Untitled Document
Senin, 19 Ramadhan 1436 H |
Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Senin, 6 Juli 2015 14:07
Warga Pasangi Polisi Tidur,
4 Perusahaan di Rohul Tak Serius Siram Jalan Desa Dayo


Senin, 6 Juli 2015 14:04
Pengamat: Pengunduran Kader Golkar Pelalawan Tak di Saat yang Tepat

Senin, 6 Juli 2015 14:00
Usai Liburan, Kepala UPT Disdik Mandau Lakukan Monitoring Sekolah

Senin, 6 Juli 2015 13:56
Sekretaris DPD II Golkar Pelalawan: Pengunduran Diri Wasekret Atas Keinginan Sendiri

Senin, 6 Juli 2015 13:52
Sampah di Jalan Sejahtera Duri Dibiarkan Menumpuk

Senin, 6 Juli 2015 13:48
Ikuti Jejak Ketua PK Kerumutan,
Wakil Sekretaris DPD II Golkar Pelalawan Mengundurkan Diri


Senin, 6 Juli 2015 13:41
Wabup Rosman Gelar Buka Bersama Masyarakat di Kediaman Pribadi



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Senin, 21 Mei 2012 17:21
Ajukan Kasasi ke MA RI,
Pansek PN Pasirpangaraian Dituding Palsukan SKGR


Seorang warga Rohul mengajukan kasasi ke MA terkait sengketa lahan. Ia menuding Panitia Sekretaris PN Pasirpangaraian memalsukan SKGR.

Riauterkini-PASIRPANGARAIAN- Tidak puas dengan proses pengadilan, Linton Purba alias Antoni Purba, warga Jalan SP-1 Sontang RT 03 RW 09 Dusun IV Kelampaian, Desa Muara Dilam, Kecamatan Kuntodarussalam, mengajukan memori kasasi ke Mahkamah Agung Republik Indonesia (MA RI), karena sudah dua kalinya dia kalah dalam perkara sengketa lahan di Pengadilan Negeri (PN) Pasirpangaraian dan Pengadilan Tinggi (PT) Pekanbaru 2010-2011 lalu.

Linton mengaku jalan itu ditempuh karena dia menduga ada permainan hukum di PN Pasirpangaraian dan PT Pekanbaru, karena tetap memenangkan gugatan Jalang Marpaung, warga Desa Ngaso, Kecamatan Ujungbatu, yang diakui Panitera Sekretaris (Pansek) PN Pasirpangaraian Meni Marpaung, merupakan saudara dekatnya.

Awal perkara, Linton menerangkan, pada 1998 lampau dia membeli tanah seluas 20 hektar di Dusun IV Kelampaian RT 03 RW 09 Desa Muara Dilam, Kecamatan Kuntodarussalam. Tanah yang dulunya kawasan hutan sudah berstatus SKGR. Pada pembelian, dia telah memiliki kuintansi yang ditandatangani ninik mamak, kelompok lahan, dan Adri sebagai kepala desa setempat.

Beberapa tahun setelahnya, dia menjual lahan 18 hektar kepada Manik, Hutagaol, dan Hutabarat, tapi tanah miliknya 2 hektar diklaim Jalang Marpaung miliknya sehingga dia menggugat Linton ke PN Pasirpangaraian dengan proses persidangan sekitar 1,5 tahun antara 2010-2011.

Modusnya, Jalang Marpaung yang pernah terlibat kasus perjudian dan diakui Meni Marpaung merupakan saudaranya melapor ke Polisi karena SKGR nya hilang, sebab itu lah majelis hakim memenangkan perkaranya.

“Saya punya SKGR aslinya, mereka hanya memiliki fotocopy saja, tapi anehnya hakim percaya laporan SKGR hilang ke Polisi,” kesal Linton kepada sejumlah wartawan di Pasirpangaraian, Senin (21/5/12).

Lahan 20 hektar yang dibelinya 1998 lampau masih seharga Rp16 juta atau sekitar Rp800 ribu per hektar. Jika diuangkan dengan harga tanah sekarang bisa mencapai Rp60 juta per hektar. Untuk mengurus perkara sampai ke tingkat PT Pekanbaru, Linton telah menghabiskan dana sekitar Rp300 juta lebih, tapi dia memiliki alasan tersendiri, untuk terus memperjuangkan haknya.

“Saya terus memperjuangkan lahan dua hektar itu karena uang yang dipakai untuk membeli tanah itu adalah uang warisan dari orang tua, sebab itu lah saya ajukan memori kasasi ke MA,” ujarnya.

Linton mengaku kecewa karena Pansek Meni Marpaung dan majelis hakim mengatakan SkGR yang dimilikinya tidak asli, padahal SKGR itu didapatkannya dari Camat Kuntodarussalam kala itu dan diketahui Kades, kelompok lahan, dan ninik mamak di Desa Muara Dilam.

“Pihak PN Pasirpangaraian seharusnya netral terhadap segala proses hukum, tapi Meni Marpaung (Pansek.red) sepertinya turut campur. Sebab itu saya ajukan memori kasasi ke MA sehingga tidak bisa dipermainkan,” kesal dia lagi.

Linton mengaku ada kejanggalan pada putusan PT Pekanbaru, 8 Agustus 2011 lalu bernomor 54/PDT/2011/PT.R. Pada putusan itu hanya bertuliskan “DTO” (ditandangani oleh), tanpa dicantumkan tandatangan Hakim Ketua Majelis Enos Radjaware, dan dua hakim anggota Edi Widodo dan Agus Haryadi, serta Panitera Pengganti Syamsiah.

Panitera Suridah, dikonfirmasi wartawan tidak bersedia berbicara, namun dia berjanji kepada Linton akan memberitahukan nomor resi pengiriman jika berkas memori kasasi nomor 10/Pdt-6/2010/PN.Psp, tertanggal 21 Mei 2012, yang telah ditandatangani Pansek Meni Marpaung, telah dikirim ke MA RI.***(zal)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Hukum lainnya..........
- Pria Setengah Abad Tewas di Ruko Kosong Simpang Mal SKA
- Polres Dumai Tangkap 3 Tersangka Pengedar Sabu
- Kadis Melarang, Staf Disdik Inhil Nekad Pungli Rp250 Ribu untuk SK Sertifikasi
- Pegawai Honor Dipenda Inhil Ternyata Dibunuh Guru Honor SMPN Tembilahan
- Nama Indra Muchlis Adnan Lolos Seleksi Administrasi Capim KPK
- Diduga Maling Sapi, Seorang Warga Tandun Ditangkap Polres Rohul
- Membusuk di Semak-semak, Ternyata Mahasiswi Pekanbaru Dibunuh Pacar Sendiri


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.166.227.36
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com