Untitled Document
Selasa, 20 Ramadhan 1436 H |
Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Selasa, 7 Juli 2015 21:42
Anggota Dewan Eka Putra Kecam Aksi Pungli di Disdukcapil Pelalawan

Selasa, 7 Juli 2015 20:44
Penelitian Program Studi Strategi Pertahanan, Kemenhan RI Kunjungi Bengkalis

Selasa, 7 Juli 2015 20:41
Dua Kali Dipanggil,
Komisi II DPRD Bengkalis Kecewa Terhadap Personel ULP Mangkir


Selasa, 7 Juli 2015 19:53
Peringatan Hari Jadi ke-503 Bengkalis Akan Digelar Meriah

Selasa, 7 Juli 2015 19:41
Pansus I DPRD Rohil Minta Pemilihan 69 Kepala Kepenghuluan Serentak Dilakanakan Akhir September 2015

Selasa, 7 Juli 2015 19:27
Bupati dan Wakil Bupati Rohil Buka Bersama Warga Binaan Rutan Bagansiapiapi dan Anak Yatim

Selasa, 7 Juli 2015 19:07
‎Buka Bareng Wakil Walikota Pekanbaru, Lazizmu Santuni Anak Yatim dan Fakir Miskin



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Jum’at, 7 Desember 2012 19:19
Kasus Korupsi Disdukcapil Inhu Segera Dilimpahkan

Penyidikan kasus dugaan korupsi di Disdukcapil Inhu segera tuntas. Dalam waktu dekat, Polres akan limpahkan berkas pada jaksa.

Riauterklini -RENGAT-Kepolisian Resort (Polres) Inhu dalam waktu dekat segera melimpahkan berkas dugaan korupsi mantan Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Inhu Zulkifli Sulaiman ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Rengat.

Kapolres Inhu AKBP Hermansyah kepada riauterkinicom Jum’at (7/12) melalui Kasat Reskrim AKP Dody Harza Kusumah mengatakan, kasus dugaan korupsi di Disdukcapil Inhu segera dilimpahkan. Namun sebelumnya penyidik masih menunggu laporan dari perwakilan BPKP Riau. Tentang kerugian atas pelaksanaan kegiatan pengembangan dan pengoperasian Kartu Tanda Penduduk (KTP) Sistim Informasi dan Admintrasi Kependudukan (SIAK) senilai Rp 1,564 miliar lebih tahun 2011.

“BAP dugaan korupsi terhadap tersangka sudah tuntas dan sudah dikoordinasikan dengan jaksa dalam hal ini Kasi Pidsus Kejari Rengat," ujarnya.

Diungkapkanya, secara hitungan kasar pelaksanaan kegiatan pengembangan dan pengoperasian KTP SIAK di Disdukcapil kerugian negara mencapai lebih kurang Rp 950 juta. Namun hitungan tersebut tidak dapat dijadikan lampiran pada BAP. Sebab, pihak yang berwenang menentukan kerugian negera adalah BPKP. “Berkas itu baru dapat dilimpahkan secara keseluruhan, setelah ada laporan dari BPKP”, ungkapnya.

Pihaknya juga belum mengetahui kapan BPKP akan melimpahkan hasil audit tersebut.“Kita sifatnya menunggu dari BPKP dan apa bila sudah turun, secepatnya akan dilimpahkan ke Kejari," tegasnya.

Dihubungi terpisah Kasi Pidsus Kejari Rengat Heru Saputra ketika dikonfirmasi membenarkan berkas pemeriksaan tersangka korupsi mantan Kadisdukcapil Inhu belum dilimpahkan Polres Inhu. “Benar hingga saat ini belum dilimpahkan, sebab masih terganjal hasil audit dari BPKP," tandasnya.

Namun demikian untuk memudahkan mempelajari berkas tersebut, pihaknya telah meminta copy BAP kepada Satreskrim Inhu. “Untuk memudahkan memperalajari kasus tersebut, kita sudah minta copyan BAP nya," jelasnya. *** (guh)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
hidung besar
Inhu gudang Koruptor.

warga lb.batu jaya
Pln kami mati sudah hari 2 mlm knapa? Tolong penjelasanya.


Berita Hukum lainnya..........
- Polsek Lima Puluh, Pekanbaru Ringkus Seorang Penjual Togel
- 'ABG' Pelaku Curanmor di 33 TKP,
Aksi Pelaku Didorong Faktor Ekonomi

- Pelaku Masih 'ABG',
Polsek Pangkalan Kuras, Pelalawan Bongkar 33 Kasus Curanmor

- Suap Pengesahan APBD 2015,
Seorang Mantan dan Dua Anggota DPRD Riau Usai Diperiksa KPK

- Wako Firdaus Sebut Kebakaran Pasar Cik Puan Akibat Kelalaian Manusia
- Pendemo Kembali Desak Usut Keterlibatan Bupati Bengkalis di Korupsi BLJ
- Kajari Pasirpangaraian Minta FOSWAR Jadi "Mata Telinga" Kejaksaan


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.161.110.186
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com