Untitled Document
Rabu, 14 Ramadhan 1436 H |
Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Selasa, 30 Juni 2015 23:18
Tragedi Pesawat Hercules,
Jenazah Serda Ainul Ditemukan, Keluarga Malam Ini Berangkat ke Medan


Selasa, 30 Juni 2015 23:10
Ditinggal Kosong, Rumah Guru di Duri Ludes Dilalap Api

Selasa, 30 Juni 2015 23:07
Dilepas Bupati, Kajari Bengkalis Berganti

Selasa, 30 Juni 2015 22:27
PKNR Rohul Tunggu Hasil Survei untuk Dukung Calon di Pilkada

Selasa, 30 Juni 2015 22:23
Buka Bersama WWF-RCT Bahas Persidangan Pemburu Gading Gajah

Selasa, 30 Juni 2015 22:18
Calon Mahasiswa ISQ Masih Sedikit,
Bupati Rohul Undang Pimpinan Ponpes dari 11 Daerah di Riau


Selasa, 30 Juni 2015 22:10
Untuk Kecamatan Kuala Indragiri, Pemkab Inhil Anggarkan Rp 13,8 Miliar



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 9 Januari 2013 14:26
Sidang Lanjutan Bank Riau Kepri,
Jaksa Pertanyakan Alasan Kebijakan Take Over


Sidang dugaan kredit bermasalah Bank Riau Kepri kembali digelar. Jaksa mempertanyakan alasan keluarnya kebijakan take over.

Riauterkini-PEKANBARU-Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru, kembali menggelar sidang lanjutan kasus kredit macet Bank Riau dengan terdakwa Zulkifli Thalib, Rabu (9/1/13).

Sidang yang masih mendengarkan keterangan saksi itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Oka Regina SH, menghadirkan Edirizon selaku mantan Analis kredit kantor pusat, dan Rizali Efendi sebagai mantan pimpinan bagian kredit Bank Riau.

Dalam sidang yang dipimpin Hakim Ketua majelis Ida Bagus Dwiyantara SH MH. Edirizon mengatakan, saat pembahasan pencairan kredit untuk PT.Saras Perkasa pada rapat komite tersebut, hasil rapat komite ditandatangani oleh semua yang hadir, termasuk terdakwa.

" Masing-masing peserta rapat tidak ada yang memberi pendapat, jika ada ketentuan yang berbeda harus ada persetujuan dari direksi"ujarnya.

Selanjutnya, JPU menanyakan alasan Bank Riau melakukan take over pada kredit tersebut. Karena saksi adalah saksi yang ke 6 dan pertanyaan yang sama, maka pertanyaan jaksa dijawab ketua Hakim. Ida Bagus Dwiyantara menjelaskan kepada JPU, bahwa Bank Riau melakukan take over semata-mata untuk menyelamatkan bank.

" Take over dilakukan untuk menyelamatkan kondisi bank, karena sebelumnya terjadi masalah kredit macet, maka nya dilakukan take over, " jelas hakim

Saksi kemudian mengatakan kalau dirinya mengaku tidak tahu jumlah uang Riil yang diterima oleh PT.Saras Perkasa. Selain itu, saksi juga mengungkapkan bahwa Bank Riau tidak mengalami kerugian dalam hal ini. Karena semua jaminan dengan nilai diatas plafon kredit bisa diambil bank.

" Dengan pertimbangan dapat dilanjutkan proyek mall tersebut, maka nilai jaminan tentu tambah tinggi. Dibandingkan apa yang telah dilakukan kredit sebelumnya, tentu bisa untung. Kalaupun ada resiko, maka jaminan tersebut dapat dilelang," terangnya.

Namun dengan kondisi sekarang, secara tertulis hutang PT.Saras Perkasa sebesar RP.35,2M termasuk bunga yang harus dibayar tersebut," papar saksi lagi.***(har)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Hukum lainnya..........
- Ditinggal Kosong, Rumah Guru di Duri Ludes Dilalap Api
- Dilepas Bupati, Kajari Bengkalis Berganti
- Tragedi Hercules C-130, Satu Personel TNI-AD Sekeluarga Ikut Pesawat
- Sambut HUT Bhayangkara ke-69,
Polsek Dumai Bersih Lingkungan Pasar Bunda Sri Mersing

- 64 Personel Polres Kampar Mendapat Kenaikan Pangkat
- Narkoba dan Korupsi Dominasi Kasus di Dumai
- Tragedi Hercules C-130, Danlanud Pesimis 10 Anggota Paskhas Pekanbaru Selamat


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.224.128.134
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com