Untitled Document
Jumat, 9 Rabiul Akhir 1436 H |
Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Jum’at, 30 Januari 2015 17:53
Penyaluran Raskin di Bengkalis, Bulog Tunggu Perintah Bupati

Jum’at, 30 Januari 2015 17:52
Aulia Pimpin Pengkab PDBI Bengkalis

Jum’at, 30 Januari 2015 17:42
Perda Bentuk Desa Adat,
Pansus DPRD Bengkalis Konsultasi ke Kemendagri


Jum’at, 30 Januari 2015 17:38
Pulang Bekerja, Polwan Dit Pam Obvit Polda Riau Dijambret OTK

Jum’at, 30 Januari 2015 16:29
Raskin di Rohul Ternyata Berkutu

Jum’at, 30 Januari 2015 16:22
BPT-PM: Geliat MEA Belum Tampak di Pekanbaru

Jum’at, 30 Januari 2015 16:17
Satpol PP Riau Kembali Tarik Paksa Dua Unit Mobdin Mantan Anggota DPRD Riau



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 9 Januari 2013 14:26
Sidang Lanjutan Bank Riau Kepri,
Jaksa Pertanyakan Alasan Kebijakan Take Over


Sidang dugaan kredit bermasalah Bank Riau Kepri kembali digelar. Jaksa mempertanyakan alasan keluarnya kebijakan take over.

Riauterkini-PEKANBARU-Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru, kembali menggelar sidang lanjutan kasus kredit macet Bank Riau dengan terdakwa Zulkifli Thalib, Rabu (9/1/13).

Sidang yang masih mendengarkan keterangan saksi itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Oka Regina SH, menghadirkan Edirizon selaku mantan Analis kredit kantor pusat, dan Rizali Efendi sebagai mantan pimpinan bagian kredit Bank Riau.

Dalam sidang yang dipimpin Hakim Ketua majelis Ida Bagus Dwiyantara SH MH. Edirizon mengatakan, saat pembahasan pencairan kredit untuk PT.Saras Perkasa pada rapat komite tersebut, hasil rapat komite ditandatangani oleh semua yang hadir, termasuk terdakwa.

" Masing-masing peserta rapat tidak ada yang memberi pendapat, jika ada ketentuan yang berbeda harus ada persetujuan dari direksi"ujarnya.

Selanjutnya, JPU menanyakan alasan Bank Riau melakukan take over pada kredit tersebut. Karena saksi adalah saksi yang ke 6 dan pertanyaan yang sama, maka pertanyaan jaksa dijawab ketua Hakim. Ida Bagus Dwiyantara menjelaskan kepada JPU, bahwa Bank Riau melakukan take over semata-mata untuk menyelamatkan bank.

" Take over dilakukan untuk menyelamatkan kondisi bank, karena sebelumnya terjadi masalah kredit macet, maka nya dilakukan take over, " jelas hakim

Saksi kemudian mengatakan kalau dirinya mengaku tidak tahu jumlah uang Riil yang diterima oleh PT.Saras Perkasa. Selain itu, saksi juga mengungkapkan bahwa Bank Riau tidak mengalami kerugian dalam hal ini. Karena semua jaminan dengan nilai diatas plafon kredit bisa diambil bank.

" Dengan pertimbangan dapat dilanjutkan proyek mall tersebut, maka nilai jaminan tentu tambah tinggi. Dibandingkan apa yang telah dilakukan kredit sebelumnya, tentu bisa untung. Kalaupun ada resiko, maka jaminan tersebut dapat dilelang," terangnya.

Namun dengan kondisi sekarang, secara tertulis hutang PT.Saras Perkasa sebesar RP.35,2M termasuk bunga yang harus dibayar tersebut," papar saksi lagi.***(har)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Hukum lainnya..........
- Pulang Bekerja, Polwan Dit Pam Obvit Polda Riau Dijambret OTK
- Ditinggal Pergi Wirid, Rumah Warga Kampar Hangus Terbakar
- Polisi Akui Murni Kecelakaan,
Bocah 4 Tahun di Rohul Tewas di Kolam Galian di Rambah Hilir

- Sedang Disidik, Polres Dumai Kaget Proyek Jl HR Sobrantas Berlanjut
- Camp PT Diamond Raya Timber di Bakar Mayarakat Rohil
- Penggalian Kabel PLN Rusak Jalan, Satpol PP Bakal Menindak
- Dipuji Mebes Polri, Kantor Bhabinkamtibmas di Siak Perdana di Indonesia


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.159.226.203
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com