Untitled Document
Kamis, 7 Zulhijjah 1435 H |
Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Rabu, 1 Oktober 2014 21:15
Penangkapan Gubri oleh KPK Dipastikan Pengaruhi Rencana Pemekaran

Rabu, 1 Oktober 2014 21:01
Tuding Memeras Gubri, Supriyati Bakal Disomasi Pengacara Wide

Rabu, 1 Oktober 2014 20:59
50 Baterai Tower di Pekanbaru Digasak Maling

Rabu, 1 Oktober 2014 20:50
Tuding Memeras Gubri, Supriyati Bakal Disomasi Pengacara Wide

Rabu, 1 Oktober 2014 20:45
Dilantik jadi Legislator Pusat, Eddy Tanjung Siap Dongkrak Posisi Tawar Riau

Rabu, 1 Oktober 2014 20:44
Akui Akan Disuap Kontraktor PT Chevron,
SBRI Bengkalis Diminta Berhenti Perjuangkan Nasib Buruh Di Duri


Rabu, 1 Oktober 2014 20:21
Satu Pelamar Tuna Netra,
Jumlah Pelamar CPNS Riau Online Tembus 14.724 Orang




Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 9 Januari 2013 14:26
Sidang Lanjutan Bank Riau Kepri,
Jaksa Pertanyakan Alasan Kebijakan Take Over


Sidang dugaan kredit bermasalah Bank Riau Kepri kembali digelar. Jaksa mempertanyakan alasan keluarnya kebijakan take over.

Riauterkini-PEKANBARU-Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru, kembali menggelar sidang lanjutan kasus kredit macet Bank Riau dengan terdakwa Zulkifli Thalib, Rabu (9/1/13).

Sidang yang masih mendengarkan keterangan saksi itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Oka Regina SH, menghadirkan Edirizon selaku mantan Analis kredit kantor pusat, dan Rizali Efendi sebagai mantan pimpinan bagian kredit Bank Riau.

Dalam sidang yang dipimpin Hakim Ketua majelis Ida Bagus Dwiyantara SH MH. Edirizon mengatakan, saat pembahasan pencairan kredit untuk PT.Saras Perkasa pada rapat komite tersebut, hasil rapat komite ditandatangani oleh semua yang hadir, termasuk terdakwa.

" Masing-masing peserta rapat tidak ada yang memberi pendapat, jika ada ketentuan yang berbeda harus ada persetujuan dari direksi"ujarnya.

Selanjutnya, JPU menanyakan alasan Bank Riau melakukan take over pada kredit tersebut. Karena saksi adalah saksi yang ke 6 dan pertanyaan yang sama, maka pertanyaan jaksa dijawab ketua Hakim. Ida Bagus Dwiyantara menjelaskan kepada JPU, bahwa Bank Riau melakukan take over semata-mata untuk menyelamatkan bank.

" Take over dilakukan untuk menyelamatkan kondisi bank, karena sebelumnya terjadi masalah kredit macet, maka nya dilakukan take over, " jelas hakim

Saksi kemudian mengatakan kalau dirinya mengaku tidak tahu jumlah uang Riil yang diterima oleh PT.Saras Perkasa. Selain itu, saksi juga mengungkapkan bahwa Bank Riau tidak mengalami kerugian dalam hal ini. Karena semua jaminan dengan nilai diatas plafon kredit bisa diambil bank.

" Dengan pertimbangan dapat dilanjutkan proyek mall tersebut, maka nilai jaminan tentu tambah tinggi. Dibandingkan apa yang telah dilakukan kredit sebelumnya, tentu bisa untung. Kalaupun ada resiko, maka jaminan tersebut dapat dilelang," terangnya.

Namun dengan kondisi sekarang, secara tertulis hutang PT.Saras Perkasa sebesar RP.35,2M termasuk bunga yang harus dibayar tersebut," papar saksi lagi.***(har)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Hukum lainnya..........
- Tuding Memeras Gubri, Supriyati Bakal Disomasi Pengacara Wide
- 50 Baterai Tower di Pekanbaru Digasak Maling
- Tuding Memeras Gubri, Supriyati Bakal Disomasi Pengacara Wide
- Akui Akan Disuap Kontraktor PT Chevron,
SBRI Bengkalis Diminta Berhenti Perjuangkan Nasib Buruh Di Duri

- Jual Ratusan Kotak Suara untuk Beli Susu Anak,
Petugas Kebersihan KPU Bengkalis Diringkus Polisi

- Pelaku Curanmor di Inhu Kantongi Sabu
- Mendadak, Kapolda Riau Datangi DPRD Riau


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 50.17.154.16
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com