Untitled Document
Senin, 29 Safar 1436 H |
Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Senin, 22 Desember 2014 17:56
Dukung Pemkab Siak Swasembada Daging - BOB Gelar Pelatihan Peternakan Sapi

Senin, 22 Desember 2014 17:53
Banyak Perusahaan Dumai Nunggak Iuran BPJS-TK

Senin, 22 Desember 2014 17:48
Gelombang di Meranti Capai 2.5 M, Kapolres Imbau Masyarakat Waspada

Senin, 22 Desember 2014 17:44
Disperindag Dumai OP Gas Elpiji 3 Kg Selama Sepekan

Senin, 22 Desember 2014 17:41
Pemko Dumai Peringati Tiga Hari Besar Sekaligus

Senin, 22 Desember 2014 17:30
Terungkap di Persidangan Gulat,
Annas Pernah Gelontorkan Rp200 Juta Stop Pemberitaan Dugaan Pencabulannya


Senin, 22 Desember 2014 17:25
Polres Rohul Peringati Natal Perdana di Pasirpangaraian



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 9 Oktober 2012 19:08
Demo, Koki Desak KPK Tuntaskan Kasus Korupsi PON Riau

Sejumlah aktivis yang tergabung dalam Koki berdemo mendukung KPK. Selain itu, juga disuarakan desakan agar lembaga tersebut menuntaskan kasus korupsi PON Riau.

Riauterkini-PEKANBARU-Koalisi Keterbukaan Informasi Untuk Rayat (Koki) hari ini, Selasa (9/10/12) untuk kedua kalinya melakukan aksi damai setelah kemarin, Senin (8/91012) lakukan “Aksi Dukung KPK”. Selain aksi save KPK, Koki juga menuntut KPK untuk secepatnya mengungkap kasus korupsi yang ada di Provinsi Riau.

“Kita mendukung KPK untuk secepatnya membongkar dan menyelesaikan kasus korupsi diriau. Tidak terkecuali Gubri (M Rusli Zaenal, red). Baik itu dugaan korupsi pelaksanaan PON maupun yang ada di Kehutanan,” ujar Anggota Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra) Riau Triono Hadi yang tergabung dalam Koki.

Koki memastikan adanya keterlibatan Gubri terhadap kasus dugaan korupsi PONXVIII. Menurutnya, dugaan korupsi yang dilakukan mantan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Riau Lukman Abas tidak mungkin tanpa ada keterlibatan Gubri.

Selain itu, Koki menilai pereintahan Rusli Zaenal gagal dalam menjalankan program nonfisik. “Dalam dua priode. Rusli memang telah melakukan pembangunan seperti PustakaDaerah dan Kantor Gubenur. Tetapi yang mengena langsung kepada masyarakat tidak ada. Program K2I gagal. Kebun juga tidak jelas,” terang Triono.

Selanjutnya belasan massa yang gabung dalam Koki, berpindah dari Tugu Silais ke Bundaran Tugu Bingung dengan membentang sepanduk yang bertuliskan “Selamatkan KPK Usut Tuntas Korupsi Di Propinsi Riau. Setelah berorasi di Tugu Bingung, massa membubarkan diri dengan tertib.***(tam)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
Boruok
Kobau kok mikirnya cuma sekitar perut doang, makan KA makan aja. Dasar Kobau busuok

kobau
mex dah tak dapat jatah lagi kau dah? ini mulai lagi dikau perangi RZ , lapo perut tuh dah? nanti di suap lagi miko diam lagi. pening aku lihat dikau mex. tutuplah ni

memang dilarang berburuk sangka tapi......
Kita memang dilarang berburuk sangka tapi berusahalah amar makruf nahi mungkar. PON ada baik dan juga tidak sedikit keburukan yg terkait dengan pelaksanaannya seperti pengeboran pundi2 rakyat, pengelolaan yang tidak profesional, sikap yg lebih banyak

Pemuda Riau
Betul tu, usut tuntas jangan gubernur yg kenyang. DPRD jadi korban,setiap dinas banyak korupsinya, Lukman hanya korban, stadiun utama eka yang banyak dapat duit, anggota DPRD Riau jangan Anda diam diri, dah banyak korban, Miko tukang stempel,Sekda ju

sepuh
RZ kebal hukum tak akan bisa KPK menangkap RZ dia sdh diamankan Bambang w ( dah jelas2 dipengadilan tipikor rz dalangnya kasus pon ini tapi kpk masih tarek ulur agak grogi )

sepuh
RZ kebal hukum tak akan bisa KPK menangkap RZ dia sdh diamankan Bambang w ( dah jelas2 dipengadilan tipikor rz dalangnya kasus pon ini tapi kpk masih tarek ulur agak grogi )


Berita Hukum lainnya..........
- Terungkap di Persidangan Gulat,
Annas Pernah Gelontorkan Rp200 Juta Stop Pemberitaan Dugaan Pencabulannya

- Polres Rohul Peringati Natal Perdana di Pasirpangaraian
- Dipekerjakan Sebagai WTS,
ABG Kampar Korban Trafficking Ditarif Rp 1-1,5 Juta

- Dua Pemuda Tewas di Jalintim Pelalawan
- Dua Pemuda Tewas di Jalintim Pelalawan
- Petugas Bea dan Cukai Selatpanjang Gagalkan Penyeludupan Handphone
- Bupati Bengkalis Bantah Miliki ‘Rekening Gendut’


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.81.123.248
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com