Untitled Document
Kamis, 13 Rajab 1434 H |
Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Kamis, 23 Mei 2013 16:34
Terhadap PT.MAI dan Bupati Palas Sumut,
PN Pasirpangaraian Tetapkan Layak Gugatan Class Actions SPKS Rohul


Kamis, 23 Mei 2013 16:32
Verifikasi Tahap II, KPU Riau Coret Dua Balon DPD RI

Kamis, 23 Mei 2013 15:44
Hari Lingkungan Hidup 2013,
LH RI Udang Wako Dumai jadi Narasumber di Jakarta


Kamis, 23 Mei 2013 15:35
Sempena HUT Kota Pekanbaru,
Pembuatan KTP dan Akte Kelahiran Gratis


Kamis, 23 Mei 2013 15:24
BAPAS Pekanbaru Interview Pelajar Geng Motor

Kamis, 23 Mei 2013 15:17
Benahi Pengarsipan Dokumen,
BPUAD Bengkalis Taja Penyuluhan PP Nomor 28/2012


Kamis, 23 Mei 2013 15:09
SPPD Fiktif DPRD Dumai,
Jaksa Mulai Proses di Sekretariat Dewan




Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Ahad, 27 Mei 2012 16:54
Truk CPO dan Kayu di Rohul Gunakan Jasa Wargat untuk Pengawalan

Sepak terjang wartawan gadungan atau Wargad di Rohul sangat meresahkan. Mereka memberi jasa pengawalan terhadap truk CPO dan truk kayu sejumlah perusahaan.

Riauterkini-BONAIDARUSSALAM- Sejumlah oknum yang mengaku wartawan mingguan salahsatu media Nasional sangat meresahkan warga di Kecamatan Bonaidarussalam. Selain melarang sopir truk mampir ke warung masyarakat setempat, para oknum wartawan gadungan (Wargad) itu juga ikut mengawal truk CPO dan kayu chip milik sejumlah perusahaan.

Sam, salah seorang pemilik warung di Bonaidarussalam, mengungkapkan, ada sekitar tujuh oknum Wargad biasa mengendarai mobil Avanza membuat resah warga. Beberapa kalinya mereka mendatangi sopir truk kayu chip milik PT Sumatera Silva Lestari (SSL) yang sedang makan minum di warungnya.

Tidak bersikap sopan, tujuh oknum Wargad itu mengancam akan mengganggu truk yang lewat jika mampir makan-minum di warung milik masyarakat lain selain warung yang berada di Simpang PT Eluan Mahkota (EMA).

“Mereka ada tujuh orang bang, biasa menggunakan rompi dan selalu memamerkan namanya di koran mingguan,” kata Sam kepada sejumlah wartawan.

Ci, pemilik warung makanan dan minuman lain di Bonaidarussalam, membenarkan aksi para oknum Wargad tersebut. Menurutnya, ketika sejumlah sopir sedang makan minum di warungnya, tujuh oknum itu juga minta dengan tidak sopan agar tidak melayani para sopir truk yang mampir ke warungnya.

“Akibat ulah mereka, sekarang warung kami sepi bang. Sekarang sopir banyak mampir di warung di simpang PT EMA,” kesalnya.

Selain meresahkan pemilik warung, tujuh oknum Wargad juga pernah adu mulut dengan sejumlah wartawan harian yang sedang mengambil foto ruas jalan provinsi rusak di Desa Kasang Mungkal, Kecamatan Bonaidarussalam, yang sedang dilalui truk pengangkut CPO milik PT EMA dan truk pengangkut kayu chip milik PT SSL.

Adu mulut tak terhindarkan. Salah seorang Wargad berusaha merampas kamera riauterkini.com agar tidak mem-publikasikan foto konvoi truk pengangkut CPO PT EMA yang lewat di jalan rusak di Desa Kasang Mungkal, tapi ketika wartawan lain keluar dari mobil, niat itu diurungkan. Para Wargad mengakui jika truk tangki CPO perusahaan dikawal mereka.

“Bos jangan dinaikkan foto mobil tangkinya ya, naik kan saja truk yang bawa kayu, sebab itu dikawal oleh anggota dewan,” kata salah seorang Wargad, dan menyebutkan nama SP, salah seorang anggota DPRD Rohul.

Ungkap sejumlah sopir truk CPO dan kayu chip yang kebetulan mampir di salahsatu warung di Bonaidarussalam membenarkan aksi para oknum Wargad. Bukan saja melarang para sopir truk mampir ke warung lain, tapi para oknum tersebut juga kerap memarkirkan mobil Avanza nya di tengah jalan agar truk berhenti.

“Jika kita menabrak mereka tentu kita yang disalahkan Polisi. Mau tidak mau kita berhenti dan mereka minta surat-surat kayu, setelah itu mereka minta uang kepada kami. Jika tidak dikasih, ya dimaki-maki lah sampai pernah mau dipukul lagi,” ungkap Pai, salah seorang sopir kayu chip perusahaan.

Pai berharap ada pihak terkait bertindak agar para sopir truk merasa aman saat melintas di ruas jalan provinsi Bonaidarussalam-Duri, sebab setiap harinya para Wargad tersebut memalangkan kendaraannya di tengah jalan.

Seperti penuturan sejumlah warga Bonaidarussalam, truk CPO dan kayu chip yang melintas di ruas jalan provinsi kecamatan tersebut merupakan penyebab rusaknya jalur provinsi Simpang Kumu-Duri Bengkalis. Menurut warga, diduga kuat truk perusahaan sudah melebihi tonase karena kurang ketatnya pengawasan dari Dinas Perhubungan.***(zal)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Hukum lainnya..........
- Terhadap PT.MAI dan Bupati Palas Sumut,
PN Pasirpangaraian Tetapkan Layak Gugatan Class Actions SPKS Rohul

- SPPD Fiktif DPRD Dumai,
Jaksa Mulai Proses di Sekretariat Dewan

- Datangi Polda dan Kejati Riau,
Pendemo Desak Aparat Usut Dugaan 5 Korupsi Bupati Rohul

- Curi Kayu, Dua Kuli Bangunan Dipolisikan
- Tangkap Maling, Polisi di Dumai Sempat Lepaskan Tembakan
- Isap Ganja, Kakek 61 Tahun Ditangkap
- Jaksa Selidiki Dugaan Kredit Bermasalah BRI Baganbatu ke PT Sawedong


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 107.20.129.212
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com