Untitled Document
Jumat, 16 Ramadhan 1436 H |
Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Jum’at, 3 Juli 2015 17:26
Panwaslu Dumai Belum Temukan Masalah Dukungan Calon Independen

Jum’at, 3 Juli 2015 17:24
KPU Dumai Terima DP4 Mencapai 188.679 Jiwa

Jum’at, 3 Juli 2015 17:20
Mendagri Segera Pecat Direktur IPDN dan Praja Terlibat Tindakan Asusila

Jum’at, 3 Juli 2015 17:11
Jelang Pilkada 2015,
PKB Keluarkan SK Dukungan Untuk Empat Kabupaten/Kota


Jum’at, 3 Juli 2015 17:07
Investasi Rp20 Triliun Terancam Hilang,
Pemprov Riau Diminta Bantu Tuntaskan Persoalan RTRW Dumai


Jum’at, 3 Juli 2015 17:03
Tetap Perjuangkan Riau di Pusat,
Intsiawati Ayus Diharapkan Takmaju di Pilkada Bengkalis


Jum’at, 3 Juli 2015 15:24
Gandeng YKAKI Bangun Rumah Singgah,
Alfamart Ajak Anak-anak Penderita Kanker Buka Puasa Bersama




Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 9 Oktober 2012 08:43
Penjual Materai Palsu Divonis Setahun Penjara

Perkara penjualan materai palsu sampai pada putusan. Majalis Hakim PN Pekanbaru menjatuhkan vonis setahun penjara kepada terdakwa.

Riauterkin-PEKANBARU-Setelah dijatuhi tuntutan hukuman selama 1,5 tahun penjara, oleh Jaksa Penunut Umum (JPU) Kejari Pekanbaru, Tiorlina SH. Karena terbukti bersalah memperdagangkan materai palsu.

Akhirnya, pada sidang lanjutan Senin (8/10/12) sore. Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru. Menjatuhi hukuman selama 1 tahun penjara, terhadap terdakwa Abdul Qodir Azim (35).

Pria yang menetap di Jalan Srikandi, Perumahan Srikandi, Kelurahan Delima, Tampan, Pekanbaru itu, hanya bisa pasrah dan menundukan kepala. Ketika majelis hakim yang diketuai Krosbin L Gaol SH, menanyakan kepada terdakwa. Apakah terdakwa menerima putusan tersebut. Jika tidak silahkan mengajukan banding.

Terdakwa yang didampingi kuasa hukumnya Rizal SH dan Anton SH, langsung menganggukan kepala, pertanda menerima putusan majelis hakim.

Setelah palu diketuk pertanda sidang ditutup, terdakwa digiring jaksa menuju tahanan.

Dalam dakwaan JPU, terdakwa bersalah melanggar Pasal 257 KUH Pidana tentang penjualan materai palsu. Yang mana terdakwa menyediakan, materai tempel 6000 dan 3000 yang tidak asli dan dijual kepada masyarakat umum

Dimana perbuatan terdakwa yang dilakukan pada bulan Mei 2012 lalu. Terdakwa yang bertemu dengan seorang pria berinisial PR (DPO) di Jalan Soekarno-Hatta, tepatnya di depan RS Eka Hospital, Pekanbaru.

Saat itu, PR menyuruh terdakwa menyerahkan 4 blok/lembar materai tempel 6000 dengan maksud untuk diantar dan dijual ke sebuah tempat photo copy, milik saksi korban Erni Alin di Jalan Paus Pekanbaru.

Harga keseluruhan materai tersebut sebanyak Rp700 ribu, dan berjanji akan memberi upah Rp100 ribu. Namun, saat terdakwa menyerahkan materai tersebut, ditangkap oleh Polsek Bukit Raya setelah dilaporkan korban.

Sebab, sebelumnya, terdakwa telah menawarkan 3 blok materai 6000 dengan harga Rp525 ribu. Korban baru mentegahui materai itu palsu karena pembelinya datang dan menyebutkan palsu. Bahkan saat dicek ke kantor Pos, juga mengatakan materai milik terdakwa palsu.***(har)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Hukum lainnya..........
- Mendagri Segera Pecat Direktur IPDN dan Praja Terlibat Tindakan Asusila
- Kabur Usai Curi Motor di Bukittinggi,
Pria Bertato Spesialis Curanmor Lintas Provinsi Ditangkap di Pekanbaru

- Satgas P2TP2A di Duri Sayangkan Kasus Penyekapan Anak oleh Staf Zone 2000
- 3 ATM di Pos Sekuriti PT EDI Dibobol
- Sempat Dihakimi Massa,
Seorang Pengangguran Nekat Curi Handphone di Ruang Pasien RS Syafira

- Kasus TPPU Migas Batam,
Tuntutan Hukuman Mualim Kapal Ditunda Rabu Depan

- PNS Dispora Riau Jadi Tersangka Dugaan Korupsi Popnas


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 23.20.137.66
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com