Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Jum’at, 4 September 2015 21:32
Hari Pelanggan Nasional,
Honda CDN Berikan Beragam Souvenir dan Hadiah Untuk Konsumen


Jum’at, 4 September 2015 21:27


Jum’at, 4 September 2015 20:42
Danramil Kecamatan Pangkalan Kuras, Pelalawan Pimpin Padamkan Karhutlah

Jum’at, 4 September 2015 19:04
Dewan Sebut Karhutlah di Riau Banyak Dilakukan Orang Luar

Jum’at, 4 September 2015 18:48
Pilkada Rohul, Panwas Mulai Menertibkan APK Tiga Paslon

Jum’at, 4 September 2015 18:44
RAPP Bagikan 2.000 Masker di Pulau Padang

Jum’at, 4 September 2015 18:19
Cabuli IRT, Karyawan PT. KUS Rohul Dilaporkan ke Polisi



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 9 Januari 2013 14:26
Sidang Lanjutan Bank Riau Kepri,
Jaksa Pertanyakan Alasan Kebijakan Take Over


Sidang dugaan kredit bermasalah Bank Riau Kepri kembali digelar. Jaksa mempertanyakan alasan keluarnya kebijakan take over.

Riauterkini-PEKANBARU-Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru, kembali menggelar sidang lanjutan kasus kredit macet Bank Riau dengan terdakwa Zulkifli Thalib, Rabu (9/1/13).

Sidang yang masih mendengarkan keterangan saksi itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Oka Regina SH, menghadirkan Edirizon selaku mantan Analis kredit kantor pusat, dan Rizali Efendi sebagai mantan pimpinan bagian kredit Bank Riau.

Dalam sidang yang dipimpin Hakim Ketua majelis Ida Bagus Dwiyantara SH MH. Edirizon mengatakan, saat pembahasan pencairan kredit untuk PT.Saras Perkasa pada rapat komite tersebut, hasil rapat komite ditandatangani oleh semua yang hadir, termasuk terdakwa.

" Masing-masing peserta rapat tidak ada yang memberi pendapat, jika ada ketentuan yang berbeda harus ada persetujuan dari direksi"ujarnya.

Selanjutnya, JPU menanyakan alasan Bank Riau melakukan take over pada kredit tersebut. Karena saksi adalah saksi yang ke 6 dan pertanyaan yang sama, maka pertanyaan jaksa dijawab ketua Hakim. Ida Bagus Dwiyantara menjelaskan kepada JPU, bahwa Bank Riau melakukan take over semata-mata untuk menyelamatkan bank.

" Take over dilakukan untuk menyelamatkan kondisi bank, karena sebelumnya terjadi masalah kredit macet, maka nya dilakukan take over, " jelas hakim

Saksi kemudian mengatakan kalau dirinya mengaku tidak tahu jumlah uang Riil yang diterima oleh PT.Saras Perkasa. Selain itu, saksi juga mengungkapkan bahwa Bank Riau tidak mengalami kerugian dalam hal ini. Karena semua jaminan dengan nilai diatas plafon kredit bisa diambil bank.

" Dengan pertimbangan dapat dilanjutkan proyek mall tersebut, maka nilai jaminan tentu tambah tinggi. Dibandingkan apa yang telah dilakukan kredit sebelumnya, tentu bisa untung. Kalaupun ada resiko, maka jaminan tersebut dapat dilelang," terangnya.

Namun dengan kondisi sekarang, secara tertulis hutang PT.Saras Perkasa sebesar RP.35,2M termasuk bunga yang harus dibayar tersebut," papar saksi lagi.***(har)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Hukum lainnya..........
- Cabuli IRT, Karyawan PT. KUS Rohul Dilaporkan ke Polisi
- Diancam Celurit, Uang Rp92 Juta Milik Pedagang Tembilahan Dirampok
- Polres Kampar Amankan Pelaku Judi Togel
- Satu Tersangka Ditembak Bagian Paha,
Dua Perampok Ditangkap Satreskrim Polres Rohul

- Ditikam 8 Liang, Warga Mandau, Bengkalis Tewas Bersimbah Darah
- Layanan Operator Seluler di Bagansiapiapi Amburadul
- Pemerintah Sita Kebun PT Torganda Rohul, Puluhan Ribu Karyawan Menganggur


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.167.0.111
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com