Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Senin, 31 Agustus 2015 15:07
Massa Gemar Geruduk KPU dan DPRD Rohil

Senin, 31 Agustus 2015 14:10
Investor Properti Dalam Negeri Tanamkan Rp2,48 Triliun di Pekanbaru

Senin, 31 Agustus 2015 14:03
Kerja Tak Digaji, Warga Sumut Nekat Curi Motor di Pekanbaru

Senin, 31 Agustus 2015 13:44
Menpan-RB Tegaskan Honorer K2 di Atas 35 Tahun tak Bisa Jadi CPNS

Senin, 31 Agustus 2015 13:42
Pedagang Sapi Musiman Dilarang Jualan Dekat Jalan Protokol

Senin, 31 Agustus 2015 13:17
Massa BARA API Desak Kejati Riau Tuntaskan Kasus Korupsi PT BLJ

Senin, 31 Agustus 2015 12:59
Hindari Kasus Hukum,
Plt Gubri: Jangan "Korbankan" Lagi PPTK




Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 23 Januari 2013 15:06
Sidang Lanjutan Bank Riau Kepri,
Saksi Sebut Lelang Aset Tertunda Keberadaan Investor


Perkara dugaan kredit macet Bank Riau Kepri kembali dilanjutkan. Saksi mengungkap sebab keterlambatan lelang aset adalah karena investor yang belum ada.

Riauterkini-PEKANBARU - Saksi demi saksi terus dihadirkan Jaksa Penuntut Umum, untuk Zulkifli Thalib, sebagai terdakwa perkara dugaan kredit macet Bank Riau Kepri, senilai Rp35,2 milar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Pekanbaru.

Sidang yang digelar Rabu (23/1), sebanyak enam orang saksi dihadirkan di hadapan majelis hakim Tipikor yang dipimpin oleh Ida Dwiyantara SH.

Enam saksi tersebut diantaranya, Yondri Darto SH dari Notaris dan PPAT di Batam, Kepri, Miswanto, Feri Nasution, Ilyas SH, Sofyan SH dan H Afrizon Rauf selaku karyawan Bank Riau Kepri.

Untuk pertama kali, majelis hakim melakukan pemeriksaan terhadap Yondri Darto terkait perkara dugaan kredit macet Bank Riau Kepri yang diberikan kepada PT Saras Perkasa untuk mengambil alih pembangunan mal dan pertokoan di Batam senilai Rp35,2 miliar.

Disebutkan Yondri, bahwa PT Saras Perkasa sudah mendapat badan hukum dari Kementrian hukum, setelah mengajukan permohonan kredit ke Bank Riau Kepri.

'' Keluar tanggal 4 September 2003, sudah mendapat izin dari badan hukum dari Menkumham. Pemegang saham, Aryo Wijaya dan Bagus Dayat Syarif,'' kata Yondri.

Selain itu, Yondri menyebutkan jika ia juga melegalisasi perjanjian kredit tersebut. ''Saras Perkasa diwakili Aryo Wijaya selaku Direkturnya. Dari BPD Riau, diwakili Yumadris Pimpinan Cabang Batam. Sifat saya hanya untuk melegalisasi kredit,'' ujarmya.

Selain itu, kata Yondri PT Wirawana Tama perusahaan yang pertama membangun mall dan petokoan, memberi kuasa jual ke PT Saras Perkasa menjelang mendapat SK dari kementrian. '' Setelah mendapat sk dari mentri kehakiman, maka dibuat akta jual belinya ke PT Saras dari PT. Karya Wirawana Tama,'' ujarnya.

Setelah Yondri dimintai keterangan majelis hakim, JPU dan penasehat hukum terdakwa Zulkifli Thalib, sidang dilanjutkan dengan pemeriksaan saksi Sofian SH, sebagai Pimpinan Seksi Operasional Bank Riau Kepri sejak tahun 1983.

Pada kesaksiannya, ia menyebutkan bahwa PT Saras Perkasa pernah membayar kreditnya pada tahun 2008 sebanyak Rp225 juta lebih. '' Atas penjualan satu unit ruko. Bank yang menjual, dianggap storan kredit,'' ujar Sofyan.

Kemudian majelis hakim menanyakan tentang proses pemberian kredit. Sedangkan Sofyan menjelaskan, bahwa kredit macet sebelumnya diberikan kepada 140 debitur dibawah tanggungjawab PT Karya Wirawana Tama, atas wewenang Pimpinan Cabang Bank Riau Kepri sebelumnya, pada tahun 2000.

''Debiturnya 140, rukonya 39 unit. Sebenarnya ini fiktif pak. Apa yang menjadi anggunan 140 kredit tadi, surat lokasi tanah dan fisik tidak jelas,'' ujarnya.

Untuk menyelamatkan permasalahan ini, katanya PT Saras Perkasa mengambil alih pembangunan mall dan pertokoan tersebut. ''Bank Sebenarnya diuntungkan, karna aset yang sebelumnya tidak menjadi jaminan mall, 39 ruko, dan dua bidang tanah pada kredit macat PT Karya Wiratama yang menjadi tanggungjawabnya, bersedia diberikan ke bank,'' ungkapnya.

Sementara itu, saksi Ilyas, Pimpinan Divisi Hukum dan Corsec Bank Riau menjawab pertanyaan hakim bahwa pelelangan aset memang sedikit tertunda.

" Lelang pada tahun 2003 hingga 2008 tidak pernah diumumkan. Kami tetap mencari investor, namun belum mendapat investor yang penawarannya sesuai," ujarnya.***(dok)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
BH 1 R
Bah....beetul zuga itu. Kasuz yang di Bagan pun tidak dibuat....Erzon ada dikazus itu... Fokus Riau.com/link Kredit Macet Rp5 Miliar di Rohil, Erzon Berp

nasabah Bank Riau Kepri
berita ini penuh kebohongan. tak sesuai dengan fakta dipersidangan??? PEMBOHONGAN PUBLIK!!! link Depan >> Hukum & Kriminal >> Dari Sidang Kasus Korupsi Bank Pembangunan Daerah (BPD)


Berita Hukum lainnya..........
- Kerja Tak Digaji, Warga Sumut Nekat Curi Motor di Pekanbaru
- Massa BARA API Desak Kejati Riau Tuntaskan Kasus Korupsi PT BLJ
- Kursi dan Meja Digondol Maling, Murid SMAN 2 Bangko, Rohil Belajar di Lantai
- Ibu Dan Dua Anaknya di Rohil Tewas dalam Sumur
- Polisi Belum Bisa Pastikan Pemicu Ledakan Tabung Gas Elpiji di Dumai
- Ledakan Tabung Gas Elpji 12 Kg Makan Dua Korban di Dumai
- Diancam Pakai Pisau, Warga Pekanbaru Diculik Oknum Polisi Rohil


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.90.71.108
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com