Untitled Document
Senin, 10 Rajab 1434 H |
Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Senin, 20 Mei 2013 06:32
Rohul Usulkan Dua Kawasan Hutan jadi Tahura

Senin, 20 Mei 2013 06:28
Mahkota Medical Center Melaka Gelar Patient Gathering

Senin, 20 Mei 2013 06:26
Wakil Rakyat di Rohil Minta PLN Ganti Tiang Listrik Kayu

Senin, 20 Mei 2013 06:24
Perusahaan Kayu Lapis di Rohil Masih Beroperasi

Senin, 20 Mei 2013 06:22
Polres Dumai Amankan Pelaku Curat dan Judi Togel

Ahad, 19 Mei 2013 19:40
Bupati Kampar Resmikan Pembangunan Pesantren Umar bin Khatab

Ahad, 19 Mei 2013 19:37
Pemkab Rohil Naikan Gaji Kades 86 Persen



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Jum’at, 27 Juli 2012 15:37
Suap PON Riau,
Hanya Diperiksa Sekali, Gubri tak Terlibat?


Dari seluruh saksi dan tersangka suap PON, Gubri M Rusli Zainal menjadi satu-satunya yang hanya diperksa sekali. Benarkah itu indikasi ia bersih?

Riauterkini-PEKANBARU- Selain telah menetapkan 13 tersangka dalam kasus suap PON Riau, mencegah ke luar negeri tiga orang, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) juga telah mengumpulkan keterangan dari puluhan saksi. Para saksi hampir seluruhnya berulang kali dipanggil untuk diperiksa penyidik dalam rangka melengkapi berkas para tersangka.

Dari seluruh saksi yang jumlahnya tergolong banyak tersebut, satu-satunya saksi yang hanya diperiksa sekali adalah Gubernur Riau M Rusli Zainal. Setelah dipanggil untuk diminta keterangannya pada 1 Mei silam di gedung KPK, gubernur belum pernah lagi mendapat panggilan pemeriksaan lanjutan.

Padahal selain gubernur, semua saksi diperksa lebih dari sekali. Seperti Ketua DPRD Riau Johar Firdaus dan sejumlah anggota DPRD Riau sudah tiga kali diperiksa. Demikian juga dengan Sekdaprov Riau Wan Syamsir Yus, Kepala Bappeda Riau Ramli Walid dan Sekretaris DPRD Riau Zulkarnain Kadir.

Apakah hal itu menjadi indikasi gubernur tidak terlibat dalam kasus yang mencoreng nama Riau tersebut?

"Tolong jangan ditafsirkan ke sana. Jumlah berapa kali pemeriksaan terhadap seseorang bukan tolok ukur keterlibatan," tukas juru bicara KPK Johan Budi saat dihubungi riauterkini, Jumat (27/7/12).

Dikatakan Johan Budi, banyak saksi yang cukup diperiksa sekali, namun statusnya langsung dinaikan menjadi tersangka. Bahkan, ada tersangka yang diumumkan statusnya padahal belum pernah diperiksa sebelumnya. "Status terperiksa itu tergantung bukti dan keterangan pendukung, bukan terkait berapa kali diperiksa," tegasnya.

Lebih lanjut Johan Budi mengatakan, kalau terhadap Gubri M Rusli Zainal, penyidik KPK sudah memberi tahu rencana pemeriksaan lanjutan. "Ada rencana pemeriksaan lanjutan pada Gubernur Riau, tetapi jadwalnya belum dipastikan," demikian penjelasannya.***(mad)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
pemerhati
Sungguh memalukan,......apakah tidak ada lagi para pejabat di Riau ini yang amanah,jujur dan bersih dari kasus korupsi.......?

AMAN
BENDERA MERAH PUTIHKU TERSIMPAN DI DALAM PETAKA KPK SUNGKAN DAN TIDAK PEKA, LANGIT BIRU, PADI MENGUNING, DIALAS OLEH KAPASNYA PUTIH BERKAT DEMOKRAT, GOLKAR DAN PKS MAKANYA AMAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAANNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNN

link
link

Pengacara
RZ amanlah...susah nyentuh beliau ni....coba aja kalau tak percaya,amaaaaan dia tuuuu....salut sy sama beliau..tinggi ilmunya,sudah lengkap kehebatan beliau tu..

