Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Selasa, 31 Mei 2016 22:37
Saksikan Pelantikan Lira Riau,
Gubri: Jangan Hanya Mengawasi tapi Berikan Sumbangsih Pemikiran


Selasa, 31 Mei 2016 22:04
Serapan APBD Rendah,
Bupati Bengkalis Deadline SKPD Dua Bulan Tuntaskan Lelang


Selasa, 31 Mei 2016 21:27
Diiringi Kader Berseragam Biru,
Noviwaldy Jusman Daftarkan Diri ke Demokrat sebagai Bakal Calon Walikota Pekanbaru


Selasa, 31 Mei 2016 21:19
BPBD Rohul Dukung Wacana Restorasi Lahan Gambut

Selasa, 31 Mei 2016 20:13
Walikota Firdaus Temu Ramah dengan Petani se-Pekanbaru di UPTB Rumbai

Selasa, 31 Mei 2016 20:02
DPR Setujui Anggota Dewan Mundur dari Jabatan Bila Ikut Pilkada

Selasa, 31 Mei 2016 20:00
Dirawat di RS Awal Bros, Kondisi Bupati Inhil Sudah Membaik



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 9 Januari 2013 14:26
Sidang Lanjutan Bank Riau Kepri,
Jaksa Pertanyakan Alasan Kebijakan Take Over


Sidang dugaan kredit bermasalah Bank Riau Kepri kembali digelar. Jaksa mempertanyakan alasan keluarnya kebijakan take over.

Riauterkini-PEKANBARU-Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru, kembali menggelar sidang lanjutan kasus kredit macet Bank Riau dengan terdakwa Zulkifli Thalib, Rabu (9/1/13).

Sidang yang masih mendengarkan keterangan saksi itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Oka Regina SH, menghadirkan Edirizon selaku mantan Analis kredit kantor pusat, dan Rizali Efendi sebagai mantan pimpinan bagian kredit Bank Riau.

Dalam sidang yang dipimpin Hakim Ketua majelis Ida Bagus Dwiyantara SH MH. Edirizon mengatakan, saat pembahasan pencairan kredit untuk PT.Saras Perkasa pada rapat komite tersebut, hasil rapat komite ditandatangani oleh semua yang hadir, termasuk terdakwa.

" Masing-masing peserta rapat tidak ada yang memberi pendapat, jika ada ketentuan yang berbeda harus ada persetujuan dari direksi"ujarnya.

Selanjutnya, JPU menanyakan alasan Bank Riau melakukan take over pada kredit tersebut. Karena saksi adalah saksi yang ke 6 dan pertanyaan yang sama, maka pertanyaan jaksa dijawab ketua Hakim. Ida Bagus Dwiyantara menjelaskan kepada JPU, bahwa Bank Riau melakukan take over semata-mata untuk menyelamatkan bank.

" Take over dilakukan untuk menyelamatkan kondisi bank, karena sebelumnya terjadi masalah kredit macet, maka nya dilakukan take over, " jelas hakim

Saksi kemudian mengatakan kalau dirinya mengaku tidak tahu jumlah uang Riil yang diterima oleh PT.Saras Perkasa. Selain itu, saksi juga mengungkapkan bahwa Bank Riau tidak mengalami kerugian dalam hal ini. Karena semua jaminan dengan nilai diatas plafon kredit bisa diambil bank.

" Dengan pertimbangan dapat dilanjutkan proyek mall tersebut, maka nilai jaminan tentu tambah tinggi. Dibandingkan apa yang telah dilakukan kredit sebelumnya, tentu bisa untung. Kalaupun ada resiko, maka jaminan tersebut dapat dilelang," terangnya.

Namun dengan kondisi sekarang, secara tertulis hutang PT.Saras Perkasa sebesar RP.35,2M termasuk bunga yang harus dibayar tersebut," papar saksi lagi.***(har)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Hukum lainnya..........
- Diduga Tak Kantongi Izin, Satpol PP Siak Surati Pengelola‎ Karaoke Box di Perawang
- Temuan Uang Palsu di BI Meningkat
- Oknum Polisi Bunuh Istri di Rohul Divonis 16 Tahun Penjara
- Dipengaruhi Nonton Film Porno,
Siswa SMK di Siak Pegang Kelamin Dua Siswi SD

- Korban Pengeroyokan OTK di Pawan, Rohul Diduga Salah Sasaran
- Razia Penumbar di Bengkalis, Petugas Tilang 7 Kendaraan Angkutan
- Sepanjang 2016,
23 Kasus Pelecehan Seksual Terhadap Anak Terjadi di Mandau, Bengkalis



Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.162.228.12
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com