Untitled Document
Senin, 29 Safar 1436 H |
Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Senin, 22 Desember 2014 15:23
Wah, Tahanan Sukajadi Jebol Dinding Pakai Garpu

Senin, 22 Desember 2014 15:22
Perseiapan Natal dan Tahun Baru 2015,
Pemkab Rohil Gelar Rakor Lintas Sektoral


Senin, 22 Desember 2014 15:12
Berhalangan Sakit, Tiga Peserta Uji Kompetensi Tidak Hadir

Senin, 22 Desember 2014 15:12
Suap Alih Fungsi Hutan di Riau,
Edi RM Sempat Sebut Gulat Bendahara Tidak Resmi Annas Maamun


Senin, 22 Desember 2014 14:41
Pemkab Rohil Peringati Hari Ibu, Bupati Suyatno Pembina Upacara

Senin, 22 Desember 2014 14:40
Plt Gubri Segera Kirim Pemberitahuan Mutasi ke Kemendagri

Senin, 22 Desember 2014 14:34
Suap Alih Fungsi Hutan Riau,
Direktur PPTKH M Said Bersaksi untuk Gubri Nonaktif Annas Maamun




Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Senin, 4 Pebruari 2013 14:26
Kejati Riau Dalami Dugaan Korupsi Restribusi LLHH di Inhil

Diduga terjadi tindak korupsi dana restribusi LLHH di Kabupaten Inhil. Untuk mendalaminya, Kejati Riau mengumpulkan data dan bukti tambahan.

Riauterkini-PEKANBARU-Kendati telah menetapkan dan melakukan penahanan terhadap 4 tersangka terkait dugaan korupsi dana restribusi Lalu Lintas Hasil Hutan (LLHH) PT Sumatera Riang Lestari (SRL) di Kabupaten Indragiri hilir (Inhil) waktu lalu.

Hingga saat ini,tim penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau, masih terus mendalami pemeriksaan terhadap keempat tersangka tersebut.

Kepala Kejati Riau Eddy Rakamto SH MH melalui Kasi Penkum dan Humas Andri Ridwan SH MH, ketika dikonfirmasi Riauterkini, Senin (4/2/13) siang mengatakan, hingga saat ini, tim penyidik kita masih melakukan pemeriksaan terhadap keempat tersangka yang telah kita tahan tersebut.

" Tim penyidik kita masih mendalami pemeriksaan terhadap keempat tersangka yakni, Abdul Razak (44) Pegawai Negeri Sipil (PNS) dibagian Sekretariat DPRD Provinsi Riau. Rahmat Sutopo (39) PNS Dishut Inhil, Heru Santoso (42) Kasubag UPTD Keritang Dishut Inhil dan Husnizar (36) Karyawan PT Sumatera Riang Lestari (SRL)," ungkapnya.

Ketika ditanya apakah ada penambahan tersangka baru dalam kasus ini. Andri belum dapat memberitahukannya lebih rinci. Karena tim penyidik pihaknya masih mendalami pemeriksaan.

" Untuk sementara, kita masih menunggu konfirmasi tim penyidik yang saat ini masih mendalami pemeriksaan," ujarnya.

Dijelaskan Andri, kasus dugaan korupsi restribusi LLHH ini, pada Kamis (31/1/13) kemarin, pihak Kejati Riau melakukan penahanan terhadap empat tersangka, yang mana tiga diantaranya merupakan pegawai negeri sipil (PNS) aktif yang bertugas di Pemprov Riau. Sedangkan satu tersangka lagi dari pihak PT SRL

Kasus ini bermula pada September 2009 lalu. Dimana tersangka Heru Santoso membuka rekening pribadi di BPD Riau dan selama periode September- Desember 2009.

" Heru menerima setoran tunai dari PT SRL senilai Rp 1,354 miliar untuk Retribusi daerah atas laporan hasil penebangan kayu KBB, Kayu KBS dan Kayu Bulat Kecil (KBK)," kata Andri.

Selanjutnya masih kata Andri, pada tanggal 20 November 2009, Heru Santoso menarik uang senilai Rp 890 juta dan ditransfer via RTGS ke Bank BNI Cabang Tembilahan atas nama Rahmat Sutopo, Abdul Razak dan Huznizur masing-masing Rp 207 juta sedangkan sisanya Rp 476 juta ditarik tunai oleh Heru Santoso.

Namun, aksinya tersebut diketahui oleh PPATK hingga dilaporkan ke Kejati Riau. Sedangkan Tim Pidsus Kejati Riau langsung melakukan penyelidikan hingga ditemukan penyimpangan dalam restibusi hasil penebangan kayu tersebut. Atas perbuatan para tersangka ini, negara dirugikan sebesar Rp1,9 miliar.

" Total dana Retribusi LLHH PT SRK Rp 1,926 miliar masuk ke rekening pribadi Heru Santoso. Hingga saat ini, tim Pidsus masih mendalami penyidikan lebih lanjut,"jelas Andri. ***(har)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
gugun inhil
dalam kasus ini masih ada anggota DPRD inhil yg seharusnya juga diperiksa kejaksaan..namanya Elda suhanura (komo),,setahu kami ini aktornya..


Berita Hukum lainnya..........
- Wah, Tahanan Sukajadi Jebol Dinding Pakai Garpu
- Suap Alih Fungsi Hutan di Riau,
Edi RM Sempat Sebut Gulat Bendahara Tidak Resmi Annas Maamun

- Suap Alih Fungsi Hutan Riau,
Direktur PPTKH M Said Bersaksi untuk Gubri Nonaktif Annas Maamun

- Dimusnahkan, 1.695 Miras Sitaan Operasi Pekat Siak 2014
- Zuenbri Zabara Nahkadai Ipelma Kuala Kampar, Pelalawan
- Sidang Suap Alih Fungsi Lahan,
Ajudan Gubri Nonaktif Menyebut 'Kacang Pukul' di Sidang Gulat Manurung

- Sidang Lanjutan Suap Alih Fungsi Lahan,
Edi Akhmad RM Bersaksi di untuk Terdakwa Gulat Manurung



Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.161.185.244
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com