Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Jum’at, 29 April 2016 12:46
Seorang Karyawan Disekap,
2 Perampok Berparang Kuras Uang Rp21 Juta di Indomaret Bukit Barisan


Jum’at, 29 April 2016 12:42
Pasca Bentrok 2 Ormas di Tapung Hulu, Polda Riau Tetapkan 18 Tersangka

Jum’at, 29 April 2016 11:25
Pengantin Baru di Pelalawan Tewas Bunuh Diri

Jum’at, 29 April 2016 11:22
4 Mei, Walikota Pekanbaru Serahkan Langsung Insentif Kader Posyandu ‎

Jum’at, 29 April 2016 10:58
Dari Lapas RZ Membantah Tuduhan Sering Keluyuran di Luar

Jum’at, 29 April 2016 10:55
Pemko Wujudkan Masyarakat Madani dengan Program Jumat Mengaji

Jum’at, 29 April 2016 09:52
Annas Maamun Pasrah Terima Keppres Pemberhentian Dirinya



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Jum’at, 7 Desember 2012 19:19
Kasus Korupsi Disdukcapil Inhu Segera Dilimpahkan

Penyidikan kasus dugaan korupsi di Disdukcapil Inhu segera tuntas. Dalam waktu dekat, Polres akan limpahkan berkas pada jaksa.

Riauterklini -RENGAT-Kepolisian Resort (Polres) Inhu dalam waktu dekat segera melimpahkan berkas dugaan korupsi mantan Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Inhu Zulkifli Sulaiman ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Rengat.

Kapolres Inhu AKBP Hermansyah kepada riauterkinicom Jum’at (7/12) melalui Kasat Reskrim AKP Dody Harza Kusumah mengatakan, kasus dugaan korupsi di Disdukcapil Inhu segera dilimpahkan. Namun sebelumnya penyidik masih menunggu laporan dari perwakilan BPKP Riau. Tentang kerugian atas pelaksanaan kegiatan pengembangan dan pengoperasian Kartu Tanda Penduduk (KTP) Sistim Informasi dan Admintrasi Kependudukan (SIAK) senilai Rp 1,564 miliar lebih tahun 2011.

“BAP dugaan korupsi terhadap tersangka sudah tuntas dan sudah dikoordinasikan dengan jaksa dalam hal ini Kasi Pidsus Kejari Rengat," ujarnya.

Diungkapkanya, secara hitungan kasar pelaksanaan kegiatan pengembangan dan pengoperasian KTP SIAK di Disdukcapil kerugian negara mencapai lebih kurang Rp 950 juta. Namun hitungan tersebut tidak dapat dijadikan lampiran pada BAP. Sebab, pihak yang berwenang menentukan kerugian negera adalah BPKP. “Berkas itu baru dapat dilimpahkan secara keseluruhan, setelah ada laporan dari BPKP”, ungkapnya.

Pihaknya juga belum mengetahui kapan BPKP akan melimpahkan hasil audit tersebut.“Kita sifatnya menunggu dari BPKP dan apa bila sudah turun, secepatnya akan dilimpahkan ke Kejari," tegasnya.

Dihubungi terpisah Kasi Pidsus Kejari Rengat Heru Saputra ketika dikonfirmasi membenarkan berkas pemeriksaan tersangka korupsi mantan Kadisdukcapil Inhu belum dilimpahkan Polres Inhu. “Benar hingga saat ini belum dilimpahkan, sebab masih terganjal hasil audit dari BPKP," tandasnya.

Namun demikian untuk memudahkan mempelajari berkas tersebut, pihaknya telah meminta copy BAP kepada Satreskrim Inhu. “Untuk memudahkan memperalajari kasus tersebut, kita sudah minta copyan BAP nya," jelasnya. *** (guh)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
hidung besar
Inhu gudang Koruptor.

warga lb.batu jaya
Pln kami mati sudah hari 2 mlm knapa? Tolong penjelasanya.


Berita Hukum lainnya..........
- Seorang Karyawan Disekap,
2 Perampok Berparang Kuras Uang Rp21 Juta di Indomaret Bukit Barisan

- Pasca Bentrok 2 Ormas di Tapung Hulu, Polda Riau Tetapkan 18 Tersangka
- Pengantin Baru di Pelalawan Tewas Bunuh Diri
- Dari Lapas RZ Membantah Tuduhan Sering Keluyuran di Luar
- Satpol PP Amankan Lima Pasangan Diduga Mesum di Kawasan Main Stadium
- Ibu Kandung Jadikan Anak Kurir Ganja 17 Kilogram Ditangkap di Kandis, Siak
- Kapolri Mutasi 7 Kapolres di Jajaran Polda Riau


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.90.97.149
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com