Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Selasa, 20 Nopember 2018 21:36
Pesta Sabu Semiliar, Seorang Oknum Polisi dan 6 Kawannya Ditangkap Polsek Mandau

Selasa, 20 Nopember 2018 20:06
Jadwal Pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Inhil Dimajukan Sejam

Selasa, 20 Nopember 2018 17:08
Perdana di Pekanbaru,
UMRI Dipercaya sebagai Tuan Rumah Pelatihan Auditor Mutu Internal PTMA


Selasa, 20 Nopember 2018 16:24
Sambut Hari Juang Kartika, Korem 031/WB Bedah Rumah Warga Kurang Mampu

Selasa, 20 Nopember 2018 14:12
Pantai Indah Selatbaru, Bengkalis Akan Berlakukan Tiket Masuk

Selasa, 20 Nopember 2018 13:46
Sekda Lantik 136 Pejabat Eselon III dan IV Pemkab Inhil

Selasa, 20 Nopember 2018 13:31
Rumah diterjang Longsor Warga Benai Telan Kerugian 50 Juta

Selasa, 20 Nopember 2018 10:30
Camat Kuantan Tengah, Kuansing Bantu panti Asuhan dan Lansia Tunanetra

Selasa, 20 Nopember 2018 07:01
Rp1,4 Triliun, Pemkab Meranti Ajukan Nota Keuangan RAPBD 2019 ke DPRD

Selasa, 20 Nopember 2018 06:57
Teken KUA-PPAS 2019 Terkendala Rincian DBH Migas dari Pusat

loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 28 Juni 2005 15:31
Permadi dan Agung Sasongko Mundur dari Badan Kehormatan DPR

Merasa kecewa terhadap kinerja Badan Kerhormatan, dua anggotanya asal PDIP mundur. Keduaanya adalah Permadi dan Agung Sasongko.

Riauterkini-PEKANBARU- Dua anggota Badan Kehormatan (BK) DPR dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (F-PDIP), Permadi dan Agung Sasongko menyatakan mundur dari BK DPR. Mereka menilai, BK tidak lagi menegakkan tata tertib dan kode etik DPR. Hal itu diungkapkan Permadi kepada pers di gedung DPR, Selasa (28/6).

"BK tak lagi menegakkan tata tertib dan kode etik. Padahal setiap kali menerima tamu dari badan kehormatan daerah, kita selalu mengatakan badan kehormatan mandiri dan tidak terikat partai," katanya.

Permadi mengungkapkan, dalam rapat BK kemarin, disepakati untuk memberikan teguran tertulis terhadap tiga anggota DPR yakni Mangara Siahaan, Effendy Simbolon dan Suparlan terkait kericuhan dalam sidang paripurna DPR yang membahas soal kenaikan harga BBM pada pertengahan Maret lalu.

Tetapi, ketika pembahasan sampai pada pemberian sanksi terhadap pimpinan DPR, yakni Agung Laksono dan Zaenal Ma’arif, ternyata semua anggota BK, kecuali PDI-P, tidak menyetujui pemberian sanksi.

Padahal, menurut Permadi, sesuai dengan pasal 21 Tata Tertib menyebutkan, jika pimpinan melakukan pelanggaran, mereka bisa diberikan sanksi dan diberhentikan dari jabatannya. "Apalagi, pasal-pasal yang dilanggar oleh pimpinan DPR jauh lebih banyak ketimbang ketiga anggota tadi," ujarnya.

Misalnya, sambung Permadi, pimpinan tidak mengambil keputusan, tidak mendaftar orang-orang yang mau berbicara serta tidak mencegah orang yang akan berbuat kasar.

Namun, lanjut Permadi, dirinya tidak meminta pimpinan DPR diberhentikan, tetapi hanya meminta memberikan teguran tertulis. Namun, hal ini juga ditolak oleh anggota BK. "Karena ini baru kejadian pertama dan kesalahannya berjamaah, saya tidak meminta mereka diberhentikan, tapi diberikan teguran tertulis. Buat apa lagi, saya di sana," paparnya.

Permadi menjelaskan, sanksi yang diberikan terhadap pimpinan DPR itu bisa berupa teguran tertulis, diberhentikan dari pimpinan DPR dan pimpinan badan-badan kelengkapan DPR serta dipecat dari keanggotaan DPR. "Ini sangat diskriminatif, kenapa anggota bisa diberikan sanksi, sedangkan pimpinan tidak," tegasnya.

Ia menilai bahwa BK DPR sudah bersifat politis dan mengambil putusan salah. Sementara mengenai keanggotaan PDI-P dalam BK DPR, tambah Permadi, semuanya akan deserahkan kepada putusan fraksi.***KCM

Loading...


Berita Hukum lainnya..........
- Pesta Sabu Semiliar, Seorang Oknum Polisi dan 6 Kawannya Ditangkap Polsek Mandau
- 'Laga Kambing Maut' Jalan Bantan,
Ini Penyebab Versi Satlantas Polres Bengkalis

- Puluhan Advokat dan Staf PN Bengkalis Ikuti Sosialisasi Aplikasi Sidang Perdata Secara Online
- Kamis Lusa, Pengadilan Tipikor Sidangkan Perkara Korupsi RTH Jilid 3
- Diintai Dua Pekan, Polsek Tampan Ringkus Kurir 4 Kilogram Sabu di Rumbai
- Sidang Sengketa Informasi KIP Riau, SKK Migas Ngotot Bukan Badan Publik
- Laka Maut di Duri Tewaskan 4 Orang, Polisi Pastikan Sopir Truk Tanki Lalai
- Tabrakan Truk Tangki Vs Kijang di Duri, 4 Korban Tewas
- Konsleting Listrik Picu Pabrik Tahu di Airmolek, Inhu Ludes Terbakar
- Rusak Spanduk LGBT, Banci Pemilik Salon Digeruduk FPI dan Jamaah Masjid
- Pelaku Pembunuh Satu Keluarga di Bekasi Pernah Pulang ke Rohul
- Hasil Selingkuh, Polsek Minas Tangkap Pasangan Peletak Mayat Bayi di Mobil Innova
- Satpolair Bengkalis Sosialisasi Kambtibmas Perairan
- Polsek Minas Terus Dalami Temuan Mayat Bayi Laki-laki Dalam Mobil Innova
- Termasuk Seorang Caleg dan Seorang PPK,
Penangguhan Penahanan Tersangka Judi di Pangkalan Lesung Ditolak

- Ditinggal Mandi di SPBU, Mobil Innova Ini Dititipi Mayat Bayi Laki-laki
- Lutut Isteri Disenggol,
Seorang Nelayan di Patang Parang, Inhil Bacok Tetangga

- Sidang Oknum Polisi Penganiaya Pacar,
Saksi Ahli Diingatkan Hakim Tak Ikut Tentukan Pasal Dakwaan

- Janjikan Korban Menjadi Atlet,
Pelatih Dayung di Pekanbaru ini Cabuli 2 Pelajar Dibawah Umur

- Satres Narkoba Polres Pelalalwan Amankan Pemilik 30 Kilogram Ganja


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com