Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Sabtu, 24 Pebruari 2018 21:45
Orasi Ilmiah, Wisuda Angkatan Kedua STAILe Pekanbaru akan Diisi Menteri Hanif Dhakhiri

Sabtu, 24 Pebruari 2018 21:32
Firdaus-Rusli Janjikan Pekanbaru, Kampar, Pelalawan dan Siak Sama Maju

Sabtu, 24 Pebruari 2018 20:55
Dugaan Anak Bunuh Ayahnya di Siak,
Hasil Autopsi Korban Meninggal Karena Sakit Komplikasi


Sabtu, 24 Pebruari 2018 18:59
Keunikan Kampung Wisata Koto Ranah,
Mulai Puncak Suligi 900 MDPL Hingga Naskah Kuno


Sabtu, 24 Pebruari 2018 18:26
Muhaimin Iskandar Beri Kuliah Umum di UR

Sabtu, 24 Pebruari 2018 17:19
Warga Kampung Baru Temukan Tengkorak Manusia Dalam Parit

Sabtu, 24 Pebruari 2018 17:17
Penyu Seberat 50 Kg Terdampar di Pantai Muntai, Bengkalis

Sabtu, 24 Pebruari 2018 17:07
Miliki 68 Paket Sabu, Warga Duri Ditangkap Polisi

Sabtu, 24 Pebruari 2018 15:47
Hadir di Sri Palas, Rusli Effendi Berasa Pulang ke Rumah

Sabtu, 24 Pebruari 2018 15:42
Kembangkan Pariwisata dan Pendidikan, Pemkab Kuansing Bekerjasama dengan UGM

loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 16 Oktober 2012 14:30
Tempuh Jalur Hukum,
Wartawan Korban Pemukulan TNI AU Diintimidasi


Tiga wartawan korban pemukulan resmi melaporkan personil TNI AU ke POM. Bukannya merasa bersalah, justru sejumlah personil TNI AU justru mengintimidasi korban.

Riauerkini-PEKANBARU- Didik Hermanto (26) harus berjalan pincang saat membuat laporan di Polisi Militer (POM) TNI AU di Pangkalan Angkatan Udara (Lanud) Rusmin Nurjadin Pekanbaru, Selasa (16/10/12). Photografer Harian Riau Pos tersebut menderita sejumlah luka mamar di hampir seluruh kujur tubuh akibat dipukuli personil TNI AU, saat mengambil gambar pesawat jatuh di Jalan Amal Kelurahan Tanah Merah, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar.

Selain dipukul, ditendak dan dipijak-pijak sejumlah personil Paskhas TNI AU, Didik juga kehilangan kamera. "Saya tidak tahu siapa yang merampas karema saya," ujarnya saat berbincang dengan riauterkini di POM TNI AU.

Karena merasa menjadi korban tindak kekerasan, Didik lantas melaporkan Kadis Personil Lanud Roesmin Nurjadin Letkol Adm Robert S Simanjuktak. Periwara tersebutlah yang paling pertama memukul dirinya, kemudian diikuti sejumlah personil Pakhas.

Laporan resmi Didik termaktup dalam surat pengaduan No.POM-434/A/dik-01/X/2012/rsn yang diterima Pelda Budiono.

Diceritakan Didik, sesaat setelah ada pesawat tempur TNI AU jatuh, ia sudah berada di lokasi. "Kebetulan rumah saya di dekat lokasi. Ketika itu saya sedang bersiap mau mandi, karena itu masih mengenakan celana pendek," ujar Didik yang saat di POM juga masih mengenakan celana pendek biru tua dan kaso berkerah hijau daun.

Sebagai photografer, sudah menjadi tugas Didik untuk mengabadikan momen penting. Itulah yang dilakukannya begitu tiba di lokasi. Ia langsung memotret obyek pesawat tempur yang jatuh di samping rumah warga. "Saat saya ambil foto, pesawatnya sedang terbakar," tuturnya.

Ketika fokus pada tugas, mendadak dirinya diteriki seorang perwira TNI AU dengan suara lantang. "Hei, kamu kurang ajar sekali. Sudah tahu ada orang mati, malah difoto!" ujar Didik menirukan hardikan Letkol Robert S Simanjuntak.

