Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Rabu, 28 September 2016 17:14
Aspirasi Anggota DPRD Riau,
Enam Desa di Rohul Terima Bantuan Ambulance dari Bankeu Riau


Rabu, 28 September 2016 17:02
Pasca Tragedi Meranti Berdarah,
Malam ini Masyarakat Gelar Dialog dengan KontraS dan Polda Riau


Rabu, 28 September 2016 16:55
Komisi B DPRD Riau: PAD Riau dari Sektor Perikanan Belum Tergarap Maksimal

Rabu, 28 September 2016 16:44
Bokor World Music 2016,
Group Musik Eropa dan Afrika Siap Tampil di Kepulauan Meranti


Rabu, 28 September 2016 16:32
Geledah Rumah Mewah Wella di Rumbai, Polisi Temukan Buku Tabungan Rp3 Miliar

Rabu, 28 September 2016 16:26
Pansus Raperda RTRW Riau Dukung Rencana Pusat Revisi UU RTRW

Rabu, 28 September 2016 16:09
Terkait SK Honorer Bodong,
Asisten III Setdakab Rohul Diperiksa Sekira 3 Jam, Sekdakab Rohul Menyusul




Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 9 Januari 2013 14:26
Sidang Lanjutan Bank Riau Kepri,
Jaksa Pertanyakan Alasan Kebijakan Take Over


Sidang dugaan kredit bermasalah Bank Riau Kepri kembali digelar. Jaksa mempertanyakan alasan keluarnya kebijakan take over.

Riauterkini-PEKANBARU-Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru, kembali menggelar sidang lanjutan kasus kredit macet Bank Riau dengan terdakwa Zulkifli Thalib, Rabu (9/1/13).

Sidang yang masih mendengarkan keterangan saksi itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Oka Regina SH, menghadirkan Edirizon selaku mantan Analis kredit kantor pusat, dan Rizali Efendi sebagai mantan pimpinan bagian kredit Bank Riau.

Dalam sidang yang dipimpin Hakim Ketua majelis Ida Bagus Dwiyantara SH MH. Edirizon mengatakan, saat pembahasan pencairan kredit untuk PT.Saras Perkasa pada rapat komite tersebut, hasil rapat komite ditandatangani oleh semua yang hadir, termasuk terdakwa.

" Masing-masing peserta rapat tidak ada yang memberi pendapat, jika ada ketentuan yang berbeda harus ada persetujuan dari direksi"ujarnya.

Selanjutnya, JPU menanyakan alasan Bank Riau melakukan take over pada kredit tersebut. Karena saksi adalah saksi yang ke 6 dan pertanyaan yang sama, maka pertanyaan jaksa dijawab ketua Hakim. Ida Bagus Dwiyantara menjelaskan kepada JPU, bahwa Bank Riau melakukan take over semata-mata untuk menyelamatkan bank.

" Take over dilakukan untuk menyelamatkan kondisi bank, karena sebelumnya terjadi masalah kredit macet, maka nya dilakukan take over, " jelas hakim

Saksi kemudian mengatakan kalau dirinya mengaku tidak tahu jumlah uang Riil yang diterima oleh PT.Saras Perkasa. Selain itu, saksi juga mengungkapkan bahwa Bank Riau tidak mengalami kerugian dalam hal ini. Karena semua jaminan dengan nilai diatas plafon kredit bisa diambil bank.

" Dengan pertimbangan dapat dilanjutkan proyek mall tersebut, maka nilai jaminan tentu tambah tinggi. Dibandingkan apa yang telah dilakukan kredit sebelumnya, tentu bisa untung. Kalaupun ada resiko, maka jaminan tersebut dapat dilelang," terangnya.

Namun dengan kondisi sekarang, secara tertulis hutang PT.Saras Perkasa sebesar RP.35,2M termasuk bunga yang harus dibayar tersebut," papar saksi lagi.***(har)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Hukum lainnya..........
- Pasca Tragedi Meranti Berdarah,
Malam ini Masyarakat Gelar Dialog dengan KontraS dan Polda Riau

- Geledah Rumah Mewah Wella di Rumbai, Polisi Temukan Buku Tabungan Rp3 Miliar
- Terkait SK Honorer Bodong,
Asisten III Setdakab Rohul Diperiksa Sekira 3 Jam, Sekdakab Rohul Menyusul

- Terpental Disambar Taksi, Pengendara Motor di Jalan KH Nasution Pekanbaru Tewas di Tempat
- Korupsi Pemeliharaan Rutin Mobdin DKPP Rohil, Sekretaris dan Tiga Staf Diadili
- Target Polisi Gadungan, Paminal Polresta Pekanbaru Justru Tangkap Pengedar Sabu
- Berkebun di Hutang Lindung, Wabup Kuansing Divonis Bersalah PN Rengat


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.91.156.176
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com