Untitled Document
Jumat, 14 Syawwal 1436 H |
Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Jum’at, 31 Juli 2015 17:58
Keluarga Sayangkan,
Tahanan Polres Kampar Diborgol Sampai Sekarat di RS Bhayangkara


Jum’at, 31 Juli 2015 17:53
18 Kasus Karlahut Riau Siap Dilimpahkan ke Pengadilan

Jum’at, 31 Juli 2015 17:50
Siap Bertarung di Pilkada‎ Rohil, Herman Sani Cek Kesehatan di RSUD Arifin Achmad

Jum’at, 31 Juli 2015 16:58
Ikut Pilkada Bengkalis, Ini Alasan Anak Annas Maamun

Jum’at, 31 Juli 2015 16:27
FOSWAR Kutuk Keras Aksi Kekerasan Bupati Yopi Terhadap Jurnalis Inhu

Jum’at, 31 Juli 2015 16:24
Dampak Karhutla, 3 Ribu Warga Riau Terpapar Kabut Asap

Jum’at, 31 Juli 2015 16:23
Paslon Imran-Mukhlisin Terganjal Ikut Pilkada,
Golkar Kuansing Versi Agung Akui Temukan Fakta Baru Kecurangan KPU Setempat




Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 9 Januari 2013 14:26
Sidang Lanjutan Bank Riau Kepri,
Jaksa Pertanyakan Alasan Kebijakan Take Over


Sidang dugaan kredit bermasalah Bank Riau Kepri kembali digelar. Jaksa mempertanyakan alasan keluarnya kebijakan take over.

Riauterkini-PEKANBARU-Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru, kembali menggelar sidang lanjutan kasus kredit macet Bank Riau dengan terdakwa Zulkifli Thalib, Rabu (9/1/13).

Sidang yang masih mendengarkan keterangan saksi itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Oka Regina SH, menghadirkan Edirizon selaku mantan Analis kredit kantor pusat, dan Rizali Efendi sebagai mantan pimpinan bagian kredit Bank Riau.

Dalam sidang yang dipimpin Hakim Ketua majelis Ida Bagus Dwiyantara SH MH. Edirizon mengatakan, saat pembahasan pencairan kredit untuk PT.Saras Perkasa pada rapat komite tersebut, hasil rapat komite ditandatangani oleh semua yang hadir, termasuk terdakwa.

" Masing-masing peserta rapat tidak ada yang memberi pendapat, jika ada ketentuan yang berbeda harus ada persetujuan dari direksi"ujarnya.

Selanjutnya, JPU menanyakan alasan Bank Riau melakukan take over pada kredit tersebut. Karena saksi adalah saksi yang ke 6 dan pertanyaan yang sama, maka pertanyaan jaksa dijawab ketua Hakim. Ida Bagus Dwiyantara menjelaskan kepada JPU, bahwa Bank Riau melakukan take over semata-mata untuk menyelamatkan bank.

" Take over dilakukan untuk menyelamatkan kondisi bank, karena sebelumnya terjadi masalah kredit macet, maka nya dilakukan take over, " jelas hakim

Saksi kemudian mengatakan kalau dirinya mengaku tidak tahu jumlah uang Riil yang diterima oleh PT.Saras Perkasa. Selain itu, saksi juga mengungkapkan bahwa Bank Riau tidak mengalami kerugian dalam hal ini. Karena semua jaminan dengan nilai diatas plafon kredit bisa diambil bank.

" Dengan pertimbangan dapat dilanjutkan proyek mall tersebut, maka nilai jaminan tentu tambah tinggi. Dibandingkan apa yang telah dilakukan kredit sebelumnya, tentu bisa untung. Kalaupun ada resiko, maka jaminan tersebut dapat dilelang," terangnya.

Namun dengan kondisi sekarang, secara tertulis hutang PT.Saras Perkasa sebesar RP.35,2M termasuk bunga yang harus dibayar tersebut," papar saksi lagi.***(har)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Hukum lainnya..........
- Keluarga Sayangkan,
Tahanan Polres Kampar Diborgol Sampai Sekarat di RS Bhayangkara

- 18 Kasus Karlahut Riau Siap Dilimpahkan ke Pengadilan
- FOSWAR Kutuk Keras Aksi Kekerasan Bupati Yopi Terhadap Jurnalis Inhu
- Ditanya Tersangka Baru Suap Pembahasan RAPBD Riau, KPK Enggan Berkomentar
- Soal Naker Asal China, Polres Dumai Belum Mendapat Laporan
- 2 Hari Beruntun, Polsek Mandau Cokok 2 Pemilik Narkoba
- Marak Penipuan, Menpan-RB Imbau Masyarakat Waspada Penerimaan CPNS


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.87.40.216
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com