Untitled Document
Rabu, 3 Safar 1436 H |
Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Rabu, 26 Nopember 2014 20:23
Disergap di Jambi, Rampok Penembak Mati Polisi Berhasil Kabur

Rabu, 26 Nopember 2014 20:18
Banyak Dikecam, Polisi Serbu Mahasiswa di Musholla Bakal Ditindak

Rabu, 26 Nopember 2014 20:01
PLTA Buka Pintu Air,
Sejumlah Desa Disepanjang Sungai Kampar Terendam Banjir


Rabu, 26 Nopember 2014 19:57
Pemko Dumai Gelar Bimtek Kajian Sistem Administrasi Kearsipan

Rabu, 26 Nopember 2014 19:54
Proyek Drainase dan Pelebaran Jalan Ombak, Dumai Timbulkan Polemik

Rabu, 26 Nopember 2014 19:45
Korupsi Pengerjaan Parit Beton Jalan Desa di Bengkalis,
Empat Terdakwa Divonis 14 Bulan Hingga 18 Bulan


Rabu, 26 Nopember 2014 19:39
Omset Menurun,
Pedagang Pasar Bawah, Pekanbaru Kecewa Jokowi Batal Datang




Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Senin, 4 Pebruari 2013 14:26
Kejati Riau Dalami Dugaan Korupsi Restribusi LLHH di Inhil

Diduga terjadi tindak korupsi dana restribusi LLHH di Kabupaten Inhil. Untuk mendalaminya, Kejati Riau mengumpulkan data dan bukti tambahan.

Riauterkini-PEKANBARU-Kendati telah menetapkan dan melakukan penahanan terhadap 4 tersangka terkait dugaan korupsi dana restribusi Lalu Lintas Hasil Hutan (LLHH) PT Sumatera Riang Lestari (SRL) di Kabupaten Indragiri hilir (Inhil) waktu lalu.

Hingga saat ini,tim penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau, masih terus mendalami pemeriksaan terhadap keempat tersangka tersebut.

Kepala Kejati Riau Eddy Rakamto SH MH melalui Kasi Penkum dan Humas Andri Ridwan SH MH, ketika dikonfirmasi Riauterkini, Senin (4/2/13) siang mengatakan, hingga saat ini, tim penyidik kita masih melakukan pemeriksaan terhadap keempat tersangka yang telah kita tahan tersebut.

" Tim penyidik kita masih mendalami pemeriksaan terhadap keempat tersangka yakni, Abdul Razak (44) Pegawai Negeri Sipil (PNS) dibagian Sekretariat DPRD Provinsi Riau. Rahmat Sutopo (39) PNS Dishut Inhil, Heru Santoso (42) Kasubag UPTD Keritang Dishut Inhil dan Husnizar (36) Karyawan PT Sumatera Riang Lestari (SRL)," ungkapnya.

Ketika ditanya apakah ada penambahan tersangka baru dalam kasus ini. Andri belum dapat memberitahukannya lebih rinci. Karena tim penyidik pihaknya masih mendalami pemeriksaan.

" Untuk sementara, kita masih menunggu konfirmasi tim penyidik yang saat ini masih mendalami pemeriksaan," ujarnya.

Dijelaskan Andri, kasus dugaan korupsi restribusi LLHH ini, pada Kamis (31/1/13) kemarin, pihak Kejati Riau melakukan penahanan terhadap empat tersangka, yang mana tiga diantaranya merupakan pegawai negeri sipil (PNS) aktif yang bertugas di Pemprov Riau. Sedangkan satu tersangka lagi dari pihak PT SRL

Kasus ini bermula pada September 2009 lalu. Dimana tersangka Heru Santoso membuka rekening pribadi di BPD Riau dan selama periode September- Desember 2009.

" Heru menerima setoran tunai dari PT SRL senilai Rp 1,354 miliar untuk Retribusi daerah atas laporan hasil penebangan kayu KBB, Kayu KBS dan Kayu Bulat Kecil (KBK)," kata Andri.

Selanjutnya masih kata Andri, pada tanggal 20 November 2009, Heru Santoso menarik uang senilai Rp 890 juta dan ditransfer via RTGS ke Bank BNI Cabang Tembilahan atas nama Rahmat Sutopo, Abdul Razak dan Huznizur masing-masing Rp 207 juta sedangkan sisanya Rp 476 juta ditarik tunai oleh Heru Santoso.

Namun, aksinya tersebut diketahui oleh PPATK hingga dilaporkan ke Kejati Riau. Sedangkan Tim Pidsus Kejati Riau langsung melakukan penyelidikan hingga ditemukan penyimpangan dalam restibusi hasil penebangan kayu tersebut. Atas perbuatan para tersangka ini, negara dirugikan sebesar Rp1,9 miliar.

" Total dana Retribusi LLHH PT SRK Rp 1,926 miliar masuk ke rekening pribadi Heru Santoso. Hingga saat ini, tim Pidsus masih mendalami penyidikan lebih lanjut,"jelas Andri. ***(har)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
gugun inhil
dalam kasus ini masih ada anggota DPRD inhil yg seharusnya juga diperiksa kejaksaan..namanya Elda suhanura (komo),,setahu kami ini aktornya..


Berita Hukum lainnya..........
- Disergap di Jambi, Rampok Penembak Mati Polisi Berhasil Kabur
- Banyak Dikecam, Polisi Serbu Mahasiswa di Musholla Bakal Ditindak
- Korupsi Pengerjaan Parit Beton Jalan Desa di Bengkalis,
Empat Terdakwa Divonis 14 Bulan Hingga 18 Bulan

- Seorang Bandar Togel Dibekuk Polres Kampar
- Kasus Suap Alih Fungsi Hutan di Kuansing,
KPK Kesulitan Jerat Tersangka Baru

- Diperiksa Polres Meranti,
Ketua Fraksi PAN DPRD Meranti Pastikan Tak Kirim Gambar Porno

- Polres Kampar Gelar Apel Operasi Zebra Dibawah Guyuran Hujan


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.242.253.192
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com