Berita Terhangat.. |
Kamis, 23 Mei 2013 05:40 Jaksa Tetapkan 3 Tersangka Kredit Macet BRK Bagansiapiapi Rp 5 Miliar
Rabu, 22 Mei 2013 19:59 Perbaikan Barakhir, KPU Dumai Masih Temukan DCS Bermasalah
Rabu, 22 Mei 2013 19:57 Wabup Inhu Intruksikan BLH Pantau Aktifitas PETI
Rabu, 22 Mei 2013 19:32 Mogok Buruh TKBM Usai, KSOP Dumai Bentuk Tim Penyesuai Tarif
Rabu, 22 Mei 2013 19:29 Polres Rohul Diminta Maksimal Cegah Geng Motor
Rabu, 22 Mei 2013 19:17 Tahap II dari Polres, Kejari Siak Tahan Tersangka Korupsi Disparsenibudpora
Rabu, 22 Mei 2013 19:12 Rapat Evaluasi PAD Pekanbaru, Satu daru Tiga SKPD Belum Capai target
|
|
|
|
Kamis, 9 Agustus 2012 13:30 DKP Rohil Pastikan Wilayahkan Bebas Perburuan Lumba-lumba
Sebagai binatang yang dilindungi, Ikan Lumba-lumba sempat diburu di perairan Rohil, namun sudah satu dekade terakhir aktivitas ilegal itu tak terjadi.
Riauterkini-BAGANSIAPIAPI-Dinas Perikanan dan Kelautan Rokan Hilir
memastikan tidak ada perburuan ikan lumba-lumba di perairannya. Namun jika
ada ikan lumba-lumba yang berada dipasar, masih dalam batas toleransinya,
karena tidak sengaja tertangkap oleh jaring nelayan.
”Jangan dibilang perburuan ya, karena saya tidak setuju juga
perburuan, kita disini tidak ada perburuan, kita melarang. Tapi kalau sudah
terpintal, mati, dibawa oleh masyarakat ke pasar, tak apalah, dari pada
busuk,” kata Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Rohil Ir. Amrizal, Kamis
(9/8/12) usai upacara peringatan hari jadi Provinsi Riau.
Tidak setujunya Amrizal dikatakan terjadi perburuan lumba-lumba
karena berdasarkan kondisi lapangan, ikan lumba-lumba tersebut tidak
tersedia tiap hari dipasar. “Kalau tiap hari dipasar, berarti itu
perburuan,” katanya.
Ikan lumba-lumba diperairan Rohil katanya cukup banyak banyak,
karena nelayan pergi mencari ikan kelaut selalu menjumpai ikan itu termasuk
pihak partroli dari Dinas Perikanan dan Kelautan juga sering melihatnya.
“Banyak juga,cuma setiap kita kelaut, banyak juga nampak di laut,” katanya.
Untuk kondisi sebelumnya, Amrizal juga menyatakan juga tidak ada
perburuan ikan lumba-lumba di perairan Rokan Hilir, terutama ketika dirinya
masuk ke kabupaten itu sejak tahun 2.000. “Tidak ada juga, sejak saya
masuk ke Rohil tahun 2000,” katanya meyakinkan.
Namun demikian, terkait isu perburuan lumaba-lumba ini memang
pernah menggemparkan, bahkan beberapa pihak LSM dari Jakarta pernah
mempersalahkan ini, namun setelah diberi penjelasan mereka menyadarinya.
Disamping itu, pihaknya menurut Amrizal juga melakukan pengawasan
dilaut terhadap perburuan ikan lumba-lumba ini, karena spesies ikan ini
merupakan ikanyang dilindungi. “Kami melakukan pengawasan juga dilaut,
karena itu (ikan lumba-lumba, red) dilindungi,” terangnya.
Disamping menjaga dan melakukan pengawasan, Dinas Perikanan dan
Kelautan Rohil juga menghimbau kepada nelayan jaring jangan menjaring
ditempat yang ada ikan lumba-lumbanya. “Tapi kalau nampak, dijaring juga,
itu namanya sengaja,” ancamnya.
Amrizal juga mengakui keberadaan ikan lumba-lumba ini dipasar
pernah dijumpai Cuma intensitasnya sangat kecil. “Memang ada nampak di
pasar, kadang dua minggu sekali, sebulan dua kali. Tapi kalau nanti tiap
hari kita jumpai, jangankan himbauan kelapanganpun kita siap
mengatasinya,” janji Amrizal.***(nop)
Beri
tanggapan | Baca
tanggapan |
| |
|
|
|