Untitled Document
Rabu, 27 Zulhijjah 1435 H |
Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Rabu, 22 Oktober 2014 19:00
PT Patra SK-Pemko Dumai Gelar Seminar Penyalahgunaan Narkoba

Rabu, 22 Oktober 2014 18:59
Izin Operasional Pizza Hut,
Walikota Firdasu Bantah Terima Suap


Rabu, 22 Oktober 2014 18:57
Aparat Gabungan Siap Amankan Pelantikan Pimpinan DPRD Dumai

Rabu, 22 Oktober 2014 18:47
Bupati Rohul Dukung Pembentukan Desa Adat di Lima Luhak

Rabu, 22 Oktober 2014 18:43
Jelang Akhir Tahun, DPRD Riau Gesa 4 Raperda Dijadikan Perda

Rabu, 22 Oktober 2014 18:36
Permintaan CPO Eropa Tinggi,
Diprediksi Terjadi Perluasan Kebun Sawit Indonesia


Rabu, 22 Oktober 2014 18:30
Disnakertrans Dumai 'Berang' Perusahaan Tak Lapor Lakakerja



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 18 Desember 2012 13:44
Berkas Rampung,
Kasus Korupsi Islamic Center Pelalawan Menjelang Dilimpahkan


Penyidik Kejaksaan Tinggi Riau menyatakan berkas perkara dugaan korupsi Islamic Center Pelalawan rampung. Dalam waktu dekat dilimpahkan ke pengadilan.

Riauterkini-PEKANBARU-Kendati dinilai cukup lamban menangani perkara dugaan korupsi pada pembangunan Gedung Islamic Centre ini, akhirnya pihak Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau, dalam waktu dekat akan melimpahkan berkas perkaranya kepihak pengadilan.

" Setelah proses penyidikannya dinyatakan rampung, maka berkas perkara korupsi pembangunan GedungIslamic Centre di Kabupaten Pelalawan, segera kita limpahkan," ungkap Kasi Penkum dan Humas Kejati Riau, Andri Ridwan SH MH kepada Riauterkini, Selasa (18/12/12) siang diruang kerjanya.

Dikatakannya, pemberkasan penyusunan dakwaan perkara Islamic Centre Pelalawan, dinyatakan sudah rampung. Dan kordinasi dengan tim penyidik Pidsus juga telah selesai. Jadi tak ada hal lain, dan berkasnya segera berkas dan secepatnya kita limpahkan," terangnya.

" Pekan depan, berkasnya sudah kita limpahkan," ungkapnya.

Selain itu kata Andri lagi. dalam penanganan kasus korupsi pembangunan Gedung Islamic Centre ini. Pihak Kejati telah menetapkan enam tersangka yang diduga menyelewengkan dana pembangunan gedung tersebut.

Enam tersangka yang dimaksud adalah, Amrasul Abdullah sebagai pejabat pembuat komitmen (PPK), Syahril, selaku Pengguna Anggaran, Tengku Azman, pelaksana tugas Kepala Sub Dinas Cipta Karya, dan Fahran Ridwan. Sedangkan dua tersangka lainnya, H Zakri, Ketua DPRD Pelalawan, yang juga Direktur PT Langgam Sentosa, perusahaan pemenang tender. Selain itu, Kejati juga menetapkan Rahman Saragih, supervisor engineer PT Wisatama Arsitek, perusahaan pengawas pembangunan proyek, sebagat tersangka," jelasnya.

Dimana kasus dugaan korupsi ini telah merugikan negara senilai Rp7,7 miliar. Hal itu berdasarkan laporan hasil audit yang dilakukan Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) perwakilan Riau pada November lalu.

Selain kerugian secara finansial, negara juga telah dirugikan secara materil. Sebab dalam laporannya BPKP menyatakan, gedung Islamic Centre tidak bisa difungsikan atau dipakai masyarakat.

Laporan tersebut diterima Kejati Riau surat itu diterima pada tanggal 28 September 2012. Surat itu bernomor SR-3139/PW 04/5/2012/28 September 2012.

Berdasarkan data yang dihimpun, anggara proyek ini dianggarkan senilai Rp6,1 miliar pada tahun 2007-2008. Dalam perjalanannya, pembangunannya tak kunjung selesai. Bahkan pada tahun 2009, anggarannya kembali ditambah sekitar Rp3,6 miliar.***(har)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
Kajati kantuik
Kajati riau ini byk cerita saja,dari dulu mau melimpahkan kasus ini.padahal nol besar,itu gampang saja menebak,krn ksjati sdh terima duit suap lagi para tersangka.

budak %@!*
Mudah mudahan masyarakat pelalawan tidak asik menceritakan aiborang lain sehingga yang penuh bukan kedai kopi dan warung tapi temoat kerjanya masing2 he..

botot
banyak cerita kajati riau nee. mans berani menahan krn byk terima duit.kita lihat saja nanti.

botot
banyak cerita kajati riau nee. mans berani menahan krn byk terima duit.kita lihat saja nanti.


Berita Hukum lainnya..........
- Izin Operasional Pizza Hut,
Walikota Firdasu Bantah Terima Suap

- Disnakertrans Dumai 'Berang' Perusahaan Tak Lapor Lakakerja
- Pejabat Pemprov Riau Diperiksa,
Plt Gubri: Biarlah Itu Jadi Urusan KPK

- Korupsi Rehab Gedung UPTD Disdukcapil Meranti,
Lima Terdakwa Divonis Setahun Penjara

- Bermarga Sama, Calon Waka DPRD Riau Bantah Kenal Gulat Manurung
- 186 Kades Rohil Ikuti Bimtek di Bandung untuk Kelola Dana Rp4,8 Miliar
- Sidang Korupsi Bhakti Praja Pelalawan,
Mantan Kepala BPN Akui Kelola Pembebasan Lahan



Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.82.121.218
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com