|
|
|
Selasa, 11 September 2012 14:01 Kecelakaan Kerja di RPE, Seorang Tewas dan Tiga Kritis
Terjadi kecelakaan kerja di pembangkit listrik RPE Pangkalan Kerinci. Seorang pekerja tewas dan tiga kritis akibat menghirup zat kimia berbahaya.
Riauterkini-PANGKALANKERINCI-Perjuangan Agus (27)
pengawas PT Riau Prima Energy (RPE)
mengevakuasi 3 para pekerja yang melaku perbaikan
generator pembangkit listrik harus berujung
maut. Pada saat itu 3 pekerja dari rekanan terjebak zat kimia.
Melihat kondisi itu, Agus memberikan pertolongan. Namun usaha itu justru dia
menjadi korban. Peristiwa tersebut terjadi Senin (10/9/12) sekira pukul 01.45 Wib
kemarin.
Informasi yang dirangkum riauterkini,
dari Kanit Reskrim Polsek Pangkalan Kerinci, Ipda Syarul, menyebut peristiwa
naas bermula saat 3 pekerja dari rekanan RPE yakni PT Naga Berlian Sejati
melakukan perbaikan terhadap generator RPE. Ketiga pekerja ini antara lain,
Jimmi (38) warga jalan Seminai Pangkalan Kerinci, M Humaini (20) warga Jalan
Sakura Pangkalan Kerinci dan Rizal (20) warga Jalan Sakura Pangkalan Kerinci.
Ketiganya melakukan pembersihan di areal, FLS tank, pada saat
generator pembangkit RPE sedang kondisi shutdown. Pada saat itulah ketiga
karyawan ini melakukan pembersihan dengan menggunakan, zat kimia jenis
berbahaya. Dengan, mengunakan ember, satu persatu cairan zat kimia itu,
diangkat dengan menggunakan tali, seterusnya di masukkan ke generator.
Kurang lebih 1 ton cairan ini, dimasukan ke generator ini, satu
persatu, tiga karyawan ini, sesak nafas. Melihat gelagat, yang sudah
mengkwatirkan, pengawas RPE, Agus berinisitif memberikan pertolongan. Meskipun memakai
safty, seperti masker, iapun berusaha menutup, tank penampung cairan. Namun uapan,
cairan ini, semakin banyak, sehingga dirinya, ikut menjadi korban. Akibat menghirup
uapan zat kimia ini, Agus tidak sadarkan diri. Ia pun dinyatakan tewas seketika
di posisi tower setinggi 3 meter.
Karyawan yang lain, berusaha memberikan pertolongan terhadap 3
karyawan yang terjebak. Sementera nyawa Agus tidak bisa diselamatkan. 3
karyawan yang dalam kondisi kritis langsung dilarikan ke Rumah Sakit.
Ditempat terpisah,
Manajemen PT. Riau Andalan Pulp and Paper (RPP) dan PT. Riau Prima Energy (RPE)
melalui Corporate Communications manager, Pamungkas T, mengungkapkan rasa
prihatin dan duka yang mendalam atas kejadian yang mengakibatkan meninggalnya
satu orang karyawan RPE, Agus Siswanto dan dirawatnya tiga orang karyawan
kontraktor yang mengalami kecelakaan kerja, Senin (10/09) pukul 01:30 dinihari.
Atas kejadian
tersebut perusahan telah melakukan penanganan dan perawatan pertama di medikal
klinik dan kemudian di rujuk ke RS Awal Bros Pekanbaru dan RS Efarina,
Pangkalan Kerinci. Untuk mengetahui penyebab kecelakaan tersebut, perusahaan
masih melakukan investigasi bersama instansi terkait.
Untuk karyawan RPE yang meninggal telah diserahkan
ke pihak keluarga dan perusahaan telah memfasilitasi segala sesuatunya hingga
pengguburan korban di Pekanbaru. Perusahaan juga akan membantu pengurusan hak
korban dan ahli waris sesuai aturan dan perundangan yang berlaku.
Sedangkan untuk para korban dari karyawan
kontraktor yang selamat, baik yang masih dirawat dan telah diperbolehkan pulang
oleh pihak rumah sakit, perusahaan akan mengurus segala hak hak korban sebagai karyawan
kontraktor sesuai aturan dan perundangan yang berlaku.***(feb)
Beri
tanggapan | Baca
tanggapan |
| |
|
|
|