Untitled Document
Senin, 9 Jumadil Akhir 1436 H |
Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Senin, 30 Maret 2015 19:49
Pilkada Dumai 2015,
PPP Buka Pendaftaran Balon Kepala Daerah


Senin, 30 Maret 2015 19:45
2015, Dumai Targetkan PAD Parkir Terminal Barang Rp18 Miliar

Senin, 30 Maret 2015 19:40
Kejar Target, BPJS Naker Dumai Gencarkan Sosialisasi

Senin, 30 Maret 2015 19:30
Sekko Dumai Minta KPU Tak Risau Soal Anggaran Berkurang

Senin, 30 Maret 2015 19:26
Terkait 12 Ranperda,
Delapan Fraksi DPRD Rohil Sampaikan Pandangan Umum


Senin, 30 Maret 2015 19:21
Segera Ditertibkan, Arminareka dan AFI Tour Tak Kantongi Ijin Kemenag Riau

Senin, 30 Maret 2015 19:19
Polres Inhu Tangkap Perampok Nasabah BNI 46 di Belilas



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 9 Januari 2013 14:26
Sidang Lanjutan Bank Riau Kepri,
Jaksa Pertanyakan Alasan Kebijakan Take Over


Sidang dugaan kredit bermasalah Bank Riau Kepri kembali digelar. Jaksa mempertanyakan alasan keluarnya kebijakan take over.

Riauterkini-PEKANBARU-Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru, kembali menggelar sidang lanjutan kasus kredit macet Bank Riau dengan terdakwa Zulkifli Thalib, Rabu (9/1/13).

Sidang yang masih mendengarkan keterangan saksi itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Oka Regina SH, menghadirkan Edirizon selaku mantan Analis kredit kantor pusat, dan Rizali Efendi sebagai mantan pimpinan bagian kredit Bank Riau.

Dalam sidang yang dipimpin Hakim Ketua majelis Ida Bagus Dwiyantara SH MH. Edirizon mengatakan, saat pembahasan pencairan kredit untuk PT.Saras Perkasa pada rapat komite tersebut, hasil rapat komite ditandatangani oleh semua yang hadir, termasuk terdakwa.

" Masing-masing peserta rapat tidak ada yang memberi pendapat, jika ada ketentuan yang berbeda harus ada persetujuan dari direksi"ujarnya.

Selanjutnya, JPU menanyakan alasan Bank Riau melakukan take over pada kredit tersebut. Karena saksi adalah saksi yang ke 6 dan pertanyaan yang sama, maka pertanyaan jaksa dijawab ketua Hakim. Ida Bagus Dwiyantara menjelaskan kepada JPU, bahwa Bank Riau melakukan take over semata-mata untuk menyelamatkan bank.

" Take over dilakukan untuk menyelamatkan kondisi bank, karena sebelumnya terjadi masalah kredit macet, maka nya dilakukan take over, " jelas hakim

Saksi kemudian mengatakan kalau dirinya mengaku tidak tahu jumlah uang Riil yang diterima oleh PT.Saras Perkasa. Selain itu, saksi juga mengungkapkan bahwa Bank Riau tidak mengalami kerugian dalam hal ini. Karena semua jaminan dengan nilai diatas plafon kredit bisa diambil bank.

" Dengan pertimbangan dapat dilanjutkan proyek mall tersebut, maka nilai jaminan tentu tambah tinggi. Dibandingkan apa yang telah dilakukan kredit sebelumnya, tentu bisa untung. Kalaupun ada resiko, maka jaminan tersebut dapat dilelang," terangnya.

Namun dengan kondisi sekarang, secara tertulis hutang PT.Saras Perkasa sebesar RP.35,2M termasuk bunga yang harus dibayar tersebut," papar saksi lagi.***(har)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Hukum lainnya..........
- Polres Inhu Tangkap Perampok Nasabah BNI 46 di Belilas
- Bawa Peluru ke Bandara SSK II Pekanbaru,
WNA Asal Spanyol dan Italia Diamankan Polisi

- Bangun Gudang, Kepala BPBD Riau Dituding Serobot Lahan Warga
- Ayah Tiri Bunuh Bocah Dua Tahun,
Ibu korban Berharap Suaminya Dihukum Setimpal

- Penadah Keramik dan Cat Divonis 14 Bulan Penjara
- Sejumlah PNS di Duri ke Mal Saat Jam Kerja
- Datangai Kejati Riau, Keluarga Korban Pembunuhan Desak Kajari Rohil Dipecat


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.205.157.94
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com