Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Senin, 16 September 2019 13:57
Peduli Bencana Asap,
LAZNas Chevron Ajak Pengurus Masjid dan Masyarakat Siapkan Udara Sehat untuk Sesama


Senin, 16 September 2019 13:51
Berikut 19 Desa di Kabupaten Rohul yang Melaksanakan Pilkades Serentak 2020

Senin, 16 September 2019 13:09
Tingkatkan Kinerja, Sekwan Kuansing Gelar Rapat Staf

Senin, 16 September 2019 12:42
Tiba Sore, Gubri Siapkan Sejumlah Persoalan Diadukan ke Presiden

Senin, 16 September 2019 12:39
DPRD Rohil 2019-2024 Dilantik, PDIP Gusur Posisi Golkar

Senin, 16 September 2019 12:03
Diikuti Ribuan Warga, Pemkab Kuansing Gelar Sholat Istisqa

Senin, 16 September 2019 11:59
Pelantikan DPRD Bengkalis Didemo Rarusan Mahasiswa STAIN

Senin, 16 September 2019 11:17
45 Anggota DPRD Bengkalis 2019-2024 Bersumpah dan Berjanji di Gedung Cik Puan

Senin, 16 September 2019 10:36
Bentrok dengan Aparat di Depan Kantor Gubri, Seorang Mahasiswa UIN Pingsan

Senin, 16 September 2019 10:33
Balai Bahasa Riau Gelar Penyuluhan Bahasa Indonesia

loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 16 Oktober 2012 13:29
Sejumlah Organisasi Wartawan Kecam Keras
Pemukulan yang Dilakukan Oknum TNI AU


Sejumlah organisasi wartawan seperi PJI Riau, PWI dan Sowat mengecam keras tindakan pemukulan yang dilakukan puluhan oknum TNI AU terhadap wartawan dan warga saat mengambil foto pesawat jatuh di Desa Pandau Jaya, tadi pagi.

Riauterkini-PEKANBARU- Sejumlah organisasi wartawan mengecam keras tindakan pemukulan yang dilakukan puluhan oknum Provost TNI AU terhadap sejumlah wartawan foto, kameramen televisi dan warga yang mengambil foto pesawat jatuh, Selasa (16/10/12).

Sejumlah wartawan foto dan kameramen televisi yang menjadi sasaran pemukulan dan perampasan kemera antara lain, Didik (Riau Pos), Ryan Fb Anggoro (LKBN Antara), Ari Nadem (Tv-One), dan Robi (RTv). Selain wartawan, dua mahasiswa Universitas Islam Riau (UIR) juga ditinju oknum anggota TNI AU karena kedapatan mengambil foto bangkai pesawat Hawk 200 yang jatuh di samping rumah warga.

“Kami sangat menyesalkan dan mengecam keras tindakan pemukulan yang dilakukan oleh oknum petugas TNI-AU. Selain dipukul kamera serta kaset ditahan (disita) milik wartawan foto dan kameramen. Padahal insiden jatuhnya pesawat Hawk 200 terjadi di pemukiman warga yg sdh pasti adalah areal publik,” tukas Tony Hidayat, Ketua Perhimpunan Jurnalis Indonesia (PJI) Kordinator Daerah (Korda) Riau kepada riauterkini.com melalui telepon genggamnya.

Tony menambahkan, tindakan arogansi aparat TNI AU ini sebagai bukti bahwa masih banyak pihak-pihak yang belum memahami fungsi dan tugas-tugas wartawan. Padahal dalam menjalani tugas-tugas jurnalistik wartawan itu dilindungi oleh Undang-undang Pers Nomor 40 Tahun 1999.

Penugasan sama diungkapkan Syahnan Rangkuti, Koordinator Solidaritas Wartawan untuk Transparansi (Sowat). Syahnan malah tengah mengumpulkan bahan-bahan dan saksi-saksi aksi kekerasan terhadap sejumlah wartawan foto dan kameramen yang dilakukan oleh oknum TNI AU ini.

“Setelah data-data dikumpulkan kita akan laporkan kasus kekerasan ini kepada Panglima TNI,” katanya.

