Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Jum’at, 22 Maret 2019 19:05
Program 100 Hari Kerja, Bupati Inhil Hadiri Pembukaan Operasi Katarak Gratis di RSUD Puri Husada

Jum’at, 22 Maret 2019 18:27
Gubri Resmikan Masjid Al Anshor, Wakaf Mantan Bupati Siak Arwis AS

Jum’at, 22 Maret 2019 17:35
Bengkalis Komit Tingkatkan Kapabilitas dan Kapasitas APIP

Jum’at, 22 Maret 2019 17:33
Air Pasang, PKL Batu Enam Rohil Kocar-kacir Selamatkan Dagangan

Jum’at, 22 Maret 2019 17:21
Baru Pemprov dan Lima Kabupaten yang Serahkan LKPD ke BPK Riau

Jum’at, 22 Maret 2019 17:18
Sedang Ukur Tanah, Warga Panam Dikejar Pakai Parang

Jum’at, 22 Maret 2019 16:35
Chevron Sigap Bantu Kebakaran Lahan di Tanah Putih Tanjung Melawan Rohil

Jum’at, 22 Maret 2019 16:29
Amankan Pemilu 2019 di Riau, TNI-Polri Terjunkan 10.650 Personel

Jum’at, 22 Maret 2019 16:17
Tampil Agresif dan Sporty, Suzuki All New Ertiga Sport Dipamerkan di Mal SKA Pekanbaru

Jum’at, 22 Maret 2019 16:14
Gandeng Persada Bunda, Kejati Riau Lakukan Penerangan Hukum

loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 28 Juni 2005 15:31
Permadi dan Agung Sasongko Mundur dari Badan Kehormatan DPR

Merasa kecewa terhadap kinerja Badan Kerhormatan, dua anggotanya asal PDIP mundur. Keduaanya adalah Permadi dan Agung Sasongko.

Riauterkini-PEKANBARU- Dua anggota Badan Kehormatan (BK) DPR dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (F-PDIP), Permadi dan Agung Sasongko menyatakan mundur dari BK DPR. Mereka menilai, BK tidak lagi menegakkan tata tertib dan kode etik DPR. Hal itu diungkapkan Permadi kepada pers di gedung DPR, Selasa (28/6).

"BK tak lagi menegakkan tata tertib dan kode etik. Padahal setiap kali menerima tamu dari badan kehormatan daerah, kita selalu mengatakan badan kehormatan mandiri dan tidak terikat partai," katanya.

Permadi mengungkapkan, dalam rapat BK kemarin, disepakati untuk memberikan teguran tertulis terhadap tiga anggota DPR yakni Mangara Siahaan, Effendy Simbolon dan Suparlan terkait kericuhan dalam sidang paripurna DPR yang membahas soal kenaikan harga BBM pada pertengahan Maret lalu.

Tetapi, ketika pembahasan sampai pada pemberian sanksi terhadap pimpinan DPR, yakni Agung Laksono dan Zaenal Ma’arif, ternyata semua anggota BK, kecuali PDI-P, tidak menyetujui pemberian sanksi.

Padahal, menurut Permadi, sesuai dengan pasal 21 Tata Tertib menyebutkan, jika pimpinan melakukan pelanggaran, mereka bisa diberikan sanksi dan diberhentikan dari jabatannya. "Apalagi, pasal-pasal yang dilanggar oleh pimpinan DPR jauh lebih banyak ketimbang ketiga anggota tadi," ujarnya.

Misalnya, sambung Permadi, pimpinan tidak mengambil keputusan, tidak mendaftar orang-orang yang mau berbicara serta tidak mencegah orang yang akan berbuat kasar.

Namun, lanjut Permadi, dirinya tidak meminta pimpinan DPR diberhentikan, tetapi hanya meminta memberikan teguran tertulis. Namun, hal ini juga ditolak oleh anggota BK. "Karena ini baru kejadian pertama dan kesalahannya berjamaah, saya tidak meminta mereka diberhentikan, tapi diberikan teguran tertulis. Buat apa lagi, saya di sana," paparnya.

Permadi menjelaskan, sanksi yang diberikan terhadap pimpinan DPR itu bisa berupa teguran tertulis, diberhentikan dari pimpinan DPR dan pimpinan badan-badan kelengkapan DPR serta dipecat dari keanggotaan DPR. "Ini sangat diskriminatif, kenapa anggota bisa diberikan sanksi, sedangkan pimpinan tidak," tegasnya.

Ia menilai bahwa BK DPR sudah bersifat politis dan mengambil putusan salah. Sementara mengenai keanggotaan PDI-P dalam BK DPR, tambah Permadi, semuanya akan deserahkan kepada putusan fraksi.***KCM

Loading...


Berita Hukum lainnya..........
- Sedang Ukur Tanah, Warga Panam Dikejar Pakai Parang
- Gandeng Persada Bunda, Kejati Riau Lakukan Penerangan Hukum
- Tanaman Ditebas Tanpa Izin,
Warga Desa Suka Maju Ancam Laporkan Pelaksana Proyek SUTT‎ di Rohul

- Gelapkan Dana Investasi Bisnis, Dirut PT SSS Divonis 3 Tahun 6 Bulan Penjara
- Rem Blong, Truk Angkut Cangkang Seruduk Toko dan Sejumlah Mobil di Duri
- Polri dan TNI Gelar Simulasi Tangani Rusuh Pemilu di Halaman Kantor Gubri
- Didi, Korban Sanpan Terbalik Rohil Ditemukan Tak Bernyawa
- Dapur Hotel Preimere Pekanbaru Terbakar
- Kerjasama Dinilai tak Menguntungkan, Anggota Koperasi Sawit Timur Jaya Kepenuhan Timur Gugat Perdata PT. AMR Rohul
- Terjerat Pungli Pengurusan Prona,
Hakim Agendakan Vonis Pejabat BPN Inhu Selasa Depan

- Korban Sempat Baku Hantam,
Begini Kronologis Keributan di Rumah Kades Bangun Jaya

- Ancam Kades Bangun Jaya dan Bawa Senpi Rakitan, Mantan Kades Payung Sekaki Diciduk Polisi
- Dituding Suap dan Dilaporkan ke KPK, Mujahidin Menolak yang Haram dan Fokus Majukan UIN Suska
- Viral, Info KPK Turut Sita Uang Suap Rektor UIN Suska dari Ruang Menag
- PN Pasirpangaraian Canangkan Zona Integritas untuk Mewujudkan WBK WBBM
- Dua Kali Mangkir, Jaksa Tunggu Perintah Hakim Panggil Wabup Bengkalis
- Panik Ketahuan Mencuri Mobil,
Pria Apes di Pekanbaru Ini Tabrak Trotoar dan Tertangkap Warga

- Ini Identitas Tiga Tahanan PN Pelalawan yang Ditangkap
- Omset Rp5 Juta Sehari, BBPOM Sita 150 Kg Mie Berformalin dari Pabrik Rumahan di Tampan
- Tiga Tertangkap, Polisi Buru Empat lagi Tahanan Kabur dari PN Pelalawan


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com