Untitled Document
Ahad, 7 Rajab 1436 H |
Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Ahad, 26 April 2015 11:36
Pemkab Inhil Segera Usulkan Kawasan Danau Mablu jadi Tahura

Ahad, 26 April 2015 11:34
Bupati Bengkalis Buka Lomba Senam Lansia Hari Kartini di Duri

Ahad, 26 April 2015 09:39
Empat Pejudi Dadu Diringkus Aparat Polsek Bangko, Rohil

Ahad, 26 April 2015 09:38
Warga Kampar Rusak 4 Motor dan Bakar Pos Jaga PTPN V di Kabun

Ahad, 26 April 2015 09:36
Anggota DPRD Riau Siswadja Mulayadi Tinjau Pemakaman Budha yang Dirusak

Ahad, 26 April 2015 09:33
Dirambah, Bupati Inhil Tinjau Kawasan Hutan Pulau Basu

Sabtu, 25 April 2015 20:52
119 Mahasiswa STIE Bangkinang Diwisuda



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 9 Oktober 2012 08:43
Penjual Materai Palsu Divonis Setahun Penjara

Perkara penjualan materai palsu sampai pada putusan. Majalis Hakim PN Pekanbaru menjatuhkan vonis setahun penjara kepada terdakwa.

Riauterkin-PEKANBARU-Setelah dijatuhi tuntutan hukuman selama 1,5 tahun penjara, oleh Jaksa Penunut Umum (JPU) Kejari Pekanbaru, Tiorlina SH. Karena terbukti bersalah memperdagangkan materai palsu.

Akhirnya, pada sidang lanjutan Senin (8/10/12) sore. Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru. Menjatuhi hukuman selama 1 tahun penjara, terhadap terdakwa Abdul Qodir Azim (35).

Pria yang menetap di Jalan Srikandi, Perumahan Srikandi, Kelurahan Delima, Tampan, Pekanbaru itu, hanya bisa pasrah dan menundukan kepala. Ketika majelis hakim yang diketuai Krosbin L Gaol SH, menanyakan kepada terdakwa. Apakah terdakwa menerima putusan tersebut. Jika tidak silahkan mengajukan banding.

Terdakwa yang didampingi kuasa hukumnya Rizal SH dan Anton SH, langsung menganggukan kepala, pertanda menerima putusan majelis hakim.

Setelah palu diketuk pertanda sidang ditutup, terdakwa digiring jaksa menuju tahanan.

Dalam dakwaan JPU, terdakwa bersalah melanggar Pasal 257 KUH Pidana tentang penjualan materai palsu. Yang mana terdakwa menyediakan, materai tempel 6000 dan 3000 yang tidak asli dan dijual kepada masyarakat umum

Dimana perbuatan terdakwa yang dilakukan pada bulan Mei 2012 lalu. Terdakwa yang bertemu dengan seorang pria berinisial PR (DPO) di Jalan Soekarno-Hatta, tepatnya di depan RS Eka Hospital, Pekanbaru.

Saat itu, PR menyuruh terdakwa menyerahkan 4 blok/lembar materai tempel 6000 dengan maksud untuk diantar dan dijual ke sebuah tempat photo copy, milik saksi korban Erni Alin di Jalan Paus Pekanbaru.

Harga keseluruhan materai tersebut sebanyak Rp700 ribu, dan berjanji akan memberi upah Rp100 ribu. Namun, saat terdakwa menyerahkan materai tersebut, ditangkap oleh Polsek Bukit Raya setelah dilaporkan korban.

Sebab, sebelumnya, terdakwa telah menawarkan 3 blok materai 6000 dengan harga Rp525 ribu. Korban baru mentegahui materai itu palsu karena pembelinya datang dan menyebutkan palsu. Bahkan saat dicek ke kantor Pos, juga mengatakan materai milik terdakwa palsu.***(har)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Hukum lainnya..........
- Empat Pejudi Dadu Diringkus Aparat Polsek Bangko, Rohil
- Warga Kampar Rusak 4 Motor dan Bakar Pos Jaga PTPN V di Kabun
- Polisi Tangkap Bandar Judi Togel di Kuansing
- Todong Supir, Rampok Bersenpi di Siak Gondol Truk Bermutan Sawit
- Pawai TK Marpoyan Picu Macet Horor di Dua Jalan Protokol Pekanbaru
- Pelaku Ditangkap Pilisi,
Terdata 26 Makam Umat Budha Bagansiapiapi yang Dirusak

- Tembak Warga Minas, Rampok Gondol Rp400 Juta


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.161.149.107
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com