rusak tersebut," ungkap AKP Nurhadi.
Sementara itu, pihak Dinas Bina Marga (BMG) dan Pengairan Siak mengungkap khusus
untuk kerusakan Jalan Lintas Perawang-Kotogasib, tepatnya di Km 11 kotogasib, bahwan
saat ini informasi yang diterima pihak Dinas PU Provinsi Riau telah menganggarkan
perbaikan jalan tersebut dan saat ini masih masuk dalam proses pelelangan.
"Mengenai kerusakan di Km 11 Kotogasib, karena itu termasuk jalan provinsi, maka itu
ditangani pihak provinsi. Dan saat ini informasinya, pihak Dinas PU Riau telah
melakukan proses pelelangan untuk memperbaiki jalan tersebut," terang Kepala Bidang
(Kabida) Bina Marga yakni Ardi Irfandi.***(vila)
Beri
tanggapan | Baca
tanggapan |
| |
termasuk juga jalan yg baru dibuat buatan ke siak.... masak habis pon langsung hancur// gimana nggak hancur wong udah di kurangi fee nya
MANTAP tegakkan kebenaran biarpun itu pahit,, sapurata sikat abis yg lebih parah lagi jalannya rusak dikit memang diperbaiki tapi gk selesai malah makin rusak parah dibiarkan begitu saja,.....disemua kabupaten seriau modusnya sama, jgn di gertak langsung ditangkap biar jera
Jalan rusak bukan hanya di Siak E dasar polisi bongak, jalan rusak tu bukan hanya di Siak, tapi merata di seluruh Riau. Ini karena kontraktornya yang makan jalan, makan semen, makan kerikil. Kalu di Siak aja berati itu mengada-ngada aj tu, paraahhh.. Aparat yang membuat aturan sendiri juga bisa di perkarakan dan di pidan juga tu. ea kan bro.
warga siak yang serius lah berita ni, benar kalao kita kecelakaan karena jalan rusak, pemerintah bisa dipidana?
|
|