Untitled Document
Ahad, 5 Zulqaidah 1435 H |
Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Sabtu, 30 Agustus 2014 20:22
Wagubri Hadiri Reuni Akbar Alumni FNGT Universitas Riau

Sabtu, 30 Agustus 2014 19:51
Chevron Tampilkan Hasil Karya Warga Binaan di Pekanbaru Expo 2014

Sabtu, 30 Agustus 2014 19:05
DPRD Rohul Terpilih Diharapkan Bisa Bersinergi

Sabtu, 30 Agustus 2014 18:27
Sempena HUT ke-69 RI,
CPI Taja Berbagai Lomba dan Serahkan Bantuan ke Suku Sakai di Duri


Sabtu, 30 Agustus 2014 17:22
Pemkab Rohul Diminta Perhatikan Potensi Budaya

Sabtu, 30 Agustus 2014 17:18
Korban Terus Berjatuhan di Pelalawan,
Anggota DPRD dari PKS Besuk Pasien DBD di RSUD Selasih


Sabtu, 30 Agustus 2014 15:08
Formasi CPNS Rohil Mulai Dibidik Warga



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 18 Desember 2012 13:44
Berkas Rampung,
Kasus Korupsi Islamic Center Pelalawan Menjelang Dilimpahkan


Penyidik Kejaksaan Tinggi Riau menyatakan berkas perkara dugaan korupsi Islamic Center Pelalawan rampung. Dalam waktu dekat dilimpahkan ke pengadilan.

Riauterkini-PEKANBARU-Kendati dinilai cukup lamban menangani perkara dugaan korupsi pada pembangunan Gedung Islamic Centre ini, akhirnya pihak Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau, dalam waktu dekat akan melimpahkan berkas perkaranya kepihak pengadilan.

" Setelah proses penyidikannya dinyatakan rampung, maka berkas perkara korupsi pembangunan GedungIslamic Centre di Kabupaten Pelalawan, segera kita limpahkan," ungkap Kasi Penkum dan Humas Kejati Riau, Andri Ridwan SH MH kepada Riauterkini, Selasa (18/12/12) siang diruang kerjanya.

Dikatakannya, pemberkasan penyusunan dakwaan perkara Islamic Centre Pelalawan, dinyatakan sudah rampung. Dan kordinasi dengan tim penyidik Pidsus juga telah selesai. Jadi tak ada hal lain, dan berkasnya segera berkas dan secepatnya kita limpahkan," terangnya.

" Pekan depan, berkasnya sudah kita limpahkan," ungkapnya.

Selain itu kata Andri lagi. dalam penanganan kasus korupsi pembangunan Gedung Islamic Centre ini. Pihak Kejati telah menetapkan enam tersangka yang diduga menyelewengkan dana pembangunan gedung tersebut.

Enam tersangka yang dimaksud adalah, Amrasul Abdullah sebagai pejabat pembuat komitmen (PPK), Syahril, selaku Pengguna Anggaran, Tengku Azman, pelaksana tugas Kepala Sub Dinas Cipta Karya, dan Fahran Ridwan. Sedangkan dua tersangka lainnya, H Zakri, Ketua DPRD Pelalawan, yang juga Direktur PT Langgam Sentosa, perusahaan pemenang tender. Selain itu, Kejati juga menetapkan Rahman Saragih, supervisor engineer PT Wisatama Arsitek, perusahaan pengawas pembangunan proyek, sebagat tersangka," jelasnya.

Dimana kasus dugaan korupsi ini telah merugikan negara senilai Rp7,7 miliar. Hal itu berdasarkan laporan hasil audit yang dilakukan Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) perwakilan Riau pada November lalu.

Selain kerugian secara finansial, negara juga telah dirugikan secara materil. Sebab dalam laporannya BPKP menyatakan, gedung Islamic Centre tidak bisa difungsikan atau dipakai masyarakat.

Laporan tersebut diterima Kejati Riau surat itu diterima pada tanggal 28 September 2012. Surat itu bernomor SR-3139/PW 04/5/2012/28 September 2012.

Berdasarkan data yang dihimpun, anggara proyek ini dianggarkan senilai Rp6,1 miliar pada tahun 2007-2008. Dalam perjalanannya, pembangunannya tak kunjung selesai. Bahkan pada tahun 2009, anggarannya kembali ditambah sekitar Rp3,6 miliar.***(har)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
Kajati kantuik
Kajati riau ini byk cerita saja,dari dulu mau melimpahkan kasus ini.padahal nol besar,itu gampang saja menebak,krn ksjati sdh terima duit suap lagi para tersangka.

budak %@!*
Mudah mudahan masyarakat pelalawan tidak asik menceritakan aiborang lain sehingga yang penuh bukan kedai kopi dan warung tapi temoat kerjanya masing2 he..

botot
banyak cerita kajati riau nee. mans berani menahan krn byk terima duit.kita lihat saja nanti.

botot
banyak cerita kajati riau nee. mans berani menahan krn byk terima duit.kita lihat saja nanti.


Berita Hukum lainnya..........
- Opnas 2014, BPOM Amankan Prodak TIE dan Kadaluarsa
- Brigjen Condro Kirono Berterimakasih pada Riau
- Stop Mobil Tahanan,
Aiptu Ir diperiksa Propam Polda Riau

- Korupsi Pembangunan Parit Beton Jalan Desa di Bengkalis,
Saksi Sebut Beton Tidak Sesuai Spek Kontrak

- Temui Kapolri, Elza Syarief Minta Dugaan Pencabulan HAM Dituntaskan
- Berdalih Pinjam, Pasutri di Kampar Larikan Pick Up L 300 Tetangga
- Isu Penculikan Anak Resahkan Warga Bengkalis dan Rupat


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.197.189.108
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com