Untitled Document
Kamis, 14 Jumadil Awwal 1436 H |
Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Kamis, 5 Maret 2015 06:47
Kisah Kasih Salma ke Ibunya Bikin Bupati Sukarmis Menangis

Kamis, 5 Maret 2015 06:36
Indra Muchlis Adnan Minta Golkar Riau Patuhi Putusan MP

Kamis, 5 Maret 2015 06:31
Bupati Kuansing Resmikan Kantor Camat Hulu Kuantan

Kamis, 5 Maret 2015 06:10
Dikunjungi Menpan RI,
Bupati Syamsuar Paparkan Potensi Pertanian di Siak


Kamis, 5 Maret 2015 06:05
Kisruh Golkar, Pencalonan Bupati dan Wakil Bupati di Rohil Tak Terganggu

Kamis, 5 Maret 2015 05:43
Plt Sekda Rohil Buka Musda III IPHI

Rabu, 4 Maret 2015 23:06
Tinggalkan Sidang Kabinet,
Mentan Penuhi Janji Temui Petani di Pulau Ransang, Meranti




Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 9 Oktober 2012 08:43
Penjual Materai Palsu Divonis Setahun Penjara

Perkara penjualan materai palsu sampai pada putusan. Majalis Hakim PN Pekanbaru menjatuhkan vonis setahun penjara kepada terdakwa.

Riauterkin-PEKANBARU-Setelah dijatuhi tuntutan hukuman selama 1,5 tahun penjara, oleh Jaksa Penunut Umum (JPU) Kejari Pekanbaru, Tiorlina SH. Karena terbukti bersalah memperdagangkan materai palsu.

Akhirnya, pada sidang lanjutan Senin (8/10/12) sore. Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru. Menjatuhi hukuman selama 1 tahun penjara, terhadap terdakwa Abdul Qodir Azim (35).

Pria yang menetap di Jalan Srikandi, Perumahan Srikandi, Kelurahan Delima, Tampan, Pekanbaru itu, hanya bisa pasrah dan menundukan kepala. Ketika majelis hakim yang diketuai Krosbin L Gaol SH, menanyakan kepada terdakwa. Apakah terdakwa menerima putusan tersebut. Jika tidak silahkan mengajukan banding.

Terdakwa yang didampingi kuasa hukumnya Rizal SH dan Anton SH, langsung menganggukan kepala, pertanda menerima putusan majelis hakim.

Setelah palu diketuk pertanda sidang ditutup, terdakwa digiring jaksa menuju tahanan.

Dalam dakwaan JPU, terdakwa bersalah melanggar Pasal 257 KUH Pidana tentang penjualan materai palsu. Yang mana terdakwa menyediakan, materai tempel 6000 dan 3000 yang tidak asli dan dijual kepada masyarakat umum

Dimana perbuatan terdakwa yang dilakukan pada bulan Mei 2012 lalu. Terdakwa yang bertemu dengan seorang pria berinisial PR (DPO) di Jalan Soekarno-Hatta, tepatnya di depan RS Eka Hospital, Pekanbaru.

Saat itu, PR menyuruh terdakwa menyerahkan 4 blok/lembar materai tempel 6000 dengan maksud untuk diantar dan dijual ke sebuah tempat photo copy, milik saksi korban Erni Alin di Jalan Paus Pekanbaru.

Harga keseluruhan materai tersebut sebanyak Rp700 ribu, dan berjanji akan memberi upah Rp100 ribu. Namun, saat terdakwa menyerahkan materai tersebut, ditangkap oleh Polsek Bukit Raya setelah dilaporkan korban.

Sebab, sebelumnya, terdakwa telah menawarkan 3 blok materai 6000 dengan harga Rp525 ribu. Korban baru mentegahui materai itu palsu karena pembelinya datang dan menyebutkan palsu. Bahkan saat dicek ke kantor Pos, juga mengatakan materai milik terdakwa palsu.***(har)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Hukum lainnya..........
- Kebakaran Hebat Landa SMPN 2 Tembilahan, Inhil
- Cocokkan DNA, Kuburan Mayat yang Dibakar di Rumbai Akan Dibongkar
- BPKP Serahkan Permasalahan ke Pemprov,
Direksi PT SPR Belum Izinkan Serahkan Laporan Keuangan

- Kredibilitas Atep Sopandi Dipertanyakan,
Kuasa Hukum Warga Kepenuhan Akan Melapor ke KY dan Propam

- Ciri-ciri Pelaku Pembunuhan di RM Khas Karo Pekanbaru Diketahui
- Rekaman CCTV Turut Ditampilkan Saat Sidang Annas Maamun
- Menang Sidang Praperadilan,
Polda Riau Nilai Majelis Hakim Sudah Profesional



Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.161.225.51
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com