Untitled Document
Ahad, 30 Muharram 1436 H |
Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Ahad, 23 Nopember 2014 09:32
Antrian Sampai 12 Jam,
Warga ke Sumbar Disarankan Lewat Jalur Alternatif via Kuansing


Ahad, 23 Nopember 2014 06:38
Warga Bagansiapiapi Tewas tak Wajar di Panipahan

Ahad, 23 Nopember 2014 06:34
Puluhan Anak Bengkalis Bermasalah Dibekali Penyuluhan Bahaya HIV/AIDS

Sabtu, 22 Nopember 2014 19:31
Presiden Jokowi akan Blusukan ke Pasar Bawah Pekan Depan

Sabtu, 22 Nopember 2014 17:45
Pemkab Rohul Bakal Relokasi Korban Langganan Banjir di Bonai

Sabtu, 22 Nopember 2014 17:42
Interfood Indonesia 2014 di Jakarta, Meranti Sabet Unique Stand Award

Sabtu, 22 Nopember 2014 17:31
Ada Rencana Presiden Jokowi ke Meranti Pekan Depan



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Senin, 1 Oktober 2012 19:48
Minta Polisi Tegas,
Febriandy Berharap Dirinya Korban Terakhir Geng Motor


Korban kebrutalan geng motor di Pekanbaru masih dirawat di RSUD Arifin Achmad. Febriandy mengharapkan tak ada lagi korban, karena itu ia minta polisi bertindak tegas.

Riauterkini-PEKANBARU-Febriandy (20) warga Kualu Panam kini terbaring lemah di salah satu ruangan Cendrawasih I RSUD Arifien Achmad setelah sebelumnya harus menjalani operasi jahit di kepala, tangan dan kakinya. Bukan hanya itu, Febri juga di landa trauma setelah pada Ahad (30/9) sekitar pukul 03.00 wib dini hari ia mengalami pembacokan oleh genk motor.

Peristiwa pembacokan diawali saat Febri dan kawannya Ivan, tengah menikmati malam minggu. Karena keesokan harinya ia libur, mereka berniat pulang agak pagi. Sekitar pukul 03.00 wib, mereka berdua melintas di depan Purna MTQ. Sayangnya, niat mereka pulang pagi dengan melintas di depa Purna MTQ mejadi naas mereka.

Tanpa mereka sangka, di belakang mereka belasan bahkan puluhan kendaraan bermotor roda dua genk motor juga melintas dan mencari korban. Ivan dan Febriandy tidak sempat menghindar. Mereka berdua di pepet oleh 2 kendaraan di sisi kiri dan kanan.

"Kami di pepet da diapit oleh 2 kendaraan di sisi kiri dan kanan. Tak lama kemudian mereka menyerang kami dari sisi kiri dan kanan dengan menyabetkan parang ke arah kami. 2 jari kanan dan 1 jari kiri saya putus terkena sabetan parang mereka. Kepala saya beberapa kali di bacok. Juga kaki saya yang luka parah terkena parang mereka. Ivan sempat lari dan hanya kepalanya saja yang luka kena bacok," terang Febri terbata-bata menceritakan kejadian yang menimpanya kepada Riauterkini Senin (1/10).

Melihat kawannya terjatuh dan terkena sabetan dan bacokan senjata tajam, Ivan kemudian menghubungi kawan-kawannya untuk membantu Febriandy yang tergeletak di tengah jalan setelah di bacok genk motor. Febri langsung di bawa ke sebuah rumah sakit swasta di Jl Sukarno Hatta. Kemudian di rujuk ke RSUD Arifien Achmad untuk menjalani pengobatan serius.

Ia berharap dengan kejadian ini, pihak kepolisian bisa melakukan pengejaran terhadap pelaku agar tidak lagi ada korban oleh kebiadaban genk motor.***(H-we)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
NARUTUNG
gag tau lagi lah mau bilang apa ini,, cuman ya berharap dari oknum2 yang berwajib bisa menangani nya semua tanpa harus ada korban lagi,baik polisi, TNI, maupun seluruh elemen2 masyarakat..semoga kita tidak jadi korban berikutnya

Bomo
Polisi.. miko jangan takut samo budak kecik tu. Bawak jugo brimob mempelasah preman tu..

antigengmotor
Polda Riau apo kojo dikau ? kalian makan gaji buta !!!

pku
kasus ini harus dtindak tegas pihak keamanan.. riau khusus na pekanbaru akn jadi tuan rah peparnas tgl 7-14 oktober ini.. jgn sampai tamu tamu qt yg jdi korban genk motor ini..

dasril tokoh
pak kapolres jangan anda banyak komentarlah masyarakat kota pku sdh hilang kesabaran melihat kinerja polisi yg tdk bisa menciptakan rasa aman bg nasyarakat kota akibat perbuatan brutal geng motor mana hasil kerja anda2'semua padahal aksi geng motor i

Bela
Mana mau polisi2 tu bertindak karena ngurusin geng motor itu ga dapat duit, mending nilang2 aja deh khan damai di tempat dapat duit hehehe

siapa aja boleh
polisi, itu bisa ny cuma nilang aja... mana berani polisi itu nangkap mereka...

Big Bro
Ayo.. Tindak dengan tegas pak kapoltabes.. Kami warga pekanbaru semakin resah atas kejadian ini.. Jika perlu, bubarkan semua Gank motor!!

coy
kapoltabes lemah, masak geng motor di kota sekecil ini bisa berkeliaran. bahkan mapoltabes pun pernah di serang. mana nyalimu....komanadan.

anakpku
mana adang....?kapoltabes pku ko masih diam?kalogk bisa membubarkan genk motor anarkis bubar ajalah polisi


Berita Hukum lainnya..........
- Warga Bagansiapiapi Tewas tak Wajar di Panipahan
- Kalah di Praperadilan,
Polda Riau Harus Batalkan SP3 Kasus Penganiayaan Istri Bupati Kampar

- Gugatan Pembongkaran Pasar Tanah Merah,
Hakim Haruskan Bupati dan Pemkab Kampar Bayar Rp19 Miliar

- Nyopet, Residivis di Pekanbaru Tertangkap Lagi
- Polda Riau Jadwalkan Operasi Zebra Serentak Seluruh Kabupaten/Kota
- Curi Sepeda Motor, Seorang Pemuda Babak Belur Dihajar Massa di Pekanbaru
- Tikam Korban Hingga Tewas di Kedai Tuak,
Anton Karok Ternyata Residivis Pembunuhan



Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.166.128.254
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com