Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Jum’at, 29 April 2016 21:20
Pelantikan Ditargetkan Sebelum Ramadhan,
Pengurus Baru DPD PAN Pelalawan Gelar Rapat Perdana


Jum’at, 29 April 2016 21:15
Warga Pangean Heboh dengan Penemuan Bayi di Teras Rumah Warga

Jum’at, 29 April 2016 18:50
Program RTMPE Pemkab Kampar Diadopsi Anzeco Plantations Kuala Lumpur

Jum’at, 29 April 2016 18:41
Polisi Tangkap 3 Penjual Organ Tubuh Satwa Dilindungi

Jum’at, 29 April 2016 17:59
Sekwan Ahmad Yani Lengkapi 22 Nama Pendaftar Calon Sekdaprov Riau

Jum’at, 29 April 2016 17:51
Hujan Disertai Angin Kencang Hantam Beberapa Wilayah di Pekanbaru

Jum’at, 29 April 2016 17:37
23 Rumah Rusak, Desa Sanglar, Inhil Diterjang Puting Beliung



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 9 Januari 2013 14:26
Sidang Lanjutan Bank Riau Kepri,
Jaksa Pertanyakan Alasan Kebijakan Take Over


Sidang dugaan kredit bermasalah Bank Riau Kepri kembali digelar. Jaksa mempertanyakan alasan keluarnya kebijakan take over.

Riauterkini-PEKANBARU-Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru, kembali menggelar sidang lanjutan kasus kredit macet Bank Riau dengan terdakwa Zulkifli Thalib, Rabu (9/1/13).

Sidang yang masih mendengarkan keterangan saksi itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Oka Regina SH, menghadirkan Edirizon selaku mantan Analis kredit kantor pusat, dan Rizali Efendi sebagai mantan pimpinan bagian kredit Bank Riau.

Dalam sidang yang dipimpin Hakim Ketua majelis Ida Bagus Dwiyantara SH MH. Edirizon mengatakan, saat pembahasan pencairan kredit untuk PT.Saras Perkasa pada rapat komite tersebut, hasil rapat komite ditandatangani oleh semua yang hadir, termasuk terdakwa.

" Masing-masing peserta rapat tidak ada yang memberi pendapat, jika ada ketentuan yang berbeda harus ada persetujuan dari direksi"ujarnya.

Selanjutnya, JPU menanyakan alasan Bank Riau melakukan take over pada kredit tersebut. Karena saksi adalah saksi yang ke 6 dan pertanyaan yang sama, maka pertanyaan jaksa dijawab ketua Hakim. Ida Bagus Dwiyantara menjelaskan kepada JPU, bahwa Bank Riau melakukan take over semata-mata untuk menyelamatkan bank.

" Take over dilakukan untuk menyelamatkan kondisi bank, karena sebelumnya terjadi masalah kredit macet, maka nya dilakukan take over, " jelas hakim

Saksi kemudian mengatakan kalau dirinya mengaku tidak tahu jumlah uang Riil yang diterima oleh PT.Saras Perkasa. Selain itu, saksi juga mengungkapkan bahwa Bank Riau tidak mengalami kerugian dalam hal ini. Karena semua jaminan dengan nilai diatas plafon kredit bisa diambil bank.

" Dengan pertimbangan dapat dilanjutkan proyek mall tersebut, maka nilai jaminan tentu tambah tinggi. Dibandingkan apa yang telah dilakukan kredit sebelumnya, tentu bisa untung. Kalaupun ada resiko, maka jaminan tersebut dapat dilelang," terangnya.

Namun dengan kondisi sekarang, secara tertulis hutang PT.Saras Perkasa sebesar RP.35,2M termasuk bunga yang harus dibayar tersebut," papar saksi lagi.***(har)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Hukum lainnya..........
- Polisi Tangkap 3 Penjual Organ Tubuh Satwa Dilindungi
- Korupsi Penyertaan Modal BUMD PT. BLJ Bengkalis,
Kejagung Tahan RS Serta Periksa Sekda dan Kepala Inspektorat

- Tembak Paha Korban di Jalan ke Bandara SSK, Begal Larikan Sepeda Motor
- Seorang Korban Ditembak,
Pasangan Kekasih di Pekanbaru Dibegal Perampok Bersenpi

- Tersangka Pemalsuan SKGR Sejak Juli 2015,
Kapolda Riau Minta Kasus Camat Tenayan Dituntaskan

- Trauma Disekap dan Dirampok,
Karyawan Indomaret Bukit Barisan Mengigil 3 Jam

- KPK Periksa 13 Saksi lagi untuk Tersangka Suap Johar Firdaus


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 107.20.37.212
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com