Untitled Document
Sabtu, 11 Sya'ban 1436 H |
Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Sabtu, 30 Mei 2015 20:23
Remaja Rohul Mulai Ikut-ikutan Lupa Bahasa Daerah

Sabtu, 30 Mei 2015 20:12
Pemprov Riau Diingatkan Tingkatkan Kesejahteraan Guru

Sabtu, 30 Mei 2015 20:09
Puluhan Ribu Peserta Meriahkan Pawai Ta’ruf MTQ ke-40 Bengkalis

Sabtu, 30 Mei 2015 19:59
‎Tuntut Dipekerjakan, Warga Redang Seko Inhu Blokir Jalan

Sabtu, 30 Mei 2015 19:55
Komisi B DPRD Riau:Stok Beras Selama Ramadhan Aman Terkendali

Sabtu, 30 Mei 2015 17:37
Seorang Pria Coba Bunuh Diri di Depan Rumah Kapolsek Tebing Tinggi, Meranti

Sabtu, 30 Mei 2015 16:02
Workshop Darwis Triadi dan Joe Markus,
Tiket Sudah 80 Persen Terjual dari 150 Pendaftar




Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Jum’at, 7 Desember 2012 19:19
Kasus Korupsi Disdukcapil Inhu Segera Dilimpahkan

Penyidikan kasus dugaan korupsi di Disdukcapil Inhu segera tuntas. Dalam waktu dekat, Polres akan limpahkan berkas pada jaksa.

Riauterklini -RENGAT-Kepolisian Resort (Polres) Inhu dalam waktu dekat segera melimpahkan berkas dugaan korupsi mantan Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Inhu Zulkifli Sulaiman ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Rengat.

Kapolres Inhu AKBP Hermansyah kepada riauterkinicom Jum’at (7/12) melalui Kasat Reskrim AKP Dody Harza Kusumah mengatakan, kasus dugaan korupsi di Disdukcapil Inhu segera dilimpahkan. Namun sebelumnya penyidik masih menunggu laporan dari perwakilan BPKP Riau. Tentang kerugian atas pelaksanaan kegiatan pengembangan dan pengoperasian Kartu Tanda Penduduk (KTP) Sistim Informasi dan Admintrasi Kependudukan (SIAK) senilai Rp 1,564 miliar lebih tahun 2011.

“BAP dugaan korupsi terhadap tersangka sudah tuntas dan sudah dikoordinasikan dengan jaksa dalam hal ini Kasi Pidsus Kejari Rengat," ujarnya.

Diungkapkanya, secara hitungan kasar pelaksanaan kegiatan pengembangan dan pengoperasian KTP SIAK di Disdukcapil kerugian negara mencapai lebih kurang Rp 950 juta. Namun hitungan tersebut tidak dapat dijadikan lampiran pada BAP. Sebab, pihak yang berwenang menentukan kerugian negera adalah BPKP. “Berkas itu baru dapat dilimpahkan secara keseluruhan, setelah ada laporan dari BPKP”, ungkapnya.

Pihaknya juga belum mengetahui kapan BPKP akan melimpahkan hasil audit tersebut.“Kita sifatnya menunggu dari BPKP dan apa bila sudah turun, secepatnya akan dilimpahkan ke Kejari," tegasnya.

Dihubungi terpisah Kasi Pidsus Kejari Rengat Heru Saputra ketika dikonfirmasi membenarkan berkas pemeriksaan tersangka korupsi mantan Kadisdukcapil Inhu belum dilimpahkan Polres Inhu. “Benar hingga saat ini belum dilimpahkan, sebab masih terganjal hasil audit dari BPKP," tandasnya.

Namun demikian untuk memudahkan mempelajari berkas tersebut, pihaknya telah meminta copy BAP kepada Satreskrim Inhu. “Untuk memudahkan memperalajari kasus tersebut, kita sudah minta copyan BAP nya," jelasnya. *** (guh)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
hidung besar
Inhu gudang Koruptor.

warga lb.batu jaya
Pln kami mati sudah hari 2 mlm knapa? Tolong penjelasanya.


Berita Hukum lainnya..........
- Seorang Pria Coba Bunuh Diri di Depan Rumah Kapolsek Tebing Tinggi, Meranti
- Polres Kampar Gelar Simulasi Sistim Pengamanan Mako
- Pencuri Trafo Listrik PLN di Duri Tewas Dihakimi Massa
- 11 Rumah Ludes Terbakar di Inhil
- Hari Keempat Ops Patuh 2015, Polres Rohul Sudah Tilang 200 Kendaraan
- Polres Kuansing Amankan 12 Warga Terduga Pencuri Sawit
- Aktivis Greenpeace Demo, Desak Jokowi Stop Penggunaan Energi Kotor


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.159.250.110
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com