Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Jum’at, 29 Juli 2016 10:51
Gandeng BI, PKPU Pekanbaru Kirim 6 Guru Inspiratif ke Pedalaman Meranti

Jum’at, 29 Juli 2016 10:38
Dinonjobkan, 9 Pejabat Pemprov Riau Bersiap Gugat Gubernur

Jum’at, 29 Juli 2016 08:43
Jika Terpilih, Zulfan akan Delegasikan 102 Kewenangan Bupati

Jum’at, 29 Juli 2016 08:42
Presiden Setujui Ahmad Hijazi sebagai Sekdaprov Riau

Jum’at, 29 Juli 2016 07:57
Kebakaran Ludeskan 12 Kios di Pasar Ujungbatu, Rokan Hulu

Jum’at, 29 Juli 2016 07:55
Bupati Kuansing Serahkan Bantuan dan Ikut Melayur Jalur di Koto Kombu

Kamis, 28 Juli 2016 22:05
Antisipasi Radikalisme Beragama, FKUB Kuansing Gelar Dialog



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Jum’at, 8 Pebruari 2013 16:37
Berantas Pekat, FPI Rohul Koordinasi dengan Aparat

FPI Rohul komitmen tidak akan berjalan sendiri dalam memberantas penyakit masyarakat. Sebelum bertindak pasti berkoordinasi dengan aparat.

Riauterkini-PASIRPANGARAIAN- Ketua Dewan Perwakilan Wilayah Front Pembela Islam (DPW FPI) Kabupaten Rokan Hulu Yulihesman mengaku belum mendapat dukungan penuh dalam menegakkan “Amar Ma'ruf dan Nahi Munkar” di wilayah kerjanya.

Akibat belum adanya dukungan dari instansi terkait seperti pihak Kepolisian berdampak terhadap belum maksimalnya kinerja organisasinya dalam memberantas penyakit masyarakat (Pekat).

Menurutnya, saat ini keberadaan warung esek-esek di 16 kecamatan semakin menjamur. Perihal itu lebih disebabkan karena masyarakat takut terjerat hukum. Seperti upaya masyarakat Kecamatan Kepenuhan yang akan menutup paksa warung remang-remang harus berurusan dengan hukum.

Masyarakat terpaksa membayar denda hampir ratusan juta rupiah karena dituding pemilik telah merusak sebuah warung yang diduga digunakan pemiliknya sebagai lokasi praktek prostitusi.

“Sebenarnya jika ada persamaan persepsi seluruh instansi terkait di Rokan Hulu ini seluruh penyakit masyarakat bisa diberantas, tapi pada faktanya, ini menjadi sela bagi oknum sehingga masyarakat bingung mau melapor kemana,” kesal Yulihesman di Pasirpangaraian, Jumat (8/2/13).

Upaya memberantas Pekat, sejak terbentuk dan dilantik 15 Januari 2011 lalu, DPW FPI Rohul sebatas berkoordinasi dan kerjasama dengan Polres Rohul. Hal itu dinilainya langkah aman agar tidak terjerat hukum.

“Dalam menyambut MTQ tingkat Provinsi Riau di Pasirpangaraian Juni tahun ini, gebrakan yang kita lakukan sedikit berbeda dari FPI di daerah lain. Kalau kita lebih memilih bekerjasama dengan instansi terkait seperti Polres dan Satpol PP Rokan Hulu,” jelas Yulihesman saat disinggung gebrakan organisasi nya dua tahun terakhir dalam memberantas Pekat.

Koordinasi antara Polres Rohul, kata Yulihesman, beberapa hari terakhir telah berjalan, seperti beberapa warung esek-esek telah menjadi target operasi dalam pemberantasan Pekat.

Sementara, koordinasi dengan Satpol PP Rohul sendiri sampai saat ini belum ada aksi, tapi begitu pihak pelaksana peraturan daerah itu telah berjanji dalam bulan ini akan membersihkan segala bentuk praktek Pekat. “Kita masih terus komunikasi dengan aparat terkait untuk pemberantasan Pekat ini,” katanya.

Yulihesman mengaku ada informasi masyarakat jika sebuah warung remang-remang di Pasirpangaraian merupakan milik aparat. Keberadaan warung itu, diakuinya telah dilaporkan secara lisan kepada Kapolres Rohul AKBP Yudi Kurniawan.

“Laporan itu baru sebatas lisan. Tapi dalam waktu dekat kita akan surati Pak Kapolres,” janjinya.

Fenomena yang terjadi sekarang di Kabupaten Rohul, masyarakat tidak peduli dengan lingkungannya. Masyarakat tidak berani menegakkan Amar Ma'ruf dan Nahi Munkar,sebab saat terjadi tindakan anarkhis, oknum aparat manfaatkan situasi dan menjerat pelaku dengan tudingan pengrusakan.

Akibat sikap cuek tersebut, keberadaan warung esek-esek dan lokasi prostitusi berkedok panti pijat semakin menjamur. Sudah beberapa kali Satpol PP merazia lokasi itu, tapi operasi sering bocor. Saat petugas tiba, lokasi sudah tutup.***(zal)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
manek
FPI SEBAIKNYA BERANTAS TU KORUPSI DI KABUPATEN ROKAN HULU , ITU ADALAH PEKAT (PENYAKIT PARA PEJABAT ) YG SANGAT MERUGIKAN RAKYAT, KENAPA YULIHESMAN DIAM KETIKA DIKATAKAN BERANTAS KORUPSI DIROKAN HULU , Kok WARUNG2 YG MERUPAKAN PENNGHASILAN MASYARAKAT

joko
Mantap fpi. tapi jangan itu aja di berantas, kalau bisa kalian berantas juga tuh korupsi, supaya riau ini bebas dari korupsi. rame ramekanyang korupsinya, hajar sampai pingsan


Berita Hukum lainnya..........
- Dinonjobkan, 9 Pejabat Pemprov Riau Bersiap Gugat Gubernur
- Kebakaran Ludeskan 12 Kios di Pasar Ujungbatu, Rokan Hulu
- Bangun Kebun dalam Hutan Lindung, Wabup Kuansing Digugat di PN Rengat
- Pagi Buta, Motor Pelajar di Ujungbatu Dicuri dari dalam Rumah
- Dipasok dari Sumut,
Resnarkoba Polres Pelalawan Ciduk Bandar Pemilik 4 Kg Ganja

- Masuk Daftar Eksekusi Mati Jilid III,
Lurah di Meranti Ini Sebut Warganya Tumbal Mafia Narkotika

- Diduga Ilegal dan Terancam Disegel,
Satpol PP Siak Layangkan Peringatan ke 2 pada Tempat Karoke Perawang



Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.224.46.77
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com