Untitled Document
Kamis, 26 Ramadhan 1435 H |
Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Rabu, 23 Juli 2014 22:23
2015, Semua Badan Usaha Wajib Daftarkan Pekerjanya ke BPJS Kesehatan

Rabu, 23 Juli 2014 22:18
Mata Kiri Buta, Karyawan Panen Gugat PTPN V

Rabu, 23 Juli 2014 22:14
Polsek Pekanbaru Kota Tangkap Tiga Penikam Asal Palembang

Rabu, 23 Juli 2014 22:14
Putri IGT Gelar Buka Bersama Warga Kampar

Rabu, 23 Juli 2014 22:03
Kapolresta Tinjau Poskotis Mudik

Rabu, 23 Juli 2014 21:54
Dua Terdakwa Korupsi Dana Bansos Warga Miskin Dumai Divonis Ringan

Rabu, 23 Juli 2014 19:55
Safari Ramadhan 1435 H,
RAPP Berikan Bantuan dan Santunan di 165 Desa




Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 16 Oktober 2012 14:30
Tempuh Jalur Hukum,
Wartawan Korban Pemukulan TNI AU Diintimidasi


Tiga wartawan korban pemukulan resmi melaporkan personil TNI AU ke POM. Bukannya merasa bersalah, justru sejumlah personil TNI AU justru mengintimidasi korban.

Riauerkini-PEKANBARU- Didik Hermanto (26) harus berjalan pincang saat membuat laporan di Polisi Militer (POM) TNI AU di Pangkalan Angkatan Udara (Lanud) Rusmin Nurjadin Pekanbaru, Selasa (16/10/12). Photografer Harian Riau Pos tersebut menderita sejumlah luka mamar di hampir seluruh kujur tubuh akibat dipukuli personil TNI AU, saat mengambil gambar pesawat jatuh di Jalan Amal Kelurahan Tanah Merah, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar.

Selain dipukul, ditendak dan dipijak-pijak sejumlah personil Paskhas TNI AU, Didik juga kehilangan kamera. "Saya tidak tahu siapa yang merampas karema saya," ujarnya saat berbincang dengan riauterkini di POM TNI AU.

Karena merasa menjadi korban tindak kekerasan, Didik lantas melaporkan Kadis Personil Lanud Roesmin Nurjadin Letkol Adm Robert S Simanjuktak. Periwara tersebutlah yang paling pertama memukul dirinya, kemudian diikuti sejumlah personil Pakhas.

Laporan resmi Didik termaktup dalam surat pengaduan No.POM-434/A/dik-01/X/2012/rsn yang diterima Pelda Budiono.

Diceritakan Didik, sesaat setelah ada pesawat tempur TNI AU jatuh, ia sudah berada di lokasi. "Kebetulan rumah saya di dekat lokasi. Ketika itu saya sedang bersiap mau mandi, karena itu masih mengenakan celana pendek," ujar Didik yang saat di POM juga masih mengenakan celana pendek biru tua dan kaso berkerah hijau daun.

Sebagai photografer, sudah menjadi tugas Didik untuk mengabadikan momen penting. Itulah yang dilakukannya begitu tiba di lokasi. Ia langsung memotret obyek pesawat tempur yang jatuh di samping rumah warga. "Saat saya ambil foto, pesawatnya sedang terbakar," tuturnya.

Ketika fokus pada tugas, mendadak dirinya diteriki seorang perwira TNI AU dengan suara lantang. "Hei, kamu kurang ajar sekali. Sudah tahu ada orang mati, malah difoto!" ujar Didik menirukan hardikan Letkol Robert S Simanjuntak.

Tak sekedar menghardik, Robert lantas menerjang Didik. Photografer kelahiran Samarinda itupun langsung terkapar ke tanah. Melihat Didik terkapar, Robert tak menghentikan tindak kekerasannya. Perwira tersebut justru menidihnya dan melepaskan dua kali pukulan ke wajah Didik.

"Saat di meninju, reflek saya memalingkan wajah, karena itu tinjunya kena ke sini. Kalau tidak, mungkin gigiku rontok," tutur Didik seraya memperlihatkan bagian di atas rahang, di depan telinga yang memar, biru kemerahan.

Setelah itu, sejumlah personil Paskhas ikut menerjang. Didik menjadi sansak hidup. Diinjak-injak ramai-ramai.

Sebelum membuat laporan ke POM, Didik sempat bertemu Robert. Perwira tersebut menyesalkan mengapa Didik tak berpakaian lengkap, sehingga ia tidak tahu kalau Didik seorang wartawan. Namun menurut Didik, ia sudah menunjukkan kartu pers. Setelah Didik memberi tahu kalau ia akan lapor ke POM, Robert justru menantang. "Baguslah kalau kamu mau lapor. Saya senang," ujar Didik menirukan perkataan Robert.