sukseskan PON
RZ ini sudah mendingan bs membuat event nasional n internasional di riau supaya ekonomi masyarakat riau menggeliat.ketika mendapatkan moment dan anggaran yang besar dari pusat, pasti ada defiasi sehingga ada yang suap/korupsi.riauterkini kalau mau memajukan riau seharusnya juga ikut sukseskan dulu PON ini.jgn berkutat di masalah kasus suap PON aja terus memaksakan status tersangka kepada RZ.kita percayakan aja proses hukum kepada KPK.

alai
ukan gak terliabat atau terlibat tapi nungu jatuh dulu baru d ambil sebb klo masih menjabat susah karn ia kepala daerh yg memiliki banyak kesibukan

Ngah Udin
Saye tak berprasangka burok pade semue. Kite tengok ajelah pimpinan kite, rusli zainal. Kalau die menzolimi masyarakat, azab Allah pasti akan datang buat die. Sampai mane lah harta dan jabatan itu. Tengok yang sekarang dah masok penjare akibat menghianati masyarakat Riau. Rusli Zainal kalau salah pasti cepat atau lambat akan menerima azab nye...Media jangan berhenti memberikatakan ketikbenaran, karena itu adalah amanah, yang salah katakan salah, yang benar pasti akan nampak...

ANTI KORUPSI
TANPA RUSLI ZAINAL PUN PON AKAN TETAP JALAN....EMANGNYA RIAU INI MILIK MBAHNYA RUSLI ZAINAL,UDAH BERAPA BANYAK PEJABAT RIAU INI YG DIJADIKAN TUMBAL....KITA RAKYAT RIAU BERSATULAH UNTUK MEMBASMI KEZALIMAN,MAHASISWA RIAU MANA SUARAMU...APA TAKUT SAMA RZ ATAU UDAH HUTANG BUDI.....

ramlan z
Rz sudah minta bantu jk, tapi yg d rekom jk adalah hamid awaludin, kebetulan hamid dan abraham (ketua kpk)punya hubungan baik. Maka hamidpun meminta agar rz di selamatkan sementara. Minimal setelah pon ato habis massa jabatan... tapi benar tidaknya wallahualam, hanya kabar %@!* aja..

tayub
kpk sdh kehilangan power disebabkan RZ sdh mematahkan kekuatan.kpk dengan uang ini tdk rahasia umum.lg dikalangan.masyarakat riau sdh jelas2 dalang dari.kasus pon ini RZ kok belum TSK kan aneh anak2 saja ngerti.kok semua sdh.diatur kpk.bukan.malaikatkan

ABU MANSUR ALKORUP
KPK SUDAH MASUK ANGIN, SOALNYA BAMBANG WIDJOJANTO SUDAH MERASAKAN MANISNYA DUIT RZ WAKTU JADI PENGACARA BERSERI DULU

mbah bejo
miskinkan koruptor di riau, bila perlu tembak mati itu.lapangan tembak kan dah hampir rampung dieksekusi disini selesai sdh tugas mulia.kpk

popi
masyarakat riau nggak ssbaran lg pak Abraham samad kok belum jg otak kasus pon riau ini TSK (RZ) dah jelas semua kok tarik.ulur jg.lg dalangnya semua RZ atau penyidik kpk sdh dapat suap??? mudah2an sdh tak banyak lg yg diharapkan dari kpk semua sdh masuk angin RZ masih petantang petenteng.aja dia

komar
MASUK ANGIN JUGA OKNUM KPK NAMPAKNYA

kan kita mau ada PON, tunggu dulu lah...
sabar, ncik.... kan bentar lagi mau ada PON. Kalau sekarang digaruk, nanti PON berantakan jadi alasan pula karena Kapeka mengganggu. Kalau dah selesai PON nanti, mau baik atau buruk pelaksanaannya nanti kan dah tak ada kaitannya dengan kasus tu. Menarik juga kalau kita prediksi pelaksanaan PON, melihat cara kerja orang2 ni bagaimana kira2: bagus, sedang, atau buruk?


Berita Hukum lainnya..........
- Polres Dumai Amankan Pelaku Curat dan Judi Togel
- Kapal Angkut Sayur dan Buah Terbakar dan Tenggelam di Bengkalis
- Demo di Polresta,
KPPA Minta Klewang Dihukum Berat

- Ormas Kembali Gagal Duduki Arena Permainan Spider Zone
- Puluhan Pasang Mesum Terjaring Razia Satpol PP Pekanbaru
- 40 Sepeda Motor Terjaring Razia Geng Motor di Pekanbaru
- Berkas Pembunuhan Sadis Operator RAPP Dikembalikan Jaksa


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.234.231.49
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com