Untitled Document
Rabu, 8 Zulqaidah 1435 H |
Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Rabu, 3 September 2014 08:50
Muncul Sejumlah Spanduk Gubri Cabul di Pekanbaru

Rabu, 3 September 2014 08:44
Ditetapkan Menperindustrian, RAPP Masuk 49 Industri Vital Nasional

Selasa, 2 September 2014 22:34
50 JCH Rohul Belum Antar Koper ke Bandara Tuanku Tambusai

Selasa, 2 September 2014 22:31
Lapas Teluk Kuantan Butuh Tambahan Sel

Selasa, 2 September 2014 22:20
Program Sahabat Daihatsu Tawarkan Down Payment Super Ringan

Selasa, 2 September 2014 22:17
Beli Rumah Rp335 Juta, Perwira Polisi Tertipu Teman Sendiri

Selasa, 2 September 2014 22:12
Personel Satpol PP Dituntut Berjiwa Pemimpin



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 15 Januari 2013 18:48
Pelimpahan Tahap II Kasus Korupsi Gedung Islamic Centre Pelalawan Batal

Pelimpahan tahap II berkas kasus korupsi gedung Islamic Centre Pelalawan bantal menyusul empat dari enam tersangka mangkir datang memenuhi panggilan penyidik.

Riauterkini-PEKANBARU-Rencana tim penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau, melimpahkan berkas tahap II kasus korupsi pembangunan Gedung Islamic Centre Kabupaten Pelalawan, Selasa (15/1/13) ini gagal.

Pasalnya, empat orang dari enam orang tersangka korupsi tersebut, mangkir datang menghadap tim penyidik. Sehingga penlimpahan berikut penyerahan tersangka beserta barang buktinya (BB) ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Pelalawan, juga terkendala.

Kepala Kejati Riau, Eddy Rakamto SH MH melalui Kasi Penkum dan Humas Kejati Riau, Andri Ridwan kepada riauterkinicom, Selasa (15/1/13) sore mengatakan, rencananya hari ini, tim penyidik kita akan melimpahkan berkas tahap II kasus korupsi pembangunan Gedung Islamic Centre ke Kejari Pelalawan. Namun, hingga sore ini, empat tersangka tidak datang memenuhi panggilan kita.

"Setelah kita tunggu tunggu hingga pakul 17.00 WIB sore ini. Namun empat tersangka belum juga datang memenuhi panggilan penyidik," terangnya.

Dijelaskannya, keempat tersangka yang mangkir memenuhi panggilan penyidik yaitu, H Zakri, Ketua DPRD Pelalawan, Amrasul Abdullah sebagai pejabat pembuat komitmen (PPK), Syahril, selaku Pengguna Anggaran dan Fahran Ridwan. Sedangkan dua tersangka yakni, Tengku Azman dan Rahmad Saragih, sudah berada diruang penyidik sejaka pukul 13.00 WIB siang tadi," ungkapnya.

Kendati begitu lanjutnya, kita akan memanggil kembali keempat tersangka ini. Jika dalam sepekan ini masih mangkir, kita akan lakukan penjemputan paksa.

"Besok kita akan lakukan pemanggilan kembali, keempat tersangka yang mangkir hari ini, kita beri waktu sepekan, jika masih mangkir, kita akan jemput paksa keempat tersangka tersebut ," tegasnya.

Seperti diketahui, dalam penanganan kasus korupsi pembangunan Gedung Islamic Centre ini. Pihak Kejati telah menetapkan enam tersangka yang diduga menyelewengkan dana pembangunan gedung tersebut.

Enam tersangka yang dimaksud adalah, Amrasul Abdullah sebagai pejabat pembuat komitmen (PPK), Syahril, selaku Pengguna Anggaran, Tengku Azman, pelaksana tugas Kepala Sub Dinas Cipta Karya, dan Fahran Ridwan. Sedangkan dua tersangka lainnya, H Zakri, Ketua DPRD Pelalawan, yang juga Direktur PT Langgam Sentosa, perusahaan pemenang tender. Selain itu, Kejati juga menetapkan Rahman Saragih, supervisor engineer PT Wisatama Arsitek, perusahaan pengawas pembangunan proyek, sebagat tersangka.

