Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Jum’at, 26 Agustus 2016 20:57
Batiqa Hotel Pekanbaru Resmi Beroperasi di Kota Bertuah

Jum’at, 26 Agustus 2016 20:54
Nyaris Bakar Pemukiman, Karlahut terjadi Air Hitam Pujud, Rohil

Jum’at, 26 Agustus 2016 20:49
Gema Azan Mag'rib Giring Pemakaman Apri Adi Pratama di Meranti

Jum’at, 26 Agustus 2016 20:44
Diantar Ribuan Warga, Gema Azan Maghrib Iringin Pemakaman Adi Pratama di Meranti

Jum’at, 26 Agustus 2016 20:44
Kemendagri: Alokasi Dana Hibah Pilkada Terganjal Pengawas Pemilu

Jum’at, 26 Agustus 2016 20:39
Raih WTN, Kampar Komit Lakukan Pembenahan

Jum’at, 26 Agustus 2016 20:29
Rohul Juga Kena Dampak Pembekuan DAU, Empat Bulan Gaji PNS Terancam



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 9 Oktober 2012 08:43
Penjual Materai Palsu Divonis Setahun Penjara

Perkara penjualan materai palsu sampai pada putusan. Majalis Hakim PN Pekanbaru menjatuhkan vonis setahun penjara kepada terdakwa.

Riauterkin-PEKANBARU-Setelah dijatuhi tuntutan hukuman selama 1,5 tahun penjara, oleh Jaksa Penunut Umum (JPU) Kejari Pekanbaru, Tiorlina SH. Karena terbukti bersalah memperdagangkan materai palsu.

Akhirnya, pada sidang lanjutan Senin (8/10/12) sore. Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru. Menjatuhi hukuman selama 1 tahun penjara, terhadap terdakwa Abdul Qodir Azim (35).

Pria yang menetap di Jalan Srikandi, Perumahan Srikandi, Kelurahan Delima, Tampan, Pekanbaru itu, hanya bisa pasrah dan menundukan kepala. Ketika majelis hakim yang diketuai Krosbin L Gaol SH, menanyakan kepada terdakwa. Apakah terdakwa menerima putusan tersebut. Jika tidak silahkan mengajukan banding.

Terdakwa yang didampingi kuasa hukumnya Rizal SH dan Anton SH, langsung menganggukan kepala, pertanda menerima putusan majelis hakim.

Setelah palu diketuk pertanda sidang ditutup, terdakwa digiring jaksa menuju tahanan.

Dalam dakwaan JPU, terdakwa bersalah melanggar Pasal 257 KUH Pidana tentang penjualan materai palsu. Yang mana terdakwa menyediakan, materai tempel 6000 dan 3000 yang tidak asli dan dijual kepada masyarakat umum

Dimana perbuatan terdakwa yang dilakukan pada bulan Mei 2012 lalu. Terdakwa yang bertemu dengan seorang pria berinisial PR (DPO) di Jalan Soekarno-Hatta, tepatnya di depan RS Eka Hospital, Pekanbaru.

Saat itu, PR menyuruh terdakwa menyerahkan 4 blok/lembar materai tempel 6000 dengan maksud untuk diantar dan dijual ke sebuah tempat photo copy, milik saksi korban Erni Alin di Jalan Paus Pekanbaru.

Harga keseluruhan materai tersebut sebanyak Rp700 ribu, dan berjanji akan memberi upah Rp100 ribu. Namun, saat terdakwa menyerahkan materai tersebut, ditangkap oleh Polsek Bukit Raya setelah dilaporkan korban.

Sebab, sebelumnya, terdakwa telah menawarkan 3 blok materai 6000 dengan harga Rp525 ribu. Korban baru mentegahui materai itu palsu karena pembelinya datang dan menyebutkan palsu. Bahkan saat dicek ke kantor Pos, juga mengatakan materai milik terdakwa palsu.***(har)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Hukum lainnya..........
- Satu Dilumpuhkan,
Polresta Pekanbaru Baku Tembak dengan Perampok Bersenpi di SM Amin

- Polda Riau Dalami Kebakaran Lahan 2 Perusahaan di Rohul
- Paskoopsau Yakin Konflik Lahan di Lanud Roesmin Nurjadin tak Niru Medan
- Kapolri Kirim Kadiv Propam Selidiki Rusuh Selatpanjang
- Korupsi Chiller Genset Sport Center Rumbai, Jaksa Tunda Tuntut Kontraktor
- 15 Polisi Diamankan Terkait Rusuh Meranti, Kapolres Nyatakan Siap Dicopot
- Listrik TPS Diputus Pengelola, Picu Pedagang Blokir Jalan


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.144.39.30
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com