|
|
|
Rabu, 4 Juli 2012 20:12 Semester I 2012, Kasus Narkotika di Inhu Meningkat
Polres Inhu melakukan evaluasi pelanggaran hukum semester I 2012, kesimpulannya, ada peningkatan kasus narkotika.
Riauterkini -RENGAT-Terjadi peningkatan kasus narkotika di Kabupaten Indragiri Hulu
(Inhu). Hingga menimbulkan kekhawatiran banyak pihak tentang peredaran narkotika di
wilayah Inhu yang sudah menyentuh pelosok desa. Rabu (4/7/12)
Indikasi peningkatan kasus narkotika pada 2012 dibanding 2011 lalu menurut Kapolres
Inhu, AKBP Hermansyah kepada wartawan, terlihat pada tahun 2011 lalu yang hanya
terdapat 28 kasus narkotika di Inhu dengan 28 tersangka. Sedangkan pada tahun 2012
ini, dari Januari hingga Juli, sudah terdapat 24 kasus narkotika dengan 24
tersangka. Dimana 15 kasus diantaranya saat ini sudah P21.
Diungkapkan Kapolres Inhu bahwa pemberantasan peredaran narkotika tidak bisa
dilakukan oleh polisi saja. Dibutuhkan peran aktif dari masyarakat untuk bekerjasama
dengan polisi. Karena itu, Kapolres berharap masyarakat bisa menginformasikan kepada
polisi terkait adanya gerak-gerik mencurigakan para pelaku pengedar dan pemakai
narkotika.
Sedangkan terkait penemuan ladang ganja Kapolres Inhu berharap masyarakat yang
melihat ataupun menemukan pohon ganja dapat melaporkan ke polisi terdekat. Sebab
dengan kondisi geografis Inhu, dikhawatirkan masih ada kebun ganja di wilayah Inhu.
“Kita juga sudah sosialisasikan kepada masyarakat ciri-ciri pohon ganja, sebab kami
yakin masih banyak masyarakat, terutama di pedesaan belum mengetahui ciri-ciri pohon
ganja,” jelasnya. *** (guh)
Beri
tanggapan | Baca
tanggapan |
| |
Darto SP2 Kalau memang serius mau memberantas narkoba di wilayah INHU cobalah Pak Kapolres lakukan tes urine terhadap semua anggota kepolisian di Polres INHU,Polsek Pasirpenyu,Polsek Lirik dan Polsek sekitar INHU....pasti bapak akan terkejut nantinya......
Warga Japura INHU daerah menggiurkan utk para bandar Narkoba dan pengguna,selagi "warung remang remang" di SP2,SP3 Sawitan dan Sekitar Lapangan terbang Japura masih marak dengan hiburan musik house dan wanita penghiburnya,seolah aparat tutup mata dgn lokalisasi tsb,bahkan tidak jarang oknum jadi bakcing nya.Selama ini yang ditangkap hanya bandar kecil yang tdk melalui oknum aparat.Sedangkan Bandar besarnya sampai hari ini masih bebas menjalankan aksinya dan tidak tersentuh hukum.
|
|