Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Senin, 11 Desember 2017 10:41
Polres Pelalawan Terus Buru Perampok Dua Pedagang Emas Asal Pekanbaru

Senin, 11 Desember 2017 10:35
Perayaan Natal Oikumene Wartawan Riau Diagendakan 26 Desember

Senin, 11 Desember 2017 06:51
Buka MTQ ke-36 Riau di Dumai, Gubri Motivasi Peserta dengan Hadiah Haji

Ahad, 10 Desember 2017 21:05
Soal Industri Kertas & Pulp, SPSI Riau Tuding Jikalahari Mengada-ada

Ahad, 10 Desember 2017 20:57
Gubri Lepas Pawai Taaruf dan Pembukaan Bazar MTQ XXXVI Riau

Ahad, 10 Desember 2017 20:23
Gubri Lepas Peserta Pawai Taaruf MTQ XXXVI Riau di Dumai

Ahad, 10 Desember 2017 20:19
Masyarakat Soroti Baliho MTQ Riau Milik Kesra Bengkalis di Dumai

Ahad, 10 Desember 2017 18:56
Bupati Kampar Hadiri Pelepasan Pawai Ta’aruf MTQ ke-36 Riau di Dumai

Ahad, 10 Desember 2017 18:12
Hadiri UndanganMakan Bajambau,
Gubri Puji Pesona Wisata Alam Teluk Jering


Ahad, 10 Desember 2017 18:02
MTQ ke-36 Riau, Bupati Inhil Ikuti Prosesi Pelepasan Pawai Ta'aruf

loading...



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.


Selasa, 16 Oktober 2012 14:30
Tempuh Jalur Hukum,
Wartawan Korban Pemukulan TNI AU Diintimidasi


Tiga wartawan korban pemukulan resmi melaporkan personil TNI AU ke POM. Bukannya merasa bersalah, justru sejumlah personil TNI AU justru mengintimidasi korban.

Riauerkini-PEKANBARU- Didik Hermanto (26) harus berjalan pincang saat membuat laporan di Polisi Militer (POM) TNI AU di Pangkalan Angkatan Udara (Lanud) Rusmin Nurjadin Pekanbaru, Selasa (16/10/12). Photografer Harian Riau Pos tersebut menderita sejumlah luka mamar di hampir seluruh kujur tubuh akibat dipukuli personil TNI AU, saat mengambil gambar pesawat jatuh di Jalan Amal Kelurahan Tanah Merah, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar.

Selain dipukul, ditendak dan dipijak-pijak sejumlah personil Paskhas TNI AU, Didik juga kehilangan kamera. "Saya tidak tahu siapa yang merampas karema saya," ujarnya saat berbincang dengan riauterkini di POM TNI AU.

Karena merasa menjadi korban tindak kekerasan, Didik lantas melaporkan Kadis Personil Lanud Roesmin Nurjadin Letkol Adm Robert S Simanjuktak. Periwara tersebutlah yang paling pertama memukul dirinya, kemudian diikuti sejumlah personil Pakhas.

Laporan resmi Didik termaktup dalam surat pengaduan No.POM-434/A/dik-01/X/2012/rsn yang diterima Pelda Budiono.

Diceritakan Didik, sesaat setelah ada pesawat tempur TNI AU jatuh, ia sudah berada di lokasi. "Kebetulan rumah saya di dekat lokasi. Ketika itu saya sedang bersiap mau mandi, karena itu masih mengenakan celana pendek," ujar Didik yang saat di POM juga masih mengenakan celana pendek biru tua dan kaso berkerah hijau daun.

Sebagai photografer, sudah menjadi tugas Didik untuk mengabadikan momen penting. Itulah yang dilakukannya begitu tiba di lokasi. Ia langsung memotret obyek pesawat tempur yang jatuh di samping rumah warga. "Saat saya ambil foto, pesawatnya sedang terbakar," tuturnya.

Ketika fokus pada tugas, mendadak dirinya diteriki seorang perwira TNI AU dengan suara lantang. "Hei, kamu kurang ajar sekali. Sudah tahu ada orang mati, malah difoto!" ujar Didik menirukan hardikan Letkol Robert S Simanjuntak.

