Berita Terhangat.. |
Selasa, 18 Juni 2013 21:15 Kabut Asap, Warga Bengkalis Mulai Resah Terserang Penyakit
Selasa, 18 Juni 2013 21:03 Pamerkan di Giant, Mobil Proton Sediakan Banyak Hadiah Menarik
Selasa, 18 Juni 2013 20:51 Kwalitas Udara di Pekanbaru dalam Kondisi Sedang
Selasa, 18 Juni 2013 20:48 Sempena HUT Bhayangkara ke 67, Polres Inhu Gelar Donor Darah
Selasa, 18 Juni 2013 20:43 Nyabu, Pengusaha Konveksi dan DVD Diringkus Polres Bengkalis
Selasa, 18 Juni 2013 20:31 Merasa Profesi ’Dilecehkan’, Puluhan Perawat Protes Manajemen RSUD Bengkalis
Selasa, 18 Juni 2013 20:17 Dewan Minta Pemko Tertibkan Parkir di Taman Kota
|
|
|
|
Ahad, 20 Mei 2012 16:58 Ingin Bidan PTT, Warga Kuansing Tertipu Rp 24 Juta
Seorang warga Kuansing menderita kerugian Rp 24 juta. Ia menjadi korban penipuan, seseorang yang menjanjikannya sebagai bidan PTT.
Riauterkini-PEKANBARU-banyak cara bagi orang mencari kesempatan untuk mencari uang.
Bagi yang tidak hati hati, niscaya akan menjadi korbannya.
Hal ini terjadi buat Farani Nurul Hajar (21), warga Desa Beringin Jaya RT 11 RW 5, Kecamatan
Kuantan Sengingi Hilir, Kabupaten Kuansing. Keinginannya untuk mendapatkan pekerjaan
akhirnya berujung sial. Bahkan puluhan juta uangnya raib. Ujung ujungnya, Farani
yang telah menjadi korban penipuan calo itu, membuat laporan kepolisi.
Kepada polisi korban menuturkan, dirinya yang selesai menamatkan kuliah di Akedemi
kebidanan, ditawari seseorang untuk bekerja sebagai bidan pegawai tidak tetap (PTT)
di Kota Pekanbaru.
Waktu itu tanggal 10 januari 2012 lalu, sekitar pukul 11.00 WIB. Melalui teman
korban, Rahmatul Hidayat. Korban bertemu dengan pelaku Yulia Safitri (26) di Jalan
Jendral Sudirman samping Purna MTQ.
Dalam pertemuan itu, pelaku bisa membantu korban menjadi bidan PTT di Pemko
Pekanbaru, yang otomatis korban sanggup memberi uang pelicin sebagai biaya
administrasi (ADM) sebesar Rp 24 juta.
Ucapan janji pelaku itu disanggupi oleh korban, dan beberapa hari kemudian, korban
menyerahkan uang tersebut kepada pelaku.
Namun setelah korban menyerahkan semua kelengkapan ADM nya. Hingga sekarang janji
pelaku tak terbukti. Jangankan diterima menjadi bidan PTT, dipanggil untuk test saja
korban tidak ada. Bahkan lebih menyakit, keberadaan pelaku juga tidak diketahui.
Hingga akhirnya korban membuat laporan tindak pidana penipuan.
Kabid Humas Polda Riau, AKBP Syarif Pandiangan ketika dikonfirmasi wartawan Ahad
(20/5/12) siang, membenarkan adanya laporan kasus penipuan yang diterima pihaknya.
" Saat ini laporan tersebut sedang ditindak lanjuti pihaknya," ujar
Pandiangan.***(har)
Beri
tanggapan | Baca
tanggapan |
| |
|
|
|