Untitled Document
Ahad, 30 Muharram 1436 H |
Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Ahad, 23 Nopember 2014 06:38
Warga Bagansiapiapi Tewas tak Wajar di PanipahanS

Ahad, 23 Nopember 2014 06:34
Puluhan Anak Bengkalis Bermasalah Dibekali Penyuluhan Bahaya HIV/AIDS

Sabtu, 22 Nopember 2014 19:31
Presiden Jokowi akan Blusukan ke Pasar Bawah Pekan Depan

Sabtu, 22 Nopember 2014 17:45
Pemkab Rohul Bakal Relokasi Korban Langganan Banjir di Bonai

Sabtu, 22 Nopember 2014 17:42
Interfood Indonesia 2014 di Jakarta, Meranti Sabet Unique Stand Award

Sabtu, 22 Nopember 2014 17:31
Ada Rencana Presiden Jokowi ke Meranti Pekan Depan

Sabtu, 22 Nopember 2014 17:29
5.120 Murid PAUD Rohul Cetak Rekor MURI Sholat Dhuha Usia Dini



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Jum’at, 25 Januari 2013 16:22
Selesai Jalani Pemeriksaan,
Nasib Gubri Tunggu Ekspos Pimpinan KPK


Gubri M Rusli Zainal meninggalkan gedung KPK setelah diperiksa 6 jam sebagai saksi suap PON. Nasibnya ditunggu pengumuman ekspos pimpinan KPK beberapa saat lagi.

Riauterkini-JAKARTA- Setelah menjalani pemeriksaan selama 6 Jam, sejak 09.15 WIB, akhirnya Gubernur Riau HM Rusli Zainal keluar dari Gedung KPK tepat jam 15.15 WIB dengan wajah tampak lelah. Dalam keterangannya, Gubri mengaku tak memerintahkan Lukman Abbas memberikan suap ke anggota DPRD Riau untuk melancarkan pengesahan revisi Perda Nomor 6 tahun 2010 tentang penambahan anggaran Venue Lapangan Tembak.

"Saya tidak ikut memerintah pemberian uang suap ke anggota DPRD Riau, dan itu terbukti dengan adanya vonis bagi anggota DPRD Riau," sebut Gubri seusai menjalani pemeriksaan KPK di Gedung KPK, Jalan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, Jum'at (25/1/13).

Gubri mengatakan, kalau pemeriksaan oleh KPK hari ini sebagai saksi atas tujuh tersangka kasus Suap PON yang saat ini sudah ditahan di Rutan KPK. "Pemeriksaan hari ini, untuk kesaksian atas tujuh orang anggota DPRD Riau," sebutnya.

Gubri juga menegaskan, kalau dirinya tidak pernah terlibat dalam kasus suap PON Riau tahun 2012. Ini dibuktikan, sebut Gubri sudah adanya vonis atas sejumlah anggota dewan dan pihak kontraktor.

"Sekarang sudah ada yang di vonis atas kasus suap PON, dan ini sebagai bukti bahwa saya tidak terlibat," ujarnya.

Pembantahan ini sudah sering diutarakan Gubernur Riau HM Rusli Zainal, baik saat di persidangan Pengadilan Tipikor, Pekanbaru sebagai saksi atas terdakwa kasus suap PON mau pun kepada awak media.

Padahal dalam kicauan Mantan Kadispora Riau Lukman Abbas, pemberian suap kepada DPRD Riau itu atas sepengetahuan Gubri. Ini dibuktikan dengan rekaman percakapan Gubri yang diperdengarkan saat sidang Pengadilan Tipikor.

Sampai saat ini belum ada ekspos dari KPK terkait pemeriksaan Gubri hari ini. Apakah status Gubri akan dinaikan jadi tersangka tau hanya sebatas saksi saja seperti biasanya. Nasib orang nomor satu di Provinsi Riau tersebut bakal diketahui beberapa saat, pada ekspos pimpinan KPK yang sedang dipersiapkan.***(jor)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
Organ
Wartawan dan pemilik Riau terkini antek Rz liat aja di kolom tanggapan di up load berita hauhau

WARTAWAN AMPLOP
MASYARAKAT sudah lama sangat terganggu dengan keberadaan wartawan gadungan, wartawan amplop, atau wartawan bodrex, yakni orang yang mengaku wartawan atau benar wartawan namun menyalahgunakan profesinya dengan tujuan mencari duit. Jelas, wartawan g

matera raja
Raja zalim raja pembual raja ambisius raja pembohong raja korupsi raja main betino raja foya2 raja seremonial raja bermegah2 raja sadis raja munafik raja pura2 baik dan raja2 busuk lainnya jangan lagi lah ada yg bersenang2 dan bersuka ria di atas ban

wak rantau
Tunggu saja ,smua akan terbukti siapa yg salah

ucok
Betul RZ tidak memerintahkan menyuap tapi MENYURUH menyuap anggota dewan, biar licin tuh PERDA memang beda tu...rz...rz... nasib mu... APE TANDE PEMIMPIN BIJAK DAN BERSIH TANDENYE WAKTU MAU AKHIR JABATAN TAK DI HOTEL PRODEO..."


Berita Hukum lainnya..........
- Warga Bagansiapiapi Tewas tak Wajar di PanipahanS
- Kalah di Praperadilan,
Polda Riau Harus Batalkan SP3 Kasus Penganiayaan Istri Bupati Kampar

- Gugatan Pembongkaran Pasar Tanah Merah,
Hakim Haruskan Bupati dan Pemkab Kampar Bayar Rp19 Miliar

- Nyopet, Residivis di Pekanbaru Tertangkap Lagi
- Polda Riau Jadwalkan Operasi Zebra Serentak Seluruh Kabupaten/Kota
- Curi Sepeda Motor, Seorang Pemuda Babak Belur Dihajar Massa di Pekanbaru
- Tikam Korban Hingga Tewas di Kedai Tuak,
Anton Karok Ternyata Residivis Pembunuhan



Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.242.190.171
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com