Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Jum’at, 26 Agustus 2016 09:51
Pengurus Cabang Inkai Dumai 2016-2019 Resmi Dikukuhkan

Jum’at, 26 Agustus 2016 08:15
Saatnya Lengkapi Hunian Modern Anda dengan Produk Inovatif dari ACE

Jum’at, 26 Agustus 2016 08:08
Datang ke Meranti, Kapolda Langsung Temui Tokoh dan Keluarga Korban

Jum’at, 26 Agustus 2016 06:47
Sudah Terima Sagu Hati, Ratusan PKS di JJS Duri Ditagih Janji Pindah

Kamis, 25 Agustus 2016 21:09
Selatpanjang Mulai Kondusif, Akses ke Polres Ditutup Polisi

Kamis, 25 Agustus 2016 20:18
Bupati Bengkalis Tinjau Karlahut di Dua Desa di Pinggir

Kamis, 25 Agustus 2016 20:01
Modus Motor Rusak, Motor Pelajar di Tambusai Utara, Rohul Dibawa Kabur



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 9 Januari 2013 14:26
Sidang Lanjutan Bank Riau Kepri,
Jaksa Pertanyakan Alasan Kebijakan Take Over


Sidang dugaan kredit bermasalah Bank Riau Kepri kembali digelar. Jaksa mempertanyakan alasan keluarnya kebijakan take over.

Riauterkini-PEKANBARU-Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru, kembali menggelar sidang lanjutan kasus kredit macet Bank Riau dengan terdakwa Zulkifli Thalib, Rabu (9/1/13).

Sidang yang masih mendengarkan keterangan saksi itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Oka Regina SH, menghadirkan Edirizon selaku mantan Analis kredit kantor pusat, dan Rizali Efendi sebagai mantan pimpinan bagian kredit Bank Riau.

Dalam sidang yang dipimpin Hakim Ketua majelis Ida Bagus Dwiyantara SH MH. Edirizon mengatakan, saat pembahasan pencairan kredit untuk PT.Saras Perkasa pada rapat komite tersebut, hasil rapat komite ditandatangani oleh semua yang hadir, termasuk terdakwa.

" Masing-masing peserta rapat tidak ada yang memberi pendapat, jika ada ketentuan yang berbeda harus ada persetujuan dari direksi"ujarnya.

Selanjutnya, JPU menanyakan alasan Bank Riau melakukan take over pada kredit tersebut. Karena saksi adalah saksi yang ke 6 dan pertanyaan yang sama, maka pertanyaan jaksa dijawab ketua Hakim. Ida Bagus Dwiyantara menjelaskan kepada JPU, bahwa Bank Riau melakukan take over semata-mata untuk menyelamatkan bank.

" Take over dilakukan untuk menyelamatkan kondisi bank, karena sebelumnya terjadi masalah kredit macet, maka nya dilakukan take over, " jelas hakim

Saksi kemudian mengatakan kalau dirinya mengaku tidak tahu jumlah uang Riil yang diterima oleh PT.Saras Perkasa. Selain itu, saksi juga mengungkapkan bahwa Bank Riau tidak mengalami kerugian dalam hal ini. Karena semua jaminan dengan nilai diatas plafon kredit bisa diambil bank.

" Dengan pertimbangan dapat dilanjutkan proyek mall tersebut, maka nilai jaminan tentu tambah tinggi. Dibandingkan apa yang telah dilakukan kredit sebelumnya, tentu bisa untung. Kalaupun ada resiko, maka jaminan tersebut dapat dilelang," terangnya.

Namun dengan kondisi sekarang, secara tertulis hutang PT.Saras Perkasa sebesar RP.35,2M termasuk bunga yang harus dibayar tersebut," papar saksi lagi.***(har)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Hukum lainnya..........
- Datang ke Meranti, Kapolda Langsung Temui Tokoh dan Keluarga Korban
- Sudah Terima Sagu Hati, Ratusan PKS di JJS Duri Ditagih Janji Pindah
- Selatpanjang Mulai Kondusif, Akses ke Polres Ditutup Polisi
- Modus Motor Rusak, Motor Pelajar di Tambusai Utara, Rohul Dibawa Kabur
- Jenazah Brigadir Adil S Tambunan Bakal Dimakamkan di Sumut
- Kasus Karlahut,
Kabareskim: 15 Korporasi di SP3 Karena Tidak Cukup Bukti

- Mengulang Tragedi 2001 di Meranti,
Ribuan Massa Sempat Membakar Asrama Polisi



Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 23.20.18.183
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com