Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Senin, 27 Pebruari 2017 20:35
Suparman Sebut Pekan ini Dirinya Aktif Sebagai Bupati Rohul

Senin, 27 Pebruari 2017 20:30
Pilgubri 2018, Sejumlah Balon Mulai Komunikasi dengan PDI

Senin, 27 Pebruari 2017 20:25
Eka Hospital Fasilitasi Masyarakat Tes Minat dan Bakat

Senin, 27 Pebruari 2017 20:06
Tak Kunjung Turun, Bulog Gelar OP Daging

Senin, 27 Pebruari 2017 20:05
Berkunjung ke Islamic Center Rohul,
Suparman: Saya Merasa Penjara itu Pesantren


Senin, 27 Pebruari 2017 19:55
KPK Nilai Pengawasan Internal Pemerintah di Riau Lemah

Senin, 27 Pebruari 2017 19:39
Suparman Dukung KPK dan Minta Masyarakat Rohul Bersatu

Senin, 27 Pebruari 2017 19:30
PPP Usung Rusli Effendi Jadi Balon Gubri

Senin, 27 Pebruari 2017 19:23
Telkom Persentasikan Proyek Smart Ligthing ke Pemko Dumai

Senin, 27 Pebruari 2017 19:19
6.000 Sapi di Pekanbaru Terancam Virus Jembran



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 3 Oktober 2012 12:31
Dua Kelompok Pelajar SMK di Pekanbaru Tawuran

Aksi tawaran pelajar mulai merembet ke Pekanbaru. Pelajar dua SMK saling baku hajar hanya karena masalah sepele.

Riauterkini-PEKANBARU-Dipicu masalah sepele. Dua kelompok pelajar, SMK Taruna Satria dan SMK Taruna Mandiri Pekanbaru bentrok fisik di Jalan Delima, tepatnya depan Kampus STIkes, Kelurahan Delima, Tampan.

Aksi tawuran yang terjadi pada Selasa (2/10/12) malam sekitar pukul 20.15 WIB tersebut. Beruntung cepat diamankan oleh pihak kepolisian Polsek Tampan yang datang ke tempat kejadian peristiwa (TKP). Jika pihak kepolisian terlambat, tak ayal akan menimbulkan korban. Sebab, kedua kelompok pelajar ini saling serang dengan menggunakan benda tumpul seperti kayu dan besi.

Berasarkan informasi dilapangan, diketahui, malam itu 9 orang siswa dari SMK Taruna Mandiri datang menemui dua orang siswa SMK Taruna Satria, SR dan TR.

Entah apa pemicunya, kesembilan orang siswa tersebut langsung mengeroyok SR dan TR. Perkelahian tak seimbang itu, memicu puluhan siswa SMK Taruna Satria lainnya yang berada di dalam asrama turun membantu temannya yang dikeroyok

Karena, kalah jumlah, kelompok yang menyerang langsung bubar dan melarikan diri. Namun, salah satu dari mereka berinisial MS, diamankan kelompok yang diserang (SMK Taruna Satria) dan dibawa ke Mapolsek Tampan.

Tak lama kemudian, puluhan siswa dari SMK Taruna Mandiri datang ke TKP melakukan penyerangan. Karena mereka tidak terima temannya diamankan.

Anggota Polsek yang mendapat laporan keributan kedua kelompok siswa SMK ini, langsung datang ke TKP untuk membubarkan tawuran tersebut. Dan kelompok yang bertikai berhasil dibubarkan.

Setiba di Mapolsek Tampan, kedua kelompok siswa SMK ini saling membuat laporan tentang penganiayaan dan pengeroyokan, karena mengalami bengkak memar pada beberapa anggota tubuhnya, karena dipukul dengan menggunakan tangan dan kayu.

Kapolsek Tampan, Kompol M Idris SAg kepada wartawan Selasa malam itu juga melalui Kanit Reskrim AKP Jhon Sihite SH, mengatakan, kalau aksi tawuran dua kelompok pelajar ini berhasil kita bubarkan. Dan mereka kita periksa, apa penyebab terjadinya keributan tersebut.

" Sekarang kita masih melakukan pemeriksaan terhadap kedua belah pihak yang saling lapor. Untuk menghindari aksi keributan dikeudian hari. Kita harapkan adanya pembinaan dari pihak sekolah, orang tua dan masyarakat. Agar kejadian serupa tidak terulangi lagi," ungkap Kanit.***(har)





Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
Ikbal sali
itu baru tawuran sesama siswa. Ntar lg mungkin dgn kadisnyo. Soalnyo kadisnyo pakak

ali
itu baru tawuran sesama siswa. Ntar lg mungkin dgn kadisnyo. Soalnyo kadisnyo pakak

ughang kuok yg ba uma di pasir
kolian ko tio ughang yang paliong bongak date dunioko, nak niwu2 ughang jakarta pulo...lai obe dek kolian kontuik nyo..supo kolion jen inyo du..

young riau
Perasaan tak ada polisi lah yg dtng, yg ada koramil 06 dan pembina masing2 sekolah

hendra
Kepala sekolah ke 2 SMK ini harus memberikan tindakan tegas kpd para muridnya yang terlibat tawuran ini,agar tawuran ini tidak menjadi tradisi di kemudian hari. kepada 9 orang murid yang pertama melakukan penyerangan harus diberhentikan dari sekolahn

hendra
Kepala sekolah ke 2 SMK ini harus memberikan tindakan tegas kpd para muridnya yang terlibat tawuran ini,agar tawuran ini tidak menjadi tradisi di kemudian hari. kepada 9 orang murid yang pertama melakukan penyerangan harus diberhentikan dari sekolahn


Berita Hukum lainnya..........
- Oknum Anggotanya Diduga Terlibat Pencurian Kerbau,
Inilah Pernyataan Danlanud TNI-AU Roesmin Nurjadin Pekanbaru

- Transaksi Sabu di Lokasi Berbeda, Empat Warga Rohil Ditangkap
- Diduga Terlibat Pencurian Kerbau,
Polres Pelalawan Amankan Oknum Anggota TNI AU

- Kritis, Pelaku Pencurian di Duri, Bengkalis Dirujuk ke Pekanbaru
- Enam Tersangka Tipikor Tanjung Mayat Meranti Dikirim ke Rutan Sialang Bungkuk Pekanbaru
- Korupsi Dana Kasbon,
Kasasi 8 Tahun Penjara, Mantan Bupati Inhu Ajukan PK

- Sampan Terbalik, Warga Pekanbaru Tewas di Sungai Kampar


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda : 54.166.80.147
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com