Untitled Document
Selasa, 18 Syawwal 1436 H |
Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Selasa, 4 Agustus 2015 20:59
Minyak PT. Kuala Lumpur Kepong Cemari Laut Dumai

Selasa, 4 Agustus 2015 20:48
Lakukan Perbaikan, KPU Inhu Kembalikan Dokumen Persyaratan Balon Kepala Daerah

Selasa, 4 Agustus 2015 20:43
Hujan Es Disertai Angin Puting Beliung di Rohu Rusak 75 Rumah

Selasa, 4 Agustus 2015 20:39
Hingga 2020, Asian Agri Bangun 20 PLTB

Selasa, 4 Agustus 2015 20:27
Pakaian Dinas, Bupati Kuansing Instruksikan Kembali ke Aturan Lama

Selasa, 4 Agustus 2015 20:13
Ungkap Suap RAPBD Riau, KPK Terkesan Enggan Beberkan Siapa Justice Collaborator

Selasa, 4 Agustus 2015 20:12
Kesehatan Tiga Balon Kepala Daerah Kuansing Memenuhi Syarat



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Senin, 4 Pebruari 2013 14:26
Kejati Riau Dalami Dugaan Korupsi Restribusi LLHH di Inhil

Diduga terjadi tindak korupsi dana restribusi LLHH di Kabupaten Inhil. Untuk mendalaminya, Kejati Riau mengumpulkan data dan bukti tambahan.

Riauterkini-PEKANBARU-Kendati telah menetapkan dan melakukan penahanan terhadap 4 tersangka terkait dugaan korupsi dana restribusi Lalu Lintas Hasil Hutan (LLHH) PT Sumatera Riang Lestari (SRL) di Kabupaten Indragiri hilir (Inhil) waktu lalu.

Hingga saat ini,tim penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau, masih terus mendalami pemeriksaan terhadap keempat tersangka tersebut.

Kepala Kejati Riau Eddy Rakamto SH MH melalui Kasi Penkum dan Humas Andri Ridwan SH MH, ketika dikonfirmasi Riauterkini, Senin (4/2/13) siang mengatakan, hingga saat ini, tim penyidik kita masih melakukan pemeriksaan terhadap keempat tersangka yang telah kita tahan tersebut.

" Tim penyidik kita masih mendalami pemeriksaan terhadap keempat tersangka yakni, Abdul Razak (44) Pegawai Negeri Sipil (PNS) dibagian Sekretariat DPRD Provinsi Riau. Rahmat Sutopo (39) PNS Dishut Inhil, Heru Santoso (42) Kasubag UPTD Keritang Dishut Inhil dan Husnizar (36) Karyawan PT Sumatera Riang Lestari (SRL)," ungkapnya.

Ketika ditanya apakah ada penambahan tersangka baru dalam kasus ini. Andri belum dapat memberitahukannya lebih rinci. Karena tim penyidik pihaknya masih mendalami pemeriksaan.

" Untuk sementara, kita masih menunggu konfirmasi tim penyidik yang saat ini masih mendalami pemeriksaan," ujarnya.

Dijelaskan Andri, kasus dugaan korupsi restribusi LLHH ini, pada Kamis (31/1/13) kemarin, pihak Kejati Riau melakukan penahanan terhadap empat tersangka, yang mana tiga diantaranya merupakan pegawai negeri sipil (PNS) aktif yang bertugas di Pemprov Riau. Sedangkan satu tersangka lagi dari pihak PT SRL

Kasus ini bermula pada September 2009 lalu. Dimana tersangka Heru Santoso membuka rekening pribadi di BPD Riau dan selama periode September- Desember 2009.

" Heru menerima setoran tunai dari PT SRL senilai Rp 1,354 miliar untuk Retribusi daerah atas laporan hasil penebangan kayu KBB, Kayu KBS dan Kayu Bulat Kecil (KBK)," kata Andri.

Selanjutnya masih kata Andri, pada tanggal 20 November 2009, Heru Santoso menarik uang senilai Rp 890 juta dan ditransfer via RTGS ke Bank BNI Cabang Tembilahan atas nama Rahmat Sutopo, Abdul Razak dan Huznizur masing-masing Rp 207 juta sedangkan sisanya Rp 476 juta ditarik tunai oleh Heru Santoso.

Namun, aksinya tersebut diketahui oleh PPATK hingga dilaporkan ke Kejati Riau. Sedangkan Tim Pidsus Kejati Riau langsung melakukan penyelidikan hingga ditemukan penyimpangan dalam restibusi hasil penebangan kayu tersebut. Atas perbuatan para tersangka ini, negara dirugikan sebesar Rp1,9 miliar.

" Total dana Retribusi LLHH PT SRK Rp 1,926 miliar masuk ke rekening pribadi Heru Santoso. Hingga saat ini, tim Pidsus masih mendalami penyidikan lebih lanjut,"jelas Andri. ***(har)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
gugun inhil
dalam kasus ini masih ada anggota DPRD inhil yg seharusnya juga diperiksa kejaksaan..namanya Elda suhanura (komo),,setahu kami ini aktornya..


Berita Hukum lainnya..........
- Ungkap Suap RAPBD Riau, KPK Terkesan Enggan Beberkan Siapa Justice Collaborator
- Ketahuan Jalan dengan Selingkuhan,
Seorang Kepala Sekolah SD di Pekanbaru Aniaya Istrinya

- Ditangkap di Depan Ramayana Pekanbaru,
Buronan Spesialis Pecah Kaca Mobil Tumbang Ditembus Peluru

- Sejumlah Traffict Light "Ngawur" di Duri Mulai Diperbaiki
- Bawa Barang Ilegal, 3 Truk Ditangkap Polres Kampar
- 10 Pekerja Warung Remang-remang Ditangkap Tim Yustisi Kampar
- Yulihasman Gantikan Ramadani sebagai Kapolsek Kuntodarussalam


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.242.72.36
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com