Untitled Document
Kamis, 7 Zulhijjah 1435 H |
Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Kamis, 2 Oktober 2014 20:18
HIPMI Riau Akui Ada Proyek Pemprov Riau Diijonkan

Kamis, 2 Oktober 2014 20:12
Rombongan BNPP RI Kagumi Konsep Pelathan Pemkab Kampar di P4S

Kamis, 2 Oktober 2014 20:09
Keberatan, Empat Terpidana Korupsi Lahan Bhakti Praja Pelalawan Ajukan PK

Kamis, 2 Oktober 2014 19:31
Tim Sepkabola Porprov Kampar gelar Uji Coba

Kamis, 2 Oktober 2014 19:08
Anggota DPRD Riau Mengeluh Belum Dapat Safari dan Mobdin

Kamis, 2 Oktober 2014 17:28
Dinkes Rohul Larang Puskesmas Asal Rujuk Pasien

Kamis, 2 Oktober 2014 17:01
Korban Tabrak Lari, Staf TU SMPN 6 Mandau Tewas Mengenaskan



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 15 Januari 2013 18:48
Pelimpahan Tahap II Kasus Korupsi Gedung Islamic Centre Pelalawan Batal

Pelimpahan tahap II berkas kasus korupsi gedung Islamic Centre Pelalawan bantal menyusul empat dari enam tersangka mangkir datang memenuhi panggilan penyidik.

Riauterkini-PEKANBARU-Rencana tim penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau, melimpahkan berkas tahap II kasus korupsi pembangunan Gedung Islamic Centre Kabupaten Pelalawan, Selasa (15/1/13) ini gagal.

Pasalnya, empat orang dari enam orang tersangka korupsi tersebut, mangkir datang menghadap tim penyidik. Sehingga penlimpahan berikut penyerahan tersangka beserta barang buktinya (BB) ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Pelalawan, juga terkendala.

Kepala Kejati Riau, Eddy Rakamto SH MH melalui Kasi Penkum dan Humas Kejati Riau, Andri Ridwan kepada riauterkinicom, Selasa (15/1/13) sore mengatakan, rencananya hari ini, tim penyidik kita akan melimpahkan berkas tahap II kasus korupsi pembangunan Gedung Islamic Centre ke Kejari Pelalawan. Namun, hingga sore ini, empat tersangka tidak datang memenuhi panggilan kita.

"Setelah kita tunggu tunggu hingga pakul 17.00 WIB sore ini. Namun empat tersangka belum juga datang memenuhi panggilan penyidik," terangnya.

Dijelaskannya, keempat tersangka yang mangkir memenuhi panggilan penyidik yaitu, H Zakri, Ketua DPRD Pelalawan, Amrasul Abdullah sebagai pejabat pembuat komitmen (PPK), Syahril, selaku Pengguna Anggaran dan Fahran Ridwan. Sedangkan dua tersangka yakni, Tengku Azman dan Rahmad Saragih, sudah berada diruang penyidik sejaka pukul 13.00 WIB siang tadi," ungkapnya.

Kendati begitu lanjutnya, kita akan memanggil kembali keempat tersangka ini. Jika dalam sepekan ini masih mangkir, kita akan lakukan penjemputan paksa.

"Besok kita akan lakukan pemanggilan kembali, keempat tersangka yang mangkir hari ini, kita beri waktu sepekan, jika masih mangkir, kita akan jemput paksa keempat tersangka tersebut ," tegasnya.

Seperti diketahui, dalam penanganan kasus korupsi pembangunan Gedung Islamic Centre ini. Pihak Kejati telah menetapkan enam tersangka yang diduga menyelewengkan dana pembangunan gedung tersebut.

Enam tersangka yang dimaksud adalah, Amrasul Abdullah sebagai pejabat pembuat komitmen (PPK), Syahril, selaku Pengguna Anggaran, Tengku Azman, pelaksana tugas Kepala Sub Dinas Cipta Karya, dan Fahran Ridwan. Sedangkan dua tersangka lainnya, H Zakri, Ketua DPRD Pelalawan, yang juga Direktur PT Langgam Sentosa, perusahaan pemenang tender. Selain itu, Kejati juga menetapkan Rahman Saragih, supervisor engineer PT Wisatama Arsitek, perusahaan pengawas pembangunan proyek, sebagat tersangka.

