Untitled Document
Kamis, 8 Rabiul Akhir 1436 H |
Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Rabu, 28 Januari 2015 23:27
Penertiban Tematik Marka Jalan,
Polres Rokan Hilir Catat 260 Pelanggaran Lalin


Rabu, 28 Januari 2015 23:21
Satu CPNS Pemprov Riau Belum Lakukan Daftar Ulang

Rabu, 28 Januari 2015 23:18
Komisi C DPRD Rohil Minta Masyarakat Laporkan Proyek Tak Sesuai Bestek

Rabu, 28 Januari 2015 23:14
Pemkab Inhu Bayar Premi BPJS PNS Rp.105 Juta Tiap Bulan

Rabu, 28 Januari 2015 21:04
Kejari Siak Targetkan Selesaikan 8 Perkara dengan 7 Tersangka di 2015

Rabu, 28 Januari 2015 20:57


Rabu, 28 Januari 2015 20:38
Pedagang Buah di Rohul Belum Tahu Ada Apel Mengandung Bakteri



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 9 Oktober 2012 08:43
Penjual Materai Palsu Divonis Setahun Penjara

Perkara penjualan materai palsu sampai pada putusan. Majalis Hakim PN Pekanbaru menjatuhkan vonis setahun penjara kepada terdakwa.

Riauterkin-PEKANBARU-Setelah dijatuhi tuntutan hukuman selama 1,5 tahun penjara, oleh Jaksa Penunut Umum (JPU) Kejari Pekanbaru, Tiorlina SH. Karena terbukti bersalah memperdagangkan materai palsu.

Akhirnya, pada sidang lanjutan Senin (8/10/12) sore. Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru. Menjatuhi hukuman selama 1 tahun penjara, terhadap terdakwa Abdul Qodir Azim (35).

Pria yang menetap di Jalan Srikandi, Perumahan Srikandi, Kelurahan Delima, Tampan, Pekanbaru itu, hanya bisa pasrah dan menundukan kepala. Ketika majelis hakim yang diketuai Krosbin L Gaol SH, menanyakan kepada terdakwa. Apakah terdakwa menerima putusan tersebut. Jika tidak silahkan mengajukan banding.

Terdakwa yang didampingi kuasa hukumnya Rizal SH dan Anton SH, langsung menganggukan kepala, pertanda menerima putusan majelis hakim.

Setelah palu diketuk pertanda sidang ditutup, terdakwa digiring jaksa menuju tahanan.

Dalam dakwaan JPU, terdakwa bersalah melanggar Pasal 257 KUH Pidana tentang penjualan materai palsu. Yang mana terdakwa menyediakan, materai tempel 6000 dan 3000 yang tidak asli dan dijual kepada masyarakat umum

Dimana perbuatan terdakwa yang dilakukan pada bulan Mei 2012 lalu. Terdakwa yang bertemu dengan seorang pria berinisial PR (DPO) di Jalan Soekarno-Hatta, tepatnya di depan RS Eka Hospital, Pekanbaru.

Saat itu, PR menyuruh terdakwa menyerahkan 4 blok/lembar materai tempel 6000 dengan maksud untuk diantar dan dijual ke sebuah tempat photo copy, milik saksi korban Erni Alin di Jalan Paus Pekanbaru.

Harga keseluruhan materai tersebut sebanyak Rp700 ribu, dan berjanji akan memberi upah Rp100 ribu. Namun, saat terdakwa menyerahkan materai tersebut, ditangkap oleh Polsek Bukit Raya setelah dilaporkan korban.

Sebab, sebelumnya, terdakwa telah menawarkan 3 blok materai 6000 dengan harga Rp525 ribu. Korban baru mentegahui materai itu palsu karena pembelinya datang dan menyebutkan palsu. Bahkan saat dicek ke kantor Pos, juga mengatakan materai milik terdakwa palsu.***(har)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Hukum lainnya..........
- Penertiban Tematik Marka Jalan,
Polres Rokan Hilir Catat 260 Pelanggaran Lalin

- Kejari Siak Targetkan Selesaikan 8 Perkara dengan 7 Tersangka di 2015
- Telah Tersangka 2 Kasus,
KPK Terus Kembangkan Kasus Lain Gubri Nonaktif Annas Maamun

- Gerayangi Anak Tiri, Warga Simpang Kanan, Rohil Diringkus Polisi
- Polisi Amankan Pelaku Judi Togel di Pinggir, Bengkalis
- Dianggap Wanprestasi, Pemilik Lahan di Pekanbaru Tuntut Bos Sawit Lunasi Utang
- Empat Tersangka "Bernyanyi", Oknum TNI Diduga Jadi Penadah Motor Curian


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.82.219.70
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com