Berita Terhangat.. |
Jum’at, 24 Mei 2013 19:36 Dibuka Ketua KONI Rohul, 630 Karatedo Ikut Kejurda FORKI Riau ke-7 di Pasirpangaraian
Jum’at, 24 Mei 2013 19:34 Prihatin, KPU tak Diundang Paripurna Pelantikan 5 PAW DPRD Riau
Jum’at, 24 Mei 2013 19:32 Didukung 4 Parpol, Zainal Abidin Optimis Maju di Pilkada Inhil
Jum’at, 24 Mei 2013 17:29 RAPP Bakti Sosial Bersama Warga Desa Kuala Terusan
Jum’at, 24 Mei 2013 17:12 Dua Pengedar Sabu Melawan Saat Ditangkap Aparat
Jum’at, 24 Mei 2013 17:09 Jago Demokrat di Pilgubri Diharap Tuntas Awal Pekan
Jum’at, 24 Mei 2013 16:47 Pemko Programkan Pasar Higinis
|
|
|
|
Ahad, 20 Mei 2012 16:38 Tuntut Tanah Ulayat 40 Ribu Hektar, Warga Kampar Duduki Lahan PT PSPI
Sebuah kelompok tani Kecamatan Salo, Kampar menduduki lahan PT PSPI. Perusahaan tersebut mereka tuding menyerobot tanah ulayat seluas 40 ribu hektar.
Riauterkini-SALO- Sekitar 150 orang kelompok Tani Pertemuan Jaya Desa Siabu Kecamatan Salo Kabupaten Kampar duduki lahan yang dikelola PT Perawang Sukses Perkasa Industri (PSPI) Ditrik Lipat Kain. Lahan tersebut berlokasi di Desa Siabu, Kecamatan Salo, Kabupaten Kampar, Ahad (20/5/12).
Kelompok Tani Pertemuan Jaya ini merupakan dibawah naungan Syarifudin Dt Rajo Melayu pucuk pasukuan Melayu kenegerian Tigo Koto sebelimbing Siabu yang mengklaim bahwa PT PSPI telah mencaplok tanah ulayat seluas 40.000 hektar. Aksi ini mereka lakukan bentuk dari kekecewaan terhadap pihak perusahaan.
Bahkan kelompok tani ini juga melakukan rapat akbar yang juga dihadiri Syarifudin Dt Rajo Melayu diatas lahan tersebut dan mereka juga membangun tenda. Saat melakukan rapat akbar itu dimana riauterkini.com juga berada dilokasi terlihat sebuah mobil yang berisi Security PT PSPI mendatangi tempat pertemuan tersebut dan sempat berbicara dengan Syarifudin Dt Rajo Melayu dan tak lama kemudian mereka pun pergi.
‘’ Mulai hari ini kita akan menduduki lahan ini sebab lahan yang dikelola pihak PP PSPI merupakan tanah ulayat,’’ tegas Syarifudin Dt Rajo Melayu kepada riauterkini.com dilokasi usai melakukan rapat akbar tersebut.
‘’ Bagi kelompok tani Pertemuan Jaya yang sudah memiliki surat yang telah saya keluarkan dan saya tandatangani silahkan melakukan penanaman diatas lahan yang sudah diperuntukkan dan jumlah kelompok tani Pertemuan Jaya sebanyak 450 orang dan hari ini tidak semuanya dapat hadir tapi mereka akan menyusul,’’ungkapnya.
Diungkapkannya bahwa selaku penguasa ulayat Kenegarian Togo Koto Sibelimbing Desa Siabu Kampung Pertemuan Kecamatan Salo telah empat kali mengirimkan surat kepada pihak PT PSPI mempertanyakan dan meminta izin berapa luas lahan yang sebenarnya dan sesuai dengan izinnya,’’ Terakhir kita melayangkan surat tanggal 27/10/11 akan tetapi sampai hari ini tidak ada jawaban dan aksi hari ini merupakan bentuk dari kekecewaan terhadap pihak PT PSPI dan sampai titik darah penghabisan kami akan memperjuangkan hak kami ini,’’tuturnya.
Diterangkannya bahwa dirinya beberapa waktu lalu juga sudah bertemu dengan beberapa orang anggota DPRD Kampar dari Komisi I yakni Purwaji dan Azaidun meminta agar DPRD Kampar mengundang pihak PT PSPI, dinas instansi terkait untuk membahas masalah ini,’’ Anggota DPRD tersebut menyanggupi dan berjanji akan mengundang pihak PT PSPI dan dinas instansi terkait dalam waktu dekat,’’jelasnya.(man)
Beri
tanggapan | Baca
tanggapan |
| |
muhammadun mohon dukunganya teman2 semuga semuanya berjalan lancar aminnn.
sutan rajo diateh belo ado rakyat kerajaan pagaruyuang nan karengkang, degil, serakah mako diusir pai hanyuik itulah ocu-deyen or "%@!* hanyuik" penguaso tanah ulayat seluas riau daratan (cito sejarah ko).
ni2kma2kocu alkisah, ocu tu turunan langsung nabi adam, dia punya hak tnh ulayat di slrh muka bumi, orang lain tu smua numpang, begitooo !!!
datuk setia hajar taruih..
|
|