Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Kamis, 26 April 2018 22:00
Kompol Willy Jabat Wakapolres Rohul, Iptu Rusmi Zahelpi Jabat Kapolsek Rokan IV Koto

Kamis, 26 April 2018 21:25
M Fitri Adhy Jabat Kasi Pidum Kejari Kuansing,
Tiga Pejabat Kejari Rohul Jalani Sertijab


Kamis, 26 April 2018 21:21
Persiapan Debat Kandidat,
Andi Rachman Diskusi dengan Dua Mantan Menteri


Kamis, 26 April 2018 21:02
Diduga Dikelola Tanpa Izin, KLHK Amankan Ribuan Ton Limbah B3 di Dumai

Kamis, 26 April 2018 20:41
Reses di Bengkalis, Rita Zahara Gelar Sosialisasi 4 Pilar

Kamis, 26 April 2018 20:35
Lantik 610 Kepala SD dan SMP, Bupati Kampar Akui Mutu Pendidikan Memprihatinkan

Kamis, 26 April 2018 20:18
Putusan Inkrah,
Tak Serahkan Diri, 54 Koruptor Ini Diburu Jaksa


Kamis, 26 April 2018 20:12
Tokoh Masyarakat Bugis Riau Ini Ajak Keluarga Besar KKSS Coblos Nomor 1, Syamsuar-Edy Nasution

Kamis, 26 April 2018 19:25
Kampanye di Desa Paling Ujung Utara Inhil,
Tokoh Masyarakat Nilai Wardan Pemimpin Yang Menepati Janji


Kamis, 26 April 2018 19:14
Menangkan Syam Edy, PKS Riau Maksimalkan Peran BCAD

loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 16 Oktober 2012 14:30
Tempuh Jalur Hukum,
Wartawan Korban Pemukulan TNI AU Diintimidasi


Tiga wartawan korban pemukulan resmi melaporkan personil TNI AU ke POM. Bukannya merasa bersalah, justru sejumlah personil TNI AU justru mengintimidasi korban.

Riauerkini-PEKANBARU- Didik Hermanto (26) harus berjalan pincang saat membuat laporan di Polisi Militer (POM) TNI AU di Pangkalan Angkatan Udara (Lanud) Rusmin Nurjadin Pekanbaru, Selasa (16/10/12). Photografer Harian Riau Pos tersebut menderita sejumlah luka mamar di hampir seluruh kujur tubuh akibat dipukuli personil TNI AU, saat mengambil gambar pesawat jatuh di Jalan Amal Kelurahan Tanah Merah, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar.

Selain dipukul, ditendak dan dipijak-pijak sejumlah personil Paskhas TNI AU, Didik juga kehilangan kamera. "Saya tidak tahu siapa yang merampas karema saya," ujarnya saat berbincang dengan riauterkini di POM TNI AU.

Karena merasa menjadi korban tindak kekerasan, Didik lantas melaporkan Kadis Personil Lanud Roesmin Nurjadin Letkol Adm Robert S Simanjuktak. Periwara tersebutlah yang paling pertama memukul dirinya, kemudian diikuti sejumlah personil Pakhas.

Laporan resmi Didik termaktup dalam surat pengaduan No.POM-434/A/dik-01/X/2012/rsn yang diterima Pelda Budiono.

Diceritakan Didik, sesaat setelah ada pesawat tempur TNI AU jatuh, ia sudah berada di lokasi. "Kebetulan rumah saya di dekat lokasi. Ketika itu saya sedang bersiap mau mandi, karena itu masih mengenakan celana pendek," ujar Didik yang saat di POM juga masih mengenakan celana pendek biru tua dan kaso berkerah hijau daun.

Sebagai photografer, sudah menjadi tugas Didik untuk mengabadikan momen penting. Itulah yang dilakukannya begitu tiba di lokasi. Ia langsung memotret obyek pesawat tempur yang jatuh di samping rumah warga. "Saat saya ambil foto, pesawatnya sedang terbakar," tuturnya.

Ketika fokus pada tugas, mendadak dirinya diteriki seorang perwira TNI AU dengan suara lantang. "Hei, kamu kurang ajar sekali. Sudah tahu ada orang mati, malah difoto!" ujar Didik menirukan hardikan Letkol Robert S Simanjuntak.