Setelah itu sejumla personil Paskhas mengintimidasi Didik dengan menuding-nuding Didik seraya berkata. "Awas, kamu saya tandai. Awas ya!"

Selain Didik, dua jurnalis korban kebrutalan personil TNI AU juga melapor ke POM. Keduanya adalah Fahri Rubianto (RTV) dan Rian F Anggoro (LKBN Antara). Selain bertindak brutal, personil TNI AU juga merampas empat kamera. Dua kamera foto dan dua lagi kamera televi.

Tidak hanya wartawan yang jadi korban, sejumlah warga juga menjadi sasaran tindak brutal personil TNI AU. Bahkan dua mahasiswa UIR pecah bibirnya akibat ditinju personil TNI saat mengambil foto pesawat jatuh. Selain memukuli warga, TNI AU juga menyita sejumlah telephon genggam warga.***(mad)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
Rakyat Indonesia
Kenapa mesti Brani dengan Rakyat sipil????? kemaren Malaysia nantang kok diemmmmmm....., Malaysia melintas2 nungging kan %@!* ma kalian kok diemmmm...., cari lawan yang bersenjata jugalahhh..., memang gak ada kalian neeeee,,,, ada pun sikit,,,nyol

Rakyat Indonesia
hinaaa...,._

Perwira %@!*
Perwira %@!* itu! Seharusnya dia mampu melokalisir keadaan, mengumpulkan siapa saja yang mengambil foto dan dimintai pengertian. Lagian untuk apa pula dilarang orang mengambil foto pesawat jatuh itu. Toh pesawat itu dibeli dari uang Pajak Rakyat

Cuma Korban
Kasusna ilang gt ja seiring wktu. Mana da kasus kyk gni anggota di pecat rame2. Palingan di media diberitakan oknum tersbut sudah dpecat. Padahal cuma mutasi ja. Mereka kn kental persatuan.sistem perintah n keras. Ga da yg namanya tni yg dipecat

kita saudara
kita doakan bagi yg menganiaya,semoga mendapatkan tempat yg tidak layak dunia akherat dengan seluruh keluarganya

omlet
buat apa dihalang-halangi orang mengambil poto pesawat jatuh tuh....toh akhirnya byk juga yang dapat gambarnya.......kan pesawatnya dah jatuh..mau diapain lgi...jgn maen mukul bos ,,malu donk pangkat dah letkol kan bsa melarang baik2 drngam mengeruda

Anak Wartawan
Tadinya aku bercita2 pengen jadi TNI AU, Hebat bisa bawa pesawat, Tp stelah lihat kejadian papaku dipukul didepanku GAK JADILAH...!!! PERWIRA TAIIIK KAU..!!!!!

peduli riau
namanya ROBEK SIJUNTAK ,SESUAI NAMA DAN KELAKUAN, main robek kepala masyarakat ,main robek: WIBAWA TNI:' Kami masyarakat Riau tak menginginkan TUKANG ROBEK ,berada di riau!. Sebelum pengakit tukang ROBEK menular kemasyarakat riau,...

peduli riau
namanya ROBEK SIJUNTAK ,SESUAI NAMA DAN KELAKUAN, main robek kepala masyarakat ,main robek: WIBAWA TNI:' Kami masyarakat Riau tak menginginkan TUKANG ROBEK ,berada di riau!. Sebelum pengakit tukang ROBEK menular kemasyarakat riau,...

Pangkostrad
Rakyat kotapekanbaru,juga insan Pers/wartawan meminta kepada pangliman TNI memecat oknum Tni yang memukuli warga juga wartawan.apalagi pangkat perwira menengah.seorang pemimpin harus bisa menahan emosi.ini malah memukuli didepan anak SD.memalukan mer

Pangkostrad
Rakyat kotapekanbaru,juga insan Pers/wartawan meminta kepada pangliman TNI memecat oknum Tni yang memukuli warga juga wartawan.apalagi pangkat perwira menengah.seorang pemimpin harus bisa menahan emosi.ini malah memukuli didepan anak SD.memalukan mer

Fans ESBEYE
Saya prihatin dengan Kejadian Ini, Besok Saya PEcat KoMANDANNYA dan SAYA BEBASKAN TAKSI LUAR NGETEM DI BANDARA, sekian terima kasih.

panglima Polim
Tidak ada yang kebal hukum negara NKRI ini,rakyat jelata,aparat Penengak hukum,TNi/Polri .begitu juga Presiden harus taat hukum.cuman kebal hukum orang hutan aja bro.

