Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Senin, 27 Juni 2016 22:39
KDRT, Pria Paroh Baya di Tanjung Medan Rohil Ditangkap

Senin, 27 Juni 2016 21:54
Siaga Arus Mudik dan Balik, Dishubkominfo Mandau Dirikan 4 Titik Posko

Senin, 27 Juni 2016 21:50
Menpan-RB Terbitkan Surat Edaran Larang PNS Tambah Cuti Lebaran

Senin, 27 Juni 2016 20:03
Shop and Win SKA Tahap II Periode VII,
8 Pemenang Bawa Pulang Hadiah Istimewa


Senin, 27 Juni 2016 19:41
Peminat SMP Negeri 1 Bangko Rohil Membludak

Senin, 27 Juni 2016 19:37
Bupati Kampar Sebut Penyaluran Zakat Harus Tepat Sasaran

Senin, 27 Juni 2016 19:31
Terkait Video Pertikaian dengan Ketua DPRD Dumai,
Komisi A DPRD Riau Minta PT CPI Segera Laksanakan Hasil Hearing




Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Jum’at, 7 Desember 2012 19:19
Kasus Korupsi Disdukcapil Inhu Segera Dilimpahkan

Penyidikan kasus dugaan korupsi di Disdukcapil Inhu segera tuntas. Dalam waktu dekat, Polres akan limpahkan berkas pada jaksa.

Riauterklini -RENGAT-Kepolisian Resort (Polres) Inhu dalam waktu dekat segera melimpahkan berkas dugaan korupsi mantan Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Inhu Zulkifli Sulaiman ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Rengat.

Kapolres Inhu AKBP Hermansyah kepada riauterkinicom Jum’at (7/12) melalui Kasat Reskrim AKP Dody Harza Kusumah mengatakan, kasus dugaan korupsi di Disdukcapil Inhu segera dilimpahkan. Namun sebelumnya penyidik masih menunggu laporan dari perwakilan BPKP Riau. Tentang kerugian atas pelaksanaan kegiatan pengembangan dan pengoperasian Kartu Tanda Penduduk (KTP) Sistim Informasi dan Admintrasi Kependudukan (SIAK) senilai Rp 1,564 miliar lebih tahun 2011.

“BAP dugaan korupsi terhadap tersangka sudah tuntas dan sudah dikoordinasikan dengan jaksa dalam hal ini Kasi Pidsus Kejari Rengat," ujarnya.

Diungkapkanya, secara hitungan kasar pelaksanaan kegiatan pengembangan dan pengoperasian KTP SIAK di Disdukcapil kerugian negara mencapai lebih kurang Rp 950 juta. Namun hitungan tersebut tidak dapat dijadikan lampiran pada BAP. Sebab, pihak yang berwenang menentukan kerugian negera adalah BPKP. “Berkas itu baru dapat dilimpahkan secara keseluruhan, setelah ada laporan dari BPKP”, ungkapnya.

Pihaknya juga belum mengetahui kapan BPKP akan melimpahkan hasil audit tersebut.“Kita sifatnya menunggu dari BPKP dan apa bila sudah turun, secepatnya akan dilimpahkan ke Kejari," tegasnya.

Dihubungi terpisah Kasi Pidsus Kejari Rengat Heru Saputra ketika dikonfirmasi membenarkan berkas pemeriksaan tersangka korupsi mantan Kadisdukcapil Inhu belum dilimpahkan Polres Inhu. “Benar hingga saat ini belum dilimpahkan, sebab masih terganjal hasil audit dari BPKP," tandasnya.

Namun demikian untuk memudahkan mempelajari berkas tersebut, pihaknya telah meminta copy BAP kepada Satreskrim Inhu. “Untuk memudahkan memperalajari kasus tersebut, kita sudah minta copyan BAP nya," jelasnya. *** (guh)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
hidung besar
Inhu gudang Koruptor.

warga lb.batu jaya
Pln kami mati sudah hari 2 mlm knapa? Tolong penjelasanya.


Berita Hukum lainnya..........
- KDRT, Pria Paroh Baya di Tanjung Medan Rohil Ditangkap
- Siaga Arus Mudik dan Balik, Dishubkominfo Mandau Dirikan 4 Titik Posko
- Jaksa Jebloskan Mantan Kades Gondai Pelalawan ke Penjara
- Sidaka Tika Ritel Waralaba,
Disperindag Rohil Temukan Barang Rusak dan Kadaluarsa

- Polres Dumai Gelar Rakor Operasi Ramadniya Siak 2016
- Terkait Pengunaan Dana Desa 2015,
Seorang Kepala Desa di Meranti Diperiksa Polisi

- Perkara Pembakaran Rumah Wakasat Brimobda Riau,
Terdakwa Mengaku Ditekan Penyidik untuk Mengaku



Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.92.161.244
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com