Untitled Document
Kamis, 4 Safar 1436 H |
Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Rabu, 26 Nopember 2014 23:47
148 KK Korban Banjir di Sei Mandian, Rohul Mengungsi di Tenda Darurat

Rabu, 26 Nopember 2014 23:42
Best Instutional Development,
Kadin Bengkalis Terima Penghargaan Kadin Riau Award 2014


Rabu, 26 Nopember 2014 23:38
Tenggelam Saat Latihan,
Jasad Atlet Dayung Berhasil Ditemukan


Rabu, 26 Nopember 2014 23:33
Pemkab Bengkalis Sosialisasikan Norma Standar Tata Ruang

Rabu, 26 Nopember 2014 23:28
Blusukan Pasar Bawah, Pekanbaru Belum Pasti,
Pagi-pagi Presiden Jokowi Kunjungi Meranti


Rabu, 26 Nopember 2014 23:14
Diduga Sopir Mengantuk, Seorang Warga Muara Lembu, Kuansing Tewas Tertabrak

Rabu, 26 Nopember 2014 23:10
Warga Bengkalis Tewas Kesetrum Genset



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 9 Januari 2013 14:26
Sidang Lanjutan Bank Riau Kepri,
Jaksa Pertanyakan Alasan Kebijakan Take Over


Sidang dugaan kredit bermasalah Bank Riau Kepri kembali digelar. Jaksa mempertanyakan alasan keluarnya kebijakan take over.

Riauterkini-PEKANBARU-Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru, kembali menggelar sidang lanjutan kasus kredit macet Bank Riau dengan terdakwa Zulkifli Thalib, Rabu (9/1/13).

Sidang yang masih mendengarkan keterangan saksi itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Oka Regina SH, menghadirkan Edirizon selaku mantan Analis kredit kantor pusat, dan Rizali Efendi sebagai mantan pimpinan bagian kredit Bank Riau.

Dalam sidang yang dipimpin Hakim Ketua majelis Ida Bagus Dwiyantara SH MH. Edirizon mengatakan, saat pembahasan pencairan kredit untuk PT.Saras Perkasa pada rapat komite tersebut, hasil rapat komite ditandatangani oleh semua yang hadir, termasuk terdakwa.

" Masing-masing peserta rapat tidak ada yang memberi pendapat, jika ada ketentuan yang berbeda harus ada persetujuan dari direksi"ujarnya.

Selanjutnya, JPU menanyakan alasan Bank Riau melakukan take over pada kredit tersebut. Karena saksi adalah saksi yang ke 6 dan pertanyaan yang sama, maka pertanyaan jaksa dijawab ketua Hakim. Ida Bagus Dwiyantara menjelaskan kepada JPU, bahwa Bank Riau melakukan take over semata-mata untuk menyelamatkan bank.

" Take over dilakukan untuk menyelamatkan kondisi bank, karena sebelumnya terjadi masalah kredit macet, maka nya dilakukan take over, " jelas hakim

Saksi kemudian mengatakan kalau dirinya mengaku tidak tahu jumlah uang Riil yang diterima oleh PT.Saras Perkasa. Selain itu, saksi juga mengungkapkan bahwa Bank Riau tidak mengalami kerugian dalam hal ini. Karena semua jaminan dengan nilai diatas plafon kredit bisa diambil bank.

" Dengan pertimbangan dapat dilanjutkan proyek mall tersebut, maka nilai jaminan tentu tambah tinggi. Dibandingkan apa yang telah dilakukan kredit sebelumnya, tentu bisa untung. Kalaupun ada resiko, maka jaminan tersebut dapat dilelang," terangnya.

Namun dengan kondisi sekarang, secara tertulis hutang PT.Saras Perkasa sebesar RP.35,2M termasuk bunga yang harus dibayar tersebut," papar saksi lagi.***(har)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Hukum lainnya..........
- Tenggelam Saat Latihan,
Jasad Atlet Dayung Berhasil Ditemukan

- Diduga Sopir Mengantuk, Seorang Warga Muara Lembu, Kuansing Tewas Tertabrak
- Warga Bengkalis Tewas Kesetrum Genset
- Operasi Zebra Satlantas Polres Bengkalis di Duri Jaring Puluhan Ranmor
- Dewan Mengecam,
FPI Ingatkan Polisi Insiden Musholla RRI Sangat Serius

- Cukong Perambah Hutan Cagar Biosfer Diamankan Polsek Pinggir
- Operasi Zebra 2014, Polres Rohil Kerahkan 55 Personil


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.82.116.210
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com