Protes dan pengecaman terhadap aksi pemukulan terhadap wartawan itu juga dilakukan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Cabang Riau. Dalam siaran pers yang diterima riauterkini.com, setidaknya ada 6 item tuntutan PWI Riau.

Pertama, PWI mengecam keras upaya upaya penghalang-halangan yang dilakukan anggota TNI AU di lapangan terhadap sejumlah wartawan, baik media cetak, online, radio dan televisi yang sedang bertugas mendapatkan informasi dan gambar di sekitar lokasi kejadian. Tindakan tersebut bertentangan dengan UU No 40 Tahun 1999 tentang kebebasan pers di Indonesia, dan UU No.18 Tahun 2008 Tentang Keterbukaan Informasi Publik.

Kedua, PWI Mengecam keras tindakan represif anggota TNI AU di lapangan kepada sejumlah wartawan yang berujung pada pemukulan dan perampasan kamera foto dan kamera video dari tangan wartawan yang sedang bertugas.

Ketiga, meminta kepada Komandan Lanud Pekanbaru untuk bertanggung jawab penuh atas kerugian moril dan materil yang dialami wartawan, korban tindakan represif anggota TNI AU di lapangan.

Keempat, meminta kepada Komandan Lanud Pekanbaru menindak keras anggota TNI AU yang melakukan penganiayaan terhadap para wartawan yang sedang bertugas mendapatkan informasi di lapangan.

Kelima, mendukung setiap usaha hukum yang diambil oleh wartawan dan media tempatnya bekerja atas pemukulan yang dialami. Dan untuk ini PWI Cabang Riau siap mengadvokasi proses hukum tersebut melalui Lembaga Bantuan Hukum PWI Cabang Riau.

Keenam, melaporkan tindakan penganiayaan aparatur TNI AU ini kepada Dewan Pers untuk dapat ditindaklanjuti ke tingkat yang lebih tinggi.*** (son)

Loading...


Berita Hukum lainnya..........
- Pelantikan DPRD Bengkalis Didemo Rarusan Mahasiswa STAIN
- Bentrok dengan Aparat di Depan Kantor Gubri, Seorang Mahasiswa UIN Pingsan
- Pasukan Gabungan Apel, Pendemo Bakar Ban di Depan Kantor Gubri
- Dua Hari Hilang, Warga Inhil Ditemukan Tewas Dalam Pompong
- Dua Hari Berlalu, Kapal Bermuatan Sayur Belum Ditemukan
- Lanal Dumai Amankan 15 Kg Sabu, Tapi Pelaku Berhasil Kabur
- Lahan Sering Terbakar, MPC PP Pelalawan Desak Izin PT Adei Dicabut
- Menolak Mati Karena Asap, Seribuan Mahasiswa Geruduk Kantor Gubri
- Ke Thailand Saat Riau Dikepung Asap, Pendemo Sebut Gubri Kelayapan
- Lengkapi Gugatan, Posko Pengaduan KorbanAsap Dibuka IKA FH Unri
- Termasuk ‎190,63 Gram Sabu dan 5 Pucuk Senjata,
Kejari Rohul Musnahkan BB dari 159 Perkara‎ 2018-2019

- Satu Kapal Maling Ikan di Perairan Indonesia Dibakar dan Ditenggelamkan di Selat Bengkalis
- Overstay dan tak Berduit, WN Inggris Diamankan Imigrasi Bengkalis
- Menjelang Berakhir Operasi Patuh 2019, 1.338 Ranmor di Bengkalis Ditilang
- Dugaan Fiktif UED SP Rp1,8 M,
Kades dan Bendahara Bukit Batu, Bengkalis Dimintai Keterangan

- Sempat Kabur Saat Sidang,
Pelaku Perampokan Pembunuhan di Rumbai Pekanbaru Dituntut 20 Tahun Penjara

- Polres Dumai Turunkan Tim Usut Proyek Gedung Tenis Pertamina Roboh
- Dinilai Cemarkan Nama Baik,
Kadis PU Siak Laporkan Korlap Aksi BEM Unilak ke Polda Riau

- Divonis 7 Tahun Atas Korupsi Jalan di Bengkalis, Mantan Sekda Dumai Ajukan Banding
- Warga Tiga Desa Demo Kantor PT HKI di Bhatin Solapan, Bengkalis


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com