Untitled Document
Jumat, 7 Muharram 1436 H |
Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Jum’at, 31 Oktober 2014 13:18
TNI-Polri Terus Bangun Sinergisitas di Kepulauan Meranti

Jum’at, 31 Oktober 2014 13:13
Edison Purba 'Nginap' di Mapolsek Pekanbaru Kota,
Berkelahi, Tiga Perampok Sudirman Disel Terpisah


Jum’at, 31 Oktober 2014 12:46
Temukan Barang Terlarang Saat Penggeledahan Rutin,
Kalapas Pasirpangaraian Dikabarkan Sempat Dikejar Penghuni


Jum’at, 31 Oktober 2014 12:39
Dugaan Korupsi Jembatan Pademaran I dan II,
Tingkatkan Status ke Penyelidikan, Kejati Riau Akan Panggil Sejumlah Saksi


Jum’at, 31 Oktober 2014 11:30
Rutin Hujan, Hampir Semua Proyek di Mandau Tak Tuntas

Jum’at, 31 Oktober 2014 10:45
Kembali Tolak Digusur, PKL Arengka Ancam Gulingkan Wako Firdaus

Jum’at, 31 Oktober 2014 10:42
Pagi Diguyur Hujan Deras, Sebagian Jalan di Duri Kebanjiran



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Jum’at, 8 Pebruari 2013 16:37
Berantas Pekat, FPI Rohul Koordinasi dengan Aparat

FPI Rohul komitmen tidak akan berjalan sendiri dalam memberantas penyakit masyarakat. Sebelum bertindak pasti berkoordinasi dengan aparat.

Riauterkini-PASIRPANGARAIAN- Ketua Dewan Perwakilan Wilayah Front Pembela Islam (DPW FPI) Kabupaten Rokan Hulu Yulihesman mengaku belum mendapat dukungan penuh dalam menegakkan “Amar Ma'ruf dan Nahi Munkar” di wilayah kerjanya.

Akibat belum adanya dukungan dari instansi terkait seperti pihak Kepolisian berdampak terhadap belum maksimalnya kinerja organisasinya dalam memberantas penyakit masyarakat (Pekat).

Menurutnya, saat ini keberadaan warung esek-esek di 16 kecamatan semakin menjamur. Perihal itu lebih disebabkan karena masyarakat takut terjerat hukum. Seperti upaya masyarakat Kecamatan Kepenuhan yang akan menutup paksa warung remang-remang harus berurusan dengan hukum.

Masyarakat terpaksa membayar denda hampir ratusan juta rupiah karena dituding pemilik telah merusak sebuah warung yang diduga digunakan pemiliknya sebagai lokasi praktek prostitusi.

“Sebenarnya jika ada persamaan persepsi seluruh instansi terkait di Rokan Hulu ini seluruh penyakit masyarakat bisa diberantas, tapi pada faktanya, ini menjadi sela bagi oknum sehingga masyarakat bingung mau melapor kemana,” kesal Yulihesman di Pasirpangaraian, Jumat (8/2/13).

Upaya memberantas Pekat, sejak terbentuk dan dilantik 15 Januari 2011 lalu, DPW FPI Rohul sebatas berkoordinasi dan kerjasama dengan Polres Rohul. Hal itu dinilainya langkah aman agar tidak terjerat hukum.

“Dalam menyambut MTQ tingkat Provinsi Riau di Pasirpangaraian Juni tahun ini, gebrakan yang kita lakukan sedikit berbeda dari FPI di daerah lain. Kalau kita lebih memilih bekerjasama dengan instansi terkait seperti Polres dan Satpol PP Rokan Hulu,” jelas Yulihesman saat disinggung gebrakan organisasi nya dua tahun terakhir dalam memberantas Pekat.

Koordinasi antara Polres Rohul, kata Yulihesman, beberapa hari terakhir telah berjalan, seperti beberapa warung esek-esek telah menjadi target operasi dalam pemberantasan Pekat.

Sementara, koordinasi dengan Satpol PP Rohul sendiri sampai saat ini belum ada aksi, tapi begitu pihak pelaksana peraturan daerah itu telah berjanji dalam bulan ini akan membersihkan segala bentuk praktek Pekat. “Kita masih terus komunikasi dengan aparat terkait untuk pemberantasan Pekat ini,” katanya.

Yulihesman mengaku ada informasi masyarakat jika sebuah warung remang-remang di Pasirpangaraian merupakan milik aparat. Keberadaan warung itu, diakuinya telah dilaporkan secara lisan kepada Kapolres Rohul AKBP Yudi Kurniawan.

“Laporan itu baru sebatas lisan. Tapi dalam waktu dekat kita akan surati Pak Kapolres,” janjinya.

Fenomena yang terjadi sekarang di Kabupaten Rohul, masyarakat tidak peduli dengan lingkungannya. Masyarakat tidak berani menegakkan Amar Ma'ruf dan Nahi Munkar,sebab saat terjadi tindakan anarkhis, oknum aparat manfaatkan situasi dan menjerat pelaku dengan tudingan pengrusakan.

Akibat sikap cuek tersebut, keberadaan warung esek-esek dan lokasi prostitusi berkedok panti pijat semakin menjamur. Sudah beberapa kali Satpol PP merazia lokasi itu, tapi operasi sering bocor. Saat petugas tiba, lokasi sudah tutup.***(zal)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
manek
FPI SEBAIKNYA BERANTAS TU KORUPSI DI KABUPATEN ROKAN HULU , ITU ADALAH PEKAT (PENYAKIT PARA PEJABAT ) YG SANGAT MERUGIKAN RAKYAT, KENAPA YULIHESMAN DIAM KETIKA DIKATAKAN BERANTAS KORUPSI DIROKAN HULU , Kok WARUNG2 YG MERUPAKAN PENNGHASILAN MASYARAKAT

joko
Mantap fpi. tapi jangan itu aja di berantas, kalau bisa kalian berantas juga tuh korupsi, supaya riau ini bebas dari korupsi. rame ramekanyang korupsinya, hajar sampai pingsan


Berita Hukum lainnya..........
- Edison Purba 'Nginap' di Mapolsek Pekanbaru Kota,
Berkelahi, Tiga Perampok Sudirman Disel Terpisah

- Temukan Barang Terlarang Saat Penggeledahan Rutin,
Kalapas Pasirpangaraian Dikabarkan Sempat Dikejar Penghuni

- Dugaan Korupsi Jembatan Pademaran I dan II,
Tingkatkan Status ke Penyelidikan, Kejati Riau Akan Panggil Sejumlah Saksi

- Kembali Tolak Digusur, PKL Arengka Ancam Gulingkan Wako Firdaus
- Wartawan Terlibat Perampokan,
AJI Serukan Upanya Nyata Jaga Profesionalisme Jurnalistik

- 2 Mantan Bendahara Pemkab Inhu Ditahan Kejari Rengat
- PNS di Pekanbaru Dihipnotis, Rp17,5 Juta Lesap


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.87.15.219
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com