Untitled Document
Selasa, 10 Jumadil Akhir 1436 H |
Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Selasa, 31 Maret 2015 18:03
Sempat Dibuka,
Hearing Pansus Lahan DPRD Riau dengan PT RAPP Tak Bisa Dilanjutkan


Selasa, 31 Maret 2015 17:57
Maju Pilkada, Syamsuar Resmi Pinang Partai Demokrat

Selasa, 31 Maret 2015 17:52
‎Pemkab Inhu Serahkan LKPJ Akhir Masa Jabatan Bupati Yopi Arianto pada DPRD

Selasa, 31 Maret 2015 17:49
Kampanye Hitam dan PP 71 Sudutkan Petani Sawit

Selasa, 31 Maret 2015 17:42
114 Koperasi Tak Aktif, ‎Diskop Inhu Kesulitan Beri Sanksi

Selasa, 31 Maret 2015 17:39
Simpan 60 Gram Sabu, Mantan Anggota Polres Pelalawan Dibekuk di Pekanbaru

Selasa, 31 Maret 2015 17:35
Mobdin Pakai Plat Hitam, BK DPRD Rohul Akui Masih Pakai Plat Dealer



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Jum’at, 7 Desember 2012 19:19
Kasus Korupsi Disdukcapil Inhu Segera Dilimpahkan

Penyidikan kasus dugaan korupsi di Disdukcapil Inhu segera tuntas. Dalam waktu dekat, Polres akan limpahkan berkas pada jaksa.

Riauterklini -RENGAT-Kepolisian Resort (Polres) Inhu dalam waktu dekat segera melimpahkan berkas dugaan korupsi mantan Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Inhu Zulkifli Sulaiman ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Rengat.

Kapolres Inhu AKBP Hermansyah kepada riauterkinicom Jum’at (7/12) melalui Kasat Reskrim AKP Dody Harza Kusumah mengatakan, kasus dugaan korupsi di Disdukcapil Inhu segera dilimpahkan. Namun sebelumnya penyidik masih menunggu laporan dari perwakilan BPKP Riau. Tentang kerugian atas pelaksanaan kegiatan pengembangan dan pengoperasian Kartu Tanda Penduduk (KTP) Sistim Informasi dan Admintrasi Kependudukan (SIAK) senilai Rp 1,564 miliar lebih tahun 2011.

“BAP dugaan korupsi terhadap tersangka sudah tuntas dan sudah dikoordinasikan dengan jaksa dalam hal ini Kasi Pidsus Kejari Rengat," ujarnya.

Diungkapkanya, secara hitungan kasar pelaksanaan kegiatan pengembangan dan pengoperasian KTP SIAK di Disdukcapil kerugian negara mencapai lebih kurang Rp 950 juta. Namun hitungan tersebut tidak dapat dijadikan lampiran pada BAP. Sebab, pihak yang berwenang menentukan kerugian negera adalah BPKP. “Berkas itu baru dapat dilimpahkan secara keseluruhan, setelah ada laporan dari BPKP”, ungkapnya.

Pihaknya juga belum mengetahui kapan BPKP akan melimpahkan hasil audit tersebut.“Kita sifatnya menunggu dari BPKP dan apa bila sudah turun, secepatnya akan dilimpahkan ke Kejari," tegasnya.

Dihubungi terpisah Kasi Pidsus Kejari Rengat Heru Saputra ketika dikonfirmasi membenarkan berkas pemeriksaan tersangka korupsi mantan Kadisdukcapil Inhu belum dilimpahkan Polres Inhu. “Benar hingga saat ini belum dilimpahkan, sebab masih terganjal hasil audit dari BPKP," tandasnya.

Namun demikian untuk memudahkan mempelajari berkas tersebut, pihaknya telah meminta copy BAP kepada Satreskrim Inhu. “Untuk memudahkan memperalajari kasus tersebut, kita sudah minta copyan BAP nya," jelasnya. *** (guh)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
hidung besar
Inhu gudang Koruptor.

warga lb.batu jaya
Pln kami mati sudah hari 2 mlm knapa? Tolong penjelasanya.


Berita Hukum lainnya..........
- Simpan 60 Gram Sabu, Mantan Anggota Polres Pelalawan Dibekuk di Pekanbaru
- Mobdin Pakai Plat Hitam, BK DPRD Rohul Akui Masih Pakai Plat Dealer
- Ganti Plat Mobdin Jadi Plat Hitam, Langgar UU 22 Tahun 2009
- Diperiksa KPK,
Suparman Akui Ketemui Gubri Sehari Sebelum Ditangkap

- Kejari Rengat Bantah Endapkan Kasus Korupsi Mantan Sekda Inhu
- Operasi Antik 2015, Polres Dumai Berhasil Ungkap 17 Kasus Narkotika
- KPK Belum Berikan Komentar Dugaan Suap Pembentukan Riau Pesisir


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.87.107.232
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com