Dimana kasus dugaan korupsi ini telah merugikan negara senilai Rp7,7 miliar. Hal itu berdasarkan laporan hasil audit yang dilakukan Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) perwakilan Riau pada November lalu.

Selain kerugian secara finansial, negara juga telah dirugikan secara materil. Sebab dalam laporannya BPKP menyatakan, gedung Islamic Centre tidak bisa difungsikan atau dipakai masyarakat.

Laporan tersebut diterima Kejati Riau surat itu diterima pada tanggal 28 September 2012. Surat itu bernomor SR-3139/PW 04/5/2012/28 September 2012.

Berdasarkan data yang dihimpun, anggara proyek ini dianggarkan senilai Rp6,1 miliar pada tahun 2007-2008. Dalam perjalanannya, pembangunannya tak kunjung selesai. Bahkan pada tahun 2009, anggarannya kembali ditambah sekitar Rp3,6 miliar.***(har)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
Aktifis Anti Korupsi Riau (A2KR)
Pak Jaksa Agung, Tolong Periksa Kajati Riau, dalam kasus ini, jangan2 ada sesuatu, sehingga penanganan Korupsi Islamic Centre di Pelalawan lamban sekali.

Pemerhati pelalawan
Semakin lama para tersangka ini ditahan semakin banyak apbd pelalawan terkuras.krn semua tersangka ini adalah pejabat yg menempati posisi strategis,terutama zakri ketua dprd yg abangnys kandung bupati pllwn,persengkolkolan tingkat tinggi utk memperma

Pemerhati pelalawan
Semakin lama para tersangka ini ditahan semakin banyak apbd pelalawan terkuras.krn semua tersangka ini adalah pejabat yg menempati posisi strategis,terutama zakri ketua dprd yg abangnys kandung bupati pllwn,persengkolkolan tingkat tinggi utk memperma

nasaruddin ketua kmomisi A
Masuk penjao lah engkau jak, ambo jadi ketuo dewan lagi yooo

HARRIS
Edi Rakamto Kejati Riau, Tunggu apalagi tahan segera para tersangka islamic center itu, sdh tdk sedikit APBD pllwn ludes digunakan tersangka2 tsb utk menyuap anda,tp kasusnya tetap naik.sya beri waktu 3x24 jam utk secepatnya para tersangka ini anda t

ATAN TOBAL
Edi Rakamto Kejati Riau, anda tdk punya nyali ya? Berarti anda sm dgn si Babul, sama2 lelaki %@!*, tunduk pd duit koruptor,

Tengku muclis
Mikirlah kamu sedikit edy ramkato,jgn hanya duit saja diotak kamu,kerugian negara sampai 7,7 milliar kok kami tdk menshan.kpk saja kerugian negara cums 1.8 milliar sdh 12 org ditahan,sebetulnya kamu dididik org tua tdk berbuat adil,org tua kamu apaka

Ong dongoo
Emang masih bisa dipercaya kajati riau,inikan sandiwara baru,klo mmg benar ya...jemput paksalah,ini membongaknyooo

Ong dongoo
Emang masih bisa dipercaya kajati riau,inikan sandiwara baru,klo mmg benar ya...jemput paksalah,ini membongaknyooo


Berita Hukum lainnya..........
- HIPMI Riau Akui Ada Proyek Pemprov Riau Diijonkan
- Keberatan, Empat Terpidana Korupsi Lahan Bhakti Praja Pelalawan Ajukan PK
- Korban Tabrak Lari, Staf TU SMPN 6 Mandau Tewas Mengenaskan
- Dosennya Tersandung Kasus Korupsi,
UR Menunggu Perkembangan Hukumnya

- AKBP Pitoyo Komit Berantas Korupsi di Kabupten Rohul
- Masyarakat Desak Poda Riau Tuntaskan Dugaan Korupsi Bansos di Bengkalis
- Bukti Tindak Kejahatan, Polres Kampar Musnahkan Sabu


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.211.146.155
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com