Untitled Document
Rabu, 8 Sya'ban 1436 H |
Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Rabu, 27 Mei 2015 22:30
Jelang Ramadhan 1436 H,
Polres Kuansing Gelar Operasi Patuh Selama Dua Pekan


Rabu, 27 Mei 2015 21:33
Peringati Harkitnas, Kajati Riau Sampaikan Semangat Perjuangan

Rabu, 27 Mei 2015 21:27
Tolak Intervensi, Panitia Pastikan Musda KNPI Inhil Tetap 30 Mei

Rabu, 27 Mei 2015 21:22
Anggota Diduga Menipu,
Anggota DKP Terancam Sanksi Menengah dan Berat


Rabu, 27 Mei 2015 21:14
Tamu STIT Dar Aswaja, Rohil dari Timur Tengah "Disuguhi" Jalan Rusak

Rabu, 27 Mei 2015 20:37
2015, BNNP Riau Rehabilitasi 1.067 Pecandu Narkoba

Rabu, 27 Mei 2015 20:34
Mansyur: Pekansikawan Positif Bagi Pekanbaru



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 9 Januari 2013 14:26
Sidang Lanjutan Bank Riau Kepri,
Jaksa Pertanyakan Alasan Kebijakan Take Over


Sidang dugaan kredit bermasalah Bank Riau Kepri kembali digelar. Jaksa mempertanyakan alasan keluarnya kebijakan take over.

Riauterkini-PEKANBARU-Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru, kembali menggelar sidang lanjutan kasus kredit macet Bank Riau dengan terdakwa Zulkifli Thalib, Rabu (9/1/13).

Sidang yang masih mendengarkan keterangan saksi itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Oka Regina SH, menghadirkan Edirizon selaku mantan Analis kredit kantor pusat, dan Rizali Efendi sebagai mantan pimpinan bagian kredit Bank Riau.

Dalam sidang yang dipimpin Hakim Ketua majelis Ida Bagus Dwiyantara SH MH. Edirizon mengatakan, saat pembahasan pencairan kredit untuk PT.Saras Perkasa pada rapat komite tersebut, hasil rapat komite ditandatangani oleh semua yang hadir, termasuk terdakwa.

" Masing-masing peserta rapat tidak ada yang memberi pendapat, jika ada ketentuan yang berbeda harus ada persetujuan dari direksi"ujarnya.

Selanjutnya, JPU menanyakan alasan Bank Riau melakukan take over pada kredit tersebut. Karena saksi adalah saksi yang ke 6 dan pertanyaan yang sama, maka pertanyaan jaksa dijawab ketua Hakim. Ida Bagus Dwiyantara menjelaskan kepada JPU, bahwa Bank Riau melakukan take over semata-mata untuk menyelamatkan bank.

" Take over dilakukan untuk menyelamatkan kondisi bank, karena sebelumnya terjadi masalah kredit macet, maka nya dilakukan take over, " jelas hakim

Saksi kemudian mengatakan kalau dirinya mengaku tidak tahu jumlah uang Riil yang diterima oleh PT.Saras Perkasa. Selain itu, saksi juga mengungkapkan bahwa Bank Riau tidak mengalami kerugian dalam hal ini. Karena semua jaminan dengan nilai diatas plafon kredit bisa diambil bank.

" Dengan pertimbangan dapat dilanjutkan proyek mall tersebut, maka nilai jaminan tentu tambah tinggi. Dibandingkan apa yang telah dilakukan kredit sebelumnya, tentu bisa untung. Kalaupun ada resiko, maka jaminan tersebut dapat dilelang," terangnya.

Namun dengan kondisi sekarang, secara tertulis hutang PT.Saras Perkasa sebesar RP.35,2M termasuk bunga yang harus dibayar tersebut," papar saksi lagi.***(har)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Hukum lainnya..........
- Jelang Ramadhan 1436 H,
Polres Kuansing Gelar Operasi Patuh Selama Dua Pekan

- Polres Siak Masih Selidiki Kasus Pemenggalan IRT di Tualang
- Maling Solar Nyaris Jadi Amukan Warga di Dumai
- Tiga Terdakwa Korupsi Pengelolaan Dana Sekretariat DPRD Riau Diadili
- Polda Riau Gagalkan Penyelewengan 64 Ton BBM
- Kadisbudparpora Ditahan Jaksa, BKD Dumai Cari Pejabat Plt
- Hari Perdana Operasi Patuh 2015, Ratusan Pengendara Terjaring di Duri


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.205.170.21
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com