Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Rabu, 25 April 2018 09:15
Sambutan Tertulis Mendagri di Hari Otda, Ingatkan ASN Netral

Rabu, 25 April 2018 06:52
Pengurus PC PMII Kota Pekanbaru Priode 2018-2019 Dilantik

Rabu, 25 April 2018 06:49
Warga Kuansing Adukan Pencemaran Sungai oleh Empat Perusahaan ke DPRD Riau

Selasa, 24 April 2018 22:31
Jualbelikan Pupuk Subsidi di Luar Wilayah, Agen Pupuk di Sei Kumango Ditangkap Polres Rohul

Selasa, 24 April 2018 22:28
Sekda: Tahun Ini TPP Pemkab Bengkalis Tidak Dirasionalisasi

Selasa, 24 April 2018 22:24
Pesta Narkoba, 2 Warga Pasirpangaraian Diciduk Polisi Rohul

Selasa, 24 April 2018 22:20
Gendong' Sabu 2,9 Kg di Pinggir, Bengkalis,
1 Terdakwa Divonis Seumur Hidup dan 3 Terdakwa 19 Tahun Penjara


Selasa, 24 April 2018 21:26
Program Rp1 Miliar Per Desa LE-Hardianto Mendapat Atensi Masyarakat

Selasa, 24 April 2018 21:21
Begini Cara Pasangan Firdaus-Rusli Atasi Pengangguran di Duri

Selasa, 24 April 2018 21:16
DPT Riau 2018 Sebanyak 3.622.488 Pemilih

loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 9 Januari 2013 14:26
Sidang Lanjutan Bank Riau Kepri,
Jaksa Pertanyakan Alasan Kebijakan Take Over


Sidang dugaan kredit bermasalah Bank Riau Kepri kembali digelar. Jaksa mempertanyakan alasan keluarnya kebijakan take over.

Riauterkini-PEKANBARU-Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru, kembali menggelar sidang lanjutan kasus kredit macet Bank Riau dengan terdakwa Zulkifli Thalib, Rabu (9/1/13).

Sidang yang masih mendengarkan keterangan saksi itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Oka Regina SH, menghadirkan Edirizon selaku mantan Analis kredit kantor pusat, dan Rizali Efendi sebagai mantan pimpinan bagian kredit Bank Riau.

Dalam sidang yang dipimpin Hakim Ketua majelis Ida Bagus Dwiyantara SH MH. Edirizon mengatakan, saat pembahasan pencairan kredit untuk PT.Saras Perkasa pada rapat komite tersebut, hasil rapat komite ditandatangani oleh semua yang hadir, termasuk terdakwa.

" Masing-masing peserta rapat tidak ada yang memberi pendapat, jika ada ketentuan yang berbeda harus ada persetujuan dari direksi"ujarnya.

Selanjutnya, JPU menanyakan alasan Bank Riau melakukan take over pada kredit tersebut. Karena saksi adalah saksi yang ke 6 dan pertanyaan yang sama, maka pertanyaan jaksa dijawab ketua Hakim. Ida Bagus Dwiyantara menjelaskan kepada JPU, bahwa Bank Riau melakukan take over semata-mata untuk menyelamatkan bank.

" Take over dilakukan untuk menyelamatkan kondisi bank, karena sebelumnya terjadi masalah kredit macet, maka nya dilakukan take over, " jelas hakim

Saksi kemudian mengatakan kalau dirinya mengaku tidak tahu jumlah uang Riil yang diterima oleh PT.Saras Perkasa. Selain itu, saksi juga mengungkapkan bahwa Bank Riau tidak mengalami kerugian dalam hal ini. Karena semua jaminan dengan nilai diatas plafon kredit bisa diambil bank.

" Dengan pertimbangan dapat dilanjutkan proyek mall tersebut, maka nilai jaminan tentu tambah tinggi. Dibandingkan apa yang telah dilakukan kredit sebelumnya, tentu bisa untung. Kalaupun ada resiko, maka jaminan tersebut dapat dilelang," terangnya.

Namun dengan kondisi sekarang, secara tertulis hutang PT.Saras Perkasa sebesar RP.35,2M termasuk bunga yang harus dibayar tersebut," papar saksi lagi.***(har)

Loading...


Berita Hukum lainnya..........
- Jualbelikan Pupuk Subsidi di Luar Wilayah, Agen Pupuk di Sei Kumango Ditangkap Polres Rohul
- Pesta Narkoba, 2 Warga Pasirpangaraian Diciduk Polisi Rohul
- Gendong' Sabu 2,9 Kg di Pinggir, Bengkalis,
1 Terdakwa Divonis Seumur Hidup dan 3 Terdakwa 19 Tahun Penjara

- Supervisi Operasi Mantap Praja Muara Takus ke Polsek Gaung, Inhil
- Enam Terdakwa Minta Bebas Korupsi Manipulasi Penerbitan SHM Tesso Nilo, Kampar
-
- Korupsi Dana Karlahut, Jaksa Tahan Tiga Pejabat Pemko Dumai
- Material Plat Mencukupi,
Satlantas Polres Bengkalis Tegaskan Pengambilan TNKB Gratis

- Pesta Ganja, Empat Pemuda di Inhu Ditangkap Polisi
- Karyawan PT SSR di Inhu Ditemukan Tewas Membusuk di Mess Perusahaan
- Jadi 'Toke' Togel, 'Imam Vihara' dan Seorang Warga Bengkalis Ditangkap Polisi
- Satu Napi, Polres Inhil Tangkap Dua Pengedar Sabu
- Tiga Hari Menghilang Seorang Warga Inhu Ditemukan Tewas Disungai
- Korupsi SPPD Fiktif Dispenda Riau, Saksi Gugup Beberkan Pemotongan 10 Persen
- Pendemo di Kantor Gubri, Protes Rencana Pembangunan Waduk Lompatan Harimau di Rohul
- Awalnya Dikira Besi Tua,
Rupanya 2 Benda Ditemukan Karyawan PT. BIP Ujung Batu Granat Nanas

- Miliki Shabu 4 Kilogram, Teknisi Elektronik Dibekuk Polresta Pekanbaru
- Supir Sakaw, Innova Ringsek Nabrak Halte Bus di Jalan Soedirman Pekanbaru
- Rugikan Negara Rp1.7 M, Polda Riau Tetapkan Dua Tersangka Baru Korupsi di Dipenda Riau
- Lakukan Aborsi, Seorang Dukun di Inhu Ditangkap


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda : 54.166.172.33
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com