Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Rabu, 25 April 2018 09:15
Sambutan Tertulis Mendagri di Hari Otda, Ingatkan ASN Netral

Rabu, 25 April 2018 06:52
Pengurus PC PMII Kota Pekanbaru Priode 2018-2019 Dilantik

Rabu, 25 April 2018 06:49
Warga Kuansing Adukan Pencemaran Sungai oleh Empat Perusahaan ke DPRD Riau

Selasa, 24 April 2018 22:31
Jualbelikan Pupuk Subsidi di Luar Wilayah, Agen Pupuk di Sei Kumango Ditangkap Polres Rohul

Selasa, 24 April 2018 22:28
Sekda: Tahun Ini TPP Pemkab Bengkalis Tidak Dirasionalisasi

Selasa, 24 April 2018 22:24
Pesta Narkoba, 2 Warga Pasirpangaraian Diciduk Polisi Rohul

Selasa, 24 April 2018 22:20
Gendong' Sabu 2,9 Kg di Pinggir, Bengkalis,
1 Terdakwa Divonis Seumur Hidup dan 3 Terdakwa 19 Tahun Penjara


Selasa, 24 April 2018 21:26
Program Rp1 Miliar Per Desa LE-Hardianto Mendapat Atensi Masyarakat

Selasa, 24 April 2018 21:21
Begini Cara Pasangan Firdaus-Rusli Atasi Pengangguran di Duri

Selasa, 24 April 2018 21:16
DPT Riau 2018 Sebanyak 3.622.488 Pemilih

loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Jum’at, 25 Januari 2013 22:20
Lolos dari "Jumat Keramat"
KPK Batal Ekspose Status Gubri dalam Kasus Suap PON


Gubri M Rusli Zainal sedikit bisa bernapas lega karena lolos dari "Jumat Keramat". KPK batal mengumumkan status gubernur dalam kasus suap PON karena pimpinan lembaga ini tak lengkap.

Riauterkini-JAKARTA-Gubernur Riau (Gubri) M Rusli Zainal (RZ) sedikit lega. Pasalnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) batal mengumumkan status dirinya disebabkan pimpinan mereka yang tak lengkap.

Padahal hari ini, Jumat (25/1/13), menjalani periksaan lebih kurang enam jam sebagai saksi untuk tujuh tersangka anggota DPRD Riau dalam kasus suap revisi Perda Nomor 06 tahun 2010 tentang penambahan anggaran venue Lapangan Menembak PON lalu.

Batalnya pengumuman status Gubri usai pemeriksaan itu disebabkan pimpinan KPK tidak semua hadir, sehingga penetapan status RZ tidak bisa ditentukan.

Ini artinya, Gubri bisa bernafas lega karena terhindar dari momok "Jum'at Keramat" dalam penentuan status dari saksi menjadi tersangka.

Juru Bicara KPK Johan Budi SP kepada riauterkini, Jum'at (25/1/13) malam, saat ditanya tentang status Gubri setelah diperiksa sebagai saksi atas tujuh anggota DPRD Riau selama enam jam.

"Penetapan status Gubernur Riau tidak bisa kita putuskan, karena salah satu pimpinan KPK hari ini tidak hadir," katanya.

Berhubung karena batalnya ekspose status Gubri, Johan Budi menyebutkan sampai saat ini statusnya masih sebagai saksi.

"Sampai saat ini status Gubernur Riau dalam pemeriksaan tadi, masih sebatas saksi," ujarnya.

Saat ditanya, apakah akan ada tersangka baru dalam kasus suap PON ini dalam waktu dekat setelah pemeriksaan dan penahan tujuh tersangka anggota DPRD Riau, lagi-lagi Johan Budi tidak tak bisa memberikan kepastian. "Saya tidak bisa mengatakan, apakah akan ada tersangka baru," sebutnya.

Johan Budi memang membenarkan, kalau hari ini sebenarnya akan dilakukan ekspose terhadap status Gubri seusai diperiksa. "Tapi berhubung pimpinan tidak lengkap, jadi ekspose dibatalkan," pungkasnya.***(jor)

Loading...


Berita Hukum lainnya..........
- Jualbelikan Pupuk Subsidi di Luar Wilayah, Agen Pupuk di Sei Kumango Ditangkap Polres Rohul
- Pesta Narkoba, 2 Warga Pasirpangaraian Diciduk Polisi Rohul
- Gendong' Sabu 2,9 Kg di Pinggir, Bengkalis,
1 Terdakwa Divonis Seumur Hidup dan 3 Terdakwa 19 Tahun Penjara

- Supervisi Operasi Mantap Praja Muara Takus ke Polsek Gaung, Inhil
- Enam Terdakwa Minta Bebas Korupsi Manipulasi Penerbitan SHM Tesso Nilo, Kampar
-
- Korupsi Dana Karlahut, Jaksa Tahan Tiga Pejabat Pemko Dumai
- Material Plat Mencukupi,
Satlantas Polres Bengkalis Tegaskan Pengambilan TNKB Gratis

- Pesta Ganja, Empat Pemuda di Inhu Ditangkap Polisi
- Karyawan PT SSR di Inhu Ditemukan Tewas Membusuk di Mess Perusahaan
- Jadi 'Toke' Togel, 'Imam Vihara' dan Seorang Warga Bengkalis Ditangkap Polisi
- Satu Napi, Polres Inhil Tangkap Dua Pengedar Sabu
- Tiga Hari Menghilang Seorang Warga Inhu Ditemukan Tewas Disungai
- Korupsi SPPD Fiktif Dispenda Riau, Saksi Gugup Beberkan Pemotongan 10 Persen
- Pendemo di Kantor Gubri, Protes Rencana Pembangunan Waduk Lompatan Harimau di Rohul
- Awalnya Dikira Besi Tua,
Rupanya 2 Benda Ditemukan Karyawan PT. BIP Ujung Batu Granat Nanas

- Miliki Shabu 4 Kilogram, Teknisi Elektronik Dibekuk Polresta Pekanbaru
- Supir Sakaw, Innova Ringsek Nabrak Halte Bus di Jalan Soedirman Pekanbaru
- Rugikan Negara Rp1.7 M, Polda Riau Tetapkan Dua Tersangka Baru Korupsi di Dipenda Riau
- Lakukan Aborsi, Seorang Dukun di Inhu Ditangkap


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda : 54.166.172.33
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com