Untitled Document
Ahad, 28 Safar 1436 H |
Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Ahad, 21 Desember 2014 16:27
Semarak Pers 2014 Chevron Berlangsung Meriah di Dumai

Ahad, 21 Desember 2014 16:21
Bikin Pusing, Pemerintah Bakal Asingkan Imigran Gelap di Pulau Khusus

Ahad, 21 Desember 2014 16:19
Tingkatkan Kualitas, 80 Hakim MTQ di Bengkalis Ikuti Sertifikasi

Ahad, 21 Desember 2014 16:16
Pertamina Dumai Diminta Presuasif Atasi Sengeketa Lahan di Bunga Tanjung

Ahad, 21 Desember 2014 16:14
Ditaja Wrokshop Ketentuan Akreditasi,
Dari 170 PAUD di Bengkalis Hanya 14 Penuhi Syarat


Ahad, 21 Desember 2014 16:09
Disdukcapil Dumai Sosialisasikan KTP Elektronik dan BIP

Ahad, 21 Desember 2014 16:02
Pemko Dumai Serius Kembangkan Wisata Kuliner



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 9 Oktober 2012 08:43
Penjual Materai Palsu Divonis Setahun Penjara

Perkara penjualan materai palsu sampai pada putusan. Majalis Hakim PN Pekanbaru menjatuhkan vonis setahun penjara kepada terdakwa.

Riauterkin-PEKANBARU-Setelah dijatuhi tuntutan hukuman selama 1,5 tahun penjara, oleh Jaksa Penunut Umum (JPU) Kejari Pekanbaru, Tiorlina SH. Karena terbukti bersalah memperdagangkan materai palsu.

Akhirnya, pada sidang lanjutan Senin (8/10/12) sore. Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru. Menjatuhi hukuman selama 1 tahun penjara, terhadap terdakwa Abdul Qodir Azim (35).

Pria yang menetap di Jalan Srikandi, Perumahan Srikandi, Kelurahan Delima, Tampan, Pekanbaru itu, hanya bisa pasrah dan menundukan kepala. Ketika majelis hakim yang diketuai Krosbin L Gaol SH, menanyakan kepada terdakwa. Apakah terdakwa menerima putusan tersebut. Jika tidak silahkan mengajukan banding.

Terdakwa yang didampingi kuasa hukumnya Rizal SH dan Anton SH, langsung menganggukan kepala, pertanda menerima putusan majelis hakim.

Setelah palu diketuk pertanda sidang ditutup, terdakwa digiring jaksa menuju tahanan.

Dalam dakwaan JPU, terdakwa bersalah melanggar Pasal 257 KUH Pidana tentang penjualan materai palsu. Yang mana terdakwa menyediakan, materai tempel 6000 dan 3000 yang tidak asli dan dijual kepada masyarakat umum

Dimana perbuatan terdakwa yang dilakukan pada bulan Mei 2012 lalu. Terdakwa yang bertemu dengan seorang pria berinisial PR (DPO) di Jalan Soekarno-Hatta, tepatnya di depan RS Eka Hospital, Pekanbaru.

Saat itu, PR menyuruh terdakwa menyerahkan 4 blok/lembar materai tempel 6000 dengan maksud untuk diantar dan dijual ke sebuah tempat photo copy, milik saksi korban Erni Alin di Jalan Paus Pekanbaru.

Harga keseluruhan materai tersebut sebanyak Rp700 ribu, dan berjanji akan memberi upah Rp100 ribu. Namun, saat terdakwa menyerahkan materai tersebut, ditangkap oleh Polsek Bukit Raya setelah dilaporkan korban.

Sebab, sebelumnya, terdakwa telah menawarkan 3 blok materai 6000 dengan harga Rp525 ribu. Korban baru mentegahui materai itu palsu karena pembelinya datang dan menyebutkan palsu. Bahkan saat dicek ke kantor Pos, juga mengatakan materai milik terdakwa palsu.***(har)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Hukum lainnya..........
- Bikin Pusing, Pemerintah Bakal Asingkan Imigran Gelap di Pulau Khusus
- Pertamina Dumai Diminta Presuasif Atasi Sengeketa Lahan di Bunga Tanjung
- 'Ceramahi' Jajaran Kemenkum dan HAM Riau,
Menteri Yosanna Ingatkan PNS Harus Melayani

- Pekerja Pemborong PT. MAS Bengkalis Tewas Tenggelam di Kanal
- Kapal Barang Tenggelam di Sungai Siak, Nihil Korban Jiwa
- Empat Kawanan Maling Motor Ditembak Polisi di Mandau
- Kasus Korupsi Penyertaan Modal PT. BLJ Bengkalis,
Konsistensi versus "Asap Hitam" di Negeri Kaya



Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.89.79.183
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com