Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Sabtu, 21 Oktober 2017 15:14
Waspada akan Diabetes Mellitus, Prodia Gelar Seminar Dokter

Sabtu, 21 Oktober 2017 14:42
5 Bulan Tak Terima Gaji, Honorer di Duri Mulai Galau

Sabtu, 21 Oktober 2017 13:48
Liga Dangdut Indonesia, 5 Remaja Riau Berlaga di Kancah Nasional

Sabtu, 21 Oktober 2017 13:20
Warga Kopah, Kuansing Nyaris Tewas Ditembak Maling Kerbau

Sabtu, 21 Oktober 2017 13:14
Pemred Riauterkini.com Terpilih Pimpin AMSI Wilayah Riau

Sabtu, 21 Oktober 2017 12:31
Simpan Sabu di Botol Permen, Warga Bathin Solapan, Bengkalis Ditangkap Polisi

Sabtu, 21 Oktober 2017 12:02
Oktober 2017, Realisasi PADi Bapenda Pekanbaru Tembus Rp 375 Miliyar

Sabtu, 21 Oktober 2017 07:34
Waka DPRD Riau Bantu Murid Nunggak SPP dan Dikeluarkan Sekolah

Sabtu, 21 Oktober 2017 07:26
Pemuda Ujung Batu, Rohul Taja Turnamen Futsam Peringati Sumpah Pemuda

Jum’at, 20 Oktober 2017 22:12
DPP PDIP Benarkan SK Usung M Harris-Yopi Ariyanto di Pilgubri 2018

loading...



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.


Jum’at, 25 Januari 2013 22:20
Lolos dari "Jumat Keramat"
KPK Batal Ekspose Status Gubri dalam Kasus Suap PON


Gubri M Rusli Zainal sedikit bisa bernapas lega karena lolos dari "Jumat Keramat". KPK batal mengumumkan status gubernur dalam kasus suap PON karena pimpinan lembaga ini tak lengkap.

Riauterkini-JAKARTA-Gubernur Riau (Gubri) M Rusli Zainal (RZ) sedikit lega. Pasalnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) batal mengumumkan status dirinya disebabkan pimpinan mereka yang tak lengkap.

Padahal hari ini, Jumat (25/1/13), menjalani periksaan lebih kurang enam jam sebagai saksi untuk tujuh tersangka anggota DPRD Riau dalam kasus suap revisi Perda Nomor 06 tahun 2010 tentang penambahan anggaran venue Lapangan Menembak PON lalu.

Batalnya pengumuman status Gubri usai pemeriksaan itu disebabkan pimpinan KPK tidak semua hadir, sehingga penetapan status RZ tidak bisa ditentukan.

Ini artinya, Gubri bisa bernafas lega karena terhindar dari momok "Jum'at Keramat" dalam penentuan status dari saksi menjadi tersangka.

Juru Bicara KPK Johan Budi SP kepada riauterkini, Jum'at (25/1/13) malam, saat ditanya tentang status Gubri setelah diperiksa sebagai saksi atas tujuh anggota DPRD Riau selama enam jam.

"Penetapan status Gubernur Riau tidak bisa kita putuskan, karena salah satu pimpinan KPK hari ini tidak hadir," katanya.

Berhubung karena batalnya ekspose status Gubri, Johan Budi menyebutkan sampai saat ini statusnya masih sebagai saksi.

"Sampai saat ini status Gubernur Riau dalam pemeriksaan tadi, masih sebatas saksi," ujarnya.

Saat ditanya, apakah akan ada tersangka baru dalam kasus suap PON ini dalam waktu dekat setelah pemeriksaan dan penahan tujuh tersangka anggota DPRD Riau, lagi-lagi Johan Budi tidak tak bisa memberikan kepastian. "Saya tidak bisa mengatakan, apakah akan ada tersangka baru," sebutnya.

Johan Budi memang membenarkan, kalau hari ini sebenarnya akan dilakukan ekspose terhadap status Gubri seusai diperiksa. "Tapi berhubung pimpinan tidak lengkap, jadi ekspose dibatalkan," pungkasnya.***(jor)



loading...

Berita Hukum lainnya..........
- Warga Kopah, Kuansing Nyaris Tewas Ditembak Maling Kerbau
- Simpan Sabu di Botol Permen, Warga Bathin Solapan, Bengkalis Ditangkap Polisi
- Leher Terlilit Lakban,
Mayat Pria di Parkiran Bandara SSK II Pekanbaru Gegerkan Warga

- Minta Uang Rp14 Juta ke Korban,
3 Oknum Penyidik Polres Pelalawan Dilaporkan ke Wasidik

- Pungli Terhadap Tahanan, Mantan Kepala Pengamanan Rutan Sialang Bungkuk Segera Diadili
- Tersulut Api Pembakaran Arang,
Tubuh Karyawati Salon di Labuh Baru Barat Pekanbaru Hangus Terbakar

- Jaksa Langsung Banding,
Tiga Oknum Lurah Pemalsu Surat Tanah Divonis 10 Bulan Penjara



Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda : 54.80.10.56
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com