Untitled Document
Senin, 11 Jumadil Awwal 1436 H |
Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Senin, 2 Maret 2015 07:55
Relawan RZ Pekanbaru dan Okura Clean Community Bantu Korban Kebakaran

Senin, 2 Maret 2015 06:53
Wujudkan Kota Duri,
P3KD Solidkan Dukungan Tokoh Masyarakat


Ahad, 1 Maret 2015 22:13
Komit Berantas Narkoba, 145 Paket Sabu Diamankan Polres Rohil

Ahad, 1 Maret 2015 22:10
Sepekan, Pasien Korban Kebakaran Terlantar di RSUD Pekanbaru

Ahad, 1 Maret 2015 21:07
Bupati Kampar Sebut Olahraga Salah-satu Cara Perangi Narkoba

Ahad, 1 Maret 2015 20:46
Diduga Kelebihan Muatan, KM Sinar Surya Karam di Sungai Siak

Ahad, 1 Maret 2015 20:44
Plt Gubri Dukung 10 Rekomendasi Rakernas APPSI di Ambon



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 13 Pebruari 2013 18:01
Biarkan Jalan Rusak, Pemerintah Bisa Dipidana

Kerusakan jalan hampir terjadi di seluruh wilayah di Riau. Berdasarkan UU Lalu-lintas, pemerintah bisa dipidana jika kerusakan jalan dibiarkan dan memicu kecelakaan.

Riauterkini-DAYUN- Kerusakan jalan khususnya di Kabupaten Siak baik jalan kabupaten atau provinsi, cukup banyak, diantaranya Jalan Lintas Perawang-Kotogasib, tepatnya di Kilometer (Km) 11. Kerusakan jalan yang nyaris putus karena boxcover yang rusak dan mengakibatkan rawan kecelakaan.

Dan kerusakan jalan tersebut terkesan dibiar-biarkan, hingga saat ini kerusakan jalannya hingga ketengah badan jalan. Dengan adanya hal ini, tentunya ada pihak-pihak yang bisa ditindak dan masuk dalam ketentuan pidana sesuai dengan Undang-undang (UU) RI tentang lalulintas dan angkutan jalan. Selain itu dapat dipenjara dan didenda.

Dalam UU RI nomor 22 tahun 2009 tersebut dibunyikan bahwa setiap penyelenggara jalan yang tidak segera memperbaiki jalan yang rusak yang dapat mengakibatkan koban luka ringan,luka berat,dan meninggal dunia, dapat dihukum penjara dan denda.

Dalam Ayat (1) luka ringan, (2) luka berat, (3) meninggal dunia, dan ayat (4). Didalam masing ayat terdapat hukuman kurungan penjara yang terberat yakni yang mengakibatkan korban meninggal dunia dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara denda. Di ayat (4) pengelenggara tidak memberikan rambu-rambu pada jalan yang rusak dapat dipenjara 6 bulan atau denda 1,5 juta.

Rabu (14/2/13), keterangan Kasat Lantas AKP Nurhadi Ismanto Sh Sik kepada riauterkini.com bahwa, kerusakan jalan yang tidak kunjung diperbaiki penyelenggara dapat dipidana sesuai ketentuan pidana dalam UU RI nomor 22 tahun 2009.

"Kerusakan jalan yang telah dianggarkan dan tidak segera dikerjakan, maka dapat dipidana, apalagi proyek yang sudah ada surat perintah kerjanya dan tidak segera dikerjakan, maka pihak kontraktor dapat dipidana apabila kerusakan jalan tersebut mengakibatkan kecelakaan," terang AKP Nurhadi Ismanto.

Untuk itu Kasat Lantas Polres Siak, meminta agar kerusakan jalan-jalan yang ada di Kabupaten Siak tanpa terkecuali dapat diperbaiki secepat mungkin agar tidak terjadi kecelakaan lalulintas yang mengakibatkan korban meninggal dunia.

"Kita berharap baik Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten Siak, segera memperbaiki jalan-jalan yang rusak sesuai prosedur, sehingga masyarakat tidak menjadi korban kecelakaan akibat jalan rusak tersebut," ungkap AKP Nurhadi.

Sementara itu, pihak Dinas Bina Marga (BMG) dan Pengairan Siak mengungkap khusus untuk kerusakan Jalan Lintas Perawang-Kotogasib, tepatnya di Km 11 kotogasib, bahwan saat ini informasi yang diterima pihak Dinas PU Provinsi Riau telah menganggarkan perbaikan jalan tersebut dan saat ini masih masuk dalam proses pelelangan.

"Mengenai kerusakan di Km 11 Kotogasib, karena itu termasuk jalan provinsi, maka itu ditangani pihak provinsi. Dan saat ini informasinya, pihak Dinas PU Riau telah melakukan proses pelelangan untuk memperbaiki jalan tersebut," terang Kepala Bidang (Kabida) Bina Marga yakni Ardi Irfandi.***(vila)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
MANTAP
tegakkan kebenaran biarpun itu pahit,, sapurata sikat abis yg lebih parah lagi jalannya rusak dikit memang diperbaiki tapi gk selesai malah makin rusak parah dibiarkan begitu saja,.....disemua kabupaten seriau modusnya sama, jgn di gertak langsung di

Jalan rusak bukan hanya di Siak
E dasar polisi bongak, jalan rusak tu bukan hanya di Siak, tapi merata di seluruh Riau. Ini karena kontraktornya yang makan jalan, makan semen, makan kerikil. Kalu di Siak aja berati itu mengada-ngada aj tu, paraahhh.. Aparat yang membuat aturan send

warga siak
yang serius lah berita ni, benar kalao kita kecelakaan karena jalan rusak, pemerintah bisa dipidana?


Berita Hukum lainnya..........
- Komit Berantas Narkoba, 145 Paket Sabu Diamankan Polres Rohil
- Diduga Kelebihan Muatan, KM Sinar Surya Karam di Sungai Siak
- Pengangguran Empat Anak di Bagansiapiapi Nekat Gantung Diri
- Pencurian Sapi Marak, Dua Pelaku Berhasil Ditangkap di Kampar
- Amankan 10 Pelaku, Polisi Gerebek Arena Judi Sabung Ayam di Pekanbaru
- Letuskan Tembakan Peringatan, Polisi Gerebek Arena Judi Sabung Ayam di Pekanbaru
- Diduga 10 Tahun Disalahgunakan,
Guru-guru di Inhil Pertanyakan Transparansi Pengelolaan Iuran Korpri



Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.91.192.195
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com