Untitled Document
Sabtu, 28 Jumadil Akhir 1436 H |
Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Sabtu, 18 April 2015 13:33
Dianggap Hanya Merugikan, Warga Pelalawan Sandera Truk CPO PT MAL

Sabtu, 18 April 2015 12:00
Penjaringan Balon Bupati PAN Kuansing Usai Pelantikan Pengurus

Sabtu, 18 April 2015 11:51
Kawasan Lindung, Perambah Hutan Pulau Basu di Inhil Bisa Dipidanakan

Sabtu, 18 April 2015 11:47
AKBP Edy Sumardi Resmi Pimpin Polres Kuansing

Sabtu, 18 April 2015 10:21
Diserang Buaya Saat Cuci Pakaian di Sungai, Warga Rohil Lolos dari Maut

Sabtu, 18 April 2015 10:18
Fun Bike HUT Bank Riau Kepri ke-49 Berlangsung Meriah

Sabtu, 18 April 2015 10:16
Kantor Pos Bagansiapiapi Bayarkan Dana PSKS



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 9 Januari 2013 14:26
Sidang Lanjutan Bank Riau Kepri,
Jaksa Pertanyakan Alasan Kebijakan Take Over


Sidang dugaan kredit bermasalah Bank Riau Kepri kembali digelar. Jaksa mempertanyakan alasan keluarnya kebijakan take over.

Riauterkini-PEKANBARU-Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru, kembali menggelar sidang lanjutan kasus kredit macet Bank Riau dengan terdakwa Zulkifli Thalib, Rabu (9/1/13).

Sidang yang masih mendengarkan keterangan saksi itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Oka Regina SH, menghadirkan Edirizon selaku mantan Analis kredit kantor pusat, dan Rizali Efendi sebagai mantan pimpinan bagian kredit Bank Riau.

Dalam sidang yang dipimpin Hakim Ketua majelis Ida Bagus Dwiyantara SH MH. Edirizon mengatakan, saat pembahasan pencairan kredit untuk PT.Saras Perkasa pada rapat komite tersebut, hasil rapat komite ditandatangani oleh semua yang hadir, termasuk terdakwa.

" Masing-masing peserta rapat tidak ada yang memberi pendapat, jika ada ketentuan yang berbeda harus ada persetujuan dari direksi"ujarnya.

Selanjutnya, JPU menanyakan alasan Bank Riau melakukan take over pada kredit tersebut. Karena saksi adalah saksi yang ke 6 dan pertanyaan yang sama, maka pertanyaan jaksa dijawab ketua Hakim. Ida Bagus Dwiyantara menjelaskan kepada JPU, bahwa Bank Riau melakukan take over semata-mata untuk menyelamatkan bank.

" Take over dilakukan untuk menyelamatkan kondisi bank, karena sebelumnya terjadi masalah kredit macet, maka nya dilakukan take over, " jelas hakim

Saksi kemudian mengatakan kalau dirinya mengaku tidak tahu jumlah uang Riil yang diterima oleh PT.Saras Perkasa. Selain itu, saksi juga mengungkapkan bahwa Bank Riau tidak mengalami kerugian dalam hal ini. Karena semua jaminan dengan nilai diatas plafon kredit bisa diambil bank.

" Dengan pertimbangan dapat dilanjutkan proyek mall tersebut, maka nilai jaminan tentu tambah tinggi. Dibandingkan apa yang telah dilakukan kredit sebelumnya, tentu bisa untung. Kalaupun ada resiko, maka jaminan tersebut dapat dilelang," terangnya.

Namun dengan kondisi sekarang, secara tertulis hutang PT.Saras Perkasa sebesar RP.35,2M termasuk bunga yang harus dibayar tersebut," papar saksi lagi.***(har)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Hukum lainnya..........
- Dianggap Hanya Merugikan, Warga Pelalawan Sandera Truk CPO PT MAL
- Kawasan Lindung, Perambah Hutan Pulau Basu di Inhil Bisa Dipidanakan
- AKBP Edy Sumardi Resmi Pimpin Polres Kuansing
- Terungkap, Seorang Imigran Gelap Asal Iran Miliki KTP Pekanbaru
- Praperadilan Pengecer Pupuk, Saksi Polres Siak Diteriaki Pengunjung Sidang
- Presiden Keluar Keputusan Pemberhentian Sementara Gubri Annas Maamun
- Tinggal Sepucuk Surat, Tersangka Penyusup Mario Kabur dari Rumah


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.161.154.115
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com