Warga Sipil
Emang sangat brutal. kelewatan dan melanggar HAM. Bagusnya tentara brutal seperti ini dikirimkan saja ke daerah konflik ke Sudan atau Afganistan. Pasti terkencing-kencing, hahahahahahaha

bongky rakyat jelata


Mr. NN
PECAT ITU OKNUM PERWIRA TNI AU!!! DASAR MENTAL PREMAN!!! BERANINYA SAMA MASYARAKAT SIPIL.

Pemuda indonesia reformasi
Ini negara hukum,harus diproses secara hukum...jangan takut,zaman sdh berubah,tidak ada lagi arogansi dinegeri ini...hukum menjadi panglima sekarang bung!....dan harus diusut secara transparan oknum tsb,jgn dipetieskan dan jg diusut penyebab pesawat

%@!* ang robet
Saya minta ganti komandan kamera foto saya hampir kena rampas oleh Anggota Paskhas AU.lensanya lari. atau saya akan laporan ke malaikat haaa...haaa...

%@!* ang robet
Saya minta ganti komandan kamera foto saya hampir kena rampas oleh Anggota Paskhas AU.lensanya lari. atau saya akan laporan ke malaikat haaa...haaa...

Pemerhati Wartawan
Tolong H Dheni Kurnia selesaikan masalah itu. Tapi pesan saya cuma 1, jangan pulak di 86 khan yah

GAJI APBN
DIGAJI APBN DUIT RAKYAT HARUS NGABDI NEGARA. BUKAN MAIN "HANTAM" KAYAK KURANG "SETORAN". NEGARA, RAKYAT MALU GARA-GARA OKNUM TNI AU SEPERTI INI.

Memalukan
OKNUM TNI AU melakukan pemukulan di depan anak-anak SD, ngajarin ngembat gaya "preman" dan berkelahi. SANGAT-SANGAT MEMALUKAN..!!!

TNI AU %@!*KK
%@!* kalian , kami wartawan Riau sepa nberperang sama kalian.. Kerjanya hanya pandai beking-beking tempat lonte di pekanbaru. anak haram kalain semua. masuk TNI kalian paka uang haram, makanya gaya kayak %@!* kuraop kalian. kalau aberani jangan p

Pangkostrad
laporkan aja ke Mabes TNi juga Mahkamiliter,juga laporkan ke PM.Rakyat meminta agar oknum Tni tersebut pecat dari dinasya.agar ada efek jeranya.selama ini oknum Tni AU arogan kali,jalan Kusuma padahal jalan rakyat,rakyat pula yg tak boleh melewatinya

Pangkostrad
laporkan aja ke Mabes TNi juga Mahkamiliter,juga laporkan ke PM.Rakyat meminta agar oknum Tni tersebut pecat dari dinasya.agar ada efek jeranya.selama ini oknum Tni AU arogan kali,jalan Kusuma padahal jalan rakyat,rakyat pula yg tak boleh melewatinya

KIAN SANTANG PUTRA PRABU SILIWANGI
BAGAK NYA HANYA SAMA ORANG SIPIL AJA..KALAU DENGAN MALAYSIA KALIAN ITU HANYA JADI BARANG MAINAN AJA...

KIAN SANTANG PUTRA PRABU SILIWANGI
PAK ROBERT TENTU TAK BISA MENGELAK LAGI..ITU KAN FOTO BAPAK LAGI MAIN HAKIM SENDIRI

Suara Rakyat
Lihat gambar oknum TNI AU sedang berbuat kasar terhadap wartawan yg meliput. Saya himbau PWI Riau,usut dan lindungi para insan pers dilapangan yg terintimidasi oleh oknum-oknum tertentu sekalipun TNI.Dimana letak kebebasan Pers.Pak Dheni Kurnia selak


Berita Hukum lainnya..........
- Mata Kiri Buta, Karyawan Panen Gugat PTPN V
- Polsek Pekanbaru Kota Tangkap Tiga Penikam Asal Palembang
- Putri IGT Gelar Buka Bersama Warga Kampar
- Kapolresta Tinjau Poskotis Mudik
- Dua Terdakwa Korupsi Dana Bansos Warga Miskin Dumai Divonis Ringan
- Avanza-Suzuki Laga Kambing di Tambang, 1 Tewas dan 1 Kritis
- Kasus Sodomi Bocah Disertai Pembunuhan dan Mutilasi,
4 Pria Diperiksa Intensif di Polres Siak



Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 50.17.88.74
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com