Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Jum’at, 1 Juli 2016 16:43
Letuskan Tembakan, Rampok Rampas Rp450 Juta Uang ADD di Bengkalis

Jum’at, 1 Juli 2016 16:30
Perusahaan di Rohul Sudah Bayarkan THR

Jum’at, 1 Juli 2016 16:11
Pemkab dan AKN Sepakati Kerjasama Bangun Bengkalis

Jum’at, 1 Juli 2016 15:31
7 Anggota Polres Bengkalis Terima Penghargaan

Jum’at, 1 Juli 2016 14:58
Gunakan Mobil Dinas untuk Lebaran,
Kasatpol PP Riau: Difoto dan Langsung Dilaporkan ke Gubri


Jum’at, 1 Juli 2016 14:51
Polres Rohul Musnahkan 4,6 Kg Ganja dan 12,17 Gram Sabu

Jum’at, 1 Juli 2016 14:45
Amril Mukminin: Selama Ramadhan Bengkalis Aman, Tertib dan Lancar



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 9 Oktober 2012 08:43
Penjual Materai Palsu Divonis Setahun Penjara

Perkara penjualan materai palsu sampai pada putusan. Majalis Hakim PN Pekanbaru menjatuhkan vonis setahun penjara kepada terdakwa.

Riauterkin-PEKANBARU-Setelah dijatuhi tuntutan hukuman selama 1,5 tahun penjara, oleh Jaksa Penunut Umum (JPU) Kejari Pekanbaru, Tiorlina SH. Karena terbukti bersalah memperdagangkan materai palsu.

Akhirnya, pada sidang lanjutan Senin (8/10/12) sore. Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru. Menjatuhi hukuman selama 1 tahun penjara, terhadap terdakwa Abdul Qodir Azim (35).

Pria yang menetap di Jalan Srikandi, Perumahan Srikandi, Kelurahan Delima, Tampan, Pekanbaru itu, hanya bisa pasrah dan menundukan kepala. Ketika majelis hakim yang diketuai Krosbin L Gaol SH, menanyakan kepada terdakwa. Apakah terdakwa menerima putusan tersebut. Jika tidak silahkan mengajukan banding.

Terdakwa yang didampingi kuasa hukumnya Rizal SH dan Anton SH, langsung menganggukan kepala, pertanda menerima putusan majelis hakim.

Setelah palu diketuk pertanda sidang ditutup, terdakwa digiring jaksa menuju tahanan.

Dalam dakwaan JPU, terdakwa bersalah melanggar Pasal 257 KUH Pidana tentang penjualan materai palsu. Yang mana terdakwa menyediakan, materai tempel 6000 dan 3000 yang tidak asli dan dijual kepada masyarakat umum

Dimana perbuatan terdakwa yang dilakukan pada bulan Mei 2012 lalu. Terdakwa yang bertemu dengan seorang pria berinisial PR (DPO) di Jalan Soekarno-Hatta, tepatnya di depan RS Eka Hospital, Pekanbaru.

Saat itu, PR menyuruh terdakwa menyerahkan 4 blok/lembar materai tempel 6000 dengan maksud untuk diantar dan dijual ke sebuah tempat photo copy, milik saksi korban Erni Alin di Jalan Paus Pekanbaru.

Harga keseluruhan materai tersebut sebanyak Rp700 ribu, dan berjanji akan memberi upah Rp100 ribu. Namun, saat terdakwa menyerahkan materai tersebut, ditangkap oleh Polsek Bukit Raya setelah dilaporkan korban.

Sebab, sebelumnya, terdakwa telah menawarkan 3 blok materai 6000 dengan harga Rp525 ribu. Korban baru mentegahui materai itu palsu karena pembelinya datang dan menyebutkan palsu. Bahkan saat dicek ke kantor Pos, juga mengatakan materai milik terdakwa palsu.***(har)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Hukum lainnya..........
- Letuskan Tembakan, Rampok Rampas Rp450 Juta Uang ADD di Bengkalis
- Polres Rohul Musnahkan 4,6 Kg Ganja dan 12,17 Gram Sabu
- Peringatan ke-70 Hari Bhayangkara,
Kapolres Rohul Beri Penghargaan ke Sejumlah Pihak

- Penumpang Luka-Luka,
Dua Speedboat Tabrakan d Perairan Kuala Enok, Inhil

- Polres Kampar Ringkus 1 Tersangka Pencurian Sarang Walet
- Perkara Korupsi Pengisian BRI Rengat,
Jaksa Banding Atas Putusan Terdakwa yang Dinilai Terlalu Ringan

- 27 Langsung Bebas, 2.826 Napi di Riau Dapat Remisi Idul Fitri 1437 H


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.161.4.51
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com