Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Rabu, 16 Januari 2019 16:41
Bidang Pengairan PUPR Kuansing Tahun Ini Peroleh Dana DAK Rp3,1 M

Rabu, 16 Januari 2019 16:30
Pengawasan P2JN di Riau Dianggap Tak Maksimal dan Merugikan Masyarakat

Rabu, 16 Januari 2019 16:11
Tahun Ini, MPP Pekanbaru Targetkan Dapat Investasi Rp2 Triliun

Rabu, 16 Januari 2019 15:53
Kominfo Bengkalis Koreksi Data,
Ternyata Bantuan Kesejahteraan Guru Madrasah Hanya Naik 12,83 Persen


Rabu, 16 Januari 2019 15:07
Tuntut Rektor Jelaskan Soal UKT, Puluhan Mahasiswa UIN Suska Riau Gelar Demo

Rabu, 16 Januari 2019 14:59
RKA Dinas dalam Proses, APBD 2019 Kuansing Belum Bisa Digunakan

Rabu, 16 Januari 2019 13:59
Tahun Ini, Jumlah Bantuan Sapi untuk Peternak Riau Alami Penurunan

Rabu, 16 Januari 2019 13:12
2 Tersangka Diburu, Polda Riau Musnahkan 37 Kilogram Sabu dan Ribuan Pil Ekstasi

Rabu, 16 Januari 2019 13:09
Awal 2019 Ada 4 Pasien, Warga Pekanbaru Diajak Cegah DBD

Rabu, 16 Januari 2019 13:06
Ditinggal Pekerja Sarapan, Bengkel Las di BS,  Bengkalis Ludes  Terbakar

loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 28 Juni 2005 15:31
Permadi dan Agung Sasongko Mundur dari Badan Kehormatan DPR

Merasa kecewa terhadap kinerja Badan Kerhormatan, dua anggotanya asal PDIP mundur. Keduaanya adalah Permadi dan Agung Sasongko.

Riauterkini-PEKANBARU- Dua anggota Badan Kehormatan (BK) DPR dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (F-PDIP), Permadi dan Agung Sasongko menyatakan mundur dari BK DPR. Mereka menilai, BK tidak lagi menegakkan tata tertib dan kode etik DPR. Hal itu diungkapkan Permadi kepada pers di gedung DPR, Selasa (28/6).

"BK tak lagi menegakkan tata tertib dan kode etik. Padahal setiap kali menerima tamu dari badan kehormatan daerah, kita selalu mengatakan badan kehormatan mandiri dan tidak terikat partai," katanya.

Permadi mengungkapkan, dalam rapat BK kemarin, disepakati untuk memberikan teguran tertulis terhadap tiga anggota DPR yakni Mangara Siahaan, Effendy Simbolon dan Suparlan terkait kericuhan dalam sidang paripurna DPR yang membahas soal kenaikan harga BBM pada pertengahan Maret lalu.

Tetapi, ketika pembahasan sampai pada pemberian sanksi terhadap pimpinan DPR, yakni Agung Laksono dan Zaenal Ma’arif, ternyata semua anggota BK, kecuali PDI-P, tidak menyetujui pemberian sanksi.

Padahal, menurut Permadi, sesuai dengan pasal 21 Tata Tertib menyebutkan, jika pimpinan melakukan pelanggaran, mereka bisa diberikan sanksi dan diberhentikan dari jabatannya. "Apalagi, pasal-pasal yang dilanggar oleh pimpinan DPR jauh lebih banyak ketimbang ketiga anggota tadi," ujarnya.

Misalnya, sambung Permadi, pimpinan tidak mengambil keputusan, tidak mendaftar orang-orang yang mau berbicara serta tidak mencegah orang yang akan berbuat kasar.

Namun, lanjut Permadi, dirinya tidak meminta pimpinan DPR diberhentikan, tetapi hanya meminta memberikan teguran tertulis. Namun, hal ini juga ditolak oleh anggota BK. "Karena ini baru kejadian pertama dan kesalahannya berjamaah, saya tidak meminta mereka diberhentikan, tapi diberikan teguran tertulis. Buat apa lagi, saya di sana," paparnya.

Permadi menjelaskan, sanksi yang diberikan terhadap pimpinan DPR itu bisa berupa teguran tertulis, diberhentikan dari pimpinan DPR dan pimpinan badan-badan kelengkapan DPR serta dipecat dari keanggotaan DPR. "Ini sangat diskriminatif, kenapa anggota bisa diberikan sanksi, sedangkan pimpinan tidak," tegasnya.

Ia menilai bahwa BK DPR sudah bersifat politis dan mengambil putusan salah. Sementara mengenai keanggotaan PDI-P dalam BK DPR, tambah Permadi, semuanya akan deserahkan kepada putusan fraksi.***KCM

Loading...


Berita Hukum lainnya..........
- Pengadilan Tipikor Sidangkan Lima Terdakwa Korupsi Pembangunan Drainase Pekanbaru
- 2 Tersangka Diburu, Polda Riau Musnahkan 37 Kilogram Sabu dan Ribuan Pil Ekstasi
- Ditinggal Pekerja Sarapan, Bengkel Las di BS,  Bengkalis Ludes  Terbakar
- Polres Kuansing Amankan Tiga Tersangka Narkoba
- Kembali Muncul Penistaan Agama Lewat Medsos di Mandau
- Mantan Kadis PUPR Riau dan juga Terpidana Korupsi RTH Dihadirkan Kepersidangan
- Sedang Asik Pesta Sabu di Kandang Ayam, 4 Warga Kepenuhan Digerebek Polisi Rohul
- Lagi, Duet Jambret Spesialis Handphone di Pekanbaru Diringkus Polisi
- Meresahkan, Warga Pekanbaru Tutup Paksa Sekretariat Ormas Diduga LGBT
- Tuntut Sejumlah Hak, Ratusan Securiti DMG di Duri,  Bengkalis Mogok Kerja
- ‎Dorong Istri Sampai Kepala Robek, Seorang Suami di Desa Payung Sekaki Rohul Dipolisikan
- Perkosa Bocah 7 Tahun, Buruh di Bonai Darussalam Rohul Ini Nyaris Dikeroyok Warga
- Warga Setempat Merasa Kecolongan Ada Pabrik Rumahan Miras di Pekanbaru
- Pabrik Miras Rumahan di Tangkerang Selatan Beromset Rp1 Miliar Sebulan
- Amankan 6 Tersangka, Polresta Pekanbaru Gerebek Pabrik Rumahan Miras
- Patok Harga Mahal, Calo SIM Mandau, Bengkalis Bergentayangan di Medsos
- Terpidana Bersaksi Untuk Pengusaha Sawit Terjerat Kasus Pemalsuan Surat Tanah
- ‎Bawa 2 Paket Sabu, Warga Bangun Purba Ditangkap Polisi Rohul di Simpang Tangun
- Polres Kuansing Amankan Pembunuh Satwa dilindungi
- Tukang Rekap Judi Kim di Bonai Darussalam Ditangkap Tim Opsnal Polres Rohul


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com