Untitled Document
Selasa, 16 Rajab 1436 H |
Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Selasa, 5 Mei 2015 22:42
Beli Sabu di Pekanbaru, Warga Jake Ditangkap di Kuansing

Selasa, 5 Mei 2015 22:37
SPR Belum Mau Diaudit,
BPKP Perwakilan Riau Tinggal Menunggu Perintah Pemprov


Selasa, 5 Mei 2015 22:29
Ditutup Bupati Harris,
Kesebelsan Kemang FC Sukses Menjadi Juara Tundukkan Persama 3-1


Selasa, 5 Mei 2015 22:19
Diseperindag Dumai Bentuk Tim Pengawasan Zat Berbahaya

Selasa, 5 Mei 2015 22:09
Oknum PNS Diskes Rohil Simpan Sabu Ditangkap Polisi

Selasa, 5 Mei 2015 21:44
Korupsi Dana BOS SMK 1 Mempura
Kejari Siak Tetapkan Tiga Tersangka


Selasa, 5 Mei 2015 21:32
Hasil Rontgen RS Eka Hospital Pekanbaru,
Murid SD Islam di Rohul Meninggal karena Tumor




Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 13 Pebruari 2013 18:01
Biarkan Jalan Rusak, Pemerintah Bisa Dipidana

Kerusakan jalan hampir terjadi di seluruh wilayah di Riau. Berdasarkan UU Lalu-lintas, pemerintah bisa dipidana jika kerusakan jalan dibiarkan dan memicu kecelakaan.

Riauterkini-DAYUN- Kerusakan jalan khususnya di Kabupaten Siak baik jalan kabupaten atau provinsi, cukup banyak, diantaranya Jalan Lintas Perawang-Kotogasib, tepatnya di Kilometer (Km) 11. Kerusakan jalan yang nyaris putus karena boxcover yang rusak dan mengakibatkan rawan kecelakaan.

Dan kerusakan jalan tersebut terkesan dibiar-biarkan, hingga saat ini kerusakan jalannya hingga ketengah badan jalan. Dengan adanya hal ini, tentunya ada pihak-pihak yang bisa ditindak dan masuk dalam ketentuan pidana sesuai dengan Undang-undang (UU) RI tentang lalulintas dan angkutan jalan. Selain itu dapat dipenjara dan didenda.

Dalam UU RI nomor 22 tahun 2009 tersebut dibunyikan bahwa setiap penyelenggara jalan yang tidak segera memperbaiki jalan yang rusak yang dapat mengakibatkan koban luka ringan,luka berat,dan meninggal dunia, dapat dihukum penjara dan denda.

Dalam Ayat (1) luka ringan, (2) luka berat, (3) meninggal dunia, dan ayat (4). Didalam masing ayat terdapat hukuman kurungan penjara yang terberat yakni yang mengakibatkan korban meninggal dunia dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara denda. Di ayat (4) pengelenggara tidak memberikan rambu-rambu pada jalan yang rusak dapat dipenjara 6 bulan atau denda 1,5 juta.

Rabu (14/2/13), keterangan Kasat Lantas AKP Nurhadi Ismanto Sh Sik kepada riauterkini.com bahwa, kerusakan jalan yang tidak kunjung diperbaiki penyelenggara dapat dipidana sesuai ketentuan pidana dalam UU RI nomor 22 tahun 2009.

"Kerusakan jalan yang telah dianggarkan dan tidak segera dikerjakan, maka dapat dipidana, apalagi proyek yang sudah ada surat perintah kerjanya dan tidak segera dikerjakan, maka pihak kontraktor dapat dipidana apabila kerusakan jalan tersebut mengakibatkan kecelakaan," terang AKP Nurhadi Ismanto.

Untuk itu Kasat Lantas Polres Siak, meminta agar kerusakan jalan-jalan yang ada di Kabupaten Siak tanpa terkecuali dapat diperbaiki secepat mungkin agar tidak terjadi kecelakaan lalulintas yang mengakibatkan korban meninggal dunia.

"Kita berharap baik Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten Siak, segera memperbaiki jalan-jalan yang rusak sesuai prosedur, sehingga masyarakat tidak menjadi korban kecelakaan akibat jalan rusak tersebut," ungkap AKP Nurhadi.

Sementara itu, pihak Dinas Bina Marga (BMG) dan Pengairan Siak mengungkap khusus untuk kerusakan Jalan Lintas Perawang-Kotogasib, tepatnya di Km 11 kotogasib, bahwan saat ini informasi yang diterima pihak Dinas PU Provinsi Riau telah menganggarkan perbaikan jalan tersebut dan saat ini masih masuk dalam proses pelelangan.

"Mengenai kerusakan di Km 11 Kotogasib, karena itu termasuk jalan provinsi, maka itu ditangani pihak provinsi. Dan saat ini informasinya, pihak Dinas PU Riau telah melakukan proses pelelangan untuk memperbaiki jalan tersebut," terang Kepala Bidang (Kabida) Bina Marga yakni Ardi Irfandi.***(vila)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
MANTAP
tegakkan kebenaran biarpun itu pahit,, sapurata sikat abis yg lebih parah lagi jalannya rusak dikit memang diperbaiki tapi gk selesai malah makin rusak parah dibiarkan begitu saja,.....disemua kabupaten seriau modusnya sama, jgn di gertak langsung di

Jalan rusak bukan hanya di Siak
E dasar polisi bongak, jalan rusak tu bukan hanya di Siak, tapi merata di seluruh Riau. Ini karena kontraktornya yang makan jalan, makan semen, makan kerikil. Kalu di Siak aja berati itu mengada-ngada aj tu, paraahhh.. Aparat yang membuat aturan send

warga siak
yang serius lah berita ni, benar kalao kita kecelakaan karena jalan rusak, pemerintah bisa dipidana?


Berita Hukum lainnya..........
- Beli Sabu di Pekanbaru, Warga Jake Ditangkap di Kuansing
- Oknum PNS Diskes Rohil Simpan Sabu Ditangkap Polisi
- Korupsi Dana BOS SMK 1 Mempura
Kejari Siak Tetapkan Tiga Tersangka

- TNI Ungkap Pupuk Sawit Palsu di Rohil
- Edarkan Sabu-sabu, Tiga Pria Ditangkap di Kampar
- Polres Dumai Tangkap Dua Mahasiswa Diduga Pengguna Pil Ekstasi
- Kunci Jawaban Bocor, Peserta Seleksi Anggota PPK Rohul Tuntut Tes Ulang


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.145.235.72
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com