Tak sekedar menghardik, Robert lantas menerjang Didik. Photografer kelahiran Samarinda itupun langsung terkapar ke tanah. Melihat Didik terkapar, Robert tak menghentikan tindak kekerasannya. Perwira tersebut justru menidihnya dan melepaskan dua kali pukulan ke wajah Didik.

"Saat di meninju, reflek saya memalingkan wajah, karena itu tinjunya kena ke sini. Kalau tidak, mungkin gigiku rontok," tutur Didik seraya memperlihatkan bagian di atas rahang, di depan telinga yang memar, biru kemerahan.

Setelah itu, sejumlah personil Paskhas ikut menerjang. Didik menjadi sansak hidup. Diinjak-injak ramai-ramai.

Sebelum membuat laporan ke POM, Didik sempat bertemu Robert. Perwira tersebut menyesalkan mengapa Didik tak berpakaian lengkap, sehingga ia tidak tahu kalau Didik seorang wartawan. Namun menurut Didik, ia sudah menunjukkan kartu pers. Setelah Didik memberi tahu kalau ia akan lapor ke POM, Robert justru menantang. "Baguslah kalau kamu mau lapor. Saya senang," ujar Didik menirukan perkataan Robert.

Setelah itu sejumla personil Paskhas mengintimidasi Didik dengan menuding-nuding Didik seraya berkata. "Awas, kamu saya tandai. Awas ya!"

Selain Didik, dua jurnalis korban kebrutalan personil TNI AU juga melapor ke POM. Keduanya adalah Fahri Rubianto (RTV) dan Rian F Anggoro (LKBN Antara). Selain bertindak brutal, personil TNI AU juga merampas empat kamera. Dua kamera foto dan dua lagi kamera televi.

Tidak hanya wartawan yang jadi korban, sejumlah warga juga menjadi sasaran tindak brutal personil TNI AU. Bahkan dua mahasiswa UIR pecah bibirnya akibat ditinju personil TNI saat mengambil foto pesawat jatuh. Selain memukuli warga, TNI AU juga menyita sejumlah telephon genggam warga.***(mad)

Loading...


Berita Hukum lainnya..........
- Kompol Willy Jabat Wakapolres Rohul, Iptu Rusmi Zahelpi Jabat Kapolsek Rokan IV Koto
- M Fitri Adhy Jabat Kasi Pidum Kejari Kuansing,
Tiga Pejabat Kejari Rohul Jalani Sertijab

- Putusan Inkrah,
Tak Serahkan Diri, 54 Koruptor Ini Diburu Jaksa

- Terseret Aspal, Seorang Wanita di Tenayan Raya Pekanbaru Tewas Dijambret
- Korupsi Anggaran Bappeda Rohil, PPTK Divonis 16 Bulan Penjara
- Gelap Dana Kampung Rp562 Jt, Mantan Penghulu Sungai Selodang Ditangkap Polres Siak
- Polres dan Bea Cukai Inhil Ungkap Penangkapan Kapal Bermuatan Elektronik Ilegal
- Sebuah Rumah di Pematang Duku, Bengkalis Ludes Terbakar
- Antisipasi Pungli, Dishub Pekanbaru Fokus Awasi Jukir Nakal
- Polda Riau Gelar Operasi Patuh 2018
- Paulus Dibunuh karena Pergoki Pelaku Mencuri di Rumahnya
- Tertangkap di Sumut, Pembunuh Paulus Lawalata Dipicu Ucapan Kasar Korban
- Aparat Gabungan di Bengkalis Mulai Gelar Operasi Patuh
- Jual Sie Jie, Dua Warga Tembilahan Ditangkap Polisi
- Diduga Curi Uang Infaq Masjid, 2 Remaja di Rohul Ditangkap Warga
- Wako Firdaus Mangkir, Sidang Gugatan Pedagang Plaza Sukaramai Pekanbaru Ditunda
- Edarkan Sabu, Pasutri di Pelalawan Ditangkap Polisi
- Sempat Berteriak, Seorang Pria di Tuah Karya Pekanbaru Tewas Mendadak
- KPK Cari Bukti Korupsi, Jembatan Water Front City Bangkinang Ditutup Sementara
- Korupsi Proyek RTH, Mantan Kadis PU Riau dan Dua Kontraktor Mulai Diadili


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda : 54.224.99.70
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com