Untitled Document
Selasa, 6 Rabiul Akhir 1436 H |
Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Senin, 26 Januari 2015 23:12
Riau Percontohan Nasional ISPO Petani Sawit Swadaya

Senin, 26 Januari 2015 23:11
Buronan 5 Tahun,
Kejari Tahan Mantan Pejabat Pelalawan Setingkat PPK


Senin, 26 Januari 2015 22:15
PT RAPP Peringati Bulan K3 Tingkat Nasional

Senin, 26 Januari 2015 22:08
Warga Pelalawan Tewas Disambar Petir di Atas Sampan

Senin, 26 Januari 2015 21:58
Jalan Cipta Karya di Tanami Pisang,
Kadis PU Pekanbaru Sebut Hanya Miskomunikasi


Senin, 26 Januari 2015 21:45
Jika Dianggarkan Diperubahan,
Pemprov Riau Optimis Pembangunan Jembatan Siak IV Tuntas 2016


Senin, 26 Januari 2015 21:31
Polres Rohil Amankan 5 Ton kayu Ilog



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Jum’at, 7 Desember 2012 19:19
Kasus Korupsi Disdukcapil Inhu Segera Dilimpahkan

Penyidikan kasus dugaan korupsi di Disdukcapil Inhu segera tuntas. Dalam waktu dekat, Polres akan limpahkan berkas pada jaksa.

Riauterklini -RENGAT-Kepolisian Resort (Polres) Inhu dalam waktu dekat segera melimpahkan berkas dugaan korupsi mantan Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Inhu Zulkifli Sulaiman ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Rengat.

Kapolres Inhu AKBP Hermansyah kepada riauterkinicom Jum’at (7/12) melalui Kasat Reskrim AKP Dody Harza Kusumah mengatakan, kasus dugaan korupsi di Disdukcapil Inhu segera dilimpahkan. Namun sebelumnya penyidik masih menunggu laporan dari perwakilan BPKP Riau. Tentang kerugian atas pelaksanaan kegiatan pengembangan dan pengoperasian Kartu Tanda Penduduk (KTP) Sistim Informasi dan Admintrasi Kependudukan (SIAK) senilai Rp 1,564 miliar lebih tahun 2011.

“BAP dugaan korupsi terhadap tersangka sudah tuntas dan sudah dikoordinasikan dengan jaksa dalam hal ini Kasi Pidsus Kejari Rengat," ujarnya.

Diungkapkanya, secara hitungan kasar pelaksanaan kegiatan pengembangan dan pengoperasian KTP SIAK di Disdukcapil kerugian negara mencapai lebih kurang Rp 950 juta. Namun hitungan tersebut tidak dapat dijadikan lampiran pada BAP. Sebab, pihak yang berwenang menentukan kerugian negera adalah BPKP. “Berkas itu baru dapat dilimpahkan secara keseluruhan, setelah ada laporan dari BPKP”, ungkapnya.

Pihaknya juga belum mengetahui kapan BPKP akan melimpahkan hasil audit tersebut.“Kita sifatnya menunggu dari BPKP dan apa bila sudah turun, secepatnya akan dilimpahkan ke Kejari," tegasnya.

Dihubungi terpisah Kasi Pidsus Kejari Rengat Heru Saputra ketika dikonfirmasi membenarkan berkas pemeriksaan tersangka korupsi mantan Kadisdukcapil Inhu belum dilimpahkan Polres Inhu. “Benar hingga saat ini belum dilimpahkan, sebab masih terganjal hasil audit dari BPKP," tandasnya.

Namun demikian untuk memudahkan mempelajari berkas tersebut, pihaknya telah meminta copy BAP kepada Satreskrim Inhu. “Untuk memudahkan memperalajari kasus tersebut, kita sudah minta copyan BAP nya," jelasnya. *** (guh)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
hidung besar
Inhu gudang Koruptor.

warga lb.batu jaya
Pln kami mati sudah hari 2 mlm knapa? Tolong penjelasanya.


Berita Hukum lainnya..........
- Buronan 5 Tahun,
Kejari Tahan Mantan Pejabat Pelalawan Setingkat PPK

- Warga Pelalawan Tewas Disambar Petir di Atas Sampan
- Polres Rohil Amankan 5 Ton kayu Ilog
- Penyerobotan Lahan,
GKPN Pastikan Kaplingan Rimbo Panjang, Kampar Sah

- Dua Orang Karyawan PT DPN di Kuansing Kesetrum Listrik
- Penertiban Tematik Marka Jalan,
Polresta Pekanbaru Catat 549 Pelanggaran Lalin

- Korupsi Alkes, Dokter RSUD Taluk Kuantan Dituntut 1,5 Tahun Penjara


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.227.212.224
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com