Tak sekedar menghardik, Robert lantas menerjang Didik. Photografer kelahiran Samarinda itupun langsung terkapar ke tanah. Melihat Didik terkapar, Robert tak menghentikan tindak kekerasannya. Perwira tersebut justru menidihnya dan melepaskan dua kali pukulan ke wajah Didik.

"Saat di meninju, reflek saya memalingkan wajah, karena itu tinjunya kena ke sini. Kalau tidak, mungkin gigiku rontok," tutur Didik seraya memperlihatkan bagian di atas rahang, di depan telinga yang memar, biru kemerahan.

Setelah itu, sejumlah personil Paskhas ikut menerjang. Didik menjadi sansak hidup. Diinjak-injak ramai-ramai.

Sebelum membuat laporan ke POM, Didik sempat bertemu Robert. Perwira tersebut menyesalkan mengapa Didik tak berpakaian lengkap, sehingga ia tidak tahu kalau Didik seorang wartawan. Namun menurut Didik, ia sudah menunjukkan kartu pers. Setelah Didik memberi tahu kalau ia akan lapor ke POM, Robert justru menantang. "Baguslah kalau kamu mau lapor. Saya senang," ujar Didik menirukan perkataan Robert.

Setelah itu sejumla personil Paskhas mengintimidasi Didik dengan menuding-nuding Didik seraya berkata. "Awas, kamu saya tandai. Awas ya!"

Selain Didik, dua jurnalis korban kebrutalan personil TNI AU juga melapor ke POM. Keduanya adalah Fahri Rubianto (RTV) dan Rian F Anggoro (LKBN Antara). Selain bertindak brutal, personil TNI AU juga merampas empat kamera. Dua kamera foto dan dua lagi kamera televi.

Tidak hanya wartawan yang jadi korban, sejumlah warga juga menjadi sasaran tindak brutal personil TNI AU. Bahkan dua mahasiswa UIR pecah bibirnya akibat ditinju personil TNI saat mengambil foto pesawat jatuh. Selain memukuli warga, TNI AU juga menyita sejumlah telephon genggam warga.***(mad)

Loading...


Berita Hukum lainnya..........
- Dugaan Anak Bunuh Ayahnya di Siak,
Hasil Autopsi Korban Meninggal Karena Sakit Komplikasi

- Warga Kampung Baru Temukan Tengkorak Manusia Dalam Parit
- Miliki 68 Paket Sabu, Warga Duri Ditangkap Polisi
- Polda Riau Tetapkan Empat Tersangka Karhutla
- Minta Makan Enak tak Dituruti, Anak Sakit Jiwa di Siak Bunuh Bapaknya
- Egrek Sawit Nyangkut Kabel Listrik, Buruh PT Indosawit Tewas Kesetrum
-
- Bobol Showroom di Pekanbaru, Kawanan Maling Gondol 5 Unit Mobil Bekas
- Ikat 2 Penjaga, Kawanan Rampok Gasak Komponen Alat Berat di Bonai Darussalam
- Kalah dari PT Hutahaean di Sidang Prapid,
Tentukan Langkah Selanjutnya, Polda Riau akan Berkoordinasi dengan Kejati

- Kepergok Satpam di Stadion Utama Riau,
Seorang Juru Parkir Diciduk usai Mencuri Tiang Lampu Taman

- Kawanan Rampok Gasak Uang Rp700 Juta di Gudang Distributor PT. Perintis Ujungbatu
- Pencuri HP Ditangkap Polsek Tambusai Saat Sedang Service di Toko Ponsel
- Utamakan Keselamatan Masyarakat,
Sat Lantas Polres Pelalawan Sebar Spanduk Imbauan di Berbagai Titik

- Kantongi 8 Paket Sabu,,  Sat Narkoba Polres Siak Tangkap Terduga Pengedar
- Dishub Dumai Razia Mobil Angkut Cangkang Sawit di Terminal Barang
- Satres Narkoba Polres Kampar Ringkus Buron Bandar Sabu
- Menangkan PT PSJ Warga Pangkalan Gondai Dukung Putusan Hakim PN Pelalawan
- Sidang Pemalsuan Surat Tanah,
Saksi Ngaku Pernah Diminta Batalkan Jual Beli Lahan

- Gabungan Polda Riau dan Mabes Polri Tangkap Pelaku Hate Speech Medsos


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda : 54.226.253.34
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com