Untitled Document
Kamis, 2 Zulqaidah 1435 H |
Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Kamis, 28 Agustus 2014 08:08
Elemen Mahasiswa Desak Gubri Klarifikasi Tuduhan Pencabulan

Kamis, 28 Agustus 2014 07:51
Bupati Buka Kegiatan Donor Darah dan Pengobatan Gratis Tajaan PMI Riau

Kamis, 28 Agustus 2014 07:45
Hindari Konfliki,
Bupati Inhil Minta Perusahaan Transparansi Kegiatan


Kamis, 28 Agustus 2014 07:23
Brigjen Dolly Gantikan Brigjen Condro sebagai Kapolda Riau

Kamis, 28 Agustus 2014 07:14
Kantor PN Pasirpangaraian Ludes Terbakar

Kamis, 28 Agustus 2014 07:10
MTQ Pekanbaru ke 47
Kecamatan Tenayan Raya Raih Juara


Rabu, 27 Agustus 2014 21:53
Putri Tokoh Riau Laporkan Dugaan Pencabulan HAM ke Mabes Polri



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 9 Januari 2013 14:26
Sidang Lanjutan Bank Riau Kepri,
Jaksa Pertanyakan Alasan Kebijakan Take Over


Sidang dugaan kredit bermasalah Bank Riau Kepri kembali digelar. Jaksa mempertanyakan alasan keluarnya kebijakan take over.

Riauterkini-PEKANBARU-Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru, kembali menggelar sidang lanjutan kasus kredit macet Bank Riau dengan terdakwa Zulkifli Thalib, Rabu (9/1/13).

Sidang yang masih mendengarkan keterangan saksi itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Oka Regina SH, menghadirkan Edirizon selaku mantan Analis kredit kantor pusat, dan Rizali Efendi sebagai mantan pimpinan bagian kredit Bank Riau.

Dalam sidang yang dipimpin Hakim Ketua majelis Ida Bagus Dwiyantara SH MH. Edirizon mengatakan, saat pembahasan pencairan kredit untuk PT.Saras Perkasa pada rapat komite tersebut, hasil rapat komite ditandatangani oleh semua yang hadir, termasuk terdakwa.

" Masing-masing peserta rapat tidak ada yang memberi pendapat, jika ada ketentuan yang berbeda harus ada persetujuan dari direksi"ujarnya.

Selanjutnya, JPU menanyakan alasan Bank Riau melakukan take over pada kredit tersebut. Karena saksi adalah saksi yang ke 6 dan pertanyaan yang sama, maka pertanyaan jaksa dijawab ketua Hakim. Ida Bagus Dwiyantara menjelaskan kepada JPU, bahwa Bank Riau melakukan take over semata-mata untuk menyelamatkan bank.

" Take over dilakukan untuk menyelamatkan kondisi bank, karena sebelumnya terjadi masalah kredit macet, maka nya dilakukan take over, " jelas hakim

Saksi kemudian mengatakan kalau dirinya mengaku tidak tahu jumlah uang Riil yang diterima oleh PT.Saras Perkasa. Selain itu, saksi juga mengungkapkan bahwa Bank Riau tidak mengalami kerugian dalam hal ini. Karena semua jaminan dengan nilai diatas plafon kredit bisa diambil bank.

" Dengan pertimbangan dapat dilanjutkan proyek mall tersebut, maka nilai jaminan tentu tambah tinggi. Dibandingkan apa yang telah dilakukan kredit sebelumnya, tentu bisa untung. Kalaupun ada resiko, maka jaminan tersebut dapat dilelang," terangnya.

Namun dengan kondisi sekarang, secara tertulis hutang PT.Saras Perkasa sebesar RP.35,2M termasuk bunga yang harus dibayar tersebut," papar saksi lagi.***(har)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Hukum lainnya..........
- Brigjen Dolly Gantikan Brigjen Condro sebagai Kapolda Riau
- Kantor PN Pasirpangaraian Ludes Terbakar
- Putri Tokoh Riau Laporkan Dugaan Pencabulan HAM ke Mabes Polri
- Pengungkapan Tindak Pidana Lahgun Narkoba di Bengkalis Menurun
- Sopir Colt Diesel Melarikan Diri,
Penjual Es Dawet Tewas Ditabrak di Baganbatu, Rohil,

- FBI Minta Aparat Usut Pencatutan Nama PWRI Dumai
- Diduga Korupsi Dana Posyandu, Anggota DPRD Dumai Terpilih Dipolisikan


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.198.151.253
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com