|
|
|
Selasa, 11 September 2012 14:24 Rawan Maling, Tiga Motor Hilang Sekaligus di Main Stadium PON
Kawanan maling beramai-ramai beraksi di sekitar Main Stadium PON. Kemarin, saat digelar gladik resik pembukaan, tiga sepeda motor hilang bersamaan.
Riauterkini-PEKANBARU-Kasus pencurian kendaraan bermotor (Curanmor), makin marak
saja terjadi di Pekanbaru. Apalagi dengan digelarnya pesta akbar Pekan Olahraga
Nasional (PON) ke XVIII Riau. Pelaku kejahatan curanmor memanfaatkan situasi
keramaian ini.
Senin (10/9/12) sore kemarin, tiga unit sepeda motor warga yang diparkir diarea
parkir stadion, Panam, Kecamatan Tampan, raib ditempat parkir, disaat pemiliknya
lagi asyik menonton gladi resik pembukaan PON di Stadion Utama Riau.
Tiga orang warga yang menjadi korban curanmor. tersebut yakni, Drs Zainal Arifin
(53) warga Jalan Budi Sari, Rejosari, Tenayanraya, Nurbani (19) warga Jalan Garuda
Sakti, Tampan dan Asep Supendi (22) warga Jalan Garuda Sakti, Gang Satria, Simpang
Baru, Tampan.
BerdasarkanInformasi di lapangan diketahui bahwa, ketiga korban ini datang ke
Stadion Utama Riau, dekat Kampus Universitas Riau, Tampan dengan mengendarai sepeda motor. Saat
itu mereka memarkirkan sepeda motornya di pinggir jalan stadion tersebut. Karena
dilarang petugas untuk parkir di dalam karena sudah penuh oleh kendaraan lain.
Ketika masuk ke dalam stadion, ternyata sedang ada acara gladi resik pembukaan PON
XVIII, mereka meninggalkan sepeda motornya hanya terkunci stang tanpa menggunakan
kunci ganda.
Pertama kali korban yang kehilangan, adalah korban Zainal Arifin. Saat itu, ia
melihat sepeda motornya merek Honda BM 4750 NC, sudah raib dari tempat semula. Hal
itu diketahuinya, ketika hendak pulang, sekitar pukul 15.30 WIB. Kemudian, pada
malamnya sekitar pukul 21.30 WIB, korban bertambah lagi satu orang yakni, Nurbaini.
Nurbaini kehilangan sepeda motornya merk, Yamaha Jupiter MX BM 2899 MY, di jalan
stadion tersebut.
Tak lama setelah itu, sekitar pukul 21.45 WIB, korban Asep Supendi juga kehilangan.
Korban yang baru keluar stadion ini melihat sepeda motornya merk Honda Beat BM 4935
OT sudah tidak lagi. Pada saat mengetahui sepeda motor mereka sudah tidak ada lagi,
korban pun langsung melakukan pencarian di sekitaran stadion, namun tidak ditemukan.
Bahkan, saat ditanya petugas, mereka tidak mengetahuinya.
Merasa dirugikan dengan kejadian ini, ketiga korban langsung mendatangi Mapolsek
Tampan untuk melaporkan kejadian curanmor yang dialaminya.
Kapolsek Tampan, Kompol M Idris SAg kepada wartawan Selasa (11/9/12) siang
mengatakan, memang kemarin kita menerima laporan kasus curanmor di stadion utama di
Jalan Naga Sakti, Tampan.
" Kita akan kordinasi dengan pihak pengelola parkir di stadion utama. Untuk lebih
meningkatkan penyelidikan," ujarnya.
Selain itu, kita dari pihak kepolisian juga menghimbau kepada warga masyarakat, agar
lebih meningkatkan kewaspadaan dalam meninggalkan sepeda motor ditempat parkir,"
himbau Kapolsek.***(har)
Beri
tanggapan | Baca
tanggapan |
| |
mari kita hati-hati banyak hal bisa hilang zaman sekarang. Motor, uang, sepatu, jemuran, dan bahkan dana yang hanya dalam bentuk angka dalam dokumen anggaran....!
|
|