Untitled Document
Rabu, 11 Jumadil Akhir 1436 H |
Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Rabu, 1 April 2015 21:20
Pensiun Dini Dari TNI,
Taim Ingin Jadi Bupati Rohil


Rabu, 1 April 2015 21:15
Korupsi Pembibitan Atlet,
Satu Lagi PNS Dispora Siak Disidangkan


Rabu, 1 April 2015 21:07
Kadisdik Riau Buka OSN Tingkat SD/MI se Riau

Rabu, 1 April 2015 21:03
Komisi A DPRD Meranti Pantau Pesiapan Pilkades

Rabu, 1 April 2015 21:00
Penunjukan Plt DPD II Golkar,
Suparman Tak Gentar Rencana Indra Muchlis Adnan


Rabu, 1 April 2015 20:55
HUT ke 49,
Bank Riaukepri Diharapkan Lebih Mandiri


Rabu, 1 April 2015 20:49
Tak Ingin Kecolongan Laporan Kinerja,
Pemkab Rohil Kontrak 40 Tenaga Akunting




Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 9 Oktober 2012 08:43
Penjual Materai Palsu Divonis Setahun Penjara

Perkara penjualan materai palsu sampai pada putusan. Majalis Hakim PN Pekanbaru menjatuhkan vonis setahun penjara kepada terdakwa.

Riauterkin-PEKANBARU-Setelah dijatuhi tuntutan hukuman selama 1,5 tahun penjara, oleh Jaksa Penunut Umum (JPU) Kejari Pekanbaru, Tiorlina SH. Karena terbukti bersalah memperdagangkan materai palsu.

Akhirnya, pada sidang lanjutan Senin (8/10/12) sore. Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru. Menjatuhi hukuman selama 1 tahun penjara, terhadap terdakwa Abdul Qodir Azim (35).

Pria yang menetap di Jalan Srikandi, Perumahan Srikandi, Kelurahan Delima, Tampan, Pekanbaru itu, hanya bisa pasrah dan menundukan kepala. Ketika majelis hakim yang diketuai Krosbin L Gaol SH, menanyakan kepada terdakwa. Apakah terdakwa menerima putusan tersebut. Jika tidak silahkan mengajukan banding.

Terdakwa yang didampingi kuasa hukumnya Rizal SH dan Anton SH, langsung menganggukan kepala, pertanda menerima putusan majelis hakim.

Setelah palu diketuk pertanda sidang ditutup, terdakwa digiring jaksa menuju tahanan.

Dalam dakwaan JPU, terdakwa bersalah melanggar Pasal 257 KUH Pidana tentang penjualan materai palsu. Yang mana terdakwa menyediakan, materai tempel 6000 dan 3000 yang tidak asli dan dijual kepada masyarakat umum

Dimana perbuatan terdakwa yang dilakukan pada bulan Mei 2012 lalu. Terdakwa yang bertemu dengan seorang pria berinisial PR (DPO) di Jalan Soekarno-Hatta, tepatnya di depan RS Eka Hospital, Pekanbaru.

Saat itu, PR menyuruh terdakwa menyerahkan 4 blok/lembar materai tempel 6000 dengan maksud untuk diantar dan dijual ke sebuah tempat photo copy, milik saksi korban Erni Alin di Jalan Paus Pekanbaru.

Harga keseluruhan materai tersebut sebanyak Rp700 ribu, dan berjanji akan memberi upah Rp100 ribu. Namun, saat terdakwa menyerahkan materai tersebut, ditangkap oleh Polsek Bukit Raya setelah dilaporkan korban.

Sebab, sebelumnya, terdakwa telah menawarkan 3 blok materai 6000 dengan harga Rp525 ribu. Korban baru mentegahui materai itu palsu karena pembelinya datang dan menyebutkan palsu. Bahkan saat dicek ke kantor Pos, juga mengatakan materai milik terdakwa palsu.***(har)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Hukum lainnya..........
- Korupsi Pembibitan Atlet,
Satu Lagi PNS Dispora Siak Disidangkan

- Naik Bus Transmetro,
Satlantas Polresta Pekanbaru Berikan Penyuluhan Tertib Lalin

- Pencurian Kerbau Mulai Marak di Kuansing
- Korupsi Drainase Perkotaan Pekanbaru, Dirut PT SBKR Divonis Setahun
- Penipuan Travel Perjalanan Umroh, Direktur PT GTC Resmi Tersangka
- Kasus Pelecehan Anak-anak Meningkat, Keberadaan KPAID Rohul Dipertanyakan
- Sidang Dugaan Suap Alih Fungsi Hutan,
Bertele-tele, Suheri Tirta Buat Kesal Jaksa



Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.205.189.1
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com