Tak sekedar menghardik, Robert lantas menerjang Didik. Photografer kelahiran Samarinda itupun langsung terkapar ke tanah. Melihat Didik terkapar, Robert tak menghentikan tindak kekerasannya. Perwira tersebut justru menidihnya dan melepaskan dua kali pukulan ke wajah Didik.

"Saat di meninju, reflek saya memalingkan wajah, karena itu tinjunya kena ke sini. Kalau tidak, mungkin gigiku rontok," tutur Didik seraya memperlihatkan bagian di atas rahang, di depan telinga yang memar, biru kemerahan.

Setelah itu, sejumlah personil Paskhas ikut menerjang. Didik menjadi sansak hidup. Diinjak-injak ramai-ramai.

Sebelum membuat laporan ke POM, Didik sempat bertemu Robert. Perwira tersebut menyesalkan mengapa Didik tak berpakaian lengkap, sehingga ia tidak tahu kalau Didik seorang wartawan. Namun menurut Didik, ia sudah menunjukkan kartu pers. Setelah Didik memberi tahu kalau ia akan lapor ke POM, Robert justru menantang. "Baguslah kalau kamu mau lapor. Saya senang," ujar Didik menirukan perkataan Robert.

Setelah itu sejumla personil Paskhas mengintimidasi Didik dengan menuding-nuding Didik seraya berkata. "Awas, kamu saya tandai. Awas ya!"

Selain Didik, dua jurnalis korban kebrutalan personil TNI AU juga melapor ke POM. Keduanya adalah Fahri Rubianto (RTV) dan Rian F Anggoro (LKBN Antara). Selain bertindak brutal, personil TNI AU juga merampas empat kamera. Dua kamera foto dan dua lagi kamera televi.

Tidak hanya wartawan yang jadi korban, sejumlah warga juga menjadi sasaran tindak brutal personil TNI AU. Bahkan dua mahasiswa UIR pecah bibirnya akibat ditinju personil TNI saat mengambil foto pesawat jatuh. Selain memukuli warga, TNI AU juga menyita sejumlah telephon genggam warga.***(mad)



Berita Hukum lainnya..........
- Polres Pelalawan Terus Buru Perampok Dua Pedagang Emas Asal Pekanbaru
- Kecewa Persekusi di Bali, Ketua LAM dan Tokoh Riau Jemput Kepulangan UAS di Bandara
- Rampok Rekan Kerja, Kernet Mobil Sales Ditangkap Polisi Bengkalis
- Polres Inhil Tangkap Satu dari Dua Penikam Anggota Satpol PP
- Satpol PP Pemkab Inhil Ditikam Orang tak Dikenal
- Miliki Sabu, Seorang Kakek di Perawang Ditangkap Polisi
- Jelang Kunjungan KPK, Pemkab Inhu Siapkan Data Akurat
- Pulang Solat Jumat,
Warga Kampung Baru Temukan Mayat Bayi Mengapung di Sungai Siak

- Sunat Honor Pengamanan Porprov, Kasatpol PP Kampar Ditangkap Polda Riau
- Ajukan Permohonan ke PTNU,
Kuasa Hukum PT. RAPP Sebut SK Menteri LHK Tidak Berdasarkan Hukum

- Sambut HAKI,
Kejari Kuantan Singingi Ingatkan Semua Pihak Jangan Korupsi

- 2017, Kejati Riau Jerat 103 Tersangka Korupsi, PNS Mendominasi
- Keterangan Ahli dari UI Kuatkan Permohonan PT RAPP Atas SK Menteri LHK
- Tertangkap Bawa Sabu di SSK II Pekanbaru,
Gunakan 4 Lapis Celana, Pelaku Menyelipkan Narkoba di selangkangan

- 2 Warga Surabaya Tertangkap Bawa Narkoba di SSK II Pekanbaru
- Kasus Pidum di Bengkalis Tertinggi Lahgun Narkoba
- Peringatan Hari AIDS,
KPA - RAPP bersama Dinkes Pelalawan Gelar Seminar HIV/AIDS

- Tim Pora Bengkalis Evaluasi Kinerja
- Hakim Tolak Eksepsi Dua Korupsi BTT Pelalawan
- ‎Kecanduan Game Online,
Dua Pemuda di Rohul Mencuri Laptop di Rumdis Puskesmas Bangun Purba



Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda : 54.167.44.32
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com