Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Selasa, 26 Juli 2016 20:20
Citilink Jadikan Pekanbaru Pusat Rute Sumatera

Selasa, 26 Juli 2016 20:18
Menpan-RB Minta Daerah Tunda Penerimaan CPNS Tahun Ini

Selasa, 26 Juli 2016 20:14
BKD Dumai Larang Seluruh PNS Bermain Pokemon Go

Selasa, 26 Juli 2016 20:11
Mitra Bina Program CD RAPP, Tak Mau Hanya Jadi Penonton

Selasa, 26 Juli 2016 19:44
DBH Menurun, Wawako Dumai Ajak Perusahan Bangun Daerah

Selasa, 26 Juli 2016 19:42
Wakil Bupati dan Ketua PKK Kuansing Akan Terima Penghargaan BKL dari Presiden RI

Selasa, 26 Juli 2016 19:40
Besok Siang Dikebumikan,
Jenazah Anggota Polsek Kotogasib, Siak Tiba di Rumah Duka di Pekanbaru




Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 9 Januari 2013 14:26
Sidang Lanjutan Bank Riau Kepri,
Jaksa Pertanyakan Alasan Kebijakan Take Over


Sidang dugaan kredit bermasalah Bank Riau Kepri kembali digelar. Jaksa mempertanyakan alasan keluarnya kebijakan take over.

Riauterkini-PEKANBARU-Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru, kembali menggelar sidang lanjutan kasus kredit macet Bank Riau dengan terdakwa Zulkifli Thalib, Rabu (9/1/13).

Sidang yang masih mendengarkan keterangan saksi itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Oka Regina SH, menghadirkan Edirizon selaku mantan Analis kredit kantor pusat, dan Rizali Efendi sebagai mantan pimpinan bagian kredit Bank Riau.

Dalam sidang yang dipimpin Hakim Ketua majelis Ida Bagus Dwiyantara SH MH. Edirizon mengatakan, saat pembahasan pencairan kredit untuk PT.Saras Perkasa pada rapat komite tersebut, hasil rapat komite ditandatangani oleh semua yang hadir, termasuk terdakwa.

" Masing-masing peserta rapat tidak ada yang memberi pendapat, jika ada ketentuan yang berbeda harus ada persetujuan dari direksi"ujarnya.

Selanjutnya, JPU menanyakan alasan Bank Riau melakukan take over pada kredit tersebut. Karena saksi adalah saksi yang ke 6 dan pertanyaan yang sama, maka pertanyaan jaksa dijawab ketua Hakim. Ida Bagus Dwiyantara menjelaskan kepada JPU, bahwa Bank Riau melakukan take over semata-mata untuk menyelamatkan bank.

" Take over dilakukan untuk menyelamatkan kondisi bank, karena sebelumnya terjadi masalah kredit macet, maka nya dilakukan take over, " jelas hakim

Saksi kemudian mengatakan kalau dirinya mengaku tidak tahu jumlah uang Riil yang diterima oleh PT.Saras Perkasa. Selain itu, saksi juga mengungkapkan bahwa Bank Riau tidak mengalami kerugian dalam hal ini. Karena semua jaminan dengan nilai diatas plafon kredit bisa diambil bank.

" Dengan pertimbangan dapat dilanjutkan proyek mall tersebut, maka nilai jaminan tentu tambah tinggi. Dibandingkan apa yang telah dilakukan kredit sebelumnya, tentu bisa untung. Kalaupun ada resiko, maka jaminan tersebut dapat dilelang," terangnya.

Namun dengan kondisi sekarang, secara tertulis hutang PT.Saras Perkasa sebesar RP.35,2M termasuk bunga yang harus dibayar tersebut," papar saksi lagi.***(har)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Hukum lainnya..........
- Besok Siang Dikebumikan,
Jenazah Anggota Polsek Kotogasib, Siak Tiba di Rumah Duka di Pekanbaru

- Korupsi Dana Bansos,
Tanyakan Turba, Mantan Ketua DPRD Bengkalis Jadi Gugup

- Kecelakaan di Jalintim Pelalawan,
Anggota Polsek Goto Gasibl, Siak Tewas di TKP

- Masuknya Barang Ilegal Asal Malaysia,
Mafia Pekanbaru Manfaatkan Meranti Sabagai Wilayah Transit

- Kebakaran 12 Rumah, Rohil,
Harta Benda Korban Tak Bisa Diselamatkan

- Razia, Dishub Pekanbaru Jaring Lima Angkutan Umum tak Layak Jalan
- Dua Personil Brimob Dihajar Puluhan Preman di Pasar Palapa Pekanbaru


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.92.184.222
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com