Berita Terhangat.. |
Kamis, 23 Mei 2013 06:23 Kapolres Kampar Resmikan Poslantas Polsek Tapung
Kamis, 23 Mei 2013 06:17 Ikut Pilbup Inhil, Wardan Siap Mundur dari Kadisdik Riau
Kamis, 23 Mei 2013 06:11 Tak Dukung Annas-Andi, Kader Golkar Riau Bakal Dipecat
Kamis, 23 Mei 2013 06:07 Polres Kepualuan Meranti Diresmikan 17 Agustus
Kamis, 23 Mei 2013 06:05 Polsek Kuok Kampar Tangkap Tiga Wanita Tengah Berjudi
Kamis, 23 Mei 2013 05:40 Jaksa Tetapkan 3 Tersangka Kredit Macet BRK Bagansiapiapi Rp 5 Miliar
Rabu, 22 Mei 2013 19:59 Perbaikan Barakhir, KPU Dumai Masih Temukan DCS Bermasalah
|
|
|
|
Kamis, 28 Juni 2012 22:36 Laporan Kekerasan pada Anak dan Perempuan di Kampar Meningkat
Terjadi peningkatan laporan kasus tindak kekerasan terhadap anak dan perempuan di Kampar. Para pelaku umumnya orang dekat korban.
Riauterkini-BANGKINANANG-Ternyata kasus tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Kampar yang masuk laporannya dan ditangani oleh Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Kampar pada tahun 2012, meningkat 38 % dibanding dalam kurun waktu yang sama pada tahun 2011.
. ”Kasus tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Kampar pada tahun 2012 ini meningkat 38 persen bila dibanding dalam kurun waktu yang sama pada tahun 2011,”ungkap Sekretaris P2TP2A Kabupaten Hafis Tohar, kepada riauterkini.com, Kamis (28/6/12).
. “Dengan demikian Kasus perempuan dan anak yang masuk ke P2TP2A Kabupaten Kampar meningkat
tajam tahun
ini,”terangnya..
. Dikatakannya bahwa pada tahun 2011 lalu kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak yang masuk ke
P2TP2A sebanyak 32 kasus terhitung dari Januari-Desember 2011. Sementara tahun ini dari Januari-Juni 2012 telah masuk laporan sebanyak 22 kasus. Artinya bila dibanding jumlah kasus Januari-Juni 2011 (16 kasus) dengan Januari-Juni 2012 (22 kasus), telah terjadi peningkatan kasus sebesar 38 %.
. ” ”Beberapa kasus baru yang ditemukan tahun 2012 adalah kasus traficking (perdagangan anak). Baru-baru ini ada 4 kasus traficking
yang ditangani oleh P2TP2A Kabupaten Kampar,” ujarnya.
.
Terkait kasus tracfiking ini, oleh
P2TP2A Kabupaten Kampar,
setelah korban dikonseling, korban dikembalikan kepada pihak keluarga mereka yang kebanyakan dari Pulau Jawa. “Anak-anak ini dipekerjakan di warung remang-remang,” ujarnya.
.
Kasus lainnya seperti asusila. “Anak-anak korban kekerasan itu mestinya di tempatkan di rumah aman, kalau rumah aman tidak ada mau di tarok dimana mereka jadi harus perlu ada rumah aman,”terangnya.
Namun yang tak kalah pentingnya saat ini adalah koordinasi dengan dinas instansi terkait. Pasalnya penanganan anak ini tidak bisa
dibebankan kepada P2TP2A semata. “Banyak pihak terkait didalamnya, oleh sebab itu, P2TP2A meminta kepada DPRD Kabupaten Kampar untuk menggelar rapat dengar pendapat (hearing) mengenai penanganan kasus perempuan dan anak dengan dinas intansi terkait seperti Dinas Kesehatan, Dinas Sosial dan Tenaga Kerja, BPPKB, Satpol PP dan Polres Kampar, surat permintaan hearing sudah dipersiapkan,”harapnya.***(man)
Beri
tanggapan | Baca
tanggapan |
| |
ocu-kuok mano akhlaq ohang "serambi mekah" tuuu cuuu
|
|