Untitled Document
Jumat, 16 Ramadhan 1436 H |
Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Jum’at, 3 Juli 2015 07:49
Safari Ramadhan Pemko Pekanbaru,
20 Tahun Masjid Raudha Belum Pernah Dikunjungi Walikota


Jum’at, 3 Juli 2015 07:25


Jum’at, 3 Juli 2015 07:23
Gelar Buka Bersama Anak Yatim,
Bank Riau Kepri Terus Tingkatkan Silaturahmi


Jum’at, 3 Juli 2015 03:27
Gelar Buka Bersama Mitra,
RS Awal Bros Komitmen Wujudkan Program Masyarakat Riau Sehat


Kamis, 2 Juli 2015 22:45
Tambah Sejumlah Cabor,
KONI Gelar Porkab ke-II Sebelum Masa Kampanye Pilkada Pelalawan 2015


Kamis, 2 Juli 2015 22:42
Pelalawan Dinilai Sudah Layak Miliki Stadion Olahraga

Kamis, 2 Juli 2015 22:40
Gebyar Parsel Toyota,
Serunya Lebaran dan Mudik Nyaman Bersama Toyota




Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Senin, 4 Pebruari 2013 14:26
Kejati Riau Dalami Dugaan Korupsi Restribusi LLHH di Inhil

Diduga terjadi tindak korupsi dana restribusi LLHH di Kabupaten Inhil. Untuk mendalaminya, Kejati Riau mengumpulkan data dan bukti tambahan.

Riauterkini-PEKANBARU-Kendati telah menetapkan dan melakukan penahanan terhadap 4 tersangka terkait dugaan korupsi dana restribusi Lalu Lintas Hasil Hutan (LLHH) PT Sumatera Riang Lestari (SRL) di Kabupaten Indragiri hilir (Inhil) waktu lalu.

Hingga saat ini,tim penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau, masih terus mendalami pemeriksaan terhadap keempat tersangka tersebut.

Kepala Kejati Riau Eddy Rakamto SH MH melalui Kasi Penkum dan Humas Andri Ridwan SH MH, ketika dikonfirmasi Riauterkini, Senin (4/2/13) siang mengatakan, hingga saat ini, tim penyidik kita masih melakukan pemeriksaan terhadap keempat tersangka yang telah kita tahan tersebut.

" Tim penyidik kita masih mendalami pemeriksaan terhadap keempat tersangka yakni, Abdul Razak (44) Pegawai Negeri Sipil (PNS) dibagian Sekretariat DPRD Provinsi Riau. Rahmat Sutopo (39) PNS Dishut Inhil, Heru Santoso (42) Kasubag UPTD Keritang Dishut Inhil dan Husnizar (36) Karyawan PT Sumatera Riang Lestari (SRL)," ungkapnya.

Ketika ditanya apakah ada penambahan tersangka baru dalam kasus ini. Andri belum dapat memberitahukannya lebih rinci. Karena tim penyidik pihaknya masih mendalami pemeriksaan.

" Untuk sementara, kita masih menunggu konfirmasi tim penyidik yang saat ini masih mendalami pemeriksaan," ujarnya.

Dijelaskan Andri, kasus dugaan korupsi restribusi LLHH ini, pada Kamis (31/1/13) kemarin, pihak Kejati Riau melakukan penahanan terhadap empat tersangka, yang mana tiga diantaranya merupakan pegawai negeri sipil (PNS) aktif yang bertugas di Pemprov Riau. Sedangkan satu tersangka lagi dari pihak PT SRL

Kasus ini bermula pada September 2009 lalu. Dimana tersangka Heru Santoso membuka rekening pribadi di BPD Riau dan selama periode September- Desember 2009.

" Heru menerima setoran tunai dari PT SRL senilai Rp 1,354 miliar untuk Retribusi daerah atas laporan hasil penebangan kayu KBB, Kayu KBS dan Kayu Bulat Kecil (KBK)," kata Andri.

Selanjutnya masih kata Andri, pada tanggal 20 November 2009, Heru Santoso menarik uang senilai Rp 890 juta dan ditransfer via RTGS ke Bank BNI Cabang Tembilahan atas nama Rahmat Sutopo, Abdul Razak dan Huznizur masing-masing Rp 207 juta sedangkan sisanya Rp 476 juta ditarik tunai oleh Heru Santoso.

Namun, aksinya tersebut diketahui oleh PPATK hingga dilaporkan ke Kejati Riau. Sedangkan Tim Pidsus Kejati Riau langsung melakukan penyelidikan hingga ditemukan penyimpangan dalam restibusi hasil penebangan kayu tersebut. Atas perbuatan para tersangka ini, negara dirugikan sebesar Rp1,9 miliar.

" Total dana Retribusi LLHH PT SRK Rp 1,926 miliar masuk ke rekening pribadi Heru Santoso. Hingga saat ini, tim Pidsus masih mendalami penyidikan lebih lanjut,"jelas Andri. ***(har)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
gugun inhil
dalam kasus ini masih ada anggota DPRD inhil yg seharusnya juga diperiksa kejaksaan..namanya Elda suhanura (komo),,setahu kami ini aktornya..


Berita Hukum lainnya..........
- PNS Dispora Riau Jadi Tersangka Dugaan Korupsi Popnas
- Polres Kampar Bekuk Lima Pencuri Spesialis Pembongkaran Rumah
- ‎Diduga 2 Truk Lolos,
4 Truk Colt Diesel Berisikan Bawang Diduga Ilegal Ditangkap Bea Cukai Siak

- ‎Jelang Lebaran, Wawako Pekanbaru Ingatkan Warga Waspadai Uang Palsu
- Dituduh Mencuri, Karyawan Zone 2000 di Duri Sekap Bocah 9 Tahun
- Diskes Dumai Temukan Pabrik Mie Mengandung Boraks
- Pekan Depan, KPK Periksa 8 Saksi Suap Pengesahan APBD Riau


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.198.222.129
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com