Untitled Document
Rabu, 1 Zulqaidah 1435 H |
Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Rabu, 27 Agustus 2014 19:49
APBN 2014 Rp11 M,
Pemerintah Akan Bangun Sarana Air Bersih di Kepenuhan Hulu, Rohul


Rabu, 27 Agustus 2014 19:46
Biro PT. PLN Banyak Janji,
Listrik di Sukadamai Ujungbatu Belum juga Menyala


Rabu, 27 Agustus 2014 19:46
Dibantu Mahasiswa KKN UR,
Halaman Kantor Camat Tanah Putih Rohil Bakal Jadi Pembibitan Ikan


Rabu, 27 Agustus 2014 19:35
Karyawan 7 Perusahaan Subkon CPI Masih Perjuangkan Hak

Rabu, 27 Agustus 2014 19:31
Line Terbaru Generasi i10,
Hyundai Lahirkan Grand i10


Rabu, 27 Agustus 2014 19:23
Warga Tanjung Medan Rohil Keluhkan Pungutan Perbaikan Meteran Listrik

Rabu, 27 Agustus 2014 19:20
Kembali Puluhan Gajah Liar Ancam Jiwa Manusia di Duri



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 9 Oktober 2012 08:43
Penjual Materai Palsu Divonis Setahun Penjara

Perkara penjualan materai palsu sampai pada putusan. Majalis Hakim PN Pekanbaru menjatuhkan vonis setahun penjara kepada terdakwa.

Riauterkin-PEKANBARU-Setelah dijatuhi tuntutan hukuman selama 1,5 tahun penjara, oleh Jaksa Penunut Umum (JPU) Kejari Pekanbaru, Tiorlina SH. Karena terbukti bersalah memperdagangkan materai palsu.

Akhirnya, pada sidang lanjutan Senin (8/10/12) sore. Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru. Menjatuhi hukuman selama 1 tahun penjara, terhadap terdakwa Abdul Qodir Azim (35).

Pria yang menetap di Jalan Srikandi, Perumahan Srikandi, Kelurahan Delima, Tampan, Pekanbaru itu, hanya bisa pasrah dan menundukan kepala. Ketika majelis hakim yang diketuai Krosbin L Gaol SH, menanyakan kepada terdakwa. Apakah terdakwa menerima putusan tersebut. Jika tidak silahkan mengajukan banding.

Terdakwa yang didampingi kuasa hukumnya Rizal SH dan Anton SH, langsung menganggukan kepala, pertanda menerima putusan majelis hakim.

Setelah palu diketuk pertanda sidang ditutup, terdakwa digiring jaksa menuju tahanan.

Dalam dakwaan JPU, terdakwa bersalah melanggar Pasal 257 KUH Pidana tentang penjualan materai palsu. Yang mana terdakwa menyediakan, materai tempel 6000 dan 3000 yang tidak asli dan dijual kepada masyarakat umum

Dimana perbuatan terdakwa yang dilakukan pada bulan Mei 2012 lalu. Terdakwa yang bertemu dengan seorang pria berinisial PR (DPO) di Jalan Soekarno-Hatta, tepatnya di depan RS Eka Hospital, Pekanbaru.

Saat itu, PR menyuruh terdakwa menyerahkan 4 blok/lembar materai tempel 6000 dengan maksud untuk diantar dan dijual ke sebuah tempat photo copy, milik saksi korban Erni Alin di Jalan Paus Pekanbaru.

Harga keseluruhan materai tersebut sebanyak Rp700 ribu, dan berjanji akan memberi upah Rp100 ribu. Namun, saat terdakwa menyerahkan materai tersebut, ditangkap oleh Polsek Bukit Raya setelah dilaporkan korban.

Sebab, sebelumnya, terdakwa telah menawarkan 3 blok materai 6000 dengan harga Rp525 ribu. Korban baru mentegahui materai itu palsu karena pembelinya datang dan menyebutkan palsu. Bahkan saat dicek ke kantor Pos, juga mengatakan materai milik terdakwa palsu.***(har)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Hukum lainnya..........
- Sopir Colt Diesel Melarikan Diri,
Penjual Es Dawet Tewas Ditabrak di Baganbatu, Rohil,

- FBI Minta Aparat Usut Pencatutan Nama PWRI Dumai
- Diduga Korupsi Dana Posyandu, Anggota DPRD Dumai Terpilih Dipolisikan
- Cegah Penculikan Anak, Polres Dumai Koordinasi dengan Sekolah
- HMI Pekanbaru Minta Kejati Riau Usut Dugaan Korupsi di PTPN V
- Polres Inhu Tangkap Pengedar dan Pemakai Sabu
- Sengketa HGU Bukitbatu, Bengkalis,
PT. SDA Hadang Upaya Eksekusi PT. PAN United



Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.166.181.191
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com