Untitled Document
Kamis, 13 Syawwal 1436 H |
Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Rabu, 29 Juli 2015 21:38
Pilkada Rohil 2015,
Syafrudin-Ridwan Berjanji Tak Manfaatkan APBD Untuk Pribadi


Rabu, 29 Juli 2015 21:33
Memprihatinkan, Dewan Minta Pemkab Priorotaskan Perbaikan Jalan dan Jembatan di Inhil Utara

Rabu, 29 Juli 2015 21:08
Pemkab Rohil Syukuran Tempati Kantor Bupati Baru

Rabu, 29 Juli 2015 20:45
PWI Riau Taja Tes Penerimaan Anggota

Rabu, 29 Juli 2015 20:41
Karhutla, Kabupaten Inhil Status Siaga I

Rabu, 29 Juli 2015 20:41
Tim Penanggulangan Karhutla Padamkan 1.125 Ha Lahan Terbakar di Riau

Rabu, 29 Juli 2015 20:40
Triliunan Anggaran Melayang,
BNPB Bongkar Motif dan Modus Karhutla di Riau




Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 9 Oktober 2012 08:43
Penjual Materai Palsu Divonis Setahun Penjara

Perkara penjualan materai palsu sampai pada putusan. Majalis Hakim PN Pekanbaru menjatuhkan vonis setahun penjara kepada terdakwa.

Riauterkin-PEKANBARU-Setelah dijatuhi tuntutan hukuman selama 1,5 tahun penjara, oleh Jaksa Penunut Umum (JPU) Kejari Pekanbaru, Tiorlina SH. Karena terbukti bersalah memperdagangkan materai palsu.

Akhirnya, pada sidang lanjutan Senin (8/10/12) sore. Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru. Menjatuhi hukuman selama 1 tahun penjara, terhadap terdakwa Abdul Qodir Azim (35).

Pria yang menetap di Jalan Srikandi, Perumahan Srikandi, Kelurahan Delima, Tampan, Pekanbaru itu, hanya bisa pasrah dan menundukan kepala. Ketika majelis hakim yang diketuai Krosbin L Gaol SH, menanyakan kepada terdakwa. Apakah terdakwa menerima putusan tersebut. Jika tidak silahkan mengajukan banding.

Terdakwa yang didampingi kuasa hukumnya Rizal SH dan Anton SH, langsung menganggukan kepala, pertanda menerima putusan majelis hakim.

Setelah palu diketuk pertanda sidang ditutup, terdakwa digiring jaksa menuju tahanan.

Dalam dakwaan JPU, terdakwa bersalah melanggar Pasal 257 KUH Pidana tentang penjualan materai palsu. Yang mana terdakwa menyediakan, materai tempel 6000 dan 3000 yang tidak asli dan dijual kepada masyarakat umum

Dimana perbuatan terdakwa yang dilakukan pada bulan Mei 2012 lalu. Terdakwa yang bertemu dengan seorang pria berinisial PR (DPO) di Jalan Soekarno-Hatta, tepatnya di depan RS Eka Hospital, Pekanbaru.

Saat itu, PR menyuruh terdakwa menyerahkan 4 blok/lembar materai tempel 6000 dengan maksud untuk diantar dan dijual ke sebuah tempat photo copy, milik saksi korban Erni Alin di Jalan Paus Pekanbaru.

Harga keseluruhan materai tersebut sebanyak Rp700 ribu, dan berjanji akan memberi upah Rp100 ribu. Namun, saat terdakwa menyerahkan materai tersebut, ditangkap oleh Polsek Bukit Raya setelah dilaporkan korban.

Sebab, sebelumnya, terdakwa telah menawarkan 3 blok materai 6000 dengan harga Rp525 ribu. Korban baru mentegahui materai itu palsu karena pembelinya datang dan menyebutkan palsu. Bahkan saat dicek ke kantor Pos, juga mengatakan materai milik terdakwa palsu.***(har)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Hukum lainnya..........
- Curi Sepeda Motor Polisi,
Polsek Lima Puluh Tangkap Tiga Residivis Curanmor

- Ganggu Kenyamanan Warga, Sembilan Anak Punk Diamankan Satpol PP Pekanbaru
- Minta Pelaku Dihukum Berat,
Keluarga Korban Pencabulan Hingga Hamil Datangi DPRD Rohul

- Telan Anggaran Rp6 M, Pujasera Duri jadi 'Sarang Hantu'
- Tim Yustisi Pemko Pekanbaru Sidak Izin Pergudangan
- PN Pekanbaru Kurang Hakim dan Ruang Sidang
- 6 Bulan, Salinan Putusan Kasasi Perkara Mantan Bupati Inhu Masih 'Ditahan' MA


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 107.20.34.173
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com