Untitled Document
Kamis, 13 Syawwal 1436 H |
Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Kamis, 30 Juli 2015 15:12
‎Pemko Optimis Kota Pekanbaru Kembali Raih Adipura

Kamis, 30 Juli 2015 15:07
Melalui APBD Riau Rp11,3 M, Jaringan JTM Akan Dibangun di Dua Kecamatan di Rohul

Kamis, 30 Juli 2015 15:03
Sampaikan Rencana Aksi Pemprov Riau Atasi Karhutla,
Plt Gubri Apresiasi Program Desa Bebas Api RGE Group


Kamis, 30 Juli 2015 14:56
Sibuk Sosialisasikan Hafith-Nasrul, Fraksi Demokrat Rohul Tetap Bekerja

Kamis, 30 Juli 2015 14:36
Kantor Desa Sekijang, Tapung Hilir Hangus Dilalap Si Jago Merah

Kamis, 30 Juli 2015 14:18
Cegah Calon Tunggal Pilkada, KPU Minta Parpol Siapkan Kader di Daerah

Kamis, 30 Juli 2015 14:15
Pilkada Rohul, Susuki Yakin Lolos Tes Kesehatan



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Jum’at, 8 Pebruari 2013 16:37
Berantas Pekat, FPI Rohul Koordinasi dengan Aparat

FPI Rohul komitmen tidak akan berjalan sendiri dalam memberantas penyakit masyarakat. Sebelum bertindak pasti berkoordinasi dengan aparat.

Riauterkini-PASIRPANGARAIAN- Ketua Dewan Perwakilan Wilayah Front Pembela Islam (DPW FPI) Kabupaten Rokan Hulu Yulihesman mengaku belum mendapat dukungan penuh dalam menegakkan “Amar Ma'ruf dan Nahi Munkar” di wilayah kerjanya.

Akibat belum adanya dukungan dari instansi terkait seperti pihak Kepolisian berdampak terhadap belum maksimalnya kinerja organisasinya dalam memberantas penyakit masyarakat (Pekat).

Menurutnya, saat ini keberadaan warung esek-esek di 16 kecamatan semakin menjamur. Perihal itu lebih disebabkan karena masyarakat takut terjerat hukum. Seperti upaya masyarakat Kecamatan Kepenuhan yang akan menutup paksa warung remang-remang harus berurusan dengan hukum.

Masyarakat terpaksa membayar denda hampir ratusan juta rupiah karena dituding pemilik telah merusak sebuah warung yang diduga digunakan pemiliknya sebagai lokasi praktek prostitusi.

“Sebenarnya jika ada persamaan persepsi seluruh instansi terkait di Rokan Hulu ini seluruh penyakit masyarakat bisa diberantas, tapi pada faktanya, ini menjadi sela bagi oknum sehingga masyarakat bingung mau melapor kemana,” kesal Yulihesman di Pasirpangaraian, Jumat (8/2/13).

Upaya memberantas Pekat, sejak terbentuk dan dilantik 15 Januari 2011 lalu, DPW FPI Rohul sebatas berkoordinasi dan kerjasama dengan Polres Rohul. Hal itu dinilainya langkah aman agar tidak terjerat hukum.

“Dalam menyambut MTQ tingkat Provinsi Riau di Pasirpangaraian Juni tahun ini, gebrakan yang kita lakukan sedikit berbeda dari FPI di daerah lain. Kalau kita lebih memilih bekerjasama dengan instansi terkait seperti Polres dan Satpol PP Rokan Hulu,” jelas Yulihesman saat disinggung gebrakan organisasi nya dua tahun terakhir dalam memberantas Pekat.

Koordinasi antara Polres Rohul, kata Yulihesman, beberapa hari terakhir telah berjalan, seperti beberapa warung esek-esek telah menjadi target operasi dalam pemberantasan Pekat.

Sementara, koordinasi dengan Satpol PP Rohul sendiri sampai saat ini belum ada aksi, tapi begitu pihak pelaksana peraturan daerah itu telah berjanji dalam bulan ini akan membersihkan segala bentuk praktek Pekat. “Kita masih terus komunikasi dengan aparat terkait untuk pemberantasan Pekat ini,” katanya.

Yulihesman mengaku ada informasi masyarakat jika sebuah warung remang-remang di Pasirpangaraian merupakan milik aparat. Keberadaan warung itu, diakuinya telah dilaporkan secara lisan kepada Kapolres Rohul AKBP Yudi Kurniawan.

“Laporan itu baru sebatas lisan. Tapi dalam waktu dekat kita akan surati Pak Kapolres,” janjinya.

Fenomena yang terjadi sekarang di Kabupaten Rohul, masyarakat tidak peduli dengan lingkungannya. Masyarakat tidak berani menegakkan Amar Ma'ruf dan Nahi Munkar,sebab saat terjadi tindakan anarkhis, oknum aparat manfaatkan situasi dan menjerat pelaku dengan tudingan pengrusakan.

Akibat sikap cuek tersebut, keberadaan warung esek-esek dan lokasi prostitusi berkedok panti pijat semakin menjamur. Sudah beberapa kali Satpol PP merazia lokasi itu, tapi operasi sering bocor. Saat petugas tiba, lokasi sudah tutup.***(zal)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
manek
FPI SEBAIKNYA BERANTAS TU KORUPSI DI KABUPATEN ROKAN HULU , ITU ADALAH PEKAT (PENYAKIT PARA PEJABAT ) YG SANGAT MERUGIKAN RAKYAT, KENAPA YULIHESMAN DIAM KETIKA DIKATAKAN BERANTAS KORUPSI DIROKAN HULU , Kok WARUNG2 YG MERUPAKAN PENNGHASILAN MASYARAKAT

joko
Mantap fpi. tapi jangan itu aja di berantas, kalau bisa kalian berantas juga tuh korupsi, supaya riau ini bebas dari korupsi. rame ramekanyang korupsinya, hajar sampai pingsan


Berita Hukum lainnya..........
- Kantor Desa Sekijang, Tapung Hilir Hangus Dilalap Si Jago Merah
- Tuntut THR dan Rapel Gaji, Puluhan Karyawan PT SAS Duri Mogok
- Loncat dari Lantai Dua, Pemuda di Selatpanjang Tewas Menggenaskan
- Rumah Kanit Intel Polsek Kuantan Tengah Terbakar
- Curi Sepeda Motor Polisi,
Polsek Lima Puluh Tangkap Tiga Residivis Curanmor

- Ganggu Kenyamanan Warga, Sembilan Anak Punk Diamankan Satpol PP Pekanbaru
- Minta Pelaku Dihukum Berat,
Keluarga Korban Pencabulan Hingga Hamil Datangi DPRD Rohul



Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.196.195.118
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com