Dimana kasus dugaan korupsi ini telah merugikan negara senilai Rp7,7 miliar. Hal itu berdasarkan laporan hasil audit yang dilakukan Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) perwakilan Riau pada November lalu.

Selain kerugian secara finansial, negara juga telah dirugikan secara materil. Sebab dalam laporannya BPKP menyatakan, gedung Islamic Centre tidak bisa difungsikan atau dipakai masyarakat.

Laporan tersebut diterima Kejati Riau surat itu diterima pada tanggal 28 September 2012. Surat itu bernomor SR-3139/PW 04/5/2012/28 September 2012.

Berdasarkan data yang dihimpun, anggara proyek ini dianggarkan senilai Rp6,1 miliar pada tahun 2007-2008. Dalam perjalanannya, pembangunannya tak kunjung selesai. Bahkan pada tahun 2009, anggarannya kembali ditambah sekitar Rp3,6 miliar.***(har)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
Aktifis Anti Korupsi Riau (A2KR)
Pak Jaksa Agung, Tolong Periksa Kajati Riau, dalam kasus ini, jangan2 ada sesuatu, sehingga penanganan Korupsi Islamic Centre di Pelalawan lamban sekali.

Pemerhati pelalawan
Semakin lama para tersangka ini ditahan semakin banyak apbd pelalawan terkuras.krn semua tersangka ini adalah pejabat yg menempati posisi strategis,terutama zakri ketua dprd yg abangnys kandung bupati pllwn,persengkolkolan tingkat tinggi utk memperma

Pemerhati pelalawan
Semakin lama para tersangka ini ditahan semakin banyak apbd pelalawan terkuras.krn semua tersangka ini adalah pejabat yg menempati posisi strategis,terutama zakri ketua dprd yg abangnys kandung bupati pllwn,persengkolkolan tingkat tinggi utk memperma

nasaruddin ketua kmomisi A
Masuk penjao lah engkau jak, ambo jadi ketuo dewan lagi yooo

HARRIS
Edi Rakamto Kejati Riau, Tunggu apalagi tahan segera para tersangka islamic center itu, sdh tdk sedikit APBD pllwn ludes digunakan tersangka2 tsb utk menyuap anda,tp kasusnya tetap naik.sya beri waktu 3x24 jam utk secepatnya para tersangka ini anda t

ATAN TOBAL
Edi Rakamto Kejati Riau, anda tdk punya nyali ya? Berarti anda sm dgn si Babul, sama2 lelaki %@!*, tunduk pd duit koruptor,

Tengku muclis
Mikirlah kamu sedikit edy ramkato,jgn hanya duit saja diotak kamu,kerugian negara sampai 7,7 milliar kok kami tdk menshan.kpk saja kerugian negara cums 1.8 milliar sdh 12 org ditahan,sebetulnya kamu dididik org tua tdk berbuat adil,org tua kamu apaka

Ong dongoo
Emang masih bisa dipercaya kajati riau,inikan sandiwara baru,klo mmg benar ya...jemput paksalah,ini membongaknyooo

Ong dongoo
Emang masih bisa dipercaya kajati riau,inikan sandiwara baru,klo mmg benar ya...jemput paksalah,ini membongaknyooo


Berita Hukum lainnya..........
- Muncul Sejumlah Spanduk Gubri Cabul di Pekanbaru
- Lapas Teluk Kuantan Butuh Tambahan Sel
- Beli Rumah Rp335 Juta, Perwira Polisi Tertipu Teman Sendiri
- Polsek Senapelan Tangkap Dua Tersangka Curanmor
- Tolak Dinikahi,
Seorang Adik Ipar di Inhu Diperkosa dan Dibunuh

- Kasus Dugaan Pelecehan oleh Gubri,
Lusa Mabes Polri Periksa Wide sebagai Pelapor

- Menemui Kenalan Lewat HP,
Gadis 14 Tahun di Bengkalis Sudah Empat Hari Hilang



Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.166.10.100
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com