Untitled Document
Selasa, 12 Jumadil Awwal 1436 H |
Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Selasa, 3 Maret 2015 07:05
Dikunjungi Anggota DPD RI, Pemkab Rohil Sampaikan Protes HPH PT Diamond Diperpanjang

Selasa, 3 Maret 2015 07:02
Dewan Sebut Krisis Moral Picu Maraknya Tindak Amoral di Inhu

Selasa, 3 Maret 2015 07:00
Diadili di PN Ujung Tanjung, Rohil,
Satu Menit Pensiunan TNI Habisi Nyawa Empat Warga


Senin, 2 Maret 2015 22:54
6 Murid Tewas di PT PISP II,
Dewan Minta Polres Rohul Usut Kelalaian Perusahaan


Senin, 2 Maret 2015 22:48
Stroke Ringan, Sidang Anggota DPRD Riau Siswaja Muliadi Ditunda Pekan Depan

Senin, 2 Maret 2015 22:39
Wabup Imbau Perusahaan di Inhil Daftarkan Pekerjaan ke BPJS

Senin, 2 Maret 2015 22:06
Kecelakaan Truk Tewaskan 6 Murid SD,
PT PISP II Rohul Santuni Keluarga Korban dan Siapkan Ambulance




Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 9 Januari 2013 14:26
Sidang Lanjutan Bank Riau Kepri,
Jaksa Pertanyakan Alasan Kebijakan Take Over


Sidang dugaan kredit bermasalah Bank Riau Kepri kembali digelar. Jaksa mempertanyakan alasan keluarnya kebijakan take over.

Riauterkini-PEKANBARU-Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru, kembali menggelar sidang lanjutan kasus kredit macet Bank Riau dengan terdakwa Zulkifli Thalib, Rabu (9/1/13).

Sidang yang masih mendengarkan keterangan saksi itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Oka Regina SH, menghadirkan Edirizon selaku mantan Analis kredit kantor pusat, dan Rizali Efendi sebagai mantan pimpinan bagian kredit Bank Riau.

Dalam sidang yang dipimpin Hakim Ketua majelis Ida Bagus Dwiyantara SH MH. Edirizon mengatakan, saat pembahasan pencairan kredit untuk PT.Saras Perkasa pada rapat komite tersebut, hasil rapat komite ditandatangani oleh semua yang hadir, termasuk terdakwa.

" Masing-masing peserta rapat tidak ada yang memberi pendapat, jika ada ketentuan yang berbeda harus ada persetujuan dari direksi"ujarnya.

Selanjutnya, JPU menanyakan alasan Bank Riau melakukan take over pada kredit tersebut. Karena saksi adalah saksi yang ke 6 dan pertanyaan yang sama, maka pertanyaan jaksa dijawab ketua Hakim. Ida Bagus Dwiyantara menjelaskan kepada JPU, bahwa Bank Riau melakukan take over semata-mata untuk menyelamatkan bank.

" Take over dilakukan untuk menyelamatkan kondisi bank, karena sebelumnya terjadi masalah kredit macet, maka nya dilakukan take over, " jelas hakim

Saksi kemudian mengatakan kalau dirinya mengaku tidak tahu jumlah uang Riil yang diterima oleh PT.Saras Perkasa. Selain itu, saksi juga mengungkapkan bahwa Bank Riau tidak mengalami kerugian dalam hal ini. Karena semua jaminan dengan nilai diatas plafon kredit bisa diambil bank.

" Dengan pertimbangan dapat dilanjutkan proyek mall tersebut, maka nilai jaminan tentu tambah tinggi. Dibandingkan apa yang telah dilakukan kredit sebelumnya, tentu bisa untung. Kalaupun ada resiko, maka jaminan tersebut dapat dilelang," terangnya.

Namun dengan kondisi sekarang, secara tertulis hutang PT.Saras Perkasa sebesar RP.35,2M termasuk bunga yang harus dibayar tersebut," papar saksi lagi.***(har)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Hukum lainnya..........
- Diadili di PN Ujung Tanjung, Rohil,
Satu Menit Pensiunan TNI Habisi Nyawa Empat Warga

- 6 Murid Tewas di PT PISP II,
Dewan Minta Polres Rohul Usut Kelalaian Perusahaan

- Stroke Ringan, Sidang Anggota DPRD Riau Siswaja Muliadi Ditunda Pekan Depan
- Kecelakaan Truk Tewaskan 6 Murid SD,
PT PISP II Rohul Santuni Keluarga Korban dan Siapkan Ambulance

- Penertiban Malam Hari, Puluhan PKL di Duri Berhamburan
- Curi 6 Karung Pupuk, PT TPP "Polisi"-kan Karyawannya
- 6 Murid SDN 008 Bonai Tewas,
Berikut Kronologis Dump Truk Terbalik di PT PISP II



Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.145.162.230
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com