Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Sabtu, 13 Pebruari 2016 20:35
‎Peduli Korban Kebakaran di Jalan Karet,
Walikota Pekanbaru Lakukan Peninjauan dan Beri Bantuan


Sabtu, 13 Pebruari 2016 20:25
Pemkab Meranti Larang Pelajar Rayakan Valentine Day

Sabtu, 13 Pebruari 2016 20:02
Bupati Rohil Tutup Pembaretan Praja IPDN

Sabtu, 13 Pebruari 2016 19:16
Peringatan Bulan Keselamatan dan K3 RAPP,
Tingkatkan Keselamatan, Dorong Daya Saing


Sabtu, 13 Pebruari 2016 18:15
Meninggal Akibat Banjir Kampar,
Keluarga Korban Bakal Dapatkan Bantuan Rp15 Juta


Sabtu, 13 Pebruari 2016 18:10
Masyarakat Rohul Dilarang Rayakan Valentine Day

Sabtu, 13 Pebruari 2016 18:07
Bupati dan Ketua DPRD Rohil Silaturahmi dengan Masyarakat Rimba Melintang



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 9 Oktober 2012 08:43
Penjual Materai Palsu Divonis Setahun Penjara

Perkara penjualan materai palsu sampai pada putusan. Majalis Hakim PN Pekanbaru menjatuhkan vonis setahun penjara kepada terdakwa.

Riauterkin-PEKANBARU-Setelah dijatuhi tuntutan hukuman selama 1,5 tahun penjara, oleh Jaksa Penunut Umum (JPU) Kejari Pekanbaru, Tiorlina SH. Karena terbukti bersalah memperdagangkan materai palsu.

Akhirnya, pada sidang lanjutan Senin (8/10/12) sore. Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru. Menjatuhi hukuman selama 1 tahun penjara, terhadap terdakwa Abdul Qodir Azim (35).

Pria yang menetap di Jalan Srikandi, Perumahan Srikandi, Kelurahan Delima, Tampan, Pekanbaru itu, hanya bisa pasrah dan menundukan kepala. Ketika majelis hakim yang diketuai Krosbin L Gaol SH, menanyakan kepada terdakwa. Apakah terdakwa menerima putusan tersebut. Jika tidak silahkan mengajukan banding.

Terdakwa yang didampingi kuasa hukumnya Rizal SH dan Anton SH, langsung menganggukan kepala, pertanda menerima putusan majelis hakim.

Setelah palu diketuk pertanda sidang ditutup, terdakwa digiring jaksa menuju tahanan.

Dalam dakwaan JPU, terdakwa bersalah melanggar Pasal 257 KUH Pidana tentang penjualan materai palsu. Yang mana terdakwa menyediakan, materai tempel 6000 dan 3000 yang tidak asli dan dijual kepada masyarakat umum

Dimana perbuatan terdakwa yang dilakukan pada bulan Mei 2012 lalu. Terdakwa yang bertemu dengan seorang pria berinisial PR (DPO) di Jalan Soekarno-Hatta, tepatnya di depan RS Eka Hospital, Pekanbaru.

Saat itu, PR menyuruh terdakwa menyerahkan 4 blok/lembar materai tempel 6000 dengan maksud untuk diantar dan dijual ke sebuah tempat photo copy, milik saksi korban Erni Alin di Jalan Paus Pekanbaru.

Harga keseluruhan materai tersebut sebanyak Rp700 ribu, dan berjanji akan memberi upah Rp100 ribu. Namun, saat terdakwa menyerahkan materai tersebut, ditangkap oleh Polsek Bukit Raya setelah dilaporkan korban.

Sebab, sebelumnya, terdakwa telah menawarkan 3 blok materai 6000 dengan harga Rp525 ribu. Korban baru mentegahui materai itu palsu karena pembelinya datang dan menyebutkan palsu. Bahkan saat dicek ke kantor Pos, juga mengatakan materai milik terdakwa palsu.***(har)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Hukum lainnya..........
- Tiga Tersangka Sabu Diamankan Sat Narkoba Polres Bengkalis di Duri
- Bandar Sabu Diringkus Polres Bengkalis
- Penemuan Mayat di Ujungbatu, Korban Diduga Alami Gangguan Jiwa
- Effendi Simbolon Dianggap Hina Puak Melayu, Geramm Geruduk DPD PDIP Riau
- Polisi Sukses Amankan Demo Warga Rantau Bais di PT CPI di Rohil
- Curi Sawit Milik PTPN III, IRT di Meranti Makmur, Rohil Ditangkap Polisi
- Dua Pengguna Narkoba Ditangkap Polsek Bagansinembah, Rohil


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 107.20.36.1
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com