Untitled Document
Jumat, 14 Rajab 1434 H |
Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Kamis, 23 Mei 2013 21:59
Galeri Coba

Kamis, 23 Mei 2013 20:59
Sidang Pemukulan Guru,
Said Nurjaya Bantah Mukul, Hanya Meraba Pipi


Kamis, 23 Mei 2013 19:38
Kemenag Kampar Taja Berbagai Lomba Sempena Hardiknas

Kamis, 23 Mei 2013 19:36
Penerimaan Siswa Baru,
Kemenag Inhu Himbau Calon Murid Pandau Baca Al-Qur'an Diprioritaskan


Kamis, 23 Mei 2013 19:35
1.892 Warga Riau Terinfeksi HIV/AIDS

Kamis, 23 Mei 2013 19:31
Nyaris 100 Persen Peserta UN SMA Sederajat di Riau Lulus

Kamis, 23 Mei 2013 18:06
58 Atlet Kampar Dilepas Istri Bupati Ikuti Kejurda Karate Riau



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Sabtu, 28 Juli 2012 19:00
Bentrok Warga vs Karyawan PT MAN
Lima Orang Dilaporkan Hilang


Lima orang dilaporkan hilang pasca terjadi bentrok antara warga Desa Payung Sekaki Rohul dengan karyawan PT MAN.

Riauterkini-PASIRPANGARAIAN- Sedikitnya lima warga Desa Payung Sekaki, Kecamatan Tambusai Utara, Rokan Hulu (Rohul) dilapor hilang pasca terjadinya bentrok dengan karyawan PT Merangkai Artha Nusantara (MAN) di lahan pola KKPA konflik, sore (28/7/12) tadi.

"Lima warga masih kita cari. Mungkin mereka sembunyi waktu ribut tadi, dan sekarang belum kita temukan" ungkap Ardi, Sekdes Payung Sekaki, menjawab riauterkini.com via sambungan telepon, Sabtu.

Ardi mengungkapkan, keributan antara warganya dengan PT MAN sekitar pukul 15.30 WIB, dipicu sikap perusahaan yang menyewa karyawan bertubuh kekar dan seram. Warga menduga para karyawan yang diperkerjakan di lahan konflik merupakan oknum preman sewaan dari Binjai, Sumatera Utara (Sumut).

Puluhan oknum karyawan bertampang sangar, katanya diperkerjakan perusahaan untuk menjaga pos yang berbatasan langsung dengan desa.

Warga mengaku kesal, sebab karyawan ini sering masuk kampung sambil menenteng senjata tajam, bahkan senapan laras panjang. "Kita tidak tahu, apakah senapan itu yang sering digunakan aparat atau senapan untuk memburu babi," ungkapnya.

Pasca keributan Sabtu sore tadi, kata Ardi, desanya kini terlihat lengang. Belum ada satu pun Polisi di lokasi. Polmas dan aparat desa, kini sedang menggelar rapat kecil di kantor desa setempat.

Di tempat terpisah, Kapolsek Tambusai Utara, AKP Agus Sibarani mengaku belum mengetahui jika terjadi keributan antara warga Payung Sekaki dengan karyawan PT MAN di lahan konflik.

Ia menuturkan, konflik dipicu pasca keluarnya SK Bupati Rohul Achmad, 2010 lalu, namun belum ada penyelesaian pasti sampai sekarang. Polisi sendiri, menurutnya tidak bisa intervensi terhadap perusahaan agar karyawan di lahan konflik ditarik.

"Peserta Plasma kan terdaftar di MoU. Mereka bisa saja mengambil jalur hukum. Kita tidak menerima laporan, karena masalah ini perkara perdata."

"Silahkan jika Pemkab Rohul mau menentukan, apakah lahan diberikan kepada masyarakat silahkan saja, kita sebatas menjaga situasi kondusif," ujarnya kepada riauterkini.com.

Menurutnya konflik antara warga Payung Sekaki dengan PT MAN cukup pelik diselesaikan. Warga yang telah minta penjelasan kepada Pemkab dan DPRD Rohul, namun sampai saat ini belum ada jawaban. "Masalah ini pelik, apalagi masyarakat menduduki lahan saat masalah di tengah jalan," kata Kapolsek Agus dengan nada pesimis.***(zal)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Pt man jgn mau kalah,kalian udah berjasa

Perjaka
pak bupati.CABUTT SK SI LUBIS PREMAN AKAMPUNG IKU.GEMBORNYA KEBAL HUKUM biSA gebuk jaksa tanpa hukuman. dii petrus sj pak polisi.

iman
HHIDUP MAN.....SIKAT LUBIS SEKALIAN SI ARDI SEKDES TU......PREMAN LUBIS TAK BKUTIK...HA HA HA HA

anak petani
pak wartawan kalo masukin berita yg bener2 aja....sy warga bangun jaya y kbtulan keluarga dr slah satu aparat desa, dak ada mslh yg seheboh itu kok. dulu sblm adanya pt.man...beras busuk pun kami makan nah stl jd kebun sawit yg berjasa malah mau diusir...manusia kah seperti itu. kami di bangun jaya juga menikmati hasil kebun y di tanami pt.man. baik2 aja. dan lg kades kami dak spt lubis bajingan itu.

jantan
e %@!*....kau jgn sembarangan ya. emangnya pernah burit kau ditusuk pak bupati.....sembarangan kkau.....kau kali yan %@!*. pesan buat pak Bupati.....klo emang msh ada kesempatan Bapak buat perbaiki kesalahan...perbaikilah pak. penjarakan sj kades2 yg memanfaatkan jabatan dan merusak citra rohul.

evita
hebat PT....kmrn kampung ku pagar mayang skrg payung sekaki. mgkn ud saatnya keadilan kbl muncul. sukses .eMerangkai...sikat semua . Gw setuju kang roman.....

roman
wah..wartawan yg ngada2 ato sekdesnya ni lebay. sy uda call k kampung yg kbtulan ortu dan sodara msh di sana. kayaknya ga ada keributan tuh. cuma td memang ada orgnya pt.man yg masuk ke kebun dan di hadang oleh jagoan bayarannya pak kades dr banten dan sakai. e e ternyata jago kandang jg pada kabur. sekdes kamu jgn lebay....kami org plasma udah ga ada masalah ya sm pt. jgn kait2kan dong. yg bermasalah kan cm kades dan kamu antek2nya yg slm ini udah kenyang dgn hasil jarahan kebun milik pt. dan kami putra plasma yg hidup di pekan baru sangat mendukung pt.man utk kembali menguasai kebunnya. dan kami akan siap maju bela pt. himbauan buat pak polisi dan pemda.....penjarakan aja kades yg mantan tukang dadu tu.


Berita Hukum lainnya..........
- Sidang Pemukulan Guru,
Said Nurjaya Bantah Mukul, Hanya Meraba Pipi

- Seorang Tersangka Ilog Diamankan Polair Mabes Polri di Bengkalis
- Ombudsman Riau Selidiki Dugaan Pungli Penerimaan Satpol PP Rohul
- Seorang Tersangka Ilog Diamankan Polair Mabes Polri di Bengkalis
- Demo, Warga Tuntut Pertanggung-jawaban Kades Balai Makam
- Langsung Diterima Kejari,
Kapolres Dumai Limpahkan Berkas Korupsi UEK-SP Bening

- Edarkan Ganja 10 Kg, Kurir Divonis 13 Tahun Penjara


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 72.44.48.122
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com