|
|
|
Sabtu, 26 Mei 2012 16:46 Polisi Bubarkan Konvoi Pelajar SMA Usai Pengumuman Kelulusan
Meskipun dilarang, namun tetap saja sejumlah pelajar SMA di Dumai berkovoi usai pengumuman kelulusan. Karena dianggap membahayakan, polisi bertindak tegas dengan membubarkannya.
Riauterkini- DUMAI – Segerombolan pelajar tingkat Sekolah Menengah
Atas (SMA) Sederajat di Kota Dumai, yang baru saja melihat nomor
kelulusan dalam mengikuti Ujian Nasional (UN) tahun 2012 tidak
terlepas dengan aksi konvoi dan coret-coret baju.
Bahkan sebelum pihak Pemerintah Kota Dumai melalui Dinas Pendidikan
Dumai bersama jajaran Polisi Resor (Polres) Dumai mewanti-wanti agar
tidak melakukan aksi yang bisa mengganggu kenyamanan bagi pengendara
di lalulintas oleh kalangan pelajar tersebut.
Pantauan riauterkini.com, Sabtu (26/5/12) di lapangan, terlihat
anggota Lantas Polres Dumai berusaha menghalau kalangan pelajar dengan
petungan kayu, dan ada juga dengan melakukan pengarahan bagi kalangan
pelajar yang mangkal di pinggiran jalan raya. Disebalik apa yang
dilakukan polisi ini tentunya akan membawa faidah baik bagi kalangan
pelajar itu sendiri.
Kapolres Dumai AKBP Ristiawan Bulkaini SH kepada riauterkini.com
mengatakan, bahwa apa yang dilakukan anggotanya dilapangan itu jangan
dilihat dari sisi negatifnya, namun usaha itu lihatlah dari sisi
positifnya. Karena apa, dengan adanya tindakan seperti itu tentunya
akan membuat arah yang lebih baik lagi bagi kalangan pelajar itu
sendiri.
“Coba kalau kami tidak melakukan itu, kalau terjadi kecelakaan dan
tewas siapa yang rugi?. Maka dari itulah kami melakukan penghalauan
dan memberikan pengarahan bagi kalangan pelajar yang saat ini lagi
pesta atau memeriahkan kelulusan. Namun hal itu tentunya tidak seperti
ini, sebab ini sudah mengganggu kenyamanan bagi pengendara sepeda
motor lainnya di lalulintas,” cetus Kapolres Dumai.
Kemudian ketika disinggung mengenai aksi pembubaran konvoi kendaraan
kalangan pelajar SMA Sederajat itu oleh anggota Lantas Pores Dumai
dengan cara memukul pakai kayu, Ristiawan mengatakan, kalau apa yang
dilakukan anggota di lapangan sudah melalui tahapan-tahapan atau
mekanismennya. Sebab sebelumnya, kalangan pelajar sudah di ingatkan
dan dilarang melakukan aksi konvoi.
Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Kota Dumai, Sya’ari ketika
dikonfirmasi terkait aksi yang dilakukan kalangan pelajar tersebut
mengatakan, bahwa sebelumnya pihaknya sudah mewanti-wanti kepada
kalangan pelajar yang lulus mengikuti UN 2012 tidak melakukan aksi
coret-coret baju dan konvoi. Kerana hal itu bisa mengganggu kencamanan
bagi pengguna jalan.
“Saya sudah mewanti-wanti kepada kalangan pelajar agar tidak melakukan
konvoi kendaraan. Jika hal itu tetap dilakukan oleh kalangan pelajar
maka saya tidak bertanggung jawab jika terjadi adanya kecelakaan.
Sedangkan bagi orang tua murid kami harapkan agar anaknya yang
dinyatakan lulus untuk tidak melakukan aksi konvoi dan coret-coret
baju,” ujar Kadisdik Dumai.***(had)
Beri
tanggapan | Baca
tanggapan |
| |
|
|
|