Untitled Document
Jumat, 25 Syawwal 1435 H |
Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Jum’at, 22 Agustus 2014 10:46
Guru Mesum Tertangkap dalam Mobil,
Wabup Bengkalis Serahkan Kepihak Terkait


Jum’at, 22 Agustus 2014 10:40
Wabup Hadiri Pembukaan Iven Pacu Jalur di Kuantan Singingi

Jum’at, 22 Agustus 2014 10:35
Jatah 234 CPNS ,
Pemkab Pelalawan Menunggu Formasi dari Menpan


Jum’at, 22 Agustus 2014 10:13
Tolak Jembatan Siak IV, Gubri Pilih Bangun Gedung BIN

Jum’at, 22 Agustus 2014 08:01
Chevron Bantu PMI Dumai Wujudkan ’’Jembatan Kemanusiaan”

Jum’at, 22 Agustus 2014 06:01
Pemprov Anggarkan Rp110 Miliar Pembelian Mobdin Anggota Dewan Baru

Jum’at, 22 Agustus 2014 05:57
Tindak Pidana Pelanggaran Pajak,
Saksi Ahli Sebut Perkara Pajak ke Ranah Pidana Cacat Hukum




Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Jum’at, 7 Desember 2012 19:19
Kasus Korupsi Disdukcapil Inhu Segera Dilimpahkan

Penyidikan kasus dugaan korupsi di Disdukcapil Inhu segera tuntas. Dalam waktu dekat, Polres akan limpahkan berkas pada jaksa.

Riauterklini -RENGAT-Kepolisian Resort (Polres) Inhu dalam waktu dekat segera melimpahkan berkas dugaan korupsi mantan Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Inhu Zulkifli Sulaiman ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Rengat.

Kapolres Inhu AKBP Hermansyah kepada riauterkinicom Jum’at (7/12) melalui Kasat Reskrim AKP Dody Harza Kusumah mengatakan, kasus dugaan korupsi di Disdukcapil Inhu segera dilimpahkan. Namun sebelumnya penyidik masih menunggu laporan dari perwakilan BPKP Riau. Tentang kerugian atas pelaksanaan kegiatan pengembangan dan pengoperasian Kartu Tanda Penduduk (KTP) Sistim Informasi dan Admintrasi Kependudukan (SIAK) senilai Rp 1,564 miliar lebih tahun 2011.

“BAP dugaan korupsi terhadap tersangka sudah tuntas dan sudah dikoordinasikan dengan jaksa dalam hal ini Kasi Pidsus Kejari Rengat," ujarnya.

Diungkapkanya, secara hitungan kasar pelaksanaan kegiatan pengembangan dan pengoperasian KTP SIAK di Disdukcapil kerugian negara mencapai lebih kurang Rp 950 juta. Namun hitungan tersebut tidak dapat dijadikan lampiran pada BAP. Sebab, pihak yang berwenang menentukan kerugian negera adalah BPKP. “Berkas itu baru dapat dilimpahkan secara keseluruhan, setelah ada laporan dari BPKP”, ungkapnya.

Pihaknya juga belum mengetahui kapan BPKP akan melimpahkan hasil audit tersebut.“Kita sifatnya menunggu dari BPKP dan apa bila sudah turun, secepatnya akan dilimpahkan ke Kejari," tegasnya.

Dihubungi terpisah Kasi Pidsus Kejari Rengat Heru Saputra ketika dikonfirmasi membenarkan berkas pemeriksaan tersangka korupsi mantan Kadisdukcapil Inhu belum dilimpahkan Polres Inhu. “Benar hingga saat ini belum dilimpahkan, sebab masih terganjal hasil audit dari BPKP," tandasnya.

Namun demikian untuk memudahkan mempelajari berkas tersebut, pihaknya telah meminta copy BAP kepada Satreskrim Inhu. “Untuk memudahkan memperalajari kasus tersebut, kita sudah minta copyan BAP nya," jelasnya. *** (guh)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
hidung besar
Inhu gudang Koruptor.

warga lb.batu jaya
Pln kami mati sudah hari 2 mlm knapa? Tolong penjelasanya.


Berita Hukum lainnya..........
- Guru Mesum Tertangkap dalam Mobil,
Wabup Bengkalis Serahkan Kepihak Terkait

- Tindak Pidana Pelanggaran Pajak,
Saksi Ahli Sebut Perkara Pajak ke Ranah Pidana Cacat Hukum

- Kapolda Riau Akui Terima Dua Laporan Pidana Terkait Gubri
- Datang Kemalaman, Tahanan Tipikor Ditolak Rutan
- Gelapkan dan Gadaikan Sepeda Motor Tetangga, Supir di Pekanbaru Ditangkap
- Sidang Pelanggaran Pajak,
Masuk Ranah Pidana, Saksi Ahli Sebut Perkara Pajak Cacat Hukum

- Oknum Polisi Tertipu Teman, Rp31,5 Juta Tak Dikembalikan


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 107.22.138.215
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com