Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Ahad, 25 September 2016 20:13
Buoati Kampar Beri Moivasi kepada Peserta Pelatihan Menjahit

Ahad, 25 September 2016 20:01
Sengaja Datang ke Bandung, Jabar,
Gubri Beri Semangat kepada Altet PON Riau


Ahad, 25 September 2016 18:07
SMA dan SMK Dialihkan ke Pemprov,
Di Siak, 528 Orang Honorer Terancam "Diistirahatkan"


Ahad, 25 September 2016 18:04
Pasca Kantor "Diserbu",
PLN Rohul Gelar Mediasi dengan Upika dan Warga Ujungbatu


Ahad, 25 September 2016 15:50
Kisruh Pemekaran Kota Duri, DPM Gelar Konpers

Ahad, 25 September 2016 15:33
Dampak Rasionalisasi 20 Persen Ancam Ratusan Petugas Damkar ‘Tak Bergaji’

Ahad, 25 September 2016 15:31
Walikota Dumai Buka Seminar Nasional Peranan Media Hadapi MEA



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Jum’at, 7 Desember 2012 19:19
Kasus Korupsi Disdukcapil Inhu Segera Dilimpahkan

Penyidikan kasus dugaan korupsi di Disdukcapil Inhu segera tuntas. Dalam waktu dekat, Polres akan limpahkan berkas pada jaksa.

Riauterklini -RENGAT-Kepolisian Resort (Polres) Inhu dalam waktu dekat segera melimpahkan berkas dugaan korupsi mantan Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Inhu Zulkifli Sulaiman ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Rengat.

Kapolres Inhu AKBP Hermansyah kepada riauterkinicom Jum’at (7/12) melalui Kasat Reskrim AKP Dody Harza Kusumah mengatakan, kasus dugaan korupsi di Disdukcapil Inhu segera dilimpahkan. Namun sebelumnya penyidik masih menunggu laporan dari perwakilan BPKP Riau. Tentang kerugian atas pelaksanaan kegiatan pengembangan dan pengoperasian Kartu Tanda Penduduk (KTP) Sistim Informasi dan Admintrasi Kependudukan (SIAK) senilai Rp 1,564 miliar lebih tahun 2011.

“BAP dugaan korupsi terhadap tersangka sudah tuntas dan sudah dikoordinasikan dengan jaksa dalam hal ini Kasi Pidsus Kejari Rengat," ujarnya.

Diungkapkanya, secara hitungan kasar pelaksanaan kegiatan pengembangan dan pengoperasian KTP SIAK di Disdukcapil kerugian negara mencapai lebih kurang Rp 950 juta. Namun hitungan tersebut tidak dapat dijadikan lampiran pada BAP. Sebab, pihak yang berwenang menentukan kerugian negera adalah BPKP. “Berkas itu baru dapat dilimpahkan secara keseluruhan, setelah ada laporan dari BPKP”, ungkapnya.

Pihaknya juga belum mengetahui kapan BPKP akan melimpahkan hasil audit tersebut.“Kita sifatnya menunggu dari BPKP dan apa bila sudah turun, secepatnya akan dilimpahkan ke Kejari," tegasnya.

Dihubungi terpisah Kasi Pidsus Kejari Rengat Heru Saputra ketika dikonfirmasi membenarkan berkas pemeriksaan tersangka korupsi mantan Kadisdukcapil Inhu belum dilimpahkan Polres Inhu. “Benar hingga saat ini belum dilimpahkan, sebab masih terganjal hasil audit dari BPKP," tandasnya.

Namun demikian untuk memudahkan mempelajari berkas tersebut, pihaknya telah meminta copy BAP kepada Satreskrim Inhu. “Untuk memudahkan memperalajari kasus tersebut, kita sudah minta copyan BAP nya," jelasnya. *** (guh)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
hidung besar
Inhu gudang Koruptor.

warga lb.batu jaya
Pln kami mati sudah hari 2 mlm knapa? Tolong penjelasanya.


Berita Hukum lainnya..........
- Tak Senang Tersenggol Motor, Warga Inhil Bacok Wajah Penyenggol
- Kesal Listrik Sering Padam, Kantor PLN Ujungbatu Diserbu Warga
- Ruang Penmas Polda Riau Terbakar Dini Hari Tadi
- Polsek Lirik Inhu Temukan Bong Sabu di Rumah Korban Pembunuhan Tukang Kebun
- KPK Dituding Ogah Tindak-lanjuti Laporan Dugaan Korupsi Ratusan Miliar di Kuansing
- Gaji 3 Bulan tak Dibayar Pemicu Tukang Kebun di Inhu Bunuh Majikan
- Tukang Kebun Pembunuh Majikan di Lirik Inhu Berhasil Ditangkap Polisi


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.91.156.176
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com