|
|
|
Ahad, 27 Mei 2012 14:05 Disnaker Diminta Tindak Toko Pelarang Karyawan Sholat Jumat
Sejumlah toko elektronik di Pekanbaru melarang karyawannya sholat Jumat. Wakil Walikota Ayat Cahyadi meminta Disnaker menindaknya.
Riauterkini-PEKANBARU- Wakil Walikota Pekanbaru Ayat Cahyadi sangat terkejut mendapat informasi ada sejumlah toko elektronik di Pekanbaru melarang karyawannya yang muslim menunaikan sholat Jumat. Menurutnya itu merupakan pelanggaran berat yang tidak boleh dibiarkan.
"Itu pelanggaran berat. Banyak yang dilanggar. Melanggar HAM, melanggar UUD 45 dan peraturan ketenagakerjaan," ujarnya menjawab pertanyaan riauterkini di Pekanbaru, Ahad (27/5/12).
Dikatakan politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tersebut, menjalankan ibadah sesuai dengan keyakinan dan kepercayaan adalah hak yang dilindungi undang-undang. Tidak boleh ada pihak manapun, termasuk majikan melarangnya.
Karena itu, Ayat meminta kepada Dinas Tenaga Kerja untuk menyelidiki masalah tersebut, untuk selanjutnya mengambil tindakan tegas, sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
"Kalau memang terbukti melanggar seperti itu (melarang sholat Jumat.red), izinya layak dicabut," tegasnya.
Lebih lanjut Ayat menghimbau kepada seluruh pemilik usaha agar menghormati hak-hak pekerja, terutama dalam melaksanakan ibadah sesuai keyakinan.
Sebagai data tambahan, berdasarkan informasi yang diterima riauterkini dari beberapa eks karyawan toko elektronik di Pekanbaru yang berhenti karena dilarang sholat Jumat, dan temuan langsung dilapangan, Jumat (25/5/12) kemarin, terbukti ada sejumlah toko elektronik yang melarang karyawannya melaksanakan sholat Jumat.***(mad)
Beri
tanggapan | Baca
tanggapan |
| |
FPI Maaf ya Bro.. kita tidak menangani masalah tenaga kerja.. kita hanya bertindak kalau ada yang berbuat porno.. porno dan porno, kayak LADY GAGAL itu loh..
FPI Pekanbaru Udah.. kamu kamu kalau hebat, jangan kerja sama orang, kalau anda tertarik usaha di bidang Agro kompleks (Pertanian,Perkebuna n,Perikanan,Peternakan dan Kesehatan) Produk sudah banyak yang membuktikan dan harga murah, hubungi stockist Riau hp : 0812 6880293
mana FPI. betul,bekerja pada toko udalah gaji kecil tidak sesuai UMR,saat badan sehat kerja terus,saat sakit atau sudah tua bermacam-macam alasan utk memecat.agar tak dapat pesagon.
apalagi dulu penulis kerja sebuah pabrik roti ternama di pekanbaru VN jalan sudirman.terlambat 5 menit potong seribu,10 menit potong gaji 2 ribu.begitu seterusnya.
anda camkan itu.
yg heranya gaji naik pertahun 50 ribu,malah setiap bulan gaji berkurang.10 ribu.mana FPI tuh.
Anti intoleransi Saya haqqul yakin, yg banyak melakukan spt itu adlh Toko-toko orang yang nasionalismenya minim itu. Sudahlah membayar gaji karyawan banyak di bawah UMR (boleh cek, mayoritas toko cina membayar di bawah UMP dan UMR), menuntut kerja maksimal, mana nak melarang org beribadah.
Menurut saya, mereka di Pekanbaru itu sdh demikian berlaku bak raja saja layaknya...Jika ga mau menghormati agama org lain, mending suruh aja pulang...
Atan Gepeng mane laskar engkau tu ? Kalau ygtak beduit kau tak ndak bergerak .... ???? Atau udah jadi %@!* penggonggong pula ?
tamarudin Berani sekali ya..,mentang2 org cari makan tempat dia..
anti intoleransi mana nih FPI dan Lasykar %@!* Riau, tunjukkan eksistensimu..
|
|