Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Senin, 21 Agustus 2017 21:55
Dibanding Merebut,
Bupati Kampar Sebut Mengisi Kemerdekaan Lebih Berat


Senin, 21 Agustus 2017 20:42
Dilantik Ketum DPP, Wartawan Riauterkinicom Resmi Pimpin DPD IWO Siak

Senin, 21 Agustus 2017 20:15
Sekretaris KPU  Lantik 3 Pejabat Eselon III

Senin, 21 Agustus 2017 19:43
Sempurnakan Draf RTRW Riau, Seluruh Fraksi Sepakati Waktu Sepekan

Senin, 21 Agustus 2017 19:27
Bengkalis Bertekad Pertahankan Juara Umum Porprov Riau 2017

Senin, 21 Agustus 2017 19:24
Gubri Resmikan Mulainya Pembangunan Spam Durolis Resmi Dimulai

Senin, 21 Agustus 2017 19:14
Sampaikan Aspirasi, Seratusan Warga Gerak Datangi DPRD Bengkalis

Senin, 21 Agustus 2017 17:14
Buka Muskab IV PMI,
Bupati Inhil Minta Kebiasaan Donor Darah Ditumbuhkan di Masyarakat


Senin, 21 Agustus 2017 17:03
Pelantikan Kades Serentak di Bengkalis Dibagi Empat Lokasi

Senin, 21 Agustus 2017 16:35
Bupati dan Wabup Rohul Buka Pawai Taaruf Pembukaan MTQ XVII Tingkat Kabupaten



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.


Senin, 4 Pebruari 2013 14:26
Kejati Riau Dalami Dugaan Korupsi Restribusi LLHH di Inhil

Diduga terjadi tindak korupsi dana restribusi LLHH di Kabupaten Inhil. Untuk mendalaminya, Kejati Riau mengumpulkan data dan bukti tambahan.

Riauterkini-PEKANBARU-Kendati telah menetapkan dan melakukan penahanan terhadap 4 tersangka terkait dugaan korupsi dana restribusi Lalu Lintas Hasil Hutan (LLHH) PT Sumatera Riang Lestari (SRL) di Kabupaten Indragiri hilir (Inhil) waktu lalu.

Hingga saat ini,tim penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau, masih terus mendalami pemeriksaan terhadap keempat tersangka tersebut.

Kepala Kejati Riau Eddy Rakamto SH MH melalui Kasi Penkum dan Humas Andri Ridwan SH MH, ketika dikonfirmasi Riauterkini, Senin (4/2/13) siang mengatakan, hingga saat ini, tim penyidik kita masih melakukan pemeriksaan terhadap keempat tersangka yang telah kita tahan tersebut.

" Tim penyidik kita masih mendalami pemeriksaan terhadap keempat tersangka yakni, Abdul Razak (44) Pegawai Negeri Sipil (PNS) dibagian Sekretariat DPRD Provinsi Riau. Rahmat Sutopo (39) PNS Dishut Inhil, Heru Santoso (42) Kasubag UPTD Keritang Dishut Inhil dan Husnizar (36) Karyawan PT Sumatera Riang Lestari (SRL)," ungkapnya.

Ketika ditanya apakah ada penambahan tersangka baru dalam kasus ini. Andri belum dapat memberitahukannya lebih rinci. Karena tim penyidik pihaknya masih mendalami pemeriksaan.

" Untuk sementara, kita masih menunggu konfirmasi tim penyidik yang saat ini masih mendalami pemeriksaan," ujarnya.

Dijelaskan Andri, kasus dugaan korupsi restribusi LLHH ini, pada Kamis (31/1/13) kemarin, pihak Kejati Riau melakukan penahanan terhadap empat tersangka, yang mana tiga diantaranya merupakan pegawai negeri sipil (PNS) aktif yang bertugas di Pemprov Riau. Sedangkan satu tersangka lagi dari pihak PT SRL

Kasus ini bermula pada September 2009 lalu. Dimana tersangka Heru Santoso membuka rekening pribadi di BPD Riau dan selama periode September- Desember 2009.

" Heru menerima setoran tunai dari PT SRL senilai Rp 1,354 miliar untuk Retribusi daerah atas laporan hasil penebangan kayu KBB, Kayu KBS dan Kayu Bulat Kecil (KBK)," kata Andri.

Selanjutnya masih kata Andri, pada tanggal 20 November 2009, Heru Santoso menarik uang senilai Rp 890 juta dan ditransfer via RTGS ke Bank BNI Cabang Tembilahan atas nama Rahmat Sutopo, Abdul Razak dan Huznizur masing-masing Rp 207 juta sedangkan sisanya Rp 476 juta ditarik tunai oleh Heru Santoso.

Namun, aksinya tersebut diketahui oleh PPATK hingga dilaporkan ke Kejati Riau. Sedangkan Tim Pidsus Kejati Riau langsung melakukan penyelidikan hingga ditemukan penyimpangan dalam restibusi hasil penebangan kayu tersebut. Atas perbuatan para tersangka ini, negara dirugikan sebesar Rp1,9 miliar.

" Total dana Retribusi LLHH PT SRK Rp 1,926 miliar masuk ke rekening pribadi Heru Santoso. Hingga saat ini, tim Pidsus masih mendalami penyidikan lebih lanjut,"jelas Andri. ***(har)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
gugun inhil
dalam kasus ini masih ada anggota DPRD inhil yg seharusnya juga diperiksa kejaksaan..namanya Elda suhanura (komo),,setahu kami ini aktornya..


loading...

Berita Hukum lainnya..........
- Jaksa Batal Tuntut Lima Terdakwa Korupsi RSS Langgam, Pelalawan
- Dishub tak Tau Alamat Kantor Angkutan Online,
Satpom PP Siap Menindak Gunakan Tiga Perda

- Maling Gondol Sepeda Motor Warga Duri dari Teras Rumah
- Organda Sebut 9 Taksi Rusak Akibat Bentrok di Depan Mal SKA
- Pemko Dianggap tak Tegas, Supir Taksi Konvesional tak Jamin Bentrok Berakhir
- Protes Angkutan Online, Seratuan Taksi Blokir Kantor Walikota Pekanbaru
- Polresta Pekanbaru Proses Laporan Supir Taksi Kopsi Pukuli Pengemudi Go Jek dan Go Car


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda : 54.156.50.71
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com