Untitled Document
Selasa, 26 Zulhijjah 1435 H |
Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Selasa, 21 Oktober 2014 08:47
Rekan Kena Pukul, Wartawan Rohil Gelar Solidaritas

Senin, 20 Oktober 2014 23:08
Pegawai Dipenda Duri Dirampok

Senin, 20 Oktober 2014 22:46
Porprov VIII Riau,
Hari 2, Taekwondo Sumbangkan 3 Mendali Emas untuk Pekanbaru


Senin, 20 Oktober 2014 22:22
Porprov VIII Riau,
Cabor Atletik Sumbang Dua Emas buat Inhil


Senin, 20 Oktober 2014 22:14
Fasilitas Vital,
Mobil Plat Merah Dilarang Lewat Gate 117 Duri PT. CPI


Senin, 20 Oktober 2014 20:59
Firdaus Harapkan Presiden Baru Berikan Perubahan dan Kesejahteraan

Senin, 20 Oktober 2014 20:54
Korupsi Dana Program K2I,
Tersangka Susilo Jalani Pemeriksaan Kejati Riau




Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 9 Oktober 2012 08:43
Penjual Materai Palsu Divonis Setahun Penjara

Perkara penjualan materai palsu sampai pada putusan. Majalis Hakim PN Pekanbaru menjatuhkan vonis setahun penjara kepada terdakwa.

Riauterkin-PEKANBARU-Setelah dijatuhi tuntutan hukuman selama 1,5 tahun penjara, oleh Jaksa Penunut Umum (JPU) Kejari Pekanbaru, Tiorlina SH. Karena terbukti bersalah memperdagangkan materai palsu.

Akhirnya, pada sidang lanjutan Senin (8/10/12) sore. Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru. Menjatuhi hukuman selama 1 tahun penjara, terhadap terdakwa Abdul Qodir Azim (35).

Pria yang menetap di Jalan Srikandi, Perumahan Srikandi, Kelurahan Delima, Tampan, Pekanbaru itu, hanya bisa pasrah dan menundukan kepala. Ketika majelis hakim yang diketuai Krosbin L Gaol SH, menanyakan kepada terdakwa. Apakah terdakwa menerima putusan tersebut. Jika tidak silahkan mengajukan banding.

Terdakwa yang didampingi kuasa hukumnya Rizal SH dan Anton SH, langsung menganggukan kepala, pertanda menerima putusan majelis hakim.

Setelah palu diketuk pertanda sidang ditutup, terdakwa digiring jaksa menuju tahanan.

Dalam dakwaan JPU, terdakwa bersalah melanggar Pasal 257 KUH Pidana tentang penjualan materai palsu. Yang mana terdakwa menyediakan, materai tempel 6000 dan 3000 yang tidak asli dan dijual kepada masyarakat umum

Dimana perbuatan terdakwa yang dilakukan pada bulan Mei 2012 lalu. Terdakwa yang bertemu dengan seorang pria berinisial PR (DPO) di Jalan Soekarno-Hatta, tepatnya di depan RS Eka Hospital, Pekanbaru.

Saat itu, PR menyuruh terdakwa menyerahkan 4 blok/lembar materai tempel 6000 dengan maksud untuk diantar dan dijual ke sebuah tempat photo copy, milik saksi korban Erni Alin di Jalan Paus Pekanbaru.

Harga keseluruhan materai tersebut sebanyak Rp700 ribu, dan berjanji akan memberi upah Rp100 ribu. Namun, saat terdakwa menyerahkan materai tersebut, ditangkap oleh Polsek Bukit Raya setelah dilaporkan korban.

Sebab, sebelumnya, terdakwa telah menawarkan 3 blok materai 6000 dengan harga Rp525 ribu. Korban baru mentegahui materai itu palsu karena pembelinya datang dan menyebutkan palsu. Bahkan saat dicek ke kantor Pos, juga mengatakan materai milik terdakwa palsu.***(har)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Hukum lainnya..........
- Rekan Kena Pukul, Wartawan Rohil Gelar Solidaritas
- Pegawai Dipenda Duri Dirampok
- Korupsi Dana Program K2I,
Tersangka Susilo Jalani Pemeriksaan Kejati Riau

- Pencuri ATM di Pekanbaru Tertangkap Warga dan Ditembak Polisi
- Korupsi Proyek Peningkatan Jalan Lukun-Sungai Tohor, Meranti,
Dua Lagi Terdakwa Dituntut Jaksa 8 tahun Penjara

- Terjatuh dari Ketinggian 7 Meter,
Pekerja Subkontraktor PT Duta Palma Tewas Mengenaskan

- Polisi Buru Pelempar Bom Molotov Rumah Petugas Rutan Dumai


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.166.123.2
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com