Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Jum’at, 4 September 2015 08:30
Kebakaran Kebun Kelapa Meluas, Pemkab Inhil Diminta Turun Tangan

Jum’at, 4 September 2015 08:18
Ogah Nunggu 10 Tahun, Husni Tamrin Total Dukung Harris di Pilkada Pelalawan

Jum’at, 4 September 2015 08:11
Jarak Pandang 500 Meter, Asap Masih Lumpuhkan Bandara SSK II

Kamis, 3 September 2015 23:39
Status Cagar Budaya Mesjid Raya Bakal Dicabut,
DPRD Riau: Sangat Kita Sayangkan dan Jangan Sampai Terjadi


Kamis, 3 September 2015 23:32
Masyarakat Enok dan Tanah Merah Pertanyakan Banyaknya Kelompok Pejuang Pemekaran Insel

Kamis, 3 September 2015 23:30
Udara Memburuk, PMI-Diskes Dumai Bagikan 8.000 Masker Gratis

Kamis, 3 September 2015 23:22
Kurang Perhatian Pemko Dumai Bikin Atlet Hijrah Keluar Daerah



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Jum’at, 7 Desember 2012 19:19
Kasus Korupsi Disdukcapil Inhu Segera Dilimpahkan

Penyidikan kasus dugaan korupsi di Disdukcapil Inhu segera tuntas. Dalam waktu dekat, Polres akan limpahkan berkas pada jaksa.

Riauterklini -RENGAT-Kepolisian Resort (Polres) Inhu dalam waktu dekat segera melimpahkan berkas dugaan korupsi mantan Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Inhu Zulkifli Sulaiman ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Rengat.

Kapolres Inhu AKBP Hermansyah kepada riauterkinicom Jum’at (7/12) melalui Kasat Reskrim AKP Dody Harza Kusumah mengatakan, kasus dugaan korupsi di Disdukcapil Inhu segera dilimpahkan. Namun sebelumnya penyidik masih menunggu laporan dari perwakilan BPKP Riau. Tentang kerugian atas pelaksanaan kegiatan pengembangan dan pengoperasian Kartu Tanda Penduduk (KTP) Sistim Informasi dan Admintrasi Kependudukan (SIAK) senilai Rp 1,564 miliar lebih tahun 2011.

“BAP dugaan korupsi terhadap tersangka sudah tuntas dan sudah dikoordinasikan dengan jaksa dalam hal ini Kasi Pidsus Kejari Rengat," ujarnya.

Diungkapkanya, secara hitungan kasar pelaksanaan kegiatan pengembangan dan pengoperasian KTP SIAK di Disdukcapil kerugian negara mencapai lebih kurang Rp 950 juta. Namun hitungan tersebut tidak dapat dijadikan lampiran pada BAP. Sebab, pihak yang berwenang menentukan kerugian negera adalah BPKP. “Berkas itu baru dapat dilimpahkan secara keseluruhan, setelah ada laporan dari BPKP”, ungkapnya.

Pihaknya juga belum mengetahui kapan BPKP akan melimpahkan hasil audit tersebut.“Kita sifatnya menunggu dari BPKP dan apa bila sudah turun, secepatnya akan dilimpahkan ke Kejari," tegasnya.

Dihubungi terpisah Kasi Pidsus Kejari Rengat Heru Saputra ketika dikonfirmasi membenarkan berkas pemeriksaan tersangka korupsi mantan Kadisdukcapil Inhu belum dilimpahkan Polres Inhu. “Benar hingga saat ini belum dilimpahkan, sebab masih terganjal hasil audit dari BPKP," tandasnya.

Namun demikian untuk memudahkan mempelajari berkas tersebut, pihaknya telah meminta copy BAP kepada Satreskrim Inhu. “Untuk memudahkan memperalajari kasus tersebut, kita sudah minta copyan BAP nya," jelasnya. *** (guh)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
hidung besar
Inhu gudang Koruptor.

warga lb.batu jaya
Pln kami mati sudah hari 2 mlm knapa? Tolong penjelasanya.


Berita Hukum lainnya..........
- Rekaman Perampokan di 99 Hot Mart Pekanbaru Muncul di Youtube
- Dua Terdakwa Korupsi PT BLJ Bengkalis Divonis 6 dan 9 Tahun
- Polres Kuansing Segera Luncurkan Website Resmi www.tribratanewskuansing.com
- Kantor Global Energi Lestari di Pekanbaru "Dikupak" Maling
- Minimalisir Lakalantas, Polres Bengkalis Edarkan Himbauan ke Pelajar
- Kebakaran Hutan di Rokan IV Koto, Polres Rohul Periksa Dua Warga
- Todongkan Senpi ,
Empat Perampok Gasak Uang Rp60 Juta di Pekanbaru



Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.144.68.27
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com