Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Sabtu, 2 Juli 2016 13:52
Satu Orang Positif Narkoba,
Gadeng BNN, Dishub Pekanbaru Test Urine Supir Angkutan Mudik


Sabtu, 2 Juli 2016 07:58
Satgas Karlahut Turunkan Paskhas TNI AU Segel Lahan di Sejumlah Kabupaten

Sabtu, 2 Juli 2016 07:42
Bupati Kampar Tinjau Posko Operasi Ramadniyah Siak-2016

Sabtu, 2 Juli 2016 07:40
2.485 Front Liner Berlomba Merjadi Terbaik di Kontes Layanan Honda 2016

Sabtu, 2 Juli 2016 00:28
Pererat Silahturahmi,
MPC PP Pelalawan Gelar Bukber dan Santuni Anak Yatim


Jum’at, 1 Juli 2016 23:35
Kerja Sama dengan Alfamart dan Pepsodent Herbal,
PFI Pekanbaru Berikan Bantuan Khusus untuk Panti Asuhan


Jum’at, 1 Juli 2016 23:29
Uji Coba Dermaga Air Putih II, Pasang Surut Pengaruhi Sandar Kapal



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 9 Januari 2013 14:26
Sidang Lanjutan Bank Riau Kepri,
Jaksa Pertanyakan Alasan Kebijakan Take Over


Sidang dugaan kredit bermasalah Bank Riau Kepri kembali digelar. Jaksa mempertanyakan alasan keluarnya kebijakan take over.

Riauterkini-PEKANBARU-Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru, kembali menggelar sidang lanjutan kasus kredit macet Bank Riau dengan terdakwa Zulkifli Thalib, Rabu (9/1/13).

Sidang yang masih mendengarkan keterangan saksi itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Oka Regina SH, menghadirkan Edirizon selaku mantan Analis kredit kantor pusat, dan Rizali Efendi sebagai mantan pimpinan bagian kredit Bank Riau.

Dalam sidang yang dipimpin Hakim Ketua majelis Ida Bagus Dwiyantara SH MH. Edirizon mengatakan, saat pembahasan pencairan kredit untuk PT.Saras Perkasa pada rapat komite tersebut, hasil rapat komite ditandatangani oleh semua yang hadir, termasuk terdakwa.

" Masing-masing peserta rapat tidak ada yang memberi pendapat, jika ada ketentuan yang berbeda harus ada persetujuan dari direksi"ujarnya.

Selanjutnya, JPU menanyakan alasan Bank Riau melakukan take over pada kredit tersebut. Karena saksi adalah saksi yang ke 6 dan pertanyaan yang sama, maka pertanyaan jaksa dijawab ketua Hakim. Ida Bagus Dwiyantara menjelaskan kepada JPU, bahwa Bank Riau melakukan take over semata-mata untuk menyelamatkan bank.

" Take over dilakukan untuk menyelamatkan kondisi bank, karena sebelumnya terjadi masalah kredit macet, maka nya dilakukan take over, " jelas hakim

Saksi kemudian mengatakan kalau dirinya mengaku tidak tahu jumlah uang Riil yang diterima oleh PT.Saras Perkasa. Selain itu, saksi juga mengungkapkan bahwa Bank Riau tidak mengalami kerugian dalam hal ini. Karena semua jaminan dengan nilai diatas plafon kredit bisa diambil bank.

" Dengan pertimbangan dapat dilanjutkan proyek mall tersebut, maka nilai jaminan tentu tambah tinggi. Dibandingkan apa yang telah dilakukan kredit sebelumnya, tentu bisa untung. Kalaupun ada resiko, maka jaminan tersebut dapat dilelang," terangnya.

Namun dengan kondisi sekarang, secara tertulis hutang PT.Saras Perkasa sebesar RP.35,2M termasuk bunga yang harus dibayar tersebut," papar saksi lagi.***(har)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Hukum lainnya..........
- Satgas Karlahut Turunkan Paskhas TNI AU Segel Lahan di Sejumlah Kabupaten
- KBRI Sukses Yakinkan Malaysia Bebaskan 19 Nelayan Asal Rohil
- Letuskan Tembakan, Rampok Rampas Rp450 Juta Uang ADD di Bengkalis
- Polres Rohul Musnahkan 4,6 Kg Ganja dan 12,17 Gram Sabu
- Peringatan ke-70 Hari Bhayangkara,
Kapolres Rohul Beri Penghargaan ke Sejumlah Pihak

- Penumpang Luka-Luka,
Dua Speedboat Tabrakan d Perairan Kuala Enok, Inhil

- Polres Kampar Ringkus 1 Tersangka Pencurian Sarang Walet


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.80.200.41
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com